• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTUAN WEBSITE WORDWALL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTUAN WEBSITE WORDWALL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTUAN WEBSITE WORDWALL TERHADAP HASIL BELAJAR

MATEMATIKA PESERTA DIDIK

Rahma Dini1), Nur Izzati2),Susanti3)

1)Program Studi Pendidikan Matematia, Universitas Maritim Raja Ali Haji [email protected]

2)Program Studi Pendidikan Matematia, Universitas Maritim Raja Ali Haji [email protected]

3)Program Studi Pendidikan Matematia, Universitas Maritim Raja Ali Haji [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbantuanwebsite wordwall lebih efektif dibandingkan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar matematika peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperiment dengan design Non-Equivalen Control Group Design.Populasi pada sample ini adalah selurus peserta didik kelas VIII SMPN 1 Lingga yang terdiri dari empat kelas yaitu kelas VIII-1 sampai VIII-4. Sampel diambil melalui teknikCluster Samplingdengan cara mengundi empat kelas sehingga didapatkan dua kelas sampel, yaitu kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-4 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument tes berupa soal pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar matematika peserta didik. Hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar matematika peserta didik kelas eksperimen sebesar 0,74, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,67. Pada ujiIndependent T-Test, nilai sig.(1 tailed)0,018dan diketahui 0 < 0,05 sehingga H0ditolak dengan demikian Ha diterima. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar matematika peserta didik lebih efektif dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipeJigsaw berbantuanwebsite wordwalldibandingkan peserta didik yang belajar dengan model konvensional.

Kata Kunci: Kooperatif tipe Jigsaw, Website Wordwall, Hasil Belajar Matematika.

ABSTRACT

This study aims to determine whether the Jigsaw-type cooperative learning model assisted by wordwall websites is more effective than conventional learning models on students' mathematics learning outcomes. The type of research used is Quasi Experiment with Non-Equivalent Control Group Design. The population in this sample is as straight as the students of grade VIII SMPN 1 Lingga which consists of four classes, namely grades VIII-1 to VIII-4. Samples were taken through the Cluster Sampling technique by drawing four classes so that two sample classes were obtained, namely class VIII-1 as an experimental class and class VIII-4 as a control class. Data collection is carried out using test instruments in the form of multiple-choice questions to measure students' mathematics learning outcomes. The results of the study obtained the average mathematics learning outcomes of experimental class students of 0.74, while the control class was 0.67. In the Independent T-Test, the value of sig. (1 tailed) 0.018 and known as 0 < 0.05 so that H0 is rejected thus Ha is accepted. Based on this, it can be concluded that improving students' mathematics learning outcomes is more effective by using a Jigsaw-type cooperative learning model assisted by wordwall websites than students who learn with conventional models.

Keywords: Jigsaw type cooperative, Website Wordwall, Math Learning Outcomes

(2)

PENDAHULUAN

Pendidikan sangatlah penting bagi perkembangan masa depan diri sendiri, bahkan dapat mempengaruh suatu bangsa dan negara Indonesia. Sebagaimana maksud dari tujuan pendidikan nasional yang termuat didalam UU No. 20 bab 1 pasal 1 (2003) tentang sistem pendidikan Nasional yang mengatakan jika pendidikan adalah usaha yang dilakukan secara mengerti dan terarah agar mencapai situasi belajar atau proses dalam pembelajaran agar peserta didik bersungguh-sungguh mengembangkan kemampuannya agar memiliki kekuatan spritual, keyakinan, kemauan, kecerdasan, akhlak mulia, etika, masyarakat, bangsa dan negara. Pembelajaran matematika merupakan satu komponen terpenting dalam pendidikan yang dilaksanakan pada suatu pembelajaran disemua negara salah satunya Indonesia.

Matematika termuat didalam kurikuluam nasional dimana matematika diperlukan dan ada didalam kurikulum sekolah tetapi tidak semua peserta didik menyukainya. Matematika sangatlah penting walaupun sering kali dianggap mata pelajaran yang rumit. Matematika merupakan ilmu yang memiliki karakteristik penting dalam kehidupan kita. Oleh sebab itu setiap orang harus belajar matematika karena salah satu sarana untuk menyelsaikan masalah dalam kehidupan nyata (Thifal et al., 2020).

Materi pada matematika yang diajarkan di sekolah salah satunya adalah pola bilangan. Di mana materi ini berada di kelas VIII semester ganjil kurikulum 2013. Banyak yang beranggapan materi pola bilangan masih sulit karena terdapat pola-pola tertentu dan rumus yang belum dipahami. Salah satu penyebab peserta didik tidak memahami materi adalah proses pembelajaran yang masih terpaku model pembelajaran konvensional dan media yang kurang menarik sehingga membuat peserta didik bosan dan tidak fokus saat mengikuti proses pembelajaran.

Menurut Dewi & Izzati (2020) pencapaian presatasi yang kurang maksimal dikarenakan oleh beberapa faktor salah satunya adalah pembelajaran di kelas yang kurang maksimal dikarenakan pada pembelajaran di dalam kelas peserta didik hanya menggunakan metode ceramaha yang mana pesrta didik hanya mendengarkan saja. Akibatnya peserta didik hanya mencatat tanpa memahami apa yang guru sampaikan. Hal tersebut terjadi di SMPN 1 Lingga berdasarkan hasil wawancara dimana guru masih menggunakan metode konvensional yakni ceramah dan pengalaman saya selama melakukan PLP di SMPN 1 Lingga bahwasannya guru masih dominan menggunakan model konvensional.

Berdasarkan hasil ulangan harian pada materi pola bilangan dari peserta didik kelas VIII

(3)

di SMPN 1 Lingga didapatkan hasil bahwa hampir seluruh peserta didik memperoleh nilai di bawah KKM. Hanya 2 di antaranya yang mendapat nilai di atas KKM, dimana nilai KKM adalah 72. Hal ini dikarenakan peserta didik belum mampu memahami konsep pola bilangan dan masih kesulitan dalam menyelesaikan soal pola bilangan. Persentase ketuntasan hasil tes peserta didik dilihat pada Tabel 1 di bawah ini.

Tabel 1presentase hasil ulangan harian

KKM : 72

Tuntas 2 orang pesera didik 6,9%

Tidak tuntas 27 orang peserta didik 93,1%

Contoh hasil ulangan harian peserta didik pada salah satu soal yang diberikan.

Menurut Widiarti et al (2021) kesenjangan yang terjadi di antara kondisi nyata dengan kondisi yang diharapkan jika tidak ditindak lanjuti maka dapat berdampak pada rendahnya motivasi belajar, minat, serta hasil belajar peserta didik dan juga mengakibatkan efektivitas peserta didik menjadi rendah.

Permasalahan mengenai pembelajaran yang bersifat konvensional dan hasil belajar peserta didik yang rendah maka diperlukan model pembelajaran dan media pembelajaran yang menarik minat belajar peserta didik. Model pembelajaran dan media pembelajaran yang diperlukan adalah model dan media yang dapat menyampaikan pembelajaran dengan mudah, menarik dan untuk mudah dipahami peserta

didik.

MenurutiThifal et al (2020) agariproses pembelajaran ilebih menyenangkan dengan

imenggunakan isalah isatu iyaitu imodel

ikooperatif. Model ikooperatif iini dalam

ipembelajaran imatematika isangat icocok iuntuk

meluruskan iilustrasi pada matematika iyang

ibersifat iteoritis idan mementingkan partisipasi,

isangat banyak model ipembelajaran ikooperatif

yang bisa idipakai oleh iguru isalah satunya model kooperatif itipe iJigsaw. Sehingga denganimenggunakan imodel ini itidak adanya persaingan ibaik iitu pribadi maupun ikelompok.

iPada imodel Jigsaw ini peserta didik idituntut

iagar saling berinteraksi isecara ilangsung

sehingga bisa menimbulkan ihubungan antara peserta ididik isupaya ibisa mengikuti iproses pembelajaran idengan senang idan penuh

ikegembiran iyang bisa imeningkatkan ide iatau

igagasan sendiri dan kecerdasan peserta didik.

Setelah melaksanakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan melakukan pengukuran hasil belajar peserta didik perlu dilakukan evaluasi soal, dengan tesnya disajikan dalam website wordwal. Website wordwall adalahisuatuiaplikasi

imultiplayer,iyang ibisaidiakses idengan imelalui

iwebsite dan dapat digunakan pesertaididik

didalam ikelas iuntuk idimainkan bersama-sama, bisaijugaiuntukitugasipeserta didikidi rumah. Hasil dari tugas di rumah bisa digunakan untuk penilain

(4)

oleh guru. Padawebsiteini sudah terdapat kuis, tebak gambar, teka-teki, dan banyak lagi.

Wordwall ini sangat bagus digunakan karena peserta didik dapat menyelesaikan kuis secara bersama-sama, sehingga bisa mengetahui peringkat yang diperoleh ketika dalam menjawab kuis tersebut (Kasa et al 2021).

Menurut Safitri et al (2022) website wordwall ini ditujukan untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang interaktif yang bisa diakses tanpa batas waktu dan tempat, melalui perangkat pembelajaran yang mempunyai akses jaringan internet seperti komputer, tablet, smartphone, dan lain sebagainya. Namun adapun beberapa kelebihan dari website wordwall yaitu adalah free untuk pilihan basic dengan menyediakan 18 templet gratis, selain itu juga permainan yang sudah dibuat dapat dikirim secara langsung melalui whatsapp, google classrom, dan juga yang lainnya. Adapun kelebihan lainnya yaitu, permainan ini yang sudah dibuat bisa dicetak dalam bentuk PDF, jadi bisa memudahkan bagi peserta didik yang mempunyai kendala pada jaringan menurut Nissa & Renoningtyas (2021). Website ini terdapat gambar, audio dan yang lainnya, sehigga peserta didik minat dalam mengikuti proses pembelajaran.

Efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan berbantuan website wordwall terhadap hasil belajar peserta didik

perlu diteliti agar dapat mendorong peserta didik aktif dan saling membantu dalam menguasi materi pembelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal. Menurut Thifal et al (2020) Pemilihan pembelajaran Jigsaw dikarenakan akan menumbuhkan keterampilan menjalani hubungan antar pribadi peserta didik yang akan meningkatkan ide atau gagasan sendiri.

Dimana tipe Jigsaw dinilai bisa mengonstruksi pengetahuan peserta didik dikarenakan siswa perlu bekerja sama dan mendiskusikan materi yang disajikan. Pada pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, peserta didik dilatih tidak hanya untuk mencapai tujuan keterampilan, namun juga hubungan sosial antar manusia, yang pada akhirnya berpangaruh terhadap prsetasi akademisnya. Sedangkan dengan pembelajaran menggunakan bantuan website wordwall peserta didik dapat mengerjakan kuis bersama-sama dan juga bisa diakses tanpa batas waktu yang memudahkan peserta didik belajar kembali. Sehingga seluruh peserta didik di dalam kelas bisa mendapatkan hasil belajar yang maksimum. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbantuanwebsite wordwall lebih efektif dibandingkan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar matematika peserta didik.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini adalah jenis penelitian

(5)

kuasi eksperimen dengan desain penelitian menggunakan pretest-posttest control group designseperti pada Tabel 2 berikut.

Tabel 2Nonequivalen Control Group Desain.

Kelompok Tes Awal Perlakuan Tes Akhir

Eksperimen O1 X O2

Kontrol O3 - O4

Sumber : Modifikasi Sugiyono (2015:116) Keterangan :

O1 :Pre-testkelompok kelas eksperimen O3 :Pre-testkelompok kelas kontrol

X : perlakuan pembelajaran dengan model pembelajarankooperatiftipeJigsaw O2 :Post-testkelompok kelas eksperimen O4 :Post-testkelompok kelas kontrol

Populasi penelitian ini berjumlah 102 orang peserta didik yang merupakan jumlah semua peserta didik kelas VIII SMPN 1 Lingga.

Dimana sampel pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII-1 sebagai kelompok kelas eksperimen dan kelas VIII-4 sebagai kelompok kelas kontrol. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah berupa lembar observasi dan lembar soal pilihan ganda. Pada penelitian ini, teknik analisis data menggunakam teknik analisis kuantitatif dengan melakukan beberapa langkah, yaitu mencari nilai minimim, nilai maksimum, rata- rata N-gain, merumumuskan hipotesis nol dan hipotesis alternatif, uji normalitas, uji

homogenitas, dan uji Independent sampel T- Test yang bertujuan untuk menguji hipotesis.

Hipotesis pada penelitian ini yaitu rata-rata peningkatan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model kooperatif tipe Jigsaw berbantuan website wordwall lebih tinggi dari peserta didik yang menggunakan model konvensional.

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

1. Data Kualitatif terkait Kegiatan Proses Pembelajaran

Kegiatan mengajara dilakukan sendiri oleh peneliti terhadap dua kelas sampel yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan mengacu pada rencana

pelaksanaan pembelajaran dan model pembelajaran yang telah ditentukan. Peneliti menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbantuan website wordwall pada kelas eksperimen dengan langkah-langakah yang terdiri dari: membentuk kelompok asal, memberikan permasalahan, membentuk kelompok ahli, diskusi kelompok ahli, kembali kekelompok asal (menyampaikan informasi yang didapatkan di kelompok ahli, dan menulis hasil diskusi), evaluasi, memberikan kuis, dan memberikan penghargaan.

a) Pembelajaran Kelas Eksperimen Pertemuan pertama dimulai pada tanggal 18 November 2023 pada kelas eksperimen kelas

(6)

VIII-1 dengan kompetensi dasar 1) membuat generalisasi dari pola pada barisan bilangan, 2) barisan konfigurasi objek dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pola barisan dan barisan konfigurasi objek. Tujuan pembelajaran pada pertemuan pertama adalah peserta didik dapat menentukan deret aritmatika dan mampu menyelesaikan masalah terkait dengan deret aritmatika. Sebelumnya, peneliti telah membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok dan peserta didik diminta untuk duduk berdasarkan kelompok yang telah ditentukan yang berjumlah 4-5 orang, kelompok ini disebut kelompok asal. Pada kegiatan inti, peneliti membagikan handout yang berbeda kepada masing- masing anak disetiap kelompok asal tentang materi deret aritmatika yaitu cara menentukan deret aritmatika dan menyelesaikan masalah yang terkait dengan deret aritmatika.

Setelah itu peserta didik dari setiap kelompok asal yang mempunyai tugas yang sama akan membentuk kelompok baru yang disebut dengan kelompok ahli. Selanjutnya anggota kelompok asal duduk berdasarkan kelompok ahli dan berdiskusi terkait masalah yang telah diberikan dengan bimbingan guru, setelah diskusi kelompok ahli selesai anggota kelompok kembali kekelompok asal dan menjelasakan kepada anggota kelompok, selanjutnya peserta didik menulis hasil diskusi dan mempresentasikan hasil diskusi kelompok

masing-masing. Selanjutnya peneliti memberikan tugas yang disajikan di website wordwall.

Kegiatan inti yang terakhir adalah memberikan penghargaan kepada kelompok yang terbaik.

Pertemuan kedua dilaksanakan tango gal 24 November 2023 dengan tujuan pembelajaran yaitu peserta didik dapat menentukan deooret geometri dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan deret geometri. Proses pembelajaran sama dengan pertemuan pertama tetapi beda permasalahan.

peneliti telah menjelaskan bahwa untuk memastikan keterlaksanaan pembelajaran matematika dengan model kooperatif Jigsaw berbantuan website wordwall, maka dilakukan penilaian oleh 2 orang observer yaitu guru matematika SMPN 1 Lingga dan teman sejawat selama proses pembelajaran. Kegiatan pembelajaran dilakukan dalam dua kali pertemuan. Pada pertemuan pertama, observer mengamati proses pembelajaran dan memberikan penilaian menggunakan lembar observasi yang telah dirancang oleh peneliti.

Lembar observasi terdiri dari 15 butir penilaian yang menggambarkan pelaksanaan model pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbantuan website wordwall. Dari 15 butir penilaian tersebut, observer menilai semua aktivitas guru dalam model kooperatif tipe Jigsawtelah tergambar di dalam proses pembelajaran yang dilakukan

(7)

peneliti. Sedangkan untuk aktivitas peserta didik, observer menilai semua aktivitas peserta didik sudah terpenuhi sesuai dengan model kooperatif tipe Jigsaw berbantuan website wordwall.

Berdasarkan pengamatan observer, dari dua pertemuan tersebut dapat disimpulkan bahwa tahapan pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipeJigsaw berbantuan website wordwall sudah tergambar pada proses pembelajaran yang peneliti lakukan.

b) Pembelajaran konvensional

Pada kelas kontrol, pembelajaran dilakukan dalam dua kali pertemuan dengan pembelajaran konvensional pada kelas VIII-4 dan tidak menggunakan lembar observasi pada saat proses pembelajaran. Pada awal pembelajaran, peneliti mengecek persiapan peserta didik, berdoa dan mengecek kehadiran peserta didik, peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Pada kegiatan inti, peneliti menjelaskan materi pelajaran secara langsung kepada peserta didik mulai dari pengertian, cara menentukan, dan menyelasaikan masalah yang berkaitan dengan deret aritmatika dan deret geometri. Setelah materi disampaikan, peserta didik diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai apa yang belum dipahami. Kemudian peneliti juga memberikan latihan soal untuk memeriksa

kembali pemahaman peserta didik terhadap materi yang telah dijelaskan. Pelaksanaan pembelajaran diakhiri dengan kegiatan penutup dimana guru menginformasikan materi selanjutnya dan menutup dengan doa.

2. Data Kuantitatif

Data kuantitatif dari hasil penelitian ini berupa data pretest dan posttes matematika baik itu di kelas eksperimen maupun di kelas kontrol.

Selanjutnya, dihitung N-gaain untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik, maka menggunakan rumus yang telah dipaparkan pada bab III dengan skor ideal sebesar 100. Dengan berbantuan SPSS 23 untuk mengolah data N- gain hasil belajar matematika peserta didik dari kedua kelas. Kemudian dihitung nilai rata-rata daripretetsdanposttes, N-gain, simpangan baku tersebut disajikan pada Tabel 3.

Tabel 3pretest,posttest, dan N-gain

Ket. Eksperimen kontrol

pre post N-gain pre post N-gain

Min 0 25 6,25 0 63 38,33

Maks 80 100 1 60 100 1

Mean 32,8 85,8 74 30,5 76,5 67,40

Modus 30 88 1 30 63 0.8

Present ase

32,8

%

85,8

% 0,74% 30,5% 76,5

% 0.67%

Dari Tabel 3 tersebut, dapat dilihat bahwa secara nyata rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan rata-rata posttestkelas kontrol. Kemudian peningkatannya

(8)

dilihat dari N-gainnya, selanjutnya untuk memastikan bahwa peningkatan hasil belajar ini lebih tinggi secara signifikan maka perlu dilakukan pengujian statistik.

Untuk melakukan uji statistik sebagai syarat untuk menentukan uji yang relevan maka perlu dilakukan pengujian prasyarat yaitu uji normalitas dan homogentitas. Berikut adalah perhitungan masing-masing uji prasyarat tersebut.

a). Uji Prasyarat

Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas.

Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk berbantuan SPSS 23.Uji normalitas untuk melihat data yang telah didapatkan berdistribusi normal atau tidak, dengan kententuan bahwa data yang berdistribusi normal jika taraf sig ≥ 0,05 dan tidak berdistribusi normal jika taraf sig < 0,05.

Data tersebut dapat dilihat pada Tabel.4.

Tabel 4Uji NormalitasShapiro-Wilk

Tests of Normality

Kelas

Shapiro-Wilk Statistic df Sig.

Hasil Eksperimen .825 25 .001

Kontrol .975 22 .828

Dilihat dari signifikansinya yang sebesar 0.001 ini lebih kecil dari 0.05 berarti ini

menunjukan bahwa data tidak berdistribusi normal pada kelas eksperimen sedangkan kelas kontrol dimana Signifikansinya sebesar 0,825 maka data berdistribusi normal .Oleh karena itu salah satu kelas tidak berdistribusi normal yaitu kelas eksperimen, maka tidak perlu lagi dilakukan uji homogenitasnya.Maka dari itu tidak perlu lagi dilakukan uji homogenitasnya. Dengan demikian, sebagai statistik uji yang sesuai untuk menguji perbedaan peningkatan efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbantuan website wordwall terhadap hasil belajar ini digunakan statistik non parametrik Mann Whitney-U.

Uji Hipotesis

Berdasarkan hasil uji normalitas menunjukan data N-gain tidak berdistribusi normal, maka dari kedua sampel itu dilakukan uji hipotesis yaitu dilakukan uji Mann Whitney-U. Uji ini setara dengan Independent Sample T-Test yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan rata-rata dari kedua sampel yang tidak berpasangan. Adapun hipotesis penelitian sebagai berikut:

H0: ( = ) : Rata-rata peningkatan hasil belajar peserta didik yang

menggunakan model

kooperatif tipe Jigsaw berbantuan website wordwall sama dengan peserta didik

(9)

yang menggunakan model konvensional.

Ha :( > ) : Rata-rata peningkatan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model kooperatif tipe Jigsaw berbantuan website wordwall lebih tinggi dari peserta didik yang menggunakan model konvensional.

Hasil perhitungan uji Mann Whitney-U dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5Uji Mann Whitney -U

Test Statisticsa

hasil belajar

Mann-Whitney U 177.000

Wilcoxon W 430.000

Z -2.099

Asymp. Sig. (1-tailed) .018

a. Grouping Variable: kelas

Berdasarkan Tabel 5, dapat kita simpulkan bahwa 0,018 < 0,05, sehingga H0

ditolak dengan demikian, Ha diterima. Oleh sebab itu, dapat dikatan bahwa terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar matematika peserta didik antara di kelas eskperimen dan di kelas kontrol. Artinya, rata-rata peningkatan hasil belajar matematika peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbantuan website wordwall lebih

tinggi secara signifikan dari peserta didik yang menggunakan model konvensional.

B. Pembeahasan Hasi Penelitian

Dapat dilihat dari hasil analisis data, diperoleh bahwa hasil nilai pretest hasil belajar matematika peserta didik kelas kontrol untuk skor terendah sebesar 0 dan skor tertinggi sebesar 63.

Dengan rata-rata N-gain sebesar 67,40 atau 0.67%. Sedangkan hasil pretest hasil belajar matematika peserta didik kelas eksperimen untuk skor terendah sebesar 0 dan skor tertinggi 80.

Pada posttest hasil belajar matematika peserta didik kelas eksperimen untuk skor terendah 25 dan skor tertinggi adalah 100 dengan rata-rata N- gain sebesar 74 atau 0.74%.. Berdasarkan data pada Table 3 diperoleh bahwa peningkatan hasil belajar matematika peserta didik kelas eksperimen lebih besar dari peningkatan hasil belajar matematika peserta didik kelas kontrol.

Temuan dari penelitian ini ialah peserta didik kelas kontrol dan eksperimen sama-sama diberikanpretest untuk melihat kemampuan awal peserta didik tersebut, dimana diketahui bahwa rata-rata kemampuan kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki perbedaan yang tidak jauh.

Tetapi setelah dilakukan pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe Jigsaw berbantuan website wordwall peserta didik di kelas eksperimen rata-ratanya lebih tinggi dari pada kelas kontrol. Dapat dilihat dari hasil pengamatan observer bahwa proses

(10)

pembelajaran sudah terlaksanakan dan juga dilihat dari indikator lembar observasi bahwa guru sudah melaksanakan indikator yang disudah direncakan sebelum melakukan penelitian..

Temuan ini sejalan dengan temuan Thifal et al (2020)Jigsawmengutamakan kemandirian dan keefektifan peserta didik dalam menyelesaikan masalah, dimana peserta didik diberikan tanggung jawab yang sama untuk menyelesaikan masalah yang telah diberikan peneliti.

Perbedaan peningkatan hasil belajar matematika peserta didik antara kedua kelas ini dikarenakan adanya perbedaan perlakukan pada langkah-langkah pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw lebih menekankan kepada peserta didik untuk bekerja sama, saling menghargai pendapat antar sesama, dan melatih peserta didik agar mampu berkomunikasi secara efektif dalam proses pembelajaran di kelas. Disamping itu, pada model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melatih pemahaman materi yang telah dipelajari dengan mengerjakan latihan soal melaluiwebsite wordwall.

Website wordwall ini diberikan untuk melihat pemahaman dari peserta didik setelah melakukan proses pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Website wordwall diberikan untuk

menciptakan kegiatan pembelajaran yang interaktif yang bisa diakses tanpa batas waktu dan tempat dalam mengerjakan latihan kuis sehingga memudahkan peserta didik belajar kembali. Sejalan dengan Juliana et al (2022) bahwa dengan mengerjakan soal melalui media website wordwall, peserta didik dapat melihat kemampuan mereka miliki dengan materi yang dibahas. Peserta didik menjadi termotivasi untuk belajar dan tidak membuat peserta didik bosan dengan pilihan tema yang menarik. Media wordwall ini mampu membuat peserta didik tertarik untuk memanfaatkan media digital di setiap pembelajaran dan wordwall lebih efektitf terhadap meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Disisi lain pembelajaran matematika dengan model konvensional dilaksanakan sesuai dengan tahapan pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun pada rencana pelaksanaan pembelajaran. Peneliti sebagai pusat dalam pembelajaran bertugas untuk menyampaikan materi secara langsung sedangkan peserta didik lebih banyak mendengarkan dan memperhatikan penjelasan dari guru. Penelitian oleh Trihartoto &

Indarini (2022) mengatakan bahwa pembelajaran konvensional peserta didik cendrung pasif, kurang kreatif dan mandiri dikarenakan guru lebih mendominasikan jalannya pembelajaran, sehingga hasil belajar peserta didik cenderung memuaskan. Dapat dilihat bahwa guru lebih

(11)

berperan aktif dalam mentranfer ilmu dibandingkan peserta didik yang hanya menerima ilmu pada proses pembelajaran konvensional.

Dengan demikian setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil bahwa peningkatan hasil belajar matematika peserta didik lebih efektif dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbatuan website wordwall dibandingkan peserta didik yang belajar dengan model pembelajaran konvensiol.

KESIMPULAN DAN SARAN

Dari data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar pada peserta didik eksperimen dengan N-gain score diperoleh sebesar 0,018% yang artinya model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbantuan website wordwall lebih efektif dibandingkan peserta didik yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional.

peneliti mengemukakan beberapa saran sebagai berikut:

1. Guru dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan pembelajaran dan pada materi yang lainnya.

2. Pada penelitian ini media yang digunakan untuk menunjang pembelajaran berupa website wordwal yang memiliki kelemahan dimana peserta didik berpotnesi untuk bisa melakukan

kecurangan dan ketika jaringan tidak stabil atau mengalami gangguan maka penggunaan wordwall akan terganggu.

Oleh sebab itu peneliti selanjutnya dapat menggunakan aplikasi lainnya yang berviasi sesuai perkembangan teknologi.

DAFTAR PUSTAKA

Dewi, M. D., & Izzati, N. (2020). Pengembangan Media Pembelajaran PowerPoint Interaktif Berbasis RME Materi Aljabar Kelas VII SMP.

Delta:Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika,

8(2), 217.

https://doi.org/10.31941/delta.v8i2.1039 Juliana, W. S., Hadi, F. R., & Marlina, D. (2022).

Efektivitas media pembelajaran wordwall terhadap hasil belajar siswa SD kelas IV.

Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar, 3, 729–

734.

Nissa, S. F., & Renoningtyas, N. (2021).

Penggunaan Media Pembelajran Wordwall untuk Meningkatkan Minat dan Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran.

EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN.

Tematik di Sekolah Dasar. 3(5), 2854–

2860.

Safitri, M., Rasyid, M. N., & Langsa, I. (2022).

Penerapan Media Web Wordwall Untuk Meningkatkan Hasil Belajar PAI Siswa di SMP Negeri 2 Langsa. 9(1), 47–56.

Thifal, R. F., Sujadi, A. A., & Arigiyati, T. A.

(2020). Efektivitas Model Pembelajaran

(12)

Jigsaw terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMK. UNION: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 8(2), 175–184.

https://doi.org/10.30738/union.v8i2.8062 Trihartoto, A., & Indarini, E. (2022). Efektivitas

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap Hasil Belajar Tematik Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru, 5(1), 117–124.

https://doi.org/10.23887/jippg.v5i1.45547

Uyanto, S. S. (2009). Pedoman Analisis Data dengan SPSS.

Widiarti, N. K., Sudarma, I. K., & Tegeh, I. M.

(2021). Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Kelas V SD Melalui Media Video Pembelajaran. Jurnal Edutech

Undiksha, 9(2), 195.

https://doi.org/10.23887/jeu.v9i2.38376

Referensi

Dokumen terkait

gain score kelas eksperimen sebesar 76,76% termasuk dalam kategori efektif (&gt;76%) sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan Game Edukasi Komputer efektif

Judul : Upaya Peningkatan Keaktifan Dan Hasil Belajar Peserta Didik Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Gallery Walk Dengan Bantuan Alat Peraga Pada Materi

Dari uraian tentang analisis aktivitas guru dan siswa, serta analisis peningkatan hasil belajar peserta didik dapat dikatakan bahwa terjadi perbaikan proses pembelajaran dan

Sedangkan pada model pembelajaran kooperatif tipe tutor sebaya, peserta didik hanya mendapatkan satu tujuan pembelajaran dalam kelompoknya masing- masing sehingga

Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VII tahun

KESIMPULAN Berdasarkan pada pengolahan dan analisis data disimpulkan bahwa penggunaan media kahoot pada proses pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, dan nampak

Oleh sebab itu model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini diyakini dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap perkembangan kompetensi sikap peserta didik, didukung pula oleh

SIMPULAN Simpulan dari penelitian ini bahwa terdapat pengaruh metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar peserta didik, dibuktikan dengan adanya perbedaan yang