Nama: Randy Daiva Rahman NPM: 23012010006
Kelas: G741
ETIKA EKONOMI PRODUKSI DALAM ISLAM
PENDAHULUAN
Setiap manusia membutuhkan kekayaan untuk memenuhi kebutuhan sehari- harinya. Karena itu, kemauan manusia selalu mencoba mendapat kekayaan. Salah satunya usaha untuk memperolehnya adalah dengan cara bekerja. Sedangkan bentuk dari bekerja itu adalah berdagang atau berbisnis. Islam memandang bumi ini semua tentang
kepercayaan Allah swt kepada khalifah agar memanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemakmuran bersama. Islam diajarkan oleh khalifah gunakan praktik yang sesuai secara berurutan untuk menerima kebahagiaan dari Tuhan pencipta maha kuasa. Intinya Islam juga lebih banyak penekanan ditempatkan pada produksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat banyak, hanya saja tidak memuaskan.
PEMBAHASAN
Prinsip ekonomi produksi setiap muslim itu berlaku membatasi pada dasarnya produsen aktif perekonomian tradisional tidak untuk mengetahui konsep halal dan haram.
Prinsip produksi sesuai kapasitas Semuanya, tanpa menindas orang lain atau hancurkan masyarakat. Islam memperbolehkan kerjasama itu menguntungkan kedua belah pihak kejujuran, kesetaraan, kemurahan hati Ada keuntungan bagi kedua belah pihak, tidak membenarkan metode ini Hanya untuk kepentingan seseorang, terutama mereka yang bisa membawa atau menyebabkan kerugian pada orang lain; Manfaat yang diperoleh sudah jelas merugikan kepentingan umum.
Sebagaimana firman Allah dalam QS al-Rahman:9 َناَزيِمْلٱ ۟اوُرِس ْخُت َلَو ِطْسِقْلٱِب َنْزَوْلٱ ۟اوُميِقَأَو Terjemahnya: “Dan Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu”. Ayat di atas menjelaskan bahwa tiap orang Islam hendaknya jujur dalam setiap tindakan, sebagaimana timbangan yang tepat ketika berjualan dan dalam semua kegiatan yang berkenaan dengan orang lain. Orang Islam tidak boleh tertipu daya karena contoh kualitas yang baik, lalu menjual barang-barang yang rendah mutunya atau mengurangi timbangan.Dalam ekonomi Islam produksi mempunyai motif kepentingan, kebutuhan dan tugas. Perilaku produksi adalah urusan seseorang atau kelompok untuk keluar dari kemiskinan. Secara eksternal perilaku produksi yang
diinginkan untuk memenuhi kebutuhan semua orang individu sehingga mereka dapat membangun kemandirian masyarakat. Ketika motif perilakunya didahulukan cari nafkah, urus semuanya sumber daya yang berkomitmen Profesional dan berusaha sesuatu yang halal. Produksi dalam ekonomi Islam adalah jenis pekerjaan apa pun manusia
melakukannya untuk mendapatkan keuntungan atau letakkan di tempat lain sumber ulasan Kekayaan yang diberikan oleh Allah SWT supaya menjadi berkah, karena
memenuhi kebutuhan masyarakat. Kata-kata Ini bisa dijelaskan dalam segala hal kegiatan yang menghasilkan barang dan jasa apa yang dilakukan seorang Muslim untuk
memperbaiki keadaan dia memilikinya, tetapi dalam bentuk harta benda penampilan, kekayaan, dan kesiapan akan menggunakannya penulis atau Muslim. 1
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan sebelumnya, saya menyimpulkan bahwa dalam prinsip Islam menekankan bahwa produksi adalah untuk memenuhi kebutuhan orang banyak dan bukan hanya memenuhi kebutuhan jarang orang yang punya uang, jadi mereka memiliki daya beli yang lebih baik. Oleh karena itu, dalam Islam penerapan etika dalam bidang produksi sangat penting agar tercipta kegiatan produksi yang berkeadilan dan mencapai kemaslahatan bersama bagi seluruh umat manusia.
1 Jamaludin, “Implementasi Etika Ekonomi Islam dalam Kegiatan Produksi,Distribusi, dan Konsumsi” April 2022