Makalah yang berjudul IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOPERASI GAYA THINK-PAIR.SHARE SISWA KELAS VIII MTsN MUARA TEWEH TAHI]N TAHUN 2008/2009 GAYA 2 diserahkan kepada Tim Skripsi Munaqasah dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (NJOLLA) Palangka Raya pada tahun . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembelajaran kooperatif yang dikelola dengan tipe Think-Pair-Share, bagaimana aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran, bagaimana ketuntasan belajar siswa dan bagaimana tanggapan siswa. siswa saat mengikuti ini. model pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengelolaan pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share guru mampu menyampaikan materi dengan baik, dengan rata-rata nilai 3,08.
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA MATA PELAJARAN TIPE PAIR-SHARE STUDI GAYA PADA SISWA KELAS VIII MTsN MAURA. Saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GAYA PELAJARAN PEMBELAJARAN BERPIKIR-SIIARE PADA SISWA KELAS VIII MTA MTA MUARA TEWEH TAHUN PELAJARAN dan lain-lain, bukan hasil karya saya yang merupakan plagiarisme orang lain. cara yang tidak sesuai dengan etika ilmiah.
HALAMAN JUDUL PERSETUJUAN SKRIPSI
ABSTRAKSI
KATA PENGANTAR
PER}I-YATAAN ORISINALITAS MOTTO
DAF'TAR ISI DAFTARTABEL
BAB I PENDAHULUAN
BAB II METODOLOGI PENELITIAN
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BABVI PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
- Hasil Belajar Fisika Siswa Setelah Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-P dir-Share
- Distribusi Frekuensi Siswa Setelah Penerapan Model Pembelajaran
- Hasil Belajar Fisika Siswa Sebelum Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Th i nk- P air -Share
- Aktivitas Guru Pada Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair- Share
- Distribusi Frekuensi Skor Siswa Sebelum Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share
- Disrribusi Frekuensi Skor Siswa Setelah Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share
- Latar Belakang
- Tujuan Penelitian
- Tujuan pembelajaran dalam penelitian ini meliputi tujuan kognitif
- Sebagai masukan bagi guru-guru bidang studi Fisika dalam rangka pengembangan proses pendidikan kearah yang lebih baik
- InstrumenPenelitian
- Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa dalam KBM dengan sfrategi Think-Pair-Share, yang diisi oleh 3 (tiga) orang pengamat
- Tes Hasil Belajar (THB) meliputi kognitif dan psikomotor, yaitu untuk
- Prosedur Penelitian
- Tahap Pelaksanaan Penelitian
- Tahap Analisis Data
- Tahap Kcsimpulan
- Teknik Pengumpulan Data
Cara pengelolaan pembelajaran materi Gaya dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan strategi Think-Pair-Share. Bagaimana aktivitas guru dan siswa ketika menerapkan model pembelajaran kooperatif dengan strategi Think-Pair-Share pada materi gaya. Aktivitas guru dan siswa pada penerapan model pembelajaran kooperatif dengan strategi Think-Pair-Share pada materi gaya.
Ketuntasan hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan strategi Think-Pair-Share pada materi Style. Menganalisis data aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran kooperatif dengan strategi Think-Pair-Share pada materi Style.
KISI.KISI UJI COBA INSTRUMEN PENELITIA}I
HASIL SELEKSI UJI COBA INSTRUMEN PEI\TELITIAI{
Teknik Analisis Data
Soal yang nilai validitasnya di atas 0,400 digunakan sebagai instrumen penelitian, sedangkan soal yang nilai validitasnya di bawah 0,400 dianggap tidak valid atau tidak dijadikan soal tes. Tingkat kesukaran soal berdasarkan kriteria di atas terbagi menjadi 15 soal dengan kriteria mudah, 33 soal dengan tingkat kesulitan sedang, dan 2 soal dengan kriteria sulit. Berdasarkan kriteria diatas terdapat 3 soal dengan kriteria sangat baik, 10 soal dengan kriteria baik, 26 soal dengan kriteria cukup dan 11 soal dengan kriteria kurang baik.
Hakekat Belajar
Dari pengertian di atas dapat kita simpulkan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku, sikap dan kematangan berpikir seseorang akibat pengalaman yang dihasilkan dari latihan. Pada saat ini, alat ukur untuk menentukan keberhasilan pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah adalah sejenis ujian yang dikenal dengan Ujian Akhir Nasional (UAN). Hd dikarenakan tes yang digunakan sebagai alat ukur dianggap memenuhi syarat sebagai tes.
Suatu pengujian dikatakan reliabel atau dapat dipercaya apabila menghasilkan hasil yang konsisten bila diuji berkali-kali. Suatu tes dikatakan mempunyai objektivitas apabila dalam pelaksanaan tes tersebut tidak ada faktor subjektivitas yang mempengaruhi (objek tidak mempunyai unsur pribadi yang mempunyai pengaruh).
Pembelajeran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif lebih dari sekedar kelompok belajar atau kelompok kerja, karena harus ada pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif. Stahl mengatakan model pembelajaran kooperatif memposisikan siswa sebagai bagian dari sistem kooperatif untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang membantu siswa mengembangkan pemahaman dan hubungan sejalan dengan kehidupan nyata di masyarakat.
Struktur tujuan pembelajaran kooperatif adalah besarnya saling ketergantungan yang dibutuhkan siswa ketika mengerjakan tugasnya. Pembelajaran kooperatif dengan strategi Think-Pair-Share tumbuh dari penelitian pembelajaran kooperatif yang merupakan cara efektif untuk mengubah pola diskusi kelas.
- Materi Gaya
- Pcngertien Gaya
- Hukum Newton
- Resultrn Gaya
- Gaya Berat
Gesekan adalah gaya yang terjadi pada permukaan dua benda yang saling bersentuhan akibat adanya kecenderungan gerak. Gaya gesek pada permukaan singgung antara dua benda selalu berlawanan arah dengan kecenderungan gerak benda. Besarnya gesekan kinetik tetap konstan, dan selalu lebih kecil dari gaya gesekan statis maksimum (f1 < f,o).4'.
Saat kita berjalan di tanah, terdapat gaya gesek antara telapak kaki kita dengan tanah. Ban mobil dibuat bergerigi, sehingga gaya gesek yang terjadi antara permukaan jalan dengan ban menjadi besar.
- Sejarah Singkrt Berdirinya MTsN Muara Teweh
- Sekolah-sekolah tingkat menengah pertama belum cukup rmtuk menampung lulusan Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidayah yang akan
Belum ada pendidikan Islam pada tingkat menengah atau sekolah menengah sederajat di Kabupaten Barito Utara. Sekolah remaja belum mempunyai fasilitas yang memadai untuk menampung lulusan SD dan Madrasah Ibtidayah yang akan menampung lulusan SD dan Madrasah Ibtidayah yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. PGAP ini baru dapat menjalankan/melaksanakan proses belajar mengajarnya pada bulan Juli 1956 dan pada saat itu kepala sekolah pertama Mr. Idris Ibrahim.
Abu Samah, PGAP dinasionalisasi menjadi PGA 4 tahun kemudian pada tanggal 16 Maret 1978 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 16 Tahun 1978, PGA 4 diintegrasikan ke dalam MTsN Muara Teweh dan Bapak. Chobirun Zuhdy, BA menjabat sebagai kepala sekolah hingga tahun 1988.
DATA KEPALA SEKOLAH MADRASAH TSANAWIYAH I{EGERI MUARATEWEH
SEKOLAII I
KEADAAN GURU DAN PEGAWAI MTSN MUARATEWEH
Keadran Siswa MTsN Muara Teryeh
Jumlah siswa antar kelas juga tidak sama, kelas VII berjumlah 4 siswa dibagi menjadi 7 kelompok belajar, kelas VIII berjumlah 7.
JUMLAH PESERTA DIDIKTIGA TAHUN TERAKHIR
Keadaan Bangunan dan Ruengen MTsN Muare Teweh
KEADAAI{ BAI\IGUNAII DAI! RUANGAITI MTSN MUARATEWEH
Struktur Organisasi Sekolah
Hasil Penelitian
PENGELOLAAI\ PEMBELAJARAN KOOPERATIF
Aktivitas guru dan siswa dari awal hingga akhir kegiatan belajar mengajar menggunakan model pembelajaran kooperatif model Think’Pair-Share sebanyak empat kali pertemuan, diamati oleh pengamat dengan mengisi alat bantu yang dapat dilihat pada lampiran 2.8 . Hasil analisis observasi selama proses belajar mengajar dengan menggunakan model tip Think-Pair-Share untuk pembelajaran kooperatif disajikan pada tabel berikut.
AKTIVITAS GURU DAI{ SISWA
Jika dilihat dalam bentuk grafik, aktivitas guru dan siswa ditampilkan seperti pada grafik di bawah ini.
AKTIVITAS SISWA PADA MODEL PEMBELAJARAN K(X)PERATII' TIPE THINK-PAI R-SHARE
Tes Hasil Belajar (THB) bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh ketuntasan hasil belajar siswa terhadap indikator yang ingin dicapai berdasarkan kurikulum KTSP 2006. Ketuntasan siswa berdasarkan kebijakan sekolah yaitu MTsN Muara Teweh yang menyatakan bahwa itulah batas kesempurnaan belajar siswa kelas VIII. kelas dan TPK sebesar 65% pada mata pelajaran fisika.
DATA TIASIL BELAJAR FISIKA SISWA SEBELUM PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE
THINK.PAIR-SIURE
DISTRIBUSI FREKUENSI SISWA SEBELT,IM PENERAPAI{
MODEL PEMBELAJARAN K(X)PERATIF TIPE THINK.PAI R^SHARE
Hasil belajar fisika siswa pada tes akhir setelah menggunakan model. tipe pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share. perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 2.7 halaman 121 dal:. l22. Dari grafik di atas terlihat bahwa jumlah siswa yang mendapat nilai di atas batas bawah sebanyak 14 siswa, lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah siswa yang mendapat nilai di bawah batas atas yaitu 21 siswa, hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan awal siswa sebelumnya Dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif, tip Think-Pair-Share masih cukup rendah dan cenderung di bawah rata-rata.
HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SETELAH PEIYERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERA,TIF
TIPE THINK.PAIR-SHARE
DISTRIBUSI FREKUENSI SISWA SETELAH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARANKOOPERATIF' TIPE THINK.PAIR-
SHARE
Berdasarkan grafik di atas terlihat bahwa jumlah siswa yang mendapat nilai di atas batas bawah sebanyak 29 siswa, lebih banyak dibandingkan dengan jumlah siswa yang mendapat nilai.
KETUNTASA}I SISWA SETELAH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
Berdasarkan data di atas terlihat bahwa dari 35 siswa yang mengikuti tes akhir setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Poir-Share npe, terdapat 30 siswa atau 85,71% yang hasil belajarnya tuntas dengan skor. mencapai >65,0 dan 5 orang siswa yang lulus 14,29 o/o yang hasil belajarnya masih belum tuntas. Artinya pengetahuan siswa meningkat setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think-P Air-Siare. Peningkatan prestasi siswa pada topik Gaya terlihat dari proporsi jawaban benar pada tes awal (Ur) dan tes akhir (Uz).
Tanggapan Siswa terhadap Pembelajaran Kolaboratif Tips Think-Pair Share Setiap pelajaran tentu saja mencakup tanggapan atau pendapat siswa.
RESPON SISWA TERHADAP KEGIATAI{ PEMBELAJARAN
Kesimpulan
- Menguasai suasana belajar selama KBM b€dengsung agar dalam pelaksanaannya bisa berjalan dengan apa yang diharapkan
- B (tertarik kearah Heru dan Muamar)
- C (gaya mapet)
- Newton 2)-Granforce
- Kilogramforce
- Perlutikan gambar berikut !
Jika Hamsan mengerjakan gaya sebesar 160 N dan Agung mengerjakan gaya sebesar 300 N, maka resultan gaya menurut gambar adalah Gaya traksi sama dengan gaya gesek yang bekerja pada b. Semakin besar gaya tariknya maka semakin besar pula gaya geseknya. Cristian Ronaldo menendang bola bermassa 0,5 kg dengan percepatan 5 m/s2, kemudian gaya yang dilakukan oleh C.Ronaldo
Gaya otot yang dihasilkan oleh Muamar kadangkala lebih kecil dan kadangkala lebih besar daripada gaya otot yang dihasilkan oleh Heru. Apabila dua keping tarik tali gnip seperti yang ditunjukkan, magnitud dan arah daya paduan ialah aIah. Daya geseran saya disambungkan ke lantai. B. Ga1'ang segera menolak Tangaronu dari meja.
Gaya otct yang dikeluarkan oleh Muamar *kadang-kadang lebih kecil dan kadang-kadang lebih- - - . banyak daya otot yang dikeluarkan oleh FIeru. Apabila dua kumpulan bermain tarik tali seperti yang ditunjukkan dalam rajah, magnitud dan arah daya paduan adalah sama
KUNCI JAWABAN SOAL PENELITIAN
B (tertarik kearah Heru dan Muamar)
Pengamatan ditujukan kepada empat kelompok yang dilakukan setiap periode 2 menit
Memberikan informasi I
Memberikan petunjuk /
Membimbing pasangan dalam mempresentasikan kinerj anya
Perilaku yang tidak relevan
Mendengarkan / memperhatikan penjelasan guru
It,lenulis ( yang relevan dengan
KBM)
Membahas LKS
LEMBAR PENGAMATAN
Mendorong omng lain untuk
Penutup
ANGKET RESPON SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN STRATEGI THINK-PAIR-S HARE
- scd-atrc
- Standar Kompetensi
- Indikator
- Sumber Belajar
Siswa dapat menjelaskan pengertian gaya - Siswa dapat menyebutkan satuan gaya - Siswa dapat menyebutkan alat ukur gaya. Siswa dapat mendeskripsikan jumlah gaya-gaya dan selisih gaya-gaya sejajar baik dalam arah yang sama maupun berlawanan arah. Siswa dapat mendeskripsikan jumlah gaya-gaya dan selisih gaya-gaya sejajar baik dalam arah yang sama maupun berlawanan arah.
Guru meminta siswa membentuk kelompok beranggotakan dua orang untuk mendiskusikan apa yang mereka pikirkan (Pairing) dalam bentuk kegiatan pada fase pertama. Pada tahap akhir, guru meminta kelompok untuk membagikan hasil diskusinya kepada kelompok lain dengan cara mempresentasikannya secara bergiliran kelompok demi kelompok (Sftarnag).
LEMBAR KERJA SISWA (LKS) OI
GAYA Tujuan
RENCANA PEMBELAJARAN
Misalnya meminta siswa untuk menjatuhkan pulpen, lalu bertanya kepada siswa “mengapa pulpen itu pasti jatuh ke lantai?” atau dengan meminta siswa mendorong buku yang ada di mejanya lalu membawanya ke hadapan siswa. Guru mengajak siswa berpikir mengenai permasalahan di atas, mengajak siswa berpikir mandiri (Thinking). Pada tahap akhir, guru meminta kelompok untuk membagikan hasil diskusinya kepada kelompok lain dengan cara mempresentasikannya secara bergiliran (S&anhg).
MACAM-MACAMGAYA KEGIATAN I
Dari kegiatan yang telah anda lakukan, menurut anda gaya listrik, gaya gravitasi, gaya otot, dan gaya magnet. Manakah dari gaya berikut yang menurut Anda merupakan kekuatan sentuh dan non-sentuh?
KEGIATAN II
Berikan contoh gaya gesek yang menguntungkan dan merugikan yang sering anda jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, jika Anda meminta siswa untuk menjatuhkan pulpen, lalu bertanya kepada siswa, “Mengapa pulpen itu jatuh ke lantai?” atau dengan meminta siswa meletakkan buku di mejanya lalu bertanya kepada siswa. Guru meminta siswa memikirkan permasalahan di atas, mengajak siswa berpikir mandiri (Think).
Pada tahap akhir, guru meminta kelompok untuk membagikan hasil diskusinya kepada kelompok lain dengan cara mempresentasikannya secara bergiliran kelompok demi kelompok (Så).
LEMB AR KERJA SISWA (LKS) 03
Pada tahap akhir, guru meminta kelompok untuk membagikan hasil diskusinya kepada kelompok lain dengan cara menyajikannya secara bergiliran kelompok demi kelompok (, S/rarlng).
LEMBAR KERJN SISWA (LKS) 04 HUKLIM NIIWTON
Langkah Kerja
LEMBAR KERJA SISWA (LKS) 04HUKLIM NIIWTON . bersama teman-teman kelompokmu setiap peristiwa dalam kehidupan sehari-hari. - hari yang menunjukkan gejala Hukum Pertama Newton. Diskusikan dengan teman kelompokmu peristiwa apa saja dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan gejala Hukum Kedua Newton. Jika gaya sebesar 2,5 N bekerja pada benda bermassa 0,5 kg, maka benda tersebut mempunyai percepatan sebesar
KEGIATAN III
IZIN RISET
Beliau sebenarnya melakukan observasi/penelitian di Madrasah Tsanawiyah Negeri Muara Teweh antara tanggal 29 Januari 2009 sampai dengan tanggal 29 April 2009. Berjudul: “Penggunaan Model Pembelajaran Kolaboratif Gaya Bahasa Dasar Think-Pair-Share pada Siswa Kelas III MTsN Muara Teweh Aiaren 2. 8 Tahun 2009. Judul : “IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOPERASI TIPE THINK-PAR-SHARE MATA PELAJARAN PADA SISWA VII. KELAS.
S.\RI\LI\ DAUD
JLRUS.{\
SUAAT KTTIPANGAN
TARBTYAH/TFS
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THNK-PAIR.SHARE POKOK BA}IASAN GAYA PADA SISWA
KELAS VIII MTsN MUARA TEWEH TAHUN AJARAN 2008t2009
PAN ITI A PATdITiA SEMI
FAI.I\NGKA RAYA
BA}IASAN GAY A PADA SISWA KE LAS VIII MTSN