• Tidak ada hasil yang ditemukan

evaluasi dan perencanaan ulang sistem drainase

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "evaluasi dan perencanaan ulang sistem drainase"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

xi EVALUASI DAN PERENCANAAN ULANG SISTEM DRAINASE KAWASAN FAKULTAS MIPA INSTITUT TEKNOLOGI KALIMANTAN

Nama Mahasiswa : Rizjal Wahyu

NIM : 07161078

Dosen Pembimbing Utama : Rossana Margaret Kadar Yanti, S.T., M.T.

ABSTRAK

Sesuai dengan tujuan MP3EI untuk penyediaan sumber daya manusia di Kalimantan, dua gedung utama Institut Teknologi Kalimantan diresmikan pada 6 Oktober 2014 di kota Balikpapan untuk menaungi 263 mahasiswa dari 10 program studi. Pesatnya pertumbuhan jumlah mahasiswa setiap tahunnya membuat Institut Teknologi Kalimantan mulai mengembangkan area pembelajaran dengan menambah lima gedung perkuliahan dalam kawasan fakultas MIPA untuk menunjang kegiatan belajar mengajar bagi 3500 mahasiswa dalam 14 program studi. Akibat perluasan kawasan fakultas MIPA ITK, terjadi perubahan fungsi lahan yang membutuhkan perencanaan sistem drainase untuk mengalirkan peningkatan debit limpasan.

Perencanaan dibagi menjadi dua yakni evaluasi dan perencanaan ulang jaringan drainase terhadap saluran-saluran yang telah terbangun serta perencanaan saluran drainase terhadap 5 gedung perkuliahan. Evaluasi dilakukan dengan menganalisis kapasitas saluran drainase eksisting terhadap peningkatan debit limpasan akibat perubahan fungsi lahan menjadi fasilitas kampus yang masuk ke dalam saluran serta terhadap perubahan dimensi saluran akibat adanya sedimentasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat 18 segmen saluran yang dinyatakan meluap berdasarkan perbandingan debit hidrolika dengan debit hidrologi dan terdapat 13 saluran memiliki tinggi jagaan yang belum memenuhi syarat setinggi 0,2 meter.

Perencanaan berfokus pada dimensi saluran berupa lebar, panjang dan kedalaman saluran serta bangunan pelengkap sistem drainase yakni kolam tampung, bangunan terjun dan sistem drainase air limbah dengan memperhatikan debit limpasan akibat air hujan. Hasil perencanaan ulang menghasilkan perencanaan dimensi saluran tersier berukuran 0,100,30 meter – 0,400,60 meter, saluran sekunder 0,300,50 meter –0,550,70 meter dan saluran primer 0,400,60 meter – 1,001,00 meter dengan debit kawasan yang dihasilkan fakultas MIPA ITK adalah 3,33 m3/detik.

Perencanaan sebuah kolam tampung menghasilkan dimensi dengan luas 5000 m2 dengan kedalaman 2 meter dan dilengkapi dengan dua buah pompa air dengan produksi debit outflow 1,34 m3/detik. Sistem drainase kotor pada kawasan laboratorium dilengkapi dengan saluran tertutup dengan tipe pipa berdiameter 0,75 meter dan kolam penampung limbah sementara dengan dimensi 10 x 8 x 1,1 meter.

Kata Kunci :

Fakultas MIPA ITK, Evaluasi, Perencanaan ulang, Kolam Tampung

(2)

xii

(Halaman Sengaja Dikosongkan)

Referensi

Dokumen terkait

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab segmen saluran tersebut tidak mampu menampung debit limpasan air hujan, antara lain berkurangnya kapasitas saluran eksisting

Berdasarkan hasil evaluasi drainase eksisting kampus UIN SUSKA Riau, bahwa kapasitas drainase eksisting tidak mampu menampung debit banjir dengan kala ulang 2, 5

Dari perhitungan evaluasi kapasitas saluran eksisting, didapatkan hasil bahwa saluran drainase tidak dapat menampung debit curah hujan serta limpasan yang terjadi,

Beubahnya tata guna lahan pada DAS Kali Semarang menambah debit limpasan yang.. terjadi sehingga bertambah besar kapasitas saluran sudah tidak

Dengan adanya saluran drainase bersumur resapan tersebut dapat meresapkan air sebesar 11,885 % dari debit limpasan akibat adanya pembangunan (selisih debit pra pembangunan dan pasca

1 Kapasitas drainase eksisting cukup baik, namum terdapat 5 saluran yang tidak mampu menampung debit hujan. Kelima saluran tersebut perlu dilakukan penambahan

Dari perhitungan kapasitas saluran kemudian dievaluasi antara kapasitas saluran eksisting dengan debit limpasan hujan, hal ini bertujuan untuk mengetahui tindakan apa

Dari perhitungan evaluasi kapasitas saluran eksisting, didapatkan hasil bahwa saluran drainase tidak dapat menampung debit curah hujan serta limpasan yang terjadi, sehingga