EFEKTIFITAS PELAYANAN REGISTRASI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR PADA DINAS PERHUBUNGAN
KABUPATEN POLEWALI MANDAR
MUFTHIATURRAHMI Nomor Stambuk : 105610548015
PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2019
EFEKTIFITAS PELAYANAN REGISTRASI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR PADA DINAS PERHUBUNGAN
KABUPATEN POLEWALI MANDAR
Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Administrasi Negara
Disusun dan Diajukan Oleh MUFTHIATURRAHMI Nomor Stambuk : 105610548015
Kepada
PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2019
PERSETUJUAN
PENERIMAAN TIM
iv
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama Mahasisiwa : Mufthiaturrahmi Nomor Stambuk : 105610548015
Program Studi : Ilmu Administrasi Negara
Menyatakan bahwa benar karya ilmiah ini adalah penelitian saya sendiri tanpa bantuan dari pihak lain atau telah ditulis/dipublikasikan orang lain atau melakukan plagiat. Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi akademik sesuai aturan yang berlaku, sekalipun itu pencabutan gelar akademik.
Polewali, 15 Agustus 2019 Yang Menyatakan,
Mufthiaturrahmi
v
ABSTRAK
MUFTHIATURRAHMI. 2019. Efektifitas Pelayanan Registrasi Pengujian Kendaraan Bermotor pada Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar (di bimbing oleh Budi Setiawati dan Anwar Parawangi)
Efektivitas adalah hal pokok untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditargetkan di dalam suatu organisasi, kegiatan ataupun program. Disebut efektif apabila target atau tujuan yang telah ditentukan telah tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Untuk mengetahui efektivitas pelayanan registrasi Pengujian Kendaraan Bermotor di Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar dalam pelayanan pengujian kendaraan bermotor.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif yaitu tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesa tertentu melainkan untuk menemukan gambaran mengenai efektifitas pelayanan. Data dan informasi yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh dari keterangan informan yaitu orang-orang yang dianggap mengetahui dan bisa dipercaya dalam memberikan informasi yang akurat dengan menggunakan dua macam data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam peneltian ini adalah observasi langsung ke lokasi penelitian, wawancara secara mendalam dan dokumentasi di lokasi penelitian.
Hasil peneltian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendaftaran menggunakan smartphone belum begitu efektif apabila diterapkan di Kabupaten Polewali Mandar dikarenakan masih banyak pengguna jasa pengujian dalam hal ini supir belum menggunakan smartphone dan kurang paham tentang tekhnologi disamping itu jaringan internet belum dapat diakses diseluruh wilayah kabupaten Polewali Mandar. Namun disisi lain aplikasi KIR Online sangat efektif digunakan oleh pegawai Pengujian dalam melaksanakan tugas dalam hal administrasi dan pelaporan. Ini dapat dilihat dari efektifnya waktu yang digunakan, kecermatan dalam bekerja mengurangi kesalahan administrasi, serta pemberian gaya pelayanan sudah cukup baik yang memberikan kepuasan terhadap beberapa pengguna jasa pengujian kendaraan.
Kata kunci: efektivitas,pelayanan,registrasi.
KATA PENGANTAR
Assalamu’Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Efektifitas Pelayanan Registrasi Pengujian Kendaraan
Bermotor Berbasis Online”.
Skripsi ini merupakan tugas akhir yang diajukan untuk memenuhi syarat dalam memperoleh gelas sarjana Ilmu Administrasi Negara Pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar.
Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat:
1. Ibu Dr.Hj. Budi Setiawati, M.Si selaku Pembimbing I dan Bapak Dr. Anwar Parawangi, M.Si selaku Pembimbing II yang senantiasa meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.
2. Ibu Dr. Hj. Ihyani Malik, S.Sos., M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar.
3. Bapak Nasrulhaq, S.Sos., MPA selaku Ketua Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar.
4. Para dosen dan staf yang tidak sempat penulis sebutkan namanya satu persatu yang telah memotivasi, mendorong dan berdiskusi dengan penulis hingga menyelesaikan program studi pada Jurusan Ilmu Administrasi Negara di UNISMUH Makassar.
5. Ucapan terima kasih kepada seluruh informan yang berada pada Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar atas kesediannya memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengambil data dalam rangka merampungkan penelitian.
6. Penulis berterima kasih secara istemewa atas segala doa, keikhlasan, cinta, kasih sayang, motivasi dan segala pengorbanannya untuk kesuksesan penulis kepada kedua orang tua saya tercinta, Abd. Salam dan ibunda Sukmawati, saudara-saudaraku, serta seluruh keluarga besar saya yang tidak sempat saya sebutkan namanya satu persatu, terima kasih banyak atas segala dukungan dan doanya selama ini.
7. Teman-teman dari kelas G 2015, teman-teman seperjuangan Jurusan Ilmu Administrasi Negara 2015. Penulis ucapkan terima kasih.
8. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan namanya satu persatu yang telah membantu dalam penyelesaian tugas akhir ini baik secara langsung maupun tidak langsung.
Demi kesempurnaan skripsi ini, saran dam kritik yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan. Semoga karya skripsi ini bermanfaat dan dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi pihak yang membutuhkan.
Polewali, Juli 2019
MUFTHIATURRAHMI
ix
DAFTAR ISI
Halaman Sampul ... i
Halaman Pengajuan Skripsi ... ii
Halaman Persetujuan ... iii
Halaman Penerimaan Tim ... iv
Halaman Pernyataan Keaslian Karya Ilmiah ... v
Abstrak ... vi
Kata Pengantar... vii
Daftar Isi ... x
Daftar Tabel ... xi
Daftar Gambar ... xii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 5
C. Tujuan Penelitian ... 5
D. Kegunaan Penelitian ... 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Efektifitas ... 7
B. Kerangka Pikir ... 17
C. Fokus Penelitian ... 19
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Lokasi Penelitian ... 20
B. Jenis dan Tipe Penelitian ... 20
C. Sumber Data ... 21
D. Informan Penelitian ... 21
E. Teknik Pengumpulan Data ... 22
F. Teknik Analisis Data ... 24
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Objek Penelitian ... 25
B. Hasil Penelitian ... 52
C. Pembahasan ... 67
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 71
B. Saran ... 72
DAFTAR PUSTAKA ... 73 RIWAYAT HIDUP
LAMPIRAN
x
DAFTAR TABEL
Tabel 4.1 Informan Penelitian ... 22
Tabel 4.1 Luas Daerah Kabupaten Polewali Mandar menurut Kecamatan .... 26
Tabel 4.2 Jumlah Penduduk berdasarkan Kecamatan dan Jenis Kelamin di Kabupaten Polewali Mandar, 2017 ... 29
Tabel 4.3 Sumber Daya Manusia berdasarkan tingkat Pendidikan ... 45
Tabel 4.4 Sumber Daya Manusia Berdasarkan Golongan... 46
Tabel 4.5 Sumber Daya Manusia berdasarkan jenis kelamin... 46
Tabel 4.6 Standar Pengujian Kendaraan Bermotor di Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar ... 49
Tabel 4.7 Perlengkapan dan Alat Uji PKB di Dinas Perhubungan ... 58
Tabel 4.7 Jumlah kendaraan yang telah di Uji Tahun 2018 ... 68
xi
DAFTAR GAMBAR
Tabel 2.1 Bagan Kerangka Pikir ... 18
Tabel 4.1 Peta Kabupaten Polewali Mandar ... 27
Tabel 4.2 Bagang Struktur Organisasi Dinas Perhubungan ... 43
Tabel 4.2 Alur Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor... 51
xii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Efektivitas adalah hal pokok untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditargetkan di dalam suatu organisasi, kegiatan ataupun program. Disebut efektif apabila target atau tujuan yang telah ditentukan telah tercapai. Efektivitas memiliki arti berhasil atau tepat guna. Tolok ukur efektivitas dalam arti tercapainya target atau tujuan yang telah direncanakan sebelumnya adalah sebuah indikator dimana suatu target telah tercapai sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya .
Pemerintah dalam hal ini melakukan sistem pelayanan harus mempertimbangkan efektifnya pelayanan tersebut. Salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah adalah bagaimana pemerintah mampu menjalangkan kegiatan secara efektif dan efisien, karena selama ini pemerintah sebagai pemberi layanan kepada masyarakat terkesan berbelit-belit, penuh dengan kolusi, korupsi dan nepotisme, serta tak ada standar yang pasti. Sejumlah patologi tersebut menjadi hambatan untuk dapat mewujudkan sebuah pelayanan yang memuaskan masyarakat.
Kepuasan merupakan kesan atau penilaian antara hasil kerja petugas penyedia layanan dengan harapan pelanggan. Jika suatu pelayanan tidak terpenuhi harapan, maka pelayanan tersebut dianggap tidak efektif serta pelanggan tidak puas dengan layanan yang diberikan. Sebaliknya jika proses pelayanan memenuhi harapan, maka kemungkinan pelanggan merasa cukup puas dengan pelayanan yang diberikan serta proses pelayanan tersebut dikatakan efektif.
Memberikan pelayanan publik yang terbaik untuk keperluan masyarakat pada suatu instansi pemerintahan harus sesuai dengan aturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan sebelumnya. Oleh karena itu, pelayanan harus dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat oleh penyelenggara negara yang pada gilirannya akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pengurusan yang menyankut pelayanan seperti pembuatan akta, pembayaran pajak, pembuatan identitas, pengujian kendaraan bermotor dan lainnya juga diselenggarakan oleh instansi publik pemerintah, bukan swasta. Sehingga harus mampu memberikan pelayanan yang efektif dalam berbagai hal kepada masyarakat.
Pelayanan pada dasarnya dapat diartikan sebagai “aktivitas orang, kelompok atau organisasi baik secara langsung atau tidak langsung untuk memenuhi kebutuhan”. Masyarakat setiap waktu selalu menginginkan pelayanan publik yang
baik dari pemerintah, meskipun pada dasarnya tersebut sering tidak sesuai dengan harapan. Hal seperti ini terjadi karena pelayanan yang dilakukan lingkup Pemerintah masih ada yang bersifat manual tanpa menggunakan sistem berbasis aplikasi. Hal ini berdampak kurang baik terhadap perkembangan efektifitas peningkatan pelayanan dan kurang berkembangnya inovasi dalam pelayanan.
Perkembangan teknologi digital khususnya yang menggunakan teknologi komputerisasi berbasis data sudah semakin mengglobal, oleh karna itu kebutuhan akan sebuah aplikasi sistem juga semakin meningkat. Fitur yang dimiliki oleh komputerisasi dengan perangkat teknologi penunjangnya, memudahkan dalam mendistribusikan program aplikasi mudah dan praktis sehingga dapat di akses
kapan dan dimanapun. Dalam hal ini Pengujian Kendaraan Bermotor sangatlah penting selain memenuhi regulasi Peraturan Mentri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 33 Tahun 2018, dengan adanya Uji KIR adalah untuk mengecek kondisi kesiapan kendaraan angkutan barang dan penumpang laik jalan atau tidak. Oleh karena itu adanya Pengujian Kendaraan Bermotor ini setiap 6 (enam) bulan sekali untuk kendaraan umum atau kendaraan angkutan barang.
Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar mengeluarkan inovasi untuk mengatasi antrian yang terjadi saat pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor dengan meluncurkan aplikasi yaitu Sistem Informasi dan Pendaftaran Online atau yang disebut KIR Online. Selain diperuntukan untuk mengatasi antrian pendaftaran pelayanan uji KIR yang ada di Kabupaten Polewali Mandar KIR Online tersebut berguna untuk memonitoring sistem administrasi dan pelaporan yang ada di UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor di Kabupaten Polewali Mandar.
Para pengguna hanya perlu mendownload aplikasi kemudian mendaftarkan diri dengan memasukkan nomor handphone, identitas, nomor polisi kendaraan dan waktu uji KIR. Permasalahan yang terjadi sebelum adanya KIR Online ini adalah antrian untuk mendaftar yang cukup menyita waktu yang dilakukan secara manual kemudian muncul aplikasi KIR Online yang diluncurkan pada bulan Agustus 2018 Yang digunakan para pengguna untuk melakukan pendaftaran secara online, jadi aplikasi KIR online ini sudah berjalan kurang lebih Sembilan bulan, namun permasalahan yang terjadi di Kabupupaten Polewali Mandar yakni para pemilik kendaraan kebanyakan tidak menggunakan smartphone sehingga mereka tidak dapat mengakses aplikasi KIR Online. Para pemilik kendaraan yang tidak memiliki
smartphone tentunya masih melakukan uji KIR secara manual dengan cara melakukan registrasi lansung ke Kantor UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor.
Sebelum aplikasi KIR Online diluncurkan Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali mandar menerapkan sistem manual, setelah aplikasi KIR Online diluncurkan masyarakat kemudian dipersilahkan mendaftar melalui aplikasi.
Adapun jumlah kendaraan yang telah di Uji oleh PKB Dinas Perhubungan bulan Juni sebelum menggunakan aplikasi Online sebanyak 106 Kendaraan ada sedikit perbedaan dengan pada periode September yang sudah menggunakan Aplikasi Online sebanyak 156 kendaraan, perbedaan ini menunjukan adanya kemudahan dalam mengakses pendaftaran serta mengefisienkan waktu yang digunakan untuk pelayanan.
Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar menerangkan telah menyediakan pendaftaran uji KIR berbasis online namun hingga saat ini sebagian masyarakat belum menggunakan sistem aplikasi KIR online untuk mendaftar. Hal ini masyarakat masih bingun mengenai cara penggunaann aplikasi KIR online tersebut serta masih banyak pemilik kendaraan yang belum memiliki smartphone.
Dalam Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government telah dijelaskan tujuan pengembangan e-Government untuk meningkatkan kualitas pelayanan secara efektif yang dalam pemanfaatannya dapat diakses dengan mudah dan murah oleh semua kalangan masyarakat.
Sudah seharusnya penerapan sistem pelayanan berbasis online dalam sistem pemerintahan dapat memberi Efektifitas serta kemudahan untuk mempersingkat
proses pelayanan sehingga dapat tercapainya efektifitas pelayanan dari penerapan sistem aplikasi online khususnya aplikasi KIR Online itu sendiri. Sehingga penulis akan menganggap topic ini menarik untuk diangkat sebagai masalah yang akan diteliti.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan fenomena yang telah dikemukakan pada latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:
Bagaimana efektivitas pelayanan registrasi Pengujian Kendaraan Bermotor di Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar dalam pelayanan pengujian kendaraan bermotor di Kabupaten Polewali Mandar?
C. Tujuan Penelitian
Sehubungan dengan rumusan masalah penelitian yang telah diungkapkan, ditentukan tujuan penelitian yang ingin dicapai yaitu:
Untuk mengetahui efektivitas pelayanan registrasi Pengujian Kendaraan Bermotor di Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar dalam pelayanan pengujian kendaraan bermotor di Kabupaten Polewali Mandar.
D. Kegunaan Penelitian
Dalam Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
a. Manfaat Teoritis
1. Hasil ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan efektifitas pelayanan pengujian kendaraan bermotor berbasis online di Kabupaten Polewali Mandar sehingga semuanya
berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan bersama terutama masyarakat dan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan guna keselamatan bersama.
2. Memberikan sumbangan pemikiran bagi peneliti yang melakukan penilitian dalam bidang dan lingkup yang serupa dimasa-masa yang akan datang.
b. Manfaat Praktis
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran pada Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar dalam melakukan pengujian terhadap kendaraan bermotor di Kabupaten Polewali Mandar sehingga dapat mengurangi resiko kecelakaan dan selalu mengutamakan keselamatan pengguna kendaraan bermotor itu sendiri terutama kenadaraan proyek atau kendaraan milik perusahaan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep Efektifitas
Efektivitas merupakan konsep strategis bagi kelangsungan hidup organisasi. Konsep efektivitas merupakan aspek penting dalam pencapaian tujuan yang akan di capai oleh organisasi. Efektivitas adalah suatu keadaan yang mengandung pengertian terjadinya sesuatu efek akibat yang dikehendaki.
Jika seseorang berbuat sesuatu dengan maksud tertentu, maka orang tersebut dapat dikatakan efektif jika menimbulkan efek sebagaimana yang dikehendakinya. (Anonim, 2005: 50)
Menurut Kurniawan (2005: 109) “Efektivitas merupakan kapasitas dan kemampuan seseorang menjalamkam tugas, fungsi (operasi program atau misi) dari pada suatu lembaga atau kelompok yang tidak adanya tekanan atau paksaan diantara pelaksananya”.
Menurut Atmosoeprapto (2002: 139) menyatakan “Efektivitas ialah melakukan hal yang tepat, efektivitas adalah seberapa jauh pencapaian suatu tujuan dan efisien adalah bagaimana kita menggabungkan segala sumber daya yang ada secara tepat”.
Efektivitas ialah suatu indikator mendeskripsikan sejauh mana target dapat tercapai. Hal tersebut sangat berperang penting dalam suatu organisasi dan berguna untuk melihat perkembangan yang akan dicapai oleh suatu organisasi itu sendiri (Sedarmayanti, 2006:61).
Dalam suatu organisasi di dalam program kerjanya menginginkan adanya pencapaian target. Tujuan dari suatu organisasi akan tercapai segala kegiatannya dengan berjalan efektif apabila didukung oleh sistem pelayanan yang baik. Menurut Agung Kurniawan (2005:109) Mengatakan efektivitas, sebagai berikut: “Efektivitas merupakan kemampuan menjalankan tugas dan fungsi (operasi kegiatan program atau misi) dari suatu lembaga atau organisasi yang tidak mempunyai tekanan atau ketegangan diantara pelaksanaannya”.
Berdasarkan beberapa pandangan di atas mengenai efektivitas, dapat ditarik kesimpulan bahwa efektivitas adalah suatu indikator yang menyatakan sejauh mana tujuan dan sasaran (kuantitas,kualitas dan waktu) yang telah dicapai oleh suatu lembaga atau organisasi sesuai dengan perencanaan sebagai target yang sudah ditentukan sebelumnya. Hal ini sesuai dengan pandangan oleh Hidayat (2006) yang mengatakan bahwa :“Efektivitas ialah suatu indikator yang menyatakan sejauh mana target (kualitas, kuantitas dan waktu) telah tercapai. Dimana semakin tinggi persentase target yang dicapai,makin tinggi efektivitasnya”. Suatu kegiatan dapat dikatakan efisien apabila dilakukan dengan tepat dan sesuai dengan standard prosedur oprasional dan memberikan hasil yang bermanfaat.
1. Ukuran Efektivitas
Mengukuran efektivitas suatu lembaga atau organisasi bukanlah sesuatu yang sangat sederhana, karena efektivitas dapat dilihat dari berbagai sudut pandang dan tergantung siapa yang menginterpretasikannya
Adapun indikator mengenai tercapainya tujuan efektif atau tidak, seperti yang dikemukakan oleh S.P.Siagian (2008:77), yaitu:
a. Kejelasan target atau sasaran yang dicapai, hal ini dimaksdukan agar karyawan dapat bekerja sesuai dengan sasaran dan tujuan organisasi yang ingin dicapai.
b. Kejelasan strategi pencapaian target, sudah diketahui bahwa strategi merupakan “pada jalan” yang telah diikuti dalam melaksanakan berbagai upaya untuk mencapai target yang direncanakan supaya para implementer tetap pada koridor pencapaian tujuan organisasi.
c. Proses analisa dan perumusan kebijakan yang baik, berkaitan dengan target yang ingin dicapai dan strategi yang telah direncankan artinya kebijakan harus mampu menjadi jembatan dari tujuan dengan usaha pelaksanaan kegiatan operasional.
d. Perencanaan yang matang, pada intinya berarti memutuskan sekarang apa yang dilakukan oleh lembaga atau organisasi dimasa yang akan datang.
Dalam menyusun rencana kerja yang tepat suatu rencana yang baik masih perlu diuraikan dalam program-program pelaksanaan yang tepat
e. sebab jika tidak, para pelaksana akan kurang memiliki panduan dalam bertindak dan bekerja.
f. Tersedianya sarana dan prasarana kerja, salah satu tolok ukur efektivitas lembaga atau organisasi adalah kemampuan bekerja secara produktif.
Dengan fasilitas yang disediakan oleh lembaga atau organisasi.
g. Sistem pengawasan dan pengendalian dengan cara mendidik dikarenakan sifat manusia yang tidak luput dari kesalahan maka efektivitas suatu organisasi menuntut adanya sistem pengawasan dan pengendalian.
2. Dimensi Efektivitas
Barnard dalam Prawirosentono (2008: 27) yang menyatakan bahwa efektivitas adalah keadaan dinamis dari semua rangkaian proses pelaksanaan tugas dan fungsi kegiatan sesuai dengan target dan kebijakan yang telah ditentukan sebelumnya.
Dimensi Efektivitas Program diuraikan menjadi indikator (1) Kejelasan tujuan program; (2) Kejelasan strategi pencapaian target program; (3) perumusan kebijakan program yang mantap; (4) penyusunan program yang tepat; (5) Penyediaan sarana dan prasarana; (6) Efektivitas operasional program; (7) Efektivitas fungsional program; (8) Efektivitas tujuan program;
(9) Efektivitas sasaran program; (10) Efektivitas individu dalam pelaksanaan kebijakan program; dan (11) Efektivitas unit kerja dalam pelaksanaan kebijakan program. oleh faktor-faktor pendukung efektivitas.
Menurut Azhar Kasim (1993:16) dalam upaya mengukur efektivitas, terdapat 3 (tiga) metode dasar yang dapat dijadikan instrument yaitu :
1. Model Sistem Rasional, dalam sistem ini menekankan pada produktivitas dan efisiensi.
2. Model Sistem Alamiah, dalam sistem ini menekankan pada segi moral dan kekompakannya dari anggota organisasi.
3. Model Sistem terbuka, dalam sistem ini menekankan pada dimensi perolehan sumber daya dan kemampuan mengadaptasi diri terhadap lingkungannya.
Gibson (1997:32) mencoba mengungkapkan kriteria pengukuran efektivitas, meliputi : kriteria efektivitas jangka pendek (produksi, efisiensi, kepuasan) dan kriteria efektivitas jangka panjang (kelangsungan hidup).
Dengan mempertimbangan dimensi waktunya, organisasi dapat dikatakan efektif dari segi kriteria produktivitas, kepuasan, adaptasi dan pengembangan.
3. Konsep Pelayanan Publik
Pelayanan dapat diartikan sebagai fasilitas. Pelayanan berhubungan erat dengan kemampuan memberikan sesuatu kepada orang lain agar dapat menimbulkan simpatik bagi orang tersebut. Menurut Lupiyoadi dan Hamdani (2008: 5) mengatakan bahwa “Pelayanan atau jasa merupakan aktivitas ekonomi yang hasilnya (output) bukan menhasilkan produk dalam bentuk fisik. Menurut Kotler dalam Tjiptono (2006: 6), “Jasa adalah setiap tindakan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya bersifat intangibles (tidak berwujud fisik)”. Sedangkan menurut Tjiptono (2006: 23), “Jasa
sebagai aktivitas, manfaat yang menghasilkan kepuasan yang ditawarkan untuk dijual”.
Pelayanan publik diartikan sebagai layanan kepentingan/keperluan orang atau masyarakat yang mempunyai kepentingan pada suatu kelompok itu sesuai dengan aturan dasar dan tata cara yang telah ditentukan. Pemerintahan pada dasarnya adalah pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu Birokrasi publik bertanggung jawab serta bekewajiban untuk memberikan suatu pelayanan profesional (Tesis Irsan, 2012 : 9). Menurut Moenir (2001:13) Pelayanan publik merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh individu atau organisasi dengan acuan sistem, prosedur dan metode melalui tertentu dalam publik adalah mempersiapkan pelayanan publik sesuai yang dibutuhkan oleh publik.
4. Konsep Pengujian Kendaraan Bermotor
Uji kelayakan kendaraan bermotor biasa dikenal oleh masyarakat umum dengan nama KIR. Kir sebenarnya berasal dari bahasa belanda keur yang berarti penghargaan. Sehingga uji kelayakan kendaraan bermotor berarti sebuah penghargaan yang diberikan kepada kendaraan bermotor yang telah melakukan pengujian. Menurut PP No. 55 (2012) tentang Kendaraan,
“Pengujian Kendaraan Bermotor merupakan serangkaian kegiatan memeriksa dan/atau menguji komponen kendaraan bermotor, kereta gandeng, kereta tempelan dalam rangka persyaratan teknis dan laik jalan”. Menguji kendaraan
dalam hal ini adalah mencoba fungsi-fungsi pada kendaraan seperti sistem penerangan, kemudi, rem, dan lain-lain, sedangkan memeriksa adalah melihat kondisi bagian atau komponen kendaraan bermotor.
Uji Kendaraan Bermotor tertuang dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan yang terdiri dari pasal berikut :
Pasal 49
(1) Kendaraan Bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan yang diimpor, dibuat dan/atau dirakit di dalam negeri yang akan dioperasikan di Jalan wajib dilakukan pengujian.
(2) Pengujian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. Uji tipe b. Uji berkala.
Uji kelayakan kendaraan bermotor terbagi menjadi dua jenis, yaitu uji tipe dan uji berkala. Uji tipe merupakan pengujian kendaraan yang dilakukan sebelum kendaraan tersebut dijual kepada khalayak umum. Sedangkan uji berkala merupakan pengujian kendaraan yang dilakukan setelah kendaraan tersebut dijual kepada khalayak umum dan wajib lakukan setiap enam bulan sekali.
Menurut PP No. 55 (2012) “uji tipe adalah pengujian kendaraan
bermotor yang dilaksanakan terhadap fisik kendaraan bermotor, kereta gandengan, atau kereta tempelan sebelum kendaraan bermotor dirakit dan/atau dibuat dan/atau diimpor secara massal serta kendaraan bermotor yang dimodifikasi”. Dalam melakukan uji tipe akan melalui beberapa kegiatan yaitu
pengujian fisik kendaraan, pengujian laik jalan, dan penelitian rancang bangun kendaraan. Berikut penjelasan dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada uji tipe kendaraan :
(1) Pengujian fisik kendaraan
Pengujian fisik akan dilakukan pemeriksaan dan pengecekan dengan melihat komponen pada kendaraan bermotor secara langsung seperti landasan kendaraan, dan badan kendaraan bermotor. Pada landasan kendaraan bermotor pemeriksaan tersebut meliputi nomor dan kondisi rangka kendaraan bermotor, nomor dan tipe motor penggerak, kondisi tangki bahan bakar, kondisi corong pengisi bahan bakar, kondisi pipa saluran bahan bakar, kondisi sistem converter kit bagi kendaran bermotor yang menggunakan bahan bakar tekanan tinggi, kondisi dan posisi pipa pembuangan, ukuran dan ban sesuai yang diizinkan, kondisi ban, kondisi sistem suspensi berupa pegas dan penyangganya, kondisi rem utama, kondisi penutup atau casing lampu-lampu dan alat pemantul cahaya, kondisi panel instrument pada dashboard kendaraan, kondisi kaca spion, bentuk bumper, kondisi ban candangan, dan kondisi badan kendaraan. Selain melakukan pemeriksaan juga melakukan pengecekan yang meliputi kondisi penerus daya dengan menjalankan maju dan mundur kendaraan, sudut bebas kemudi, kondisi rem parkir, fungsi semua lampu dan alat pemantul cahaya, fungsi penghapus kaca, dan berfungsinya sabuk keselamatan. Sedangkan pada badan kendaraan bermotor pemeriksaan tersebut meliputi kondisi spakboard, kondisi alat tanggap darurat untuk mobil bus, kelengkapan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan, kondisi kaca- kaca, kondisi perisai kolong, dan pengarah angina untuk mobil bak muatan tertutup. Dan melakukan pengecekan yang meliputi fungsi klakson, kondisi
sabuk keselamatan, ukuran tempat duduk, bagian dalam kendaraan, dan akses keluar darurat.
(2) Pengujian laik jalan
Pada kegiatan pengujian laik jalan akan dilakukan pengujian terhadap kendaraan bermotor untuk memastikan kendaraan bermotor laik untuk jalan. Pengujian tersebut meliputi uji emisi gas buangan, uji kebisingan suara, uji efisiensi rem utama dan rem parkir, uji kincup roda depan, uji tingkat suara klakson, uji daya pancar dan arah sinar lampu utama, uji radius putar, uji akurasi alat penunjuk kecepatan, uji kesesuaian kinerja roda dan kondisi ban, uji kesesuaian daya mesin penggerak terhadap berat kendaraan, uji berat kendaraan, uji posisi roda depan, uji untuk kerja mesin, uji kemampuan jalan, uji penghapusan kaca depan, uji sabuk keselamatan, dan uji suspensi (PP No. 55 Tahun 2012).
5. Aplikasi Online
Kata online berasal dari bahasa inggris kata on dan line, on berarti hidup, dan line berarti saluran. Sehingga online merupakan keadaan dimana komputer atau aplikasi yang berada dalam komputer terhubung dengan jaringan global. Online sangat erat hubungannya dengan website, karena dalam mengakses website komputer harus terlebih dahulu terhubung dalam jaringan internet. Menurut Sibero (2011) “Website merupakan suatu sistem yang berkaitan dengan dokumen yang digunakan sebagai media untuk menampilkan multimedia pada jaringan internet”. Website terdiri dari beberapa jenis, antara lain mesin pencari, portal informasi, blog, toko online, situs perusahaan, dan
website sistem informasi. Masing-masing jenis website tersebut memiliki fungsi yang berbeda, salah satunya adalah website sistem informasi yang merupakan website yang terdiri komponen yang saling bekerja sama dan berfungsi untuk mengolah data dan menghasilkan informasi yang bermanfaat.
Dalam rekayasa perangkat lunak, aplikasi web digunakan untuk mengakses penjelajah web melalui suatu jaringan seperti Internet yang mempunyai kode dalam bahasa Pemprograman yang didukung penjelajah web antara lain :
1. PHP sebagai bahasa pemrograman script server-side yang didesain untuk pengembangan web.
2.
JSP (Java Server Pages) merupakan suatu teknologi web berbasis bahasa pemrograman java dan berjalan pada platform java3.
Active Server Pages atau disingkat ASP adalah salah satu bahasa pemrograman web untuk membuat halaman web yang dinamis.4.
Python adalah bahasa program interpretatif multifungsi dengan filosofi rancangan yang berfokus pada tingkat keterbacaan kode aplikasi web.Banyak keuntungan yang diberikan oleh Aplikasi berbasis Web dari pada aplikasi berbasis desktop, oleh karena itu aplikasi berbasis web banyak digunakan oleh perusahaan dengan beberapa alasan :
1. Akses informasi yang mudah.
2. Setup server lebih simple.
3. Informasi lebih mudah didistribusikan.
4. Bebas informasi dapat ditampilkan oleh browser web.
B. Kerangka Pikir
Efektivitas kerja organisasi sangat bergantung pada efektivitas kerja dari tim yang bekerja didalamnya. Sangat sukar untuk mengukur efektivitas kerja, karena penilaiannya sangat subjektif dan sangat bergantung pada penerima pelayanan tersebut. Kesukarannya yaitu terletak pada penarikan generalisasi yang akhirnya berlaku secara umum. Artinya, meskipun bersifat individual, namun ada kriteria yang dapat digunakan untuk menilai dan mengukur efektivitas kerja dari suatu organisasi yang memberikan pelayanan. Seperti menurut Siagian (2009 : 60) yaitu (1) Waktu, (2) Kecermatan,serta (3) Gaya Pemberian Pelayanan. Selain itu dalam efektivitas pelayanan maupun efektivitas kerja dari suatu organisasi memiliki faktor penghambat maupun pendorong yang dapat meningkatkan maupun membuat penurunan bagi efektivitas kerja dari organisasi tersebut.
Efektivitas pelayanan merupakan pengukuran dalam arti tercapainya target dan sasaran yang telah ditentukan sebelumnya.
Adapaun indikator dari efektivitas pelayanan adalah:
1. Waktu yaitu mampu tepat waktu dalam bekerja serta cekatan dan cepat dalam memberikan pelayanan terhadap kostumer.
2. Kecermatan yaitu dalam memberikan pelayanan harus secara mendetail dan terarah agar tidak terjadi kesalahan.
3. Gaya Pemberian Pelayanan yaitu bagaimana cara dan kebiasaan pemberi pelayanan dalam membuat rasa nyaman kepada pelanggan.
Gambar 2.1 Kerangka Pikir
EFEKTIVITAS PELAYANAN PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR
INDIKATOR EFEKTIVITAS PELAYANAN 1. Waktu
2. Kecermatan
3. Gaya Pemberi pelayanan
Kepuasan Pengguna Jasa Pengujian Kendaraan Bermotor di Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar
C. Fokus Penilitian
Adapaun defenisi Fokus penelitian ini adalah sebagai berikut :
Efektivitas pelayanan adalah pengukuran dalam artian terwujudnya sasaran dan target yang telah direncanakan sebelumnya.
Adapaun indikator dari efektivitas pelayanan adalah:
1. Waktu yaitu mampu tepat waktu dalam bekerja serta cekatan dan cepat dalam memberikan pelayanan terhadap kostumer.
2. Kecermatan yaitu dalam memberikan pelayanan harus secara mendetail dan terarah agar tidak terjadi kesalahan.
3. Gaya Pemberian Pelayanan yaitu bagaimana cara dan kebiasaan pemberi pelayanan dalam membuat rasa nyaman kepada pelanggan.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Waktu dan Lokasi Penelitian
Penilitian ini dilaksanakan pada Kantor UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar. Adapun alasan Pemilihan lokasi tersebut adalah kantor UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor selaku unit pelaksana teknis Dinas Perhubungan dituntut kemampuannya dalam memberikan pelayanan dan kinerja yang efektif. Diketahui Dinas perhubungan untuk unit pelaksanaan teknis yaitu UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor sangat berperan penting dalam memberikan kepastian bahwa kendaaran bermotor sudah layak jalan dan aman untuk di kendarai serta tidak mencemari lingkungan sekitar.
B. Jenis dan Tipe Penelitian
Jenis Penelitian ini adalah Kualitatif sedangkan Tipe penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian deskriptif kualitatif ini adalah adalah untuk menganalisis serta mengetahui Efektivitas pelayanan registrasi Pengujian Kendaraan Bermotor Kabupaten Polewali Mandar
C. Sumber Data
Ada dua jenis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini, yaitu:
1. Data Sekunder.
Sumber data awal dalam penelitian ini adalah data sekunder yang peniliti dapatkan melalui dokumen-dokumen, peraturan- peraturan, serta laporan yang berhubungan langsung dengan kinerja Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar dalam pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor. Data sekunder tersebut penulis dapatkan di kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar.
2. Data Primer.
Data primer penulis dapatkan diperoleh secara langsung dari lokasi penelitian yaitu di Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar dan di tempat-tempat yang relevan dengan penelitan ini. Data tersebut peneliti dapatkan melalui wawancara dengan informan yang berkaitan dengan masalah penelitian, dan juga melalui observasi atau pengamatan langsung terhadap objek penelitian.
D. Informan Penelitian
Peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling dalam menentukan informan penelitian ini. Purposive sampling merupakan penentuan informan tidak berdasarkan strata, kedudukan pedoman atau wilayah tetapi didasarkan pada adanya tujuan dan pertimbangan tertentu yang tetap berhubungan dengan permasalahan penelitian ini. Sesuai dengan kebutuhan peneliti terkait dengan Efektivitas
Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor Berbasis Online di Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar, maka informan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut
Tabel 3.1 Informan Penelitian
No Informan Jumlah Informan
1 Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali
Mandar 1
2
UPTD. Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar sebagai pelaksana teknis Pengujian Kendaraan Bermotor
1
3
Staf Pegawai UPTD PKB Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar sebagai operator dari Alat Pengujian Kendaraan Bermotor.
3
4 Masyarakat 3
Jumlah 8
E. Tekhnik Pengumpulan Data
Peneliti memilih Jenis penelitian kualitatif maka data yang diperoleh haruslah mendalam, jelas dan spesifik. Pengumpulan data dapat diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi.
1. Interview (Wawancara) Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data primer yaitu penulis melakukan wawancara dengan beberapa informan seperti pegawai Dinas Perhubungan, masyarakat atau pengguna jasa pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor di Kabupaten Polewali Mandar, serta pihak- pihak yang relevan dengan penelitian. Wawancara tersebut dilakukan guna mempertanyakan mengenai pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor. Dari wawancara tersebut, penulis dapat mengetahui dan mendeskrpsikan Efektivitas
Dinas Perhubungan dalam pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor berbasis online di Kabupaten Polewali Mandar. Wawancara yang peneliti lakukan secara tersetruktur maupun tidak terstruktur sesuai dengan fokus penelitian ini.
2. Observasi Observasi dalam penelitian ini dilakukan dengan mengamati lokasi di tempat berlangsungnya pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor yaitu di Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar. Adapun hasil observasi ini sangat membantu dalam proses penelitian ini karena penulis dapat mengetahui mengenai proses pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor. Hal tersebut menambah gambaran penulis mengenai kinerja Dinas Perhubungan dalam pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor. Peneliti juga melakukan observasi di terminal Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar, dimana terminal tersebut terdapat beberapa kendaraan bermotor jenis angkutan barang. Peneliti melakukan observasi pada kendaraan tersebut dengan melihat tanda samping dari kendaraan, apakah kendaraan tersebut sudah melakukan pengujian atau kendaraan telah melampaui batas pengujian berkala
3. Dokumentasi Teknik Dokumentasi yang peneliti lakukan dengan cara mengumpulkan data dan informasi penunjang melalui berbagai dokumen berupa laporan-laporan, peraturan-peraturan, jurnal-jurnal, dan hasil- hasil penelitian yang berkaitan dengan penelitian ini. Dokumen tersebut membantu penulis guna melengkapi materi-materi tentang kinerja Dinas Perhubungan dalam Pengujian Kendaraan Bermotor jenis angkutan barang. Dokumentasi sangat diperlukan guna menunjang data yang ada dan dapat pula dijadikan sebagai bahan referensi penelitian. Serta dokumentasi juga dalam hal ini
berupa foto atau gambar yang di peroleh dari Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar.
F. Tekhnik Analisis Data
Teknik analis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif, dimana pemaparan kenyataan yang peneliti peroleh dari lapangan yang kemudian dianalisis dan dinarasikan sesuai dengan mekanisme penulisan skripsi. Adapun komponen dalam analisis data, yaitu:
1. Reduksi data. Pemilihan data yang peneliti lakukan dengan memilih informasi mana yang dianggap sesuai dan tidak sesuai dari hasil wawancara dengan informan maupun observasi di lapangan, serta dokumentasi yang berupa dokumen-dokumen yanng berkaitan dengan permasalahan penelitian
2. Penyajian data. Penyajian data yang penulis lakukan dengan membuat uraian penjelasan atau narasi serta tabel. Penyajian data tersebut berdasarkan infomasi yang sesuai dengan penelitian.
3. Penarikan kesimpulan. Penarikan kesimpulan dilakukan secara teliti dan cermat dengan menggunakan verifikasi berupa tinjauan ulang pada catatan-catatan sehingga data dapat di uji validitasnya. Dimana penelitian yang valid bersifat masuk akal, kredibel dan terpercaya.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Profil Kabupaten Polewali Mandar
Kabupaten Polewali Mandar terletak di Sulawesi Barat dengan luas wilayah sebesar 2.022,30 km2. Secara administratif, Kabupaten Polewali Mandar terdiri atas 16 kecamatan. Kecamatan yang paling luas wilayahnya adalah Tubbi Taramanu dengan luas 356,95 km2. Sementara kecamatan dengan luas wilayah terkecil adalah Kecamatan Tinambung dengan luas 21,34 km2 atau 1,06 persen. Kecamatan Matangnga merupakan kecamatan terjauh yang berjarak 70,3 km antar pusat kecamatan dari ibukota kabupaten. Kabupaten Polewali Mandar terletak pada posisi antara 3o 4’ 7,83”
- 3o 32’ 3,79” Lintang Selatan dan antara 118o 53o 57,55" - 119o 29o 33,31"
Bujur Timur
Kabupaten ini dibatasi
Sebelah Utara : Kabupaten Mamasa Sebelah Timur : Kabupaten Pinrang Sebelah Selatan : Selat Makassar Sebelah Barat : Kabupaten Majene
Tabel 4.1. Luas Daerah Kabupaten Polewali Mandar menurut Kecamatan
Sumber : BPS Polewali Mandar dalam Angka 2018 a. Peta Wilayah Kabupaten Polewali Mandar
Kabupaten Polewali Mandar merupakan salah satu Kabupaten yang ada di sulawesi barat terdiri atas 16 kecamatan. Kecamatan yang paling luas wilayahnya adalah Tutar dengan luas 356,95 km2. Sementara kecamatan dengan luas wilayah terkecil adalah Kecamatan
Tinambung dengan luas 21,34 km2 Kecamatan Matangnga merupakan kecamatan terjauh yang berjarak 70,3 km antar pusat kecamatan dari ibu kota kabupaten yaitu Kecamatan Polewali.
Gambar 4.1 Peta Kabupaten Polewali Mandar
Sumber : BPS Kabupaten Polewali Mandar 2018 b. Demografi
Sebagai pelaku dari pembangunan, penduduk merupakan sasaran dari pembangunan itu sendiri. Karena pada dasarnya semua program pembangunan memang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk. Olehnya itu, informasi keberadaan penduduk yang akurat dapat memperlancar pembangunan pemerintah. Pada tahun 2017, jumlah penduduk Polewali Mandar sebanyak 432.692 jiwa. Jumlah ini meningkat dari tahun
2016 yang sebanyak 427.484 jiwa. Laju pertumbuhan penduduk meningkat dari 1,11 persen pada tahun 2016 menjadi 1,22 persen pada tahun 2017. Jika dirinci menurut jenis kelamin, penduduk Polewali Mandar masih didominasi oleh perempuan dengan sex ratio hingga 96,3 persen.
Dari 16 kecamatan yang ada terlihat jika Kecamatan Polewali sebagai ibukota Kabupaten Polewali memiliki populasi yang terbesar, hingga 61.072 jiwa. Populasi terbesar kedua adalah Campalagian yang mencapai 56.605 jiwa. Populasi dua kecamatan ini mencapai 27 persen populasi penduduk Polewali Mandar
Tabel.4.2 Jumlah Penduduk berdasarkan Kecamatan dan Jenis Kelamin di Kabupaten Polewali Mandar, 2017
Sumber : BPS Polewali Mandar dalam Angka 2018
2. Profil Dinas Perhubungan
Dinas Perhubungan atau disingkat Dishub daerah Kabupaten Polewali Mandar, provinsi Sulawesi Barat. Dishub Kabupaten Polewali Mandar dulunya bernama Dishubkominfo, pada tahun 2017 Dishubkominfo berubah menjadi Dinas Perhubungan atau Dishub. Dinas Perhubungan memiliki tugas untuk melaksanakan kebijakan perhubungan atau transportasi untuk wilayah Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Adapun fungsi dari Dinas perhubungan adalah merancang kebijakan bidang perhubungan, penyelenggaraan administrasi dan perizinan angkutan perhubungan, serta evaluasi dan pelaporan terkait bidang perhubungan, Dishub juga mempersiapkan SDM lebih awal dengan bekerja sama dengan sekolah ikatan dinas seperti Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD).
Melalui Dinas Perhubungan, aturan terkait transportasi dimusim padat seperti mudik hari raya diatur. Dishub rutin memberikan pelayanan bagi para pemudik dengan mendirikan posko res area yang dapat dimanfaatkan pemudik beristirahat, yang selalu bekerjasama dengan kementerian perhubungan.
Untuk wewenang, Dinas Perhubungan diberikan wewenang untuk mengeluarkan izin persuratan terkait transportasi seperti izin usaha angkutan, izin angkutan penumpang, izin angkutan barang, Izin Trayek, Izin Trayek Angkutan Antar Jemput, izin Operasi Angkutan Sewa, izin Operasi Angkutan Pariwisata, Surat Persetujuan izin Trayek (SPIT) dan lainnya.
1. Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Perhubungan
Dinas Perhubungan adalah unsur pelaksana tugas Pemerintah Daerah di bidang Perhubungan yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Polewali Mandar Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Polewali Mandar. Terkait tugas dan fungsi mengacu pada Peraturan Bupati Nomor 50 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar. Unsur pimpinan dan pembantu pimpinan memiliki Tugas sebagai berikut:
1. Kepala Dinas
Kepala Dinas mempunyai tugas membantu Bupati dalam melaksanakan urusan Perhubungan yang menjadi kewenangan Daerah. Dalam melaksanakan tugas Kepala Dinas menyelenggarakan fungsi :
a) Perumusan kebijakan Perhubungan;
b) Pelaksanaan kebijakan Perhubungan
c) Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan Perhubungan
d) Pelaksanaan administrasi dinas sesuai dengan lingkup tugasnya; dan e) Pelaksanaan tugas lain yang diamanahkan oleh Bupati terkait dengan
tugas dan fungsinya.
2. Sekretariat Dinas
Sekretariat Dinas mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam melakukan kegiatan Penyelenggaraan administrasi umum, kepegawaian, keuangan, perlengkapan, perencanaan dan penganggaran. Dalam melaksanakan tugas, Sekretariat Dinas menyelenggarakan fungsi :
a. Penyusunan petunjuk teknis penyelenggaraan kesekretariatan;
b. Penyusunan rencana kerja teknis dan operasional kesekretariatan;
c. Penyelenggaraan administrasi umum dan rumah tangga;
d. Penyelenggaraan perencanaan dan penganggaran;
e. Penyelenggaraan pengelolaan perlengkapan dan administrasi aset;
f. Penyelenggaraan administrasi kepegawaian;
g. Penyelenggaraan administrasi keuangan h. Penyelenggaraan administrasi pelaporan
i. Penyelenggaraan koordinasi dan mitra kerja di bidang administrasi dengan perangkat kerja terkait;
j. Penyelenggaraan evaluasi serta pelaporan administrasi umum, kepegawaian, keuangan, perlengkapan, perencanaan dan penganggaran, hubungan kerja di bidang administrasi dengan perangkat daerah terkait
2.1.Sub Bagian Keuangan, Perencanaan dan Pelaporan
Sub Bagian Keuangan, Perencanaan dan Pelaporan mempunyai tugas mengendalikan pengelolaan keuangan, penyusunan perencanaan dan pelaporan Satuan Kerja. Dalam melaksanakan tugas, Sub Bagian Keuangan, Perencanaan dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a. Penyusunan petunjuk teknis pengendalian keuangan, perencanaan dan
pelaporan
b. Penyusunan rencana kerja teknis dan operasional pengendalian keuangan, perencanaan dan pelaporan
c. pengendalian administrasi keuangan d. Pengendalian perbendaharaan
e. Pengendalian verifikasi administrasi keuangan
f. Pengendalian administrasi gaji, tunjangan dan tambahan penghasilan;
g. Pengendalian akuntansi dan pelaporan keuangan h. Pengendalian penyusunan perencanaan strategis i. Pengendalian penyusunan rencana kerja tahunan
j. Pengendalian penyusunan rencana kerja anggaran dan dokumen pelaksanaan anggaran
k. Pengendalian penyusunan perencanaan kinerja berjenjang dan rencana aksi kegiatan
l. Pengendalian pemantauan dan evaluasi serta pelaporan program dan kegiatan serta pengukuran kinerja unit
m. Pengendalian penyusunan laporan akuntabilitas kinerja
n. pengendalian penyusunan laporan penyelenggaraan pemerintahan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Dinas
o. Fungsi lain yang diberikan sesuai dengan tugas dan fungsi bidangnya 2.2.Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas mengendalikan pengelolaan administrasi umum dan kepegawaian. Dalam melaksanakan tugas, Sub Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi :
a. penyusunan petunjuk teknis pengendalian pengelolaan administrasi umum dan kepegawaian
b. Penyusunan rencana kerja teknis dan operasional pengendalian pengelolaan administrasi umum dan kepegawaian
c. Pengendalian administrasi ketatausahaan d. Pengendalian pengelolaan perlengkapan e. Pengendalian pengelolaan kerumahtanggaan f. Pengendalian administrasi barang
g. Pengendalian pengelolaan informasi public
h. Pengendalian pengelolaan pengaduan dan survei kepuasan i. Pengendalian administrasi kepegawaian
j. Pengendalian ketaatan jam kerja dan peningkatan kinerja pegawai;
k. Pengendalian pemantauan dan evaluasi serta pelaporan pengelolaan administrasi umum dan kepegawaian
l. Fungsi lain yang diberikan sesuai dengan tugas dan fungsi bidangnya
3. Bidang Bina Perhubungan
Bidang Bina Perhubungan mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan perhubungan. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Bina Perhubungan menyelenggarakan fungsi
a. Penyusunan petunjuk teknis pembinaan perhubungan
b. Penyusunan rencana kerja teknis dan operasional pembinaan perhubungan
c. Penyelenggaraan pembinaan manajemen dan rekayasa Lalu Lintas
d. Penyelenggaraan pengembangan sarana dan prasarana perhubungan darat dan perairan
e. Penyelenggaraan koordinasi teknis pembinaan perhubungan;
f. Penyelenggaraan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pembinaan perhubungan;dan
g. Fungsi lain yang diberikan sesuai dengan tugas dan fungsi bidangnya.
3.1.Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL)
Seksi MRLL memiliki tugas mengendalikan kegiatan manajemen dan rekayasa lalu lintas sebagai berikut:
a. Penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan MRLL
b. Penyusunan rencana kerja teknis dan operasional pelaksanaan MRLL c. Pengendalian penyusunan rencana umum jaringan transportasi jalan;
d. Pengendalian penyusunan kelas jalan pada jaringan jalan dalam kewenangan kabupaten
e. Pengendalian penentuan lokasi rambu-rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas serta fasilitas keselamatan pengguna jalan lainnya
f. Pengendalian penataan lalu lintas pada jaringan dan ruas jalan g. Pengendalian ketertiban, keamanan dan kelancaran lalu lintas h. Pengendalian koordinasi teknis pelaksanaan MRLL
i. Pengendalian pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan MRLL j. Fungsi lain yang diberikan sesuai dengan tugas dan fungsi bidangnya 3.2.Seksi Sarana Prasarana Darat dan Perairan
Seksi Sarana Prasarana Darat dan Perairan mempunyai tugas mengendalikan pengembangan dan pengelolaan sarana prasarana lalu lintas darat dan perairan. Dalam melaksanakan tugas Seksi Sarana Prasarana Darat dan Perairan menyelenggarakan fungsi :
a. Penyusunan petunjuk teknis pengembangan dan pengelolaan sarana prasarana lalu lintas darat dan perairan
b. Penyusunan rencana kerja teknis dan operasional pengembangan dan pengelolaan sarana prasarana lalu lintas darat dan perairan
c. Pengendalian analisa kebutuhan sarana prasarana lalu lintas darat dan perairan
d. Pengendalian pengembangan dan pemeliharaan sarana prasarana lalu lintas darat dan perairan
e. Pengendalian koordinasi teknis pengembangan dan pengelolaan sarana prasarana lalu lintas darat dan perairan
f. Pengendalian pemantauan, evaluasi dan pelaporan pengembangan dan pengelolaan sarana prasarana lalu lintas darat dan perairan
g. Fungsi lain yang diberikan sesuai dengan tugas dan fungsi bidangnya 4. Bidang Angkutan
Bidang Angkutan mempunyai tugas menyelenggarakan pengelolaan angkutan. Dalam melaksanakan tugas, Bidang Angkutan menyelenggarakan fungsi :
a. Penyusunan petunjuk teknis pengelolaan angkutan
b. Penyusunan rencana kerja teknis dan operasional pengelolaan angkutan c. Penyelenggaraan Angkutan Darat dan Perairan
d. Penyelenggaraan Angkutan Barang
e. Penyelenggaraan koordinasi teknis pengelolaan angkutan
f. Penyelenggaraan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pengelolaan angkutan
g. Fungsi lain yang diberikan sesuai dengan tugas dan fungsi bidangnya
4.1.Seksi Angkutan Darat dan Perairan
Seksi Angkutan Darat dan Perairan mempunyai tugas mengendalikan pengelolaan Angkutan Darat dan Perairan. Dalam melaksanakan tugas, Seksi Angkutan Darat dan Perairan
a. penyusunan petunjuk teknis pengelolaan Angkutan Darat dan Perairan b. Penyusunan rencana kerja teknis dan operasional pengelolaan
Angkutan Darat dan Perairan
c. Pengendalian penetapan jumlah armada angkutan orang dalam trayek dan tidak dalam trayek
d. Penyiapan penetapan dan pemanfaatan jaringan trayek angkutan penumpang dalam trayek
e. Pengendalian penyiapan penetapan wilayah operasi angkutan penumpang tidak dalam trayek
f. Pengendaliaan pengawasan dan penertiban angkutan penumpang g. Pengendalian pengujian kelayakan angkutan darat dan perairan
h. Pengendalian pelayanan rekomendasi ijin usaha angkutan, ijin trayek dan ijin operasi angkutan orang
i. Pengendalian perhitungan tarif angkutan penumpang j. Pengendalian pengelolaan Angkutan Darat dan Perairan
k. Pengendalian pemantauan, evaluasi dan pelaporan pengelolaan Angkutan Darat dan Perairan
l. Fungsi lain yang diberikan sesuai dengan tugas dan fungsi dibidangnya.
4.2.Seksi Angkutan Barang
Seksi Angkutan Barang mempunyai tugas mengendalikan pengelolaan angkutan barang. Dalam melaksanakan tugas, Seksi Angkutan Barang menyelenggarakan fungsi:
a. Penyusunan petunjuk teknis pengelolaan angkutan barang
b. Penyusunan rencana kerja teknis dan operasional pengelolaan angkutan barang
c. Pengendalian pelayanan rekomendasi usaha angkutan barang
d. Pengendalian pelaksanaan pembinaan perusahaan penyelenggara angkutan barang
e. Pengendalian pelaksanaan pengujian kelayakan angkutan barang f. Pengendalian jaringan lintas angkutan barang
g. Pengendaliaan pengawasan dan penertiban angkutan barang h. Pengendalian koordinasi teknis pengelolaan angkutan barang
i. Pengendalian pemantauan, evaluasi dan pelaporan pengelolaan angkutan barang
j. Fungsi lain yang diberikan sesuai dengan tugas dan fungsi dibidangnya.
5. Bidang Pengawasan dan Pengendalian Lalu Lintas
Bidang Pengawasan dan Pengendalian Lalu Lintas mempunyai tugas menyelenggarakan pengawasan dan pengendalian lalu lintas. Dalam melaksanakan tugas, Bidang Pengawasan dan Pengendalian Lalu Lintas menyelenggarakan fungsi :
a. Penyusunan petunjuk teknis pengawasan dan pengendalian lalu lintas b. Penyusunan rencana kerja tekhnis dan operasional pengawasan dan
pengendalian lalu lintas.
c. Penyelenggaraan operasional dan pengendalian lalu lintas darat dan perairan
d. Penyelenggaraan pengawasan kelengkapan peralatan keselamatan angkutan darat dan perairan
e. Penyelenggaraan koordinasi teknis pengawasan dan pengendalian lalu lintas
f. Penyelenggaraan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pengawasan dan pengendalian lalu lintas
5.1.Seksi Operasional dan Pengendalian Lalu Lintas Darat dan Perairan Seksi Operasional dan Pengendalian Lalu Lintas Darat dan Perairan mempunyai tugas mengendalikan operasional dan pengendalian lalu lintas darat dan perairan. Dalam melaksanakan tugas, Seksi Operasional dan Pengendalian Lalu Lintas Darat dan Perairan menyelenggarakan fungsi :
a. Penyusunan petunjuk teknis operasional dan pengendalian lalu lintas darat dan perairan
b. Penyusunan rencana kerja teknis dan operasional pelaksanaan operasional dan pengendalian lalu lintas darat dan perairan
c. Pengendalian pelaksanaan inventarisasi terhadap pelanggaran lalu lintas angkutan darat dan perairan
d. Pemeriksaan kendaraan dan penertiban angkutan penumpang umum dan angkutan barang
e. Pengendalian ketertiban, keamanan dan kelancaran arus lalu lintas darat dan perairan
f. Pengendalian pelaksanaan penyidikan terhadap pelanggaran lalu lintas dan angkutan darat dan perairan
g. Pengendalian koordinasi teknis Operasional dan Pengendalian Lalu Lintas Darat dan Perairan
h. Pengendalian pemantauan, evaluasi dan pelaporan Operasional dan Pengendalian Lalu Lintas Darat dan Perairan;dan
i. Fungsi lain yang diberikan sesuai dengan tugas dan fungsi dibidangnya..
5.2.Seksi Bimbingan Keselamatan Lalu Lintas
Seksi Bimbingan Keselamatan Lalu Lintas mempunyai tugas mengendalikan pelaksanaan bimbingan keselamatan lalu lintas. Dalam melaksanakan tugas, Seksi Bimbingan Keselamatan Lalu Lintas menyelenggarakan fungsi :
a. Penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan bimbingan keselamatan lalu lintas
b. Penyusunan rencana kerja teknis dan operasional pelaksanaan bimbingan keselamatan lalu lintas
c. Pengendalian pemberian bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pelaksanaan kebijakan lalu lintas darat dan perairan
d. Pengendalian pemberian bimbingan keselamatan lalu lintas e. Pengendalian promosi dan publikasi keselamatan lalu lintas
f. Pengendalian pemberian bimbingan kepada pihak perusahaan dan atau pengemudi angkutan penumpang dan angkutan barang tentang kebijakan angkutan dan lalu lintas darat dan perairan
g. Pengendalian koordinasi teknis pelaksanaan bimbingan keselamatan lalu lintas
h. Pengendalian pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan bimbingan keselamatan lalu lintas
i. Fungsi lain yang diberikan sesuai dengan tugas dan fungsi dibidangnya..
6. Kelompok Jabatan Fungsional
Kelompok jabatan fungsional berkedudukan sebagai unsur pembantu Pimpinan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Kelompok jabatan fungsional memiliki tugas menyelenggarakan sebagian tugas Kepala Dinas sesuai dengan bidang keahlian dan kebutuhannya.
Gambar 4.2. Bagang Struktur Organisasi Dinas Perhubungan Kabupaten
KEPALA DINAS
SEKRETARIS DINAS
Kasub.
Perencanaan&Pelaporan
Kasub. Umum &
Kepegawaian
BIDANG ANGKUTAN BIDANG WASDAL LALIN
BIDANG PERHUBUNGAN
Seksi Angkutan Darat&Perairan Seksi Angk. Barang
Seksi Operasional &
Pengendalian Lalin Seksi Bimbingan
Keselamatan Seksi Manajemen dan
Rekayasa Lalu Lintas Seksi Sarana Prasarana
Darat dan Perairan
JABATAN FUNGSIONAL UPT. PKB UPT PERPARKIRAN UPT TERMINAL UPT KEPELABUHANAN
57
3. Sumber Daya Manusia Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar Dalam menyelenggarakan fungsi dan tugas pokok dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas untuk menjalankan hal tersebut. Berikut adalah sumber daya manusia di Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar tahun 2019. Secara kuantitas dan kualitas Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar didukung oleh 119 orang dengan rincian 32 (tiga puluh dua orang) Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 87 orang masih berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT)
1. Sumber Daya Manusia Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Berdasarkan tingkat pendidikannya sumber daya manusia yang menjadi pegawai di Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul didominasi oleh lulusan SMA/SMK yaitu sebanyak 12 orang dan pegawai yang memperoleh gelar sarjana yaitu sebanyak S1 16 orang dan S2 4 orang. Dan dapat dijelaskan pada tabel dibawah ini:
58
Tabel 4.3. Sumber Daya Manusia berdasarkan tingkat Pendidikan
Unit Kerja
Kualifikasi Pendidikan
Jumlah
SMA/SMK DIII S1 S2
Kepala Dinas 1 1
Sekretariat 6 2 2 10
Bidang Perhubungan 3 3
Bidang Angkutan 2 3 5
Bidang Wasdal 1 2 1 4
UPT PKB 1 1
UPT Terminal 3 2 5
UPT Perparkiran 2 2
UPT Kepelabuhanan 1 1
Jumlah 12 13 7 32
Sumber Data : Dinas Perhubungan Tahun 2019 2. Sumber Daya Manusia Berdasarkan Golongan
Berdasarkan jenis golongan sumber daya manusia yang ada di Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul di dominasi oleh golongan III yaitu sebanyak 28 orang dan yang paling sedikit adlah golongan I sebanyak 6 orang, untuk lebih jelasnya dijelaskan pada tabel dibawah ini:
59
Tabel 4.4 Sumber Daya Manusia Berdasarkan Golongan
No Golongan Jumlah
1 Golongan I 0
2 Golongan II 12
3 Golongan III 17
4 Golongan IV 3
Jumlah 32
Sumber Data: Dinas Perhubungan Tahun 2019
3. Sumber Daya Manusia Berdasarkan Jenis Kelamin
Pengelompokkan sumber daya manusia berdasarkan jenis kelamin di Dishub Kabupaten Polewali Mandar di dominasi oleh laki-laki dan lebih lengkap dijelaskan pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.5 Sumber Daya Manusia berdasarkan jenis kelamin
No Jenis Kelamin Jumlah
1 Laki-laki 22
2 Perempuan 10
Jumlah 32
Sumber Data : Dinas Perhubungan Tahun 2019
Penelitian ini adalah mengenai Efektifitas registrasi Pengujian Kendaraan Bermotor menggunakan aplikasi berbasis Online (KIR Online) Dengan menggunakan beberapa pertanyaan mengenai seberapa Efektif sistem Registrasi Pengujian Kendaraan bermotor dengan penerapan aplikasi berbasis online.
60
Kemudian peneliti memberikan pertanyaan saat melakukan wawancara dengan pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar. wawancara dilakukan dengan beberapa Pegawai Pengujian Kendaraan Bermotor. Wawancara dilakukan peneliti di Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar. wawancara yang digunakan peneliti berhubungan dengan indikator-indikator yang ada dalam Efektifitas Sistem registrasi Pengujian Kendaraan Bermotor berbasis online.
adapun perntanyaan yang diajukan terdiri atas dua kategori yakni untuk Pegawai UPT Pengujian Kendaraan Bermotor sebagai indikator dalam melaksanakan tugas dan pertanyaan untuk pemilik atau pengguna jasa Pengujian Kendaraan Bermotor.
Kemudian peneliti mengelompokkan hasil wawancara berdasarakan aspek aspek yang ada pada setiap indikator penerapan aplikasi sistem pendaftaran berbasis online. Selanjutnya peneliti melakukan analisa hasil wawancara tersebut.
4. Pengujian Kendaraan Bermotor
Pengujian kendaraan bermotor adalah serangkaian menguji dana tau memeriksa bagian-bagian kenderaan bermotor, kereta gandingan, kereta tempelan, dan kendaraan khusus dalam rangka pemenuhan terhadap persyaratan teknis dan laik jalan yang di lakukan secara berkala.
Sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang Republik Indonesia No.
22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan pada Pasal 49 ayat 1, bahwa kenderaan bermotor, kereta gandingan, yang akan dipakai di Jalan wajib dilakukan pengujian.
Pelayanan pengujian kendaraan bermotor adalah pemeriksaan kondisi kendaraan yang dilakukan oleh penguji untuk memenuhi persyaratan laik jalan
61
atau tidak. Dari pengecekan fisik kendaraan tersebut, maka sangat dibutuhkan good service dalam lancarnya proses pengujian itu sendiri. Kendaraan bermotor jenis angkutan barang adalah yaitu setiap kendaraan bermotor selain sepeda motor, mobil penumpang dan mobil bus yang digunakan sebagai sarana pengangkutan barang.
Kelayakan kendaraan angkutan barang adalah salah satu ketentuan utama yang wajib diperhatikan oleh pengguna kendaraan jenis pengangkutan barang. Hal tersebut dikarenakan dalam proses angkut barang dijalan raya kendaraan jenis angkutan barang adalah sarana utama dalam melaksanakan pengangkutan barang.
62
Tabel 4.6 : Standar Pengujian Kendaraan Bermotor di Dinas Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar
No. Komponen Keterangan
1 Jenis Pelayanan Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor
2 Dasar Hukum 1. UU No. 22 Tahun 2009
Tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan
2. Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012 tentang kendaraan 3. Keputusan Mentri Perhubungan
Nomor KM.71 Tahun 1993 Tentang Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor
4. Peraturan Daerah No. 16 Tahun 2011
3 Persyaratan 1. Formulir permohonan uji 2. Foto Copy STNK
3. Foto Copy Identitas
4 Prosedur 1. Pemilik Kendaraan di Aplikasi KIR Online atau Loket
Pendaftaran
2. Pengujian Kendaraan oleh Petugas penguji
3. Penentuan lulus uji oleh petugas Penguji
4. Jika tidak lulus uji, kendaraan dikembalikan kepada pemilik untuk dilakukan perbaikan 5. Jika kendaraan dinyatakan lulus
Uji, maka pemilik membayar retribusi dan akan
Diberikan tanda lulus uji, berupa Buku uji, plat uji dan tanda Samping