• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEKTIVITAS TERAPI BEHAVIORAL DALAM MENINGKATKAN

N/A
N/A
Zinedine Ali Farhan Ramadlani

Academic year: 2023

Membagikan "EFEKTIVITAS TERAPI BEHAVIORAL DALAM MENINGKATKAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

RASA PERCAYA DIRI SAAT BERBICARA DIDEPAN UMUM PADA SISWA MAN 4 BANYUWANGI

Zinedine Ali Farhan Ramadlani* UIN Maulana Malik Ibrahim Malang [email protected]

Abstract Artikel Info

This paper examines behavioral therapy in increasing students' self-confidence when speaking in public. The approach used is quantitative research through the case study method. This study included students at MAN 4 Banyuwangi who lacked confidence when speaking in public. We took 37 respondents, students with severe lack of confidence were 50%, sufferers with moderate lack of confidence were 35% and those who suffered from mild lack of confidence were 15%.

Keywords : Behavioral Therapy, Confidence, Public Speaking.

Received:

xxxxxxxxxxxx Revised:

xxxxxxxxxxx Accepted:

xxxxxxxxxxx Published:

xxxxxxxxxxxxx

Abstrak

Tulisan ini mengkaji tentang terapi behavioral dalam meningkatkan rasa percaya diri terhadap siswa saat berbicara di didepan umum. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kuantitatif melalui metode studi kasus.

Penelitian ini mencakup siswa MAN 4 Banyuwangi yang kurang percaya diri saat berbicara didepan umum. Kami mengambil 37 responden, siswa penderita kurang percaya diri berat 50%, penderita kurang percaya diri sedang 35%

dan yang menderita kurang percaya diri ringan 15%.

Kata Kunci : Terapi Behavioral, Rasa percaya Diri, Public Speaking.

(2)
(3)

A. Pend ahuluan

Pendidikan adalah pembelajara n

pengetahua n,

keterampila

n, dan

kebiasaan orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya melalui pengajaran, pelatihan, dan juga penelitian.

Dalam pendidikan publick speaking itu sangat penting sekali karena

untuk menunjang siswa dalam berfikir dan berani dalam mengungka pkan pendapat.

Seorang siswa juga harus

percaya diri terhadap kemampuan yang

diilikinya.

Keper cayaan diri merupakan aspek kepribadian manusia yang berfungsi penting untuk mengaktuali sasikan potensi

yang

dimilikinya.

Tanpa adanya kepercayaan diri maka banyak masalah akan timbul pada

manusia.

Dengan adanya rasa percaya diri maka

seseorang akan mudah bergaul, menghadapi orang yang lebih tua, lebih pandai maupun kaya, mereka tidak malu maupun canggung.

Mereka akan berani

menampakk an dirinya secara apa adanya, tanpa menonjol- nonjolkan kelebihan serta menutup nutupi kekurangan.

Ini

disebabkan orang-orang yang

percaya diri telah benar- benar memahami dan

mempercay ai kondisi dirinya, sehingga dapat menerima keadaan dirinya apa adanya.

(4)

Banyak alasan yang melatarbela kangi antara lain

kurangnya kepercayaan diri dan kurangnya keterampila n

berkomunik asi.

Kepercayaa

n diri

merupakan persyaratan penting yang harus dimiliki oleh seorang siswa.

Kurangnya kepercayaan diri pada seseoarang dapat menjadikan individu

tersebut menjadi gugup ketika dilihat oleh banyak orang.

Seorang siswa memerlukan kepercayaan diri untuk berhasil dalam hidupnya, karena kepercayaan diri

berperan dalam memberikan semangat serta memotivasi individu untuk bereaksi secara tepat terhadap tantangan

dan

kesempatan yang datang.

Individu yang memiliki kepercayaan diri

cenderung lebih mudah untuk mendapatka n teman, mampu berkomunik asi tanpa perasaan tegang ataupun perasaan tidak enak lainnya.

Saat mencapai usia tertentu, terkadang individu berharap

bisa memiliki

rasa 4

percaya diri pada tingkat tertentu yang bisa membuat individu siap

menghadap ai situasi apapun.

Kesuksesan dibidang apapun sulit dicapai jika individu yang

bersangkuta n kurang memiliki kepercayaan diri.

Kepercayaa

n diri

dikaitkan dengan kemampuan atau

(5)

keberanian individu untuk melakukan tindakan- tindakan yang bukan hanya membawa resiko fisik tetapi juga resiko- resiko psikologi.

Individu dapat dikatakan tidak memiliki rasa percaya diri jika individu tersebut tidak berani

Sikap tidak percaya diri ini apabila didiamkan secara terus- menerus akan

mengakibatkan seseorang selalu berfikir yang irasional, seperti halnya merasa semua orang disekitarnya tidak

menghargai, selalu merasa serba

disalahkan, dan selalu berdiam diri tanpa mau berinteraksi dengan orang lain. Anak yang tidak percaya diri biasanya memiliki sipat dan perilaku seperti tidak mau mencoba hal yang baru, merasa tidak diinginkan dalam lingkungan sekitarnya, emosi terlihat

kaku, mudah mengalami frustasi hingga terkadang

mengesampingk an potensi bakat yang

dimilikinya.

untuk berbicara atau tampil didepan umum, malu

mengungkapkan ide-idenya dalam diskusi dan rapat.

B. Metode Penelitian Penelitian ini

menggunaka n metode kualitatif dengan jenis studi kasus.

Kegiatan yang dilakukan peneliti dalam

penelitian ini adalah dengan cara mengumpulk an data yang

berhubungan dengan kasus siswa yang

mengalami kurang percaya diri dengan cara mempelajari penyebab agar siswa tersebut bisa menjadi lebih baik.

Subyek dalam pepenelitian ini adalah sebagian siswa MAN 4

Banyuwangi yang

mengalami kurang percaya diri yang disebut dengan konseli, sedangkan konselornya adalah saya Zinedine Ali Farhan.

Adapun obyek yang dikaji adalah tentang rasa kurang percaya diri saat

berbicara didepan umum pada

(6)

siswa MAN 4

Banyuwangi Untuk mendapatka n keterangan dan

informasi mengenai subyek penelitian, peneliti mengambil dari

beberapa sumber terdapat dua sumber data yaitu sumber data primer yang

diperoleh langsung dilapangan atau saat proses konseling yaitu informasi mengenai siswa MAN 4

Banyuwangi yang

mengalami kurang percaya diri.

Sedangkan sumber data sekunder diperoleh melalui orang yang bersangkuta

n seperti teman akrab ataupun keluarga terdekat dan keadaan lingkungan klien dan perilaku keseimbanga n klien, tetapi dalam hal ini kami membatasi jumlah subyek yang diteliti.

Beberapa teknik mengumpula n data yang peneliti gunakan yaitu persebaran angket dan observasi.

Dalam hal angket peneliti mendapatka n 45% MAN 4

Banyuwangi yang

mengalami kurang percaya diri dan untuk metode observasi peneliti fokus kepada mahasiswa

yang mengalami rasa kurang percaya diri sangat tinggi.

Observasi dilakukan untuk mengamati keseharian klien selama disekolah, dan untuk mengamati klien selama ia

melakukan presentasi di depan kelas atau

berbicara didepan umum.

C. Hasil dan Pembahasa n

Untuk lebih jelas, peneliti menyajikan dalam bentuk tabel:

Keterangan:

A: Tidak B: Kadang C: Sering

1 : Sebelum

2 : Sesudah Konseling

Pembukt

ian dari

perubahan pada diri klien pada tabel diatas, setelah

dilakukan terapi behavioral banyak yang sudah mulai berubah

sehingga tingkat kurang percaya diri mereka semakin rendah.

Untuk melihat tingkat

keberhasilan dan kegagalan konseling

tersebut, peneliti berpedoman pada presentase perubahan perilaku dengan standart uji sebagai berikut:

a. >

50%

dapat dikat egori kan

(7)

berha sil.

b. 35%

atau 50%

dikat egori kan cuku p berha sil.

c. <

15%

dikat egori kan kuran g berha sil.

Dari tabel diatas dijelaskan bahwa setelah mendapatkan bimbingan dan konseling islam dengan terapi behavioral terjadi perubahan

perilaku pada klien. Total presentasi sebagai berikut:

1. Point untuk C : 0 2/11 x 100

= 18, 2%

2. Point untuk B : 0 4/11 x 100

= 36, 4%

3. Point untuk A : 0 5/11 x 100

= 45.

5%

Berdasar kan presentase dari hasil diatas dapat diketahui bahwa hasil

penelitian efek terapi behavioral terhadap siswa

MAN 4

Banyuwangi dikategorikan cukup berhasil.

Hal ini sesuai dengan skor 35

% atau 50%

yang

dikategorikan sebagai cukup berhasil. Dari hasil akhir pelaksanaan terapi behavioral ini sudah terlihat bahwa terapi tersebut bisa membawa perubahan.

D. Simpulan Berdasark an analisis proses

pelaksanaan terapi behavioral dalam mengatasi siswa yang mengalami kurang percaya

diri saat

berbicara

didepan kelas di

MAN 4

Banyuwangi sebagai berikut:

1.

Proses pelaksanaan penelitian

dengan terapi behavioral terhadap siswa yang mengalami kurang percaya

diri saat

berbicara

didepan kelas di

MAN 4

Banyuwangi dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut, yaitu

menggunakan terapi behavioral dengan data angket dan peneliti

mengambil sebagian sampel dari siswa yang mengalami kurang percaya

diri saat

berbicara

didepan kelas di

MAN 4

Banyuwangi dan peneliti fokus pada siswa yang merasa kurang percaya diri.

Dan peneliti melibatkan orang lain dalam penelitian

tersebut untuk mendapatkan informasi atau

(8)

data klien yang akan terapi.

2.

Hasil akhir dari Efek Terapi

Behavioral Terhadap siswa yang mengalami kurang percaya

diri saat

berbicara

didepan kelas di

MAN 4

BAnyuwangi penelitian ini adalah cukup berhasil dengan presentase 45%

dan ini semua bisa dilihat dari presentase yang termasuk ke standart uji peneliti. Adapun tingkat

keberhasilannya dapat dilihat dengan adanya perubahan dari klien yang sudah lebih percaya

diri saat

berbicara

didepan umum

dan bisa

mengungkapkan pendapatnya saat berdiskusi dikelas.

E. Daftar Pustaka

Bibliography Arsyad, A.

(2003).

Media Pembela jaran.

Jakarta : PT.Grafi ndo Persada.

Yusuf, Syamsu, Juntikan urikhsan.

2008.

Teori Kepribad ian.

Remaja Rosdakar ya

Padmomartono Sumardj ono.

Teori Kepribad ian.

Yogyaka

rta :

PENER BIT OMBAK Latipun. 2003.

Psikologi Konselin g Edisi Ketiga.

Malang:

UMM Press Corey Gerald.

2009.

Teori dan Praktek Konselin g dan Psikotera pi.

Bandung : PT.

Refika Aditama

Tim Wes fix.

Pendekat an Clint Centered .

Elly dan

Pranama J. 2006.

General Public Speaking .

Jakarta : Public peaking School Sameto, H.

2006.

Kiat Sukses

Mengola h

Komunik asi.

Jakarta : Puspa Sawara Ujang Abdul

Basir dan Sri Astutik, Bimbing an dan Konselin g Islam dengan Teknik Token Ekonom y dalam Memben tuk Disiplin Shalat pada Anak di Sidoarjo, Vol 08, No 01, 2018.

Referensi

Dokumen terkait

Pertanyaan penelitian kedua mengenai efektivitas teknik konseling cognitive behavioral dirumuskan ke dalam hipotesis “konseling cognitive behavioral efektif dalam

memberikan treatment berupa terapi bermain terhadap anak dengan gangguan ADHD dan untuk mengetahui apakah terapi bermain mampu meningkatkan kemampuan konsentrasi anak yang

Saran bagi keilmuan, terapi kelompok merupakan salah satu terapi yang tepat digunakan dalam meningkatkan harga diri pada pasien kusta, sehingga penyempurnaan pelaksanaan

Ketiga hal inilah yang menjadi kunci kesuksesan pada pelaksanaan terapi SEFT (Zainuddin, 2006b: 15).. Berangkat dari adanya fakta krisis spiritual remaja yang telah dipaparkan

Peningkatan rasa percaya secara bermakna ini kemungkinan disebabkan oleh adanya kegiatan dalam pelaksanaan terapi kelompok terapeutik yang berkaitan dengan peningkatan

Perlakuan pada pemain yang mengalami cedera tidak bisa dipisah antara terapi masase dengan terapi latihan pembebanan karena kedua hal terapi tersebut perlu dilakukan

Berdasarkan hasil analisis data instrumen kebutuhan awal diketahui bahwa kemampuan berbicara siswa masih rendah, siswa malu berbicara didepan kelas, tidak berani mengeluarkan pendapat,

sedang terapi sering berjalan, lari-lari, bahkan keluar dari ruangan saat terapi berlangsug” Kemudian Dewi Sukarnik juga sependapat bahwa:96 “Faktor penghambat dalam pelaksanaan