Ahmad Amiruddin
Magister Ekonomi Pembangunan Universitas Gadjah Mada
EKONOMI PEMBANGUNAN (SEBUAH PERSPEKTIF GLOBAL)
A. Kehidupan Setengah Penduduk Bumi
Arti kemisikinan akan lebih jelas bagi kita dengan mendengarkan pernyataan orang-orang miskin yang mengemukakannya melalui kata-kata mereka sendiri dan berdasarkan realita yang terjadi di sekitar daripada membaca berita-berita yang memuat pernyataan –pernyataan orang miskin tentang apa yang mereka alami dalam kehidupannya. Maka dari itu diharapakan dengan mempelajari tentang ilmu ekonomi pembangunan kita akan bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang berbagai masalah utama sosial dan prospek dalam suatu proses pembangunan dengan memfokuskan pembahasan kepada masalah kemiskinan absolut yang meliputi setengah dari penduduk bumi .
B. Studi Ekonomi dan Pembangunan Hakikat Ilmu Ekonomi Pembangunan
Ilmu Ekonomi Tradisional (Traditional Economics)
Pendekatan ekonomi yang menekankan utilitas, memaklisasi laba, efesiensi pasar, dan determinasi ekuilibrium.
Ilmu Ekonomi Politik (Political Economics)
Upaya menggabungkan analisis ekonomi dengan politik praktis untuk menelaah aktivitas ekonomi dalam konteks poltik.
Ilmu Ekonomi Pembangunan (Development Economics)
Studi tentang upaya mentransformasi perekonomian dari keadaan stagnan ke pertumbuhan, dan dari status penghasilan rendah ke penghasilan tinggi, serta upaya menanggulangi masalah kemiskinan absolut.
Arti Penting Nilai – Nilai Dalam Ilmu Ekonomi Pembangunan
Ilmu ekonomi adalah ilmu sosial. Ilmu ini berhubungan dengan manusia dan sistem sosial yang digunakan untuk menata kegiatan dalam memenuhi kebutuhan material seperti (makanan, tempat tinggal, atau pakaian) serta kebutuhan nonmaterial (seperti pendidikan, pengetahuan, atau pencerahan spiritual). Konsep inti pembangunan dan modernisasi ekonomi mewakili premis nilai emplisit dan eksplisit tentang tujuan yang diinginkan untuk
Ahmad Amiruddin
Magister Ekonomi Pembangunan Universitas Gadjah Mada
mencapai apa yang pernah diungkapkan Mahatma Gandhi “realisasi potensi manusia”. Konsep atau tujuan yang dari pertimbangan nilai subjektif tentang apa yang baik dan diinginkan dengan apa yang tidak.
C. Perekonomian Sebagai Sistem Sosial : Tuntutan Untuk Melangkah Lebih Jauh Dari Ilmu Ekonomi Sederhana
“Sistem sosial” diartikan sebagai hubungan kesalingketergantungan antara faktor – faktor ekonomi dan nonekonomi. faktor-faktor non ekonomi yang biasa juga disebut dengan sistem sosial tersebut jelas memainkan peranan yang tidak bisa diabaikan dalam menentukan keberhasilan atau kegagalan dari setiap upaya pembangunan yang dilakukan oleh suatu negara.
Apa yang Sebenarnya Dimaksud dengan Pembangunan
Setiap orang dapat mengartikan isitilah “Pembangunan” menurut perspektifnya masing2 tetapi dalam pembahasan ini isitilah pembangunan dapat dibagi menjadi dua bagian definisi yaitu berdasarakan mazhab pandangan ekonomi tradisional dan pandangan ekonomi baru
Berdasarkan Pandangan ekonomi Tradisional
Dari segi akademis ilmu ekonomi istilah dari “Pembangunan” secara tradisional adalah kapasitas dari sebuah perekonomian nasional yang pada awalnya kurang lebih bersifat statis dalam kurun waktu yang cukup lama untuk menciptakan kenaikan pendapatan nasional atau pendapatan perkapita.
Pandangan Ekonomi Baru tentang Pembangunan
Pembangunan adalah sebagai proses multidimensional yang mencakup berbagai perubahan mendasar atas struktur sosial yang terjadi disamping mengejar pertumbuhan ekonomi, penanganan ketimpangan pendapatan, serta pengentasan kemisikinan. Selain itu pembangunan tersebut juga harus mencerminkan perubahan total suatu masyarakat tanpa mengesampingkan persoalan sosial yang terjadi didalamnya demi untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.
Pendekatan “Kapabilitas” dari Sen
Pemenang Nobel untuk bidang ekonomi tahun 1998, Amartya sen, adalah seseorang yang paling memahami dari makna pembangunan itu sendiri, menurut sen “Kapabilitas untuk berfungsi” (Capabilities to function) adalah yang paling menentukan miskin tidaknya seseorang. Selain itu Sen juga mengatakan bahwa : “pertumbuhan ekonomi dengan sendirinya tidak dapat
Ahmad Amiruddin
Magister Ekonomi Pembangunan Universitas Gadjah Mada
dianggap sebagai tujuan akhir. Pembangunan haruslah lebih memperhatikan peningkatan kualitas kehidupan yang kita jalani dan kebebasan yang kita nikmati.” Sen juga mendefinisikan kapabilitas sebagai “Kebebasan yang dimiliki seseorang dalam artian pilihan functioning dengan fitur-fitur personal yang dimilikinya (Perubahan karakteristik menjadi functioning) dan kontrol yang dimilikinya terhadap komiditi...” Perspektif yang ditawarkan oleh Sen telah membantu para pengamat dan ahli ekonom menempatkan pendidikan dan kesehatan sebagai suatu hal yang sangat penting dalam pembangunan suatu negara untuk menjadi solusi dalam menyelesaikan persoalan sosial tersebut karena apabila suatu negara yang memiliki tingkat pendapatan yang tinggi tetapi mempunyai tingkat pendidikan dan kesehatan yang rendah maka bisa dikatakan negara tersebut berada dalam “Pertumbuhan tanpa Pembangunan”.
Pembangunan dan Kebahagian
Seperti yang telah kita ketahui bahwasanya tujuan dari pembangunan pada sebuah negara adalah untuk mensejahterakan masyarakatnya dan apabila masyarakatnya merasa sejahtera maka kebahagian akan didapatkan, hal yang paling mendasar dari proses pembangunan itu sendiri apabila rata-rata tingkat kebahagian atau kepuasan dari masyarakat meningkat maka pendapatan di negara tersebut juga akan meningkat, tetapi bukan hanya jaminan ekonomi atau finansial yang mempengaruhi kebahagian, menurut Richard Layard ada tujuh faktor yang mempengaruhi kebahagian yaitu hubungan keluarga, keadaan keuangan, pekerjaan, komunitas dan persahabatan, kesehatan, kebebasan pribadi dan nilai-nilai pribadi, selain itu jaminan dari pemerintah yang menjunjung tinggi kebebasan berdemokrasi dan memiliki keyakinan beragama adalah juga yang harus dilakukan oleh suatu negara untuk mensejahterakan masyarakatnya selain peningkatan pendapatan dalam mewujudkan keberhasilan proses pembangunan
Tiga Nilai Inti Pembangunan
Menurut Prof. Goulet dan para tokoh ekonomi lainnya ada tiga hal mendasar yang harus dijadikan basis konseptual dan pedoman untuk memahami arti pembangunan yaitu Kecukupan (sustanance) yaitu kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar setiap individu dan masyarakat (Sandang, Papan dan Pangan, kesehatan dan keamanan), disinilah fungsi suatu negara
Ahmad Amiruddin
Magister Ekonomi Pembangunan Universitas Gadjah Mada
bagaimana dia dapat menjamin setiap kebutuhan dasar dari masyarakatnya yang apabila salah satu dari kebutuhan dasar tersebut tidak terpenuhi maka persoalan-persoalan sosial yang absolut dapat terjadi dalam negara tersebut, Harga diri (self-esteem) yaitu menjadi manusia seutuhnya dimana dalam suatu negara masyarakat harus mengetahui jati diri nya sendiri, banyak persoalan-persoalan sosial yang terjadi dalam negara berkembang karena masyarakatnya tidak dapat mengenali jati dirinya disebabkan serbuan nilai- nilai dari negara-negara maju yang mengagungkan materi, mereka menganggap pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan kemajuan teknologi adalah suatu hal yang mutlak dicapai tetapi tanpa disadari mereka telah menghilangkan jati diri nya. dan Kebebasan (freedom) yaitu konsep kemerdekaan manusia dimana kita harus mengartikannya sebagai kemerdekaan atau kebebasan untuk mampu berdiri berdiri tegak tanpa diperbudak oleh nilai-nilai materiil karena apabila setiap individu telah mengangungkan nilai materi dalam kehidupannya maka yang akan timbul adalah sederet kecenderungan negatif yang bisa mengakibatkan timbulnya persoalan-persoalan sosial dalam masyarakat, disinilah peran dan fungsi negara untuk dapat menjaga nilai-nilai kebebasan tersebut dalam masyarakatnya, ketiga hal tersebutlah yang menjadi nilai inti suatu pembangunan.
Peran Penting Wanita
Tidak bisa kita nafikan bahwa selama ini peran wanita dalam proses pembangunan telah tersisihkan tetapi ternyata wanitalah sebenarnya juga mempunyai peran penting dalam pembangunan tersebut, hal ini dikarenakan wanita memiliki tanggung jawab untuk mengasuh anak, dan sumber daya yang mereka miliki untuk memikul tanggung jawab itu akan menentukan dapat atau tidaknya mereka memutus siklus pewarisan kemisikinan dari satu generasi ke genarasi berikutnya, maka dari itu agar dapat menghasilkan dampak pembangunan yang signifikan, suatu masyarakat harus memberdayakan dan menginvestasikan sumber daya bagi kaum wanita.
Tiga Tujuan Inti Pembangunan
Dalam setiap proses pembangunan yang terjadi pada suatu negara harus memiliki tiga tujuan yaitu :
Ahmad Amiruddin
Magister Ekonomi Pembangunan Universitas Gadjah Mada
1. Peningkatan ketersediaan serta perluasan distribusi berbagai kebutuhan hidup yang pokok.
Setiap negara dalam proses pembangunan harus menjamin ketersedian dan perluasan distribusi kebutuhan pokok masyarakatnya yang meliputi sandang, papan, pangan, kesehatan dan keamanan.
2. Peningkatan standar hidup yang layak.
Dalam setiap proses pembangunan di suatu negara peningkatan standar hidup bagi masyarakatnya sangatlah penting, dalam hal ini peningkatan standar hidup bukan hanya melalui peningkatan pendapatan tetapi juga meliputi penyedian lapangan kerja, peningkatan kualitas pendidikan, dan memberikan perhatian terhadap nilai-nilai budaya dan agama dalam masyarakatnya sehingga bukan hanya kesejahteraan materiil yang didapatkan tetapi juga harga diri dari bangsa tersebut akan tetap terjaga.
3. Perluasan pilihan-pilihan ekonomis dan sosial.
Setiap negera yang melalui proses pembangunan haruslah memberikan kebebasan kepada masyarakatnya dari sikap menghamba dan ketergantungan terhadap orang atau bangsa lain dengan cara memberikan kebebasan kepada masyarakatnya kesempatan memilih untuk meningkatkan nilai-nilai kemanusiannya dari berbagai macam pilhan ekonomis dan pilihan-pilihan sosial yang dijamin oleh negera tersebut D. Millennium Development Goals
Pada Bulan September 2012, 189 negara anggota PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) menyepakati sebuah deklarasi yang dikenal dengan Millennium Development Goals (MDGs). MDGs berisi delapan tujuan untuk dapat dicapai pada tahun 2015 yang kemudian dirinci kedalam beberapa target spesifik. Tujuan dan target-target tersebut yaitu:
1. Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan
a. Menurunkan hingga setengahnya proporsi penduduk dengan tingkat pendapatan kurang dari $1 per hari
b. Menurunkan hingga setengahnya proporsi penduduk yang menderita kelaparan
2. Mencapai pendidikan dasar untuk semua
Menjamin pada tahun 2015 semua anak laki‐laki maupun perempuan di manapun dapat menyelesaikan pendidikan dasar
Ahmad Amiruddin
Magister Ekonomi Pembangunan Universitas Gadjah Mada
3. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan
Menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan lanjutan pada tahun 2005, dan di semua jenjang pendidikan tidak lebih dari tahun 2015
4. Menurunkan angka kematian anak
Menurunkan angka kematian balita hingga dua per tiga 5. Meningkatkan kesehatan ibu
Menurunkan rasio kematian ibu hingga tiga per empat 6. Memerangi hiv/aids, malaria dan penyakit menular lainnya
a. Mengendalikan penyebaran dan mulai menurunkan jumlah kasus baru hiv/aids
b. Mengendalikan penyebaran dan mulai menurunkan jumlah kasus baru malaria dan penyakit utama lainnya
7. Memastikan kelestarian lingkungan hidup
a. Memadukan prinsip‐prinsip pembangunan berkelanjutan dengan kebijakan dan program nasional serta mengembalikan sumberdaya lingkungan yang hilang
b. Menurunkan sebesar separuh, proporsi penduduk tanpa akses terhadap air minum yang aman dan berkelanjutan
c. Mencapai peningkatan hidup yang signifikan minimal 100 juta penduduk miskin di permukiman kumuh pada tahun 2020
8. Membangun kemitraan global untuk pembangunan
a. Mengembangkan sistem keuangan dan perdagangan yang terbuka, berbasis peraturan, dapat diprediksi, dan tidak diskriminatif
b. Memberikan perhatian khusus pada negara-negara miskin, termasuk akses bebas tariff dan kuota, ekspor, meningkatkan program keringanan hutang dan pembatalan utang, lebih banyak official development assistance (ODA) bagi negara-negara yang komitmen untuk mengentaskan kemisikinan.
c. Memberikan perhatian khusus pada negara-negara terisolir dan negara pulau yang kecil
d. Menangani utang negara berkembang melalui upaya nasional maupun internasional untuk dapat mengelola utang dalam jangka panjang
Ahmad Amiruddin
Magister Ekonomi Pembangunan Universitas Gadjah Mada
e. Bekerjasama dengan negara-negara berkembang, dalam mengembangkan dan mengimplementasikan strategi untuk pekerjaan yang produktif dan layak bagi para remaja
f. Bekerjasama dengan perusahaan farmasi dalam menyediakan akses untuk pengadaan obat esensial di negara berkembang
g. Bekerjasama dengan swasta dalam memanfaatkan teknologi baru, terutama teknologi informasi dan komunikasi
Adanya MDGs tidak terlepas dari adanya kritik antara lain target tersebut tidak cukup ambisius, dan beberapa kritik lainnya. Bagaimanapun, harus diakui bahwa MDGs memiliki beberapa keterbatasan.