1. Stimulasi Pendidik Pada Aspek Nilai Agama dan Moral
Pendidik telah menstimulasi pengalam praktik keagamaan anak dengan bercerita tentang nilai kejujuran , mengenalkan ciptaan Tuhan, berperilaku baik menghormati orang tua serta menyayangi tanaman dengan menyiramnya.
Praktik ibadah telah dikenalkan pendidik melalui kegiatan berdoa, mengucap dan menjawab salam, menirukakan Gerakan sholat dan mengenalkan masjid sebagai tempat ibadah.
Pendidik telah membiasakan anak untuk berperilaku terpuji seperti menghormati orang tua dengan berpamitan saat pergi ke sekolah dan menanamkan sifat jujur dengan cara berdialog serta membiasakan anak untuk terbiasa menolong.
2. Stimulasi Pendidik Pada Aspek Motorik
Pendidik telah menstimulasi melalui aktivitas gerak dan lagu, gross motorik, senam dan bermain bola seperti melempar dan menendang bola.
Kemampuan motorik halus distimulasi pendidik melalui kegiatan bermain balok, menggambar bebas, menggunting dan meremas kertas.
Pembiasaan mencuci tangan di air mengalir,
memotong kuku,menaruh sampah pada tempatnya dan membersihkan sampah yang ada dilingkungan setelah bermain dilakukanguru untuk membiasakan hidup bersih dan sehat. Namun belum ditemukan standar penanganan covid 19 perlu disiapkan di Satuan PAUD seperti menggunakan masker, menyiapkan handsanitaizer, dll.
3.
Stimulasi Guru Pada Aspek KognitifMelalui kegiatan bermain lego pendidik mengenalkan persamaan dan perbedaan bentuk pada anak, menstimulasi kemampuan mengklasifikasi berdasarkan warna serta memahami sebab akibat. Konsep huruf dan menyebutkan huruf dikenalkan pendidik melalui kegiatan kartu huruf. Mempersentasikan berbagai imajinasi dengan permainan balok.
Kegiatan yang diberikan pada anak masih berdasarkan instruksi dari guru dan menggunakan Lembar Kerja sehingga kemampuan memecahkan masalah anak tidak dapat terstimulasi. Pendidik juga belum mengenalkan konsep menghubungkan.Pendidik seharusnya menyediakan beragam bahan main sehingga anak dapat menuangkan ide, gagasan dan imajinasinya dalam berbagai hasil karya. Guru tidak perlu memberi instruksi dan menyiapkan kegiatan dengan LK karena anak akan memiliki banyak ide bila di beri kesempatan berkreativitas. Dengan memberikan kesempatan
anak berkarya sendiri pendidik akan mudah menstimulasi kemampuan memecahkan masalah anak karena anak akan menemukan masalahnya sendiri dan akan menemukan solusinya dengan dampingan guru.
4. Stimulasi Pendidik pada Aspek Bahasa
Pendidik menstimulasi kemampuan Bahasa reseptif dan ekspresif anak melalui cerita dan pernyataan sederhana saat membacakan buku dan berdialog pada anak, pernyataan sederhana melalui cerita. Bahasa ekspresif anak dikembangkan melalui bertanya dan menjawab melalui cerita dan dialog dan komunikasi lisan
Kemampuan keaksaraan anak telah distimulasi guru dengan memberikan kesempatan anak untuk mengamati buku, meremas ketas, menggambar, menggunting dan permainan kartu huruf untuk mengembangkan pra menulis anak.
Pendidik belum menstimulasi kemampuan bercerita kembali dan mengekspresikan ide anak melalui coretan maupun gambar.
Pendidik seharusnya memberikan keleluasaan pada anak untuk bercerita dan menceritakan kembali pada anak katas apa yang telah disampaikan guru dan menuangkan ide dan gagasannya dalam bentuk coretan atau gambar agar kemampuan mengungkapkan Bahasa anak dapat terstimulasi dengan baik. Hal ini dapat dilakukan menceritakan pengalamannya dan menuangkannya dalam bentuk tulisan atau gambar.
5. Stimulasi Pendidik Pada Aspek Sosial Emosional
Aspek Sosial Emosional Anak telah distimulasi pendidik melalui pembiasaan antri saat mencuci tangan, antri saat akan membaca iqro, Anak dibiasakan peduli lingkungan dengan membersihkan sampah selesai bermain, menolong ibu guru membagikan donat kepada tema-temannya. bekerjasama membersihkan meja dan main bergantian. Kemampuan mencintai negara dilakukan dengan mengenalkan bendera merah putih, menyanyikan lagu kebangsaan, mengenalkan burung garuda dan mengenalkan Presiden dan wakil Pesiden. Keberagaman budaya dikenalkan pendidik melalui kegiatan menyanyikan lagu daerah, mengenalkan Bahasa jawa, tarian dan pakaian daerah.
6. Fasilitasi Pendidik Dalam Proses Pembelajaran
Pendidik telah memanfaatkan berbagai sumber belajar yang ada disekitarnya seperti memanfaatkan ruang masjid, lapangan PAUD, pertenakan kambing, tumbuhan dan memanfaatkan daun singkong sebagai sumber dari bahan-bahan yang ada di lingkungan. Fasilitasi Pendidik telah pada pendekatan saintifik hanya pada tahap mengamati dengan mengajak anak mengamati gambar binatang. Anak telah diberi kesempatan untuk membuat karya Bersama temannya dengan membuat bangunan dari balok.
Pendidik belum menyediakan beragam pilihan main yang
mengandung tiga jenis main sehingga belum menfasilitasi kemerdekaan anak dalam bermain dan kebebasan memanfaatkan alat dan bahan main, bereksplorasi dan mengembangkan idenya.
Pendidik belum memberikan dukungan pada anak saat anak bermain. Pendidik seharusnya menggunakan tahapan pendekatan saintifik yang sempurna dengan menstimulasi anak untuk bertanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan pengetahuan dalam beragam kegiatan main.
Anak akan bebas berkarya, menuangkan ide dan gagasannya serta amengeksplorasi bahan yang ada bila pendidik menyediakan bahan main yang beragam seperti loose parts. Pendidik harusnya memperluas ide dan gagasan anak dengan memberikan kamlimat pematik saat anak bermain.
7. Fasilitasi Satuan Pendidikan untuk Layanan Belajar Inovatif dan Pengembangan Profesionalitas PTK
Satuan pendidikan telah memanfaatkan media berbasis IT seperti laptop dalam pembelajaran, sebagai tempat penelitian, menfasilitasi pengembangan profesionalitas pendidik dan tenaga kependidikan. Satuan Pendidikan belum berinovasi pada model dan metode pembelajaran, belum mengaitkan pembelajaran dengan budaya local. Satuan Pendidikan juga belum memastikan pendidik mengikuti pelatihan secara berkelanjutan
Satuan Pendidikan seharusnya dapat menyusun kurikulum, satuan pendidik dapat menuangkan salah satu budaya daerah sebagai tema untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air pada anak atau dapat menciptakan kegiatan proyek yang berkaitan dengan tema budaya daerah. Satuan Pendidikan juga seharusnya menyusun rencana program berkaitan dengan pengembangan prosefionalitas guru, dengan mengikutkan guru dalam berbagai pelatihan
8. Keamanan dan Lingkungan
Satuan pendidikan belum mengupayakan aspek keamanan anak dan lingkungan. Satuan Pendidikan diharapkan dapat membuat Standar Operasional Prosedur keamanan dan keselamatan anak di Satuan PAUD, lalu disosialisasikan pada seluruh warga PAUD agar semua menjaga keamanan dan keselamatan anak. Selanjutnya Satuan PAUD Dapat sesekali mempraktikkan Bersama anak cara menghadapai bencana atau keadaan darurat seperti gempa, dll 9. Dukungan Orang Tua
Orang tua telah memberikan dukungan dalam proses pembelajaran dengan membetuk POMG, group WA sebagai media komunikasi serta Bersama guru dan anak berkunjung kekolam renang dan pentas seni.
Satuan PAUD sebaiknya melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran, seperti menjadikan mereka sebagai narasumber atau guru pendamping dikelas sesuai dengan profesinya dan terhimpun dalam POMG.
10. Membiasakan Perilaku Hidup Sehat
Satuan Pendidikan telah membiasakan PHBS pada anak melalui pengenalan makanan sehat, membiasakan minum air putih yang cukup, mencuci tangan sebelum masuk kelas, dan membiasakan melakukan kegiatan di luar kelas di pagi hari.
Satuan Pendidikan hendaknya mempertahankan kegiatan pembiasaan ini dan melakukannya secara kontiniu melalui kegiatan-kegiatan yang lebih menarik