• Tidak ada hasil yang ditemukan

efektivitas perma nomor 7 tahun 2022

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "efektivitas perma nomor 7 tahun 2022"

Copied!
107
0
0

Teks penuh

Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas hukum PERMA Nomor 7 Tahun 2022 tentang administrasi perkara dan persidangan secara elektronik di Pengadilan Agama Ngawi dan Pengadilan Agama Ponorogo, serta penilaian terhadap efektivitas hukum penegakan hukum. surat tercatat dalam PERMA Edisi 7 Tahun 2022 tentang Penatausahaan Perkara dan Persidangan Secara Elektronik pada Pengadilan Agama Ngawi dan Pengadilan Agama Ponorogo. Namun dari dua pengadilan agama yang penulis gunakan untuk penelitian, hanya Pengadilan Agama Ngawi yang dapat dikatakan efektif dalam menerapkan PERMA Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penanganan Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik.

Latar Belakang Masalah

Dari data yang penulis peroleh, Pengadilan Agama Ngawi telah menerapkan seluruh ketentuan dalam PERMA Nomor 7 Tahun 2022 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan Secara Elektronik. “Efektifitas PERMA Nomor 7 Tahun 2022 Terkait Administrasi Perkara dan Putusan Peradilan Secara Elektronik (Studi di Pengadilan Agama Ngawi dan Pengadilan Agama Ponorogo).”

Rumusan Masalah

Tujuan Penulisan

Untuk menganalisis efektivitas hukum penerapan PERMA Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penatausahaan Perkara dan Putusan Pengadilan Secara Elektronik pada Pengadilan Agama Ngawi dan Pengadilan Agama Ponorogo. Untuk menganalisis efektivitas hukum pelaksanaan surat yang terdaftar dalam PERMA Nomor 7 Tahun 2022 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan Secara Elektronik pada Pengadilan Agama Ngawi dan Pengadilan Agama Ponorogo.

Manfaat Penulisan

Tulisan ini diharapkan bermanfaat dalam mengembangkan teori Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhsiyyah) serta upaya berkontribusi memperkaya khazanah Hukum Keluarga Islam, khususnya berkaitan dengan implementasi PERMA Nomor 7 Tahun 2022 tentang administrasi kasus dan persidangan secara elektronik di pengadilan. Diharapkan dapat bermanfaat bagi seluruh civitas akademika sebagai informasi dan bahan tulisan mengenai persoalan efektifitas PERMA nomor 7 Tahun 2022 tentang administrasi perkara dan persidangan secara elektronik.

Kajian Terdahulu

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan sidang wanprestasi elektronik di Pengadilan Negeri Surabaya. 6 Milla Achmad Arifah Mustafa, Penyelenggaraan Sidang Perkara Wanprestasi Secara Elektronik (E-Litigasi) Berdasarkan Perma Nomor 1 Tahun 2019 tentang Administrasi Perkara Secara Elektronik dan Sidang Perkara di Pengadilan Negeri Surabaya (Skripsi: UPN Veteran Jawa Timur, 2022).

Metode Penelitian

Di sini penulis melihat bagaimana PERMA Nomor 7 Tahun 2022 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik diterapkan di Peradilan Agama. Dalam tulisan ini dilakukan penyajian kuasa secara cermat dan sistematis terkait implementasi PERMA Nomor 7 Tahun 2022 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan Secara Elektronik di Peradilan Agama.

Sistematika Pembahasan

Pendahuluan Tesis

Landasan Teori Efektivitas Hukum Membahas mengenai teori-teori yang

BAB III : Penerapan Perma Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Administrasi Perkara Dan

Bab ini membahas mengenai tinjauan efektivitas hukum PERMA Nomor 7 Tahun 2022 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan Secara Elektronik di Pengadilan Agama Ngawi dan implementasi PERMA Nomor 7 Tahun 2022 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan Secara Elektronik di Ponorogo. Pengadilan agama.

Penutup

Pengertian Efektivitas

Istilah “efektivitas” dalam teori efektivitas hukum diambil dari bahasa Inggris “efektif” yang berarti segala pekerjaan yang dilakukan dengan sempurna.1 Sedangkan dalam kamus bahasa Indonesia kata “efektif” merupakan kata sifat yang berarti sesuatu yang mempunyai akibat. atau dampaknya 2 Sepanjang sejarah hukum, menurut Hans Kelsen, efektivitas adalah penerapan yang tepat atas kenyataan dan konsepsi yang terkandung dalam peraturan perundang-undangan.3. Dengan kata lain, hukum efektif adalah hukum yang sesuai dengan apa yang tertulis dalam peraturan perundang-undangan (law on the book). Sedangkan cara pandang hukum saat ini menurut Werner Menski, pembentukan hukum tidak bisa diabaikan oleh tiga unsur penting, yaitu budaya sebagai nilai-nilai yang dianut dalam masyarakat, seperti nilai agama, substansi sebagai aturan itu sendiri, dan struktur. sebagai penegak aturan yang diputuskan..

Dari uraian tersebut dan apa yang disampaikan Menski dapat disimpulkan bahwa penjabaran teori efektifitas hukum sudah pernah dibahas oleh Friedman.

Teori Efektivitas Hukum

Satuan penegak hukum adalah aparat penegak hukum yang mampu memberikan keamanan, keadilan, dan manfaat hukum yang proporsional. Aparat penegak hukum mencakup pengertian lembaga penegak hukum dan aparat penegak hukum, sedangkan aparat penegak hukum dalam arti sempit dimulai dari kepolisian, kejaksaan, kejaksaan, penasihat hukum, dan sipir penjara. Upaya penegakan hukum yang sistematis harus memperhatikan ketiga aspek tersebut secara bersamaan, sehingga proses penegakan hukum internal dan keadilan dapat terwujud secara nyata.8 c.

Rendahnya kesadaran masyarakat akan menyulitkan penegakan hukum, sedangkan langkah yang dapat dilakukan antara lain sosialisasi yang melibatkan strata sosial, penguasa, dan aparat penegak hukum itu sendiri.

Profil Pengadilan Agama Ngawi

  • Sejarah Singkat Pengadilan Agama Ngawi
  • Visi Misi Pengadilan Agama Ngawi a. Visi

Jepang dengan nama Sooryo Hooin di bawah Gusaikanbu Urusan Peradilan, masa setelah Proklamasi 17 Agustus 1945 sampai dengan 24 Maret 1946 dengan nama Pengadilan Agama kembali berada di bawah Departemen Kehakiman, dan mulai tanggal 25 Maret 1946 diserahkan kepada Kementerian. Agama (Ditbinbapera).

Profil Pengadilan Agama Ponorogo

  • Sejarah Singkat Pengadilan Agama Ponorogo Islam merupakan agama yang paling dominan

Pada masa penjajahan Jepang, Pengadilan Agama Ponorogo tetap menjalankan tugasnya menyelesaikan perkara yang digugat oleh umat Islam sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pengadilan Agama Ponorogo menyimpan arsip putusan, produk zaman Belanda dan Jepang, tahun dan sebagainya, dan keunikan putusan tersebut adalah masih dalam bentuk tulisan tangan.3. Kondisi Pengadilan Agama Ponorogo pasca kemerdekaan Indonesia masih sama seperti pada masa penjajahan, dimana perkara umat Islam diadili di lobi masjid, kemudian dipindahkan dari rumah ke rumah lain milik tokoh masyarakat Ponorogo.

Visi tersebut merupakan upaya untuk memandang jauh ke depan dalam mewujudkan tugas pokok dan fungsi Pengadilan Agama Ponorogo.

Peraturan Mahkamah Agung terkait Administrasi Perkara Dan Persidangan Di Pengadilan Secara

Pada mulanya ketentuan mengenai penatausahaan perkara dan putusan di pengadilan secara elektronik muncul dan diatur dalam PERMA Nomor 3 Tahun 2018. Tak hanya itu, PERMA Nomor 1 Tahun 2019 juga memperbarui ketentuan mengenai penatausahaan perkara dan putusan secara elektronik secara lebih luas. Peraturan Mahkamah Agung terbaru ini tidak menggantikan Peraturan Mahkamah Agung sebelumnya, yaitu Peraturan Mahkamah Agung no. 1 tahun 2019.

5 Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penatausahaan Perkara dan Putusan Secara Elektronik dalam Berita Negara Pengadilan Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 894.

Sistem e-Court

  • Pendaftaran Perkara Secara Elektronik (e- Filling)
  • Taksiran Biaya Perkara Secara Online (e- SKUM)
  • Pembayaran Elektronik (e-Payment)
  • Pemanggilan Para Pihak Secara Online (e- Summons)
  • Persidangan Secara Online (e-Litigation)

PERMA Nomor 7 edisi 2022 akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menyelesaikan seluruh tahapan suatu perkara, karena masyarakat dapat mendaftar dan menyelesaikan tahapan lainnya secara online melalui sistem e-Court. Sistem e-Court sebagaimana tercantum dalam PERMA No. 1 Tahun 2019 terbagi menjadi 4 bagian yaitu e-Eksekusi, e-Payment, e-Panggilan dan e-Litigasi. Secara teknis, undangan online melalui e-Vazilov adalah penyampaian undangan ke alamat elektronik pimpinan yaitu ke alamat email yang terverifikasi.

Sesuai ketentuan Pasal 20 PERMA Nomor 7 Tahun 2022, sidang secara elektronik dilaksanakan jika ada kesepakatan antara kedua pihak.

Penerapan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Administrasi Perkara dan

Implementasi PERMA Nomor 7 Tahun 2022 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan Secara Elektronik di Pengadilan Agama Ngawi. Mengetahui perbedaan administrasi perkara dan proses elektronik antara PERMA Nomor 1 Tahun 2019 dengan PERMA Nomor 7 Tahun 2022. Mampu melaksanakan administrasi perkara dan proses elektronik dengan baik dan benar sesuai PERMA Nomor 7 Tahun 2022.

Implementasi PERMA Nomor 7 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Perkara dan Proses Persidangan Secara Elektronik di Pengadilan Agama Ponorogo.

Tinjauan efektivitas hukum terhadap perma Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Administrasi Perkara Dan

Dalam hal ini yang dimaksud dengan faktor hukum dalam tulisan ini adalah landasan hukum yang digunakan dalam pelaksanaan administrasi perkara secara elektronik dan persidangan di pengadilan. Dasar hukum persidangan secara elektronik diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 7 Tahun 2022 yang merupakan perubahan atas Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2019 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik. Yang dimaksud dengan faktor masyarakat adalah situasi dan kondisi masyarakat apakah masyarakat mengetahui terhadap undang-undang yang diterapkan, seperti Peraturan Mahkamah Agung Nomor 7 Tahun 2022 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan Secara Elektronik.

Pemberlakuan PERMA Nomor 7 Tahun 2022 tentang Persidangan Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik pada hakikatnya merupakan upaya untuk mengubah budaya di lingkungan Pengadilan Agama Ngawi.

Tinjauan efektivitas hukum terhadap perma Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Administrasi Perkara Dan

Sedangkan Perma Nomor 7 Tahun 2022 menyebutkan bahwa seluruh pengacara yang mendaftarkan perkara wajib menggunakan sistem e-court. Faktor kemudahan juga menjadi salah satu faktor yang bisa dijadikan acuan efektif atau tidaknya penerapan PERMA Nomor 7 Tahun 2022. Faktor masyarakat juga tidak kalah penting untuk melihat efektivitas implementasi peraturan terbaru tentang administrasi perkara dan persidangan yang diatur dalam PERMA Nomor 7 Tahun 2022.

Artinya, banyak ketentuan yang diatur dalam PERMA nomor 7 Tahun 2022 yang belum diterapkan di Pengadilan Agama Ponorogo.

Tinjauan Efektivitas Hukum Terhadap Pemberlakuan Surat Tercatat Dalam Perma Nomor 7 Tahun 2022

Dalam mempertimbangkan ketentuan surat tercatat, Ketua Pengadilan Agama Ngawi dan Pengadilan Agama Ngawi membuat nota kesepahaman dengan pimpinan kantor pos. Pada hakekatnya tujuan reformasi pemanggilan penggugat melalui surat tercatat ini adalah untuk mewujudkan asas kemudahan, kecepatan, dan biaya ringan bagi masyarakat yang menggugat di pengadilan. Sebab apabila pemanggilan dilakukan dengan surat tercatat maka dapat mengurangi biaya hukum dibandingkan dengan kewajibannya.

Namun penerapan surat tercatat ini dinilai efektif dalam penerapan PERMA Nomor 7 Tahun 2022 tentang penanganan perkara dan proses di pengadilan secara elektronik.

Tinjauan Efektivitas Hukum Terhadap Pemberlakuan Surat Tercatat Dalam Perma Nomor 7 Tahun 2022

Hal ini tentu berbeda dengan ketentuan terkini yang tertuang dalam PERMA Nomor 7 Tahun 2022 yang menyebutkan pemanggilan atau pemberitahuan dilakukan melalui pos tercatat. Jika diartikan, surat tercatat berarti pengiriman surat, sehingga harus dilakukan melalui jasa pengiriman atau pos. Meski ketentuan mengenai surat tercatat terkesan sepele, namun ketentuan tersebut nyatanya berdampak besar terhadap jalannya persidangan dan PERMA Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penatausahaan Perkara dan Proses Peradilan Secara Elektronik.

Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan surat tercatat di Pengadilan Agama Ponorogo ini dinilai tidak efektif karena ketentuannya tidak dilaksanakan.

Kesimpulan

Pelaksanaan surat tercatat di Pengadilan Agama Ngawi dinilai efektif karena pengadilan telah berusaha melaksanakan ketentuan surat tercatat dengan bekerja sama dengan kantor pos untuk memanggil para pihak, sedangkan Pengadilan Agama Ponorogo tidak efektif karena belum bekerjasama dengan pihak eksternal. para pihak agar ketentuan surat tercatat ini dapat dilaksanakan sesuai dengan PERMA Nomor 7 Tahun 2022.

Saran

Bagi advokat yang belum memiliki akun dan terdaftar dalam sistem e-Court, harap segera mendaftar karena peraturan MA terbaru menyatakan bahwa semua advokat yang mendampingi pihak yang berperkara di pengadilan wajib mendaftarkan perkaranya melalui sistem e-Court. Sehingga masyarakat sendiri harus lebih aktif membuka diri dan menerima perubahan aturan yang terjadi di lingkungan peradilan agama.

Penutup

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini membahas tentang rendahnya penerapan Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 1 Tahun 2008 tentang Mediasi pada perkara cerai gugat di Pengadilan Agama Jambi,

Penelitian ini membahas tentang rendahnya penerapan Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 1 Tahun 2008 tentang Mediasi pada perkara cerai gugat di Pengadilan Agama Jambi,

Implementasi PERMA No.1 tahun 2008 khususnya dalam perkara perceraian di Pengadilan Agama Kota Semarang dapat dikatakan belum efektif sebagaimana perkara-perkara lain yang

Skripsi yang berjudul “Implementasi Perma Nomor 1 Tahun 2019 Terkait Proses Pembuktian Dalam Persidangan e-Litigasi di Pengadilan Agama Banjarmasin”, ditulis oleh Raudatun

1. Penerapan Perma di Pengadilan, baik di Pengadilan Negeri Makassar maupun di Pengadilan Agama Makassar telah terlaksana dengan baik sebagaimana diatur dalam

KESIMPULAN Dari penelitian yang dilakukan penulis terhadap Efektivitas PERMA Nomor 3 Thun 2017 j.o Surat Dirjen Badilag Nomor 1669 Tahun 2021 terhadap pemenuhan nafkah anak pasca

KESIMPULAN Dari penelitian yang dilakukan penulis terhadap Efektivitas PERMA Nomor 3 Thun 2017 j.o Surat Dirjen Badilag Nomor 1669 Tahun 2021 terhadap pemenuhan nafkah anak pasca

pelaku tindak pidana dinyatakan bersalah berdasarkan putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dan pelaku tindak pidana dan/ atau Pihak Ketiga menitipkan uang restitusi di