• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

B. Populasi dan Sampel

2. Sampel

Sampel menurut Sugiyono (2017: 118) adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Penarikan sampel yang dilakukan dengan cara purposive (purposive sample). Murid yang dijadikan sampel adalah seluruh murui kelas V SD Inpres Perumputan Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng.

Tabel 3.2 Sampel Penelitian SD Inpres Perumputan

Kelas Jenis Kelamin

Jumlah Murid Laki-Laki Perempuan

V 11 9 20

(Sumber: Dokumentasi jumlah murid SD Inpres Perumputan Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng)

C. Defenisi Operasional Variabel

Variabel dalam penelitian ini adalah ketuntasan hasil belajar murid, aktivitas murid dan respon murid kelas V SD Inpres Perumputan Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng melalui media pembelajaran Bolding (bola bergelinding).

1. Hasil belajar Bahasa Indonesia

Hasil belajar Bahasa Indonesia (membuat pantun) yang dimaksud dalam penelitian ini adalah nilai aktif yang diperoleh setelah menjawab soal- soal tes hasil belajar yang diberikan sebelum mendapatkan pengajaran materi (pretest) dengan menggunakan media pembelajaran Bolding (bola bergelinding) dan setelah mendapatkan pengajaran materi (postest) dengan menggunakan media pembelajaran Bolding (bola bergelinding) dalam jangka waktu tertentu pada murid kelas V SD Inpres Perumputan Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng.

2. Aktivitas murid

Yang dimaksud dengan aktivitas murid adalah kegiatan murid/proses aktif murid dalam melakukan suatu kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran Bolding (bola bergelinding) dalam jangka waktu tertentu pada murid kelas V SD Inpres Perumputan Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng.

3. Respon Murid

Respon murid yang dimaksimalkan adalah ukuran kesukaan, minat, ketertarikan, atau pendapat murid tentang cara mengajar guru, LKS, bahan ajar, dan suasana kelas dengan menggunakan media pembelajaran Bolding (bola bergelinding) dalam jangka waktu tertentu pada murid kelas V SD Inpres Perumputan Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng.

D. Instrumen Penelitian

Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

a. Tes Hasil Belajar Membuat Pantun

Tes hasil belajar dengan jenis Pretest dan Posttest. Pretest yang digunakan sebelum penerapan media pembelajaran Bolding (bola bergelinding), sedangkan posttest digunakan setelah murid mengikuti pembelajaran dengan penerapan media pembelajaran Bolding (bola bergelinding).

b. Lembar Observasi Aktivitas Murid

Lembar Observasi Aktivitas Murid untuk memperoleh data tentang aktivitas murid selama menggunakan media pembelajaran Bolding (bola bergelinding).

c. Angket Respon Murid terhadap Pembelajaran Membuat Pantun

Angket respon murid untuk mengetahui tanggapan murid selama pembelajaran dengan penerapan media pembelajaran Bolding (bola bergelinding) dan sebelum penerapan media pembelajaran Bolding (bola bergelinding). Aspek respon murid menyangkut suasana belajar, minat mengikuti pelajaran berikutnya, dan cara-cara guru mengajar serta saran – saran.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah ketetapan cara-cara yang digunakan oleh peneliti. Dalam pengumpulan data ini, peneliti menggunakan beberapa metode yaitu:

1. Metode Dokumentasi

Metode dokumentasi berarti cara mengumpulkan data dengan data yang sudah ada. Dalam peneliti mengumpulkan data umum sekolah

2. Metode Observasi

Observasi merupakan suatu proses pengamatan dan secara sistematis, logis, objektif, dan rasional mengenai berbagai fenomena, dalam situasi sebenarnya untuk mencapai tujuan tertentu.

F. Teknik Analisis Data

Untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penelitian akan digunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Data yang terkumpul berupa nilai pretest dan nilai posttest kemudian dibandingkan.

Membandingkan kedua nilai tersebut dengan mengajukkan pertanyaan apakah ada perbedaan antara nilai yang didapatkan antara nilai pretest dengan nilai Post test. Pengujian perbedaan nilai hanya dilakukan terhadap rerata kedua nilai saja, dan untuk keperluan itu digunakan teknik yang disebut dengan uji-t (t-test). Dengan demikian langkah-langkah analisis data eksperimen dengan model eksperimen One Group Pretest Posttest Design adalah sebagai analisis data deskriftif . Analisis statistik yang digunakan untuk menganalisis data

dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul selama proses penelitian dan bersifat kuantitatif. Adapun langkah-langkah dalam penyusunan melalui analisis ini adalah sebagai berikut:

a) Rata-rata (Mean) ̅ =

Sumber: Prasetyo (2017: 10)

b) Persentase (%) nilai rata-rata = x 100%

Dimana:

P = Angka persentase

f = frekuensi yang dicari persentasenya N = Banyaknya sampel responden.

Dalam analisis ini penelitian menetapkan tingkat kemampuan murid dalam penguasaan materi pelajaran sesuai dengan prosedur yang dicanangkan oleh Dekdikbud (2003) yaitu :

Tabel 3.3 Standar Ketuntasan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Tingkat Penguasaan (%) Kategori Hasil Belajar

0 – 54 55 – 64 65 – 79 80 – 89 90– 100

Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi

Dalam penggunaan statistik inferensial ini peneliti menggunakan teknik statistik t (uji t). Dengan tahapan sebagai berikut:

Langkah-langkah dalam pengujian hipotesis adalah sebagai berikut:

a. Mencari harga “Md” dengan menggunakan rumus:

Md = Keterangan :

Md = mean dari perbedaan pretest dan posttest = jumlah dari gain (posttest dan pretest)

N = subjek pada sampel

b. Mencari harga “∑ ” dengan menggunakan rumus:

∑ = ∑ (∑ )

Keterangan :

∑ = jumlah kuadrat deviasi

∑ = jumlah dari gain (posttest dan pretest) N =subjek dari sampel

c. Menentukan harga thitung dengan menggunakan rumus t-test

√ ∑ ( ) Keterangan:

t = perbedaan dua mean

Md = perbedaan mean pre-test dan post-test

= deviasi masing-masing subjek (d-Md)

∑ = jumlah kuadrat deviasi

N = jumlah subjek pada sampel d. Menentukan harga ttabel

Untuk mencari t Tabel peneliti menggunakan tabel distribusi t dengan taraf signifikan ( )

e. Konsultasikan thitung dengan ttabel

tHitung > tTabel berarti H0 ditolak dan H1 diterima, dan tHitung < tTabel

berarti H0 diterima dan H1 ditolak.

Kriteria pengujian jika :

a) Jika t Hitung > t Tabel maka H o ditolak dan H 1 diterima, berarti penggunaan media Bolding (Bola Bergelinding) efektif terhadap keterampilan menulis pantun murid kelas V SD Inpres Perumputan Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng

b) Jika t Hitung < t Tabel maka Ho diterima, berarti penggunaan media Bolding (Bola Bergelinding) tidak efektif terhadap keterampilan menulis pantun murid kelas V SD Inpres Perumputan Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng

45 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

1. Hasil Belajar a. Pre Test

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di SD Inpres Perumputan mulai tanggal 15 Juli – 23 Juli 2020, maka diperoleh data-data yang dikumpulkan melalui instrumen tes sehingga dapat diketahui hasil belajar murid kelas V SD Inpres Perumputan.

Adapun deskripsi secara kuantitatif skor hasil belajar Pre Test sebelum diberikan perlakuan (treatment) dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut.

Tabel 4.1 Statistik Skor Kemampuan Hasil Belajar Murid kelas V SD Inpres Perumputan

Statistik Nilai Statistik Jumlah murid

Nilai ideal Nilai maksimum Nilai minimum Rentang nilai Nilai rata-rata

20 100 87,5 50 37,5

63

Sumber: Data Statistik Skor kemampuan hasil belajar murid kelas V SD Inpres Perumputan

Berdasarkan tabel 4.1 menunjukkan bahwa skor rata-rata (mean) kemampuan hasil belajar murid kelas V SD Inpres Perumputan setelah dilakukan Pre Test adalah 63 dari skor ideal yang mungkin dicapai adalah 100. Skor maksimum 87,5 dari skor ideal 100, skor minimum 50 dari skor ideal 100, dan rentang skor 37,5 dari skor ideal 100 yang mungkin di capai.

Skor rata-rata tersebut menunjukkan bahwa hasil kemampuan belajar murid kelas V SD Inpres Perumputan berada dalam kategori sangat rendah.

Hal ini disebabkan karena masih kurangnya perhatian murid terhadap materi pelajaran yang diajarkan. Apabila skor kemampuan hasil belajar murid kelas V SD Inpres Perumputan murid dikelompokkan kedalam 5 kategori maka diperoleh distribusi frekuensi nilai seperti yang disajikan pada tabel 4.2.

Tabel 4.2 Statistik Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Belajar Murid Kelas V SD Inpres Perumputan

No Skor Kategori Frekuensi Persentase

% 1

2 3 4 5

0 – 54 55 – 64 65 – 79 80 – 89 90– 100

Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi

9 2 6 3 -

45%

10%

30%

15%

JUMLAH 20 100%

Sumber: Data Statistik Frekuensi dan Persentase Skor Hasil belajar murid kelas V SD Inpres Perumputan

47

Berdasarkan tabel 4.2 diperoleh bahwa dari 20 orang jumlah murid kelas V SD Inpres Perumputan Terdapat 9 murid (54 %) yang berada pada kategori sangat rendah, 2 murid (10%) yang berada pada kategori rendah, dan 6 murid (30%) yang berada pada kategori sedang dan 3 murid (15%) yang berada pada kategori tinggi, dan tidak ada murid yang berada pada kategori sangat tinggi. Hal ini disebabkan karena masih kurangnya minat dan perhatian belajar murid serta proses pembelajaran yang tidak menggunakan media pembelajaran.

Berdasarkan data hasil penelitian yang tercantum pada lampiran maka persentase hasil belajar murid kelas V SD Inpres Perumputan pada Pre-test dapat di lihat pada tabel 4.3 berikut.

Tabel 4.3 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Pre-test

Persentase Nilai Kategori Frekuensi Persentase (%)

≤ 70

≥ 70

Tidak tuntas Tuntas

11 9

55%

45%

JUMLAH 20 100 %

Sumber: Data Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Pre-test

Berdasarkan tabel 4.3 di atas maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis pantun murid kelas V SD Inpres Perumputan setelah dilakukan Pre-test hasil kemampuan menulis pantun 11 murid (55 %) yang belum tuntas hasil belajarnya dan 9 murid (45 %) yang telah tuntas belajarnya. Ini berarti ketuntasan belajar tidak memuaskan secara klasikal karena nilai rata-rata 63 tidak mencapai KKM yang diharapkan yaitu 70.

48 b. Post Test

Selama penelitian berlangsung terjadi perubahan terhadap murid kelas V SD Inpres Perumputan setelah diberikan perlakuan. Perubahan tersebut berupa hasil belajar yang datanya diperoleh setelah diberikan Post- test. Perubahan tersebut dapat dilihat dari data berikut ini.

Adapun deskripsi secara kuantitatif skor hasil belajar Post-test setelah diberikan perlakuan (treatment) dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut.

Tabel 4.4 Statistik Skor Hasil Belajar Murid Kelas V SD Inpres Perumputan

Statistik Nilai Statistik

Jumlah murid Nilai ideal Nilai maksimum Nilai minimum Rentang nilai Nilai rata-rata

20 100 87,5

62,5 25 78 Sumber: Data Statistik Skor hasil belajar murid kelas V SD Inpres Perumputan

Berdasarkan tabel 4.4 menunjukkan bahwa skor rata-rata (mean) hasil kemampuan menulis pantun post test murid kelas V SD Inpres Perumputan setelah dilakukan Post-test adalah 78 dari skor ideal yang mungkin dicapai adalah 100. Skor maksimum 87,5 dari skor ideal 100, skor

49

minimum 62,5 dari skor ideal 100, dan rentang skor 25 dari skor ideal 100 yang mungkin di capai. Skor rata-rata tersebut menunjukkan bahwa hasil kemampuan menulis pantun post test murid V SD Inpres Perumputan dalam kategori sangat tinggi.

Hal ini disebabkan karena meningkatnya perhatian murid terhadap materi pelajaran yang diajarkan dengan menggunakan media Bolding (bola bergelinding) pada materi keterampilan menulis pantun murid kelas V SD Inpres Perumputan. Apabila skor hasil belajar murid dikelompokkan kedalam 5 kategori maka diperoleh distribusi frekuensi nilai seperti yang disajikan pada tabel 4.5.

Tabel 4.5 Statistik Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Belajar Post- Test

No Skor Kategori Frekuensi Persentase % 1

2 3 4 5

0 – 54 55 – 64 65 – 79 80 – 89 90– 100

Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi

- 3 9 8 -

- 15 % 45 % 40 %

- Jumlah 20 100 %

Sumber : Data Statistik Frekuensi dan Persentase Skor hasil belajar Post-test murid kelas V SD Inpres Perumputan

Berdasarkan tabel 4.5 diperoleh bahwa dari 20 orang murid kelas V SD Inpres Perumputan . Terdapat 3 murid (15 %) yang berada pada kategori rendah, 9 murid (45 %) yang berada pada kategori sedang, dan 8 murid (40

50

%) yang berada pada kategori tinggi. Hal ini disebabkan meningkatnya minat dan perhatian belajar murid.

Berdasarkan data hasil penelitian yang tercantum pada lampiran maka persentase ketuntasan hasil kemampuan menulis pantun pada Post-test dapat di lihat pada tabel 4.6 berikut.

Tabel 4.6 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Post-test Murid Kelas V SD Inpres Perumputan

Persentase Nilai Kategori Frekuensi Persentase (%)

≤ 70

≥ 70

Tidak tuntas Tuntas

3 17

15 % 85 %

Jumlah 20 100

Sumber: Data Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Post-test murid kelas V SD Inpres Perumputan

Berdasarkan tabel 4.6 di atas maka dapat disimpulkan bahwa hasil kemampuan menulis pantun murid kelas V Sd Inpres Perumputan. setelah dilakukan Post-test hasil belajar terdapat 3 murid (15 %) yang belum tuntas hasil belajarnya dan 17 murid (85 %) yang telah tuntas belajarnya. Ini berarti ketuntasan belajar memuaskan secara klasikal karena nilai rata-rata 76 telah mencapai KKM yang diharapkan yaitu 70.

c. Menentukan Harga t Tabel

Sesuai dengan hipotesis penelitian yakni “penggunaan media Bolding (Bola Bergelinding) efektif terhadap keterampilan menulis pantun

51

murid kelas V SD Inpres Perumputan Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng” maka teknik yang digunakan untuk menguji hipotesis tersebut adalah teknik statistik inferensial dengan menggunakan uji-t. Data analisis skor pretest dan posttest dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.7. Analisis skor Pretest dan Posttest

No. Murid (Pre-test) (Post-test) X2- X1

1. Aryh 75 87,5 12,5 156,25

2. Shl 75 87,5 12,5 156,25

3. Dd 62,5 75 12,5 156,25

4. Dk 62,5 75 12,5 156,25

5. Jsrn 50 62,5 12,5 156,25

6. Snl 50 75 25 625

7. Sld 75 75 0 0

8. Fhl 87,5 87,5 0 0

9. Rht 75 87,5 12,5 156,25

10. Sk 75 87,5 12,5 156,25

11. Fsl 50 75 20 400

12. Sl 50 75 20 400

13. Rn 37,5 75 37,5 1.406,25

14. Al 87,5 87,5 0 0

52

Langkah-langkah dalam pengujian hipotesis adalah sebagai berikut : a. Mencari harga “Md” dengan menggunakan rumus:

Md =

= 15

b. Mencari harga “∑ ” dengan menggunakan rumus:

∑ = ∑ (∑ ) ( )

=

= 6,269

15. Mr 87,5 87,5 0 0

16. Ml 75 75 0 0

17. Kml 50 62,5 12,5 156,25

18. Mtr 37,5 62,5 35 1.225

19. Tr 50 87,5 37,5 1.406,25

20. Ant 50 75 25 625

Jumlah 1.262,5 1.562,5 300 6.237,5

53 c. Menentukan harga tHitung

t =

( )

=

( )

=

=

=

= 116,640 d. Menentukan harga ttabel

Untuk mencari t Tabel peneliti menggunakan tabel distribusi t dengan taraf signifikan ( ) = 20 – 1 = 19 maka diperoleh t0,05 = 1,729.

e. Konsultasikan thitung dengan ttabel

thitung =116,640> ttabel= 1,729 thitung> ttabel

Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima. Ini berarti bahwa berarti penggunaan media Bolding (Bola Bergelinding) tidak efektif terhadap keterampilan menulis pantun murid kelas V SD Inpres Perumputan Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng.

54 2. Observasi Aktivitas Murid

Hasil pengamatan aktivitas murid dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran Bolding (Bola bergelinding) selama 4 kali pertemuan dinyatakan dalam persentase sebagai berikut:

Tabel 4.8 Hasil Analisis Data Observasi Aktivitas Murid

No Aktifitas Murid

Jumlah Murid yang aktif pada

pertemuan

Rata-

rata % Kategori

1 Murid yang berdoa sebelum

pembelajaran dimulai

P R E T E S T

20 20

P O S T E S T

20 100 Aktif

2 Murid yang hadir pada saat

pembelajaran

20 20 20 100 Aktif

3 Murid yang memperhatikan penjelasan guru mengenai materi yang pembelajaran

14 18 16 80 Aktif

4 Murid yang mengajukan pertanyaan kepada guru

13 14 13,5 67,5 Aktif

5 Murid menjawab pertanyaan guru mengenai penulisan

7 15 11 55 Aktif

55 pantun

6 Murid aktif mengikuti game atau permainan

18 19 18,5 92,5 Aktif

7 Murid terampil menjawab soal dari permainan

15 19 17 85 Aktif

8 Murid yang

bekerjasama dalam kelompok belajar

14 15 14,5 72,5 Aktif

9 Murid

menyampaikan informasi yang didapat didepan kelas

13 14 14,5 72,5 Aktif

10 murid yang mampu menyimpulkan materi pembelajaran pada akhir

pembelajaran

13 13 13 65 Aktif

Rata-rata 79 Aktif

Hasil pengamatan untuk pertemuan I sampai dengan pertemuan IV menunjukkan bahwa :

a. Persentase murid yang berdoa sebelum pembelajaran dimulai sebesar 100%.

b. Persentase murid yang hadir pada saat pembelajaran 100%.

c. Persentase murid yang memperhatikan penjelasan guru mengenai materi yang pembelajaran 80%.

56

d. Persentase murid yang mengajukan pertanyaan kepada guru 67,5%.

e. Persentase murid yang menjawab pertanyaan guru mengenai penulisan pantun 55%.

f. Persentase murid yang aktif mengikuti game atau permainan 92,5%.

g. Persentase murid yang terampil menjawab soal dari permainan 85%.

h. Persentase murid yang bekerjasama dalam kelompok belajar 72,5%.

i. Persentase murid yang menyampaikan informasi yang didapat didepan kelas 72,5%.

j. Persentase murid yang mampu menyimpulkan materi pembelajaran pada akhir pembelajaran 65%.

k. Rata-rata persentase aktivitas murid terhadap pelaksanaan pembelajaran keterampilan menulis pantun dengan menggunakan media pembelajaran Bolding (Bola bergelinding) yaitu 79%.

Sesuai dengan kriteria aktivitas murid yang telah ditentukan peneliti yaitu murid dikatakan aktif dalam proses pembelajaran jika jumlah murid yang aktif 75% baik untuk aktivitas murid perindikator maupun rata-rata aktivitas murid, dari hasil pengamatan rata-rata persentase jumlah murid yang aktif melakukan aktivitas yang diharapkan yaitu mencapai 79% sehingga dapat disimpulkan bahwa aktivitas murid dalam proses pembelajaran keterampilan menulis

57

pantun dengan menggunakan media pembelajaran Bolding (Bola bergelinding) telah mencapai kriteria aktif.

3. Angket Respon Murid

Tanggapan murid tentang media Bolding (Bola bergelinding) dapat kita lihat pada tabel berikut :

Tabel 4.9 Angket Tanggapan Murid Tentang Media Bolding (Media Bolding)

NO ASPEK YANG

DITANYAKAN

JAWABAN

Ya % Tidak %

1 Tampilan Bolding (bola

bergelinding) sangat menarik 20 100 - -

2

Kegiatan belajar menggunakan media Bolding (bola

bergelinding) menyenangkan

20 100 - -

3

Materi dengan menggunakan media Bolding (bola

bergelinding) mudah dipahamai

19 95 1 5

4

Media Bolding (bola bergelinding) sangat membosankan

5 25 15 75

5 Menambah wawasan tentang

cara membuat pantun 13 65 7 35

6

Media Bolding (bola

bergelinding) menambah minat untuk membuat pantun

18 90 2 10

7

Media Bolding (bola bergelinding) memudahkan pemahaman membuat pantun

16 80 4 20

58 8 Cara unik untuk membuat

pantun sambil bermain 11 55 9 45

9

Penyajian Media Bolding (bola bergelinding) menarik

perhatian

17 85 3 15

10

Terampil dalam menilis pantun dengan menggunakan Media Bolding (bola bergelinding)

12 60 8 40

11

Senang belajar dengan menggunakan media Bolding (bola bergelinding)

16 80 4 20

12

Media Bolding (bola bergelinding) menambah semangat belajar

20 100 - -

13

Keseluruhan komponen media Bolding (bola bergelinding) terlihat dengan jelas

17 85 3 15

14

Langkah-langkah penggunan media Bolding (bola

bergelinding) mudah dimengerti

17 85 3 15

15

Media Bolding (bola

bergelinding) dapat dipelajari secara mandiri maupun kelompok

15 75 5 25

16

Lebih mudah memahami pembelajaran tanpa

menggunakan media Bolding (bola bergelinding)

13 65 7 35

17

Saya merasa bosan jika

kegiatan belajar mengajar tidak menggunakan media

pembelajaran Bolding (bola

13 65 7 35

59 bergelinding)

18

Penggunaan media

pembelajaran hanyalah variasi pengajaran dari guru supaya tidak mudah bosan, namun sebenarnya materi yang saya tangkap sama saja seperti tidak menggunakan media

pembelajaran.

14 70 6 30

19

Saya merasa tegang atau takut selama mengikuti kegiatan belajar

15 75 5 25

20

Saya merasa lebih terbantu menulis pantun setelah guru menggunakan media Bolding (bola bergelinding)

19 95 1 5

Dari angket hasil tanggapan murid tentang media pembelajaran Bolding (Bola bergelinding) dapat disimpulkan bahwa :

a. Terdapat 20 (100%) murid yang menyukai tampilan Bolding (bola bergelinding) sangat menarik dan 0 (0%) murid yang tidak menyukai.

b. Terdapat 20 (100%) murid yang menyukai kegiatan belajar menggunakan media Bolding (bola bergelinding) menyenangkan dan 0 (0%) murid yang tidak menyukai.

c. Terdapat 19 (95%) murid yang menyukai materi dengan menggunakan media Bolding (bola bergelinding) mudah dipahamai dan 1 (5%) murid yang tidak menyukai.

60

d. Terdapat 5 (25%) murid yang merespon media Bolding (bola bergelinding) sangat membosankan dan 15 (75%) murid yang merespon media Bolding (bola bergelinding) tidak membosankan . e. Terdapat 13 (65%) murid yang berpendapat menambah wawasan

tentang cara membuat pantun dan 7 (35%) murid yang tidak sependapat.

f. Terdapat 18 (90%) murid yang berpendapat bahwa media Bolding (bola bergelinding) menambah minat untuk membuat pantun dan 2 (10%) murid yang tidak sependapat.

g. Terdapat 16 (80%) murid yang berpendapat bahwa media Bolding (bola bergelinding) memudahkan pemahaman membuat pantun dan 4 (20%) murid yang tidak sependapat.

h. Terdapat 11 (55%) murid yang bependapat bahwa cara unik untuk membuat pantun sambil bermain dan 9 (45%) murid yang tidak sependapat.

i. Terdapat 17 (85%) murid yang menyukai Penyajian Media Bolding (bola bergelinding) menarik perhatian dan 3 (15%) murid yang tidak menyukai.

j. Terdapat 12 (60%) murid yang berpendapat bahwa terampil dalam menilis pantun dengan menggunakan Media Bolding (bola bergelinding) dan 8 (40%) murid yang tidak sependapat.

61

k. Terdapat 16 (80%) murid yang berpendapat bahwa senang belajar dengan menggunakan media Bolding (bola bergelinding) dan 4 (20%) murid yang tidak menyukai.

l. Terdapat 20 (100%) murid yang berpendapat bahwa media Bolding (bola bergelinding) menambah semangat belajar dan 0 (0%) murid yang tidak sependapat.

m. Terdapat 17 (85%) murid yang berpendapat bahwa keseluruhan komponen media Bolding (bola bergelinding) terlihat dengan jelas dan 3 (15%) murid yang tidak sependapat.

n. Terdapat 17 (85%) murid yang berpendapat bahwa langkah-langkah penggunan media Bolding (bola bergelinding) mudah dimengerti dan 3 (15%) murid yang tidak sependapat.

o. Terdapat 15 (75%) murid yang berpendapat bahwa media Bolding (bola bergelinding) dapat dipelajari secara mandiri maupun kelompok dan 5 (25%) murid yang tidak sependapat.

p. Terdapat 13 (65%) murid yang berpendapat bahwa lebih mudah memahami pembelajaran tanpa menggunakan media Bolding (bola bergelinding) dan 7 (35%) murid yang tidak sependapat.

q. Terdapat 13 (65%) murid yang berpendapat bahwa saya merasa bosan jika kegiatan belajar mengajar tidak menggunakan media pembelajaran Bolding (bola bergelinding) dan 7 (35%) murid yang tidak sependapat.

62

r. Terdapat 14 (70%) murid yang berpendapat bahwa penggunaan media pembelajaran hanyalah variasi pengajaran dari guru supaya tidak mudah bosan, namun sebenarnya materi yang saya tangkap sama saja seperti tidak menggunakan media pembelajaran dan 6 (30%) murid yang tidak sependapat.

s. Terdapat 15 (75%) murid yang berpendapat bahwa saya merasa tegang atau takut selama mengikuti kegiatan belajar dan 5 (25%) murid yang tidak sependapat.

t. Terdapat 19 (95%) murid yang berpendapat bahwa Saya merasa lebih terbantu menulis pantun setelah guru menggunakan media Bolding (bola bergelinding) dan 1 (5%) murid yang tidak sependapat.

B. Pembahasan

Untuk menganalisis data hasil kemampuan menulis pantun murid kelas V SD Inpres Perumputan perlu diketahui terlebih dahulu data awal sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. Sebelum perlakuan, kegiatan proses belajar mengajar yang dilakukan peneliti pada murid Kelas V SD Inpres Perumputan belum menggunakan media Bolding (Bola Bergelinding), setelah itu, peneliti memberikan tes kemampuan menulis (Pretest) sedangkan pada saat perlakuan (Treament) peneliti menerapkan media Bolding (Bola Bergelinding) pada saat proses belajar mengajar.

63

Kemudian diberi tes (post test) untuk memperoleh data hasil belajar yang akan dianalisis.

Pada bagian ini diuraikan cara analisis data penelitian tentang keefektifan penggunaan media Bolding (Bola Bergelinding) terhadap keterampilan menulis pantun murid kelas V SD Inpres Perumputan Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng. Adapun langkah-langkanya sebagai berikut: (1) Memberi Nilai secara individu, (2) Menentukan nilai rata-rata pre test dan post test, (3) Menentukan persentase (4) menggunakan (uji)- t yang meliputi langkah-langkah sebagi berikut,

(a) mencari harga mean dari perbedaan pretest dan post test.

(b) Mencari harga jumlah kuadrat deviasi (c) Mencari hatga t Hitung

(d) Menetukan aturan pengambilan keputusan atau kriteria yang di signifikan

(e) Membuat menentukan t table

(f) Membuat kesimpulan

Berdasarkan tabel ststistik skor hasil kemampuan menulis pantun murid kelas V SD Inpres Perumputan yang terlampir pada hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa skor rata-rata (mean) kemampuan menulis pantun murid kelas V SD Inpres Perumputan setelah dilakukan Pre Test adalah 63. Skor rata-rata hasil kemampuan menulis pantun murid kelas V

64

SD Inpres Perumputan berada dalam kategori sangat rendah. Karena tidak mencapai KKM yang telah di tentukan di SD Inpres Perumputan, yaitu <70.

Untuk mengetahui efektivitas penggunaan media Bolding (bola bergelinding) murid kelas V SD Inpres Perumputan, peneliti memberikan Post-test. Berdasarkan tabel statistik skor kemampuan menulis pantun post- test murid kelas V SD Inpres Perumputan yang terlampir pada hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa skor rata-rata (mean) hasil kemampuan membaca murid kelas V SD Inpres Perumputan, setelah dilakukan Post-test adalah 76. Skor rata-rata tersebut menunjukkan bahwa hasil kemampuan menulis pantun Post- Test murid kelas V SD Inpres Perumputan dalam kategori sangat tinggi.

Hal ini disebabkan karena meningkatnya perhatian murid terhadap materi pelajaran yang diajarkan dengan menggunakan media Bolding (bola bergelinding). Sedangkan berdasarkan tabel deskripsi ketuntasan hasil belajar post-test yang terlampir menunjuka bahwa hasil kemampuan menulis pantun murid kelas V SD Inpres Perumputan. Setelah di terapkan proses belajar mengajar menggunakan media Bolding (bola bergelinding), peneliti memberikan Post-test pada murid kelas V SD Inpres Perumputan untuk mengetahui kemampuan menulis pantun. Hasil kemampuan menulis pantun terdapat 3 murid (15%) yang belum tuntas hasil belajarnya dan 17 murid (85 %) yang telah tuntas belajarnya. Ini berarti ketuntasan belajar memuaskan secara klasikal karena nilai rata-rata 76 telah mencapai KKM yang diharapkan yaitu 70.

Dokumen terkait