JAWABAN TUGAS TUTON
Judul Tugas 3
D I S U S U N OLEH :
Nama Mahasiswa : ZAHRA ARFINA PUTRI NIM : 050975889
Nama Mata Kuliah : AGAMA ISLAM
Prodi : Ilmu Administrasi Bisnis-S1
UPBJJ : MEDAN
JAWABAN
1. Pembenaran dalam hati adalah aspek yang paling mendasar dari iman. Ini adalah keyakinan yang diyakini dalam hati dengan sepenuh hati.
Ikrar dengan lisan adalah aspek yang kedua. Ini adalah pernyataan iman yang diungkapkan dengan lisan. Ikrar ini biasanya dilakukan dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.
Pembuktian melalui perbuatan adalah aspek yang ketiga. Ini adalah penerapan iman dalam kehidupan sehari-hari. Perbuatan ini harus sesuai dengan ajaran agama.
Keterkaitan ketiga aspek ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
- Pembenaran dalam hati adalah dasar dari iman. Tanpa pembenaran dalam hati, maka tidak akan ada ikrar dengan lisan dan pembuktianmelalui perbuatan.
- Ikrar dengan lisan adalah manifestasi dari pembenaran dalam hati. Ikrar ini menunjukkan bahwa seseorang telah meyakini ajaran agama dengan sepenuh hati.
- Pembuktian melalui perbuatan adalah bukti nyata dari iman. Perbuatan ini menunjukkan bahwa seseorang telah mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
2. Ciri-ciri orang yang beriman adalah : - Takut pada Allah
- Khusyu’ saat sholat
- Senang mendengar bacaan ayat Al Quran - Senang berinfak
- Tidak mengerjakan hal yang sia-sia
Ciri-ciri tersebut dapat ditemukan dalam surah Al Mu'minun ayat 1-11 dansurah Al Anfal 2-43.
3. Ayat yang mencerminkan kewajiban menuntut ilmu dalam Islam terdapat dalam Surah Thaha ayat 114, di mana Allah mengajarkan kita untuk berdoa, "Dan katakanlah: 'Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.'" (QS. Thaha:
114).
Tafsir Ayat ini menegaskan pentingnya mengejar pengetahuan dan merayu kepada Allah untuk diberkahi dengan pemahaman yang lebih mendalam.
Dalam konteks ini, menuntut ilmu bukan hanya dilihat sebagai pilihan, melainkan sebagai suatu kewajiban bagi setiap Muslim.
Melalui upaya mengejar ilmu, individu dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang ajaran agama, memahami kompleksitas dunia, dan mengaplikasikan kebijaksanaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Ilmu pengetahuan di sini tidak hanya mencakup aspek keagamaan, tetapi juga ilmu yang berkaitan dengan kehidupan sosial, ekonomi, dan sains.
4. Dalam Al-Qur'an, terdapat beberapa kata dan derivasinya yang memiliki kesamaan makna dengan "ilmu" dalam beragam bentuknya. Beberapa di antaranya adalah:
a. **'Ilm (علم):** Kata dasar yang secara langsung berarti pengetahuan atau ilmu.
b. **Ma'rifah (معرفة):** Merupakan kata lain yang sering kali digunakan untuk menyampaikan konsep pengetahuan atau pemahaman.
c. **Hikmah (حكمة):** Selain berarti kebijaksanaan, kata ini juga sering merujuk pada pemahaman yang mendalam dan ilmu pengetahuan.
d. **Kitab (كتاب):** Secara harfiah berarti buku, namun dalam konteks Al-Qur'an, kata ini juga digunakan untuk merujuk pada pengetahuan atau wahyu.
e. **'Aql (عقل):** Berhubungan dengan akal atau kemampuan berpikir yang merupakan bagian integral dari pemahaman dan pengetahuan.
Semua kata-kata ini mencerminkan pentingnya pengetahuan dan pemahaman dalam Al- Qur'an, menunjukkan bahwa pencarian ilmu, pemahaman, dan kebijaksanaan sangat dihargai dalam ajaran Islam
5. Ayat Al-Qur’an yang membahas tentang perbandingan antara manusia dan hewan ternak Perbandingan antara manusia dan hewan ternak dalam Al-Qur’an terdapatdalam surat Al- A’raf (Surat 7), ayat 179. Ayat ini berbunyi sebagai berikut:
“Dan sesungguhnya Kami telah memasukkan banyak jin dan manusia ke dalam neraka;
mereka mempunyai hati, namun tidak memahaminya; mereka mempunyai mata, namun tidak melihat dengan mereka; mereka mempunyai telinga, namun tidak dapat mendengar dengan mereka. Mereka seperti ternaknya, malah lebih sesat lagi. Mereka itulah orang- orang yang lalai.”
Tafsir Ayat Al-Qur’an ini
Ayat di atas merujuk pada keadaan sebagian orang yang memilih mengabaikan petunjuk Allah, baik dari segi keimanannya maupun perbuatannya.
Dalam ayat tersebut Allah menjelaskan bahwa manusia yang lebih sesat dari hewan ternak adalah mereka yang mempunyai akal, mata dan telinga, namun tidak memanfaatkan karunia tersebut dengan baik untuk memahami dan mengikuti petunjuk-Nya.