EMOSI &
SUASANA HATI KEPRIBADIAN &
NILAI
Cut Sarah, M.Psi., Psikolog
Menguraikan hubungan emosi dan mood terhadap kinerja serta
mengaitkan kepribadian dengan nilai-nilai di lingkungan kerja.
CPMK
Sub Pokok Pembahasan:
-Pengertian emosi dan mood -Emosi pekerja
-Teori peristiwa afektif -Pengelolaan emosi
-Aplikasi perilaku organisasi terhadap emosi dan mood
-Pengertian dan pendekatan-pendekatan kepribadian
-Pentingnya nilai dan pembentukan nilai
-Kaitan kepribadian dan nilai-nilai individu di
tempat kerja
EMOSI &
SUASANA
HATI (MOOD)
Afek
Suasana
Emosi Hat
Sumber Emosi dan Suasana Hati
Kepribadian Waktu dalam Hari
Hari dalam
Minggu Cuaca
Stres Aktvitas
Sosial Tidur Olahraga
Umur Jenis
Kelamin
Emosi Pekerja- emotional labor
– Sebuah situasi dimana seorang pekerja menampilkan emosi yang diinginkan organisasi selama transaksi-transaksi interpersonal di tempat kerja.
Disonansi Emosi. Inkonsistensi antara emosi yang dirasakan orang dan emosi yang mereka tampilkan.
Emosi yang dirasakan. Emosi aktual individu.
Emosi yang ditampilkan. Emosi yang dituntut oleh organisasi untuk ditunjukkan oleh pekerja dan dianggap pantas untuk pekerjaan itu.
Aktng permukaan (surface acting) menyembunyikan perasaan di dalam dan menyembunyikan ekspresi emosional sebagai respon atas peraturan.
Aktng mendalam (deep acting)mencoba untuk memodifikasi perasaan di dalam diri yang sebenarnya berdasarkan peraturan.
Teori Peristiwa Afektif
Kecerdasan Emosional
Aplikasi Perilaku Organisasi
terhadap Emosi dan Suasana Hati
– Seleksi
– Pengambilan Keputusan – Kreatvitas
– Motvasi
– Kepemimpinan – Negosiasi
– Layanan Pelanggan – Sikap Kerja
– Perilaku Menyimpang di Tempat Kerja – Keselamatan dan Cedera di Tempat Kerja
KEPRIBADIAN &
NILAI
Personality atau Kepribadian adalah pola sifat-sifat yang relatif permanen
dan karakteristik unik yang memberikan konsistensi dan
individualitas pada perilaku individu.
Feist & Feist, 2006
dalam Theories of Personality
– Kepribadian membentuk banyak perilaku di tempat kerja.
– Gordon Allport mendefinisikan kepribadian (personality) sebagai jumlah total cara- cara di mana seorang individu beraksi atas dan berinteraksi dengan orang lain.
– Riset menunjukkan bahwa tes kepribadian dalam keputusan perekrutan akan
membantu manajer dalam memprediksi siapa yang terbaik untuk sebuah pekerjaan.
– Alat ukur kepribadian paling umum adalah survei laporan diri (self-assessment) dimana individu mengevaluasi dirinya sendiri dalam serangkaian faktor.
– Masalah yang tmbul dari self-assessment adalah tentang manajemen impresi dan
akurasi survei peringkat pengamat saling melengkapi dengan survei diri.
Penentu
Kepribadian
FAKTOR
HEREDITAS FAKTOR
LINGKUNGAN
• Hereditas memainkan peranan besar, namun bukan berart kepribadian tdak pernah berubah.
• Kepribadian lebih dapat diubah dalam masa pertumbuhan dan lebih stabil di antara orang dewasa.
• Karakteristk-karakteristk yang bertahan yang menjelaskan
perilaku seorang individu disebut sebagai personality traits
(karakteristk kepribadian).
Indikator Tipe Myers-Briggs
Myers-Briggs Type Indicator- MBTI
– MBTI adalah tes kepribadian 100 pertanyaan yang menanyakan orang-orang apa yang biasanya mereka rasakan atau lakukan dalam berbagai situasi.
– Klasifikasi menjadi 16 tpe kepribadian dengan mengidentfikasi satu karakteristk dari tap empat bagian.
– MBTI telah banyak digunakan dalam organisasi. Cocok untuk panduan karir, tapi
tdak ditemukan korelasi yang kuat dengan kinerja.
Indikator Tipe Myers-Briggs
Myers-Briggs Type Indicator- MBTI
– Ekstrover (ekstrovered-E) versus Introver (introverted-I). Individu-individu ekstrover ramah, pandai bersosialisasi, dan percaya diri. Introver tenang dan pemalu.
– Perasa (sensing- S) versus Intuitif (intuitive- N). Tipe perasa prakts serta memilih rutn dan urutan. Mereka focus pada detail. Intuitf bergantung pada proses tdak sadar dan melihat pada “gambaran besar”.
– Memikirkan (thinking- T) versus Merasakan (feeling- F). Tipe yang memikirkan biasanya menggunakan penalaran dan logika untuk menangani masalah. Tipe yang merasakan berpegang pada nilai-nilai dan emosi pribadi mereka.
– Menilai (judging- J) versus Menerima (perceiving- P). Tipe yang menilai menginginkan
kendali dan memilih urutan dan struktur. Tipe yang menerima fleksibel dan spontan.
Self
Assessment
Lets Check Your MBTI STYLE
Model Kepribadian Lima Besar Costa & McCrae’s Five Factor Model of
Personality
– Model yang mencakup hampir semua variasi signifikan dalam kepribadian manusia; sangat baik memprediksi bagaimana orang berperilaku dalam berbagai situasi nyata.
Openness to Experience
Conscientousness
Extraversion Agreeableness
Neurotcism
Model Kepribadian Lima Besar
1. Openness to Experience: Keterbukaan pada Pengalaman- mencakup kisaran minat dan ketertarikan atas inovasi. Orang yang sangat terbuka, kreatf, ingin tahu, dan secara artstc sensitve. Sebaliknya mereka yang berada di ujung lainnya dari kategori ini konvensional dan merasa nyaman dalam keadaan yang dikenal.
2. Conscientiousness: Kehati-hatian- sebuah ukuran realibilitas. Orang yang sangat hat-hat bertanggung jawab, teratur, dapat diandalkan, dan persisten. Mereka yang berskor rendah pada dimensi ini mudah dialihkan, tdak teratur, dan tdak dapat diandalkan.
3. Extravertion: Esktraversi- menampilkan level kenyamanan kita dalam hubungan. Ekstrover cenderung ekspresif, percaya diri, dan mampu bersosialisasi. Introver cenderung pemalu, penakut, dan tenang.
4. Agreeableness: Keramahan- merujuk pada kecenderungan individu untuk memahami orang lain. Orang yang ramah, kooperatf, hangat dan mempercayai. Orang yang berskor rendah dingin, tdak ramah, dan antagonis.
5. Neuroticism: Stabilitas Emosional- sering dilabeli dengan kebalikannya, uring-uringan- menunjukkan kemampuan
seseorang untuk menghadapi stress. Orang dengan stabilitas emosional positf tnggi cenderung tenang, percaya diri, dan aman. Mereka dengan skor negatve tnggi cenderung gugup, cemas, depresi, dan tdak aman.
Bagaimana Sifat-Sifat Lima Besar Memprediksi Perilaku di Tempat Kerja?
Skor tnggi dalam kehati-hatian
Mengembangkan level pengetahuan
kerja yang lebih tngi
Level kinerja lebih tnggi
Kesuksesan organisasi Orang yang berhat-hat tnggi juga punya kualitas
hidup lebih baik Cenderung kurang
baik merespon perubahan
Fokus pada berkinerja baik,
bukan pembelajaran
Kurang kreatf
Sifat-sifat lain turut berkontribusi.
SIFAT LIMA BESAR MENGAPA ITU RELEVAN? APA YANG DIPENGARUHINYA?
STABILITAS EMOSI • Lebih sedikit pikiran negatf
• Lebih tdak waspada yang berlebihan • Kepuasan hidup dan kerja yang lebih tnggi
• Level stres yang lebih rendah
EKSTROVERSI • Keahlian interpersonal yang lebih baik
• Dominansi social yang lebih tnggi
• Lebih ekspresif secara emosional
• Kinerja yang lebih baik*
• Kepemimpinan yang lebih baik
• Kepuasan kerja dan hidup yang lebih baik KETERBUKAAN • Meningkatnya pembelajaran
• Lebih kreatf
• Lebih fleksibel dan otonom
• Pelathan kinerja
• Peningkatan kepemimpinan
• Lebih adaptf terhadap perubahan KERAMAHAN • Lebih disukai
• Lebih patuh dan taat • Kinerja yang lebih baik*
• Level perilaku menyimpang yang lebih rendah
KEHATI-HATIAN • Lebih banyak usaha dan persistensi
• Lebih terdorong dan disiplin
• Lebih teratur dan terencana
• Kinerja yang lebih baik
• Kepemimpinan yang lebih baik
• Umur panjang
Bagaimana Sifat-Sifat Lima Besar Memprediksi Perilaku di Tempat Kerja?
– Faktor-faktor kepribadian Lima Besar muncul dalam hamper semua studi lintas
budaya. Umumnya temuan ini mendukung bahwa CONSCIENTIOUSNESS adalah
prediktor terbaik dalam kinerja.
DARK TRIAD
Approach- Avoidance Framework
– Kerangka kerja dimana individu beraksi pada rangsangan; motvasi pendekatan adalah ketertarikan kita pada rangsangan positf dan motvasi penghindaran adalah respons kita pada rangsangan negatf.
Si fa t K e p ri b ad ia n la in y an g re le va n d en ga n O B
Evaluasi Int Diri Pengawasan Diri
Kepribadian
Proaktf
Kepribadian & Situasi
• Cara kepribadian bertranslasi ke dalam perilaku tergantung pada kekuatan situasi.
Teori
Kekuatan Situasi
• Memprediksikan bahwa beberapa situasi, peristwa, atau intervensi mengaktvasikan sebuah sifat lebih dari yang lainnya.
Teori Aktvasi
Sifat
NILAI (VALUE)
Keyakinan dasar bahwa sebuah mode tndakan spesifik atau akhir dari keberadaan lebih diinginkan secara pribadi atau sosial dibandingkan mode tndakan atau akhir keberadaan lawannya atau
kebalikannya.