Demi perkembangan ilmu, saya bersetuju memberikan hak cipta bukan eksklusif kepada kawasan Universita Medan untuk karya bertulis saya yang bertajuk: Keberkesanan warna dan ketinggian perangkap pada tumbuhan oren Siam (Citrus nobilis) terhadap lalat buah (Bactrocera Spp). .) penduduk di desa Ajimbelang Kabupaten Tanah Karo. Tujuan penyelidikan ini adalah untuk menguji keberkesanan warna dan ketinggian peletakan perangkap untuk menyekat serangan lalat anggur (Diptera: Tephritidae) genus Bactrocera sp. Perangkap kuning menangkap lebih banyak lalat wain berbanding warna perangkap lain yang diuji.
Ketinggian perangkap 1 meter lebih efektif dibandingkan ketinggian lain yang diuji dalam menangkap lalat anggur. Skripsi ini berjudul: “EFEKTIFITAS WARNA PERANGKAP DAN TINGGI TANAMAN JERUK SIAM (Citrus nobilis) TERHADAP PENDUDUK LALAT (Bactrocera spp.) YANG TERLIHAT DI DESA AJIMBELANG KABUPATEN TANAH KARO”. Menurunnya produktivitas dan mutu jeruk yang ditanam di perkebunan rakyat di wilayah Tanah Karo disebabkan oleh serangan lalat buah (Bactrocera spp.).
Penggunaan Methyl Eugenol sudah umum digunakan dan efektif dalam menjebak lalat buah jantan (Siwi dkk, 2006). Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai efektivitas warna dan tinggi pemasangan perangkap hama lalat buah pada tanaman jeruk di perkebunan rakyat tepatnya di Desa Ajimbelang Kabupaten Tanah Karo.
Tujuan Penelitian
Ketinggian pemasangan perangkap mempengaruhi efektivitas pengendalian lalat buah, karena lalat buah berbentuk anakan dan muncul dari dalam tanah dalam bentuk dewasa, sehingga ketinggian pemasangan perangkap tidak harus setinggi tajuk tanaman yang akan ditanam. dikendalikan. (Muryati dan Jan, 2006). Ajimbelang merupakan salah satu desa yang masuk dalam wilayah Kecamatan Tiga Panah, dimana kecamatan ini merupakan salah satu sentra produksi jeruk, termasuk jeruk siam (Citrus nobilis).
Hipotesis
Manfaat Penelitian
Divisi Spermatophyta, Subdivisi Angiospermae, Kelas Dicotyledonae, Ordo Rutales, Famili Rutaceae, Genus Jeruk, Spesies Citrusnobili Syn Citrus Reticulata. Secara morfologi, bagian-bagian tanaman jeruk terbagi menjadi beberapa organ, buah jeruk mempunyai akar tunggang dan serabut (rambut akar), batang tanaman jeruk berkayu keras. Batang tanaman jeruk tumbuh tegak dan mempunyai cabang serta ranting yang banyak sehingga dapat membentuk mahkota setinggi 15 meter atau lebih.Bunga tanaman jeruk tergolong bunga sempurna yaitu dalam satu bunga terdapat alat kelamin jantan dan betina.
Kelopaknya bulat telur dan berbentuk cawan, mahkota daunnya lima, panjang bulat telur ke arah pangkal, ujungnya sempit, warnanya putih (Sarwono, 1986). Permukaan daun bagian atas mengandung lilin, pektin, halus mengkilat, berwarna hijau tua dan mempunyai urat menyirip, sedangkan permukaan daun bagian bawah berwarna hijau muda. Buah jeruk terdiri dari kulit luar (albedo), kulit dalam (flavedo), ruas buah (endocarp), terdiri dari gelembung-gelembung kecil berisi cairan dan dibungkus ruas-ruas (endocarp), berwarna jingga, tekstur lembut, halus, mengandung airnya banyak dan rasanya manis sampai agak asam dan segar.
Botani Jeruk ( Citrus sp)
Lalat Buah (Bactrocera Spp.)
Gejala Serangan
Setelah terjadi perkawinan, lalat buah betina akan bertelur.Pemilihan inang merupakan hal yang sangat menentukan besar kecilnya populasi lalat buah, karena seluruh kehidupan generasi selanjutnya ditentukan oleh unsur hara yang ada pada tanaman inang. Lalat buah betina sangat menyukai inang yang buahnya mendekati atau mendekati masak. Dalam kondisi seperti ini, buah mengandung asam askorbat dan sukrosa dalam jumlah maksimal. Buah yang terlalu matang tidak disukai oleh induk lalat buah karena waktu yang tersedia sebelum dipanen/digunakan lebih pendek dibandingkan umur larva lalat buah (Putra, 1997).
Lalat buah ini biasanya menyerang buah-buahan yang mempunyai kulit tipis dan daging lunak. Buah-buahan yang jatuh ini, jika tidak segera dikumpulkan atau dimusnahkan, dapat menjadi sumber penularan atau berkembangnya lalat buah generasi berikutnya (Departemen Pertanian, 2007). Hasil pemantauan lalat buah yang dilakukan oleh Balai Karantina Pertanian sejak tahun 1979/1980 menunjukkan bahwa lalat buah terdapat hampir di seluruh wilayah di Indonesia.
Saat ini terdapat 4000 spesies lalat buah yang terbagi dalam 500 marga, dan saat ini diketahui terdapat 82 spesies yang termasuk dalam kompleks Dorsalis (Mulyaman, 2007). Intensitas serangan dan populasi lalat buah akan meningkat pada kondisi iklim yang sesuai, yaitu pada suhu rendah, berkisar antara 26oC dan kelembaban. Agam, Aceh Tenggara, Pidie, Kampar, Indragiri Hulu, Karo, Langkat, Bengkalis, Banda Aceh, Aceh Besar, Tapsel, Simalungun, Deli Serdang, Padang Panjang, Solok, Pecan Baru, Aceh Timur, Medan, Asahan.
Pidie, Kampar, Indragiri Hulu, Aceh Besar, Deli Serdang, Langkat, Padang, Solok, Asahan, Aceh Timur, Pesisir Selatan. Aktivitas lalat buah akan lebih baik pada saat curah hujan rendah dibandingkan pada saat curah hujan tinggi (Rukmana dan Sugandi, 1997).
Feromone Sex (Metil Eugenol)
Pengaruh Warna dan ketinggian perangkap
METODEOLOGI PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu
Bahan dan Alat
Metode Penelitian
- Prosedur di Lapangan
Yijk = Hasil observasi eksperimen faktor pertama I dan faktor kedua k yang ditempatkan pada replikasi ke-j. Jika hasil penelitian ini berpengaruh nyata maka akan dilakukan pengujian lebih lanjut dengan menggunakan uji jarak Duncan. Botol dipotong menjadi 2 bagian, kemudian ujung botol yang berlubang terbalik dimasukkan ke bagian botol yang lain.
Petrogenol diteteskan sebanyak 0,25 ml ke dalam bola kapas berdiameter kurang lebih 1 cm kemudian dimasukkan ke dalam perangkap yang digantung pada tali/kawat dengan jarak bervariasi 5-7 cm dari bibir botol. perangkap, dibuatlah tali penyangga agar mampu menopang berat perangkap pada saat digantung. Perawatan dilakukan dengan memasang perangkap lalat buah pada tanaman jeruk sesuai dengan warna dan tinggi tanaman. Pertama, setiap tanaman sampel ditandai dengan memasang selebaran pada setiap ulangan yang terdiri dari 27 tanaman jeruk dan masing-masing perangkap.
Pemasangan perangkap dilakukan mulai pukul 13.00 WIB, karena lalat buah aktif pada pagi dan sore hari. Setiap lalat buah yang ditangkap diberi label dalam klip plastik sesuai perlakuan masing-masing dan kemudian diawetkan dengan alkohol 70%. Pengamatan jenis dan jumlah populasi lalat buah dilakukan mulai pengamatan pertama sampai pengamatan kesepuluh.
Parameter Yang Diamati
- Identifikasi Jenis lalat buah
- Jumlah populasi lalat buah
- Serangga Lain yang Masuk ke Dalam Perangkap
2014 Keanekaragaman dan Dinamika Populasi Lalat Buah (Dipthera: Theritidae) Menyerang Tanaman Buah di Bali (Tesis). Keanekaragaman lalat buah (dipthera: tephitidae) di Jakarta, Depok, Bogor sebagai bahan kajian kajian risiko hama (tesis).