Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap kecerdasan emosional siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Lamasi. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pola asuh orang tua terhadap kecerdasan emosional siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Lamasi.
DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING LEMBAR PERSETUJUAN PENGUJI
PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA A. Pola Asuh Orang Tua
METODE PENELITIAN
TINJAUAN KEISLAMAN
KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR LAMPIRAN
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian 1. Tujuan umum
- Manfaat Penelitian 1. Untuk peneliti
Untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap kecerdasan emosional remaja kelas VIII SMP Negeri 3 Lamasi. Untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap kecerdasan emosional siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Lamasi.
TINJAUAN PUSTAKA
Pola Asuh Orang Tua 1. Pengertian Pola asuh
- Dimensi Pola Asuh Orang Tua
- Pola Asuh Otoriter (Authoritarian Parenting)
- Pola Asuh Permisif (Permissive Parenting)
- Pola Asuh Demokrasi (Authoritative Parenting)
- Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pola Asuh Orang Tua
Menurut Baumrind (Maccoby, 1980), pola asuh orang tua mempunyai dua dimensi, yaitu: dimensi kontrol dan dimensi kehangatan. A. Pola asuh orang tua berperan dalam membantu anak mengelola emosi, terutama emosi negatif, sebagai peluang untuk menciptakan kedekatan tanpa kehilangan kesabaran.
Kecerdasan Emosi
- Pengertian Kecerdasan Emosi
- Dimensi Kecerdasan Emosi
- Faktor-faktor Yang Mempengaruhi kecerdasan emosi
Respons analis terhadap asosiasi bebas pasien adalah cara mendengarkan yang khusus, yang disebut perhatian mengalir bebas. Pertama kali dijelaskan oleh Freud, transferensi menyangkut perasaan dan perilaku pasien terhadap analis, berdasarkan kerinduan masa kanak-kanak pasien terhadap orang tua atau figur orang tua. Perasaan seperti itu tidak disadari, tetapi diwujudkan dalam neurosis transferensi, di mana pasien berusaha untuk memuaskan harapan masa kanak-kanak bawah sadar mereka melalui analisis ahli.
Transferensi bisa bersifat positif, dimana analis harus dilihat sebagai orang yang memiliki nilai, kemampuan dan keterampilan. Dalam psikoanalisis, analis menjelaskan kepada pasien interpretasi peristiwa psikologis yang sebelumnya tidak diketahui pasien atau tidak berarti bagi pasien. Kontratransferensi memiliki komponen bawah sadar yang didasarkan pada konflik yang tidak didasarkan pada analis.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Kecerdasan Emosi Remaja Sebelumnya mari kita bahas tahapan perkembangan pola asuh
- Sejak lahir sampai 1 tahun
- Usia 1-3 tahun
- Usia 3-6 tahun (prasekolah)
- Usia 6-12 tahun
- Usia 12-18 tahun
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kecerdasan Emosional Remaja Mari kita bahas terlebih dahulu tahapan-tahapan dalam perkembangan pola asuh orang tua. Sebagai orang tua, sebaiknya Anda mendorong anak Anda untuk bermain dengan anak lain agar mereka mengetahui aturan mainnya. Anda sebagai orang tua harus dengan bijak menjelaskan kepada anak Anda tugas dan tanggung jawabnya.
Orang tua tipe ini memperlakukan masalah emosional anak mereka sebagai hal kecil atau gangguan, sesuatu yang mereka harapkan akan terjadi. Mereka adalah orang tua yang akan berteriak marah pada anak yang berusaha menyampaikan alasannya: “Jangan berkelahi!”.10. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua erat kaitannya dengan pembentukan karakter dan kecerdasan emosional anak, bahkan di masa dewasa.
KERANGKA KONSEP
Konsep Pemikiran
Dari definisi di atas Al. Badan Tridhonanto-Beranda (2014) menyimpulkan bahwa pola asuh adalah suatu interaksi total antara orang tua dan anak, dimana orang tua memberikan dorongan kepada anak dengan cara mengubah perilaku, pengetahuan dan nilai-nilainya. Ini dianggap paling cocok untuk orang tua. agar anak dapat mandiri, tumbuh dan berkembang secara sehat dan optimal, memiliki rasa percaya diri, rasa ingin tahu, ramah dan berorientasi pada kesuksesan.4. Kecerdasan emosional menurut Daniel Goleman adalah kemampuan mengenali perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik dalam diri sendiri maupun dalam hubungan dengan orang lain. H0 : Tidak terdapat pengaruh pola asuh orang tua terhadap kecerdasan emosional remaja kelas VIII SMP Negeri 3 Lamasi.
H1 : Terdapat pengaruh pola asuh orang tua terhadap kecerdasan emosional remaja kelas VIII SMP Negeri 3 Lamasi.
METODE PENELITIAN
- Objek penelitian
- Metode Penelitian
- Teknik Pengambilan Sampel 1. Populasi
- Rumus Besar Sampel
- Teknik Pengambilan Sampel
- Kriteria pengambilan sampel a. Kriteria inklusi
- Teknik Pengambilan Data 1. Alat pengumpulan data
- Cara pengumpulan data
- Intrumen penelitian
- Variabel Pola Asuh Orang Tua
- Variabel Kecerdasan Emosi
- Uji Analisis Univariat
- Uji Analisis Bivariat a. Uji Normalitas
Alat pengumpulan data yang diberikan berupa angket yang berisi skala pola asuh orang tua dan skala kecerdasan emosional remaja yang berjumlah 54 item. Skala yang digunakan ada dua, yaitu skala pertama yaitu skala gaya pengasuhan yang mengacu pada penjelasan pengaruh 'gaya pengasuhan' terhadap perilaku anak menurut Baumrind seperti dikutip Syamsu Yusuf dan didasarkan pada dua dimensi pola pengasuhan. dikemukakan oleh Baumrind yaitu ketelitian dan daya tanggap. Data hasil angket kemudian dimasukkan ke dalam Microsoft Excel dan skor setiap siswa untuk setiap jenis dimensi pengasuhan dijumlahkan, kemudian dijumlahkan persentase setiap dimensi pengasuhan.
Jika nilai dimensi responsiveness lebih besar dibandingkan dimensi menuntut maka pola asuh yang digunakan adalah pola asuh permisif, jika nilai dimensi responsiveness lebih kecil dari nilai dimensi menuntut maka pola asuh yang digunakan adalah pola asuh otoriter, namun jika nilai dimensi responsiveness dimensi daya tanggap dan menuntut sama-sama besar, maka pola asuh yang digunakan adalah pola asuh otoritatif.9. Kemudian pada penelitian sebelumnya Ike Marlina menemukan bahwa jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data interval. Menurut Sugiyono, hipotesis asosiatif merupakan perkiraan apakah terdapat hubungan yang signifikan antara dua variabel atau lebih. 9 Berdasarkan jenis data dan hipotesis, teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelatif Pearson. Metode ini digunakan. untuk memprediksi hubungan antara satu atau dua variabel bebas terhadap suatu variabel terikat yaitu untuk mengetahui pengaruh pola asuh permisif terhadap kecerdasan emosional.
HASIL PENELITIAN
Deskripsi Tempat Penelitian
Deskripsi Subjek Penelitian
Hasil Uji Analisis Univariat
Jadi, setelah data angket diolah dengan menggunakan Microsoft Excel, diperoleh hasil dimana jika dilihat dari data jawaban positif atas pertanyaan, terdapat 71 orang tua siswa yang menerapkan model pengasuhan otoriter dengan persentase 81,6% dan 16 orang tua. siswa yang menerapkan model pola asuh permisif dengan persentase sebesar 18,4%. Sedangkan jika dilihat dari data pertanyaan negatif maka diperoleh hasil yaitu 87 orang tua siswa menerapkan pola asuh permisif dengan persentase 100%. Namun secara umum model pola asuh yang diterapkan oleh orang tua siswa dapat dilihat dari dua dimensi data pola asuh yaitu dimensi tanggung jawab dan dimensi permintaan, yaitu model pola asuh permisif dengan persentase sebesar 100%, dimana jika dimensi akuntabilitas. lebih tinggi dari dimensi permintaan, maka model pengasuhan yang diterapkan adalah model pengasuhan.
Setelah data kuisioner diolah oleh peneliti dengan menggunakan Microsoft Excel, peneliti juga mengolah data tersebut dengan menggunakan SPSS 16.0 untuk mendapatkan hasil lebih lanjut. 15 siswa termasuk dalam kategori kecerdasan emosional tinggi dengan persentase 17,24%, 56 siswa termasuk dalam kategori kecerdasan emosional sedang dengan persentase 64,37%, dan 16 siswa termasuk dalam kategori rendah dengan persentase 18,39%.
Kecerdasan Emosi
Hasil Uji Analisis Bivariat a. Uji Normalitas
Uji normalitas merupakan uji statistik yang digunakan untuk menguji apakah data berdistribusi normal atau tidak.14 Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan teknik uji Lilliefors atau dalam program SPSS disebut juga Kolmogorov-Smirnov. Berdasarkan data pada tabel diatas terlihat bahwa data berdistribusi normal karena mempunyai hasil One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test dengan nilai signifikansi untuk gaya pengasuhan orang tua (permisif) yaitu 0,227 dan nilai signifikansi untuk kecerdasan emosional yaitu 0,729. Uji hipotesis yang digunakan adalah korelatif Pearson dimana uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan, hubungan atau pengaruh antar variabel.
Berdasarkan data uji korelasi Pearson, diperoleh p-value hubungan pola asuh orang tua (permisif) dengan kecerdasan emosional sebesar 0,000.
PEMBAHASAN
Selain ciri-ciri tersebut, terdapat pula ciri-ciri tinggi rendahnya tingkat kecerdasan emosional yang dikemukakan oleh Goleman (1995), sebagai berikut: Kemudian kedua variabel tersebut diolah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara kedua variabel tersebut, yaitu variabel pola asuh orang tua permisif dan kecerdasan emosional siswa. Artinya p = 0,000 < 0,05 (dimana kondisi p < 0,05) sehingga korelasi antara dua variabel yang signifikan dengan pola asuh permisif berhubungan positif terhadap kecerdasan emosional sehingga nilai korelasi dikatakan berhubungan jika nilainya tidak. sama dengan 0), yang berarti sumbangan efektif variabel Pola Asuh Permisif terhadap kecerdasan emosional diperoleh sebesar 39,1%, sedangkan 60,9% terdapat pada variabel atau faktor lain yang mempengaruhi kecerdasan emosional yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. .
Dimana p value = 0,037 < 0,05 artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan antara pola asuh permisif terhadap kecerdasan emosional pada siswa kelas X SMK Negeri 9 Samarinda. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan diperoleh nilai = 0,023 yang berarti sumbangan efektif variabel model orang tua permisif terhadap kecerdasan emosional sebesar 2,3% dan sisanya sebesar 97,7% terdapat pada variabel lain yang mempengaruhi emosi. . kecerdasan.18. Sementara itu, terdapat pula penelitian yang menunjukkan adanya korelasi negatif dampak model pengasuhan permisif terhadap kecerdasan emosional anak yaitu penelitian yang dilakukan oleh Arum Dwi Mahatfi (2015) yang mengatakan bahwa berdasarkan hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa terdapat Terdapat korelasi negatif antara pola asuh orang tua permisif dengan kecerdasan emosional siswa sekolah dasar. Kelompok V 1 Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo9 dan beberapa penelitian lainnya, selain itu dari penelitian sebelumnya korelasi positif terutama hanya terjadi pada model pola asuh demokratis, sedangkan model pola asuh otoriter dan model pola asuh permisif memberikan korelasi negatif.
TINJAUAN KEISLAMAN
Pola Asuh Orang Tua
Karena anak sangat mudah meniru apa yang dilakukan orang tuanya, maka pendidikan atau pola pengasuhan orang tua juga mempengaruhi kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional dan spiritual anak. Pada dasarnya pola asuh adalah suatu sikap dan praktek yang dilakukan oleh orang tua, antara lain bagaimana memberi makan anak, memberikan rangsangan, memberikan kasih sayang agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik (Jus'at, 2000). 22. Orang tua dalam mengasuh dan membesarkan anak seringkali tidak diimbangi dengan pengetahuan cara membesarkan anak sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
Karena kurangnya pengetahuan tersebut, mereka melupakan tanggung jawab sebagai orang tua dan membesarkan mereka menurut pola yang tidak diperbolehkan dalam Islam. Perlu diketahui orang tua bahwa gaya pengasuhan sangat mempengaruhi perubahan perilaku atau kepribadian anak. Mengingat para pendakwah, ustadz/ustadzah sering dijadikan teladan bagi para orang tua dalam membimbing anaknya.
Potensi Dalam Diri Sendiri
Profesi yang cocok bagi mereka yang memiliki kecerdasan ini antara lain: penulis atau penulis, guru, pembicara radio, presenter, presenter, pengacara, penerjemah, komedian. Profesi yang cocok bagi mereka yang memiliki kecerdasan ini adalah ahli matematika, astronom, ahli opini, ahli forensik, ahli tata kota, penilai kerugian asuransi, pialang saham, analis sistem komputer, ahli gempa. Campers adalah orang yang mempunyai AQ sedang, merasa puas dan puas dengan apa yang telah dicapainya serta enggan untuk maju.
Dalam penelitian ini yang menjadi subjek kajiannya adalah kecerdasan emosional, dimana kecerdasan emosional itu sendiri merupakan seperangkat kemampuan mengenali emosi diri sendiri dengan benar, memotivasi diri sendiri, mengenali orang lain, dan menjalin hubungan dengan orang lain. Untuk itu pola asuh yang baik juga akan membentuk kecerdasan emosional yang baik pada anak. Sebab salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi kecerdasan emosional seorang anak adalah orang tuanya sendiri.
Manfaat Pelukan/Dekapan Ibu Yang Sangat Dasyat Untuk Kestabilan Emosi Anak
Sentuhan lembut seorang ibu akan merangsang pelepasan hormon oksitosin yang dapat memberikan efek menenangkan pada anak yang sedang marah, sedih, takut atau depresi. Meski tidak bisa menyembuhkan Anda secara langsung, namun pelukan hangat dari ibu Anda akan mengurangi rasa sakit yang Anda alami. Pelukan ibu merupakan komunikasi nonverbal yang dapat mengurangi konflik dan meningkatkan hubungan ibu dan anak.
Anak yang sering dipeluk oleh ibunya akan memperoleh energi dan semangat baru untuk berkembang dan aktif dalam aktivitas lainnya. Pelukan seorang ibu akan merangsang aliran darah ke otak dan memudahkan anak berpikir serta mudah memahami apa yang diajarkan. Anak akan mudah belajar mengendalikan emosi negatif, mudah mengendalikan perasaan marah, menjadi pribadi yang lebih tenang dan tumbuh menjadi anak yang penuh kasih sayang.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran
Diharapkan guru dapat memantau perkembangan kecerdasan emosional siswanya sehingga ketika anak mempunyai permasalahan di sekolah, guru dan pihak sekolah dapat segera menyampaikannya kepada orang tua anak dan mengadakan pertemuan antara orang tua, guru dan siswa. tertarik untuk memecahkan masalah siswa tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
SKALA POLA ASUH ORANG TUA)
12 Orang tua mengetahui jadwal pelajaran saya setiap hari STS TS S SS 13 Orang tua menjelaskan bahwa itu adalah suatu kewajiban. 30 Orang tuaku membantuku mengerjakan pekerjaan rumah STS TS S SS 31 Orang tuaku selalu memaafkan segala kesalahanku.
SKALA KECERDASAN EMOSIONAL)