E-COMMERCE: DIGITAL MARKETS, DIGITAL GOODS
• Mahasiswa mampu mengidentifikasi Perkembangan sistem perdagangan elektronik (e-commerce), Model bisnis e-commerce, serta perkembangan terbaru
sistem e-commerce
Tujuan
© Prentice Hall 2011 2
• Pengertian Sistem Perdagangan Elektronik
• Perkembangan Sistem Perdagangan Elektronik
• Model Bisnis Perdagangan Elektronik (B2B, B2C, C2B, C2C)
• Keuntungan dan Risiko Sistem Perdagangan Elektronik
• Algoritma dalam Sistem Perdagangan Elektronik
• Perkembangan terbaru dalam Sistem Perdagangan Elektronik
Pokok Bahasan
© Prentice Hall 2011 3
• Digital Economy
• E-Business
• E-business dan E-commerce
• Framework E-commerce
• Type E-commerce
• Financial Technology
• Web site Personalization
• Model Bisnis E-Commerce
Outline
© Prentice Hall 2011 4
Pendahuluan
© Prentice Hall 2011 5
© Prentice Hall 2011 6
© Prentice Hall 2011 7
© Prentice Hall 2011 8
© Prentice Hall 2011 9
© Prentice Hall 2011 10
© Prentice Hall 2011 11
• What are the unique features of e-commerce, digital markets, and digital goods?
© Prentice Hall 2011 12
1. Ubiquity - Internet/Web technology available everywhere: work, home, etc., anytime.
2. Global reach - The technology reaches across national boundaries, around Earth 3. Universal standards - One set of technology standards: Internet standards
4. Richness - Supports video, audio, and text messages
5. Interactivity - The technology works through interaction with the user
6. Information density - Large increases in information density—the total amount and quality of information available to all market participants
7. Personalization/Customization - Technology permits modification of messages, goods
8. Social technology - The technology promotes user content generation and social networking
© Prentice Hall 2011 13
Digital Economy
• Digital economy dimaknai sebagai aktivitas ekonomi dan bisnis yang berbasis pada teknologi digital;
• Digital economy merupakan pelaksanaan kegiatan ekonomi dan bisnis melalui pasar yang berbasis internet dan web.
• Pilar ekonomi digital:
– e-business infrastructure (hardware, software, telecoms, networks, human capital, etc.),
– e-business (how business is conducted, any process that an organization conducts over computer-mediated
networks),
– e-commerce (transfer of goods, for example when a book is sold online).
E-business
• E-bisnis (Inggris: Electronic Business, atau "E- business") dapat diterjemahkan sebagai
kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semi-otomatis dengan menggunakan
sistem informasi komputer.
• Kegiatan berbisnis tidak hanya berupa
kegiatan pembelian, penjualan dan jasa, tapi
juga meliputi pelayanan pelanggan dan kerja
sama dengan rekan bisnis.
Current Trends: E-Marketplaces and E-Markets
• e-marketplaces – are interactive business
communities providing a central market space where multiple buyers and sellers can engage in e-business activities
1. Horizontal marketplaces – connect buyers and sellers across many industries, primarily by simplifying the purchasing process
2. Vertical marketplaces – provide products that are specific to trading partners in a given industry
Advantages and limitations
of various e-marketplace revenue models
E-commerce
• Perdagangan elektronik (bahasa Inggris: electronic commerce atau e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau
televisi, atau jaringan komputer lainnya.
• E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Hubungan e-business dan e-commerce
• E-commerce merupakan bagian dari e-business, dimana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga
pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, sumber daya manusia, lowongan pekerjaan dll.
• Selain teknologi jaringan internet, e-business juga memerlukan teknologi basisdata (database), surat elektronik (e-mail) dan bentuk teknologi non
komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang dan alat pembayaran untuk e-commerce
Framework E-commerce
• People : penjual, pembeli, perantara, Spesialis S.I., staff lain, dan pihak- pihak lain yang termasuk dalam area pendukung utama.
• Public Policy : Peraturan legal maupun regulasi lainnya, seperti
perlindungan privasi dan kewajiban yang ditentukan oleh pemerintah.
Termasuk hal-hal sehubungan dengan standar-standar teknis yang ditetapkan pemerintah pembuat ketetapan.
• Marketing and Advertising : E-commerce juga membutuhkan dukungan marketing dan Advertising. Khususnya pada transaksi online B2C dimana pembeli dan penjual tidak saling mengenal. contoh: Market research, promosi, isi web
• Support Services : Banyak service yang dibutuhkan dalam E-commerce, mulai dari kejelasan isi web, pembayaran sampai pengiriman barang.
• Business Partnership : penggabungan usaha, pertukaran, dan kerjasama bisnis merupakan hal biasa dalam E-commerce
E-commerce vs Perdagangan Konvensional
1. Tempat Usaha
– Perdagangan konvensional: kantor, bangunan, ruko, dan pasar – Perdagangan e-commerce: berupa alamat situs (website),
laman, portal, blog, toko online.
2. Produk
– Perdagangan konvensional: berwujud (semua produk)
– Perdagangan e-commerce: berwujud dan tak berwujud, namun tidak semua jenis produk bisa diperdagangkan karena
terkendala pengiriman.
3. Tempat Transaksi
– Perdagangan konvesional: lokasi geografis
– Perdagangan e-commerce: virtual (tidak diketahui lokasinya)
4. Pembayaran
– Perdagangan konvesional: cash, transfer bank, dan kartu kredit – Perdagangan e-commerce: kartu kredit, online banking, dan
electronic money
5. Pemasaran
– Perdagangan konvesional: pemasaran langsung – Perdagangan e-commerce: online marketing
6. Gudang
– Perdagangan konvesional: berbentuk fisik bangunan – Perdagangan e-commerce: berbentuk virtual dan tidak
memerlukan gudang
7. Penyerahan Barang
– Perdagangan konvesional: diantar atau diambil langsung – Perdagangan e-commerce: diantar (offline), secara online
8. Customer Service / Layanan Pelanggan
– Perdagangan konvesional: kunjungan (langsung)
– Perdagangan e-commerce: offline atau online technical support
Types of e-commerce
• Business-to-consumer (B2C)
• Business-to-business (B2B)
• Consumer-to-consumer (C2C)
• Business-to-Administration (B2A)
• Online-to-Offline (O2O)
• Mobile commerce (m-commerce)
Extended E-Business Models
• Business-to-Business (B2B)
• B2B e-commerce meliputi semua transaksi elektronik barang atau jasa yang dilakukan antar perusahaan.
Produsen dan pedagang tradisional biasanya menggunakan jenis e-commerce ini.
• Umumnya e-commerce dengan jenis ini dilakukan dengan menggunakan EDI (Electronic Data
Interchange) dan email dalam proses pembelian barang dan jasa, informasi dan konsultasi, atau pengiriman dan permintaan proposal bisnis.
© Prentice Hall 2011 28
© Prentice Hall 2011 29
© Prentice Hall 2011 30
• Business-to-Consumer (B2C)
• B2C adalah jenis e-commerce antara perusahaan dan konsumen akhir. Hal ini sesuai dengan bagian ritel dari e- commerce yang biasa dioperasikan oleh perdagangan ritel tradisional.
• Jenis ini bisa lebih mudah dan dinamis, namun juga lebih menyebar secara tak merata atau bahkan bisa terhenti.
• Jenis e-commerce ini berkembang dengan sangat cepat
karena adanya dukungan munculnya website serta banyaknya toko virtual bahkan mal di internet yang menjual beragam
kebutuhan masyarakat.
© Prentice Hall 2011 31
© Prentice Hall 2011 32
© Prentice Hall 2011 33
© Prentice Hall 2011 34
• Consumer-to-Consumer (C2C)
• C2C merupakan jenis e-commerce yang meliputi semua transaksi elektronik barang atau jasa antar konsumen. Umumnya transaksi ini dilakukan melalui pihak ketiga yang menyediakan platform online
untuk melakukan transaksi tersebut.
• Beberapa contoh penerapan C2C dalam website di Indonesia adalah Tokopedia, Bukalapak dan Lamido.
Disana penjual diperbolehkan langsung berjualan barang melalui website yang telah ada.
© Prentice Hall 2011 35
© Prentice Hall 2011 36
© Prentice Hall 2011 37
© Prentice Hall 2011 38
• Consumer-to-Business (C2B)
• C2B adalah jenis e-commerce dengan pembalikan utuh dari transaksi pertukaran atau jual beli barang secara tradisional. Jenis e-commerce ini sangat
umum dalam proyek dengan dasar multi sumber daya.
• Contohnya adalah sebuah website dimana desainer website menyediakan beberapa pilihan logo yang
nantinya hanya akan dipilih salah satu yang dianggap paling efektif.
© Prentice Hall 2011 39
© Prentice Hall 2011 40
© Prentice Hall 2011 41
• Business-to-Administration (B2A)
• B2A adalah jenis e-commerce yang mencakup semua transaksi yang dilakukan secara online antara perusahaan dan
administrasi publik.
• Jenis e-commerce ini melibatkan banyak layanan, khususnya di bidang-bidang seperti fiskal, jaminan sosial,
ketenagakerjaan, dokumen hukum dan register, dan lainnya.
• Beberapa contoh website administrasi publik yang
menerapkan B2A adalah www.pajak.go.id, www.allianz.com dan www.bpjs-online.com.
© Prentice Hall 2011 42
© Prentice Hall 2011 43
• Consumer-to-Administration (C2A)
• Jenis C2A meliputi semua transaksi elektronik yang dilakukan antara individu dan administrasi publik.
• Contoh area yang menggunakan jenis e-commerce ini adalah : Pendidikan, Jamsostek, Pajak, Kesehatan
© Prentice Hall 2011 44
© Prentice Hall 2011 45
• Online-to-Offline (O2O)
• O2O adalah jenis e-commerce yang menarik pelanggan dari saluran online untuk toko fisik. O2O mengidentifiaksikan pelanggan di bidang online seperti email dan iklan internet, kemudian menggunakan berbagai alat dan pendekatan untuk menarik pelanggan agar meninggalkan lingkup online.
• Beberapa website di Indonesia yang menerapkan jenis O2O adalah Kudo dan MatahariMall. Seperti yang dilakukan oleh perusahaan ritel besar di Amerika, Walmart.
© Prentice Hall 2011 46
© Prentice Hall 2011 47
© Prentice Hall 2011 48
Fintech di Indonesia
© Prentice Hall 2011 49
• Ada banyak sistem pembayaran e-commerce dengan fitur dan fungsi yang berbeda-beda.
• Beberapa pilihan sistem pembayaran yang paling populer saat ini yaitu PayPal, Stripe, Authorize.net, Intuit dan Worldpay.
Cara Pembayaran e-commerce
© Prentice Hall 2011 50
• Digital Payment adalah cara pembayaran yang menggunakan media berteknologi seperti SMS,
Mobile Banking, Internet Banking, Digital Wallet, dan sebagainya. Misalnya:
• Go-Pay - Go-Pay merupakan sebuah layanan berbentuk financial technology atau fintech yang dimiliki oleh Go-Jek.
• OVO - OVO merupakan platform pembayaran digital di bawah Grup Lippo.
• LinkAja - layanan uang non-tunai dari operator telekomunikasi milik Telkomsel
• DANA - DANA hadir dengan sokongan investor PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK) dan Ant Financial.
Digital Payment
© Prentice Hall 2011 51
• Doku adalah pemain lokal pertama yang masuk ke bisnis payment gateway (2007), di bawah PT Nusa Satu Inti Artha
• PayTren - Paytren merupakan aplikasi dompet digital dan pembayaran yang dimiliki Ustaz Yusuf Mansur.
• TrueMoney - produk layanan uang elektronik
berbasis server yang diselenggarakan oleh PT. Witami Tunai Mandiri (‘TRUEMONEY’)
© Prentice Hall 2011 52
• Payment gateway adalah penyedia layanan aplikasi e-commerce yang meng-otorisasi kartu kredit dan debit dalam pembayaran pada bisnis online.
• Payment gateway merupakan saluran yang aman antara website e-commerce dengan merchant bank Anda. Gerbang pembayaran ini akan melindungi
rincian kartu kredit dan debit pelanggan serta memastikan keamanan informasi tersebut.
• Contoh : FinPay, IPaymu, Veritrans, Doku
Payment Gateway di Indonesia
© Prentice Hall 2011 53
• Portal
• E-tailer
• Content Provider
• Transaction Broker
• Market Creator
• Service Provider
• Community Provider
Business Models
© Prentice Hall 2011 54
1. Advertising 2. Sales
3. Subscription
4. Free/Freemium 5. Transaction Fee 6. Affiliate
Revenue Models
Management Information Systems
E-commerce: Business and Technology
WEB SITE
PERSONALIZATION
Firms can create unique personalized Web pages that display content or ads for products or services of special interest to individual users, improving the customer experience and creating additional value.
FIGURE 10-4
55 © Prentice Hall 2011
Management Information Systems
E-commerce: Business and Technology
HOW AN
ADVERTISING NETWORK SUCH AS DOUBLECLICK WORKS
Advertising networks have become
controversial among privacy advocates because of their ability to track individual consumers across the Internet.
FIGURE 10-5
56 © Prentice Hall 2011
58
59
Model Bisnis e-commerce
• Tahukah Anda bahwa ternyata website e-commerce seperti TokoBagus, Tokopedia, dan Blibli memiliki model bisnis yang berbeda?
• Karena model bisnis yang berbeda itulah mereka tidak dapat dibandingkan satu dengan yang lainnya sebagai saingan
• Model bisnis e-commerce di Indonesia:
1. Classifieds/listing/iklan baris
2. Marketplace C2C (Customer to Customer) 3. Shopping mall
4. Toko online B2C (Business to Consumer) 5. Toko online di media sosial
1. Classifieds/listing/iklan baris
• Ini adalah model bisnis e-commerce paling
sederhana yang cocok digunakan di negara-negara berkembang.
• Dua kriteria yang biasa diusung model bisnis ini:
– Website ini tidak memfasilitasi kegiatan transaksi online – Penjual individual dapat menjual barang kapan saja,
dimana saja secara gratis
• Tiga situs iklan baris yang terkenal di Indonesia ialah Tokobagus, Berniaga, dan OLX.
Iklan
• Kaskus selaku forum online terbesar di Indonesia juga menggunakan model bisnis iklan baris di forum jual belinya. Kaskus tidak mengharuskan penjualnya untuk menggunakan fasilitas rekening bersama atau escrow.
Jadi transaksi masih dapat terjadi langsung antara penjual dan pembeli.
• Metode transaksi yang paling sering digunakan di situs iklan baris ialah metode cash on delivery atau COD.
• Cara mencari uang: iklan premium.
• Jenis penjual: situs iklan baris seperti ini cocok bagi penjual yang hanya ingin menjual sekali-kali saja,
seperti barang bekas atau barang yang stoknya sedikit
2. Marketplace C2C (Customer to Customer)
• Ini adalah model bisnis dimana website yang bersangkutan tidak hanya membantu mempromosikan barang dagangan saja, tapi juga memfasilitasi transaksi uang secara online.
• Indikator utama bagi sebuah website marketplace:
– Seluruh transaksi online harus difasilitasi oleh website yang bersangkutan
– Bisa digunakan oleh penjual individual
• Tiga situs marketplace di Indonesia yang memperbolehkan penjual langsung berjualan barang di website ialah
Tokopedia, Bukalapak, dan Lamido.
• Ada juga situs marketplace lainnya yang mengharuskan penjual menyelesaikan proses verifikasi terlebih dahulu seperti Blanja dan Elevenia.
• Kegiatan jual beli di website marketplace harus
menggunakan fasilitas transaksi online seperti layanan escrow atau rekening pihak ketiga untuk menjamin
keamanan transaksi. Penjual hanya akan menerima uang pembayaran setelah barang diterima oleh pembeli. Selama barang belum sampai, uang akan disimpan di rekening
pihak ketiga. Apabila transaksi gagal, maka uang akan dikembalikan ke tangan pembeli.
• Cara mencari uang: layanan penjual premium, iklan premium, dan komisi dari setiap transaksi.
• Jenis penjual: situs marketplace seperti ini lebih cocok bagi penjual yang lebih serius dalam berjualan online. Biasanya sang penjual memiliki jumlah stok barang yang cukup besar dan mungkin sudah memiliki toko fisik.
3. Shopping mall
• Model bisnis ini mirip sekali dengan
marketplace, tapi penjual yang bisa berjualan disana haruslah penjual atau brand ternama karena proses verifikasi yang ketat. Satu-
satunya situs online shopping mall yang beroperasi di Indonesia ialah Blibli.
• Cara mencari uang: komisi dari penjual.
4. Toko online B2C (Business to Consumer)
• Model bisnis ini cukup sederhana, yakni sebuah toko online dengan alamat website (domain) sendiri dimana penjual memiliki stok produk dan menjualnya secara online kepada pembeli.
• Beberapa contoh toko online di Indonesia ialah Bhinneka, Lazada Indonesia, BerryBenka, dan Bilna. Tiket.com, yang
berfungsi sebagai platform jualan tiket secara online, juga bisa dianggap sebagai toko online.
• Keuntungan dari memiliki toko online Anda sendiri ialah Anda memiliki kebebasan penuh disana. Anda dapat merubah jenis tampilan sesuka Anda dan dapat membuat blog untuk
memperkuat SEO toko online Anda.
• Bagi Anda yang tertarik untuk membuka sebuah toko online secara mudah, Anda dapat coba
menggunakan Shopify, Jejualan, Pixtem, Jarvis Store, dan Klakat.
• Cara mencari uang: berjualan barang demi dapatkan profit.
• Jenis penjual: model bisnis ini cocok bagi mereka yang serius berjualan online dan siap
mengalokasikan sumber daya mereka untuk mengelola situs mereka sendiri.
Shopify.com
5. Toko online di media sosial
• Banyak penjual di Indonesia yang menggunakan situs media sosial seperti Facebook dan Instagram untuk mempromosikan barang dagangan mereka.
• Uniknya lagi, sudah ada pemain-pemain lokal yang membantu penjual berjualan di situs Facebook yakni Onigi dan LakuBgt.
• Ada juga startup yang mengumpulkan seluruh
penjual di Instagram ke dalam satu website yakni Shopious.
• Membuat toko online di Facebook atau
Instagram sangatlah mudah, sederhana, dan gratis! Tapi penjual tidak dapat membuat
templatenya sendiri.
• Di Indonesia, channel BBM pun juga sering digunakan sebagai media jual beli barang.
• Jenis penjual: penjual yang ingin memiliki
toko online sendiri tapi tidak ingin repot.
cloky.cactus
• Ada juga beberapa bisnis online yang menggunakan beberapa model bisnis di atas pada saat bersamaan.
• Dua contohnya ialah Qoo10 dan Rakuten Belanja
Online yang memiliki toko online B2C mereka sendiri serta marketplace yang memverifikasi penjualnya
terlebih dahulu.
Membangun Content Agregator
• Contoh: Bagaimana menjadi sebuah agregator toko online fashion di Instagram ?
• Penjual yang ingin menjual barang mereka hanya perlu
mendaftarkan diri agar akun Instagram mereka terintegrasi dengan platform Shopious. Setelah terdaftar, penjual tinggal meng-update toko online mereka dengan meng-upload foto di Instagram. Tiap foto yang baru di-upload akan otomatis
masuk ke website Shopious, sehingga penjual tidak harus repot-repot meng-update produk mereka di website
Shopious.
• Sayangnya, situs sudah ditutup sejak 25 Maret 2016
• Awalnya, penjual bisa memasang produk mereka secara gratis. Tapi, jika suatu saat ada calon pembeli yang tertarik dan mulai memberi komentar pada suatu produk, sang
penjual akan diberi pemberitahuan untuk mulai membayar layanan Shopious.
• Jika tidak mau membayar, maka penjual tersebut akan
‘diusir’ dari Shopious. Hal ini dilakukan agar mereka bisa menyeleksi para penjual yang serius dengan yang tidak serius, atau bahkan dengan penipu.
• Berapa biaya yang harus dibayar penjual? Dengan Rp
35.000 per bulan, penjual bisa memasang 10 produk tiap bulannya. Jika kurang, pengguna bisa membayar Rp 50.000 per bulan untuk bisa memasang 20 produk tiap bulan.
• Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML)
– Mampu mengenali pola dan perilakau konsumen, serta memberikan rekomendasi produk yang relevan dan
personalisasi pengalaman belanja
• Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR)
– Memungkinkan konsumen berinteraksi dengan produk secara lebih dekat dalam lingkungan yang berbeda
• Internet of Things (Iot)
– Memungkinkan pengguna berinteraksi melalui perangkat elektronik, serta dapat mengetahui info stok, harga, dll
Perkembangan Terbaru dalam Sistem Perdagangan Elektronik
86
• Blockchain
– Transaksi dapat dicatat secara permanen dan tidak dapat diubah, meminimalkan kecurangan dan penipuan
• Mobile Payment
– Konsumen dapat melakukan transaksi dan pembayaran dari smartphone, tanpa perlu uang tunai
• Realtime Analytics
– Sistem mampu memberikan informasi tentang penjualan, persediaan, dan perilaku konsumen secara realtime
Perkembangan Terbaru dalam Sistem Perdagangan Elektronik
87
• Efisiensi, dengan meghilangkan beberapa kegiatan administrative dan menurunkan biaya transaksi
• Kecepatan, transaksi dapat diproses lebih cepat, mengurangi risiko kesalahan, mengurangi waktu pengiriman
• Transparansi, tersedia akses dan informasi pasar secara realtime → Keputusan lebih baik dan akurat
• Keamanan, perlu penerapan Langkah-Langkah keamanan spt:
enkripsi, otentikasi, dan audit transaksi
• Fleksibilitas, dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan
preferensi investor dan pedagang spt: perdagangan saham, obligasi, mata uang, dan komoditas
Keuntungan E-Commerce
© Prentice Hall 2011 88
• Serangan siber, yang dapat mengganggu SPE, misalnya mengakses dan merusak data pelanggan dan transaksi
• Kesalahan sistem, misalnya koneksi internet, gangguan server dapat mempengaruhi kinerja SPE
• Risiko operasional, yaitu risiko yang terkait dengan kegagalan system atau proses internal yang berakibat kerugian finansial
• Perubahan regulasi, membutuhkan adaptasi Perusahaan terhadap peraturan baru dari regulator/pemerintah
• Risiko reputasi, kegagalan SPE dapat mempengaruhi reputasi dan merusak kepercayaan investor/pelanggan
Tantangan E-Commerce
© Prentice Hall 2011 89
90
Diskusi
• Apa saja fitur unik dari e-commerce, pasar digital, dan barang digital?
• Apa model bisnis dan pendapatan e-commerce yang utama?
• Bagaimana e-commerce mengubah pemasaran?
• Bagaimana e-commerce mempengaruhi transaksi bisnis-ke- bisnis?
• Apa peran m-commerce dalam bisnis dan apa aplikasi m- commerce yang paling penting?
91
1. Apa perbedaan antara sistem perdagangan elektronik dan perdagangan tradisional? Mana yang lebih efektif dalam konteks bisnis modern?
2. Apa saja tren terbaru dalam sistem perdagangan dan bagaimana cara mengikuti / berdaptasi dengan perkembangan tersebut?
3. Faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam memilih platform sistem perdagangan elektronik yang tepat?
4. Apa saja metode pembayaran yang biasa digunakan dalam sistem perdagangan elektronik?
5. Bagaimana pengaruh teknologi terbaru seperti kecerdasan buatan dan blockchain pada sistem perdagangan elektronik
6. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis model bisnis sistem perdagangan elektronik
7. Berikan contoh kasus terjadinya serangan siber dan kesalahan sistem yang mengakibatkan kerugian finansial atau risiko reputasi perusahaan
92