Dary : Ananda Alva Uzma Sari : Sabrina Ainun Nisa
Bapak : Asfa Handika Yodya Ibu : Vivian Parama Asliv Falin Kader : Naufara Syafii’ Anjani
Assalamualikum wr.wb
Perkenalkan kami dari SMP Negeri 1 Banjarnegara akan menampilkan drama yang berjudul 2 Anak Lebih Baik
Prolog :
Pada suatu pagi di sebuah rumah yang sederhana ada seorang ibu sedang merawat anaknya yang sedang sakit, tiba-tiba masuk seorang anak laki- laki ber seragam SMP dengan wajah muram.
Dary : Bu! Sepatuku jebol, aku malu diejek teman-teman. Udah kaos kakinya
bolong jempolku kelihatan
Ibu : Sudah..dijahit saja, itu kan masih bisa dipakai lagi biar bisa menghemat uang
Dary : Ini kan engga cuma jebol tapi juga lusuh, aku malu bu Ibu : Sabar ya nak, kamu kan tahu adikmu lagi sakit
“Bapakpun pulang lalu bersitegang dengan ibu”
Bapak : Assalamualaikum (lalu duduk diruang tamu, menegukkan segelas air dan mengambil singkong rebus)
Ibu : Waalaikumsalam
Bapak : Sari, bagaimana keadaan kamu sekarang?
Sari : Pusing pak, badan pegel semua
Bapak : Loh Dary, kok kamu sudah pulang Dary : Sepatuku jebol pak
Ibu : Pak ini Dary minta sepatu baru tapi Sari sedang sakit mana yudha kerjanya luntang lantung ngga jelas
Bapak : Sabar, kalau ada rezeki nanti beli. Ini diutamakan kesembuhan adik dulu, sudah
tiga hari panasnya belum turun. (
Dary : Pak uang untuk beli sepatu mana? Kalau tidak, aku ngga mau sekolah
Bapak : (Menggebrak meja) Mau jadi apa kamu kalau ngga sekolah?! Liat itu Yudha
kakakmu kerjanya luntang-lantung ngga jelas!
Dary : Pokoknya aku mau sepatu baru, aku ngga mau jadi bahan bullyan di kelas
Adik 2 : (Menangis sambal memgang kepala) Ibu..pusing
Ibu : (Mendekati adik dan menempelkan punggung tangannya ke dahi adik) Pak ini
kok adek makin panas
Dary : Pak sepatu pak, sepatu baru pak, kapan pak sepatu baru Bapak : Kamu itu bikin bapak makin panik (marah sambil menunjuk wajah Dery) lihat
tuh adik semakin panas, kamu ngga kasihan?
Adik : (Nangis)
Terdengar pintu diketuk dari luar.
Kader : Assalamualikum Ibu & Bapak : Waalaikumsalam
Ibu : eh bu tomo, ada apa? Silahkan duduk dulu bu
Kader : Mau nengok Sari, katanya sakit (sambil menaruh buah di atas meja).
Ibu : Iya bu Sari demam
Kader : Sari sudah diperiksa ke dokter?
Bapak : Belum bu
Kader : Sudah berapa hari demamnya?
Bapak : Sudah 3 hari bu
Kader : Kalau sudah 3 hari harus dibawa ke dokter ya biar tahu sakitnya apa.
Saya selaku kader juga sedang mengecek data ibu hamil, kapan HPL nya bu?
Ibu : Akhir bulan ini bu
Kader : Segala sesuatu nya sudah siap pak?
Bapak : (Garuk-garuk kepala) be….belum bu Kader : Loh kok belum?
Bapak : Kebutuhan kami banyak, untuk makan, sekolah, untuk berobat juga belum ada
Ibu : Saya juga bingung bu
Kader : Bu mohon maaf kalau bisa ini kehamilan yang terakhir ya bu. Karena anak itu
bukan hanya butuh makan tetapi mereka juga membutuhkan perhatian,
Pendidikan yang layak dan kesehatan yang memadai
Ibu & Bapak : (Menganggukkan kepala memahami saran dari bu kader)
Kader : Kalo anaknya banyak orang tua juga pusing. Anak-anak juga kasihan
Ibu : Iya bu betul juga
Kader : Setelah melahirkan, ibu ikut program KB ya bu Ibu : Iya bu terima kasih atas sarannya ya bu
Kader : Iya bu sama-sama, sekarang mari saya antar sari ke puskesmas Bersama bapak dan ibu