Studi Kasus : Dampak Pengembangan dan Pembangunan Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Malang
M. Nawawi1)*, Bambang Rahadi2)
1) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang
2) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Malang
Diterima tanggal 19 Agustus 2011, direvisi tanggal 10 Oktober 2011
ABSTRAK
Pembangunan dan pengembangan Universitas Islam Negeri (UIN) Malang akan menimbulkan perubahan bentang alam sehingga timbul dampak limpasan permukaan (run off) dan dampak ini dianggap penting mengingat UIN Malang terletak di tengah Kota Malang. Wilayah studi yang terkena dampak lingkungan Kelurahan Dinoyo, Ketawanggede, Sumbersari dan Karang Besuki–Kota Malang dan waktu penelitian tahun 2006-2007. Tujuan penelitian yaitu memprakirakan perubahan tingkat besaran limpasan permukaan yang akan terjadi adanya pembangunan dan pengembangan UIN Malang dilaksanakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terjadi perubahan bentang alam di area kampus akibat kegiatan pembangunan fisik dan maka terjadi konversi lahan terbuka, (2) terjadi penurunan luasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 52,39%, (3) jumlah air hujan yang teresap dalam tanah kecil, (4) peningkatan limpasan permukaan sebesar 71,14% di musim penghujan, (5) meningkatkan intensitas timbulan banjir sesaat di jalanan dan menambah genangan pada permukiman di Kelurahan Sumbersari dan Klaseman.
Kata kunci: hidrologi, limpasan permukaan, UIN Malang
ABSTRACT
Development and improvement of Islamic State University of Malang will cause landscape changes that will cause increasing of run off. This impact is significant because Malang Islamic University is located in the centre of Malang City. The boundary area of this study are Dinoyo sub district, Ketawanggede sub district, Sumbersari sub district, and Karang Besuki sub district. The time of this research is 2006 until 2007. The aim of research is to predict run off due to development and improvement of Islamic State University of Malang. The result of this research indicate that 1)landscape changes due to construction and conversion of open space, 2) decrease green open space amount 52,39%, 3)amount of infiltrationof rainfall is small, 4)increase run off amount 7,14% n rainy season, 5) increase of flood embankment in the street and community settlement in Sumbersari and Klaseman Villages.
Key word: hydrology,surface run off, UIN Malang
PENDAHULUAN
Kegiatan pembangunan wilayah, khususnya dalam rangka penyediaan fasilitas tempat penyelenggaraan proses belajar- mengajar tidak pernah terhenti seiring semakin
bertambah meningkatnya jumlah lulusan Sekolah Menengah Umum/sederajat yang ingin melanjutkan pendidikannya.
Pembangunan yang intensif di suatu lokasi yang padat hunian, mengandung risiko terhadap penurunan kualitas hidup di wilayah tersebut, akibat kerusakan keseimbangan daya dukung lingkungannya, juga karena semakin tingginya jumlah cemaran yang terpapar dan ini semua akan menimbulkan dampak negatif.
---
*Coresponding author : E-mail: [email protected]
Hal yang paling terasa yaitu lingkungan sekitarnya semakin tidak nyaman, serta ekosistem yang menunjang dasar-dasar kehidupan terganggu akibat daya dukungnya merosot, antara lain pada aspek hidrologi yaitu meningkatnya limpasan permukaan (run off) sehingga timbul banjir di saat turun hujan.
Keadaan tersebut diatas mendorong diberlakukannya upaya pengendalian terhadap semua kegiatan pembangunan khususnya di wilayah tersebut, sehingga kondisi daya dukung dan daya tampungnya diupayakan tetap baik secara berkelanjutan.
Berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam UU. No. 32 tahun 2009 tentang Pengendalian dan Pengelolaan Lingkungan Hidup [1] dan Peraturan Pemerintah No. 08 tahun 2006 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) [2] serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 11 tahun 2006 tentang Jenis Usaha/Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Studi AMDAL [3]
maka kegiatan pembangunan dan pengembangan Universitas Islam Negeri (UIN) Malang beserta fasilitas penunjangnya diwajibkan dilengkapi dengan dokumen AMDAL.
Kondisi UIN Malang saat ini. Kampus Universitas Islam Negeri Malang memiliki luasan sekitar 10,2614 ha, terletak di Jalan Gajayana No. 50 Malang, dengan tapak proyek terletak di Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Di Lokasi ini UIN Malang telah beroperasi sejak tahun 1974, walaupun telah didirikan sejak tahun 1960 di Kampus yang lama, yaitu di Jalan Majen Haryono Malang. UIN Malang memiliki 7 Fakultas, yaitu Fakultas Tarbiyah Fakultas Sains & Teknologi, Fakultas Syariah, Fakultas Ekonomi, Fakultas Humaniora dan Budaya, Fakultas Psikologi dan Fakultas Pasca Sarjana.
Jumlah mahasiswa yang sedang kuliah tercatat 4.849 orang (2.054 mahasiswa dan 2.795 mahasiswi) (2004/2005).
Pembangunan UIN Malang. Rencana umum pembangunan UIN Malang, dimulai tahun 2006 dan diprakirakan selesai 2007, mencakup tapak proyek, luasnya sekitar = 10,2614 ha, yang diatasnya terdapat :
- Bangunan lama, seluas = 77,293 m2 - Bangunan baru yang akan
dibangun , seluas = 31,889 m2 -Bangunan tertutup, seluas = 41,839 m2 -Perkerasan jalan & parkir = 13,946 m2 -Taman & drainase = 49,048 m2 Peralatan yang digunakan : bulldozer, concrete mixer, crane/tower crane, dump truck, excavator.
Tenaga kerja = sekitar 600 orang/hari.
Rencana Pengembangan UIN Malang.
UIN Malang dikembangkan akan menjadi model perguruan tinggi Islam yang modern, menjadi pusat sumber inovasi pendidikan tinggi Islam yang layak dijadikan panutan, maka arah pengembangan UIN Malang, meliputi :
1) Restrukturisasi dan modernisasi kurikulum yang ada.
2) Up Grading dan pengembangan departemen-departemen yang ada menjadi fakultas yang memacu pengembangan Islam, terutama pada pendidikan Pasca Sarjana.
3) Pengembangan lebih lanjut untuk memantapkan fakultas agar modern.
4) Mengembangkan kualitas staff dengan pendidikan /pelatihan di dalam dan di luar negeri, juga dengan penambahan staff dengan berbagai disiplin/keahlian.
5) Pembentukan Fakultas baru yang market oriented dan prestisius sera mampu memajukan UIN Malang.
6) Konsolidasi dan peningkatan kualitas pada beberapa depatemen yang ada dengan penambahan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan pada disiplin-disiplin yang terpilih.
7) Penekanan pada pusat-pusat sumber akademik sebagai prasyarat menjadi Universitas Islam yang modern.
8) Mengarahkan potensi-potensi UIN Malang untuk beradaptasi dalam menerapkan kurikulum yang telah direstrukturisasi.
Tujuan Studi. Tujuan dilaksanakan studi prakiraan dampak Rencana Pembangunan dan Pengembangan UIN Malang pada aspek hidrologi, khususnya tentang limpasan
permukaan, secara garis besar adalah memprakirakan perubahan tingkat besaran limpasan permukaan yang akan terjadi, selama dan setelah pembangunan dan pengembangan UIN Malang dilaksanakan.
METODE PENELITIAN
Lokasi Penelitian. Penelitian ini dilakukan di wilayah studi yang diprakirakan terkena dampak lingkungan akibat rencana pembangunan dan pengembangan Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, meliputi Kelurahan-kelurahan Dinoyo, Ketawanggede, Sumbersari dan Karang Besuki – Kota Malang.
Metode Pengumpulan Data. Secara rinci, metode pengumpulan data dilakukan didasarkan pada :
a. Pengamatan lapangan untuk memperoleh data primer (antara lain : pengukuran fisik saluran drainase , topografi, survey persepsi dan sikap masyarakat)
b. Pengumpulan dan penggunaan data sekunder yang sahih dan terkait, di mana sigi/penelitian lapangan hanya untuk mengisi kesenjangan data. Antara lain bersumber dari Laporan studi/kegiatan di lokasi yang bersangkutan terutama dari UIN Malang, Kantor BAPPEKot Malang, Kantor Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Sukun, Kantor/Dinas Teknis di
lingkungan Pemerintah Kota Malang. Di samping itu juga dilakukan sosialisasi dan analisis dampak sosial.
c. Peta-peta : topografi, tata guna lahan, hidrologi dll.
Data Hidrologi yang diperlukan, meliputi : 1) Data Curah Hujan
2) Karakteristik fisik saluran drainase kota yang ada di lokasi studi
3) Peta hidrologi di kampus dan sekitarnya.
4) Debit air saluran drainase di sekitar kampus UIN Malang dan karakteristik debit air sepanjang tahun
5) Genangan banjir dan pola aliran permukaan.
Analisis Data Curah Hujan. Untuk mendapatkan gambaran mengenai distribusi hujan di seluruh daerah aliran sungai dapat diperoleh dari stasiun pengamatan cuaca terdekat dengan lokasi proyek, yaitu dari Stasiun Pengamat Fakultas Pertanian UB (jarak sekitar 300 meter dari kampus UIN Malang ). Analisis data curah hujan dilakukan dalam rangkaian analisis banjir rancangan, mengingat karakteristik fisik DPS yang diteliti dan ketersediaan data. Kegiatan yang dilakukan:
1) Penyediaan seri data hujan harian dari beberapa stasiun penakar hujan yang terdekat dan relevan.
2) Melengkapi, menguji dan mengoreksi data.
Tabel 1. Nilai Koefisien Pengaliran menurut DPS
KONDISI DPS KOEFISIEN PENGALIRAN
Pegunungan curam 0,75 - 0.90
Pegunungan tersier 0,70 - 0,80
Tanah berelief berat dan
Berhutan kayu 0,50 - 0,75
Dataran pertanian 0,45 - 0,60
Dataran sawah irigasi 0,70 - 0,80
Sungai di pegunungan 0,75 - 0,85
Sungai di dataran rendah 0,45 - 0,75
Sungai besar yang sebagian besar alirannya berada di
dataran rendah 0,50 - 0,75
3) Menentukan curah hujan daerah dan memilih nilai terbesar untuk tiap tahunnya.
Dalam analisis ini curah hujan daerah dihitung dengan memperhitungkan weighting factor dari Poligon Thiesen berdasarkan data curah hujan titik dari 2 stasiun penakar.
4) Melakukan analisis distribusi frekwensi dengan digunakan metode yang sesuai dengan karakteristik data untuk mendapatkan curah hujan rancangan.
Yaitu dengan menggunakan Metode Log Person Type III dengan koefisien frekuensi merupakan fungsi dari kala ulang (return
periode) dan koefisien kepencengan (Cs), yang nilainya dapat ditentukan melalui Tabel 1.
5) Menentukan curah hujan netto dan distribusi jam-jamannya.
Hujan netto merupakan bagian hujan yang menghasilkan limpasan langsung (direct run- off). Limpasan langsung ini terdiri atas limpasan permukaan (surface run-off) dan interflow (air yang masuk ke dalam lapisan tipis di bawah permukaan tanah dengan tempat permeabilitas rendah, yang keluar lagi di yang lebih rendah dan berubah menjadi limpasan permukaan).
Tabel 2. Rumus-rumus koefisien limpasan pengaliran
NO Daerah Kondisi Sungai Curah Hujan Rumus
1 hulu f = 1 - 15,7/Rt3/4
2 tengah sungai biasa f = 1 - 5,65/Rt3/4
3 tengah sungai di zone lava Rt > 200 mm f = 1 - 7,2/Rt3/4
4 tengah Rt < 200 mm f = 1 - 3,14/Rt3/4
5 hilir f = 1 - 6,6/Rt3/4
Q (m3/dt)
Puncak Hidrograf
t (jam) Aliran dasar (base flow)
Kurva naik
Kurva turun
Aliran langsung (direct runoff)
Waktu turun Waktu puncak
Waktu dasar
Gambar 1. Komponen hidrograf ( Wilson, 1993)
Data distribusi hujan jam-jaman ditentukan menurut data pengamatan dari stasiun pencatat hujan automatis. Oleh karena sulit diperoleh data tersebut, maka nilainya didekati dengan menggunakan persamaan empirik. Metode yang lazim digunakan adalah persamaan MONONOBE dalam [4] dengan anggapan curah hujan maksimum yang terjadi rata-rata selama 6 jam. Secara praktis, nilai koefisien pengaliran menurut kondisi daerah pengaliran sungai dapat ditentukan menurut Tabel 1. Sedangkan rumus koefisien limpasan (koefisien pengaliran) rerata diuraikan pada Tabel 2.
Analisis data debit banjir limpasan permukaan (run-off). Besarnya debit banjir limpasan permukaan dihitung dengan metode Rasional dengan melakukan analisis hidrograf satuan dan hidrograf banjir. Hidrograf satuan (unit hydrograph) adalah hidrograf limpasan langsung (direct runoff hydrograph) yang dihasilkan oleh hujan netto yang terjadi merata di seluruh DPS dan dengan intensitas yang tetap dalam satu satuan waktu yang tetapkan.
Bentuk dan dimensi hidrograf satuan menggambarkan karakteristik DPS yang ditinjau.
Jika data pemantauan aliran sungai automatic (AWLR) tersedia, maka hidrograf
satuan dapat langsung ditentukan dengan keluaran yang akurat, namun bila tidak tersedia data tersebut maka penentuannya dapat dilakukan dengan analisis hidrograf satuan sintetik.
Rumus Nakayasu hidrograf satuan merupakan rumus satuan sintetis yang dapat diterapkan di beberapa sungai di Indonesia [7], seperti pada Gambar 2.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Topografi. Keadaan topografi di daerah studi mempunyai ketinggian sekitar 500 m diatas permukaan air laut. Kampus UIN Malang terletak di tengah-tengah Kota Malang.
Secara umum keadaan topografi termasuk datar dan untuk lokasi proyek terletak sekitar 1000 m dari tepi badan air Kali Brantas.
Curah Hujan. Lokasi rencana proyek pembangunan dan pengembangan UIN Malang mempunyai curah hujan rata-rata tahunan (1989–2004) sebesar 2174,8 mm/tahun. Curah hujan tertinggi pada bulan Januari dengan rata- rata sebesar 393,2 mm/bulan dan curah hujan terendah pada bulan Agustus sebesar rata-rata 24,2 mm/bulan. Temperatur udara rata-rata sebesar 21,4 0C, kelembaban relatif rata-rata
0 1 2 3 4 5 6 7
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Debit (m3/dt)
Waktu T (jam)
Hidrograf Banjir Rancangan Nakayasu
Q 2 th Q 10 th Q 20 th Q 50 th Q 100 th Q 5 th
Gambar 2. Hasil Perhitungan hidrograf banjir untuk DAS Metro dengan metode Nakayasu
75,1% (udara sejuk dan kering). Kecepatan angin rata-rata 3,1 km/jam dan laju penguapan rata-rata 4,9 mm. Berdasarkan Schmith dan Ferguson mempunyai tipe iklim C, karena mempunyai jumlah bulan kering 3 (curah hujan <60 mm/bulan) dan jumlah bulan (curah hujan >100 mm/bulan) basah 7.
Lokasi Kampus UIN Malang yang berada ditepi Barat Kota Malang, namun dalam perkembangannya sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk, maka di sebelah Utara dan Selatan kampus, telah berkembang permukiman penduduk yang padat. Sedang di sebelah Barat dan Timur juga demikian. Lahan di permukiman tersebut sudah rapat tertutup oleh bangunan rumah penduduk maupun untuk jalan.
Limpasan Permukaan. Lokasi UIN terletak di sub DAS Metro. Hasil analisis hidrograf banjir di Sungai Metro dengan metode Nakayasu disajikan pada Gambar 2.
dan Tabel 3. Hasil perhitungan debit banjir di sub DAS Metro tersebut dengan kala ulang 10 tahun didapatkan hasil debit banjir sebesar 5,417 m3/dt. Nilai ini dipergunakan sebagai pertimbangan pengendalian banjir di lokasi Kampus UIN Malang, karena terletak di wilayah sub DAS Metro.
Hasil analisis dan perhitungan besarnya limpasan permukaan atau run off yang disebabkan oleh pembangunan dan pengembangan UIN Malang adalah sebesar 700,53 liter/detik yang direncanakan mengalir melalui saluran drainase yang posisinya
Tabel 3. Debit Banjir sub DAS Metro
No Kala ulang (tahun) Debit (m3/dt)
1 2 4.850
2 5 5.291
3 10 5.417
4 20 5.543
5 50 5.669
6 100 5.732
Tabel 4. Hasil Perhitungan Debit Saluran Drainase
Problematika
Sebelum pembangunan
UIN
Sesudah pembangunan UIN (Jalan, Pedestrian dan Parkir Area jadi ruang
terbuka, paving)
Sesudah pembangunan UIN (Jalan, Pedestrian dan Parkir Area jadi ruang
tertutup, aspal ) Q Run off 1138,97 lt/detik 1760,23 lt/detik 2174,39 lt/detik Q Sal. Drainase 15,88 lt/detik 15,88 lt/detik 15,88 lt/detik Q0 Sal. Drainase
Utama 300,68 lt detik 300,68 lt detik 300,68 lt detik
Q1 Sal. Drainase
Utama 1455,54 lt detik 2076,79 lt detik 2490,96 lt detik Q akibat
pembangunan UIN
- 621, 26 lt/detik 1035,43 lt/detik
Sumber : Analisis Data Keterangan :
 Sebelum pembangunan UIN 90,29 % ruang terbuka dan 9,71 % ruang tertutup
 Setelah pembangunan UIN 42,14 % ruang terbuka dan 57, 86 % ruang tertutup, jika jalan. pedestrian dan parkir area tidak diaspal (paving stone)
Setelah pembangunan UIN 37,90 % ruang terbuka dan 62, 10 % ruang tertutup, jika jalan. pedestrian dan parkir area diaspal
memanjang di sebelah Timur Kampus UIN Malang. Sedangkan masukan air yang melalui saluran drainase di sepanjang Jl. Sunan Kalijogo (sebelah Barat Kampus UIN Malang), pada saat pengamatan didapatkan rata-rata debit 10,59 liter/detik, dengan faktor puncak 1,5 maka didapatkan debit maksimum sebesar 15,885 liter/detik, sehingga air yang mengalir ke saluran utama drainase sebesar 716,415 liter/detik. Debit yang berada di saluran drainase pada saat pengamatan rata- rata sebesar 300,68 liter/detik.
Evaluasi Kapasitas Saluran Drainase.
Berdasarkan dimensi saluran utama drainase di kawasan Kampus Universitas Islam Negeri Malang diperoleh kapasitas maksimum debit banjir yang dapat dilewatkan adalah sebesar 3780 liter/detik. Sedangkan limpasan permukaan yang mengalir ke saluran drainase akibat pembangunan dan pengembangan UIN Malang adalah sebesar 716,415 liter/detik. Dan air yang mengalir di saluran drainase utama (sebelah Timur Kampus) sebesar 300,68 liter/detik sehingga total sebesar 1017,095 liter/detik. Dapat disimpulkan bahwa kapasitas drainase yang ada masih memadai untuk menampung debit banjir pada masa-masa mendatang.
Walaupun demikian ada titik kawasan di bagian hilir yang kebetulan kondisinya lebih rendah dari pada tinggi muka air badan saluran darainase, ditambah lebar salurannya menyempit (tinggal sekitar 1 meter), sehingga jika ada hujan dengan curah hujan yang deras, maka dapat dipastikan akan terjadi luapan air hujan dan air tumpah dari saluran drainase yang menggenangi/banjir meskipun sesaat.
Kawasan banjir saat hujan ini berada di daerah yang posisi badan jalan dan lahan perumahan lebih rendah, contoh di sempadan saluran drainase di dekat kampus ITN/Kelurahan Sumbersari.
Pada saat ini, warga Kelurahan Sumbersari sudah mengeluh karena setiap ada hujan cukup lebat, terjadi genangan di sekitar rumahnya (terutama di RT 3), karena letaknya di sebelah Selatan Kampus dan lebih rendah, walaupun sesaat. Sehingga mereka merasa khawatir dan resah, jika UIN Malang selesai
dibangun, dapat menyebabkan peningkatan genangan air hujan dan di daerah dekat Makam Klaseman, selain karena lahannya rendah juga saluran drainase tersebut menyempit sebesar 60%, sehingga air saluran meluap menggenangi ruas Jl. Bendungan Sutami sepanjang sekitar 50 meter dengan kedalaman genangan sekitar 1 meter.
Pada tahap operasi, semua bangunan yang direncanakan sudah selesai dibangun sehingga pada saat musim penghujan akan timbul peningkatan limpasan permukaan jika dibandingkan sebelum ada pembangunan.
Kampus UIN seluas 10,2614 ha itu, yang tersisa sebagai RTH (ruang terbuka hijau) hanya sekitar 42%, sehingga hal ini meningkatkan limpasan
Hasil analisis dan perhitungan besarnya limpasan permukaan atau run off sebelum ada kegiatan pembangunan dan pengembangan UIN Malang adalah sebesar 1138,97 liter/detik yang akan mengalir melalui saluran drainase yang memanjang di sebelah Timur UIN (Tabel 4). Perbedaan debit limpasan permukaan diakibatkan perubahan prosentase ruang terbuka hijau (RTH). Dimana sebelum ada pembangunan dan pengembangan UIN Malang RTH sebesar 9,71 % dan setelah adanya pembangunan dan pengembanganUIN Malang, prosentase RTH 42,14 % (jika jalan, pedestrian dan tempat parkir terbuat dari paving stone) dan prosentase areal RTH 37,90 % (jika jalan, pedestrian dan tempat parkir terbuat dari aspal). Disamping RTH 37,90 % berakibat meningkatnya aliran permukaan, hal ini juga tidak sesuai dengan ketentuan tata ruang, bahwa setiap pembangunan harus mempunyai RTH minimal 40 %.
Pembangunan dan pengembangan UIN Malang dengan seluruh jalan, pedestrian dan tempat parkir terbuat dari paving maka limpasan permukaan yang terjadi diperkirakan sebesar 1760,23 liter/detik dan jika pembangunannya mempergunakan jalan, pedestrian dan tempat parkir merupakan lahan tertutup atau terbuat dari aspal besarnya limpasan permukaan (run off) diperkirakan sebesar 2174,39 liter/detik. Air limpasan akan dialirkan melalui saluran drainase yang
memanjang di sebelah Timur kampus UIN Malang. Masukan air yang melalui saluran air yang melalui Jl. Sunan Kalijogo pada saat pengamatan didapatkan rata-rata debit 10,590 liter/detik, dengan faktor puncak 1,5 maka didapatkan debit maksimum sebesar 15,88 liter/detik, sehingga air yang mengalir ke saluran utama drainase sebelum pembangunan dan pengembangan UIN Malang sebesar 1455,54 liter/detik. Setelah pembangunan dan pengembangan UIN Malang, apabila jalan, pedestrian dan tempat parkir merupakan lahan terbuka atau ada areal resapan (paving), maka besarnya debit yang mengalir di saluran utama drainase sebesar 2076,79 liter/detik dan apabila jalan, pedestrian dan tempat parkir menjadi areal tertutup maka debit yang berada di saluran drainase utama sebesar 2490,96 liter/detik.
Sehingga dapat diketahui bahwa kapasitas saluran drainase yang ada masih memadai untuk menampung debit banjir pada masa- masa mendatang. Namun demikian telah disadari bahwa di daerah Kelurahan Sumbersari sebelah Selatan perbatasan dengan Klaseman pada saat proyek Pembangunan UIN belum dimulai memang sudah sering banjir sesaat di waktu hujan lebat. Sehingga di waktu mendatang intensitas banjir ini akan semakin besar, tidak hanya karena ada konversi sebagian lahan terbuka hijau menjadi bangunan/gedung baru di kampus UIN Malang, tetapi juga terjadi konversi lahan serupa di kawasan lainnya yang terletak pada daerah tangkapan hujan (catchment area) sebelah hulu.
Pengelolaan lingkungan untuk meminimalkan timbulnya limpasan permukaan antara lain di kampus UIN Malang harus dilengkapi dengan sumur-sumur resapan, dengan dimensi/ukuran dan jumlah yang memadai dan kolam-kolam penampungan air hujan. Kolam air penampungan ini juga dapat berfungsi sebagai penyedia air untuk menyirami tanaman hias dikala musim kemarau dan sebagai tempat cadangan air pemadam kebakaran jika diperlukan.
KESIMPULAN
Perubahan bentang alam di area kampus, karena kegiatan pembangunan fisik maka terjadi konversi lahan terbuka, yang menyebabkan terjadi penggusuran vegetasi yang ada sehingga terjadi penurunan luasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 52,39 %.
Penurunan RTH berakibat menurunkan jumlah air hujan yang teresap dalam tanah,.diprakirakan akan menyebabkan peningkatan limpasan permukaan sebesar 71,14 %, di musim penghujan. Pertambahan limpasan permukaan akan meningkatkan intensitas timbulan banjir sesaat di jalanan dan menggenangi permukiman yang lebih luas di bagian bawah/hilir, terutama di Kelurahan Sumbersari dan Klaseman.
Upaya pengelolaan lingkungan untuk meminimalkan timbulnya limpasan permukaan, antara lain harus dibangun sumur-sumur resapan dan kolam penampungan air, dengan ukuran dan jumlah yang memadai.
DAFTAR PUSTAKA
[1] U.U. No. 32 Tahun 2009 tentang Pengendalian dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
[2] PerMenegLH No. 08 Tahun 2006 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup
[3] PerMenegLH No. 11 Tahun 2006 tentang Jenis Kegiatan dan/ atau Usaha yang Wajib menyusun AMDAL
[4] Linnsley, R,K., Kohler Jr,MA and Paulhus YLH. 1982. Hydrology for Engineers, 3Ed . Mc Graw Hill Co.
London.
[5] Sosrodarsono,S. dan Takeda K. 1985.
Hidrologi untuk Pengairan. Pradnya Paramita. Jakarta.
[6] Wilson. 1993 . Hidrologi Teknik. ITB.
Bandung.
[7] Soemarto, CD. 1987. Hidrologi Teknik.
Usaha Nasional. Surabaya.