• Tidak ada hasil yang ditemukan

DOKUMEN TENTANG ARTIKEL KEPEMIMPINAN

N/A
N/A
Regina

Academic year: 2023

Membagikan "DOKUMEN TENTANG ARTIKEL KEPEMIMPINAN "

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

ARTIKEL KEPEMIMPINAN

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Individu Keluarga dan Masyarakat Dosen Pengampu :

Dr. Siti Nurbayani K, M.Si.

Dr. Acep Supriadi, M.Pd., M.A.P Retno Ayu Hardiyanti, M.Pd.

Disusun Oleh : Regina Putri Rahmawati

2104399

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2021

(2)

A. Latar Belakang

Sejak nenek moyang dahulu kala, kerja sama dan saling melindungi telah muncul bersama-sama dengan peradaban manusia. Kerja sama muncul pada tata kehidupan sosial masyarakat atau kelompok-kelompok manusia dalam rangka untuk mempertahankan hidupnya menentang kebuasan binatang dan menghadapi alam sekitarnya. Berangkat dari kebutuhan bersama tersebut, terjadi kerja sama antar manusia dan mulai unsur-unsur kepemimpinan. Orang yang ditunjuk sebagai pemimpin dari kelompok tersebut ialah orang-orang yang paling kuat dan pemberani, sehingga ada aturan yang disepakati secara bersama-sama misalnya seorang pemimpin harus lahir dari keturunan bangsawan, sehat, kuat, berani, ulet, pandai, mempunyai pengaruh dan lain-lain. Hingga sampai sekarang seorang pemimpin harus memiliki syarat-syarat yang tidak ringan ,karena pemimpin sebagai ujung tombak kelompok.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata pemimpin adalah orang yang memimpin. Arti lainnya dari pemimpin adalah petunjuk.

Menurut Pancasila, Pemimpin harus bersikap sebagai pengasuh yang mendorong, menuntun, dan membimbing asuhannya. Dengan kata lain, beberapa asas utama dari kepemimpinan Pancasila adalah:

 Ing Ngarsa Sung Tuladha: Pemimpin harus mampu dengan sifat dan perbuatannya menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagi orang – orang yang dipimpinnya.

 Ing Madya Mangun Karsa: Pemimpin harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang – orang yang dibimbingnya.

 Tut Wuri Handayani: Pemimpin harus mampu mendorong orang–orang yang diasuhnya berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab.

Kepemimpinan merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu sosial, sebab prinsip- prinsip dan rumusannya diharapkan dapat mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan manusia (Moejiono, 2002). Ada banyak pengertian yang dikemukakan oleh para pakar menurut sudut pandang masing-masing, definisi-definisi tersebut menunjukkan adanya beberapa kesamaan.

Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerja sama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.

(3)

B. Permasalahan

1. Bagaimana pengertian pemimpin ? 2. Apa saja pengertian kepemimpinan itu ? 3. Apa fungsi kepemimpinan ?

4. Apa saja tipe-tipe kepemimpinan ? 5. Apa ciri-ciri kepemimpinan ? 6. Apa saja syarat kepemimpinan ? C. Diskusi dan Pembahasan

1. Pengertian Pemimpin

Kartini Kartono (1994 : 33). Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kelebihan di satu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas- aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan.

John Gage Alle. Leader…a guide; a conductor; a commander” (pemimpin itu ialah pemandu, penunjuk, penuntun; komandan).

Modern Dictionary Of Sociology (1996). Pemimpin (leader) adalah seseorang yangmenempati peranan sentral atau posisi dominan dan pengaruh dalam kelompok (a person whooccupies a central role or position of dominance and influence in a group).

2. Pengertian kepemimpinan

Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.

Moejiono (2002) memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin (Moejiono, 2002).

Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.

3. Fungsi kepemimpinan

(4)

 Pemimpin sebagai eksekutif ( executive Leader)

Sering kali disebut sebagai administrator atau manajer. Fungsinya adalah menerjemahkan kebijaksanaan menjadi suatu kegiatan, dia memimpin dan mengawasi tindakan orang-orang yang menjadi bawahannya. Dan membuat keputusan-keputusan yang kemudian memerintahkannya untuk dilaksanakan.

 Pemimpin sebagai penengah

Dalam masyarakat modern, tanggung jawab keadilan terletak di tangan pemimpin dengan keahliannya yang khas dan ditunjuk secara khusus. Ini dikenal dengan pengadilan.

 Pemimpin sebagai penganjur

Penganjur adalah sejenis pemimpin yang memberi inspirasi kepada orang lain.

Sering kali ia merupakan orang yang pandai bergaul dan fasih berbicara.

 Pemimpin sebagai ahli

Pemimpin sebagai ahli dapat dianalogikan sebagai instruktur atau seorang juru penerang, berada dalam posisi yang khusus dalam hubungannya dengan unit sosial di mana dia bekerja

 Pemimpin diskusi

Tipe pemimpin yang seperti ini dapat dijumpai dalam lingkungan kepemimpinan yang demokratis di mana komunikasi memegang peranan yang sangat penting. Seseorang yang secara lengkap memenuhi kriteria kepemimpinan demokratis ialah orang yang menerima peranannya sebagai pemimpin diskusi.

4. Tipe-tipe kepemimpinan

 Tipe Otoriter

Dilihat dari persepsinya seorang pemimpin yang otoriter adalah seorang yang sangat egois.

 Tipe Paternalistis

Tipe pemimpin paternalistis hanya terdapat dilingkungan masyarakat yang bersifat tradisional, umumnya dimasyarakat agraris.

 Tipe Karismatik

Tipe ini mempunyai daya tarik dan pembawaan yang luar biasa, sehingga mereka mempunyai pengikut yang jumlahnya besar. Kesetiaan dan kepatuhan pengikutnya timbul dari kepercayaan terhadap pemimpin itu.

 Tipe Laissez Faire

Pemimpin ini berpandangan bahwa umumnya organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri ari orang-orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran-sasaran apa yang ingin dicapai, tugas yang harus ditunaikan oleh masing-masing anggota dan pemimpin tidak terlalu sering intervensi.

 Tipe Demokratis

Tipe demokrasi mengutamakan masalah kerja sama sehingga terdapat koordinasi pekerjaandari semua bawahan.

(5)

5. Ciri-ciri kepemimpinan

WA. Gerungan menjelaskan bahwa seorang pemimpin paling tidak harus memiliki tiga ciri, yaitu:

1) Penglihatan Sosial

Artinya suatu kemampuan untuk melihat dan mengerti gejala-gejala yang timbul dalam masyarakat sehari-hari.

2) Kecakapan Berpikir Abstrak

Dalam arti seorang pemimpin harus mempunyai otak yang cerdas, intelegensi yang tinggi Jadi seorang pemimpin harus dapat menganalisis dan memutuskan adanya gejala yang terjadi dalam kelompoknya, sehingga bermanfaat dalam tujuan organisasi.

3) Keseimbangan Emosi

Orang yang mudah naik darah, membuat ribut menandakan emosinya belum matang dan tidak memiliki keseimbangan emosi. Orang yang demikian tidak bisa jadi pemimpin sebab seorang pemimpin harus mampu membuat suasana tenang dan senang.

Maka seorang pemimpin harus mempunyai keseimbangan emosi.

6. Syarat-syarat kepemimpinan

Ada tiga hal penting dalam konsepsi kepemimpinan antara lain:

1) Kekuasaan

Kekuasaan adalah otorisasi dan legalitas yang memberikan wewenang kepada pemimpin untuk mempengaruhi dan menggerakkan bawahan untuk berbuat sesuatu dalam rangka penyelesaian tugas tertentu.

2) Kewibawaan

Kewibawaan merupakan keunggulan, kelebihan, keutamaan sehingga pemimpin mampu mengatur orang lain dan patuh padanya.

3) Kemampuan

Kemampuan adalah sumber daya kekuatan, kesanggupan dan kecakapan secara teknis maupun sosial, yang melebihi dari anggota biasa.

Sementara itu Stodgill yang dikutip JamesA. Lee menyatakan pemimpin itu harus mempunyai kelebihan sebagai persyaratan, antara lain:

1) Kepastian, kecerdasan, kewaspadaan, kemampuan berbicara, kemampuan menilai 2) Prestasi, gelar kesarjanaan, ilmu pengetahuan dalam bidang tertentu.

3) Tanggung jawab, berani, tekun, mandiri, kreatif, ulet, percaya diri, agresif 4) Partisipasi aktif, memiliki stabilitas tinggi, kooperatif, mampu bergaul.

5) Status, kedudukan sosial ekonomi cukup tinggi dan tenar

(6)

D. Solusi

Berikut ini merupakan solusi dalam mengatasi permasalahan sebagai pemimpin : 1. Hindari Menyudutkan Satu Belah Pihak

Menjadi seorang pemimpin dalam sebuah organisasi haruslah adil dan tidak memihak siapa pun..

2. Menjadi Mediator yang Bijaksana

Dalam mengatasi sebuah masalah, sebagai pemimpin Anda akan ditempatkan sebagai seorang mediator yang dapat menengahi konflik yang terjadi. Tugas seorang mediator adalah mendengarkan permasalahan yang terjadi dari dua belah pihak, lalu memproses informasi tersebut dan menyimpulkan secara objektif. Secara objektif artinya, Anda harus dapat memproses permasalahan yang terjadi sesuai fakta dan bukan opini yang dapat merugikan sebelah pihak.

3. Mengambil Keputusan Bersama

Setelah Anda mengetahui akar permasalahan yang terjadi, maka ini saatnya untuk Anda duduk bersama-sama dengan yang terlibat di dalam konflik. Guna dari mengumpulkan semuanya di dalam sebuah ruangan adalah untuk mencegah terjadinya miskomunikasi dan juga mengambil jalan keluar yang tepat bersama-sama. Dengan cara ini, maka diharapkan yang terlibat di dalam konflik dapat menepati janji yang dibuat dalam pengambilan keputusan jalan keluar yang diambil tersebut.

4. Melakukan Evaluasi

Langkah terakhir yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi konflik dalam organisasi adalah melakukan evaluasi. Buatlah sebuah rencana untuk mencegah konflik yang serupa terjadi di masa depan. Dengan demikian, perusahaan yang dibangun dapat berkembang dengan baik dan stabil, serta karyawan-karyawan akan merasa aman dan nyaman ketika bekerja di bawah seorang pemimpin yang adil dan bijaksana seperti Anda.

E. Kesimpulan dan saran

Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi proses memengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya.

Dengan demikian, untuk menjadi seorang pemimpin yang baik harus memiliki integritas (kepribadian), intelektual(pengetahuan), intelegensi (spiritual), skill atau kemampuan/keahlian, memiliki power atau dapat mempengaruhi orang lain, mau belajar, mendengar dan siap dikritik. Apabila hal-hal tersebut telah dimiliki oleh seorang pemimpin maka pemimpin tersebut akan arif dan bijaksana dalam memimpin sebuah kelompok, atau organisasi yang dia pimpin.

Referensi

(7)

One, Yassirli. Makalah Kepemimpinan. [Online]. Diakses dari

https://www.academia.edu/24267400/MAKALAH_KEPEMIMPINAN Typoonline. [Online]. Di akses dari https://typoonline.com/kbbi/pemimpin Ruangguruku. (2021) [Online]. Di akses dari https://ruangguruku.com/pengertian- kepemimpinan-menurut-para-ahli/

Rahayu. Kepemimpinan [Online]. Di akses dari

http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PSIKOLOGI/195009011981032- RAHAYU_GININTASASI/kepemimpinan.pdf

Cookie. (2021). 4 cara mengatasi konflik dalam organisasi sebagai pemimpin. Diakses dari https://www.sodexo.co.id/cara-mengatasi-konflik-dalam-organisasi/

Referensi

Dokumen terkait

Kepemimpinan pada hakikatnya adalah proses dimana seorang mengarahkan, membimbing, mempengaruhi dan menguasai pikiran, perasaan atau tingkah laku orang lain. Demokratisasi

kegiatan mempengaruhi dan mengarahkan tingkah laku bawahan atau orang lain untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok (Kartono. Selain itu letak ruang kantor yang

Berdasarkan uraian di atas, dapat ditegaskan bahwa, kepemimpinan Islam adalah suatu proses atau kemampuan orang lain untuk mengarahkan dan memotivasi tingkah

“Gaya kepemimpinan seseorang dalam suatu jabatan akan mempengaruhi pola tingkah laku yang digunakan untuk mempengaruhi perilaku aktivitas- aktivitas individu bawahan atau kelompok

Uraian di atas, dapat ditegaskan bahwa, kepemimpinan Islam adalah suatu proses atau kemampuan orang lain untuk mengarahkan dan memotivasi tingkah laku orang lain, serta

Kepemimpinan merupakan setiap upaya seseorang yang mencoba untuk mempengaruhi tingkah laku atau kelompok, upaya untuk mempengaruhi tingkah laku ini bertujuan mencapai tujuan

Dari beberapa pendapat dan definisi tentang kepemimpinan di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan seorang pemimpin untuk mempengaruhi, mengarahkan,

Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan