• Tidak ada hasil yang ditemukan

EKSISTENSI SADD ADZ-DZARIAH

N/A
N/A
Afif Raihan

Academic year: 2024

Membagikan "EKSISTENSI SADD ADZ-DZARIAH"

Copied!
116
0
0

Teks penuh

Setiap orang yang tanpa hak dan/atau izin pencipta atau pemegang hak cipta, melanggar hak material pencipta dari huruf c, huruf d, huruf f dan/atau huruf 9 Pasal (1). h untuk penggunaan komersial diancam dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau denda paling banyak lima ratus juta rupiah. Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan hidayah dan taufiq untuk menyempurnakan penulisan buku yang berjudul Wujudnya Sadd adz-Dzari'ah dalam Ushul Fiqh: Kajian Pemikiran Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (w. 751 H). /1350 Masihi). Dalam buku ini, penulis mengupas konsep sad adz-dzari'ah, iaitu sebahagian kecil daripada disiplin ilmu usul fiqh yang sangat luas dan mendalam.

66 BAB EMPAT: KONSEP SADD ADZ-DZARI'AH DAN APLIKASINYA DALAM MASALAH FIKIH MENURUT IBNU QAYYIM AL-JAUZIYYAH.

Pendahuluan

Antara ulama yang menumpukan sepenuh perhatian terhadap konsep sadd adz-dzari'ah sebagai formula (konsep) yang digunakan untuk menjawab permasalahan agama umat Islam pada zamannya ialah Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah (w. 751H /1350AD). Mengenai pemikiran beliau tentang konsep sadd adz-dzari'ah dan penerapannya dalam menjawab permasalahan agama, hal ini dapat ditelusuri dan ditelusuri dari kitab-kitab yang beliau tulis, karena beliau tidak menulisnya dalam satu bab atau dalam satu kitab tertentu. Buku ini mengupas konsep sadd adz-dzarî'ah secara umum, dan tentunya banyak yang telah dilakukan oleh para pengkaji.

Namun, kajian yang membincangkan pemikiran Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengenai konsep sadd adz-dzarî'ah secara khusus, penulis tidak mendapati yang mendorong beliau untuk mengkaji secara khusus dalam bentuk buku.

Kajian Pustaka

Selain itu, terdapat satu lagi kajian yang membincangkan tentang konsep Sadd-Adz-Dzara'i dan aplikasinya dalam masalah agama kontemporari. Walaupun begitu, buku ini tidak secara khusus dan mendalam membincangkan pendapat Ibnu Qayyim Al-Jauziyah tentang konsep sadd adz-dzari'ah dalam aplikasinya dalam isu agama kontemporari. Untuk menelusuri dan mengemukakan kembali idea dan pemikiran Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengenai konsep sadd adz-dzari'ah dan aplikasinya dalam masalah agama, penulis merujuk kepada kitab-kitab beliau khususnya yang berkaitan dengan pemikiran beliau dalam bidang ilmu. ushul fiqh dan fiqh.

Oleh itu, penulis akan memfokuskan kepada konsep sadd adz-dzari'ah dan secara khusus merujuk kepada pemikiran Ibnu Qayyim al-Jawziyyah.

Kerangka Teori

Ibnu Al-Jawzi, di kota Riyadh, Arab Saudi, pada tahun 1423 H.14 Kitab ini menjadi rujukan utama (primer) bagi penulis dalam menggali pemikiran Ibnu Qayyim Al-Jawziyah mengenai konsep sadd adz- dzari'ah. Dari beberapa penelitian yang telah diuraikan di atas, dapat disimpulkan bahwa kajian-kajian tentang konsep sadd-adz-dzari'ah yang dilakukan oleh para ulama sebelumnya masih bersifat umum dan tidak memfokuskan pembahasannya pada pemikiran sebagian ulama. Pada dasarnya kajian yang akan diangkat oleh peneliti ini adalah tentang konsep sadd adz-jhari'ah yang sebenarnya merupakan kajian dalam bidang ushul fiqh dan diterapkan pada permasalahan fiqh.

Secara umum dapat dikatakan disini bahwa kerangka teori yang akan dijadikan pedoman dalam penelitian ini adalah penegasan kembali terhadap konsep sadd adz-dzari'ah, baik dari segi bahasa maupun pemahaman ulama ushul.

Metode Penelitian

Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data digunakan untuk mengumpulkan bahan dan informasi serta petunjuk yang berkaitan dengan topik yang dipelajari. Berkaitan dengan metode pengumpulan data, ada dua jenis metode penelitian yang dapat digunakan, yaitu penelitian kualitatif dan kuantitatif. 21 Dalam mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, penulis akan menggunakan metode penelitian kualitatif yang mengandalkan dokumentasi dan literatur. metode review (penelitian perpustakaan). Melalui metode ini penulis akan mengumpulkan bahan bacaan, data dan informasi yang tersedia baik di media cetak maupun elektronik seperti buku, jurnal ilmiah, e-book.

Metode Analisa Data

  • Metode Induktif
  • Metode Deduktif

Metode deduktif merupakan suatu metode yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari data yang bersifat umum, sehingga diperoleh kesimpulan yang bersifat khusus. 23 Melalui metode ini penulis akan menggunakan teori-teori yang berkaitan dengan tema penelitian yaitu pemikiran Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengenai konsep adz sedih . -dzarî'ah, sehingga diperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai masalah yang diteliti. Dengan menggunakan metode ini, penulis juga akan menggali gagasan-gagasan (pemikiran) Ibnu Qayyim yang digali dalam berbagai kitab yang ditulisnya, serta menganalisis konsep-konsep yang dikemukakannya agar dapat diterapkan untuk menjawab permasalahan.

Nama Lengkap dan Kelahiran

Terdapat beberapa tokoh lain yang mempunyai nama yang sama dengan Ibnu Qayyim, antaranya ialah Ibnu al-Qayyim al-Misri, yang nama penuhnya ialah Baha'uddin 'Aly bin 'Isya bin Sulaiman al-Tha'labi al-Misri, seorang Hadith. tokoh yang meninggal dunia di Mesir pada tahun 710 H. Ibnu al-Jawzi, iaitu Abu al-Faraj `Abd al-Rahman bin al-Jawzi al-Hanbali, seorang ahli fiqh, ahli hadis dan ahli sejarah. 26 Hijazi, `Iwad Allah Jad, Ibnu Qayyim wa Muqifuh Min al-Tafkir al-Islamiy, Kaherah: Majma` al-Buhuth al-Islamiyyah, 1972, hlm.

27 Mengenai tempat kelahiran Ibnu al-Qayyim, beberapa penulis yang menulis biografinya berbeda pendapat mengenai apakah ia berada di Damaskus atau Zur'i.

Menuntut Ilmu, Guru-guru dan Murid-murid Ibnu al-

Antara gurunya ialah Shihab al-Nablusi, Abu Bakar bin `Abd al-Da'im, `Isa al-Mut`im, Ibnu al-Shirazi, Isma`il Maktum, Qadi Taqiy al-Din Sulayman, Fatimah binti Jauwhar. 31 Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, Hidayah al-Khiyari fi Ajwibah al-Yahud wa al-Nasara, Madinah al-Munawwarah: al-Jami'ah al-Islamiyyah, 1396 H, hlm Berhubung dengan ilmu Fiqh dan Usul, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, walaupun beliau mengikuti mazhab Ahmad bin Hanbal, tetapi beliau juga mengeluarkan pendapat yang berbeza dengan pemahaman Ahmad bin Hanbal.

Sebagai seorang ulama terkenal, Ibnu al-Qayyim dikelilingi oleh ramai orang yang mempelajari dan mempelajari pelbagai bidang ilmu dengannya.

Akhlak dan Keperibadian

Pengertian Sadd adz-Dzari'ah menurut istilah bahasa Kalimat sadd adz-dzari'ah terdiri dari dua kata yaitu sadd dan adz-dzari'ah. Berdasarkan hal tersebut, Ibnu Qayyim mengartikan adz-dzari'ah sebagai suatu perbuatan yang bersifat eksternal. Hal ini sejalan dengan apa yang diungkapkan Ibnu Qayyim dalam definisi kalimat sadd adz-dzari'ah.

Mengenai konsep ini, beliau berkata: "Perbincangan tentang sadd adz-dzari'ah adalah salah satu daripada empat rukun hukum dalam Islam. Ini adalah beberapa ayat al-Quran dan al-Hadith yang dinukilkan oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyah yang digunakan. memperkukuh penggunaan konsep sad adz-dzari’ah sebagai sarana untuk merumuskan syariat Islam terhadap masalah fiqih yang semakin berkembang.Kedua, adz-Dzari’ah sebagai sarana yang dapat digunakan tetapi diikuti dengan niat (tujuan). yang membawa kepada tindakan yang tidak baik.

Keempat, adz-Dzari'ah sebagai sarana yang dapat dimanfaatkan dan terkadang menimbulkan kerugian (dosa), namun manfaatnya jauh lebih besar daripada kerugian yang ditimbulkannya. Namun konsep sadd adz-dzari'ah muncul karena adanya sarana yang jika dilakukan akan menimbulkan perbuatan maksiat. Mengenai pembagian ketiga ini, Ibnu Qayyim berpendapat bahwa adz-dzari'ah adalah sarana (media) yang jika dilakukan maka kerugian dan kerugian yang ditimbulkannya lebih besar dari pada maslahah (kebaikan).

Oleh karena itu, beliau melihat bahwa pengobatan ini mengarah pada sesuatu yang haram seperti yang diinginkan dalam konsep sadd adz-dzari'ah. Perbuatan yang boleh dilakukan karena berdasarkan konsep sadd adz-dzari'ah tidak boleh diulangi lagi dan lagi. Di antara contoh pengabaian kaidah sadd adz-dzari'ah karena bertentangan dengan teks syariat adalah sebuah hadits yang diriwayatkan bahwa suatu hari Umar bin Khattab ra menyampaikan khotbah.

BAB EMPAT: KONSEP SADD ADZ-DZARI'AH DAN APLIKASINYA DALAM MASALAH FIKIH MENURUT IBNU QAYYIM AL-JAUZIYYAH. Antara konsep pemikiran yang paling penting di mana idea-idea beliau menjadi rujukan ramai orang ialah idea-idea yang berkaitan dengan konsep sadd adz-dzari'ah. Pendapat sebegini juga pernah dikemukakan oleh Ibnu Qayyim dan beliau berlandaskan konsep sadd adz-dzari'ah.

Kesimpulan

Menurut Ibnu Kayyim al-Jauziyah, konsep sadd adz-dzari'ah merupakan salah satu kaedah (kaedah) yang boleh dijadikan panduan dalam menentukan rumusan hukum syariah bagi sesuatu masalah fikih, di mana dalam prosesnya. penerapannya berdasarkan dalil-dalil al-Quran dan al-Hadis. Konsep sadd adz-dzari'ah ini, menurut beliau, merupakan salah satu alat syariah dalam melindungi umat Islam daripada penyelewengan dan pelanggaran hukum syariah. Konsep sadd adz-dzari’ah berkaitan dengan masalah kebaikan dan keburukan, maka dalam hal ini beliau menjelaskan bahwa konsep ini merupakan sarana untuk memelihara mekashid esh-syari’ah dan terletak pada metode “mengambil perkara yang kebaikan dan meninggalkan keburukan".

Ibnu Qayyim al-Jauziyah menjelaskan dalam beberapa bahagian kitab yang ditulisnya bahawa konsep sadd adz-dzari'ah menentang petua dan alasan yang menyalahi hukum. Berhubung syarat-syarat pemakaian kaedah ini, beliau menetapkan tiga syarat; kejahatan yang timbul dalam sesuatu tindakan mesti mempunyai kebaikan yang lebih besar supaya ia boleh digunakan; Perbuatan yang boleh dilakukan berdasarkan konsep sadd adz-dzari'ah tidak boleh diulang secara berterusan; dan istilah sadd adz-dzari'ah tidak boleh bertentangan dengan nas syari'ah.

Saran

Siapapun yang melakukan penelitian lebih lanjut diharapkan benar-benar memperhatikan kondisi yang terdapat dalam konsep sadd adz-dzari'ah, apalagi jika konsep ini diterapkan dalam rumusan hukum syariah untuk permasalahan fiqih yang diteliti.

Al-Furt, Yusuf Abdurrahman, At-Tathbîqât al-Mu'âshirah li Sadd Adz-Dzarî'ah, Al-Qahirah: Dar Al-Fikr Al-'Arabi, mesto ke-1, 2003. Al-Jauziyah, Ibnu Qayyim, I'lâm Al-Muwaqqi'în 'an Rabb Al-'Âlamîn, Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan Ali Salman (izd.), Ar-Riyadh: Dar Ibnui Al-Jauzi, 1423 H. Al-Jizani, Muhammad Husein, I'mâl Qâ'idah Sadd Adz-Dzara'I v Bab Al-Bid'ah, Ar-Riyadh: Maktabah Dar Al-Minhaj, kraj ke-1, 1428 H.

Ibnu Rajab, Al-Zail 'Ala Tabaqat al-Hanabilah (Tahqiq) al-'Uthaimin, Abd al-Rahman bin Sulayman, Riyadh: Maktabah Obekan, tarikh 5, 2005. He's on the road to this concept of Al-Istiqrâ' Al -Ma 'nawî Asy-Syâthibî, Yoyakarta: Ar-Ruzz Media, 1e editie, 2008. Ibnul Hammam, Kamaluddin Muhammad bin Abdul Wahid, Syarh Fath al-Qadir, Beiroet: Dar al-Fikr, 2e editie, t.t.

Ibnu Manzhur, Abu Fadhl Muhammad bin Mukram, Lisân al-'Arab, Beirut: Dar Ihya di Turats, t.t. Lashain, Abd al-Fattah, Ibnu al-Qayyim wa Hissuhu al-Balaghi fi Tafsir al-Qur'an, Beirut: Dar al-Raid al-. Kajian Kritis Masalah Iman, Kemanusiaan dan Modernitas, Jakarta: Yayasan Wakaf Paramadina, 4. oplag, 2000.

Sherefuddin, Abd al-‘Azim Abd es-Selam, Ibnu Kajim el-Xhevzijeh ‘Esruhu ue Menhexhuhu ve Ara’uhu fi el-Fikh ve el-‘Akaid ue el-Tasawuf. Zaidan, Abdul Kerim, Al-Wajiz fi Ushul Al-Ahkâm, Al-Kahirah: Dar Et-Tauzi' wan Nashr Al-Islamiyah, vendosur pranë 1, 1993.

Referensi

Dokumen terkait

Kulit yang sehat dan cerah adalah idaman bagi setiap wanita, namun seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi banyak terjadi radikal bebas yang

Seiring dengan perkembangan zaman, muncul ide alternatif untuk mengubah bahan baku pembuatan nata de coco tersebut dengan air buah lontar/siwalan (Borassus

Seiring perkembangan zaman dan kemajuan pola pikir masyarakat Kauman yang sudah membuka diri untuk menerima pengetahuan dari berbagai bidang ilmu membuat kebudayaan-kebudayaan

Seiring dengan kemajuan zaman, dan perkembangan yang begitu pesat baik di bidang teknologi maupun ekonomi mendorong pi hak yang bergerak dibidang ini untuk semakin

modul yang akan digunakan untuk praktikum sudah tersedia maka kegiatan praktikum bisa dijalankan dengan lancar. Seiring dengan perkembangan teknologi dan kemajuan zaman, untuk

Pada awalnya Madrasah Ibtidaiyah Muhajirin Palembang, tidak terlalu diminati oleh masyarakat, namun seiring perkembangan zaman dan kelengkapan fasilitas belajar yang

Pada perundang-undangan telah mengatur tindak pidana narkotika, namun seiring perkembangan zaman muncul lah berbagai macam narkotika jenis baru yang menjamur di

Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi saat ini, semakin meningkat pula kemudahan-kemudahan dan fasilitas-fasilitas yang mendukung manusia dalam