PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pembelajaran menulis pantun disajikan dengan model tradisional yang tidak memberikan peran lebih bagi siswa untuk aktif. Tugasnya adalah membaca pantun di buku teks dan kemudian menulis pantun bebas satu per satu. Pembelajaran menulis puisi masih belum sepenuhnya dipahami siswa karena pembelajaran terkesan membosankan dan guru tidak menggunakan media.
Rumusan Masalah
Media pembelajaran yang menarik seperti gambar, grafik, video atau benda-benda yang menarik perhatian akan mampu membantu proses pembelajaran menulis siswa kelas lanjutan secara maksimal. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka peneliti tertarik untuk meneliti “Efektivitas penggunaan media Jugkat Jungkit Bola terhadap keterampilan menulis pantun siswa kelas V SD Inpres Pemrumputan Kecamatan Pa'jukukang Kabupaten Bantaeng.” Rolling) terhadap keterampilan berima siswa kelas V SD Inpres Perumutan Kecamatan Pa'jukukang Kabupaten Bantaeng?”.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Ho diterima yang berarti penggunaan media Bolding (Rolling Ball) tidak efektif terhadap keterampilan menulis pantun siswa kelas V SD Inpres Perumutan Kecamatan Pa'jukukang Kabupaten Bantaeng. Berdasarkan Tabel 4.6 diatas dapat disimpulkan hasil kemampuan menulis pantun siswa kelas V SD Inpres Perumbutan. Dengan demikian penggunaan media Bolding (menggelindingkan bola) efektif dalam mengajarkan keterampilan menulis pantun pada siswa kelas V SD Inpres Perumbutan.
KAJIAN PUSTAKA
Kajian Pustaka
- Hasil Penelitian yang Relevan
- Efektifitas Pembelajaran
- Kajian Keterampilan Menulis Pantun
- Hakikat Media Pembelajaran
- Media Bolding
Dengan demikian respon siswa terhadap pembelajaran dapat diartikan sebagai pendapat siswa terhadap pembelajaran menulis pantun dengan menggunakan media pembelajaran Bolding (Rolling Ball). Sedangkan respon guru terhadap pembelajaran merupakan pendapat guru terhadap pembelajaran yang dilaksanakan pada pembelajaran uji coba yaitu pembelajaran menulis pantun dengan menggunakan media Bolding (Rolling Ball). Dalam sastra Indonesia, kata “pantun” mengacu pada suatu bentuk puisi kuno dengan struktur tertentu (Sabastian, 2010: 1).
Kerangka Pikir
Berikut langkah-langkah pembuatan Bolding (Rolling Ball) selain langkah-langkah yang telah dijelaskan di atas: 1. Model kertas dan kotak-kotak yang sudah dipotong kemudian dirangkai dan dibentuk menjadi persegi panjang. Sediakan wadah yang terbuat dari kertas tiruan yang di dalamnya terdapat beberapa kertas berwarna sebagai finishing bola bowling.
Mengetahui hasil keterampilan menulis pantun sebelum menggunakan media Bolding (Rolling Ball), peneliti menggunakan media Bolding (Rolling Ball) untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa. Kemudian dilakukan post-test untuk mengetahui hasil keterampilan menulis cerita dengan media huruf tebal (Rolling Ball) setelah diberikan perlakuan dengan media tebal (Rolling Ball) dalam menulis pantun. Penerapan pembelajaran menulis pantun dengan menggunakan media Bolding (Rolling Ball) dapat membuat siswa lebih semangat dalam belajar, siswa lebih mudah menyusun sampiran dan isi pantun dengan baik dan runtut sesuai penulisan pantun yang benar, suasana pembelajaran di kelas lebih menyenangkan. Dengan menggunakan media Bolding (Rolling Ball) dalam pembelajaran keterampilan berima dengan menggunakan media Bolding (Rolling Ball) diharapkan siswa akan lebih termotivasi dalam belajar sehingga konsep pembelajaran keterampilan berima melalui Bolding (Rolling Ball) dapat digunakan. media khususnya dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa dapat tertanam dengan baik dan akan mempengaruhi hasil keterampilan menulis siswa.
Setelah itu dilakukan tes untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan pada hasil penggunaan keterampilan menulis cerita.
Hipotesis Penelitian
- Desain Penelitian
Dikatakan pra eksperimen karena desain ini belum merupakan eksperimen nyata karena masih terdapat variabel luar yang mempengaruhi pembentukan variabel terikat (Sugiyono. Penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan dengan cara memanipulasi objek penelitian, serta mengendalikan variabel-variabel tertentu (Misbahuddin dan Iqbal Hasan, 2013:12) Jenis desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design yang dikenal dengan desain pra-eksperimental.
Penelitian ini hanya memasukkan satu kelas sebagai kelas eksperimen tanpa kelompok pembanding (kelas kontrol). Dengan demikian, hasil penelitian dapat diketahui lebih tepat, karena kondisi sebelum pengobatan dan sesudah pengobatan dapat dibandingkan.
Populasi dan Sampel
- Populasi
- Sampel
Siswa yang dijadikan sampel adalah seluruh siswa kelas V SD Inpres Perumutan Kecamatan Pa'jukukang Kabupaten Bantaeng. Hasil belajar bahasa Indonesia (berima) yang dimaksud dalam penelitian ini adalah skor aktif yang diperoleh setelah menjawab soal tes hasil belajar yang diberikan sebelum menerima materi ajar (pre-test) dengan menggunakan media pembelajaran Bold (bowling) dan setelah menerima materi pengajaran (post -tes). ) menggunakan media pembelajaran Bolding (bowling) dalam jangka waktu tertentu pada siswa kelas V SD Inpres Perumutan Kecamatan Pa'jukukang Kabupaten Bantaeng. Hal ini disebabkan semakin meningkatnya perhatian siswa terhadap materi pelajaran yang diajarkan dengan menggunakan media Bolding (menggelindingkan bola) pada materi keterampilan berima siswa kelas V SD Inpres Pemrumputan.
Sumber : Data Statistik Frekuensi dan Persentase Nilai Hasil Belajar Posttest Siswa Kelas V SD Inpres Perumutan. Artinya penggunaan media Bolding (Rolling Ball) tidak efektif terhadap keterampilan berima siswa kelas V SD Inpres Pemrumputan Kecamatan Pa'jukukang Kabupaten Bantaeng. Pada bagian ini menjelaskan bagaimana menganalisis data penelitian mengenai efektivitas penggunaan media Bolding (Rolling Ball) terhadap keterampilan berima siswa kelas V SD Inpres Perumutan Kecamatan Pa'jukukang Kabupaten Bantaeng.
Untuk mengetahui keefektifan penggunaan media tebal (menggelindingkan bola) pada siswa kelas V SD Inpres Perumutan, peneliti melakukan post-test. Rata-rata skor menunjukkan bahwa hasil setelah tes kemampuan berima siswa kelas V SD Inpres Perumbutan berada pada kategori sangat tinggi. Sedangkan berdasarkan tabel terlampir yang menggambarkan ketuntasan hasil belajar setelah dilakukan tes menunjukkan hasil kemampuan menulis pantun siswa kelas V SD Inpres Pemrumputan.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dibahas, terlihat bahwa kemampuan menulis pantun siswa kelas V SD Inpres Perumutan mengalami perubahan.
Definisi Operasional Variabel
Instrumen Penelitian
Pretest digunakan sebelum penerapan media pembelajaran Bolding (rolling ball), sedangkan posttest digunakan setelah siswa mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran Bolding (rolling ball). Lembar observasi aktivitas siswa untuk memperoleh data aktivitas siswa selama menggunakan media pembelajaran Bolding (menggelindingkan bola). Angket Respon Siswa untuk mengetahui respon siswa pada saat pembelajaran menggunakan media pembelajaran Bolding (bola menggelinding) dan sebelum diterapkan media pembelajaran Bolding (bola menggelinding).
Aspek tanggapan siswa berkaitan dengan lingkungan belajar, minat mengikuti pelajaran selanjutnya, serta metode mengajar dan saran guru.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
Dalam analisis ini penelitian menentukan tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh Dekdikbud (2003), yaitu. Untuk mencari t-tabel, peneliti menggunakan tabel distribusi t dengan tingkat signifikansi (). e.. tCount > tTable berarti H0 ditolak dan H1 diterima, serta tCount < tTable.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Hasil Belajar
- Observasi Aktivitas Murid
- Angket Respon Murid
Berdasarkan Tabel 4.1 terlihat bahwa nilai rata-rata (rata-rata) hasil belajar siswa Kelas V SD Inpres Perumutan setelah dilakukan pre-test adalah 63, dibandingkan dengan nilai ideal yang dapat dicapai yaitu Rata-rata Skor tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar keterampilan siswa SD Kelas V Inpres Penggembalaan berada pada kategori sangat rendah. Jika skor kemampuan belajar siswa Kelas V SD Inpres Perumutan dikelompokkan menjadi 5 kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi skor seperti terlihat pada Tabel 4.2.
Berdasarkan tabel 4.2 diketahui bahwa dari 20 siswa kelas V SD Inpres Perumutan terdapat 9 siswa (54%) yang berada pada kategori sangat rendah, 2 siswa (10%) yang berada pada kategori rendah, dan 6 siswa (30%) yang berada pada kategori sedang dan 3 siswa (15%) yang berada pada kategori tinggi, serta tidak ada siswa yang berada pada kategori sangat tinggi. Berdasarkan data penelitian yang tercantum pada lampiran, persentase hasil belajar siswa kelas V SD Inpres Perumutan pada pre-test dapat dilihat pada tabel 4.3 di bawah ini. Berdasarkan tabel 4.3 diatas dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis puisi siswa kelas V SD Inpres Perumutan setelah mengikuti pre-test merupakan hasil dari kemampuan menulis puisi 11 siswa (55%), yang belajarnya hasilnya belum tuntas dan 9 siswa (45%) telah menyelesaikan studinya.
Pembahasan
Berdasarkan tabel statistik skor kemampuan menulis pantun siswa kelas V SD Inpres Perumutan yang dilampirkan pada hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa skor rata-rata (mean) kemampuan menulis pantun siswa kelas V SD Inpres Perumutan setelah dilakukan Pre-test adalah 63. Berdasarkan tabel statistik skor Post-test kemampuan menulis pantun siswa kelas V SD Inpres Perumutan yang dilampirkan pada hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa skor rata-rata (mean) kemampuan membaca hasil siswa kelas V SD Inpres Perumutan setelah dilakukan post test adalah 76. Setelah melaksanakan pembelajaran proses pembelajaran dengan menggunakan media Bolding (menggelindingkan bola), peneliti memberikan post test kepada siswa kelas V SD Inpres Perumutan untuk menilai kemampuan mereka dalam menulis pantun.
Hasil kemampuan menulis pantun menunjukkan terdapat 3 siswa (15%) yang hasil belajarnya belum tuntas dan 17 siswa (85%) yang tuntas pembelajarannya. Penggunaan media Bolding (menggelindingkan bola) merupakan solusi yang tepat untuk membantu siswa meningkatkan keterampilan berima. Hasil penelitian terhadap 20 siswa menunjukkan bahwa tingkat kemampuan menulis pantun siswa kelas V berada pada kategori kurang atau rendah.
Namun setelah penerapan media Bolding (roller ball) siswa kelas V mengalami perubahan atau penggunaan media Bolding (roller ball) efektif diterapkan pada materi keterampilan menulis rima. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dibahas pada Bab IV dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Bolding (Rolling Ball) terhadap keterampilan menulis pantun siswa SD Inpres Pemrumputan V Kecamatan Pa'jukukang Kabupaten Bantaeng, Semester I Tahun Pelajaran 2020/2021 sudah efektif, terlihat dari antusias siswa dalam pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media Bolding (Rolling Ball). Karena thitung>tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti media Bolding (Rolling Ball) efektif terhadap keterampilan menulis pantun siswa kelas V SD Inpres Pemrumputan Kecamatan Pa'jukukang Kabupaten Bantaeng.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Menulis Pantun Menggunakan Media Gambar pada Siswa Kelas IV SD Nglarang Sleman.
SIMPULAN DAN SARAN
SIMPULAN
Berdasarkan nilai rata-rata (mean) menunjukkan bahwa skor keterampilan menulis pantun siswa sebelum perlakuan adalah 63, sedangkan rata-rata keterampilan menulis cerita siswa pasca perlakuan adalah 78.
SARAN
Para pendidik khususnya guru SD Inpres Perumutan disarankan untuk menggunakan media pembelajaran dalam pembelajarannya agar dapat membangkitkan minat dan motivasi belajar siswa. Pengembangan Media Bolding (Rolling Ball) pada mata pelajaran IPS, materi pertunjukan alam, sosial dan budaya untuk siswa kelas IV SD. Pengembangan Media Flash Flipbook Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Pantun Siswa Kelas V SDN Janti Ii Tulangan Sidoarjo.JPGSD.
Dengan mengamati kegiatan, siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri pantun dan puisi secara logis dan benar. Siswa diminta membuat puisi bertema bencana alam dengan menggunakan media tebal (bola menggelinding) secara berkelompok. Dengan mengamati kegiatan, siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri pantun dan puisi secara logis dan benar.
Mainkan media tebal sesuai petunjuk guru, kemudian lengkapi potongan pantun sesuai ejaan pantun yang benar.