EFEKTIVITAS KONSELING GIZI BERBASIS TELEHEALTH TERHADAP ASUPAN KARBOHIDRAT DAN KADAR GLUKOSA
DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI POLIKLINIK INTERNA RSUD BALI MANDARA
Oleh:
NI PUTU DIAN SAVITRI NIM. P07131221115
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
PROGRAM STUDI GIZI DAN DIETETIKA PROGRAM SARJANA TERAPAN
DENPASAR
2022
ii
EFEKTIVITAS KONSELING GIZI BERBASIS TELEHEALTH TERHADAP ASUPAN KARBOHIDRAT DAN KADAR GLUKOSA
DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI POLIKLINIK INTERNA RSUD BALI MANDARA
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Menyelesaikan Pendidikan Program Studi Gizi dan Dietetika Program Sarjana Terapan Poltekkes Kemenkes Denpasar
Oleh :
NI PUTU DIAN SAVITRI NIM. P07131221115
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
PROGRAM STUDI GIZI DAN DIETETIKA PROGRAM SARJANA TERAPAN
DENPASAR
2022
vi
EFFECTIVENESS OF TELEHEALTH BASED NUTRITION COUNSELING ON CARBOHYDRATE INTAKE AND BLOOD
GLUCOSE LEVELS IN DIABETES MELLITUS PATIENTS AT INTERNAL POLYCLINIC OF BALI MANDARA
ABSTRACT
Diabetes mellitus is one of non-infectious disease that may cause death. Factors that influence diabetes are nutrient intake, gender, age and nutritional status. Conducting nutritional counseling is one of the efforts to reduce the incidence of diabetes. This research seeks to determine the effectiveness of nutritional counseling using Telehealth method on carbohydrate intake and blood glucose levels in patients with diabetes mellitus. This research is a quantitative study with a quasi-experimental research with pre-post control group design. This research sample size amount 36 samples (18 samples each in the intervention group and the control group). This research was conducted by providing an intervention in the form of nutritional counseling using the Telehealth method and the conventional method which will then be observed its effect on carbohydrate intake and blood glucose levels. The data analysis was performed using Paired T-Test and Independent Sample T-Test. The results showed a difference between carbohydrate intake and blood glucose levels during the control and intervention groups before and after being given treatment (p value <0.05). There are significant differences in carbohydrate intake and blood glucose levels during the intervention group and the control group after being given a Telehealth-based nutritional counseling intervention (p value <0.05). Telehealth-based nutritional counseling has an effect on carbohydrate intake and blood glucose levels in patients with diabetes mellitus at the Internal Polyclinic of the Bali Mandara General Hospital. Telehealth-based nutrition counseling is more effective than conventional nutrition counseling.
Keywords: Nutritional Counseling, Telehealth, Carbohydrate Intake, Blood Glucose Levels, Diabetes Mellitus
vii
EFEKTIVITAS KONSELING GIZI BERBASIS TELEHEALTH TERHADAP ASUPAN KARBOHIDRAT DAN KADAR GLUKOSA
DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI POLIKLINIK INTERNA RSUD BALI MANDARA
ABSTRAK
Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan kematian. Faktor yang mempengaruhi diabetes adalah asupan zat gizi, jenis kelamin, umur dan status gizi. Melakukan konseling gizi menjadi salah satu upaya untuk menekan kejadian diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling gizi menggunakan metode Telehealth terhadap asupan karbohidrat dan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes melitus.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi experimental with pre-post control group design. Besar sampel pada penelitian ini yaitu 36 sampel (masing-masing 18 sampel pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol). Penelitian ini dilakukan dengan memberikan intervensi berupa konseling gizi menggunakan metode Telehealth dan metode konvensional yang selanjutnya akan diamati pengaruhnya terhadap asupan karbohidrat dan kadar glukosa darah sewaktu. Analisis data yang digunakan adalah uji statistik Paired T- Test dan uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan antara asupan karbohidrat dan kadar glukosa darah sewaktu pada kelompok kontrol maupun intervensi sebelum dan setelah diberikan perlakuan (p value <
0,05). Terdapat perbedaan yang signifikan pada asupan karbohidrat serta kadar glukosa darah sewaktu kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah diberikan intervensi konseling gizi berbasis telehealth (p value < 0,05).Pemberian konseling gizi berbasis Telehealth berpengaruh pada asupan karbohidrat dan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes melitus di Poliklinik Interna RSUD Bali Mandara. Pemberian konseling gizi berbasis Telehealth lebih efektif jika dibandingkan dengan konseling gizi dengan metode konvensional.
Kata Kunci: Konseling Gizi, Telehealth, Asupan Karbohidrat, Kadar Glukosa Darah Sewaktu, Diabetes Melitus
viii
RINGKASAN PENELITIAN
Efektivitas Konseling Gizi Berbasis Telehealth Terhadap Asupan Karbohidrat dan Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Pasien Diabetes Melitus di Poliklinik Interna
RSUD Bali Mandara Oleh:
Ni Putu Dian Savitri
Penyakit tidak menular (PTM) sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat secara global, regional, nasional dan local. Salah satu PTM yang menyita banyak perhatian adalah diabetes melitus. Menurut World Health Organization (WHO, 2021), terdapat sekitar 422 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes, mayoritas tinggal di Negara yang berpenghasilan rendah hingga menengah, dan 1,5 juta kematian secara langsung berkaitan dengan diabetes setiap tahunnya.
Pada pasien dengan diabetes melitus, faktor yang mempengaruhi kebutuhan energi adalah jenis kelamin, umur, aktivitas dan status gizi. Kelebihan asupan energi menggambarkan kelebihan zat gizi yang lain, salah satunya adalah karbohidrat dan memberi dampak meningkatkan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengontrol kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus adalah dengan pengaturan makan.
Melakukan konseling gizi dengan ahli gizi merupakan salah satu cara yang sering disarankan oleh dokter agar pasien-pasien dengan diabetes melitus mengetahui pengaturan makan yang tepat untuk mencegah kenaikan maupun penurunan kadar glukosa darah yang terlalu tinggi. Adanya pandemi Covid-19, menyebabkan kebutuhan untuk bertemu dengan pasien semakin sulit dilakukan, sehingga diperlukan adanya suatu strategi untuk tetap dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien tanpa harus bertemu atau melakukan tatap muka, yang dalam hal ini adalah dengan metode telehealth.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui efektivitas konseling gizi berbasis telehealth terhadap asupan karbohidrat dan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes melitus di poliklinik interna RSUD Bali Mandara.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi
ix
experimental with pre-post control group design. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan dari bulan Januari hingga April 2022 di Poliklinik Interna RSUD Bali Mandara. Besar sampel pada penelitian ini yaitu 36 sampel (masing-masing 18 sampel pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol) yang telah memenuhi kriteria inklusi. Data asupan karbohidrat pasien di dapatkan dengan melakukan recall 2 x 24 jam pada pasien. Data kadar glukosa darah di dapatkan melalui rekam medis pasien. Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan uji statistik Paired T-Test dan uji Independent Sample T-Test.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata asupan karbohidrat kelompok intervensi sebelum dan setelah diberikan perlakuan adalah 287,41 gram menjadi 236,08 gram. Untuk kelompok kontrol, nilai rata-rata asupan karbohidrat sebelum dan setelah diberikan perlakuan adalah 277,05 gram menjadi 265,07 gram. Rata-rata kadar glukosa darah sewaktu kelompok intervensi sebelum dan setelah diberikan perlakuan adalah 197,83 mg/dl menjadi 171,72 mg/dl. Untuk kelompok kontrol, nilai rata-rata kadar glukosa darah sewaktu sebelum dan setelah diberikan perlakuan adalah 179,89 mg/dl menjadi 177,22 mg/dl.
Berdasarkan hasil analisis uji independent sample t-test baik pada asupan karbohidrat maupun kadar glukosa darah sewaktu menunjukkan hasil yaitu adanya perbedaan yang signifikan setelah diberikan konseling gizi berbasis telehealth dan konseling metode konvensional.
Pada penelitian ini baik kelompok kontrol yang diberikan konseling gizi konvensional maupun kelompok intervensi yang diberikan konseling gizi berbasis Telehealth menunjukkan perbedaan antara masing-masing kelompok sebelum dan setelah perlakuan. Namun, pada kelompok intervensi yang mendapatkan konseling gizi berbasis Telehealth menunjukkan perbedaan yang lebih berarti dilihat pada perbedaan rata-rata asupan karbohidrat maupun kadar glukosa darah sewaktu pada kelompok intervensi yang menunjukkan perbedaan lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode Telehealth lebih efektif untuk pemberian konseling gizi terhadap pasien diabetes melitus jika dibandingkan dengan metode konvensional.
x
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena berkat rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan usulan skripsi yang berjudul “Efektivitas Konseling Gizi Berbasis Telehealth terhadap Asupan Karbohidrat dan Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Pasien Diabetes Melitus di Poliklinik Interna RSUD Bali Mandara” dalam rangka menyelesaikan pendidikan Program Studi Gizi dan Dietetika Program Sarjana Terapan Poltekkes Kemenkes Denpasar.
Dalam penyusunan skripsi ini, tentunya penulis tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk itu, pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang disebutkan di bawah ini:
1. Ibu Dr. Ni Komang Wiardani, S.ST.,M.Kes selaku pembimbing utama atas bimbingan dan saran yang telah diberikan.
2. Ibu GA Dewi Kusumayanti, DCN.,M.Kes selaku pembimbing pendamping atas bimbingan dan saran yang telah diberikan.
3. Direktur Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Denpasar atas izin yang diberikan sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.
4. Ketua Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Denpasar atas izin yang diberikan sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.
5. Direktur RSUD Bali Mandara yang telah memberikan izin untuk melakukan skripsi.
xi
6. Seluruh Dosen dan Staf Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Denpasar yang turut memberikan arahan dan masukkan dalam menyelesaikan skripsi ini.
7. Keluarga yang telah memberi semangat dan membantu dalam penyediaan biaya untuk menyelesaikan skripsi ini.
8. Teman-teman yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini.
Serta pihak-pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih atas segala bantuan yang telah banyak diberikan dalam penulisan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan pembacanya.
Penulis
xii DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... ii
LEMBAR PERSETUJUAN ... iii
HALAMAN PENGESAHAN ... iv
SURAT PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT ...v
ABSTRACT... vi
ABSTRAK ... vii
RINGKASAN PENELITIAN ... vii
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI ...x
DAFTAR TABEL ... xii
DAFTAR GRAFIK ... xiii
DAFTAR GAMBAR ... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ...xv
BAB I PENDAHULUAN ...1
A. Latar Belakang ...1
B. Rumusan Masalah ...5
C. Tujuan Penelitian ...5
D. Manfaat Penelitian ...6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...7
A. Diabetes Melitus ...7
B. Asupan Karbohidrat ...10
C. Glukosa Darah...11
D. Konseling Gizi ...13
E. Telehealth ...15
BAB III KERANGKA KONSEP ...18
A. Kerangka Konsep ...18
B. Variabel dan Definisi Operasional Variabel ...19
C. Hipotesis ...20
xiii
BAB IV METODE PENELITIAN ...21
A. Jenis dan Rancangan Penelitian ...21
B. Tempat dan Waktu Penelitian ...22
C. Populasi dan Sampel Penelitian ...22
D. Jenis dan Teknik Pengumpulan Data...25
E. Alur Pelaksanaan Penelitian ...25
F. Prosedur Penelitian ...28
G. Instrumen Penelitian ...29
H. Pengolahan dan Analisis Data...29
I. Etika Penelitian ...31
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN ...33
A. Hasil Penelitian ...33
B. Pembahasan ...41
BAB V PENUTUP ...48
A. Simpulan ...48
B. Saran ...49
DAFTAR PUSTAKA ...50
LAMPIRAN ...55
xiv
DAFTAR TABEL
Nomor Halaman
5.1 Distribusi Karakteristik Sampel ...34 5.2 Hasil Uji Normalitas Data Asupan Karbohidrat dan Data Kadar Glukosa
Darah Sewaktu ...38 5.3 Hasil Uji Homogenitas Data Asupan Karbohidrat dan Data Kadar Glukosa
Darah Sewaktu ...38 5.4 Perbedaan Asupan Karbohidrat Sebelum dan Setelah Perlakuan ...39 5.5 Hasil Analisis Kadar Glukosa Darah Sewaktu Sebelum dan Setelah
Perlakuan ... ...40 5.6 Perbedaan Asupan Karbohidrat Antar Kelompok Intervensi
dan Kontrol ...40 5.7 Perbedaan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Antar Kelompok Intervensi dan
Kontrol ...41
xv
DAFTAR GRAFIK
Nomor Halaman
5.1 Data Univariat Asupan Karbohidrat ...36 5.2 Data Univariat Kadar Glukosa Darah Sewaktu...37
xvi
DAFTAR GAMBAR
Nomor Halaman
4.1 Design Penelitian ...21
4.2 Rumus Pemilihan Besar Sampel ...22
4.3 Rumus Koreksi Sampel Penelitian ...23
4.4 Pemilihan Besar Sampel ...24
4.6 Bagan Alur Pelaksanaan Penelitian ... ...27
4.7 Rumus Paired T-Test ...30
4.8 Rumus Uji Independent Sampel T-Test ...30
xvii
DAFTAR LAMPIRAN
Nomor Halaman
Lampiran 1 Form Identitas Sampel ...38
Lampiran 2 Form Skrining ...39
Lampiran 3 Form Recall 1x24 jam ...40
Lampiran 4 Lembar Konseling Gizi ...41
Lampiran 5 Form Informed Consent ...45