• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian Model Pembelajaran E-Learning

Dalam dokumen Download (1MB) (Halaman 181-186)

Slide Power Point

1. Pengertian Model Pembelajaran E-Learning

suki daerah presentasi, Emphasis, efek berubah bentuk, yang digunakan untuk menarik perhatian dalam presentasi, dan Exit, kebalikan dari entrance. Efek ini digunakan sebagai sig- nal untuk mengakhiri suatu topik atau presentasi.

Efek animasi dapat sebagai signaling salam upaya men- gurangi beban kognitif, namun pemakaiannya tisak boleh ter- lalu banyak, harus dipakai pasa momen yang tepat. Karena animasi yang terlalu banyak justru akan menimbulkan beban kognitif.

Cara lain dalam signaling adalah dengan mengganti title menjadi heading dan memberikan outline pada awal presen- tasi.

H. PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN ELERNING

Pada era modern ini, proses pembelajaran tidak hanya da- pat dilakukan dengan face to face, namun juga bisa dilakukan dengan jarak jauh. Hal itu memerlukan fasilitas yang canggih dan yang sekarang ini dikembangkan. Jadi jarak tidak lagi men- jadi penghalang untuk melakukan proses pembelajaran. Pem- belajaran model yang demikian ini biasanya disebut dengan pembelajaran jarak jauh atau e-learning. Dengan menggunakan e-learning, pembelajar tidak hanya terbatas dalam suatu nega- ra, bahkan antar negara-negara di dunia. Maka dari itu, penulis akan membahas dengan detail mengenai e-learning tersebut dengan menggunakan informasi-informasi terbaru yang beras- al dari internet.

jaran jarak jauh yang menggunakan teknologi komputer, atau biasanya Internet. Henderson menambahkan juga bahwa e- learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus se- cara fisik pergi mengikuti pelajaran di kelas. William Horton menjelaskan bahwa e-learning merupakan pembelajaran berbasis web--yang bisa diakses dari Internet (www.sinar- harapan.co.id ,2004).

E-learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pela- jaran/perkuliahan di kelas (www.wahanakom.com). E-lear- ning adalah sebuah rancangan aplikasi untuk pengelolaan dan pendistribusian materi pendidikan dan latihan melalui berbagai media elektronik, seperti Internet, LAN, WAN, broadband, wireless, dan sebagainya (intervisi.relawan.net).

E-learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-learning ti- dak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.

E-learning tidak akan menggantikan pertemuan di kelas tetapi meningkatkan dan mengambil manfaat dari materi-

materi dan teknologi pengiriman baru untuk mendukung proses belajar mengajar. Dengan e-learning, para siswa akan lebih diberdayakan karena kini proses belajar-mengajar tidak lagi berpusat pada guru tetapi beralih ke siswa. Dengan ko- neksi ke Internet, seorang siswa punya akses ke berbagai sumber informasi yang tak terbatas. Selain itu, e-learning ber- sifat individual sehingga siswa yang aktif dan cepat menyerap materi pelatihan akan bisa maju dengan lebih cepat.

Berbagai pendapat dikemukan untuk dapat mendefinisi- kan e-learning secara tepat. E-learning sendiri adalah salah satu bentuk dari konsep Distance Learning. Bentuk e-learning sendiri cukup luas, sebuah portal yang berisi informasi ilmu pengetahuan sudah dapat dikatakan sebagai situs e-learning.

E-learning atau Internet enabled learning menggabungkan metode pengajaran dan teknologi sebagai sarana dalam bela- jar. Menurut Jo Hamilton-Jones, e-learning adalah proses bela- jar secara efektif yang dihasilkan dengan cara menggabung- kan penyampaian materi secara digital yang terdiri dari du- kungan dan layanan dalam belajar (www.odlqc.org.uk). Defi- nisi lain dari e-learning adalah proses instruksi yang meli- batkan penggunaan peralatan elektronik dalam menciptakan, membantu perkembangan, menyampaikan, menilai dan me- mudahkan suatu proses belajar mengajar dimana pelajar se- bagai pusatnya serta dilakukan secara interaktif kapanpun dan dimanapun (www.asep-hs.web.ugm.ac.id). Jadi pada in- tinya e-learning merupakan pembelajaran jarak jauh yang menggunakan peralatan elektronik, baik itu berupa CD mau- pun lewat komunikasi dengan internet. Pelajar dalam pembe- lajaran ini adalah orang yang aktif untuk mencari dan men- gembangkan sendiri pengetahuan, sedangkan guru hanya se-

bagai fasilitator dan hanya membantu lewat komunikasi yang tidak bisa secara face to face.

Terdapat beberapa istilah yang dapat digunakan untuk menyebutkan mengenai pengertian e-learning, yang akan kami utarakan satu per-satu secara terperinci (www.wahana- kom.com), antara lain:

a. Pembelajaran jarak jauh

E-learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa berada di Semarang, sementara “instruktur” dan pela- jaran yang diikuti berada di tempat lain, di kota lain bahkan di negara lain. Interaksi bisa dijalankan secara on-line dan real-time ataupun secara off-line atau archieved. Pembelajar belajar dari komputer di kantor ataupun di rumah dengan memanfaatkan koneksi jaringan lokal ataupun jaringan In- ternet ataupun menggunakan media CD/DVD yang telah disiapkan. Materi belajar dikelola oleh sebuah pusat penye- dia materi di kampus/universitas, atau perusahaan penye- dia content tertentu. Pembelajar bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat dari mana ia mengakses pelaja- ran.

b. Pembelajaran dengan perangkat komputer.

E-learning disampaikan dengan memanfaatkan pe- rangkat komputer. Pada umumnya perangkat dilengkapi perangkat multimedia, dengan cd drive dan koneksi Inter- net ataupun Intranet lokal. Dengan memiliki komputer yang terkoneksi dengan intranet ataupun Internet, pembelajar dapat berpartisipasi dalam e-learning. Jumlah pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi tidak dibatasi dengan ka-

pasitas kelas. Materi pelajaran dapat diketengahkan dengan kualitas yang lebih standar dibandingkan kelas konven- sional yang tergantung pada kondisi dari pengajar.

c. Pembelajaran formal vs. informal.

E-learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e- learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-pe- rusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-learning untuk umum.

E-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan in- teraksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pe- ngetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).

Pembelajaran yang ditunjang oleh para ahli di bidang masing-masing. Walaupun sepertinya e-learning diberikan hanya melalui perangkat komputer, e-learning ternyata disiapkan, ditunjang, dikelola oleh tim yang terdiri dari para ahli di bidang masing-masing, yaitu:

a. Subject Matter Expert (SME) atau nara sumber dari pelatihan yang disampaikan.

b. Instructional Designer (ID), bertugas untuk secara

sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-learning dengan memasukkan unsur metode penga- jaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan lebih menarik untuk dipelajari.

c. Graphic Designer (GD), mengubah materi text menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik untuk dipelajari.

d. Ahli bidang Learning Management System (LMS). Me- ngelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya.

Jadi pembelajaran E-Learning merupakan model pem- belajaran jarak jauh, dimana antara siswa dengan guru atau antara pendidik dengan peserta didik tidak saling bertemu secara langsung, hanya melalui komputer dengan akses inter- net.

Dalam dokumen Download (1MB) (Halaman 181-186)