SUBTEMA: LINGKUNGAN
BUDIDAYA UMBI DENGAN SISTEM TANAM DALAM KARUNG UNTUK KETAHANAN PANGAN
BERKELANJUTAN
Diajukan Untuk Mengikuti Lomba FAPERTA FAIR 4 2023
Diusulkan Oleh:
Giofanny Simamora Ketua (TIP/213020403026/2021) Hendro Anggota 1 (AGT/213020401101/2021) Ferdinan Araino Gohong Anggota 2 (AGT/213020401104/2021) Alpy Prasepta Anggota 3 (AGT/213030401108/2021)
JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PALANGKARAYA
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat- Nya dan karunianya kami dapat menyelesaikan Essay ini tepat pada waktunya dengan judul “Pemanfaatan Limbah Cair Kelapa Sawit Sebagai Biogas”.
Essay ini dibuat untuk mengikuti Lomba FAPERTA FAIR 4 2023. Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada panitia penyelenggara yang telah membuat Lomba Essay sehingga dapat menambah ilmu dan wawasan penulis.
Essay kami ini jauh dari kata sempurna dan ini merupakan Langkah yang baik dari studi yang sesungguhnya. Oleh karena itu, keterbatasan waktu dan kemampuan kami, maka kritik dan saran yang membangun senantiasa kami harapkan semoga Essay ini dapat berguna dan memberikan pengetahuan bagi kami pada khususnya dan pihak lain yang berkepentingan pada umumnya.
DAFTAR ISI
ii
Halaman
KATA PENGANTAR... ii
DAFTAR ISI... iii
PENDAHULUAN ... 1
ISI ... 2
PENUTUP ... 4 DAFTAR PUSTAKA
PENDAHULUAN
Ketahanan pangan merupakan salah satu kompleks yang paling kopleks, meliputi dalam bidang ekonomi, sosial, politik dan lingkungan. Indonesia merupakan salah satu negara yang memerlukan pengembangan ketahanan pagan, dimana pertumbuhan penduduk yang begitu pesat dan tigkat pengangguran yang begitu tinggi,sehingga membuat indonesia mengalami krisis pangan, yang mengakibatkan kesetimpangan pangan, dengan adanya pengemabangan sistem ketahanan pangan ini dapat membantu negara kita keluar dari krisis pangan yang melanda, dan dengan adanya pengembangan ini diharapkan indonesa dapat mengurangi ekspor bahan pangan dari luar.
Salah satu cara yang dapat digunakan dalam pengembangan sistem ketahanan pangan adalah dengan cara Budidaya Umbi Dengan Sistem Tanam Dalam Karung, dimana saat ini kita ketahui salah satu alternatif yang dapat kita gunakan sebagai pengganti beras adalah umbi-umbian. Dimana umbi-umbian ini memiliki kandungan yang kaya akan serat, karbohidrat, kalsium, fospor, kalium, vit C, dan folat. Bukan hanya sebagai pengganti beras umbi-umbian ini juga dapat di olah menjadi beberapa olahan yang dapat di jual di masyarakat, sehingga dapat menambah penghasilan. Umbi-umbian tertentu dapat mengurangi risiko penyakit jantung, menghambat timbulnya kanker, dan baik untuk usus. Umbi-umbian juga mengandung serat tngggi, dan sumber pati resisten yang hebat serta karbohidrat kompleks sehingga ia menyediakan energi bagi tubuh untuk berfungsi.
Budidaya umbi-umbian dengan sistem tanam dalam karung ini merupakan penanaman umbi yang menggunkan karung sebagai media tanam nya, dimana bukan hanya mempermudah penanamannya tetapi juga menghemat tempat untuk penanaman, selain itu penanaman dengan sistem ini juga dapat memnfaatkan limbah karung yang dimana limbah karung bekas yang tidak terpakai menjadi berguna, dan dapat mengurangi pencemaran lingkungan.
PEMBAHASAN
Kelapa sawit merupakan komoditas non-migas andalan di Indonesia, produk olahan kelapa sawit berupa miyak sawit dan inti sawit. Biogas merupakan energi yang dihasilkan dari limbah organik seperti kotoran ternak, limbah dapur dan limbah cair kelapa sawit. Salah satu olahan limbah yang dapat di jadikan biogas adalah limbah cair kelapa sawit, limbah hasil pengolahan kelapa sawit atau yang biasa disebut POME (Palm Oil milln Effluent) bisa memberikan manfaat yang sangat besar bagi keberlangsungan lingkungan maupun dalam hal pasokan energi biogas. POME yang diolah menjadi biogas bisa menjadi salah satu pasokan listrik yang dapat digunakan dalam rumah tangga, maupun industri.
Biogas merupakan energi terbarukan yang diproduksi secara biologis melalui pencernaan anaerobik. Pemanfaatan POME sebagai biogas dinilai tepat untuk diterapkan sebagai penyedia bahan pasokan listrik dalam negeri.
Metode pengolahan limbah dapat dilakukan secara kimia dengan proses koagulasi, flokulasi, sedimentasi, dan flotasi. Pada proses kimia ini sering sekali kurang efektif karena pada pembelian bahan kimia yang sangat tinggi dan cukup besar. kemudian pengolahan limbah secara biologis yang dapat dilakukan dengan cara proses aerob dan anaerob, sedangkan secara konvensional pengolahan limbah cair yang dilakukan secara biologis menggunakan kolam, selanjutnya limbah cair diproses dalam kolam aerobik dan anaerobik dengan cara memanfaatkan mikrobia sebagai pengganti BOD dan menetralisir keasaman cairan pada limbah.
Pengolahan limbah cair secara konvesional masih banyak dilakukan oleh pabrik karena pada teknik tersebut cukup sederhana dan biayanya cukup terjangkau. Akan tetapi pengolahan dengan cara tersebut membutuhkan lahan yang cukup luas untuk pengolahan limbah. Pada kolam limbah konvensional akan mengeluarkan gas methan (CH4) dan karbondioksida (CO2) yang dapat membahayakan bagi lingkungan. Pada kolam-kolam pengolahan limbah sering terjadi pendangkalan, sehingga baku mutu yang terdapat pada limbah tidak tercapai.
Proses biokonversi methanogenik adalah suatu proses biologis yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan biotik maupun lingkungan abiotik. Faktor
biotik terdapat mikroba dan jasad aktif. Faktor jenis dan inokulum sangat berperan dalam masa proses pergantian dan produksi biogas. Sedangkan faktor abiotik terdapat pengadukan (agitasi), suhu, tingkat keasaman (pH), kadar substrat, kadar air, rasio C/N, dan kadar P dalam substrat, serta bahan toksik. Diantara faktor abiotik terdapat faktor pengendali utama produksi biogas yaitu suhu, pH, dan senyawa beracun.
Mikroba yang ada dalam cairan memerlukan keadaan lingkungan yang cocok antara lain pH, suhu, dan nutrisi. Tingkat keasaman pada mikroba yaitu antara di pH 5-9. Karena itu limbah cair yang bersifat asam (pH 4-5) adalah media yang tidak cocok untuk pertumbuhan bakteri, maka dari itu untuk mengaktifkan bakteri cairan limbah tersebut harus dinetralisasikan. Penambahan pada bahan penetral pH dapat membantu meningkatkan produksi biogas. Akan tetapi, keasamannya dibatasi agar tidak melebihi pH 9, karena pada pH 5 dan pH 9 dapat mengganggu enzim bakteri (enzim terdiri dari protein yang bisa mengkoagulasi pada pH tertentu). Peningkatan pada pH optimum akan memacu terjadinya proses pembusukan sehingga dapat meningkatkan efektifitas bakteri methanogenik dan dapat meningkatkan pada produksi biogas. Peningkatan suhu juga bisa meningkatkan lajunya produksi biogas. Mikroba memiliki suhu cairan dengan jenis mikroba yang dikembangkan. Pergantian limbah dapat berjalan lebih cepat pada penggunaan bakteri thermophill. Suhu yang tinggi dapat memberikan perubahan secara kimiawi, perubahan yang cepat akan dimanfaatkan pada bakteri metahonogenik untuk menghasilkan gas methan, dan produksi biogas.
Peningkatan suhu yang terjadi sebesar 400C yang dapat menghasilkan 68,5 liter biogas.
Ada empat tahapan dalam membuat biogas yaitu :
1. Tahapan yang pertama adalah bakteri yang melakukan hidrolisis polimer dengan adanya bantuan enzim selulase, pada polimer karbohidrat dengan dilakukan bantuan enzim lipase menghidrolisis lemak, kemudia dengan bantuan enzim protease menghidrolisis protein yang sama-sama menghasilkan senyawa terlarut.
3
2. Tahapan yang kedua melakukan pembuatan biogas dari limbah cair kelapa sawit, selanjutnya adalah pada senyawa terlarut tersebut dilakukan perombakan yang menghasilkan gas hidrogen, gas karbondioksida, senyawa asetat, senyawa- senyawa asam lemak yang memiliki rantai pendek, alkohol, dan juga asam laktat.
3. Tahapan ketiga dengan bantuan bakteri asetat yang menghasilkan asetat, gas hidrogen, serta gas karbon disoksida prosesnya sama, yaitu “asidogenesis”.
4. Tahapan keempat dalam produksi biogas hasil dari pabrik kelapa sawit akan menghasilkan gas metana. Dari asetat, gas hidrogen, serta gas karbon dioksida tersebut digantikan oleh bakteri metan yang menghasilkan gas metana serta gas karbondioksida.
KESIMPULAN
Indonesia merupakan wilyah penghasil sawit terbesar di dunia, dengan luas 16,8 juta ha. Perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia terletak di pulau Sumatra. Kelapa sawit merupakan tumbuhan industri sebagai penghasil bahan baku minyak seperti minyak masak, minyak mentah dan minyak industri. Dengan adanya jumlah perkebunan kelapa sawit yang cukup besar, maka kegiatan industri di suatu industri kelapa sawit akan menghasilkan berbagai macam limbah padat dan cair yang begitu besar, dengan peningkatan limbah yang terus-menerus terjadi akan mengakibatkan masalah yang serius pada lingkungan.
Kelapa sawit merupakan komoditas non-migas andalan di Indonesia, produk olahan kelapa sawit berupa miyak sawit dan inti sawit. Biogas merupakan energi yang dihasilkan dari limbah organik seperti kotoran ternak, limbah dapur dan limbah cair kelapa sawit. Salah satu olahan limbah yang dapat di jadikan biogas adalah limbah cair kelapa sawit, limbah hasil pengolahan kelapa sawit atau yang biasa disebut POME (Palm Oil milln Effluent) bisa memberikan manfaat yang sangat besar bagi keberlangsungan lingkungan maupun dalam hal pasokan energi biogas. POME yang diolah menjadi biogas bisa menjadi salah satu pasokan listrik yang dapat digunakan dalam rumah tangga, maupun industri.
Biogas merupakan gas yang tidak memiliki bau dan tidak memiliki warna yang apabila terbakar terdapat bara biru seperti gas LPG. Biogas terbentuk karena adanya bakteri yang menurunkan zat organik pada saat kondisi tanpa adanya
oksigen. Biogas berbeda dengan gas alam karena pada biogas merupakan sumber energi yang telah terbarukan karena telah diproduksi secara biologis. Pada metana yang merupakan komponen utama dalam biogas yang dapat terbakar karena oksigen, sehingga energi yang terlepas dari pembakaran tersebut dapat menjadi biogas yang memiliki potensi menjadi bahan bakar, pada biogas tersebut tedapat gas metana, karbondioksida dan nitrogen dalam jumlah kecil serta terdapat karbon monoksida serta biogas juga dapat dipengaruhi oleh cuaca.
DAFTAR PUSTAKA
Octiva, C. S. (2018). Pengaruh Pengadukan pada Campuran Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit dan Tandan Kosong Kelapa Sawit terhadap Produksi Biogas (Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara).
5
Suryani, F., Homsah, O. F., & Basuki, M. (2018). Analisis pH dan pengadukan terhadap produksi biogas dari limbah cair kelapa sawit. JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi), 2(1), 1-7.
Pangarso, S. S. (2022). Review potensi pemanfaatan biogas dari limbah cair pabrik kelapa sawit PTPN 5. Journal of Mechanical Engineering Manufactures Materials and Energy, 6(1), 18-31.
Suryani, P. E. (2022). Jurnal Review: Analisis Modifikasi Komposisi Substrat Limbah Cair Tahu Pada Pembuatan Biogas Menggunakan Metode Anaerob. SIMETRIS, 16(1), 1-8.
Prameswari, D., Anto, A., Febriansyah, A., & Saputra, Z. (2023, July). SISTEM MONITORING DAN PENGUKURAN KADAR pH, JARAK DAN SUHU PADA LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT (POME) BERBASIS DISPLAY DIGITAL IoT. In Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Terapan (Vol. 3, pp. 24-31).
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota Team Ketua
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Giofanny Simamora
Jenis Kelamin Perempuan
Program Studi Teknologi Industri Pertanian
Nim 213020403026
Tempat Tanggal Lahir Parbuntian, 05 Juni 2002 Alamat Email [email protected] Nomor Telepon/HP 082275687651
B. Kegiatan Kemahasiswaan yang Sedang/Pernah Diikuti N
o
Jenis Kegiatan Status dalam Kegiatan Waktu Dan Tempat
1 Pengurus Himatripa Anggot5a Div. Kerohanian 2022-2023, TIP 2
K2MPS TIP
Sekretaris 26-27 Agustus
2022, Gedung TIP
3 Dies Natalis TIP Ke 7
Bendahara 23 Februari-18
Maret
2023, Gedung TI P
4 Pekan Kreatif Mahasiswa (PKM- K) UPR
Anggota 1 2 Maret 2023
UPR 5 Pengurus HMJJ
BDP
Bendahara 2023-2024, BDP
C. Penghargaan Yang Pernah DiTerima
No Jenis penghargaan Pihak pemberi penghargaan Tahun
1 Sertifikat Fakultas 2023
2 Bronze NWF 2023
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Palangka Raya, 07 September 2023 Ketua
7
Giofanny Simamora Nim 213020403026 Biodata Anggota 1
D. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Andre Rafael Simarmata
Jenis Kelamin Laki-Laki
Program Studi Teknologi Industri Pertanian
Nim 213020403026
Tempat Tanggal Lahir Rantauprapat, 7 April 2003 Alamat Email [email protected] Nomor Telepon/HP 081265436582
E. Kegiatan Kemahasiswaan yang Sedang/Pernah Diikuti N
o
Jenis Kegiatan Status dalam Kegiatan Waktu Dan Tempat 1 Pengurus Himatripa Anggota Devisi Keilmuan
dan Penalaran
2022-2023, TIP
2 K2MPS TIP Ketua 26-27 Agustus
2022, Gedung TIP
3 Dies Natalis TIP Ke 7
Sekretaris 23 Februari-18
Maret
2023, Gedung TI P
4 Pengurus PMK Jurusan BDP
Anggota Tali kasih 2022-2023 5 Himpunan
Mahasiswa
Teknologi Industri Pertanian
Ketua 2023-2024, TIP
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Palangka Raya, 07 September 2023 Anggota 1
Andre Rafael Simarmata Nim 213010403013 Biodata Anggota 2
F. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Denni Arta Nugroho
Jenis Kelamin Laki-Laki
Program Studi Teknologi Industri Pertanian
Nim 213020403039
Tempat Tanggal Lahir Sampit, 28 Juni 2002 Alamat Email [email protected] Nomor Telepon/HP 082154008917
G. Kegiatan Kemahasiswaan yang Sedang/Pernah Diikuti N
o
Jenis Kegiatan Status dalam Kegiatan Waktu Dan Tempat
1 Pengurus Himatripa Koordinator Kewirausahaan 2023-2024, TIP 2 K2MPS TIP Anggota Divisi Kominfo 1-2 September
2023, Gedung TIP
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Palangka Raya, 07 September 2023 Anggota 2
Denni Arta Nugroho Nim 213020403039
9
Biodata Anggota 3 H. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Zanuar Hafidz Asani Hanand
Jenis Kelamin Laki-Laki
Program Studi Teknologi Industri Pertanian
Nim 213020403051
Tempat Tanggal Lahir Semarang, 11 Januari 2002 Alamat Email [email protected] Nomor Telepon/HP 082291173718
I. Kegiatan Kemahasiswaan yang Sedang/Pernah Diikuti N
o
Jenis Kegiatan Status dalam Kegiatan Waktu Dan Tempat 1 Pengurus Himatripa Anggota Devisi
Kewirausahaan 2023-2024, TIP
2 K2MPS TIP Koordinator Keamanan &
Kesehatan 1-2 September
2023, Gedung TIP
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Palangka Raya, 07 September 2023 Anggota 3
Zanuar Hafidz Asani Hanand Nim 213020403051
11