• Tidak ada hasil yang ditemukan

E-COMMERCE: DIGITAL MARKETS, DIGITAL GOODS

N/A
N/A
Catur Iswahyudi

Academic year: 2024

Membagikan "E-COMMERCE: DIGITAL MARKETS, DIGITAL GOODS "

Copied!
92
0
0

Teks penuh

(1)

E-COMMERCE: DIGITAL MARKETS, DIGITAL GOODS

(2)

• Mahasiswa mampu mengidentifikasi Perkembangan sistem perdagangan elektronik (e-commerce), Model bisnis e-commerce, serta perkembangan terbaru

sistem e-commerce

Tujuan

© Prentice Hall 2011 2

(3)

• Pengertian Sistem Perdagangan Elektronik

• Perkembangan Sistem Perdagangan Elektronik

• Model Bisnis Perdagangan Elektronik (B2B, B2C, C2B, C2C)

• Keuntungan dan Risiko Sistem Perdagangan Elektronik

• Algoritma dalam Sistem Perdagangan Elektronik

• Perkembangan terbaru dalam Sistem Perdagangan Elektronik

Pokok Bahasan

© Prentice Hall 2011 3

(4)

• Digital Economy

• E-Business

• E-business dan E-commerce

• Framework E-commerce

• Type E-commerce

• Financial Technology

• Web site Personalization

• Model Bisnis E-Commerce

Outline

© Prentice Hall 2011 4

(5)

Pendahuluan

© Prentice Hall 2011 5

(6)

© Prentice Hall 2011 6

(7)

© Prentice Hall 2011 7

(8)

© Prentice Hall 2011 8

(9)

© Prentice Hall 2011 9

(10)

© Prentice Hall 2011 10

(11)

© Prentice Hall 2011 11

(12)

• What are the unique features of e-commerce, digital markets, and digital goods?

© Prentice Hall 2011 12

(13)

1. Ubiquity - Internet/Web technology available everywhere: work, home, etc., anytime.

2. Global reach - The technology reaches across national boundaries, around Earth 3. Universal standards - One set of technology standards: Internet standards

4. Richness - Supports video, audio, and text messages

5. Interactivity - The technology works through interaction with the user

6. Information density - Large increases in information density—the total amount and quality of information available to all market participants

7. Personalization/Customization - Technology permits modification of messages, goods

8. Social technology - The technology promotes user content generation and social networking

© Prentice Hall 2011 13

(14)

Digital Economy

Digital economy dimaknai sebagai aktivitas ekonomi dan bisnis yang berbasis pada teknologi digital;

Digital economy merupakan pelaksanaan kegiatan ekonomi dan bisnis melalui pasar yang berbasis internet dan web.

Pilar ekonomi digital:

e-business infrastructure (hardware, software, telecoms, networks, human capital, etc.),

e-business (how business is conducted, any process that an organization conducts over computer-mediated

networks),

e-commerce (transfer of goods, for example when a book is sold online).

(15)

E-business

E-bisnis (Inggris: Electronic Business, atau "E- business") dapat diterjemahkan sebagai

kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semi-otomatis dengan menggunakan

sistem informasi komputer.

• Kegiatan berbisnis tidak hanya berupa

kegiatan pembelian, penjualan dan jasa, tapi

juga meliputi pelayanan pelanggan dan kerja

sama dengan rekan bisnis.

(16)

Current Trends: E-Marketplaces and E-Markets

e-marketplaces – are interactive business

communities providing a central market space where multiple buyers and sellers can engage in e-business activities

1. Horizontal marketplaces – connect buyers and sellers across many industries, primarily by simplifying the purchasing process

2. Vertical marketplaces – provide products that are specific to trading partners in a given industry

(17)
(18)

Advantages and limitations

of various e-marketplace revenue models

(19)

E-commerce

Perdagangan elektronik (bahasa Inggris: electronic commerce atau e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau

televisi, atau jaringan komputer lainnya.

• E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

(20)

Hubungan e-business dan e-commerce

E-commerce merupakan bagian dari e-business, dimana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga

pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, sumber daya manusia, lowongan pekerjaan dll.

• Selain teknologi jaringan internet, e-business juga memerlukan teknologi basisdata (database), surat elektronik (e-mail) dan bentuk teknologi non

komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang dan alat pembayaran untuk e-commerce

(21)

Framework E-commerce

People : penjual, pembeli, perantara, Spesialis S.I., staff lain, dan pihak- pihak lain yang termasuk dalam area pendukung utama.

Public Policy : Peraturan legal maupun regulasi lainnya, seperti

perlindungan privasi dan kewajiban yang ditentukan oleh pemerintah.

Termasuk hal-hal sehubungan dengan standar-standar teknis yang ditetapkan pemerintah pembuat ketetapan.

Marketing and Advertising : E-commerce juga membutuhkan dukungan marketing dan Advertising. Khususnya pada transaksi online B2C dimana pembeli dan penjual tidak saling mengenal. contoh: Market research, promosi, isi web

Support Services : Banyak service yang dibutuhkan dalam E-commerce, mulai dari kejelasan isi web, pembayaran sampai pengiriman barang.

Business Partnership : penggabungan usaha, pertukaran, dan kerjasama bisnis merupakan hal biasa dalam E-commerce

(22)

E-commerce vs Perdagangan Konvensional

1. Tempat Usaha

Perdagangan konvensional: kantor, bangunan, ruko, dan pasar Perdagangan e-commerce: berupa alamat situs (website),

laman, portal, blog, toko online.

2. Produk

Perdagangan konvensional: berwujud (semua produk)

Perdagangan e-commerce: berwujud dan tak berwujud, namun tidak semua jenis produk bisa diperdagangkan karena

terkendala pengiriman.

(23)

3. Tempat Transaksi

Perdagangan konvesional: lokasi geografis

Perdagangan e-commerce: virtual (tidak diketahui lokasinya)

4. Pembayaran

Perdagangan konvesional: cash, transfer bank, dan kartu kredit Perdagangan e-commerce: kartu kredit, online banking, dan

electronic money

(24)

5. Pemasaran

Perdagangan konvesional: pemasaran langsung Perdagangan e-commerce: online marketing

6. Gudang

Perdagangan konvesional: berbentuk fisik bangunan Perdagangan e-commerce: berbentuk virtual dan tidak

memerlukan gudang

(25)

7. Penyerahan Barang

Perdagangan konvesional: diantar atau diambil langsung Perdagangan e-commerce: diantar (offline), secara online

8. Customer Service / Layanan Pelanggan

Perdagangan konvesional: kunjungan (langsung)

Perdagangan e-commerce: offline atau online technical support

(26)

Types of e-commerce

• Business-to-consumer (B2C)

• Business-to-business (B2B)

• Consumer-to-consumer (C2C)

• Business-to-Administration (B2A)

• Online-to-Offline (O2O)

• Mobile commerce (m-commerce)

(27)

Extended E-Business Models

(28)

Business-to-Business (B2B)

• B2B e-commerce meliputi semua transaksi elektronik barang atau jasa yang dilakukan antar perusahaan.

Produsen dan pedagang tradisional biasanya menggunakan jenis e-commerce ini.

• Umumnya e-commerce dengan jenis ini dilakukan dengan menggunakan EDI (Electronic Data

Interchange) dan email dalam proses pembelian barang dan jasa, informasi dan konsultasi, atau pengiriman dan permintaan proposal bisnis.

© Prentice Hall 2011 28

(29)

© Prentice Hall 2011 29

(30)

© Prentice Hall 2011 30

(31)

Business-to-Consumer (B2C)

B2C adalah jenis e-commerce antara perusahaan dan konsumen akhir. Hal ini sesuai dengan bagian ritel dari e- commerce yang biasa dioperasikan oleh perdagangan ritel tradisional.

Jenis ini bisa lebih mudah dan dinamis, namun juga lebih menyebar secara tak merata atau bahkan bisa terhenti.

Jenis e-commerce ini berkembang dengan sangat cepat

karena adanya dukungan munculnya website serta banyaknya toko virtual bahkan mal di internet yang menjual beragam

kebutuhan masyarakat.

© Prentice Hall 2011 31

(32)

© Prentice Hall 2011 32

(33)

© Prentice Hall 2011 33

(34)

© Prentice Hall 2011 34

(35)

Consumer-to-Consumer (C2C)

• C2C merupakan jenis e-commerce yang meliputi semua transaksi elektronik barang atau jasa antar konsumen. Umumnya transaksi ini dilakukan melalui pihak ketiga yang menyediakan platform online

untuk melakukan transaksi tersebut.

• Beberapa contoh penerapan C2C dalam website di Indonesia adalah Tokopedia, Bukalapak dan Lamido.

Disana penjual diperbolehkan langsung berjualan barang melalui website yang telah ada.

© Prentice Hall 2011 35

(36)

© Prentice Hall 2011 36

(37)

© Prentice Hall 2011 37

(38)

© Prentice Hall 2011 38

(39)

Consumer-to-Business (C2B)

• C2B adalah jenis e-commerce dengan pembalikan utuh dari transaksi pertukaran atau jual beli barang secara tradisional. Jenis e-commerce ini sangat

umum dalam proyek dengan dasar multi sumber daya.

• Contohnya adalah sebuah website dimana desainer website menyediakan beberapa pilihan logo yang

nantinya hanya akan dipilih salah satu yang dianggap paling efektif.

© Prentice Hall 2011 39

(40)

© Prentice Hall 2011 40

(41)

© Prentice Hall 2011 41

(42)

Business-to-Administration (B2A)

B2A adalah jenis e-commerce yang mencakup semua transaksi yang dilakukan secara online antara perusahaan dan

administrasi publik.

Jenis e-commerce ini melibatkan banyak layanan, khususnya di bidang-bidang seperti fiskal, jaminan sosial,

ketenagakerjaan, dokumen hukum dan register, dan lainnya.

Beberapa contoh website administrasi publik yang

menerapkan B2A adalah www.pajak.go.id, www.allianz.com dan www.bpjs-online.com.

© Prentice Hall 2011 42

(43)

© Prentice Hall 2011 43

(44)

Consumer-to-Administration (C2A)

• Jenis C2A meliputi semua transaksi elektronik yang dilakukan antara individu dan administrasi publik.

• Contoh area yang menggunakan jenis e-commerce ini adalah : Pendidikan, Jamsostek, Pajak, Kesehatan

© Prentice Hall 2011 44

(45)

© Prentice Hall 2011 45

(46)

Online-to-Offline (O2O)

O2O adalah jenis e-commerce yang menarik pelanggan dari saluran online untuk toko fisik. O2O mengidentifiaksikan pelanggan di bidang online seperti email dan iklan internet, kemudian menggunakan berbagai alat dan pendekatan untuk menarik pelanggan agar meninggalkan lingkup online.

Beberapa website di Indonesia yang menerapkan jenis O2O adalah Kudo dan MatahariMall. Seperti yang dilakukan oleh perusahaan ritel besar di Amerika, Walmart.

© Prentice Hall 2011 46

(47)

© Prentice Hall 2011 47

(48)

© Prentice Hall 2011 48

(49)

Fintech di Indonesia

© Prentice Hall 2011 49

(50)

• Ada banyak sistem pembayaran e-commerce dengan fitur dan fungsi yang berbeda-beda.

• Beberapa pilihan sistem pembayaran yang paling populer saat ini yaitu PayPal, Stripe, Authorize.net, Intuit dan Worldpay.

Cara Pembayaran e-commerce

© Prentice Hall 2011 50

(51)

• Digital Payment adalah cara pembayaran yang menggunakan media berteknologi seperti SMS,

Mobile Banking, Internet Banking, Digital Wallet, dan sebagainya. Misalnya:

Go-Pay - Go-Pay merupakan sebuah layanan berbentuk financial technology atau fintech yang dimiliki oleh Go-Jek.

OVO - OVO merupakan platform pembayaran digital di bawah Grup Lippo.

LinkAja - layanan uang non-tunai dari operator telekomunikasi milik Telkomsel

DANA - DANA hadir dengan sokongan investor PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK) dan Ant Financial.

Digital Payment

© Prentice Hall 2011 51

(52)

Doku adalah pemain lokal pertama yang masuk ke bisnis payment gateway (2007), di bawah PT Nusa Satu Inti Artha

PayTren - Paytren merupakan aplikasi dompet digital dan pembayaran yang dimiliki Ustaz Yusuf Mansur.

TrueMoney - produk layanan uang elektronik

berbasis server yang diselenggarakan oleh PT. Witami Tunai Mandiri (‘TRUEMONEY’)

© Prentice Hall 2011 52

(53)

Payment gateway adalah penyedia layanan aplikasi e-commerce yang meng-otorisasi kartu kredit dan debit dalam pembayaran pada bisnis online.

Payment gateway merupakan saluran yang aman antara website e-commerce dengan merchant bank Anda. Gerbang pembayaran ini akan melindungi

rincian kartu kredit dan debit pelanggan serta memastikan keamanan informasi tersebut.

• Contoh : FinPay, IPaymu, Veritrans, Doku

Payment Gateway di Indonesia

© Prentice Hall 2011 53

(54)

• Portal

• E-tailer

• Content Provider

• Transaction Broker

• Market Creator

• Service Provider

• Community Provider

Business Models

© Prentice Hall 2011 54

1. Advertising 2. Sales

3. Subscription

4. Free/Freemium 5. Transaction Fee 6. Affiliate

Revenue Models

(55)

Management Information Systems

E-commerce: Business and Technology

WEB SITE

PERSONALIZATION

Firms can create unique personalized Web pages that display content or ads for products or services of special interest to individual users, improving the customer experience and creating additional value.

FIGURE 10-4

55 © Prentice Hall 2011

(56)

Management Information Systems

E-commerce: Business and Technology

HOW AN

ADVERTISING NETWORK SUCH AS DOUBLECLICK WORKS

Advertising networks have become

controversial among privacy advocates because of their ability to track individual consumers across the Internet.

FIGURE 10-5

56 © Prentice Hall 2011

(57)
(58)

58

(59)

59

(60)
(61)
(62)
(63)

Model Bisnis e-commerce

Tahukah Anda bahwa ternyata website e-commerce seperti TokoBagus, Tokopedia, dan Blibli memiliki model bisnis yang berbeda?

Karena model bisnis yang berbeda itulah mereka tidak dapat dibandingkan satu dengan yang lainnya sebagai saingan

Model bisnis e-commerce di Indonesia:

1. Classifieds/listing/iklan baris

2. Marketplace C2C (Customer to Customer) 3. Shopping mall

4. Toko online B2C (Business to Consumer) 5. Toko online di media sosial

(64)

1. Classifieds/listing/iklan baris

• Ini adalah model bisnis e-commerce paling

sederhana yang cocok digunakan di negara-negara berkembang.

• Dua kriteria yang biasa diusung model bisnis ini:

Website ini tidak memfasilitasi kegiatan transaksi online Penjual individual dapat menjual barang kapan saja,

dimana saja secara gratis

• Tiga situs iklan baris yang terkenal di Indonesia ialah Tokobagus, Berniaga, dan OLX.

(65)

Iklan

(66)

• Kaskus selaku forum online terbesar di Indonesia juga menggunakan model bisnis iklan baris di forum jual belinya. Kaskus tidak mengharuskan penjualnya untuk menggunakan fasilitas rekening bersama atau escrow.

Jadi transaksi masih dapat terjadi langsung antara penjual dan pembeli.

• Metode transaksi yang paling sering digunakan di situs iklan baris ialah metode cash on delivery atau COD.

• Cara mencari uang: iklan premium.

• Jenis penjual: situs iklan baris seperti ini cocok bagi penjual yang hanya ingin menjual sekali-kali saja,

seperti barang bekas atau barang yang stoknya sedikit

(67)

2. Marketplace C2C (Customer to Customer)

Ini adalah model bisnis dimana website yang bersangkutan tidak hanya membantu mempromosikan barang dagangan saja, tapi juga memfasilitasi transaksi uang secara online.

Indikator utama bagi sebuah website marketplace:

Seluruh transaksi online harus difasilitasi oleh website yang bersangkutan

Bisa digunakan oleh penjual individual

Tiga situs marketplace di Indonesia yang memperbolehkan penjual langsung berjualan barang di website ialah

Tokopedia, Bukalapak, dan Lamido.

Ada juga situs marketplace lainnya yang mengharuskan penjual menyelesaikan proses verifikasi terlebih dahulu seperti Blanja dan Elevenia.

(68)
(69)
(70)

Kegiatan jual beli di website marketplace harus

menggunakan fasilitas transaksi online seperti layanan escrow atau rekening pihak ketiga untuk menjamin

keamanan transaksi. Penjual hanya akan menerima uang pembayaran setelah barang diterima oleh pembeli. Selama barang belum sampai, uang akan disimpan di rekening

pihak ketiga. Apabila transaksi gagal, maka uang akan dikembalikan ke tangan pembeli.

Cara mencari uang: layanan penjual premium, iklan premium, dan komisi dari setiap transaksi.

Jenis penjual: situs marketplace seperti ini lebih cocok bagi penjual yang lebih serius dalam berjualan online. Biasanya sang penjual memiliki jumlah stok barang yang cukup besar dan mungkin sudah memiliki toko fisik.

(71)

3. Shopping mall

• Model bisnis ini mirip sekali dengan

marketplace, tapi penjual yang bisa berjualan disana haruslah penjual atau brand ternama karena proses verifikasi yang ketat. Satu-

satunya situs online shopping mall yang beroperasi di Indonesia ialah Blibli.

Cara mencari uang: komisi dari penjual.

(72)
(73)

4. Toko online B2C (Business to Consumer)

Model bisnis ini cukup sederhana, yakni sebuah toko online dengan alamat website (domain) sendiri dimana penjual memiliki stok produk dan menjualnya secara online kepada pembeli.

Beberapa contoh toko online di Indonesia ialah Bhinneka, Lazada Indonesia, BerryBenka, dan Bilna. Tiket.com, yang

berfungsi sebagai platform jualan tiket secara online, juga bisa dianggap sebagai toko online.

Keuntungan dari memiliki toko online Anda sendiri ialah Anda memiliki kebebasan penuh disana. Anda dapat merubah jenis tampilan sesuka Anda dan dapat membuat blog untuk

memperkuat SEO toko online Anda.

(74)
(75)

• Bagi Anda yang tertarik untuk membuka sebuah toko online secara mudah, Anda dapat coba

menggunakan Shopify, Jejualan, Pixtem, Jarvis Store, dan Klakat.

Cara mencari uang: berjualan barang demi dapatkan profit.

Jenis penjual: model bisnis ini cocok bagi mereka yang serius berjualan online dan siap

mengalokasikan sumber daya mereka untuk mengelola situs mereka sendiri.

(76)

Shopify.com

(77)
(78)

5. Toko online di media sosial

• Banyak penjual di Indonesia yang menggunakan situs media sosial seperti Facebook dan Instagram untuk mempromosikan barang dagangan mereka.

• Uniknya lagi, sudah ada pemain-pemain lokal yang membantu penjual berjualan di situs Facebook yakni Onigi dan LakuBgt.

• Ada juga startup yang mengumpulkan seluruh

penjual di Instagram ke dalam satu website yakni Shopious.

(79)

• Membuat toko online di Facebook atau

Instagram sangatlah mudah, sederhana, dan gratis! Tapi penjual tidak dapat membuat

templatenya sendiri.

• Di Indonesia, channel BBM pun juga sering digunakan sebagai media jual beli barang.

Jenis penjual: penjual yang ingin memiliki

toko online sendiri tapi tidak ingin repot.

(80)

cloky.cactus

(81)

• Ada juga beberapa bisnis online yang menggunakan beberapa model bisnis di atas pada saat bersamaan.

• Dua contohnya ialah Qoo10 dan Rakuten Belanja

Online yang memiliki toko online B2C mereka sendiri serta marketplace yang memverifikasi penjualnya

terlebih dahulu.

(82)
(83)

Membangun Content Agregator

Contoh: Bagaimana menjadi sebuah agregator toko online fashion di Instagram ?

Penjual yang ingin menjual barang mereka hanya perlu

mendaftarkan diri agar akun Instagram mereka terintegrasi dengan platform Shopious. Setelah terdaftar, penjual tinggal meng-update toko online mereka dengan meng-upload foto di Instagram. Tiap foto yang baru di-upload akan otomatis

masuk ke website Shopious, sehingga penjual tidak harus repot-repot meng-update produk mereka di website

Shopious.

Sayangnya, situs sudah ditutup sejak 25 Maret 2016

(84)

Awalnya, penjual bisa memasang produk mereka secara gratis. Tapi, jika suatu saat ada calon pembeli yang tertarik dan mulai memberi komentar pada suatu produk, sang

penjual akan diberi pemberitahuan untuk mulai membayar layanan Shopious.

Jika tidak mau membayar, maka penjual tersebut akan

‘diusir’ dari Shopious. Hal ini dilakukan agar mereka bisa menyeleksi para penjual yang serius dengan yang tidak serius, atau bahkan dengan penipu.

Berapa biaya yang harus dibayar penjual? Dengan Rp

35.000 per bulan, penjual bisa memasang 10 produk tiap bulannya. Jika kurang, pengguna bisa membayar Rp 50.000 per bulan untuk bisa memasang 20 produk tiap bulan.

(85)
(86)

Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML)

Mampu mengenali pola dan perilakau konsumen, serta memberikan rekomendasi produk yang relevan dan

personalisasi pengalaman belanja

Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR)

Memungkinkan konsumen berinteraksi dengan produk secara lebih dekat dalam lingkungan yang berbeda

Internet of Things (Iot)

Memungkinkan pengguna berinteraksi melalui perangkat elektronik, serta dapat mengetahui info stok, harga, dll

Perkembangan Terbaru dalam Sistem Perdagangan Elektronik

86

(87)

Blockchain

Transaksi dapat dicatat secara permanen dan tidak dapat diubah, meminimalkan kecurangan dan penipuan

Mobile Payment

Konsumen dapat melakukan transaksi dan pembayaran dari smartphone, tanpa perlu uang tunai

Realtime Analytics

Sistem mampu memberikan informasi tentang penjualan, persediaan, dan perilaku konsumen secara realtime

Perkembangan Terbaru dalam Sistem Perdagangan Elektronik

87

(88)

Efisiensi, dengan meghilangkan beberapa kegiatan administrative dan menurunkan biaya transaksi

Kecepatan, transaksi dapat diproses lebih cepat, mengurangi risiko kesalahan, mengurangi waktu pengiriman

Transparansi, tersedia akses dan informasi pasar secara realtime → Keputusan lebih baik dan akurat

Keamanan, perlu penerapan Langkah-Langkah keamanan spt:

enkripsi, otentikasi, dan audit transaksi

Fleksibilitas, dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan

preferensi investor dan pedagang spt: perdagangan saham, obligasi, mata uang, dan komoditas

Keuntungan E-Commerce

© Prentice Hall 2011 88

(89)

Serangan siber, yang dapat mengganggu SPE, misalnya mengakses dan merusak data pelanggan dan transaksi

Kesalahan sistem, misalnya koneksi internet, gangguan server dapat mempengaruhi kinerja SPE

Risiko operasional, yaitu risiko yang terkait dengan kegagalan system atau proses internal yang berakibat kerugian finansial

Perubahan regulasi, membutuhkan adaptasi Perusahaan terhadap peraturan baru dari regulator/pemerintah

Risiko reputasi, kegagalan SPE dapat mempengaruhi reputasi dan merusak kepercayaan investor/pelanggan

Tantangan E-Commerce

© Prentice Hall 2011 89

(90)

90

(91)

Diskusi

Apa saja fitur unik dari e-commerce, pasar digital, dan barang digital?

Apa model bisnis dan pendapatan e-commerce yang utama?

Bagaimana e-commerce mengubah pemasaran?

Bagaimana e-commerce mempengaruhi transaksi bisnis-ke- bisnis?

Apa peran m-commerce dalam bisnis dan apa aplikasi m- commerce yang paling penting?

91

(92)

1. Apa perbedaan antara sistem perdagangan elektronik dan perdagangan tradisional? Mana yang lebih efektif dalam konteks bisnis modern?

2. Apa saja tren terbaru dalam sistem perdagangan dan bagaimana cara mengikuti / berdaptasi dengan perkembangan tersebut?

3. Faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam memilih platform sistem perdagangan elektronik yang tepat?

4. Apa saja metode pembayaran yang biasa digunakan dalam sistem perdagangan elektronik?

5. Bagaimana pengaruh teknologi terbaru seperti kecerdasan buatan dan blockchain pada sistem perdagangan elektronik

6. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis model bisnis sistem perdagangan elektronik

7. Berikan contoh kasus terjadinya serangan siber dan kesalahan sistem yang mengakibatkan kerugian finansial atau risiko reputasi perusahaan

92

Referensi

Dokumen terkait

Pembuatan aplikasi website lelang bertujuan untuk membantu penjual menjual barangnya kapanpun, begitu pula dengan calon pembeli yang dapat melakukan penawaran

Website memiliki fitur pemesanan secara online untuk memudahkan pengguna dalam melakukan pembelian dan pengguna juga dapat melacak transaksi apa saja yang telah

Membuat sebuah Website dinamis yang dapat memberikan kemudahan bagi para user dalam waktu (dapat melakukan transaksi selama 24 jam), tempat (user dapat melakukan transaksi dimana

Pada transaksi jual-beli secara elektronik, khususnya melalui website, biasanya calon pembeli akan memilih barang tertentu yang ditawarkan oleh penjual atau pelaku usaha, dan

Berdasarkan uraian di atas, bahwa wanprestasi yang dilakukan oleh pihak penjual merupakan kerugian bagi pihak pembeli baik dalam transaksi jual beli biasa maupun transaksi