• Tidak ada hasil yang ditemukan

edukasi rantai nilai halal pada makanan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "edukasi rantai nilai halal pada makanan"

Copied!
150
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (S.E)

OLEH:

FARINA NIM 1711130102

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH JURUSAN EKONOMI ISLAM

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) BENGKULU BENGKULU, 2021 M/1443 H

(2)

ii

(3)

iii

(4)

iv

(5)

v ABSTRAK

Edukasi Rantai Nilai Halal Pada Makanan Dan Minuman KemasanDi Panti Asuhan Bina Insani Kecamatan Kampung

Melayu Kota Bengkulu Farina, NIM 1711130102

Tujuan untuk mengedukasi anak-anak sejak dini tentang makanan dan minuman kemasan halal dan haram, agara mereka tidak salah mengkonsumsi makanan dan minuman. Dalam penelitian ini menggunakan metode edukasi dan praktek langsung. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode wawancara dan survei. data yang dibutuhkan untuk penelitian. Hasil penelitian kegiatan dan pembahasan tentang edukasi rantai nilai halal pada makanan dan minuman ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan anak-anak terkait pentingnya kesehatan.

Kata kunci : edukasi, rantai nila halal,makanan halal

(6)

vi ABSTRACT

Halal Value Chain Education on Packaged Food and Beverages at the Bina Insani Orphanage, Kampung Melayu District,

Bengkulu City

By Farina, NIM 1711130099

The aim is to educate children from an early age about halal and haram packaged foods and drinks, so that they do not consume the wrong foods and drinks. In this study using educational methods and direct practice. Data collection techniques in this research is to use interview and survey methods. data needed for research. The results of this research activity and discussion on halal value chain education in food and beverages can be concluded that this activity can increase children's knowledge regarding the importance of health.

Keywords : education, value chain, halal food

(7)

vii MOTTO

Di dunia ini penuh dengan orang-orang baik, Kalau kamu tidak menemukan orang baik itu Maka jadikan dirimu salah satu orang baik itu.

(Farina)

Bukan mimpimu yang terlalu besar tapi cara pandang orang yang terlalu kecil untuk mereka yang melihat dari kejauhan.

(Farina)

(8)

viii

PERSEMBAHAN

Skripsi ini ku persembahkan:

1. Ibu dan Ayah tercinta yang telah memberikan semangat, dukungan dan doa nya sehingga aku bisa menyelesaikan tugas ini.

2. Saudara dan keluarga besarku terimakasih atas doa dan motivasinya kalian untuk diriku.

3. Sahabat dan teman-temanku seperjuangan EKIS C angkatan 2017.

4. In the gang wacanaku (Bima Yazida Akmal, Ahmad Dani, Dwita Sukmalia, Ani Sunani dan Gepi Tri Mareta) kalian sahabat sekaligus keluarga untuk saya ditanah rantau di bengkulu yang selalu memberikan semangat dan waktu kalian untuk aku menyelesaiakan pendidikan dan teman seperjuangan dan sekelompok Pengabdian Kepada Masyarakat.

5. Almamater yang telah menempahku memberikan banyak kenangan manis yang tidak terlupakan.

6. Skripsi ini merupakan persembahan kecil untuk orang yang istimewah dalam hidup saya dan yang saya cinta Bima Yazida Akmal, yang selalu ada, memberikan dorongan dan dukungan. Saya bahkan tidak bisa menjelaskan betapa bersyukurnya memiliki kamu dalam hidup saya, kamu baik yang memiliki hati emas terimakasih atas semuanya.

(9)

ix

7. Skripsi ini aku persembahkan kepada sahabat-sahabatku yang di Bengkulu. Tanpa kalian saya bukan siapa-siapa, tapi karena ada kalian hidup saya menjadi berwarna. Terima kasih sudah menjadi temanku selama saya di Bengkulu, setiap pertemuan pasti ada perpisahan, kenapa kita dipertemukan kalau akhirnya kita dipisahkan? Tapi saya berharap perpisahan bukan akhir dari segalanya. Karena yang namanya sahabat akan selalu ada dimanapun kita berada.

Terima kasih atas waktunya dan terima kasih atas segalanya.

(10)

x

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ”Edukasi Rantai Nilai Halal Pada Makanan Dan Minuman Kemasan Bagi Anak-Anak Di Panti Asuhan Bina Insani Kota Bengkulu”. Shalawat dan salam untuk Nabi besar Muhammad SAW, yang telah berjuang untuk menyampaikan ajaran Islam sehingga umat Islam mendapatkan petunjuk ke jalan yang lurus baik di dunia maupun akhirat.

Penyusunan kripsi ini bertujuan untuk mengungkap masalah mengenai cara edukasi rantai nilai halal pada makanan dan minuman kemasan bagi anak-anakdan untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) pada Program Studi Ekonomi Syariah Jurusan Ekonomi Islam pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu.

Dalam proses penyusunan skripsi ini, penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak. Dengan demikian penulis ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada:

1. Dr. KH. Zulkarnain Dali, M.pd. Selaku Plt. Rektor IAIN Bengkulu yang telah memberikan kemudahan dalam pelaksanaan tugas akhir pengabdian kepada masyarakat.

(11)

xi

2. Dr. Asnaini, M.A. Selaku Plt. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Negeri (IAIN) Bengkulu.

3. Drs. M. Syakroni, MA. selaku Pembimbing I, yang telah membimbing kami dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

4. Dr. Desi Isnaini, MA Plt. Ketua Jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu yang telah mendukung dan mengizinkan kami melakukan pengabdian kepada masyarakat.

5. Khairiah Elwardah, M. Ag Si. selaku Pembimbing II, yang telah memberikan bimbingan, motivasi, semangat, dan arahan dengan penuh kesabaran.

6. Kedua orang tua Penulis yang selalu mendo‟akan kesuksesan penulis.

7. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bengkulu yang telah mengajar dan membimbing serta memberikan berbagai ilmunya dengan penuh keikhlasan.

8. Staf dan karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu yang telah memberikan pelayanan dengan baik dalam hal adminitrasi.

9. Semua pihak yang telah membantu dalam penulisan laporan ini.

Dalam penyusunan laporan ini penulis menyadari masih banyak kelemahan dan kekurangan dari berbagai sisi. Oleh

(12)

xii

(13)

xiii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN... ii

ABSTRAK ... v

ABSTRACT ... vi

MOTTO ... vii

PERSEMBAHAN ... viii

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xiii

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR GAMBAR ... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ... xvii

BAB IPENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 9

C. Tujuan dan Saran... 9

D. Luaran Yang Dicapai ... 9

E. METODE PELAKSANAAN ... 10

1. Tahapan Kegiatan ... 10

2. Jadwal Pelaksanaan ... 18

3. Biaya Kegiatan ... 19

F. SISTEMATIKA PENULISAN ... 20

(14)

xiv BAB IIKAJIAN TEORI

A. Edukasi ... 21 B. Rantai Nilai Halal ... 25 C. Makanan Halal ... 28 BAB IIIGAMBAR OBYEK PENELITIAN

A. Profil Panti Asuhan Bina Insani ... 37 B. Lokasi ... 38 BAB IVHASIL KEGIATAN

A. Temuan Hasil Kegiatan ... 39 B. Edukasi Rantai Nilai Halal Pada Makanan Dan Minuman

Kemasan ... 40 C. Pembahasan ... 61 BAB VPENUTUP

A. Kesimpulan ... 65 B. Keterbatasan ... 66 C. Saran ... 66 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(15)

xv

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 : Roadmap Pengabdian Masyarakat ... 11 Tabel 1.2 : Jadwal Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat... 16 Tabel 1.3 : Biaya Kegiatan Pengabdian Masyarakat ... 17

(16)

xvi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 : Profil Panti Asuhan Bina Insani ... 36

(17)

xvii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 :From Pengajuan Judul

Lampiran 2 :Surat Penunjukan Pembimbing Lampiran 3 : Lembar Bimbingan

Lampiran 4 : Surat Pernyataan Plagiasi Lampiran 5 : Lembar Saran

Lampiran 6 : Halaman Persetujuan Pembimbing Lampiran 7 : Surat Tugas

Lampiran 8 : Curiculum Vitea Lampiran 9 : Lembar Saran Penguji Lampiran 10 : Foto-Foto

(18)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pengabdian Masyarakat merupakan kegiatan intrakurikuler yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan bekerja bersama dengan masyarakat. suatu kegiatan yang bertujuan membantu masayarakat tertentu dalam beberapa aktivitas tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun termasuk diprogram “ Edukasi Rantai Nilai Halal Pada Makanan dan Minuman”. Program ini dilaksanakan dengan memberikan edukasi kepada anak-anak Panti Asuhan Bina Insani Kota Bengkulu tentang bagaimana pentingnya menjaga kesehatan dari segi makanan dan minuman dengan cara menjaga pola makanan dan minuman yang kita konsumsi dengan melihat nilai kehalalan nya dengan melihat label yang tertara dimakanan dan minuman kemasan. Pengenalan label halal pada makanan dan minuman kemasan penting dikalangan masyarakat, terutama pada anak usia dini. Karna kesehatan tubuh kita itu sangatpenting dan diutamakan.

Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu tugas akhir dari sebuah perguruan tinggi yang pelaksanaannya perlu didukung oleh segenap warga perguruan tinggi yang disertai dengan penalaran yang utuh tentang konsep, strategi

1

(19)

dan program. Usaha untuk meningkatkan kualitas taraf hidup masyarakat dalam program-program pembangunan di berbagai bidang, menuntut perguruan tinggi untuk senantiasa terus menerus meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi secara terpadu dan bersistem, terutama dalam pelaksanaan dharma pengabdian kepada masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar ilmu yang diberikan oleh perguruan tinggi bersifat prospektif sehingga dapat dikembangkan dan dimanfaatkan dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Pembangunan dan perkembangan perekonomian pada umumnya dan khususnya di bidang perindustrian dan perdagangan nasional telah menghasilkan berbagai variasi barang dan atau jasa yang dapat dikonsumsi.1Produk adalah barang dan/ atau jasa yag terkait dengan makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetik, serta barang gunaan yang dipakai, digunakan atau dimanfaatkan oleh masyarakat.

Produk halal merupakan produk yang telah dinyatakan halal sesuai dengan syariat Islam. Sertifikasi halal adalah pengakuan kehalalan suatu produk yang dikeluarkan oleh badan penyelenggara jaminan produk halal berdasarkan fatwa halal tertulis yan dikeluarkan majelis ulama. Labelisasi

1M.Sadar, Moh.Taufik Makaroi, Habloel Mawardi,“Hukum Perlindungan Konsumen Di Indonesia”, (Cet.I; Jakarta: Akademia, 2012): 2.

(20)

halal adalah tanda kehalalan suatu produk.2

Seiring dengan peningkatan pertumbuhan penduduk muslim maka industri makanan dan minuman halal juga semakin berkembang, dimana kawasan halal merupakan cluster dalam skala luasan tertentu yang diperuntukkan untuk industri halal.Makanan dan minuman halal merupakan suatu kewajiban yang harus dipenuhi muslim, seruan memakan makanan halal bagi orang beriman.3

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pangan dewasa ini menyebabkan semakin rumitnya menentukan mana yang halal dan mana yang haram. Produk- produk pangan olahan semakin banyak beredar juga membutuhkan penetapan kehalalannnya, tidak hanya dari bahan bakunya tetapi juga mencakup penyediaan bahan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, penjualan, dan penyajian produk. Oleh karena itu dibutuhkan pengetahuan yang cukup memadai tentang pedoman atau standar hukum Islam untuk mengetahui kehalalan dan keharaman suatu produk.

Dalam Al-quran yang merupakan pedoman utama umat islam, Allah telah memberikan rambu-rambu yang jelas tentang printah makanan dan minuman. Sebagai firman Allah

2Pasal 1 Angka 2, 10, 11, Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 “Tentang Jaminan Produk Halal”.

3Subianto, Pratiwi, “Rantai Nilai Dan Perspektif Kesadaran Masyarakat Muslim Akan Makanan Halal”, Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis,Vol. 1, (2018): 141.

(21)

dalam surat al baqarah 168





Artinya: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”

(Q.S al-baqarah:168)

Serta di dalam surat Al-Maidah ayat 88





Artinya: “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.”(Q.S Al- Maidah:88)

Hal ini mengungkapkan bahwa seseorang hendaknya mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal serta baik kandungan gizinya.4Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada hambanya agar mereka makan rezeki yang halal dan baik, yang telah dikaruniakan kepada mereka. Halal di sini

4Mardesci, Hermiza, “Pangan Halal Dan Cara Memilih Produk Kemasan Yang Aman Dan Halal”, Jurnal Teknologi Pertanian,( 2010): 31.

(22)

mengandung pengertian halal bendanya dan halal cara memperolehnya. Sedangkan baik adalah dari segi kemanfaatannya, yaitu yang mengandung manfaat dan maslahat bagi tubuh, mengandung gizi, vitamin, protein dan sebagainya. Makanan tidak baik selain tidak mengandung gizi, juga jika dikonsumsi akan merusak kesehatan.5

Serta di dalam surat Al-Maidah ayat 4







Artinya: Katakanlah“Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatih nya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu”(QS.Al-Maidah:4)

Dalam Shahih Bukhari disebutkan Aisyah r.a berkata, „‟

Abu Bakar r.amempunyai seorang pembantu yang menyiapkan makanan baginya. Suatu hari dia datang dengan

5Departemen Agama, Al-Qur‟an dan Tafsirnya, Jilid 3 (Cet.III; Jakarta:

Lembaga Percetakan al-Qur‟an Departemen Agama, 2009): 6.

(23)

membawa makanan untuk Abu bakar r.a. maka beliau memakannya, kemudian pembantu itu bertanya, “Tahukan Anda dari manakah makanan itu ?” Beliau menjawab,”

Makan apa ini ?,” Pembantu itu berkta. Dahulu aku menjadi dukun bagi manusia, padahal saya tidak pandai dalam masalah ini, kecuali saya sekedar membohonginya dan makanan yang kamu makan adalh hasil pemberian atau upah tatkala aku menjadi dukun.” Maka, Abu bakar memasukkan tangannya ke mulut dan memuntahkannya segala isi perutnya”.

KeberadaanMajelisUlamaIndonesia selalu identikdengan

fatwa. MajelisUlamaIndonesiayang

didirikanpadatanggal17Rajab1395H, bertepatan dengantanggal26 Juli1975 Moleh musyawarahulama,zu‟ama dancendekiawanmuslim.Dalamkaitanya denganproduk

halal,MUI menimbang

3halyaitu:pertamabahwamakanan,minuman,obat-obatan, kosmetik, dan lain-lainyang akan dikonsumsiatau dipergunakan olehumat Islam wajib diperhatikan dan diyakini kehalalan dan kesucianya;kedua bahwa makanan,minuman,obat-obatan,kosmetik,danlain-lainyang merupakanhasilolahanyangseringdiragukankehalalanataukesu ciannya;ketiga bahwa boleh karena itu, produk-produk

olahan sebagaimana terlampir yang

terhadapnyatelahdilakukanpemeriksaan,penelitian,pembahas

(24)

an,dan penilaiandalamrapatKomisiFatwa bersamaLPPOMMUI.KomisiFatwa memandang perluuntukmenetapkankehalalandan kesuciannyauntuk dijadikan

pedomanolehumatsehinggaMUImengeluarkanfatwayangtertu ang padaFatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor: 01 Tahun 2011tentangPenetapan Produk Halal.Negara menjamin setiap pemeluk agama untuk beribadah dan menjalankan ajaran agamanya, terkhusus bagi umat Islam diperlukan adanya jaminan kehalalan terhadap semua produk makanan, minuman, obat, kosmetika dan barang gunaan yang diperdagangkan dan tentunya banyak dikonsumsi umat Islam. Jaminan halal tersebut bukan hanya dinyatakan oleh produsen, tetapi harus melalui suatu proses pemeriksaan dan assessment secara objektif oleh lembaga pemeriksa halal.6

Pangan yang halal adalah pangan yang diizinkan untuk dikonsumsikan atau tidak terikat dengan ketentuan-ketentuan yang melarangnya. Atau diartikan sebagai segala sesuatu yang bebas dari bahaya duniawi dan ukhrawi.

Dalam melakukan pembelian, konsumen akan dihadapkan oleh beberapa tahapan dalam pengambilan keputusan pembelian baik itu sebelum maupun setelah melakukan pembelian. Keputusan pembeli, yaitu konsumen

6Departemen Agama,“Pedoman Labelisasi Halal”, Jakarta: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Dan Penyelengaraan Haji( 2003): 5.

(25)

akan membentuk pertimbangan atas merek-merek pilihan yang akan dibeli, dalam membeli makanan terutama makanan dalam kemasan, seharusnya sebelum membeli produk tersebut pembeli melihat tanggal yang diberi untuk membatasi tingkat keamanan produk (tanggal kadaluarsa).Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, dalam rapat Komisi bersama LP.POM MUI, pada hari Rabu, tanggal 13 Muharram 1431 H/30 Desember 2009 M, setelah menimbang beberapa hal sebagai beriku :

1. bahwa makanan, minuman, obat-obatan, kosmetika, dan lain-lain yang akan dikonsumsi atau dipergunakan oleh umat Islam wajib diperhatikan dan diyakini kehalalan dan kesuciannya;

2. bahwa produk makanan, minuman, obat-obatan, kosmetika dan lain-lain yang merupakan hasil olahan sering diragukan kehalalan atau kesuciannya;

3. bahwa oleh karena itu, produk-produk olahan sebagai- mana terlampir yang terhadapnya telah dilakukanpemeriksaan, penelitian, pembahasan, dan penilaian dalam rapat Komisi Fatwa bersama LP.POM MUI, Komisi Fatwa memandang perlu untuk menetapkan kehalalan dan kesuciannya untuk dijadikan pedoman oleh umat.7

7Fauzi, Muchamad,“Fatwa dan Problematika Pentapan Hukum Halal Di Indonesia”,Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam (2018): 53.

(26)

B. Rumusan Masalah

Dalam penelitian ini dapat dirumuskan masalah yaitu bagaimana cara mengedukasi anak-anak tentang kehalalan pada makanan dan minuman?

C. Tujuan dan Saran 1. Tujuan

Untuk mengedukasi anak-anak sejak dini tentang makanan dan minuman kemasan halal dan haram, agara mereka tidak salah mengkonsumsi makanan dan minuman.

2. Sasaran

Sasaran yang dituju pada kegiatan ini yaitu anak- anak Panti Asuhan Bina Insani.

D. Luaran Yang Dicapai

1. Padakegiatan mengajar atau memberi pemahaman tentang rantai nilai halal pada makanan dan minuman kemasan, anak-anak mampu memahami tentang pentingnya prngrtahuan tentang logo halal pada makanan dan minuman kemasan dan makanan sehat bagi kesehatan tubuh mereka dan mereka mampu mempraktekkan apa yang sudah disampaikan.

2. Pada kegiatan mengajar atau memberi pemahaman melalui sebuah video animas agar meraka mudah memahami dan mengingat kembali materi apa

(27)

yangsudah disampaikan.

3. Pada kegiatan pengenalan logo halal itu sangat membantu mereka untuk membedakan mana makanan dan minuman yang berlogo halal dan yang belom berlogo halal, agar mereka lebih berhati-hati dalam membeli makanan dan minuman kemasan.

4. Pada kegiatan ini kita langsung melakukan praktek pembelian makanan dan minuman kemasan diwarung.

E. METODE PELAKSANAAN 1. Tahapan Kegiatan

Metode pelaksanaan kegiatan “edukasi rantai nilai halal pada makanan dan minuman kemasan” dilakukan melalui mekanisme sebagai berikut:

a. Survei, pelaksana melakukan kegiatan survei tempat penelitian dan meminta izin kepada pengurus panti untuk melakukan penelitian di Panti Asuhan Bina Insani, Jl. Simpang Kandis Perumahan Kandis Raya.

No, 03 rt. 20 rw. 01 Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu.

b. Observasi awal, setelah mendapat persetujuan, pelaksana melakukan observasi lapangan untuk mengetahui kondisi permasalahan yang dihadapi Panti Asuhan Bina Insani dengan cara melakukan wawancara kepada pengurus panti.

(28)

c. Rapat, melakukan rapat bersama pengurus panti membahas kegiatan yang akan dilakukan selama pengabdian.

d. Pelaksanaan program, pelaksanaan kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan yaitu setiap dua kali seminggu dengan kegiatan yang berbeda. Kegiatan pertama yaitu materi tentang pengertian makanan dan minuman halal, kegiatan kedua menjelasakan meteri tentang makanan dan minuman halal melalui sebuah video animasi, ketiga menjelaskan logo halal menggunakan gambar, kegiatan ke empat yaitu melakukan praktek pembelian makanan dan minuman kemasan di warung.

e. Dokumentasi, dalam setiap kegiatan pelaksana melakukan dokumentasi berupa foto.

Roadmap pengabdian masyarakat

Tabel 1.1 Roadmap Pengabdian Masyarakat N

O

IsiRoodmap Keterangan

1 KeadaansebelumDanS esudah

Pengenal Penguatan Rantai Nilai Halal Pada Makanan dan Minuman Kemasan Panti Asuhan Bina Insani Kota Bengkulu

(29)

awalnya belom cukup baik.

Namun, dengan pengaruh gedget saat ini anak-anak dipanti asuhan lebih memilih memainkan gadget dari pada belajar.

2. TujuanYangInginDica pai

Memberikan pemahaman kepada anak-anak terkait tentang pengenalan rantai nailai halal pada makanan dan minuman kemasan sejak anak-anak usia dini bagi anak-anak di Panti Asuhan Bina Insani Kota Bengkulu.

3 TahapanPelaksanaan -Tahap Pertama

Pelaksana melakukansurvy dan

observasi awal

untukmendapatkangambaranyang jelas

(30)

-Tahap Kedua

terkaitpermasalahanyangdihadapi

oleh sasaran

kemudianpelaksanamelakukan rapat bersamapengurus Panti

asuhan. Pelaksana

mempersiapkan segalakebutuhanyang

diperlukanmulaidaripembuatanpe nyususnan proposal, penyiapan materi, pembelian alat tulis, pembelian sabun cuci tangan dan tisu, dan lain-lain.

Tahap kedua merupakan pelaksanaanprogram,pelaksanaan program dilakukan selama satu bulan yaitu satu kali dalam seminggu. , pertama adalah Menjelasakan pengertian makanan dan minuman halal,

(31)

-Tahap Ketiga

kegiatan kedua adalah Mengenalkan atau menjelaskan tentang makanan dan minuman kemasan halal melalui sebuah video animasi, kegiatan ketiga adalah Megenal makanan dan minuman kemasan halal melalui contoh secara langsung dengan membeli makanan dan minuman kemasan diwarung kemudian kegiatan yang terakhir adalah Pengenalan label halal pada makanan dan minuma kemasan dan mengevaluasi anak-anak panti tentang materi yang sudah di jelaskan dari awal.

Tahap ketiga ini dilakukan evaluasi serta penyusunan laporan,evaluasidilakukan

(32)

denganmembandingkan keadaan sebelum dilakukannyakegiatan

sampai dengan

selesainnyakegiatan.

4 Sasaran - Sasaran observasi merupakan anak-anak dan anggota pengurus yang ada di Panti Asuhan Bina Insani Kota Bengkulu

- Dan untuk sasaranpelaksanaan program.

5 Indikator Pencapaian Tujuan

Dapat meningkatkan

pemahaman anak-anak tentang pentingnya menjaga pola makan yang baik dan sehat batinia,

Untuk Meningkatkan

Kemampuan pengenalan tentang rantai halal pada makanan dan minuman kemasan pada anak-

(33)

anak sejak dini ,Untuk melatih sikap peduli terhadap makanan dan minuman kemasan yang dikonsumsi, Untuk Melatih anak-anak menjaga pola makanan dan minuman yang baik dan sehat untuk dikonsumsi tubuh mereka, Untuk melatih anak-anak sejak usia dini

tentang pentingnya

memperhatikan logo halal pada makanan dan minuman kemasan.

6 Penanggung Jawab Farina

yangmerupakanPenanggung JawabPenguatan Rantai Nilai Halal Pada Makanan dan Minuman Kemasan.

(34)
(35)

2. Jadwal Pelaksanaan

Tabel 1.2 Jadwal Pelaksanaan PM

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Persiapan

Membuat Proposal Konsultasi Proposal Perbaikan Proposal Survey Lokasi Observasi Awal Ngprint Proposal Rapat Bersama Pengurus Panti 2 Pelaksanaan

Pengenalan Materi Produk Halal Makanan

Menjelaskan Jenis Makanan Dan Minuman Halal Melalui Video Pengenalan Logo Halal

Mengenal Makanan Dan Minuman Halal Kemasan Melalu Contoh Secara Langsung, Dengan Membeli Di Warung Terdekat Evaluasi Tentang Produk Halal Makanan Dan Minuman Kemasan

3 Evaluasi

Membuat Laporan Pengabdian Bimbingan Laporan Pengabdian Memformat Laporan Pengabdian

Ngeprint Dan Fotocopy Laporan Dan Berkas Pengabdian

No Jenis Kegiatan

Bulan Ke Maret April Mei Juni

(36)

3. Biaya Kegiatan

Tabel 1.3 Biaya Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat

NO Uraian 1 Persiapan

a. Observasi awal 1 Buah montor Rp.20.000 Rp.20.000 b. Transportasi rapat 1 Buah Montor Rp.10.000 Rp.10.000

c. Print proposal 45 lembar Rp. 1000 Rp.45.000

d. Pendataan anak-anak panti e. Tempat

Total Rp.125.000

2 Pelaksanaan:

a. Pulang pergi 24 kali Rp. 10.000 Rp. 240.000

b. Konsumsi snack

-kue 30 buah Rp. 1000 Rp. 30.000

-aqua gelas 1 kardus Rp. 500 Rp. 24.000

c. Spanduk 1 meter Rp.30.000 Rp. 30.000

d. Perlengkapan dan pengeluaran tak terduga

Marjan 2 buah Rp.16.000 Rp. 32.000

semangka 1 buah Rp.10.000 Rp.10.000

biji selasi 1 buah Rp.3000 Rp. 3000

lele 1 kg Rp.25.000 Rp.25.000

spidol 1 buah Rp.8000 Rp.8000

Total Rp. 402.000

3 Pengeluaran lainnya

Roti 8 Bungkus Rp. 1000 Rp. 8.000

Teh gelas 4 Buah Rp. 1000 Rp. 4.000

Kertas kado 6 Lembar Rp. 1000 Rp. 6.000

Coklatos 2 Pck Rp. 500 Rp. 9.000

Buku 1 Pck Rp. 1000 Rp. 19.000

Pena 1 Pck Rp. 3000 Rp. 27.000

Lem 1 Pck Rp. 1000 Rp. 20.000

Pita 1 Buah Rp. 1000 Rp. 3.000

Roti malkis 1 Pck Rp. 1000 Rp. 9.000

Hadiah untuk panti

Dispenser 1 buah Rp.35.000 Rp.35.000

TOTAL RP.113.000

4 Pelaporan

Print Laporan akhir 40 lembar Rp.1000 Rp. 40.000

Total keseluruhan Rp. 680.000

6%

19%

60%

17%

Volume Satuan Harga Satuan Jumlah Rp. Persen

(37)

F. SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika penulisan dalam tugas akhir ini, disusun sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan sasaran, luaran yang dicapai, metode pelaksanaan, serta sistematika penulisan.

BAB II KAJIAN TEORI

Bab ini berisi landasan teori tentang edukasi, rantai nilai halal dan makanan halal.

BAB III GAMBAR OBYEK PENELITIAN

Bab ini menjelaskan profil dan lokasi Panti Asuhan Bina Insani.

BAB IV HASIL KEGIATAN

Bagian ini berisi hasil kegiatan dan pembahasan mengenai pengelolaan hidroponik sebagai alternatif kebutuhan pangan.

BAB V PENUTUP

Pada bagian ini berisikan beberapa kesimpulan hasil kegiatan, keterbatasan dalam kegiatan, dan saran dari pelaksana program kegiatan.

(38)

BAB II KAJIAN TEORI

A. Edukasi

1. Pengertian Edukasi

Edukasi adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, edukasi atau pendidikan merupakan pemberian pengetahuan dan kemampuan seseorang melalui pembelajaran, sehingga seseorang atau kelompok orang yang mendaapat pendidikandapat melakukan sesuai yang diharapkan pendidik, dari yang tidak tahu menjadi tahu dan dari yang tidak mampu mengatasi kesehatan sendiri menjadi mandiri.

Pendidikan kesehatan adalah proses meningkatkan kontrol dan memperbaiki kesehatan individu maupun masyarakat dengan membuat mereka peduli terhadap pola perilaku dan pola hidup yang dapat mempengaruhi kesehatan.

Edukasi adalah suatu proses usaha memberdayakan perorangan, kelompok, dan masyarakat agar memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya melalui peningkatan pengetahuan,

19

(39)

kemauan, dan kemampuan, yang dilakukan dari, oleh, dan masyarakat sesuai dengan faktor budaya setempat.

Edukasi pada hakikatnya adalah suatu kegiatan atau usaha menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau individu. Dengan adanya pesan tersebut maka diharapkan masyarakat, kelompok atau individu dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik.8

2. Tujuan edukasi

Terdapat tiga tujuan utama dalam pemberian edukasi kesehatan agar seseorang itu mampu untuk:

a. Menetapkan masalah dan kebutuhan yang mereka inginkan.

b. Memahami apa yang mereka bisa lakukan terhadap masalah kesehatan dan menggunakan sumber daya yang ada.

c. Mengambil keputusan yang paling tepat untuk meningkatkan kesehatan.

3. Sasaran edukasi

Sasaran edukasi ada tiga sasaran yaitu:

a. Edukasi individu yaitu edukasi yang diberikan dengan sasaran individu.

b. Edukasi pada kelompok yaitu edukasi yang diberikan itu dengan sasaran kelompok.

8Syahbudin, r, “peran pendidikan dalam membangun karakter bangsa yang bermoral”At-ta‟lim,(2018)): 161-169.

(40)

c. Edukasi masyarakat yaitu edukasi yang diberikan dengan sasaran masyarakat.

4. Metode edukasi

Berdasarkan pendekatan sasaran yang ingin dicapai, penggolongan metode edukasi yaitu:

a. Metode berdasarkan pendekatan perorangan

Metode ini bersifat individual dan biasanya digunakan untuk membina perilaku baru, atau membina seseorang yang mulai tertarik pada suatu perubahan perilaku atau inovasi. Dasar digunakannya pendekatan individual ini karena setiap orang mempunyai masalah atau alasan yang berbeda-beda sehubungan dengan penerimaan atau perilaku baru tersebut. Ada 2 bentuk pendekatannya yaitu :

1) Bimbingan dan penyuluhan 2) Wawancara

b. Metode berdasarkan pendekatan kelompok

Penyuluhan berhubungan dengan sasaran secara kelompok. Dalam penyampaian edukasi dengan metode ini kita perlu. mempertimbangkan besarnya kelompok sasaran serta tingkat pendidikan formal dari sasaran. Berdasarkan metode dan banyaknya peserta, edukasi kelompok dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok besar dan kelompok

(41)

kecil. Kelompok besar yaitu sautu kelompok yang jumlah pesertanya lebih dari 15 orang. Metode yang baik dalam kelompok ini adalah ceramah dan seminar. Metode ceramah merupakan metode yang disampaikan seorang pembicara didepan sebuah forum yang dilakukan secara lisan sehingga kelompok sasaran dapat memperoleh suatu informasi yang disampaikan. Sedangkan seminar merupakan suatu kelompok yang dibuat untuk bersama-sama membahas suatu permasalahan yang ingin diselesaikan yang dipimpin oleh seseorang yang ahli dibidangnya.9

Kelompok kecil merupakan suatu metode dalam edukasi kesehatan dengan jumlah peserta kurang dari 15 orang. Di dalam kelompok kecil terdapat beberapa metode yang bisa dilakukan yaitu diskusi kelompok, bermain peran dan permainan simulasi.

Diskusi kelompok merupakan suatu metode dalam kelompok kecil yang semua anggota kelompok dapat bebas untuk berpartisipasi dalam menyampaikan pendapat. Didalam diskusi ini terdapat seorang pemimpin yang dapat mengatur serta mengarahkan jalannya sebuah diskusi sehingga

9 Subianto, J, “peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam pembentukan karakter berkualitas. Edukasi”, Jurnal pendidikan islam (2013):

331.

(42)

tidak ada peserta yang dominan dalam kelompok tersebut dalam penyampaian pendapat. Bermain peran merupakan suatu metode yang bisa digunakan yaitu dengan memperagakan peran masing-masing yang dilakukan oleh anggota kelompok dengan memperlihatkan interaksi dalam menjalankan tugas.10

Permainan simulasi merupakan suatu metode penggabungan antara metode diskusi kelompok dan bermain peran. Dalam permainan simulasi ini anggota kelompok dibagi menjadi dua, sebagian pemain dan sebagian menjadi narasumber.

B. Rantai Nilai Halal

Pengertian rantai nilai halal merupakan upaya terintegrasi industri muli dari input, produksi, distribusi, pemasaran, dan komsumsi. Dalam menghasilkan produk halal, input bahan baku mesti diperhatikan begitupula dengan teknologi pengolahan yang digunakan.

Industri halal tidak hanya menghasilkan produk berupa barang, namun juga berupa jasa. Dibidang jasa, tren sektor halal yang berkem-bang saat ini diantaranya adalah lembaga keuangan syariah, perbankan syariah, financial technology syariah, juga wisata halal. Selayak-nya dalam produk barang

10Supranoto, H,” Implementasi Pendidikan Karakter Bangsa Dalam Pembelajaran SMA, PROMOSI”,Jurnal Pendidikan Ekonomi,(2015): 141.

(43)

halal, produk industri halal dalam bentuk jasa pun memiliki ketentuan agar memenuhi syarat kehalalan sesuai dengan syari‟at Islam.11

Selanjutnya mengenai Proses Produk Halal mulai dari lokasi, tempat, dan alat PPH wajib dipisahkan dengan lokasi, tempat, dan alat penyembelihan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, penjualan, dan penyajian Produk tidak halal. Lokasi, tempat, dan alat PPH wajib dijaga kebersihan dan higienitasnya; bebas dari najis; dan bebas dari Bahan tidak halal. Pelaku Usaha yang tidak memisahkan lokasi, tempat, dan alat PPH dapat dikenai sanksi administratif berupa peringatan tertulis atau denda administratif. Bahan yang digunakan dalam proses produk halal terdiri dari bahan baku, bahan olahan, bahan tambahan, dan bahan penolong. Bahan yang dimaksud berasal dari hewani, tumbuhan, mikroba atau bahan yang dihasilkan melaui proses kimiawi, proses biologi atau proses rekayasa genetik. Bahan yang berasal dari hewani pada dasarnya halal kecuali yang diharamkan menurut syariat Islam. Bahan yang berasal dari hewan yang diharamkan seperti bangkai, darah, babi dan atau hewan yang disembelih tidak sesuai dengan syariat. Hewan yang digunakan sebagai bahan produk wajib disembelih sesuai syariat Islam dan memenuhi kaidah kesejahteraan hewan serta kesehatan masyarakat veteriner.

11Annisa, Arna Asna, “Kopontren dan Ekosistem Halal Value Chain”.

Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, (2019): 4.

(44)

Bahan yang berasal dari tumbuhan pada dasarnya halal, kecuali yang memabukkan dan atau membahayakan kesehatan bagi orang yang mengkonsumsinya.

Lokasi tempat dan alat proses produk halal wajib dipisahkan dengan lokasi, tempat dan alat penyembelihan, pengolahan, penyimpangan, pengemasan, pendistribusian, penjualan dan penyajian produk halal. Lokasi dan tempat dan alat proses produk halal wajib untuk dijaga kebersihan dan higienitasnya, bebas dari najis dan bebas dari bahan tidak halal.12Ketegori terakhir berupa penyajian makanan halal.

Pengemasan makanan halal harus mengikuti standar yang telah ditetapkan seperti pengemasan makanan tidak mudah rusak dan tahan lama.Makanan Halal saat ini telah banyak ditemukan di pasar. Namun, penyebaran makanan yang tidak diakui kehalalannya juga dapat ditemukan oleh konsumen.

Konsumen memerlukan jaminan mutu untuk mengkonsumsi makanan harian. Oleh karena itu jaminan kualitas makanan halal yang ada tidak boleh memberikan keraguan kepada kosumen. Untuk mengantisipasi kualitas makanan tidak halal, pihak pemerintah mendorong lembaga jaminan halal untuk mengeluarkan label halal yang dapat dikenali oleh konsumen. Sehingga dengan adanya standar jaminan mutu makanan halal dapat memberikan kenyamanan kepada

12Departemen Agama ”Pedoman Strategi Kampanye Sosial Produk Halal” Jakarta: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Dan Penyelengaraan Haji,( 2003).: 51-52.

(45)

konsumen dan pelaku usaha untuk mengembangkan makanan halal secara luas.Sertifikasi halal penting bagi perusahaan terutama industri makanan karena semua entitas atau pelaku usaha harus di perhatian mulai dari bahan baku sampai produk jadi yang sampai ke tangan konsumen.13

C. Makanan Halal

Makanan adalahmakanan yang tepat bagi manusia yang menginginkan mencapaikesalehan pribadi dan kesalehan sosial, sebab makanan itumemberi konstribusi, menurut bahasa adalah terjemahan dari kata tha'am bentuk tunggal dari athi'mah.Dalam bahasa Indoensia makanan berarti segala yang boleh dimakan seperti penganan, lauk pauk dan kue-kue.14

Makanan yang halalan thayyibanadalahmakanan yang dianjurkan Allah Swt. Dan bahkan itulah yangpantas bagi manusia yang mulia (ahsani taqwim). Dan para ulamatelah memberikan informasi, agar tetap memberikan makananyang halal lagi baik, tidak tercampur (sekalipun dikit)yang haram.Mengenai hal terakhir itu ulama telah menetapkan kaedah(fiqhiyah): “Apabila berkumpul barang yang halal dan yang haram(maka hukumnya) dimenangkan yang haram”.

13Ali, M, “Konsep Makanan Halal Dalam Tinjauan Syariah Dan Tanggung Jawab Produk Atas Produsen Industri Halal”, (2016): 291- 306.

14W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia , (Jakarta:

Balai Pustaka, 1976): 623.

(46)

Menurut al Khalil, seperti dikutip oleh Ibnu Faris dan Ibnu Manzhur, penggunaan kata tha'am (makanan/ ماعط ) dalam percakapan orang Arab dikhususkan pada gandum, seperti sabda Nabi Saw dari Abi Said al Khudry tentang zakat fitrah: " ماعطنماعاص " = satu sha gandum. Menurut Ibnu Manzhur dan Ensiklopedia al-Qur'an, tha'am ( ماعط ) adalah kata yang digunakan untuk semua jenis yang dimakan.

Sebagian yang lain berpendapat semua yang diairi lalu tumbuh, sebab itu tumbuh tanaman air tersebut menurut Ibnu Katsir, semua yang termasuk dalam kategori biji-bijian seperti gandum dan kurma. Menurut al-Thabary,tha'am ( ماعط ) adalah apa yang dimakan dan diminum. Sedangkan pengertian makanan menurut istilah adalah apa saja yang dimakan oleh manusia dan disantap, baik berupa barang pangan, maupun yang lainnya.15

Bahan yang digunakan dalam Proses Produk Halal terdiri atas bahan baku, bahan olahan, bahan tambahan, dan bahan penolong. Bahan yang dimaksud tersebut berasal dari:

a. hewan; b. tumbuhan; c. mikroba; atau d. bahan yang dihasilkan melalui proses kimiawi, proses biologi, atau proses rekayasa genetik. Bahan yang berasal dari hewan sebagaimana dimaksud pada dasarnya halal, kecuali yang diharamkan menurut syariat.

15Al-Sayyid Sabiq, Fiqh Al-Sunnah, Jilid III (Al-Qahirah: Dar Al Kitab Al Islamy, T. Th.): 246.

(47)

Berkembangnya zaman dan pesatnya kemajuan tekhnologi, para produsen memproduksi produk makanan dalam bentuk kemasan yang tidak menutup kemungkinan mencampurkan bahan olahan pangan dengan bahan yang dilarang agama. Sehingga kehalalan produk olahan tersebut diragukan. Bisa saja terjadi, bahan-bahan yang haram dimanfaatkan sebagai bahan baku, bahan tambahan atau bahan penolong pada berbagai produk olahan, karena dianggap lebih ekonomis.

Persepsi masyarakat tentang keharaman sebuah produk masih sangat sederhana sebelum teknologi pengolahan pangan pesat berkembang seperti sekarang. Masalah halal haramnya makanan atau minuman hanya terkait dengan ada atau tidaknya produk yang mengandung babi atau mengandung alkohol. Jika makanan atau minuman yang bebas dari kedua bahan tersebut, otomatis dianggap halal.

Namun kini, teknologi pengolahan pangan telah mengubah persepsi tersebut. Sebab produksi makanan untuk keperluan konsumsi tidak lagi hanya mengandalkan bahan utama saja, tetapi juga memerlukan bahan tamSertifikasi dan labelisasi halal membantu konsumen untuk mengetahui sifat dan produk, sehingga memungkinkan bagi konsumen untuk memilih berbagai produk yang saling bersaing (competing products). Informasi inilah yang dibutuhkan konsumen pada produk panganan halal, dengan informasi yang simetris,

(48)

konsumen dapat menentukan pilihannya untuk mengkonsumsi produk panganan halal, karena informasi yang simetris merupakan kesejahteraan (walfare) bagi konsumen, sehingga dengan sertifikasi dan dan labelisasi tercipta keadilan bagi konsumen.Makanan halal maupun haram sama-sama memiliki pengaruh besar dalam kehidupan seseorang, dalam akhlak, kehidupan hati, dikabulkan doa, dan sebagainya. Orang yang senantiasa memenuhi dirinya dengan makanan yang halal, maka akhlaknya akan baik, hatinya akan hidup dan doanya akan dikabulkan. Sebaliknya, orang yang memenuhi dirinya dengan makanan yang haram maka akhlaknya akan buruk, hatinya akan sakit, dan doanya tidak dikabulkan. Dan, seandainya saja akibatnya itu hanya tidak dikabulkannya doa. Maka itu sudah merupakan kerugian yang besar. Sebab, seorang hamba tidak terlepas dari kebutuhan berdoa kepada Allah SWT meskipun hanya sekejap mata.

Sesuatu yang halal itu sudah jelas, demikian pula yang haram, namun diantara keduanya ada perkara syubhat.

Rasulullah saw. bersabda,”Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Diantara keduanya ada perkara yang syubhat yang kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. Barang siapa yang menjaga dari yang syubhat, berarti dia telah menjaga din dan kehormatannya

(49)

dan barang siapa yang terjerumus dalam syubhat berarti dia terjerumus kepada yang haram.

Makanan haram adalahsetiap makanan yang dilarang Allah,larangan bagi umat Islam untukmemakannya.

Larangan inisesungguhnya didasarkan padaakibat buruk yang dapat ditimbulkanbagi setiap orang yangmemakannya.

Islam sebagai agama yangsuci dan menghargai kesucian,mengharamkan makanan-makanan dan minuman yang buruk, kotor, dan yang membahayakan tubuh dan aka lmanusia. Semua yang Allah haramkan untuk kita makan pasti mengandung keburukan bagi kesehatan tubuh dan akal manusia.

Sebagaimana seorang penggembala menggembala di sekitar larangan, maka lambat laun akan masuk ke dalamya.

Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki daerah larangan.

Adapun daerah larangan Allah adalah apa yang diharamkan- Nya.” (HR Bukhari & Muslim).16 Maknanya adalah yang halal itu. Berbagai jenis makanan dapat kita peroleh di pasaran, dari makanan yang manis hingga makanan yang masam semuanya dikemas dan disajikan dalam bentuk menarik. Tidak dapat dinafikkan lagi bahwa penyajian dan penampilan suatu makanan memegang peranan yang penting dalam pemasaran suatu produk makanan, baik makanan siap santapmaupu makanan dalam kemasan. Sehingga ada yang

16Zulaekah,”Halal Dan Haram Makanan Dalam Islam”, Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. (2005): 27.

(50)

mengatakan manusia memakan dengan mata bukan dengan mulut. Bagi umat Islam ada satu faktor yang jauh lebih penting dari sekedar rasa dan penampilan yaitu halal atau haram suatu makanan.

Umat Islam diajarkan untuk makan makanan yang bersih dan selamat. Islam sangat memperhatikan sekali sumber dan kebersihan makanan, cara memasak, cara menghidangkan, cara makan sampai pada cara membuang sisa makanan.Makanan halal maupun haram sama-sama memiliki pengaruh besar dalam kehidupan seseorang, dalam akhlak, kehidupan hati, dikabulkan doa, dan sebagainya. Orang yang senantiasa memenuhi dirinya dengan makanan yang halal, maka akhlaknya akan baik, hatinya akan hidup dan doanya akan dikabulkan. Sebaliknya, orang yang memenuhi dirinya dengan makanan yang haram maka akhlaknya akan buruk, hatinya akan sakit, dan doanya tidak dikabulkan. 17

Yusuf Qardhawi mendefinisikan istilah halal sebagai segala sesuatuyang boleh dikerjakan, syariat membenarkan dan orang yang melakukannya tidak dikenaisanksi dari AllahSwt. Haram berarti segala sesuatu atau perkara- perkara yang dilarang oleh syara‟(hukum Islam), jika perkara tersebut dilakukan akan menimbulkan dosa dan jika ditinggalkan akan berpahala. Segala aktivitas tentunya

17Zulaekah, Siti, Dan Yuli Kusumawati, “Halal Dan Haram Makanan Dalam Islam”, Skripsi, Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta, (2015): 25-28.

(51)

dilandasi oleh pencarian yang halal ini, tidak hanya makanan tapi juga termasuk pekerjaan dan kehidupan social lainnya.18 Makanan halal maupun haram sama-sama memiliki pengaruh besar dalam kehidupan seseorang, dalam akhlak, kehidupan hati, dikabulkan doa,dan sebagainya. Orang yang senantiasa memenuhi dirinya dengan makanan yang halal, maka akhlaknya akan baik, hatinya akan hidup dan doanya akan dikabulkan. Sebaliknya, orang yang memenuhi dirinya dengan mengkonsumsi makanan yang haram maka akhlaknya akan buruk,hatinya akan sakit, dan doanya tidak dikabulkan. Dalam konomi Syariah telah dijelskan mengenai Konsumsi yang baik.

Konsumsi ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan dayaguna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebituhan dan kepuasan secara langsung.19 Secara luas konsumsi adalah kegiatan untuk mengurangi atau mneghabiskan nilai guna suatu barang dan jasa, baik secara sekaligus maupun berangsur-angsur untuk memenuhi kebutuhan. Orang yang menghabiskan atau mengurangi kegunaan barang atau jasa disebut konsumen.20

18Yusuf Qardhawi “Halal dan Haram” (Bandung:Jabal,2007): 52.

19Sarwono, “Analisis Perilaku Konsumen Perspektif Ekonomi Islam”, Jurnal Inovasi Pertanian,( 2009): 45.

20Jaribah Bin Ahmadal Haris, “Fikih Ekonomi Umar Bin Khattab”

(Jakarta Timur: Pustaka Al Kausar Group, 2008): 135.

(52)

Adatigakriteriadasardalammenentukansuatumakananyan g diperbolehkan atau dilarang untuk dikonsumsi, yaitu halal, haram, dan syubhat.

sedangkan syubhat merupakankondisiyangberada diantara keduanya,dimana terdapatdalilyang tidakjelasmengenaihalal-haramnya suatumakananatau karenaadanya perbedaanpendapatdiantara paraahli fikihdalammenetapkansuatumakanan. Dalammenyikapihal- halyang syubhat,Islammenekankanuntukmengambil sikap hati-hati(wara‟) danmenjauhimakanansyubhatsupaya tidakterjerumus kepadahal-halyangharam.

Dalammemproses suatumakanan,kita

tidakbisalepasdaripemilihan bahan makanan dan penggunaan bahan-bahanmakanan tambahan. Bahan makanantambahan inidibuat dariberbagaisumber baikdari binatangmaupun tumbuhan.Jikadaritumbuhanstatushalaljarang

diragukan,akantetapi bagaimanaapabila bahantambahanmakananiniberasaldaribinatangjika binatang tersebutdarigolonganbinatangyang

diharamkanuntukdimakanmaka statusnyajelas.

Untuk bahan makanantambahanyang berasal dari dari

binatang mungkinakanmenimbulkan

keraguanbagiumatIslam,karena statushalal

(53)

makanantersebuttergantung padacarapenyembelihanyang dilakukan.21

Makanan dan minumanyang haram juga berakibat burukpada akal dan jiwa manusia. Orang yang sering makan dan minum yang haram akan menurun tingkat kecerdasan dan kemampuan berpikirnya.

Selain itu, dampak burukmakanan dan minumanyangharamdapat dirasakan tubuhmanusia.

Diantaranya adalahmelemahnya panca indera dan tidakberfungsinya berbagai macamanggota tubuh yang penting sepertijantung, paru-paru, hati, mata ginjal,dan gangguan urat syaraf.

Kehadiran logo halal diposisikan oleh konsumen muslim sebagai intepretasi nilai-nilai keislaman sebagai acuan untuk pemilihan produk halal. Kebersihan, kesucian dan baik atau buruk sesuatu pangan dan produk lainnya yang dikonsumsi oleh muslim senantiasa terkait dengan hukum halal atau haram. Oleh karena itu, seorang muslim perlu mengetahui informasi yang jelas tentang halal dan haram produk lainnya seperti makanan, minuman, kosmetika, obat dan barang lain.

21 Imam Buchori, Siti Musfiqo,“Sistem Ekonomi Islam”(Surabaya:

Uinsapress, 2014): 72.

(54)

BAB III

GAMBAR OBYEK PENELITIAN

A. Profil Panti Asuhan Bina Insani

Panti asuhan Bina Insani berdiri pada tahun 2010 yang didirikan oleh pasangan suami istri yang bernama Ir.H.Ahmad Naziri ST.MT dan Ir.Hj.Lela Wati ST. MT dan terdaftar didinas sosial dengan Nomor:AHU- 3270.AH.01.04.Tahun2011, dengan jumlah anak asuh sebanyak 26 anak yang terdiri dari 11 anak laki-laki dan 15 anak perempuan dan dengan 4 orang pengasuh yang terdiri dari 1 orang pengasuh laki-laki dan 3 orang pengasuh perempuan. Kegiatan yang dilakukan sehari-hari oleh anak- anak panti berupa sholat lima waktu, mengaji,belajar pelajaran sekolah dan bersih-bersih panti.

Struktur Organisasi Panti Asuhan Bina Insani

(55)

B. Lokasi

Panti Asuhan Bina Insani Beralamat Di Jalan Simpang Kandis Perumahan Kandis Raya No : 03 RT.20 RW 01. Kec.

Kampung Melayu Kota Bengkulu.

Gambar 1.1 Profil Panti Asuhan Bina Insani Pembina

H. Achmad Nazirin

Bendahara Jamaidah. S.Pd

Pengasuh Mis/Mustopa

Sekretaris Titin Ketua

Hj. Lelawati

35

(56)

BAB IV HASIL KEGIATAN

A. Temuan Hasil Kegiatan

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Panti Asuhan Bina Insani, Jl. Simpang Kandis Perumahan Kandis Raya. Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2021 – 12 Mei 2021 sudah terhitung mulai dari persiapan sampai dengan selesainya kegiatan,kegiatan dilakukan selama 1 jam.

Kegiatan dilaksanakan di Panti Asuhan Bina Insani, Jl.

Simpang Kandis Perumahan Kandis Raya. No, 03 rt. 20 rw.

01 Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi:

Rapat bersama pengurus panti yangdilaksanakan pada tanggal sekian di Panti Asuhan Bina Insani, Jl. Simpang Kandis Perumahan Kandis Raya. No, 03 rt. 20 rw. 01 Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Kegiatan rapat dilakukan melalui tahapan sebagai berikut:

1. Pembukaan yang dilakukan oleh pelaksana dengan bersama sama membaca lafadz basmallah

2. Mukaddimah yang disampaikan oleh Bima Yazida Akmal

3. Perkenalan sekaligus penyampaian maksud dan tujuan oleh mahasiswa pengabdian

37

(57)

4. Tanggapan pengurus panti terkait maksud dan tujuan oleh mahasiswa pengabdian.

5. Penutup dilanjutkan dengan foto bersama

Pada saat rapat pengurus panti asuhan bina insani menjelaskan keadaan panti dan jumlah anak-anak yang ada di panti dan tidak adanya sumber kebutuhan pangan yang selama ini masih sering membeli di pasar. Tak hanya itu pengurus panti juga menjelaskan pola hidup anak-anak dalam segi makanan sudah tercukupi dan ,hanya saja anak- anak dipanti asuhan masih kurang dalam memperhatikan makanan dan minuman kemasan yang sehat dan halal untuk mereka konsumsi.

B. Edukasi Rantai Nilai Halal Pada Makanan Dan Minuman Kemasan

Pengertian edukasi rantai nilai halal pada makanan dan minuman Merupakan upaya terintegrasi industri mulai dari input, produksi, distribusi, pemasaran, komsumsi. Dalam menghasilkan produk halal, input bahan baku mesti diperhatikan begitupula dengan teknologi pengolahan yang digunakan.Secara bahasa kata halal berarti terbuka.

Sedangkan secara istilah, menurut al-Jurjani berarti setiap sesuatu yang tidak dikenakan sanksi penggunaannya atau sesuatu perbuatan yang dibebaskan syariat untuk dilakukan, kemudian dalam penjelasan Imam Syaukani dinyatakan sebagai halal karena telah terurainya simpul tali atau ikatan

(58)

larangan yang mencegah.22Pendistribusian dan pemasaran produk makanan dan minuman halal harus menunjukkan nilai syariah, tidak boleh bercampur dengan makanan tidak halal. Dukungan rantai nilai tidak berhenti pada distribusi dan pemasaran, tetapi perlu penguatan lembaga keuangan syariah, regulasi dan pengembangan riset.

Industri makanan dan minuman masih menjadi salah satu sektor dalam industri pengolahan yang menjadi andalan, karena kontribusi sektor pengolahan makanan dan minuman terus menunjukan tren positif selama 5 tahun terakhir.Regulasi undang-undang nomor 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal telah ditetapkan, namun masih saja sertifikasi dan labelisasi produk halal dilakukan secara sukarela, sehingga keadilan yang diinginkan oleh ummat Islam masih sulit didapatkan karena muncul keragua-raguan, misalnya tempat-tempat umum yang banyak dijajakan makanan namun sering kali menjadi tanda tanya apakah produknya halal atau produknya tidak halal. Oleh karena itu penyelenggaraan jaminan produk halal berasaskan perlindungan, keadilan, kepastian hukum, akuntabilitas dan transparansi, efektivitas dan efesiensi serta profesionalitas.Jaminan produk halal berarti ada upaya menuju terciptanya kesehatan jiwa masyarakat yang

22Syarif Hidayatullah, Muhammad,“Sertifikasi Dan Labelisasi Halal Pada Makanan Dalam Perspektif Hukum Islam (Perspektif Ayat Ahkam)”,(

2020): 254.

(59)

seoptimal mungkin baik dari segi intelektual emosional, dan psikososial. Rasa aman dan ketenangan mengkonsumsi produk halal akan membawa seseorang pada kenyamanan jiwa yang berimbas pada sikap dan tindakan masyarakat dimana mereka tinggal. Pola mengkonsumsi makanan tidak halal akan menimbulkan efek kejiwaan mental yang mendalam. Maka tidaklah berlebihan bila banyak yang mengindikasikan bahwa keberingasan, perkelahian dan tidak bersahabat dari masyarakat tidak lepas dari pola mengkonsumsi produk tidak halal .

Pengembangan industri makanan dan minuman halal dimulai dari menjaga nilai kehalalan produk dari hulu ke hilir. Suatu produk harus terjaga kehalalannya mulai bahan baku hingga produk jadi yang siap konsumsi. Manajemen Penanganan produk harus berbeda dan terpisahkan antara yang halal dengan tidak halal.Dalam Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2018/2019, Otoritas sertifikasi Halal di Indonesia sepenuhnya ditangani oleh LPPOM - Majelis Ulama Indonesia, Namun berdasarkan UU No 34 2014 akan diserahkan kepada BPJPH di bawah Kementerian Agama.

Logo Halal MUI sudah dikenal di seluruh dunia dan diakui oleh berbagai badan setifikasi halal. Produk yang mencantumkan label halal menjadi pilihan utama Muslim secara nasional dan global.Sertifikasi dan labelisasi produk halal merupakan hasil pemikiran hukum Islam yang

(60)

semuanya dibangun atas pertimbangan maslahat. Misi yang dibawa oleh agama Islam sendiri adalah untuk kemaslahatan manusia. Begitu pula ketentuan-ketentuan hukumnya, tidak bisa dilepaskan dari pertimbangan maslahat atau tidak.

Namun demikian, apa yang disebut “kemaslahatan” dari masa ke masa selalu mengalami perubahan dan perkembangan seiring dinamika yang terjadi di tengah masyarakat. Maslahat berasal dari kata al-islah yang berarti damai dan tentram. Damai berorientasi pada fisik sedangkan tentram berorientasi pada psikis. Lawan dari maslahah adalah mafsadat dari fasada yafsudu artinya sesuatu yang merusak dan tidak baik.Dalam perspektif Islam konsep maslahat identik dengan manfaat. Segala sesuatu yang mengandung manfaat bagi dari upaya untuk memperolehnya maupun upaya menghindarkannya dari bahaya. Maslahat adalah manfaat yang menjadi tujuan Allah swt. terhadap hambanya, dalam hal menjaga agama, jiwa, akal, keturunan dan harta benda. Sementara manfaat adalah kenikmatan atau sesuatu yang menjadi perantara pada kenikmatan dan menolak bahaya ataupun semua yang menjadi perantaranya. Manfaat merupakan suatu standar yang berhubungan dengan kebaikan dalam kehidupan manusia. Manfaat dan maslahat yang ada dalam hukum Islam yaitu manfaat yang sesuai fitrah manusia, karena Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah demikian pula dengan hukum-hukum yang terkait

(61)

dengannya.Maslahat bisa dijadikan dalil, dampak maslahat dan mafsadah tidak hanya di dunia, tapi juga berdampak pada kehidupan akhirat, jadi pekerjaan yang menghasilkan sesuatu yang baik walaupun hasinya tidak secara langsung maka termasuk kategori amal saleh. Setiap pekerjaan yang diyakini akan membuahkan hasil yang baik di masa sekarang dan yang akan datang adalah termasuk maslahat. Maslahat tidak dinilai dari kenikmatan materi saja, akan tetapi sesgala sesuatu yang menjadi kebutuhan bagi tubuh, jiwa dan roh manusia. Maslahat agama menjadi dasar bagi maslahat yang lain, dan posisinya harus didahulukan.23

Maslahat diartikan sebagai manfaat atau pekerjaan yang mengandung manfaat. Menurut Imam al-Gazali maslahat adalah mengambil manfaat dan menolak kemudharatan dalam rangka memenuhi tujuan-tujuan syariat. Maslahat dikemukakan ulama ushul fikh dalam membahas metode yangdipergunakan saat melakukan istinbat yaitu menetapkan hukum berdasarkan dalil-dalil yang terdapat pada nash.

Kemaslahatan dari sisi syariah bisa dibagi tiga, ada yang wajib dilaksanakan, ada yang sunnah dilaksanakan dan ada yang mubah dilaksanakan dan kemafsadatan ada yang haram dilakukan dan ada yang makruh dilakukannya.24Dengan

23Ika Yunia Fausia Dan Abdul Kadir,“Prinsip Dasar Ekonomi Islam Perspektif Maqasishid Al-Syari‟ah”, (Cet. 2; Jakarta: Kencana, 2015): 111- 112.

24Izzuddin Bin Abd Al-Salam, “Qawaid Al-Ahkam Fi Mashalih Al-Anam, Juz I” (Dar Al-Jail, 1980): 11.

(62)

demikian kemaslahatan terhadap sertifikasi dan labelisasi halal adalah kemaslahatan dunia dan akhirat, dan dianjurkan untuk dilakukan karena terkait dengan perintah kewajiban untuk mengkonsumsi produk halal, dan tindakan preventif di era sekarang untuk mengetahui produk halal atau produk tidak halal maka tidak ada jalan lain selain pelaku usaha melakukan sertifikasi produknya dan mencantumkan labelisasi produk halal yang tentunya memudahkan masyarakat untuk memenuhi hajatnya.

Minuman yang haramadalah semua minuman yang Allahharamkan untuk kita minum. Semuaminuman yang diharamkan dalamIslam adalah berbahaya bagi akaldan tubuh manusia. Misalnya,khamar atau minuman keras yangdapat menghilangkan akal dankesadaran setiap orang yangmeminumnya sehingga ia tidakmengetahui setiap perbuatan yang ialakukan.

Saat ini, minuman yangharam banyak dikemas dalamberaneka bentuk yang menarik.Bentuk kemasan minuman yangmenarik itu sering membuat umat Islam terperdaya untukmeminumnya.25Oleh karenanya, kitaharus pintar-pintar memilihminuman yang halal sehingga tubuhkita terjaga dari hal-hal yang telahAllah haramkan.

25Al- Asyhar, Thobieb,“Bahaya Makanan Haram bagi Kesehatan Jasmani dan Kesucian Rohani”,Jakarta: PT. Almawardi Prima.v Al- Asyhar, Thobieb (2003): 145.

(63)

Mengonsumsi produk–produk haram, baik berupa pangan. (makanan danminuman), obat, dan kosmetik, adalah sesuatu yang harus dihindari oleh setiapmuslim. Hal itukarena mengkonsumsi produk - produk haram tidak hanya akanmembahayakan secara fisik bagi yang bersangkutan, tetapi juga membawakonsekuensi ukhrawi.

Untuk menjaminsetiap pemeluk agama beribadah dan menjalankan ajaran agamanya, Negaraberkewajiban memberikan perlindungan dan jaminan tentang kehalalan produkyang dikonsumsi dan digunakan konsumen muslim.

Saat ini kurang memperhatikan kehalalan suatu produk.

Padahal untukmemproduksi suatu produk tidak hanya memperhatikan bahan bakunya saja.Kehalalan suatu produk perlu dipertimbangkan. Karena dengan menjalani ajaranagama, menghendaki agar produk-produk yang dikonsumsi terjaminkehalalannya dan kesucianya secara hukum.26

Kehalalan sebagai parameter utama dalam proses pemilihan produk. Ketentuan ini membuat keterbatasan pada produk-produk makanan untuk memasuki pasar umat Muslim. Memastikanmakanan yang di konsumsi halal menjadi tanggung jawab bagi setiap muslim. Untuk mempermudah mengetahui makanan yang di konsumsi halal khususnyamakanan dalam kemasan maka dapat dilihat dari

26Al-Qardhawi, Yusuf „Halal dan Haram dalam Islam” Surakarta: Era Intermedia (203): 46.

Gambar

Tabel 1.1 Roadmap Pengabdian Masyarakat  N
Tabel 1.2 Jadwal Pelaksanaan PM
Tabel 1.3 Biaya Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat
Gambar 1.1 Profil Panti Asuhan Bina Insani Pembina
+7

Referensi

Dokumen terkait

Keunggulan dari kegiatan yang telah kami lakukan adalah anak-anak di Panti Asuhan At-Taqwa Batam dapat lebih mengerti mengenai pentingnya kedisiplinan dan kejujuran

Swimming Distance Assay Swimming activity test performed to determine if incubation with certain drugs in early embryonic development affects zebrafish neurobehavioral function.. This