• Tidak ada hasil yang ditemukan

Download (1MB)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Download (1MB)"

Copied!
234
0
0

Teks penuh

Sebab, pemaparan dalam buku ini didasarkan pada rangkaian fase serta wawasan teoritis dan praktis. Dan tentunya diharapkan karya-karya yang ditulis oleh berbagai pihak dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan/atau akademisi bersamaan dengan program GELARKU (Gerakan Lima Ratus Buku) periode ketiga yang dicanangkan tahun ini oleh IAIN Jember.

Daftar Isi

Inovasi Dalam Koteks Kawasan Teknologi Pembelajaran

Definisi Inovasi Pembelajaran

Inovasi berasal dari kata latin Innovation yang berarti pembaharuan atau sesuatu yang baru (Udin S., 2009:2). Inovasi diartikan sebagai penemuan yang diartikan sebagai sesuatu yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang, baik berupa penemuan atau penemuan untuk mencapai suatu tujuan atau memecahkan suatu masalah tertentu.

Tipe inovasi

Kemajuan suatu lembaga pendidikan mempunyai pengaruh yang besar terhadap hasil-hasilnya, menciptakan pengakuan yang nyata di kalangan peserta didik, orang tua, dan masyarakat. Namun sekolah/lembaga pendidikan tidak akan mendapat pengakuan nyata jika komunitas sekolah yang ada di dalamnya tidak melakukan inovasi berdasarkan kelebihan, kekurangan, tantangan dan hambatan yang ada.

Sumber inovasi

Tujuan Inovasi

Kegagalan Inovasi

Siklus Inovasi

Inovasi Manajemen

Inovasi Sarana dan Prasarana

Restrukturisasi Kelas Berbasis Teknologi

Guru mempunyai kepentingan dalam memilih dan menentukan teknologi yang digunakan, terutama berkaitan dengan kepentingan spesifikasi kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan siswa dan hasil yang diharapkan. Lingkungan untuk Penggunaan Teknologi yang Efektif Teknologi di dalam kelas membantu memperlancar kegiatan pembelajaran yang harus dilalui siswa dan memudahkan guru dalam proses transfer ilmu pengetahuan.

Pendekatan

Prinsip-Prinsip

Pengertian Teknologi Pembelajaran

Pada tahun 1994, AECT mengemukakan definisi teknologi pembelajaran yang tidak hanya mencakup uraian variabel strategi pembelajaran dan lebih menekankan pada teknik dan teori dibandingkan kategori media. Meliputi penggunaan media, penerapan media, dan strategi penggunaan inovasi secara berkala dalam organisasi, kebijakan, dan institusi yang mempengaruhi penerapan teknologi pembelajaran.

Domain Teknologi Pembelajaran

Dalam konteks ini, konsep belajar diartikan sebagai upaya peningkatan individu dalam memperoleh, menyimpan dan menggunakan informasi dan pengetahuan. Peran teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran selain membantu siswa dalam belajar juga mempunyai peranan yang cukup berpengaruh bagi guru terutama dalam memanfaatkan fasilitas untuk memperkaya keterampilan mengajarnya.

Desain sistem pembelajaran

Teori komunikasi telah memberikan kontribusi berharga mengenai prinsip-prinsip yang dapat digunakan untuk merancang pesan, baik verbal maupun visual. Teori komunikasi memberikan model-model komunikasi yang dapat disesuaikan untuk menggambarkan proses pembelajaran yang sedang berlangsung.

Strategi Pembelajaran

Suatu strategi pembelajaran dikatakan tepat apabila sesuai dengan kecenderungan kompetensi sebagai keseluruhan hasil belajar yang ingin dikembangkan, yaitu apakah lebih bersifat kognitif, afektif, atau psikomotorik.

Karakteristik Peserta Didik

Langkah pengembangan telah dilakukan untuk menghasilkan media dan bahan pembelajaran (bahan pembelajaran) yang memuat materi pembelajaran yang disajikan. Pada dasarnya bidang pengembangan terjadi karena: pesan yang didorong oleh konten, strategi pembelajaran yang didorong oleh teori, manifestasi fisik dari teknologi—perangkat keras, perangkat lunak, dan materi pembelajaran.

Teknologi Cetak

Di bidang pembangunan terdapat hubungan kompleks antara teknologi dan teori yang memandu perancangan pesan dan strategi pembelajaran.

Teknologi Audio–Visual

Peralatan audiovisual memungkinkan proyeksi gambar langsung, reproduksi suara, dan tampilan gambar skala besar. Andi Prastowo mengatakan dalam audiovisual terdapat perpaduan antara dua materi visual dan auditori sehingga guru dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih berkualitas karena komunikasi berlangsung lebih efektif.

Teknologi Berbasis Komputer

Sebagai bahan ajar non-cetak, video kaya akan informasi dan mudah digunakan dalam program pembelajaran karena dapat menjangkau siswa secara langsung. Singkatnya, teknologi berbasis komputer menampilkan informasi kepada siswa melalui tampilan di monitor.

Pembelajaran Berbasis Multimedia Presentasi Dilihat dari kaedah pembelajaran, meningkatnya kadar

Seels dan Richey berpendapat bahwa aplikasi adalah kegiatan menggunakan proses dan sumber belajar, dan fungsi aplikasi sangat penting karena membahas hal-hal yang berkaitan dengan siswa dan materi pembelajaran atau sistem pembelajaran. Mereka yang terlibat dalam penggunaan bertanggung jawab untuk menghubungkan siswa dengan materi dan aktivitas pembelajaran tertentu, mempersiapkan siswa untuk berinteraksi dengan materi dan aktivitas pembelajaran yang dipilih, memberikan panduan antar aktivitas, menilai pencapaian siswa, dan memasukkan mereka dalam prosedur organisasi saat ini.

Wilayah Kawasan Pemanfaatan Teknologi Pembelaja- ran

Dalam pembelajaran komputer mandiri, interaktivitas siswa hanya sebatas interaksi dengan materi pembelajaran dalam program pembelajaran. Sementara itu, siswa dan guru menggunakan komputer klien yang dilengkapi browser, klien email, dan klien obrolan.

Bagian bagian kawasan Pengelolahan Teknologi Pembelajaran

Pengelolaan sistem penyimpanan informasi untuk tujuan pembelajaran akan tetap menjadi bagian penting dalam bidang Teknologi Pembelajaran.

Kecenderungan dan Permasalahan

Dimyati dan Mudjiono mengatakan penilaian adalah proses penentuan ukuran kualitatif baik dan buruk. Sedangkan penilaian menurut Sudrajat yang dikutip oleh Aunurrahma menyatakan bahwa penilaian adalah penerapan metode yang berbeda dan penggunaan instrumen penilaian yang berbeda untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana proses penilaian siswa atau pencapaian kompetensi siswa (Aunurrahman.

Jenis Penilaian

Penilaian Kelas Uno merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan, penyusunan instrumen penilaian, pengumpulan informasi melalui serangkaian bukti yang menunjukkan kinerja hasil belajar siswa, serta pengolahan dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa. 2) Penilaian proyek merupakan evaluasi untuk menilai kegiatan yang didanai secara khusus untuk menyelesaikan suatu tugas tertentu dalam jangka waktu tertentu.

Manfaat Penilaian Kelas

2) Penilaian proyek merupakan penilaian terhadap kegiatan yang didanai secara khusus untuk melaksanakan suatu tugas tertentu dalam jangka waktu tertentu. 3) Evaluasi materi (produk pembelajaran) merupakan evaluasi yang menilai baik atau tidaknya isi yang mencakup benda-benda fisik, antara lain buku, film, kaset, dan produk pendidikan lainnya yang dapat dimiliki.

Prinsip-prinsip Penilaian Kelas

Bagian bagian Kawasan Penilaian Teknologi Pem- belajaran

Penilaian ini dilakukan untuk keperluan kakitangan organisasi program dan biasanya bersifat dalaman, tetapi penilaian ini boleh dilakukan oleh penilai dalaman atau luaran, atau lebih baik gabungan. d) Penilaian Ringkasan. Seels dan Richey menyatakan bahawa penilaian sumatif dijalankan selepas selesai dan untuk faedah pihak luar atau pembuat keputusan (badan pembiayaan, atau pengguna berpotensi) walaupun ia boleh dijalankan oleh penilai dalaman atau penilai bersama.

Kecenderungan dan Permasalahan

Model penilaian formatif yang mengakomodasi pendekatan kebutuhan berlapis, peran evaluator adalah mempertanyakan data yang dikumpulkan melalui alat pengolahan data yang canggih. Dengan demikian, tinjauan produk, prosedur daftar periksa, observasi pengguna, dan penilaian data objektif digunakan secara bersamaan untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang perangkat lunak (Seels dan Richey.

Teknologi Pendidikan

  • Tujuan Pendidikan
  • Keterampilan-keterampilan Yang Diperlukan Pada Abad Pengetahuan
  • Paradigma Belajar Untuk Membentuk Keterampilan Abad Pengetahuan
  • Gambaran Praktek Pembelajaran Pada Abad Penge- tahuan

Perkembangan teknologi komunikasi pendidikan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang selama ini. Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi juga berdampak pada dunia pendidikan, misalnya di sekolah-sekolah khususnya di negara maju, audiovisual dan komputer telah menjadi salah satu sumber belajar siswa.

Konsep Pengembangan Bahan Ajar

Relevansi: keterkaitan

Dengan prinsip dasar ini guru akan mengetahui apakah materi yang akan diajarkan itu fakta, konsep, prinsip, prosedur, aspek, sikap, atau aspek psikomotorik, sehingga pada gilirannya guru dapat menghindari kesalahan dalam memilih jenis materi yang tidak relevan. kinerja pembelajaran SK dan KD. Syarat dua bangun harus sama besar dan kongruen (kongruen), foto dan model skala, syarat dua bangun harus sama besar dan panjang sisi dua bangun harus sama panjang dan kongruen (kongruen).

Konsistensi: keajegan;

Artinya ada keterkaitan, hubungan atau bahkan jaminan bahwa materi pembelajaran yang dipilih mendukung pencapaian kompetensi yang dipelajari (KD, SK), cara yang paling mudah adalah dengan mengajukan pertanyaan tentang kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa.

Kecukupan: memadai keluasannya, ketercukupan- nya;

Sebelum memilih materi pembelajaran, Anda harus terlebih dahulu memahami kriteria pemilihan materi pembelajaran.Kriteria utama dalam memilih materi pembelajaran atau materi pembelajaran adalah standar kompetensi dan kompetensi inti. Langkah ketiga adalah memilih materi pembelajaran yang sesuai atau relevan dengan standar kompetensi dan kompetensi inti yang telah diidentifikasi sebelumnya.

Pembelajaran dan Bahan Ajar Konvensional vs Modern

Kesimpulan: (1) pengembangan bahan pembelajaran merupakan kegiatan memperluas dan memperkaya kumpulan materi dengan cara menyusun secara sistematis tertulis dan tidak tertulis untuk menciptakan kondisi pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, (2) bahan pembelajaran konvensional sangat ... Bahan pembelajaran tambahan lainnya adalah hanya diperlukan jika dianggap dapat melengkapi kebutuhan pembelajaran staf pengajar.

Pengembangan Bahan Ajar Buku Teks, Video Interaktif,

Slide Power Point

Prosedur Penyusunan Bahan Ajar dalam Buku Teks Prosedur penyusunan bahan ajar dalam bentuk buku

Hal ini akan membantu perancang bahan pembelajaran untuk menerapkan prinsip relevansi, konsistensi dan kesesuaian. Identifikasi jenis materi dilakukan agar pembuat bahan ajar mengetahui secara pasti jenis materi yang akan disajikan.

Isi Buku Teks

Setelah format penyajian ditentukan, pencipta bahan ajar menetapkan struktur atau kerangka penyajian, Kerangka-kerangka tersebut diisi dengan materi yang telah ditentukan. Kelengkapan penyajian, meliputi: (1) pendahuluan, (2) pendahuluan, (3) daftar isi, (4) glosarium, (5) daftar pustaka, (6) indeks daftar subjek dan orang, (7) identitas tabel dan angka-angka, (8) ringkasan dan refleksi, dan (9) evaluasi.

Komponen dan Subkomponen Kegrafikan

bagian pendahuluan; (1) Pendahuluan, (2) Isi, (3) Penjelasan tujuan buku teks. 4) Petunjuk penggunaan buku, (5) Petunjuk mengerjakan soal-soal praktik.

Evaluasi Bahan Ajar: Buku Teks

Kelayakan Kriteria buku teks berkualiti seperti yang dikemukakan oleh Grene dan Petty sekurang-kurangnya akan membimbing guru dalam memilih buku teks yang akan digunakan sebagai sumber pembelajaran.

Fungsi dan Kualitas Buku Teks

Hal-hal yang harus dipenuhi oleh sebuah buku teks yang tergolong berkualitas adalah: (a) Buku teks harus menarik minat anak yaitu siswa yang menggunakannya, (b) Buku teks harus mampu memotivasi siswa. itu, (c) Buku teks hendaknya memuat ilustrasi yang menarik perhatian siswa yang menggunakannya, (d) Buku teks hendaknya memperhatikan aspek kebahasaan agar dapat menyesuaikan dengan kemampuan siswa yang menggunakannya, (e) Isi buku teks harus berkaitan erat. dengan pembelajaran yang lain, lebih baik lagi jika dapat didukung dengan perencanaan, sehingga segala sesuatunya menjadi satu kesatuan yang utuh dan terpadu, (f) Buku teks harus mampu merangsang, menstimulasi aktivitas pribadi siswa yang menggunakannya, (g) Buku teks hendaknya secara sadar dan tegas menghindari konsep-konsep yang kabur dan asing agar tidak membingungkan siswa yang menggunakannya, (h) Buku teks hendaknya mempunyai sudut pandang yang jelas dan tegas sehingga pada akhirnya menjadi sudut pandang pengguna setianya. . , (i) Buku teks harus mampu menegaskan, menekankan nilai-nilai anak dan orang dewasa dan (j) Buku teks harus mampu menghargai perbedaan pribadi siswa yang menggunakannya. (Kesalahan! Referensi hyperlink tidak valid.).

Jenis dan Standar Pengembangan Buku Teks

Keunggulan dan Kelemahan Buku Teks

Yang dimaksud dengan materi pembelajaran interaktif adalah kombinasi dua atau lebih media (audio, teks, grafik, gambar, animasi, dan video) yang dimanipulasi oleh pengguna untuk mengontrol perintah dan/atau perilaku alami suatu presentasi. Jadi, pengembangan bahan ajar dengan menggunakan media audio merupakan cara yang cukup efektif untuk materi hadis Al-Qur'an karena suaranya dapat diputar berulang-ulang sehingga memudahkan dan bermanfaat bagi guru dalam mempelajarinya.

Kelebihan dan Kekurangan Bahan Ajar Audio

Sebagai media pembelajaran dalam pendidikan dan pelatihan, media audiovisual mempunyai sifat sebagai berikut: (1) Kemampuan meningkatkan persepsi, (2) Kemampuan meningkatkan pemahaman, (3) Kemampuan meningkatkan transfer pembelajaran (transfer), (4) Kemampuan memberikan penguatan atau pengetahuan terhadap hasil yang dicapai, (5) Kemampuan meningkatkan retensi (Amir Hamzah Suleiman, 1985). Ciri-ciri media audiovisual adalah mempunyai unsur suara dan unsur visual. Jenis media ini memiliki pilihan yang lebih baik karena mencakup dua jenis media yaitu media audio dan visual.

Film Bersuara

Alat audiovisual atau alat “audio” berarti dapat didengar, dan alat “visual” berarti dapat dilihat. Alat audiovisual digunakan untuk komunikasi yang lebih efektif. Alat audiovisual antara lain video, film suara, televisi, dan lain-lain. Oemar Hamalik menyatakan prinsip utama yang menganut 4-R: “Film yang tepat di tempat yang tepat pada waktu yang tepat, digunakan dengan cara yang benar.” Singkatnya, apa yang dilihat dalam film, video, atau televisi harus dapat diwujudkan. memberikan hasil yang benar kepada siswa.

Video

Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk memastikan bahwa suara manusia hadir dalam multimedia. Software yang dapat digunakan untuk mengolah audio antara lain Adobe Audition, Cool Edit, Sony Sound Forge, dan lain sebagainya.

Televisi

Prinsip-prinsip tersebut dapat dicapai salah satunya dengan memilih bahan ajar cetak, audio, audiovisual, dan multimedia. Materi pembelajaran multimedia/interaktif adalah kombinasi dua atau lebih media (suara, teks, grafik, gambar, animasi, dan video) yang dimanipulasi pengguna untuk mengontrol perintah dan/atau perilaku alami suatu presentasi.

Mengelolah dan beban kognitif presentasi Power- Point

Dalam hal ini PowerPoint menawarkan fitur-fitur untuk menyajikan informasi visual, antara lain kemudahan penambahan gambar, tersedianya Clip-Art yang berisi kumpulan gambar. Misalnya, jika konten yang akan disajikan bersifat kompleks, sehingga beban intrinsiknya tinggi atau sulit mencari gambar yang sesuai dengan materi, maka signage adalah jalan keluarnya.

Pengertian Model Pembelajaran E-Learning

Jadi pada dasarnya e-learning adalah pembelajaran jarak jauh yang menggunakan perangkat elektronik, baik berupa CD maupun melalui komunikasi internet. Pembelajaran jenis ini biasanya memiliki tingkat interaksi yang tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan bagi karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh dikelola oleh universitas dan perusahaan (biasanya perusahaan konsultan) yang bergerak dalam bidang penyediaan layanan e-learning kepada masyarakat.

Manfaat Model Pembelajaran E-Learning

Periksa jawaban siswa dan beri tahu siswa tentang hasilnya (www.apfi-ppp-si.com). Jika dirancang dengan cermat, e-learning dapat meningkatkan tingkat interaksi pembelajaran, antara lain, antara siswa dan guru/instruktur.

Fungsi Model Pembelajaran E-Learning

Dalam hal ini tidak ada kewajiban/keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran elektronik. Tujuannya untuk lebih memantapkan tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran yang disampaikan guru di kelas.

Penyelenggaraan Model Pembelajaran E-Learning E-learning tampaknya lebih banyak digunakan di dunia

Dalam penyelenggaraan kegiatan e-learning, guru/dosen/instruktur merupakan faktor yang sangat menentukan dan kemampuannya dalam memotivasi siswa sangatlah menentukan. Universitas Terbuka Inggris (UKOU) adalah universitas e-learning terbesar di dunia dengan 215.000 mahasiswa.

Referensi

Dokumen terkait