• Tidak ada hasil yang ditemukan

Emmi Br Ginting NIM:011721006

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Emmi Br Ginting NIM:011721006"

Copied!
114
0
0

Teks penuh

Nilai Interdialytic Weight Gain (IDWG) pada pasien gagal ginjal kronik dewasa yang menjalani hemodialisa rutin di RS Budhi Asih. Dan nilai panjang hemodialisis versus kenaikan berat badan interdialitik (IDWG) pada pasien dewasa PGK yang menjalani hemodialisis rutin di RS Budhi Asih” pada waktunya untuk memenuhi beberapa persyaratan dalam mencapai Diploma Strata Satu (S1) dan memperoleh Diploma Kesehatan Keperawatan di Universitas Binawan. Pengaruh usia, jenis kelamin dan lama hemodialisis terhadap nilai IDWG pada pasien gagal ginjal kronik dewasa yang menjalani hemodialisis rutin di RS Budhi Asih.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh usia, jenis kelamin dan lama hemodialisis terhadap nilai IDWG pada pasien gagal ginjal kronik dewasa yang menjalani hemodialisis rutin di RS Budhi Asih. Populasi penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa rutin di RS Budhi Asih. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh umur, jenis kelamin dan lama hemodialisis terhadap nilai IDWG pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis rutin di RS Budhi Asih.

Dari meningkatnya kejadian IDWG, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang; “Pengaruh usia, jenis kelamin dan lama hemodialisis terhadap nilai IDWG pada pasien dewasa yang menjalani hemodialisis rutin di RS Budhi Asih”.

Gambar 2.1 Kerangka Teori ………………………………………………. 29
Gambar 2.1 Kerangka Teori ………………………………………………. 29

Rumusan Masalah

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti terhadap pasien HD rutin di RS Budhi Asih, dari total 58 orang, sebagian besar pasien berusia antara 41 sampai 60 tahun, 37 laki-laki dan 21 perempuan, waktu pasien menjalani HD ( lebih dari 24 bulan) ) sebanyak 48 orang. Dari observasi awal yang dilakukan peneliti terhadap 10 pasien HD di RS Budhi Asih, didapatkan 5 pasien mengalami peningkatan berat badan (BB) lebih dari 3% berdasarkan berat kering, sedangkan 5 pasien tidak mengalami peningkatan > 3%.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Distribusi frekuensi tabulasi silang pengaruh jenis kelamin terhadap nilai IDWG pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa rutin di RS Budhi Asih dapat dilihat pada Tabel 5.6. Pengaruh Distribusi Frekuensi Crosstab Jenis Kelamin terhadap Nilai IDWG pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa Rutin di PT. Distribusi frekuensi tabulasi silang Pengaruh lamanya hemodialisis terhadap nilai IDWG pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani.

Dengan demikian, terdapat pengaruh jenis kelamin terhadap nilai IDWG pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa rutin di RS Budhi Asih dengan proximity ratio yang rendah. Judul Penelitian: Pengaruh Usia, Jenis Kelamin, dan Lama Hemodialisis Terhadap Nilai IDWG Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis Rutin di RS Budhi Asih.

TINJAUAN PUSTAKA

Gagal Ginjal Kronik

  • Pengertian Gagal Ginjal Kronik
  • Etiologi Gagal Ginjal Kronik
  • Patofisiologis Gagal Ginjal Kronik
  • Manifestasi Klinis
  • Penatalaksanaan Medis Gagal Ginjal Kronik

Gagal ginjal kronik merupakan suatu proses patofisiologi dengan berbagai etiologi yang mengakibatkan penurunan fungsi ginjal secara progresif dan biasanya berakhir dengan gagal ginjal. Gagal ginjal adalah suatu kondisi klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang bersifat irreversible dan memerlukan terapi pengganti ginjal berupa dialisis atau transplantasi ginjal. Selain itu, gagal ginjal kronik juga dapat diartikan sebagai kerusakan ginjal (gagal ginjal) yang terjadi lebih dari 3 bulan berupa kelainan struktural atau fungsional, dengan atau tanpa penurunan laju filtrasi glomerulus (GFR), dengan manifestasi kelainan patologis, ginjal kelainan seperti kelainan pada komposisi darah atau urin, serta kelainan pada tes pencitraan dan laju filtrasi glomerulus (GFR) kurang dari 60 ml/menit/1,73 m2 (Hidayati, 2012).

Gagal ginjal kronis adalah disfungsi ginjal yang progresif dan ireversibel dimana tubuh tidak mampu mempertahankan metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolit, sehingga terjadi uremia atau retensi urea dan limbah nitrogen lainnya di dalam darah (Smeltzer & Bare, 2008). GFR kurang dari 15% merupakan stadium gagal ginjal yang gejala dan komplikasinya lebih berat dan memerlukan terapi pengganti ginjal, termasuk dialisis atau transplantasi ginjal (Suwitra, 2010).

Hemodialisa

  • Pengertian Hemodialisa
  • Fungsi Hemodialisa
  • Pengertian IDWG
  • Klasifikasi IDWG
  • Faktor yang Mempengaruhi IDWG
  • Komplikasi IDWG Berlebih

Berat badan kering adalah berat badan tanpa kelebihan cairan yang terjadi setelah hemodialisis, atau berat badan terendah yang dapat dicapai pasien dengan aman setelah dialisis (Kallenbach, 2008). IDWG diukur dengan menghitung berat badan pasien setelah (setelah) HD selama periode pertama hemodialisis (Pengukuran I). Pada hemodialisis periode kedua, berat badan pasien ditimbang kembali sebelum (sebelum) HD (pengukuran II), kemudian dihitung selisih antara pengukuran II dikurangi pengukuran I.

Lindberg (2010) menjelaskan bahwa kenaikan berat badan 1 kilogram setara dengan 1 liter air yang dikonsumsi pasien. Kenaikan berat badan yang disarankan antara sesi hemodialisis adalah antara 2,5% dan 3,5% dari berat badan kering untuk menghindari risiko masalah kardiovaskular. Pertambahan berat badan antara dua sesi hemodialisis yang dapat ditoleransi oleh tubuh adalah 1,0–1,5 kg.

Kepatuhan terhadap pembatasan asupan cairan diukur menggunakan IDWG dengan menimbang berat badan pra-dialisis pasien dan kemudian mengurangkan berat badan pasca-dialisis dari sesi dialisis sebelumnya dibagi dengan berat badan kering (Linberg, 2010). Faktor kepatuhan pasien dalam mematuhi jumlah konsumsi cairan menentukan tercapainya berat badan kering yang optimal, selain itu ada faktor lain yang dapat meningkatkan IDWG antara lain kesesuaian hemodialisis, lama tindakan hemodialisis, laju aliran hemodialisis, ultrafiltrasi dan cairan dialisat. digunakan (Smeltzer & Kale, 2008). Kozier (2010) mengklasifikasikan kenaikan berat badan menjadi 3 kelompok yaitu bobot ringan, sedang dan berat dengan kriteria sebagai berikut.

Lemak merupakan zat yang bebas dari air, sehingga semakin sedikit lemak maka semakin tinggi persentase air dari berat badan seseorang. Air tubuh total akan menghasilkan kenaikan berat badan yang meningkat lebih cepat daripada kenaikan yang disebabkan oleh kalori. Terkait dengan hal tersebut adalah pada pasien hemodialisis kenaikan berat badan antara dua momen dialisis lebih tinggi pada pria dibandingkan pada wanita (Linberg, 2010).

Kerangka Teori

Analisis univariat pada penelitian ini akan mendeskripsikan distribusi frekuensi: umur, jenis kelamin dan lama hemodialisis serta nilai IDWG pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis rutin di RS Budhi Asih. Distribusi frekuensi crosstab Pengaruh umur terhadap nilai IDWG pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa rutin di RS Budhi Asih dapat dilihat pada Tabel 5.5. Distribusi frekuensi Crosstab Pengaruh usia terhadap nilai IDWG pada pasien yang mengalami gagal ginjal kronik.

Hasil analisis bivariat menunjukkan p-value 0,000 < 0,05 artinya ada hubungan antara umur dengan nilai IDWG pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis rutin di RS Budhi Asih. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p-value 0,041 < 0,05 artinya ada hubungan antara jenis kelamin dengan nilai IDWG pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa rutin di RS Budhi Asih. Tabulasi silang distribusi frekuensi Pengaruh lama hemodialisis terhadap nilai IDWG pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis rutin di RS Budhi Asih dapat dilihat pada Tabel 5.6.

Dari hasil analisis bivariat diketahui nilai p value 0,000 < 0,05 artinya ada hubungan lama menjalani hemodialisis dengan nilai IDWG pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis rutin di RS Budhi Asih. Dengan demikian terdapat pengaruh umur terhadap nilai IDWG pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa rutin di RS Budhi Asih dengan derajat kongesti sedang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh umur terhadap nilai IDWG pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa rutin di RS Budhi Asih dengan p-value 0,000 < 0,05.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh jenis kelamin terhadap nilai IDWG pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa rutin di RS Budhi Asih dengan p-value 0,041<0,05. Dengan demikian, terdapat pengaruh durasi HS terhadap nilai IDWG pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa rutin di RS Budhi Asih dengan hubungan yang sangat kuat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh durasi HS terhadap nilai IDWG pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa rutin di RS Budhi Asih dengan nilai 0,000 < 0,05.

KERANGKA KERJA PENELITIAN

Variabel Penelitian Dan Definisi Operasional

Ha : Terdapat pengaruh usia, jenis kelamin dan lama hemodialisis terhadap nilai interdialytic weight gain (IDWG) pada pasien gagal ginjal kronik dewasa yang menjalani hemodialisis di RS Budhi Asih. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Spearman rho untuk melihat apakah ada pengaruh usia, jenis kelamin, dan lama hemodialisis terhadap nilai IDWG pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis rutin di RS Budhi Asih. Tabulasi silang distribusi frekuensi Pengaruh usia, jenis kelamin dan lama hemodialisis terhadap nilai IDWG pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis rutin di RS Budhi Asih dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Berdasarkan Tabel 5.2, distribusi frekuensi jenis kelamin responden yang menjalani hemodialisis rutin di RS Budhi Asih didominasi oleh laki-laki (63,0%). Berdasarkan hasil pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa responden yang menjalani hemodialisis rutin memiliki durasi hemodialisis paling lama di RS Budhi Asih, > 24 kali. Berdasarkan Tabel 5.4, distribusi frekuensi nilai IDWG responden yang menjalani hemodialisis rutin di RS Budhi Asih tertinggi adalah > 3% Dry BB (72,2%), dan nilai IDWG responden < 3% Dry BB adalah 27,8 %.

Berdasarkan hasil pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden yang menjalani hemodialisis rutin di RSUD Budhi Asih mengalami peningkatan IDWG > 3% berat kering. Hubungan antara depresi dan kenaikan berat badan interdialitik (IDWG) pada pasien yang menjalani penyakit ginjal kronis.

Tabel 3.2.2 Definisi Operasional
Tabel 3.2.2 Definisi Operasional

Hipotesa Penelitian

METODELOGI PENELITIAN

Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi awal adalah 58 pasien, namun dalam perjalanannya terdapat 4 sampel yang meninggal, sehingga penelitian ini hanya menggunakan 54 sampel responden di ruang hemodialisa RS Budhi Asih. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik non-probability yaitu sampel jenuh atau sering disebut sampling agregat.

Tempat danWaktu Penelitian…

Alat Pengumpulan Data

Cleansing atau pembersihan data pada setiap sumber data atau responden yang telah dimasukan, pengecekan ulang terhadap kesalahan kode, ketidaklengkapan, dll, kemudian dilakukan pembentukan atau korelasi. Instrumen atau alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dengan pertanyaan terbuka.

Instrumen Penelitian

Metode Pengumpulan Data

Disusul responden yang menjalani hemodialisis 12-24 bulan sebanyak 17 responden yang sebagian besar memiliki nilai IDWG>. Untuk responden yang menjalani hemodialisis < 12 bulan sebanyak 7 responden sebagian besar memiliki nilai IDWG > 3% berat kering sebanyak 5 responden (71,4%) dan responden memiliki nilai IDWG < 3% berat kering ya sebanyak 2 responden (28,6%). Semakin bertambahnya usia maka tingkat kematangan seseorang akan semakin matang dalam berpikir dan bekerja sehingga dapat mempengaruhi nilai IDWG pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa rutin (Nursalam, 2010).

Etika Penelitian

Anlisa Data

HASIL PENELITIAN

Analisis Bivariat

Berdasarkan hasil pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden yang menjalani hemodialisis rutin di RSUD Budhi Asih adalah laki-laki, dimana secara emosional laki-laki lebih sulit mengendalikan emosinya dibandingkan perempuan. Berdasarkan Tabel 5.3 distribusi frekuensi lama hemodialisis di RS Budhi Asih tertinggi adalah > 24 bulan (55,6%). Pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisis jangka panjang sering mengalami kekurangan diet, kontrol cairan, dan obat-obatan.

Mendukung hasil penelitian ini, menurut Shoumah, dkk (2017) dalam penelitiannya “Hubungan Depresi dengan Inter-Dialytic Weight Gain (IDWG) pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Kota Semarang”. Hubungan lama menjalani hemodialisis dengan interdialytic weight gain (IDWG) pada pasien hemodialisis di RSUD Dumai.

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Teori ………………………………………………. 29
Tabel 3.2.2 Definisi Operasional

Referensi

Dokumen terkait

Pasien GGK yang menjalani hemodialisis reguler dan patuh menjaga IDWG normal didominasi pada kelompok usia 41-60 tahun (55,6%), mayoritas laki-laki (52,8%), memilliki

dzikir terhadap kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang

Kelebihan kenaikan berat badan dapat mempengaruhi kejadian komplikasi gagal jantung pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di Rumah

Margono Soekarjo Purwokerto pasien menjalani hemodialisa tidaklah membutuhkan waktu yang sebentar, dalam sekali menjalani hemodialisa membutuhkan waktu sekitar

psikoedukasi keluarga dalam bentuk modul terkait dengan kebutuhan pasien dalam perawatan pasien GGK yang menjalani hemodialisa.. Sampel dan metode

Tabel 4.3 Frekuensi faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan pasien hemodialisa dalam menjalani pola diet... Ada dua kategori

Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah pasien hemodialisa yang memiliki IDWG lebih dari 5 % berat badan kering atau kepatuhan restrikisi cairan yang rendah,

Practice: setelah dilakukan pendidikan kesehtan 75-80 % pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa tau terkait penanganan fatigue HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengbdian