• Tidak ada hasil yang ditemukan

Draft kontrak Dump Truck

N/A
N/A
GITA WAHANA MANDIRI

Academic year: 2025

Membagikan "Draft kontrak Dump Truck"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

PERJANJIAN SEWA DUMP TRUCK No : 000/……… - GW/SSP/.../2025

Perjanjian Sewa Alat No : 000/……… - GW/SSP/.../2025 (Selanjutnya disebut

“Perjanjian Sewa”) dibuat pada hari ini, ……….. tanggal ………… (hurup) bulan ... (huruf) tahun ... (angka) bertempat di ...telah dibuat, disepakati dan ditandatangani oleh dan antara:

PT. GITA WAHANA MANDIRI

Suatu Perusahaan yang sah berdasarkan Hukum Indonesia berkedudukan di Jln. ..., yang dalam hal ini di wakili oleh ...selaku Direktur Utama PT. ..., oleh karena itu sah bertindak atas nama perusahaan yang selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

PT. ...

Suatu Perusahaan yang sah berdasarkan Hukum Indonesia berkedudukan di Jln. ..., yang dalam hal ini di wakili oleh ...selaku Direktur Utama PT. ..., oleh karena itu sah bertindak atas nama perusahaan yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

Para Pihak sepakat membuat perjanjian sewa alat dengan klausul-klausul sebagai berikut:

(2)

PENGERTIAN DAN ISTILAH Pasal 1

Beberapa istilah dalam perjanjian ini dijelaskan sebagai berikut:

1. Sewa adalah perjanjian dimana pihak yang menyewakan memberi hak kepada pihak penyewa yang menggunakan barang atau aset miliknya dalam periode waktu tertentu dengan imbalan pembayaran uang.

2. Tersewa adalah Pihak Pertama, yakni pihak yang memiliki unit sebagaimana pasal 2 ayat 1 perjanjian ini dan berhak untuk menyewakan kendaraan tersebut.

3. Penyewa adalah Pihak Kedua selaku pihak yang menyewa unit milik Tersewa, yang memiliki kewajiban membayar uang sewa sebagaimana pasal 3 ayat 1 perjanjian ini.

4. Unit adalah Dump Truck 10 Roda merk ………… Type…………. Tahun ………

5. Harga sewa adalah harga yang harus dibayar oleh Penyewa kepada Tersewa yang terhitung dalam harga per bulan sewa.

6. Masa sewa adalah jumlah bulan dilakukannya sewa oleh Penyewa.

7. Berita Acara Serah Terima (BAST) unit berarti jumlah dokumen yang ditandatangani oleh Para Pihak bahwa alat yang telah diserahterimakan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian Sewa ini.

8. Hari Kerja yaitu hari dimana bank beroperasi melakukan perdagangan di Jakarta, Indonesia yakni Hari Senin sampai dengan Hari Jumat (tidak termasuk Hari Sabtu dan Hari Minggu) atau hari libur nasional Negara Republik Indonesia.

9. Total pembayaran adalah jumlah pembayaran yang harus dibayarkan oleh Penyewa berdasarkan jumlah masa sewa.

(3)

STATUS PEMILIKAN ALAT Pasal 2

(1) PIHAK PERTAMA adalah pemilik sah atas alat berupa Dump Truck 10 roda

(2) PIHAK PERTAMA berkedudukan sebagai Tersewa, sedangkan PIHAK KEDUA berkedudukan sebagai Penyewa.

LINGKUP PEKERJAAN Pasal 3

(1). PIHAK PERTAMA menyewakan Unit Dump Truck kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menyanggupi untuk mempergunakan unit milik PIHAK PERTAMA untuk digunakan dalam pekerjaan penambangan yang lokasinya terletak di Desa Lameruru (IUP PT. Tiran Indonesia) Kecamatan Langgikima Konawe Utara, Sulawesi Tenggara

(2). Lingkup pekerjaan sewa alat meliputi :

No. Jenis Jumlah Unit Periode Sewa

1. Dump Truck 10 Roda 5

36 bulan (Terhitung mulai ditandatanganinya

perjanjian ini)

(4)

KONDISI UNIT DUMP TRUCK Pasal 4

(1). PIHAK PERTAMA menjamin bahwa alat yang disewakan kepada PIHAK KEDUA berada dalam keadaan baik dan layak dioperasikan, memiliki dokumen yang sah dan lengkap serta siap digunakan oleh PIHAK KEDUA.

(2). PIHAK PERTAMA menjamin bahwa unit sebagaimana pasal 3 ayat (2) diatas tidak dalam status sengketa dengan pihak lain, dan tidak pula berada dalam status sita (baik perdata, pidana maupun kepailitan).

JENIS DAN HARGA SEWA Pasal 5

(1). Harga satuan sewa dan detail yang dimaksud dalam Perjanjian Sewa ini adalah sebagai berikut:

No. Jenis Harga Sewa Per 180 Retase Jumlah Unit Total

1.

Dump Truck 10

roda

Rp. ………. 5 RP. ……….

(2). Harga sewa adalah bersifat Fixed Unit Price belum termasuk PPN dan dibayar 100% di depan setelah unit dinyatakan lolos commissioning. Harga Sewa sudah termasuk keuntungan dan overhead PIHAK PERTAMA tetapi belum termasuk bonus retase mingguan (Senin – Sabtu) driver (36 ret = 300 rb, 37 ret = 350 ribu, 38 ret = 400 rb, 39 ret

= 450 rb, 40 ret = 500rb), mobilisasi dan demobilisasi alat, makanan dan mess (termasuk Pengawas, Driver, mekanik, helper, tyreman dan pengawas), serta bahan bakar minyak (BBM) operasional termasuk BBM mobil operasional (LV).

(5)

Full maintenance menjadi tanggung jawab PIHAK PERTAMA.

Pasal 6

Standby alat akan tetap diperhitungkan sebagai jam kerja efektif dengan kondisi apabila terjadi ketidaksiapan lahan kerja, masalah internal PIHAK KEDUA atau karena faktor cuaca, dalam hal ini termasuk kondisi hujan sedangkan alat dalam keadaan baik, hal mana perhitungannya akan di perhitungkan sebagai pengurang dalam pencapaian target retase setiap bulannya.

(1) Perhitungan jam hujan akan di hitung secara kumulatif pada akhir periode, dimana jam hujan minimal 5 jam di perhitungkan sebagai satu hari hujan dan digunakan sebagai pemotongan target retase. Dan retase yang terjadi pada saat hari hujan tersebut, tetap di perhitungkan dalam pencapaian.

Pasal 7

(1). Tidak ada tuntutan yang dapat disetujui oleh PIHAK PERTAMA untuk perubahan Nilai Kontrak Sewa maupun perubahan harga satuan unit yang disebabkan oleh perbedaan antara keadaan sebenarnya yang dihadapi PIHAK KEDUA dengan keadaan yang diantisipasi atau diasumsikan oleh PIHAK KEDUA dalam penawarannya ataupun pelaksanaannya.

(2). Nilai Kontrak Sewa dan Harga Satuan Sewa alat tidak akan berubah kecuali disepakati bersama oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dalam hal terjadinya perubahan yang disepakati oleh PIHAK PERTAMA secara tertulis.

(6)

Pasal 8

Setiap Dump Truck akan digunakan wajib dilakukan pengecekan rutin tiap hari (P2H) oleh PIHAK PERTAMA

1. Pekerja wajib menggunakan alat perlindungan diri (APD) yang disiapkan oleh PIHAK KEDUA selama berada dalam lokasi kerja PIHAK KEDUA

2. PIHAK PERTAMA wajib mentaati semua peraturan keselamatan, kesehatan kerja dan keselamatan operasi yang ditetapkan oleh PIHAK KEDUA

3. Dump Truck tidak boleh bekerja melebihi kapasitas yang sudah ditetapkan produsen (dalam hal ini jam kerja disepakati adalah maksimal 20 jam sehari)

4. Hari kerja yang disepakati adalah dari hari Senin sampai dengan hari Minggu.

5. Pengawas PIHAK PERTAMA berhak menghentikan kegiatan jika prosedur kerja belum dilakukan dengan baik, demi mendukung program kesehatan dan keselamatan kerja (K3)

6. Pengawas PIHAK KEDUA berhak menghentikan kegiatan jika prosedur kerja yang ditetapkan oleh PIHAK KEDUA tidak dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA

7. TIAP PIHAK wajib mengontrol setiap kegiatan dump truck dan pekerja didalam lokasi kerja selama jam operasi

8. Jika terjadi kerusakan unit atau Break Down, maka hari kerja unit akan di gantikan pada hari kerja berikutnya dengan tetap mempertimbangkan target retase maksimal unit.

9. Dalam hal terjadi kerusakan unit Dump Truck PIHAK PERTAMA wajib memberikan laporan tertulis kepada PIHAK KEDUA mengenai rencana perbaikan dan perkiraan jangka waktu perbaikan.

10.Dalam hal jangka waktu perbaikan kerusakan unit Dump Truck melebihi 30 (tiga puluh) hari kalender, PIHAK PERTAMA wajib melakukan penggantian unit dengan kondisi sama dengan kondisi unit sebelumnya pada saat awal masuk ke lokasi PIHAK KEDUA. Penggantian unit yang dimaksud tidak menambah jumlah unit yang disewakan dalam perjanjian ini.

(7)

MOBILISASI DAN DEMOBILISASI Pasal 9

(1). Sebelum mobilisasi unit, terlebih dahulu dilakukan inspeksi bersama atas unit yang akan disewakan, oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dan jika dipandang perlu, dapat melibatkan Pemilik Pekerjaan. Laporan hasil inspeksi ditandatangani oleh kedua belah pihak (2). Mobilisasi dan alat dari workshop PIHAK PERTAMA ke site lokasi pelaksanaan pekerjaan ditetapkan :

No. Jenis Biaya Mobilisasi / unit 1. Dump Truck 10 R Rp. 5.000.000

(3). Mobilisasi alat sesuai ketetapan harga per unit adalah menjadi tanggungjawab PIHAK KEDUA dan dibayarkan terlebih dahulu sebelum mobilisasi. Pembayaran mobilisasi dapat dilakukan setelah PIHAK PERTAMA melakukan tindakan perbaikan atas temuan dan atau rekomendasi hasil inspeksi bersama pada ayat (1) diatas. Tindakan perbaikan atas temuan dan atau rekomendasi inspeksi dbiuat dalam bentuk surat resmi perusahaan

Pasal 10

(8)

(1). Demobilisasi unit dari site lokasi PIHAK KEDUA ke lokasi perkir PIHAK PERTAMA ditetapkan :

No. Jenis Biaya DeMobilisasi / unit 1. Dump truck 10 R Rp. 5.000.000

2). Demobilisasi alat sesuai ketetapan harga per unit adalah menjadi tanggungjawab PIHAK KEDUA dan dibayarkan paling lambat 14 hari sebelum kontrak berakhir.

Pasal 11

(1)Apabila PIHAK KEDUA terlambat mengembalikan unit sebagaimana jangka waktu sewa yang ditentukan dalam Pasal 12 ayat (1) dan tanpa dilakukannya perpanjangan sesuai

ketentuan Pasal 12 ayat (2), maka jumlah hari keterlambatan diperhitungkan sebagai harga sewa yang wajib dibayar PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA.

(2)Apabila PIHAK KEDUA telah pembayaran biaya demobilisasi ke PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA terlambat melakukan Domobilisasi, maka PIHAK KEDUA tidak bertanggung jawab terhadap segala kemungkinan kejadian yang dapat menimbulkan kerugian PIHAK PERTAMA

JANGKA WAKTU SEWA Pasal 12

(1). Jangka waktu sewa adalah secara bulanan selama 12 (dua belas) bulan, terhitung sejak diterimanya unit dilokasi pekerjaan PIHAK KEDUA, dengan ketentuan waktu pelaksanaan sewa dihitung sejak tanggal Berita Acara serah terima alat di lokasi pekerjaan PIHAK KEDUA. Dan akan direview setiap 3 bulan.

(9)

(2). Jangka waktu sewa alat dapat diperpanjang atau dibatalkan melalui adendum Perjanjian Sewa Alat, setelah PIHAK KEDUA memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK PERTAMA paling lambat 2 (dua) minggu sebelum jangka waktu sewa berakhir, dan pemberitahuan tersebut disetujui oleh PIHAK PERTAMA.

TATA CARA PEMBAYARAN Pasal 13

(1). Harga Sewa akan dibayarkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA berdasarkan tagihan/invoice bulanan dari PIHAK PERTAMA dengan catatan target retase per Dump Truck mencapai 180 Ret akan diajukan setiap bulan berjalan dengan dilampirkan Berita Acara Penggunaan Kendaraan (Unit) dan akan dibayarkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu selambat-lambatnya 7 hari kerja setelah invoice dan dokumen pendukung diterima secara lengkap dan benar oleh PIHAK KEDUA. Dokumen pendukung yang dimaksud adalah Daftar perolehan Ritase unit Dump Truck dalam periode 1 bulan pengoperasian dan atau setelah pencapaian target ritase unit sebagaimana yang disepakati dalam perjanjian yang ditanda tangani oleh perwakilan PIHAK PERTAMA dan perwakilan PIHAK KEDUA

(2). Setiap tagihan dari PIHAK PERTAMA harus mencantumkan dan/atau melampirkan dokumen pendukung,berupa :

a. Nomor dan tanggal tagihan;

b. Nama Bank serta Pemilik dan Nomor Rekening Pihak Kedua yang terdaftar pada PIHAK PERTAMA sesuai dengan Perjanjian ini ;

c. Jumlah kewajiban perpajakan PIHAK KEDUA, termasuk PPh, PPN, dan lain-lain

;

d. E-Faktur Pajak ;

(10)

e. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) PIHAK KEDUA (jika ada) dan meterai ; f. Potongan, Finalti, tahapan pembayaran pekerjaan atau pertimbangan lainnya (jika ada);

g. Nama dan alamat PIHAK KEDUA.

(3). Pembayaran atas tagihan akan dilakukan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA melalui transfer ke Rekening PIHAK PERTAMA, sebagai berikut :

Nama Bank :

No. Rekening :

Pemilik Rekening : PT. ...

HAK DAN KEWAJIBAN Pasal 14

(1). Bahwa dalam Perjanjian Sewa Dump Truck ini maka PIHAK PERTAMA berhak menerima pembayaran harga sewa alat sesuai nilai kontrak berdasarkan harga satuan, dari PIHAK KEDUA, dan berhak pula menerima biaya mobilisasi serta demobilisasi alat dari PIHAK KEDUA.

(2). Bahwa dalam Perjanjian Sewa unit ini maka PIHAK PERTAMA berkewajiban :

a. Menyediakan unit dengan kondisi baik dan siap dioperasikan termasuk surat- surat alat (kondisi alat 85%). Apabila kondisi unit dibawah 85%, maka unit tersebut tidak dihitung dalam daftar Sewa unit sebagaimana diatur dalam perjanjian ini. PIHAK KEDUA berhak meminta penggantian unit yang kondisinya minimal 85%.

(11)

b. Menyediakan dokumen-dokumen pendukung lainnya yang dibutuhkan oleh PIHAK KEDUA

c. Menyediakan Driver yang mempunyai keahlian seperti yang di persyaratkan PIHAK KEDUA ;

d. Personil PIHAK PERTAMA yang digaskan ke lokasi kerja PIHAK KEDUA (tugas tetap dan atau kunjungan) wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) standar meliputi s afety helmet, safety shoe, safety gloves, safety googles yang dipersyaratkan oleh PIHAK KEDUA.

e. Personil PIHAK PERTAMA yang ditugaskan di lokasi kerja PIHAK KEDUA, wajib mengikuti kegiatan Safety Talk (setiap hari senin pagi) dan atau kegiatan P5M (setiap awal shift. Melaporkan dan meminta izin pada pelaksana dilapangan sebelum dan sesudah melaksanakan pekerjaan ;

f. Melaporkan pekerja (driver)ke Dinas Tenaga Kerja dan biaya yang timbul menjadi tanggungjawab PIHAK PERTAMA.

g. Sarana transportasi karyawan PIHAK PERTAMA dari mess ke tempat kerja dan atau sebaliknya menjadi tanggung jawab PIHAK PERTAMA.

h. Personil PIHAK PERTAMA wajib mentaati Peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Keselamatan Operasi Pertambangan yang ditetapkan dan berlaku dalam lokasi kerja PIHAK KEDUA

i. Dalam hal terjadi kerusakan unit, PIHAK PERTAMA wajib menyampaikan ke PIHAK KEDUA secara lisan maupun tulisan mengenai kerusakan unit dan rencana perbaikan serta target waktu perbaikan.

j. Setiap pengiriman dan atau penarikan Unit maupun Personil PIHAK PERTAMA ke lokasi kerja PIHAK KEDUA, wajib disertai dengan dokumen pengatar yang resmi diteribitkan oleh PIHAK PERTAMA

(12)

k. Apabila dalam hal terjadi kecelakaan kerja bagi personil dan atau unit, kejadian berbahaya, kejadian hampir celaka yang menimpah PIHAK PERTAMA, akan dilakukan investigasi bersama antara PIHAK KEDUA dengan PIHAK PERTAMA.

Pasal 15

(1). Bahwa dalam Perjanjian Sewa Alat ini maka PIHAK KEDUA berhak untuk menggunakan unit sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Pasal 3 ayat (2) perjanjian Sewa Alat ini dengan sebaik-baiknya dan dengan tujuan yang tidak melanggar/melawan hukum, serta digunakan ditempat pekerjaan PIHAK KEDUA.

(2). Bahwa dalam Perjanjian Sewa Alat ini maka PIHAK KEDUA berkewajiban :

a. Melakukan pembayaran harga sewa alat sesuai nilai kontrak berdasarkan harga satuan, kepada PIHAK PERTAMA, dan berkewajiban pula membayar biaya mobilisasi serta demobilisasi unit kepada PIHAK PERTAMA ;

b. Menyediakan legalitas dokumen yang berhubungan dengan tempat pekerjaan ;

c. Menjaga keamanan alat selama berada di lokasi kerja PIHAK KEDUA ;

d. Tidak memindahtangankan unit tersebut kepada Pihak Lain selama masa Perjanjian Sewa Alat ini berjalan ;

e. Menjaga dan mengatur operasional peralatan sesuai kemampuan, kapasitas dan spesifikasi teknis pekerjaan ;

f. Menyedikan tempat (Akomodasi) bagi Personil PIHAK PERTAMA yang ditugaskan ke lokasi kerja PIHAK KEDUA..

h. Menyediakan lahan parkir, workshop untuk peralatan dan permobilan.

(13)

TANGGUNG JAWAB PENGGANTIAN UNIT Pasal 16

Bahwa jika terjadi hal yang tidak diinginkan, menyangkut perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA, ataupun menyangkut legalitas lokasi pekerjaan PIHAK KEDUA, yang menimbulkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA berupa penyitaan atau perampasan alat oleh negara, maka PIHAK KEDUA bertanggungjawab mengganti unit milik PIHAK PERTAMA.

LARANGAN Pasal 17

(1). PIHAK KEDUA dilarang untuk mengalihkan alat sebagaimana dimaksud pasal 15 ayat (2) huruf d perjanjian sewa ini kepada pihak lain dengan cara menjual, menyewakan, menghibahkan, menghadiahkan, meminjamkan, menggadaikan, membebani kendaraan dengan jaminan fidusia, dan pengalihan dengan cara apapun.

(2). Pengalihan dengan cara apapun atas unit yang disewakan sesuai perjanjian sewa ini merupakan tindak pidana penggelapan dan/atau penipuan, serta tindak pidana lain yang terkait.

(3). Kerugian yang diderita oleh PIHAK PERTAMA atas perbuatan yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud Pasal17 ayat (1) dan (2) diatas, baik yang bersifat materiil (kerugian berupa harga alat, denda keterlambatan, biaya perkara), potensial maupun immateriil menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.

(4). PIHAK PERTAMA berhak untuk melakukan tagihan kepada PIHAK KEDUA atas ketentuan pasal 17 ayat (3) diatas, dan tagihan tersebut merupakan piutang bagi PIHAK PERTAMA, serta utang bagi PIHAK KEDUA.

(5). PIHAK PERTAMA diwajibkan memarkir unit diakhir shift pada area parkir yang telah ditentukan, dan dilarang untuk membawa alat meninggalkan atau keluar dari site.

(14)

(6). Baik pengawas maupun karyawan PIHAK PERTAMA wajib melapor ke pengawas/security PIHAK KEDUA jika akan keluar atau meninggalkan site.

FORCE MAJEURE Pasal 18

(1). Force Majeure yang dimaksud adalah dalam hal terjadi keadaan perang, pemberontakan, kerusuhan, huru hara, blokade, ledakan, kebakaran, bencana alam dan adanya perubahan kebijaksanaan pemerintah yang mana peristiwa tersebut diluar kemampuan pihak yang terkena untuk mengatasinya sehingga mengakibatkan tertunda, terlambat, terhalanginya pihak terkena force majeure untuk melaksanakan kewajibannya tepat waktu sesuai perjanjian ini.

(2). Pihak yang terkena force majeure harus memberitahukan kepada pihak lainnya secara tertulis selambat-lambatnya dalam waktu 1 (satu) minggu dihitung sejak terjadinya force majeure.

HUKUM YANG BERLAKU DAN PENYELESAIAN PERSELISIHAN

Pasal 19

(1). Segala ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Sewa ini diberlakukan menurut Hukum Indonesia.

(2) Apabila terjadi perselisihan dan tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan atau musyawarah untukmufakat, kedua belah pihak bersepakat untuk menyelesaikannya secara hukum dan kedua belah pihak telah sepakat untuk memilih tempat tinggal yang umum dan

(15)

tetap di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri ... Bahwa atas Putusan Pengadilan Negeri ..., maka kedua belah pihak menyatakan menerima dan tanpa melakukan upaya hukum dalam bentuk apapun.

Pasal 20

Segala kelengkapan dokumen perizinan dari pemerintah dan segala aspek hukum lainnya yang berkaitan dengan bidang usaha serta lokasi pekerjaan PIHAK KEDUA menjadi tanggungjawab PIHAK KEDUA dan membebaskan PIHAK PERTAMA dari segala tuntutan hukum akibat kelalaian PIHAK KEDUA dalam pemenuhan kewajiban perizinannya.

BATAS TANGGUNG JAWAB Pasal 21

(1). Tanpa mengesampingkan segala ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Sewa ini, tidak ada satu pihakpun dalam perjanjian yang bertanggungjawab atas segala bentuk kehilangan turutan atau kerusakan turutan (consequential damage) yang timbul akibat kerusakan atau kehilangan yang diderita oleh pihak manapun dalam perjanjian ini.

(2). Consequential damage yang dimaksudkan dalam ayat (2) Perjanjian Sewa ini adalah setiap kerusakan, kerugian atau yang terjadi bukan dari akibat perbuatan langsung dan seketika suatu pihak, namun hanya merupakan beberapa konsekuensi atau akibat dari terjadinya perbuatan tersebut.

(3). Ketentuan pasal ini akan tetap berlaku walaupun perjanjian ini telah berakhir.

KORESPONDENSI Pasal 22

(16)

(1). Segala komunikasi atau pemberitahuan dan surat menyurat (termasuk tidak terbatas pada surat menyurat secara elektronik, seperti email, faksimili dan lain-lain) sehubungan dengan Perjanjian Sewa ini, sedapat mungkin disampaikan ke alamat sebagai berikut :

PIHAK PERTAMA Alamat Korespondensi

PIHAK KEDUA

Alamat Korespondensi

Atau dapat ditujukan kepada alamat lainnya yang ditentukan oleh masing-masing pihak secara tertulis.

(2). Semua bentuk korespondensi sebagaimana diatur dalam ayat (1) pasal ini, dianggap telah diterima, jika :

a. Pada hari yang sama apabila korespondensi diserahkan langsung yang dibuktikan dengan tanda tangan penerima pada buku pengantar surat (ekspedisi) atau tandaterima lain yang diterbitkan oleh pengirim ;

b. Pada hari kerja ke-5 (lima) apabila korespondensi tersebut dikirimkan melalui pos dan/ atau kurir yang dibuktikan dengan resi pengiriman pos/kurir tercatat ;

c. Pada hari yang sama apabila korespondensi dikirimkan melalui faksimili dengan hasil yang baik yang diterima sampai dengan jam 17.00 wib ; dan

d. Pada hari kerja pertamaatau jam kerja pertama apabila hari atau jam penerimaan bukan hari kerja atau jam kerja.

(17)

(3). Dalam hal terjadi perubahan alamat, sebagaimana diatur dalam ayat (1) pasal ini atau alamat terakhir yang tercatat pada masing-masing pihak, perubahan tersebut harus diberitahukan secara tertulis kepada pihak lainnya, selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sebelum perubahan alamat dimaksud berlaku efektif. Jika perubahan alamat tersebut tidak diberitahukan, maka korespondensi berdasarkan perjanjian sewa ini dianggap telah diberikan sebagaimana dengan dikirimkannya pemberitahuan itu melalui elektronik, e-mail, faksimili, surat pos tercatat atau melalui perusahaan ekspedisi (kurir) atau kurir internal yang ditujukan ke alamat sebagaimana diatur pada ayat (1) di atas atau alamat terakhir yang diketahui / tercatat pada masing-masing pihak.

PERUBAHAN PERJANJIAN Pasal 23

Setiap perubahan, penambahan atau pengurangan dari pasal-pasal dalam Perjanjian Sewa ini dan perubahan-perubahannya yang ditandatangani oleh Para Pihak. Amandemen /

Addendum terakhir atau terbaru lebih mengikat dari dokumen sebelumnya.

PEMUTUSAN KONTRAK Pasal 24

Apabila terjadi pemutusan kontrak sebelum waktu kontrak berakhir tanpa kesepakatan bersama kedua PIHAK, dan atau salah satu pihak melakukan pemutusan kontrak sepihak, akan dikenakan sanksi penalti sebesar 1 bulan pembayaran full seharga sewa masing- masing unit.

Pasal 25

(18)

1. Sebelum ditandatangani, PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah membaca, mencermati, dan memahami segala klausul yang terdapat dapat perjanjian ini.

2. Perjanjian ini dibuat oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA berdasarkan syarat- syarat yang ditentukan oleh pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, dimana Para Pihak telah memahami bahwa perjanjian ini telah memenuhi syarat:

sepakat, cakap, untuk hal tertentu dan kausa halal/sah secara hukum.

Demikian perjanjian ini dibuat oleh kedua belah pihak, telah dibaca dan dipahami, PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA membubuhkan tanda tangan dalam perjanjian yang dibuat menjadi 2 (dua) rangkap, masing-masing dibubuhi meterai yang cukup, sehingga memiliki kekuatan pembuktian yang sama bagi kedua belah pihak.

PIHAK PERTAMA PT. ...

DIREKTUR,

PIHAK KEDUA

PT. ...

DIREKTUR,

Referensi

Dokumen terkait

(1) Penyerahan Prasarana, Sarana dan Utilitas dilakukan dengan Berita Acara Serah Terima dari Pihak Ketiga kepada Pemerintah Daerah.. Berita Acara Serah Terima Administrasi; dan

Sedang bagi pekerjaan yang bersifat Kontraktual untuk Berita Acara Serah Terima (BAST) atau Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan (BAPP) sampai dengan tanggal 30 September 2015, maka

1.36 Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan adalah tanggal serah terima akhir pekerjaan selesai ( Final Hand Over /FHO) dinyatakan dalam Berita Acara Serah Terima Akhir

Berita Acara Serah Terima (BAST) sebagaimana tersebut pada huruf d harus ditandatangani oleh Satker Raskin dan Pokja Raskin Kelurahan SfJrta diketahui oleh pejabat Kelurahan dengan

Pada masa berakhir pemeliharaan kedua belah pihak akan sepakat menandatangani berita acara dan serah terima Pasal 8 Seluruh pekerjaan akan ditanggung oleh PIHAK KEDUA sepenuhnya, maka

Ayat 2 Jika setelah berakhirnya perjanjian kerja ke-2 ternyata PIHAK PERTAMA masih membutuhkan PIHAK KEDUA, maka PIHAK PERTAMA akan mengangkat PIHAK KEDUA sebagai karyawan tetap pada

08 Sinar Bulan Kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan perjanjian sewa menyewa armada dump truck tronton dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK PERTAMA

Bahwa, dengan telah dilakukannya serah terima Dokumen berdasarkan Berita Acara ini, maka dengan demikian kewajiban Pihak Pertama untuk menyerahkan Dokumen kepada Pihak Kedua dan hak