• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEKTIVITAS PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP YP PGRI 4

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "EFEKTIVITAS PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP YP PGRI 4 "

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ARITMATIKA: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika STKIP YPUP Makassar

Volume 03. Nomor 01. Juni 2022

e-ISSN: 2775-0442 | ARITMATIKA: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika STKIP YPUP Makassar

19

EFEKTIVITAS PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP YP PGRI 4

MAKASSAR

The Effectiveness of the Realistic Mathematical Education (RME) Approach in Mathematics Learning on the Learning Outcomes of Class VIII SMP Yp

Pgri 4 Makassar

Sri Hestyani D. Nitit1, Sitti Fatimah S. Sirate2, Mulyati Pendidikan Matematika

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Yayasan Pendidikan Ujung Pandang (YPUP)

Email1 : [email protected] Email2 : [email protected]

Email3 : [email protected]

Abstrak

This research was experimental research, using one group pretest-posttest research design. This research was a imed to know the effectiveness learning in mathematic sthrough Realistic Mathematic Education (RME) approachat theeighth-grade students of SMP YP PGRI 4 Makassar in 2021/2022 academic yearwith total students were 23 students by using saturated sample technique becauseof taking one class. Technique collecting data used students’ result test. Technique data analyzing using descriptive statistics analysis, inferential statistics, and N-gain test. The research result showed that:

1) The pretest result was 56.08 on the averagecategory with standard deviation 13.05, 2) The posttest result was improved 77.95 on the excellent category with standard deviation 9.78 and 3) Test inggain analysis test obtainable N-gain score normalized (G) attheexperimental class that is 0.51 interpretation gain the average students’ learning out comes classified excellent. Based on the all of the result, it can be concluded that Realistic Mathematic Education (RME) approachis effective in learning Mathematics to the learning outcomes at the Eighth-Grade students of SMP YPPGRI4 Makassar.

Keywords : Learning Out comes, Realistic Mathematic Education.

Pendahuluan

Masalah pendidikan yang di hadapi bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan pada mata pelajaran matematika di setiap jenjang dan satuan pendidikan. Hal ini menyebabkan banyak siswa mengalami kesulitan untuk memahami pendidikan, khususnya pendidikan matematika. Prestasi siswa baik secara nasional maupun internasional belum terlalu memuaskan hati. Third International Mathematics And Science Study TIMSS (Jakarta, 2004) melaporkan bahwa Indonesia jauh dibawah rata-rata nilai skor matematika. Rendahnya prestasi matematika siswa disebabkan oleh faktor siswa itu sendiri yaitu mengalami masalah secara komprehensif atau secara pasif dalam matematika. Selain itu

(Received: 03-04-2022; Reviewed: 15-04-2022; Revised: 23-04-2022; Accepted: 07-05-2022; Published: 03-06-2022)

(2)

e-ISSN: 2775-0442 | ARITMATIKA: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika STKIP YPUP Makassar

20 mata pelajaran matematika kurang bermakna sehingga siswa sangat lemah menerjemahkan pengertian

matematika.

Jennings dan Dunne (Jakarta, 2004) Menyatakan bahwa kebanyakan siswa mengalami kesulitan untuk mengaplikasikan matematika ke dalam situasi kehidupan yang nyata. Hal ini mengakibatkan sukarnya matematika bagi siswa adalah karena pembelajaran matematika yang belum bermakna.

Hal tersebut di atas yang menyebabkan kualitas dan mutu pembelajaran matematika kurang memuaskan yang disebabkan dari faktor seperti kurangnya minat belajar siswa. Oleh sebab itu, perlu adanya perubahan dan inovasi dalam pembelajaran yaitu dengan menerapkan pendekatan pembelajaran. Dalam Pendekatan tersebut pembelajaran matematika lebih dipusatkan pada kegiatan belajar siswa dan lingkungan serta bahan ajar yang disusun harus sedemikian rupa sehingga siswa lebih aktif mengkonstruksi atau membangun sendiri pengetahuan yang diperolehnya.

Pendekatan Realistic adalah salah satu pendekatan pembelajaran yang diterapkan agar pembelajaran bertitik tolak pada hal-hal yang real. (Hasedu Alfon;2006) mengatakan bahwa pendekatan Realistic Mathtematic Education (RME) bukanlah suatu kumpulan aturan yang sifatnya lengkap yang harus dipelajari oleh siswa. Pengembangan pembelajaran maematika dengan pendekatan realistik adalah salah satu usaha untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mencari solusi untuk memecahkan masalah. Dengan menerapkan Pendekatan ini sangat di harapkan dapat meningkatkan hasil belajar matematika.

Metode

Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian pre-eksperimen, dimana hanya menggunakan satu kelas tanpa kelas pembanding, dan dengan tujuan agar mengetahui efektivitas pembelajaran matematika melalui pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) pada siswa kelas VIII SMP YP PGRI 4 Makassar.

Penelitian ini telah dilaksanakan di SMP YP PGRI 4 Makassar, dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VIII. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 09 Mei 2022, semester genap tahun ajaran 2021/2022.

Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah pre-Eksperimental design dengan jenis atau model desainnya adalah one-group pretest-posttest design. Eksperimen ini dilaksanakan pada satu kelompok saja tanpa kelompok pembanding atau kelompok kontrol. Ada 3 langkah dalam desain ini antara lain : Memberikan test sebelum diberikan perlakuan (pretest), Memberikan perlakuan kepada subjek, dan Memberikan test setelah diberikan perlakuan (posttest)

Tabel 1. One group pretest-posttest

Pretest Treatmen Posttest

O1 X O2

(Rukaesih, 2016)

Populasi dalam penelitian ini dilakukan di kelas VIII SMP YP PGRI 4 Makassar tahun ajaran 2021/2022 dengan jumlah siswa 23 orang. Didalam penelitian ini peneliti akan mengambil satu kelompok (satu kelas) untuk mengambil Sampling. Teknik Sampling yang digunakan adalah dengan Teknik sampel jenuh. Teknik ini digunakan di karenakan hanya 1 kelas saja dan sampel yang diteliti kurang dari 30 siswa.

Adapun langkah-langkah pelaksanaan tindakan atau perlakuan dalam pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) adalah sebagai berikut :

a. Guru memotivasi siswa (memfokuskan perhatian siswa).

b. Guru mengkomunikasikan tujuan pembelajaran.

(3)

e-ISSN: 2775-0442 | ARITMATIKA: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika STKIP YPUP Makassar

21 c. Guru memulai pelajaran dengan mengajukan masalah atau soal yang real bagi siswa sesuai dengan

pengalaman dan tingkat pengetahuannya, sehingga siswa segera terlibat dalam pelajaran secara bermakna.

d. Permasalahan yang diberikan tentu harus diarahkan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam pelajaran tersebut.

e. Siswa mengembangkan atau menciptakan model-model simbolik secara informal terhadap persoalan atau masalah yang diajukan.

f. Pengajaran berlangsung secara interaktif, siswa menjelaskan dan memberikan alasan terhadap jawaban temannya, menyatakan ketidaksetujuan, mencari alternatif penyelesaian yang lain, dan melakukan refleksi terhadap setiap langkah yang ditempuh atau terhadap pelajaran.

g. Instrumen penelitian yang digunakan didalam penelitian ini adalah test hasil belajar, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar observasi aktivitas siswa/peserta didik dan lembar observasi respon siswa. Instrumen ini dibuat oleh peneliti sendiri berdasarkan kisi-kisi soal. Test hasil belajar dalam bentuk essay yang terdiri dari 5 nomor soal untuk pretest (sebelum diberikan perlakuan) dan 5 nomor soal untuk posttest (setelah diberikan perlakuan) dan dengan ketentuan tingkat kesukaran kedua test tersebut relatif sama atau identik. Diberikan bobot skor untuk setiap test dari 0 – 100. Test ini bermaksud untuk mengetahui peningkatan rata-rata hasil belajar terhadap materi yang diajarkan.Instrumen ini sebelum digunakan di tempat penelitian, terlebih dahulu divalidasi oleh Praktisi atau Guru Matematika di sekolah tersebut dan diuji validitas isinya oleh seorang ahli atau salah satu dosen di STKIP-YPUP.

Di dalam Teknik Pengumpulan data penelitian ini yaitu memberikan test hasil belajar sebelum atau biasa disebut dengan pretest dan setelah itu akan diberikan perlakuan atau posttest berdasarkan soal yang telah dirancang atau dibentuk oleh peneliti sendiri. Peneliti bersama dengan bantuan guru matematika bersama-sama untuk mengawasi siswa dalam mengerjakan test atau soal yang diberikan.

kemudian hasil test dari para siswa tadi akan dijadikan data hasil penelitian.

1. Definisi Konseptual

Berdasarkan teori hasil belajar matematika maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika adalah tingkat keberhasilan yang dicapai oleh siswa setelah melalui proses belajar matematika.

2. Definisi Operasional

Dalam penelitian ini hasil belajar siswa diperoleh melalui test hasil belajar yang diberikan oleh peneliti kepada siswa.

3. Kisi-kisi Instrumen

Penyusunan instrumen diawali dengan membuat kisi-kisi instrumen berdasarkan silabus. Peneliti membuat kisi-kisi instrumen berdasarkan indikator materi yang terdapat dalam silabus.

4. Jenis Instrumen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar. Instrumen ini dibuat oleh peneliti berdasarkan kisi-kisi soal. Test hasil belajar dalam bentuk essay yang terdiri dari 5 nomor untuk test sebelum diberikan perlakuan (pretest) dan 5 nomor soal untuk test setelah diberikan perlakuan (posttest), dengan ketentuan tingkat kesukaran kedua test tersebut relatif sama atau identik. Test ini dimaksud untuk mengetahui peningkatan rata-rata hasil belajar siswa terhadap materi yang diajar. Sebelum instrumen test digunakan pada lokasi penelitian, terlebih dahulu divalidasi oleh dosen matematika sebagai validator I dan guru bidang studi matematika SMP YP PGRI 4 Makassar sebagai validator II, Lembar keterlaksanaan pembelajaran digunakan untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran yang merupakan kemampuan guru mendidik dalam mengelola kegiatan pembelajaran matematika sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) melalui pendekatan Realistic Mathematic Education (RME).

Lembar keterlaksanaan pembelajaran ini diisi oleh bantuan dari teman peneliti dengan melihat kegiatan peneliti selama pembelajaran berlangsung, Lembar observasi aktivitas siswa digunakan untuk mengetahui seberapa besar partisipasi siswa selama proses pembelajaran matematika melalui pendekatan Realistic Mathematic Education (RME). Lembar aktivitas siswa ini diisi oleh bantuan dari observer dengan melihat aktivitas yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran berlangsung, dan Lembar respon siswa berupa angket yang digunakan untuk mengetahui seberapa

(4)

e-ISSN: 2775-0442 | ARITMATIKA: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika STKIP YPUP Makassar

22 besar tanggapan atau reaksi siswa terhadap pembelajaran melalui pendekatan Realistic

Mathematic Education (RME).

Pada data hasil belajar dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji gain. Analisis data statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan skor hasil belajar matematika yang akan diperoleh dari test hasil belajar siswa. Didalam analisis data ini sangat dibutuhkan tabel frekuensi, rata-rata, standar deviasi, median, modus, skor ideal.

Tabel 2. Kategori Hasil Belajar Siswa

Nilai Kategori

0-49 50-59 60-69 70-79 80-100

Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi Jurnal Ilmu Pendidikan Vol, 4 (Wiwik Andriani ; 2020)

Analisis statistik inferensial digunakan untuk menguji kebenaran hipotesis yang telah ditetapkan.

Dalam penelitian ini, yang di dahului adalah uji normalitas dan kemudian dilanjutkan denagn uji hipotesisnya.

Uji normalitas merupakan langkah awal dalam menganalisis data secara spesifik. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Untuk uji normalitas ini digunakan uji Kolmogorov-Smirnov yang dirumuskan sebagai berikut:

KD ∶ 1,36 √n1+n2

n1n2 (Sugiyono, 2013:257) Keterangan :

KD =Jumlah Kolmogorov-Smirnov n1= Jumlah sampel yang diperoleh n2= Jumlah sampel yang diharapkan

Data dikatakan normal, apabila nilai signifikan lebih besar 0,05 pada (P > 0,05). Sebaliknya apabila nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 pada (P < 0,05), maka dikatakan tidak normal.

Untuk menguji hipotesis “rata-rata skor hasil belajar matematika siswa dengan menggunakanpendekatan Realistic Mathematic Education (RME)dalam pembelajaran matematika siswa kelas VIII SMP YP PGRI 4 Makassar”. Hipotesis ini diuji dengan menggunakan uji-t satu sampel dengan menggunakan rumus :

thitung = 𝑥̅− 𝜇𝑠 0

√𝑛

(Riduwan ; 2018) Keterangan:

thitung = Nilai yang dihitung dan menunjukkan nilai sampel

𝑋̅ = Rata-rata nilai yang diperoleh dari hasil belajar 𝜇0 = Nilai yang dihipotesiskan

S = Standar deviasi sampel yang dihitung n = Jumlah sampel penelitian

Analisis uji gain ini dilakukan agar dapat melihat efektivitas dari pendekatan pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) terhadap hasil belajar matematika siswa. Hal ini dapat dilakukan dengan menghitung nilai rata-rata hasil belajar matematika di dalam kelas sampel dari data pretest dan posttest dengan menggunakan rumus normal Gain.

Ngain = 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑝𝑜𝑠𝑡𝑡𝑒𝑠𝑡−𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑝𝑟𝑒𝑡𝑒𝑠𝑡 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑖𝑑𝑒𝑎𝑙−𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑝𝑟𝑒𝑡𝑒𝑠𝑡

Dengan tafsiran efektivitas dari N-gain sebagai berikut :

(5)

e-ISSN: 2775-0442 | ARITMATIKA: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika STKIP YPUP Makassar

23 Tabel 3. Tafsiran Normal Gain

Koefisien Gain Tafsiran

g < 0,3 0,3 ≤ g < 0,7

g ≥ 0,7

Rendah Sedang Tinggi (Armiati dan Febrianti,2013)

Untuk melihat keefektifan Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan mengingat efektivitas itu sendiri merupakan standar atau taraf tercapainya suatu tujuan dengan rencana yang akan ditetapkan maka perlu ditetapkan kriteria atau indikator keefektifan dalam penelitian ini yang mengacu pada :

a. Rata-rata hasil belajar matematika siswa setelah menerapkan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) harus mencapai KKM dan tuntas secara klasikal 85%.

b. Rata-rata hasil belajar ternormalisasi setelah pembelajaran matematika dengan mencapai 0,3 atau kategori sedang, baik secara deskriptif dan uji gain.

c. Aktivitas Siswa

Kriteria keberhasilan aktivitas siswa di lihat dari keaktifan selama proses pembelajaran berlangsung.

d. Keterlaksanaan pendekatan pembelajaran Realistik Mathematic Education (RME) dalam pembelajaran matematika minimal dalam kategori baik.

e. Respon Siswa

Respon siswa setelah pembelajaran matematika pada pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) dalam pembelajaran matematika minimal pada kategori positif.

Hasil dan Pembahasan Hasil

Hasil penelitian ini adalah jawaban atas rumusan masalah yang peneliti tetapkan sebelumnya. Pada rumusan masalah akan dijawab dengan menggunakan analisis deskriptif, analisis statistik inferensial, dan uji gain yang kemudian akan menjawab hipotesis. Dalam penelitian ini juga peneliti menggunakan dua variabel yaitu pendekatan pembelajaran dan hasil belajar matematika. Untuk mengukur hasil belajar matematika terlebih dahulu diberikan test awal (pretest) kepada responden, setelah test awal (pretest) responden diberikan perlakuan (treatmen) dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME). Setelah diberikan perlakuan (treatmen) responden diberikan test akhir (posttest) materi sistem persamaan linear dua variabel.

Tabel 4. Presentase nilai siswa sebelum menerapkan pendekatan Realistic Mathematic Education (pretest)

No Interval Frekuensi Presentase Kategori Hasil Belajar

1 80 - 100 0 0% Sangat tinggi

2 70 – 79 1 4% Tinggi

3 60– 69 10 44% Sedang

4 50 – 59 5 22% Rendah

5 0 – 49 7 30% Sangat rendah

Jumlah 23 100% Sedang

Dari tabel 4 menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar matematika siswa adalah 56,08. Dilihat dari frekuensi pada tabel 4.2 menunjukkan bahwa dari 23 siswa yang menjadi sampel penelitian ada beberapa siswa yang memperoleh tingkat hasil belajar paling dominan berada pada kategori sedang, namun tidak ada siswa yang memperoleh tingkat hasil belajar pada kategori sangat tinggi. Dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa kelas VIII SMP YP PGRI 4 Makassar yaitu 44% yang berada pada kategori kategori sedang.

(6)

e-ISSN: 2775-0442 | ARITMATIKA: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika STKIP YPUP Makassar

24 Tabel 5. Persentase nilai siswa setelah menerapkan pendekatan Realistic Mathematic

Education (RME)

No Interval Frekuensi Persentase Kategori Hasil Belajar

1 80 - 100 13 57% Sangat tinggi

2 70 – 79 5 22% Tinggi

3 60 – 69 3 13% Sedang

4 50 – 59 2 8% Rendah

5 0 – 49 0 0% Sangat rendah

Jumlah 23 100% Sangat tinggi

Dilihat dari tabel 5 diatas frekuensinya menunjukkan bahwa dari 23 siswa kelas VIII yang menjadi sampel penelitian, terdapat siswa yang memperoleh tingkat hasil belajar paling banyak yaitu berada pada kategori sangat tinggi dan siswa yang memperoleh tingkat hasil belajar paling sedikit berada pada kategori rendah. Dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa kelas VIII dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) yakni 77,95 berada pada kategori tinggi.

Grafik 1. Pretest

Grafik 2. Posttest

Pembahasan

Penelitian ini dilakukan di SMP YP PGRI 4 Makassar di kelas VIII sebagai sampel dengan jumlah siswa 23 orang, yang kemudian diajar dengan menggunakan model pembelajaran pendekatan Realistic Mathematic Education (RME). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui keefektifan pembelajaran matematika di kleas VIII SMP YP PGRI 4 Makassar yang mana penelitian ini dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan pada kelas eksperimen. Pada pertemuan pertama dilakukan demgan pembagian soal test (pretest), kemudian pertemuan kedua digunakan untuk melakukan kegiatan pembelajaran dan pada pertemuan terakhir pemberian soal test (posttest).

(7)

e-ISSN: 2775-0442 | ARITMATIKA: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika STKIP YPUP Makassar

25 Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pre-eksperimen dengan desain model penelitiannya

yaitu One Sample Pretest-Posttest Desain, dan data yang diperoleh dari hasil test belajar yang dilakukan sebanyak dua kali yaitu pretest dan posttest.

Secara teoritik, hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) dapat lebih baik karena dalam pembelajaran ini siswa yang akan aktif berinteraksi dengan gurunya dan teman-temannnya. Sehingga mereka dapat menemukan gagasan-gagasan atau konsep matematika dengan pembelajaran Realistic Mathematic educatin (RME) siswa tidak mudah lupa dengan apa yang sudah mereka sudah tahu sebagai pengetahuannya, suasana proses pembelajaran juga lebih aktif, disisi lain siswa lebih transparan dan siswa dilatih agar terbiasa berpikir serta mengemukakan pendapat didepan umum banyak orang, saling menghargai pendapat teman-teman sekelasnya. Jadi dengan adanya pendekatan pembelajaran seperti ini bisa meningkatkan dan mendorong kemauan belajar siswa dengan mencapai hasil belajar yang tinggi. Disamping itu, kerja sama dan tanggung jawab bersama antara siswa juga menjadi meningkat dan tinggi karena dalam proses pembelajaran ini siswa dapat belajar secara berkelompok.

Berdasarkan hasil penelitian dan didukung oleh teori di atas, dapat disimpulkan bahwa pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP YP PGRI 4 Makassar.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya disimpulkan bahwa penerapan pendekatan Realistic mathematic education (RME) efektif terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP YP PGRI 4 Makassar, dan berikut adalah perolehan dari beberapa kesimpulan yaitu :

1. Rata-rata hasil belajar matematika siswa setelah melakukan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) adalah 77,95 lebih tinggi dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) SMP YP PGRI 4 Makassar yaitu 70 dan tuntas secara klasikal 85%.

2. Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dengan menerapkan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) berada pada kategori baik dengan persentasenya 79%.

3. Respon siswa dalam proses pembelajaran dengan menerapkan Realistic Mathematic Education (RME) berada pada kategori positif dengan persentasenya 80%.

4. Hasil belajar matematika siswa menunjukkan peningkatan dari nilai pretest ke posttest (nilai gain diinterpretasi 0,51).

Saran

Berdasarkan kesimpulan tersebut, maka peneliti mengemukakan sedikit saran sebagai rekomendasi dari penelitian ini, yaitu sebagai berikut :

1. Pembelajaran matematika melalui penerapan Realistic Mathematic Education (RME) layak dipertimbangkan untuk digunakan sebagai pendekatan pembelajaran alternatif di sekolah khususnya di SMP YP PGRI 4 Makassar karena pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran.

2. Diharapkan kepada para peneliti dalam bidang pendidikan matematika supaya dapat meneliti lebih jauh tentang pendekatan efektif dan efisien untuk mengatasi kesulitan siswa dalam belajar matematika.

Ucapan terima kasih

Penulis menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga utamanya Alm Ayah tercinta “Bernadus K. Nitit”, Mama tercinta “Yusfina L. Tapun”, Anakku tercinta “Bernadus Claudyo K. Kelen”, dan Suami Tersayang “Andreas W. Kelen” serta ketiga adikku yang tersayang dan semua keluargaku yang tidak bisa saya sebut satu persatu atas segala pengorbanan, pengertian, kepercayaan, dan segala doanya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik, dan tidak lupa pula penulis ucapkan terima kasih kepadaTeman-teman seperjuangan mahasiswa kelas

(8)

e-ISSN: 2775-0442 | ARITMATIKA: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika STKIP YPUP Makassar

26 matematika dan mahasiswa STKIP YPUP Makassar yang telah membantu penulis baik secara

langsung maupun tidak langsung dalam penyelesaian penulisan artikel ini.

Semua pihak yang tidak sempat disebut namanya atas bantuannya, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Referensi

Febrianti, Hastuti dkk. (2013). Efektivitas penerapan pendekatan kontekstual dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMPN 9 Padang. Vol 1, No 1 (2013).

Ridwan, Dr. (2018). Dasar-dasar Statistika. Bandung : ALFABETA

Rukaesih, A. Maolani dkk. (2016). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : Rajawali Pers.

Sugiono. (2015). Statistik Nonparametris untuk Penelitian. Bandung : ALFABETA

Info lebih lanjut

Hubungi

LPPM STKIP YPUP Makassar Jalan Andi tonro no. 17 Makassar

Referensi

Dokumen terkait

Distribusi Frekuensi Respon Mahasiswa pada Aspek Kognitif Kategori Skor Interval Frekuensi Persentase % Sangat Menarik 81 – 100 2 6 Menarik 61 – 80 19 54 Cukup Menarik 41 – 60