• Tidak ada hasil yang ditemukan

JAWABAN TUGAS 2 PENDIDIKAN AGAMA ISLAM AMANGSYAH 053350432

Amangsyah h

Academic year: 2024

Membagikan "JAWABAN TUGAS 2 PENDIDIKAN AGAMA ISLAM AMANGSYAH 053350432"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

UNIVERSITAS TERBUKA JAKARTA

JAWABAN TUGAS 2 PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

NAMA : AMANGSYAH NIM : 053350432

PRODI : MANAJEMEN

1. Hukum Islam bersumber dari Allah SWT untuk mengatur kehidupan manusia.

a. Jelaskan pengertian hukum syariat menurut isi kandungan Q.S. Al-’Ankabut/29:45!

Jawaban :

Hukum syariat menurut QS al-ankabut ayat 45 adalah bahwasannya hukum syariat merupakan Tuntutan yang diberikan langsung dari Allah swt kepada manusia, perintah yang terkandung di dalam ayat tersebut yaitu bahwa Allah swt menyuruh manusia untuk mendirikan shalat dan membaca al-quran.

b. Sebutkan dan jelaskan lima macam hukum Islam!

Jawaban : 1. Wajib

➢ Suatu perbuatan apabila di kerjakan akan mendapat pahala jika tidak di kerjakan akan mendapat dosa/siksa.

2. Sunnah

➢ Suatu perbuatan apabila di kerjakan akan mendapat pahala jika tidak di kerjakan tidak akan mendapat dosa/siksa.

3. Haram

➢ Suatu perbuatan jika di kerjakan akan mendapat dosa/siksa jika tidak di kerjakan/di tinggalkan akan mendapat pahala.

(2)

4. Makruh

➢ Suatu perbuatan jika di tinggalkan akan mendapat pahala jika dikerjakan tidak mendapat siksa/dosa.

5. Mubah

➢ Suatu perbuatan jika di kerjakan tidak mendapat pahala jika di tinggalkan tidak berdosa.

c. Sebutkan dan jelaskan tujuh macam prinsip-prinsip umum hukum Islam!

Jawaban :

1. Prinsip Tauhid

Prinsip ini menegaskan bahwa seluruh bangunan hukum Islam adalah bermuara pada mengesakan Tuhan, yaitu Allah SWT. Dengan prinsip tauhid, pelaksanaan suatu hukum akan bermakana sebagai ibadah.

Allah SWT berfirman,

ْمُكِ ب َرِب ُتْسَلَأ ْمِهِسُفْنَأ ٰىَلَع ْمُهَدَهْشَأ َو ْمُهَتَّي ِ رُذ ْمِه ِروُهُظ ْنِم َمَدآ يِنَب ْنِم َكُّب َر َذَخَأ ْذِإ َو َم ْوَي اوُلوُقَت ْنَأ ۛ اَنْدِهَش ۛ ٰىَلَب اوُلاَق ۖ

َنيِلِفاَغ اَذ َٰه ْنَع اَّنُك اَّنِإ ِةَماَيِقْلا

Artinya, “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman):

"Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak

mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",” (QS. Al-A’raf: 172)

(3)

2. Prinsip Keadilan

Prinsip keadilan memiliki makna bahwa hukum Islam yang mengatur persoalan manusia dari berbagai aspek harus dilandaskan pada keadilan yang meliputi hubungan antara dirinya sendiri, masyarakat, maupun dengan Allah SWT.

Allah SWT bersabda,

ٰىَلَع ٍم ْوَق ُنآَنَش ْمُكَّنَم ِرْجَي َلَ َو ۖ ِطْسِقْلاِب َءاَدَهُش ِ َّ ِلِلّ َنيِما َّوَق اوُنوُك اوُنَمآ َنيِذَّلا اَهُّيَأ اَي ُب َرْقَأ َوُه اوُلِدْعا ۚ اوُلِدْعَت َّلََأ

َنوُلَمْعَت اَمِب ٌريِبَخ َ َّاللَّ َّنِإ ۚ َ َّاللَّ اوُقَّتا َو ۖ ٰى َوْقَّتلِل

Artinya, “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali- kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.

Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Maidah: 8)

3. Prinsip Amar Makruf Nahi Munkar

Amar makruf nahi munkar memiliki arti hukum Islam yang ditegakkan untuk menjadikan manusia dapat melaksanakan hal-hal secara baik dan benar sesuai yang dikehendaki Allah SWT sehingga tidak terjadi keburukan dalam kehidupan bermasyarakat.

Seperti dalam firman Allah SWT,

َِّلِلّاِب َنوُنِم ْؤُت َو ِرَكْنُمْلا ِنَع َن ْوَهْنَت َو ِفوُرْعَمْلاِب َنوُرُمْأَت ِساَّنلِل ْتَج ِرْخُأ ٍةَّمُأ َرْيَخ ْمُتْنُك ا ًرْيَخ َناَكَل ِباَتِكْلا ُلْهَأ َنَمآ ْوَل َو ۗ

َنوُقِساَفْلا ُمُه ُرَثْكَأ َو َنوُنِمْؤُمْلا ُمُهْنِم ۚ ْمُهَل

Artinya, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.

(4)

Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

4. Prinsip al-Hurriyah (Kemerdekaan dan Kebebasan)

Prinsip ini mengandung makna bahwa hukum Islam tidak ada paksaan. Artinya, manusia dapat menolak dan menerima hukum Islam namun tetap harus bertanggung jawab akan keputusannya.

Allah SWT bersabda,

َقَف ِ َّلِلّاِب ْنِم ْؤُي َو ِتوُغاَّطلاِب ْرُفْكَي ْنَمَف ۚ ِ يَغْلا َنِم ُدْش ُّرلا َنَّيَبَت ْدَق ۖ ِنيِ دلا يِف َها َرْكِإ َلَ

َماَصِفْنا َلَ ٰىَقْث ُوْلا ِة َو ْرُعْلاِب َكَسْمَتْسا ِد ٌميِلَع ٌعيِمَس ُ َّاللَّ َو ۗ اَهَل

Artinya, “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha

Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 256)

5. Prinsip Musawah (Persamaan)

Hukum dalam agama Islam tidak membedakan derajat, suku, ataupun fisik dengan manusia lainnya. Semua manusia di hadapan Allah SWT adalah sama. Adapun yang membedakannya adalah ketakwaan.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah ayat,

َّنِإ ۚ اوُف َراَعَتِل َلِئاَبَق َو اًبوُعُش ْمُكاَنْلَعَج َو ٰىَثْنُأ َو ٍرَكَذ ْنِم ْمُكاَنْقَلَخ اَّنِإ ُساَّنلا اَهُّيَأ اَي ٌميِلَع َ َّاللَّ َّنِإ ۚ ْمُكاَقْتَأ ِ َّاللَّ َدْنِع ْمُكَم َرْكَأ

ٌريِبَخ

Artinya, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat: 13)

(5)

6. Prinsip Al-Ta’awun (Tolong Menolong) dan Al-Shura (Musyawarah)

Prisip ini menjelaskan dalam menjalani hidup ini, sesama manusia hendaknya saling tolong-menolong, saling bahu-membahu baik dalam ranah sosial, hukum, dan lainnya.

Dalam melakukan ijtihad (penggalian hukum Islam), sebaiknya dilakukan secara jama'i (kolektif) dengan melibatkan setiap pihak yang kompeten dalam bidangnya, serta bidang- bidang yang ada keterkaitan dengan permasalhan yang akan dikaji status hukumnya.

Allah SWT bersabda,

ََّاللَّ َّنِإ ۖ َ َّاللَّ اوُقَّتا َو ۚ ِنا َوْدُعْلا َو ِمْثِ ْلْا ىَلَع اوُن َواَعَت َلَ َو ۖ ٰى َوْقَّتلا َو ِ رِبْلا ىَلَع اوُن َواَعَت َو ِباَقِعْلا ُديِدَش

Artinya, “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Maidah: 2)

7. Prinsip Al-Tasamuh (Toleransi)

Prinsip toleransi menegaskan bahwa pebedaan pandangan dalam melihat sebuah hukum, karena perbedaan teori, metode dan pendekatan yang dipakai dalam penggalian hukum Islam hendaknya masing-masing berlapang dada menerimanya sebagai keniscayaan dalam realitas kehidupan yang plural.

Allah SWT berfirman,

َع ٌباَذَع ْمُهَل َكِئَٰلوُأ َو ۚ ُتاَنِ يَبْلا ُمُهَءاَج اَم ِدْعَب ْنِم اوُفَلَتْخا َو اوُق َّرَفَت َنيِذَّلاَك اوُنوُكَت َلَ َو ٌميِظ

Artinya, “Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang- orang yang mendapat siksa yang berat.” (QS. Ali Imran: 105)

(6)

d. Jelaskan pengertian taat kepada hukum Allah SWT sesuai dengan isi kandungan An- Nisaa’/4:59!

Jawaban :

Menurut alquran surat an-nisa ayat 59 bahwasannya kita di perintahkan untuk mentaati Allah, rasul, dan ulil amri diantara kita. Pada umumnya kalimat perintah di dalam Alquran menuntut untuk di kerjakan sehingga wajib hukumnya, meskipun ada pengecualian-pengecualian tertentu sesuai dengan konteks ayat.

2. Al-Quran dan Sunnah menjadi sumber moral dan akhlak bagi manusia. Suri tauladan pelaksanaannya ada pada diri Rasulullah SAW. Dalam kerangka pendidikan dan pembinaan akhlak manusia.

a. Jelaskan sumber moral dan akhlak menurut isi kandungan QS. An-Nahl/16:125!

Jawaban :

Ayat ini menjelaskan kepada kita agar kita mengajak manusia kepada kebenaran dengan cara hikmah. Termasuk kedalam makna hikmah adalah cara penyampaian yang tidak menyakitkan orang yang di dakwahinya dengan cara bertahap disesuaikan dengan

kemampuan objek dakwah dan dilakukan tidak sekaligus. Ayat ini juga mengindikasikan keharusan memahami kondisi social-kultural Masyarakat, termasuk tradisi yang di warisinya.

b. Jelaskan peranan agama sebagai sumber akhlak menurut isi kandungan QS. Al- Ahzab/33:21!

Jawaban :

Ayat ini menjelaskan kepada kita agar kita mencontoh Rasulullah saw dalam segala hal karena dalam diri Rasulullah itu ada suri tauladan yang baik, hal ini juga mendukung sunah sebagai sumber akhlak adalah risalah kenabian Muhammad, nabi Muhammad di utus Allah di muka bumi ini untuk menyempurkan kemuliaan akhalk.

(7)

3. Banyak ayat Al-quran yang berbicara tentang alam raya, materi dan fenomenanya, dan yang memerintahkan kepada manusia untuk mengetahui dan memanfaatkannya. QS. Al- Jaatsiyah 45:13 menyatakan bahwa alam raya diciptakan dan ditundukkan Allah untuk manusia.

a. Tuliskan ayat dan terjemahan QS. Al-Jaatsiyah 45:13

و ُرَّكَفَتَي ٍم ْوَقِل ٍتاَي َلَ َكِلََٰذ يِف َّنِإ ۚ ُهْنِم اًعيِمَج ِض ْرَ ْلْا يِف اَم َو ِتا َواَمَّسلا يِف اَم ْمُكَل َرَّخَس َو َن

۝

Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.

b. Jelaskan potensi pengembangan teknologi menurut QS. Al-Jaatsiyah 45:13 Jawaban :

Teknologi adalah ilmu tentang cara menerapkan sains untuk menfaatkan bagi kesejahteraan dan kenyamanan manusia, secara tegas dan berulang-ulang alquran menyatakan bahwa alam raya diciptakan dan ditundukan Allah untuk manusia, penundukan tersebut secara potensial terlaksana melalui hukum-hukum alam yang ditetapkan Allah dan kemampuan yang dianugerahkannya kepada manusia. Adanya potensi itu, dan tersedianya lahan yang diciptakan Allah serta ketidakmampuan alam raya membangkang terhadap perintah dan hukum-hukum Tuhan, menjadikan ilmuwan dapat memperoleh kepastian mengenai hukum-hukum alam, karenanya semua itu

mengantarkan manusia berpotensi untuk memanfaatkan alam yang telah ditundukan oleh Tuhan

(8)

Sumber referensi :

1. Buku modul 4,5,6 PAI

Terima kasih……….

Referensi

Dokumen terkait

Meskipun keadaan para pasien yang memiliki gangguan jiwa, tetapi mereka tetap diajarkan untuk selalu beribadah kepada Allah SWT seperti contoh ketika hari jumat mereka diajak

- Kita mestilah yakin/percaya bahawa orang yang mendapat hidayah hatinya tenang (1m)/kerana melaksanakan perintah Allah SWT.. - Kita hendaklah berusaha mendapatkan hidayah

1) Membaca kitab-kitab yang diturunkan Allah SWT. 2) Mempercayai adanya kitab-kitab yang diturunkan Allah SWT. 3) Menghayati isi kandungan kitab-kitab yang ditunkan Allah SWT. 4)

Dalam ayat ini Allah swt menegaskan bahwasannya agama Islam telah sempurna, dengan arti bahwa pokok yang mengenai hukum ibadat tidak dapat ditambah lagi, dan Nabi baru tidak

Allah SWT memulai surat ini dengan perintah untuk bertaqwa dan anjuran untuk beribadah kepadanya, salah satu perintah itu dalam ayat ini adalah untuk menyambung

Pendidikan Agama Islam merupakan kebutuhan esensial bagi manusia. Bahkan karena pentingnya, maka Allah SWT menempatkan perintah membaca sebagai instruksi pertama

Dengan mengutip pada QS An-Nisa’ ayat 129, Ahmad bin Hambal mengatakan bahwa keadilan yang dimaksudkan dalam ayat tersebut adalah keadilan dalam hati, sehingga dalam ayat itu, Allah

Adz Dzariyat: 56 Dan Islam pada hakekatnya adalah aturan atau undang-undang Allah SWT yang terdapat dalam kitab Allah dan Sunnah Rasulnya yang meliputi perintah-perintah dan larangan-