Hairtonik iyam
Rambut memiliki peranan penting bagi setiap makhluk hidup dilihat dari fungsinya rambut
mempunyai peranan dalam proteksi terhadap lingkungan yang merugikan, seperti suhu panas atau dingin, dan polusi udara. Pada pria maupun wanita rambut mempunyai peranan yang sangat penting bagi penampilan, karena dapat meningkatkan kepercayaan diri seseorang dengan rambut yang sehat memiliki ciri-ciri berkilau dan tebal. Disisi lain terdapat masalah yang cukup mengkhawatirkan pada rambut antara lain rambut kusam, rambut kusut, rambut berminyak, rambut beruban, rambut bercabang, dan yang paling parah rambut rontok yang berlebihan. Berdasarkan survey oleh jurnal nasional mendapatkan sebanyak 36 persen wanita dan 16 persen pria di Indonesia mengalami masalah kerontokan rambut Rambut rontok merupakan fase alami yang akan terjadi bagi semua orang, karena rambut memiliki siklus. Siklus pertumbuhan rambut normal terdiri atas tiga fase, yaitu yaitu fase pertumbuhan (anagen), fase istirahat (katagen), fase rontok (telogen) (Darajati & Ambari, 2021)
Darajati, W. P., & Ambari, Y. (2021). Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan hair tonic Ekstrak Daun Cabai Rawit (Capsium Frutescent L). Dengan Variasi Propilenglikol Dan Etanol 96%. Journal of Pharmaceutical Care Anwar Medika (J-PhAM), 3(2), 151;160
Kerontokan rambut dapat dicegah melalui pengobatan, baik dari luar maupun dalam. Pengobatan dari luar dapat dilakukan dengan cara terapi topikal menggunakan salep/larutan atau menggunakan kosmetik perawatan untuk menyuburkan rambut serta mengatasi kerontokan. Jenis kosmetik untuk perawatan rambut yang efektif mengatasi kerontokan dan menyuburkan rambut yaitu hair tonic, karena kandungan ekstrak yang terdapat di dalam hair tonic lebih selektif dibandingkan pada sampo atau jenis kosmetik lain, dikarenakan lama waktu kontak kulit kepala yang cukup lama dan tidak dibilas dengan air seperti sampo (Rashati & Eryani, 2019)
Rashati, D., & Eryani, M. C. (2019). Evaluasi Sifat Fisik Sediaan Shampo Ekstrak Daun Katuk
(Sauropus Androgynus (L) Merr) Dengan Berbagai Variasi Viscosity Agent. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 1(1), 56;63
Hair tonic termasuk sediaan kosmetik yang mempunyai bentuk sediaan cair yang berasal dari campuran bahan kimia atau herbal serta bahan lain dengan fungsi menjaga kesehatan rambut, merangsang pertumbuhan rambut, menguatkan rambut. Hair tonic memiliki beberapa keunggulan yaitu proses penggunaannya praktis, cepat meresap, dan tak terasa lengket di kulit kepala (Hidayah et al., 2020)
Hidayah, R. N., Gozali, D., Hendriani, R., & Mustarichie, R. (2020). Formulasi dan Evaluasi Sediaan Hair Tonic Anti Alopesia. Majalah Farmasetika, 5(5), 218-232.
Daster
Perawatan rambut yang dilakukan secara berkala dapat membantu mengurangi masalah pada kulit kepala maupun pada rambut. Melakukan perawatan rambut sangatlah penting karena rambut akan ternutrisi sehingga dapat mengembalikan kesehatan rambut dan untuk mencegah salah satu masalah kerusakan rambut seperti rambut rontok. Berbagai produk perawatan rambut baik dari bahan sintetis maupun alami, telah banyak dikembangkan untuk mengatasi masalah kerontokan rambut.( aini.2017)
Aini, Q. 2017. Uji Aktivitas Pertumbuhan Rambut Kelinci Jantan dari Sediaan Hair Tonic yang mengandung Ekstrak Etanol Daun Mangkokan (Nothopanax Scutellaium Merr). Jurnal Farmasi Lampung 6(2): 1-12
Rambut yang tidak sehat memilki ciri tertentu. Ciri-ciri rambut tidak sehat antara lain rambut kusam/tidak berkilau, rambut kusut/sulit diatur, rambut berminyak, rambut beruban bagi orang lanjut usia maupun bagi orang yang berusia masih muda, rambut bercabang, rambut mudah patah, dan rontok berlebihan . Rambut sehat memiliki ciri-ciri tebal, berwarna hitam, berkilau, tidak kusut, dan tidak rontok menjadi kebutuhan semua orang (Sari, dkk, 2016:129)
Sari, D. K., W. Adityo. 2016. Perawatan Herbal pada Rambut Rontok. Jurnal Majority 5(5): 129-134 Produk hair tonic yang umum digunakan disalon kecantikan atau dijual bebas berasal dari zat sintetis seperti minoxidil yang menimbulkan efek samping pada penggunaannya seperti alergi kulit, sakit kepala, vertigo, edema sampai hipotensi Sejalan dengan hal ini, perawatan rambut secara tradisional dari bahan alami dapat digunakan oleh orang secara aman dan tidak menimbulkan alergi. (Jubaidah, dkk, 2018)
Jubaidah, S., dkk. 2018. Formulasi Dan Uji Pertumbuhan Rambut Kelinci dari Sediaan Hair Tonic Kombinasi Ekstrak Daun seledri (Apium graveolens Linn) Dan Daun Mangkokan (Polyscias scutellaria (Burm.f.) Fosberg). Jurnal Ilmiah Manuntung 4(1):814
Pembahasan conditioner
pada praktikum kali ini dilakukan pembuatan cinditioner, Kondisioner merupakan sediaan kosmetika yang berperan sebagai pelindung rambut setelah shampo. Penggunaan shampo saja tidak cukup untuk merawat rambut, maka dibutuh kondisioner sebagai produk pendukung dalam merawat rambut sehingga perawatan rambut menjadi lebih maksimal
Dimethicone merupakan polimer yang terbuat dari silika. Bahan silika yang terdapat pada produk sampo bekerja dengan cara membuat lapisan hidrofobik (waterproof) pada batang rambut. Akibat dari pelapisan tersebut, rambut jadi tidak mudah kehilangan air, sehingga kelembapan dalam rambut terjaga. Kondisi ini menjadikan dimethicone cocok digunakan sebagai conditioning.pad praktikum kali ini dimeticon berpengaruh pada kekentalan sediaan semakin besar konsentrasi dimeticon maka semakin kental sediaan.
Pada pembuatan conditioner dilakukan pemanasan fase air dan fase minyak sampai 70C hal ini bertujuan agar 2 fase tersebut larut dan pada proses pengadukan 2 fase tersebut dapat
bercampur,dimasukkan fase minyak kedalam fase air karna fase minyak akan terikat pada fase air.
Dilakukan evaluasi pada sediaan,pada evaluasi organoleptik dilakukan dengan mengamati warna bau dan bentuk,didapatkn hasil pada evaluasi ini yaitu semua kelompok menghasilkan warna dn bau yang sama yaitu hijau muda dan jeruk sedngkan pada bentuk kel 13,14,15 memiliki bentuk kental,pada kel 1 memiliki bentuk yg padat.
Pada pengujian ph dilakukan dengan indikator ph,syarat yang baik untuk conditioner menurut sni yaitu 5,0-9,0,hasil yng didapatkan pada evaluasi ini yaitu kel 13,kel 15,kel 1 memiliki ph 6,sedangkan pada kel 14 memiliki ph 5 hasil ini memenuhi syarat menurut sni.
Pada uji homgenitas dilakukan dengan menggunakan kaca objek,hasil yg didapatkan pada evaluasi ini adalah kel 13,kel 15 dan kel 1 memiliki homogenitas yg kurang baik hal ini disebabkan pengadukan yang kurang optimal,sedangkan pada kel 14 memiliki homogenitas yang baik.
Pada uji visko dilakukan dengan viskometer Brookfield,syarat vsikositas yang baik untuk sediaan conditioner yang baik menurut sni yaitu 2000-50,000 cps, didapatkan hasil pada pengujian
viscometer yaitu kel 13 5600 cps,kel 14 4160 cps,kel 15 6240cps,kel 4 17,180 cps,hasil ini memenuhi syarat,perbedaan pada hasil viskositas disebabkan karna konsentrasi dimeticon semakin besar konsentrasinya maka akan semakin kental.
Pada pengujian tipe krim dilakukan dengan cara mengoleskan sediaan pada kertas saring,hasil yang didapat yaitu semua kelompok memiliki tipe krim minyak dalam air, Sistem emulsi minyak dalam air (M/A) atau oil in water (O/W) adalah sistem emulsi dengan minyak sebagai fase terdispersi dan air sebagai fase pendispersi,sedangan tipe air dalam minyak A/M Emulsi air dalam minyak (W/O emulsion) adalah kondisi dimana minyak mentah menjadi fase kontinu dan air (yang mengandung berbagai garam terlarut) sebagai fase terdispersi