Buku bab ini terdiri dari tujuh (7) artikel tentang penilaian dan pengembangan tes interaktif bahasa Arab. Artikel ketiga adalah materi pelatihan Tes Interaktif Pembelajaran Bahasa Arab yang diberikan oleh Dr.
DAFTAR ISI
TES) YANG BAIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS INTERAKTIF
Pengertian Tes, Pengukuran, dan Penilaian
Dalam konteks pembelajaran bahasa Arab, tes bahasa merupakan instrumen untuk mengukur sampel penguasaan bahasa siswa (Syaukah, 1999).
Karateristik Instrumen Penilaian (Tes) yang Baik
- Validitas Tes
- Jenis Validitas Tes
Validitas prediktif atau validitas prediktif mengacu pada gagasan tentang bukti apakah skor tes yang diuji sekarang memiliki hubungan (kemampuan memprediksi) dengan skor tes atau prestasi yang diuji atau dicapai nanti (Nurgiyantoro, 2016). Tuckman, 1975 (dalam Nurgiyantoro, 2016) mengemukakan pengertian validitas konstruk adalah “apakah tes yang disusun sesuai dengan konsep ilmu yang diujikan”.
Menuju Tes yang Valid
- Menentukan Kompeteni Dasar atau Tujuan Penyelenggaraan Tes Bahasa Arab
- Pemilihan Materi Tes
- Membuat Indikator atau Tujuan Khusus yang akan Diukur
- Menyusun Kisi-Kisi Tes
- Menyusun Draf Soal (Tes)
- Mereview Tes
- Naskah Akhir (Finalisasi)
Dalam konteks ini, guru menentukan KD yang akan dijadikan acuan untuk menyusun tes bahasa Arab atau menetapkan tujuan pembelajaran bahasa Arab. CONTOH TES BAHASA ARAB PILIHAN GANDA DAN ESAI (dikutip dari Ainin, 2020).
EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
Apa yang ada dalam kurikulum menjadi salah satu dasar pertimbangan dalam mengembangkan tes dan dasar berikutnya adalah buku teks. Pengembang tes yang memahami dengan cermat konstruksi setiap keterampilan akan membantu memastikan konten (kompetensi) dalam buku teks dan bahkan memperbaikinya jika ada kesalahan.
سويرف نم ةياقولل ةمامكلا يدترت لكيرم لاينجأ ةينالملأا ةراشتسلما ناوروك
Peserta tes menghabiskan 1,5 menit untuk menjawab setiap item tes tata bahasa, yang memiliki total 9 item (9 X 1,5 menit = 13,5 menit). Peserta tes menghabiskan waktu 2,57 menit untuk menjawab setiap item dalam tes membaca, yang memiliki total 15 item tes (15 X 2,57 menit = 38,5 menit).
سبلام اوترشيل سيملخا موي قوسلا لىإ هؤاقدصأو ىفطصم بهذ اذه نوتيأ اهيحاوضو ةنيدلما في ينلماعلا نلأ احمدزم قوسلا ناك .عئاضبو
Dalam pelaksanaannya, kisi-kisi merupakan tabel yang berisi kompetensi inti, indikator kompetensi, jumlah soal, dan jumlah item. Dengan kisi ini, pengembang tes dapat menulis item tes tanpa harus khawatir kehilangan indikator.
متهاجاح نولماعلا يترشي ءيش يلأ
Jika materi sudah tersedia di buku teks, pengembang dapat memilih yang sesuai berdasarkan kisi-kisi soal, dan jika tidak, ia dapat menemukan teks yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku atau digunakan. Berapa butir soal tes juga harus sesuai dengan yang tertera pada tabel.
PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
Pendahuluan
Untuk mengatasi kendala tersebut, pada tahun 2008, Khusairi dan tim pelaksana menyelenggarakan kegiatan pelatihan bertajuk “Penggunaan Rumusan Rumusan Kuesioner Dalam Penilaian Mata Pelajaran Bahasa Arab di MI”. Dari hasil kegiatan tersebut peserta pelatihan menemukan bahwa penyusunan jaringan soal sangat bermanfaat bagi kualitas pembelajaran bahasa Arab, karena evaluasi merupakan proses merencanakan, memperoleh dan memberikan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif keputusan (Mehrens & Lehmann , 1978). Sesuai dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih, ada beberapa program yang digunakan untuk membuat tes, antara lain kahoot!, quiz maker, hot potato, dll.
Program ini merupakan software untuk membuat tes interaktif, salah satunya tes interaktif bahasa Arab. Pembuatan tes interaktif bahasa Arab dengan menggunakan beberapa program ini diharapkan dapat dijadikan sebagai media evaluasi dan dapat digunakan untuk membantu guru memotivasi semangat belajar, meningkatkan minat siswa dalam belajar, mendorong komunikasi dua arah yang efektif serta membuat proses pembelajaran dan situasi lebih. menyenangkan.
Konsep Tes Interaktif
Aniqotunnisa (2013) menjelaskan bahwa kuis interaktif merupakan aplikasi yang berisi topik-topik berupa soal atau pertanyaan yang memungkinkan siswa secara mandiri menambah wawasan dan pengetahuannya terhadap materi pembelajaran. Hal ini sejalan dengan pernyataan Ernawati (2011) bahwa kuis interaktif merupakan salah satu media yang dapat dikembangkan sebagai salah satu alternatif pembelajaran mandiri. Mahasiswa mendapatkan materi pembelajaran tidak hanya dari ceramah tetapi juga dapat diperoleh dari soal-soal interaktif.
Interaktif disini seperti yang dijelaskan oleh Sanjaya (dalam Ikhwan, 2015) bahwa prinsip interaktif mengandung arti bahwa mengajar bukan sekedar transfer pengetahuan dari guru ke siswa, tetapi dianggap sebagai proses pengaturan lingkungan yang dapat merangsang siswa.
Model Tes Interaktif untuk pembelajaran Bahasa Arab 1. Kahoot
- Quizizz
- Hot Potatoes
Fitur permainan dapat digunakan untuk bertanya dengan menampilkan jawaban yang benar berupa gambar atau warna tertentu. Quizizz adalah alat web untuk membuat game kuis interaktif yang dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas. Hot Potatoes sering disebut sebagai alat bank soal karena fokus aplikasi ini adalah sebagai alat pembelajaran bank soal.
Hot Potatoes terdiri dari enam program yang dapat digunakan untuk membuat bahan ajar interaktif dan soal berbasis web (Amir, Siswaningsih, & Hana, 2013). Program Hot Potatoes terdiri dari enam program yang dapat digunakan untuk membuat bahan ajar interaktif berbasis web. Program ini juga memungkinkan Anda untuk memproses dan memantau konten pelatihan langsung ke server Hot Potatoes.
INTERAKTIF DALAM EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
Pembahasan Pembelajaran Interaktif
- Pengembangan Tes/Kuis Interaktif Berbasis Aplikasi Desktop Untuk dapat mengembangkan tes atau kuis interaktif dengan meng-
- Pengembangan Tes/Kuis Interaktif Berbasis Website
Pembelajaran interaktif dalam konteks ini adalah pembelajaran yang dapat melibatkan siswa dalam proses pembelajaran sehingga terjadi interaksi aktif antara siswa dan antara siswa dengan guru atau guru. Pembelajaran harus memungkinkan siswa untuk menerima dan memahami berbagai konteks yang membentuk dan memberi makna pada kehidupan. Pembelajaran mendorong siswa untuk secara kritis mendekati konteks budaya, moral dan politik dalam kehidupan mereka.
Berdasarkan prinsip tersebut, proses evaluasi pembelajaran juga harus interaktif sehingga bervariasi dan tidak membosankan bagi siswa. Dengan demikian, kegiatan evaluasi pembelajaran interaktif memerlukan interaksi langsung antara pengajar dan siswa melalui alat evaluasi yang telah ditentukan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tes merupakan alat untuk mengukur penguasaan dan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yang disampaikan melalui rangkaian soal atau tugas dengan syarat yang telah ditentukan.
Penutup
Willis (Eds.), Prosiding SITE 1995--Society for Information Technology & Teacher Education International Conference (pp. 247-249). Mencermati Pemanfaatan Teknologi Digital di Era New Normal” oleh Kompas Tekno, https://tekno.kompas.com/. Menuju Orde Baru di Era Pandemi COVID-19” dalam Jurnal Perencanaan Pembangunan Indonesia Volume IV No.
Fenomena work from home sebagai upaya pencegahan serangan COVID-19 dan dampaknya terhadap produktivitas kerja” dalam The International Journal of Applied Business Volume 4 Number 1, April 2020. Studi eksploratif dampak Pandemi COVID-19 terhadap Proses Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar” dalam EduPsyCouns: Jurnal Pendidikan, Psikologi, dan Konseling Vol.
BERBASIS MEDIA “HIJAIYYAH BOX”
Pembahasan 1. Media “Hijaiyyah Box”
- Implementasi “Hijaiyyah Box” dalam Pembelajaran Bahasa Arab Penggunaan media “hijaiyyah box” dalam pembelajaran bahasa Arab
- Evaluasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Media “Hijaiyyah Box”
Ulang langkah membuat "kotak hijayyah" di atas, tulis huruf hijayyyah yang lain pada medium yang telah dibuat. Guru meminta semua murid menutup buku dan tidak melihat nota semasa permainan “kotak hijayyah”. Guru menunjukkan sebelah “kotak hijayyah”, kemudian murid diminta bertanding untuk menyebut mufradat yang dimulakan dengan huruf hijayyah yang ditunjukkan.
Guru melempar “kotak hijabi” di meja depan kelas, kemudian siswa diminta untuk berlomba mengaji. Siswa yang berhasil mengucapkan mufradat diminta untuk melempar “kotak hijaya” ke meja temannya. Pembelajaran bahasa Arab berbasis “Kotak Hijaiyyah” merupakan pembelajaran yang bertujuan untuk memancing siswa agar mengingat dan memperkaya mufradat.
Penutup 1. Kesimpulan
- Saran
Dalam hal ini, guru diharapkan rajin memberikan contoh tulisan dan tugas, kemudian meminta siswa konsisten dalam latihan menulis, sehingga lebih banyak belajar dan mampu memahami konsep penulisan huruf hijaiyah dengan baik dan benar. Namun dalam hal ini penulis menerapkan media hanya pada siswa di tingkat sekolah dasar yaitu kelas 5 SD Islam Al Azhar 31 Yogyakarta. Penulis berharap media ini dapat menjadi salah satu varian media pembelajaran bagi guru bahasa Arab di tingkat SD, SMP dan Perguruan Tinggi.
A Study of Vocabulary Learning Problems Encountered by BA Students of English at University Education Level, Arab World English Journal. The importance of vocabulary in language learning and how to teach', International Journal of Teaching and Education. Interrogative Sentences: A Contrastive Study of Arabic and Indonesia', Izdihar: Journal of Arabic Language Teaching, Linguistics and Literature.
MAHARAH AL KITABAH BERBASIS EMOTIONAL INTELLIGENCES
- High Other Thinking Skill (HOTS)
- Maharah Al Kitabah
- Kecerdasan Emosi (Emotional Intelligences) 1. Pengertian Kecerdasan Emosi
- Evaluasi HOTS Dalam Pembelajaran Maharah Al Kitabah Berbasis Emotional Intelligences
- Ilustrasi Soal
Keterampilan menulis bahasa Arab yang lebih dikenal dengan maharah al kitabah merupakan keterampilan yang dianggap paling sulit karena merupakan tujuan tertinggi dari ketiga keterampilan lainnya. Menurut Moh Ainin, maharah kitabah adalah maharah yang mendapat porsi paling sedikit dalam pembelajaran bahasa Arab di kelas. Tujuan pembelajaran yang diharapkan untuk semua mata pelajaran, termasuk bahasa Arab, dalam hal ini Maharah Kitabah, adalah mengajak siswa berpikir kritis.
Maharah Al Kitabah atau Keterampilan Menulis, dalam hal ini menulis bahasa Arab merupakan kemampuan tertinggi dari empat keterampilan berbahasa. Secara umum, tujuan Maharah Kitabah adalah agar siswa mampu mengungkapkan kembali informasi yang didengar dan dibacanya dalam bentuk tulisan sesuai kaidah tata bahasa Arab (Munir. Menurut Rita Febrianta, guru PBA IAIN Bukittinggi di The HOTS seminar pengembangan dalam pembelajaran bahasa Arab mengungkapkan bahwa Maharah Kitabah adalah keterampilan merangkai kata menjadi susunan kalimat bermakna yang dimaksudkan sebagai wadah untuk mengungkapkan ide, gagasan dan pendapat, dalam bentuk tulisan.
راصتخلابا
حرشا ثم ةيبرعلا ةغللا ملعت في جاتتح تيلا ةيسردلما تاودلأا ترخا
2019, Brug af Google Form Media i evaluering af Maharah Al Kitabah Arabic Learning, Proceedings of KONASBARA V State University of Malang den 5. oktober 2019. Rosyidi, Abdul Wahab & Nikmah, Mamlu'atun, Understanding Basic Concepts of Learning Arabic, 2011, Malang : UIN Maliki Press.
MAHARAH KITABAH BERBASIS APLIKASI ANDROID
Pembahasan
Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Android
Media pembelajaran berubah dan bertransformasi menjadi lebih canggih dengan perangkat teknologi jaringan antara lain aplikasi Zoom, Google Classroom, WebEx serta aplikasi Android dan desktop lainnya (Mansyur, 2020: 119). Aplikasi Ispring Suite 9 merupakan aplikasi yang penggunaannya tidak berdiri sendiri, melainkan harus terkoneksi dengan aplikasi lain yaitu Power Point. Pada tulisan ini, penulis akan menggunakan Microsoft Power Point 2013 yang disinkronkan dengan aplikasi Ispring Suite 9.
Ispring Suite 9 dapat dengan mudah digunakan untuk membuat kuis dan pertanyaan untuk mengukur kemampuan dan kinerja siswa secara interaktif baik offline maupun online (Ariyanti et al. Dengan Ispring Suite 9, guru dapat memberikan berbagai jenis evaluasi pembelajaran bahasa Arab yang tidak hanya memudahkan guru , tetapi juga memudahkan siswa dalam belajar Menurut Hermawati (dalam (Yuniasih et al. Ispring Suite 9) adalah alat yang dapat dengan mudah mengubah file presentasi ke bentuk flash dan dapat disinkronkan dalam Microsoft Powerpoint, sehingga penggunaannya tidak memerlukan keahlian yang rumit .
Penggunaan Aplikasi Android Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Maharah Kitabah dan Evaluasinya
- Penutup 1. Kesimpulan
Selain itu, aplikasi ini juga merupakan salah satu inovasi media pembelajaran bahasa arab masa kini yang mengikuti perkembangan teknologi yang semakin maju. Melalui media pembelajaran bahasa Arab Maharah Kitabah diharapkan siswa termotivasi untuk lebih semangat dalam belajar dan memahami bahasa Arab. Selain itu, aplikasi media pembelajaran ini dapat diimplementasikan dalam pembelajaran bahasa Arab atau mata pelajaran lain dari berbagai jenjang pendidikan tergantung kreativitas dan kebutuhan.
Ia merupakan guru besar bidang pendidikan bahasa Arab di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Selain itu, beliau juga menjadi asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) program studi pendidikan bahasa Arab di Indonesia. Selain aktif menulis di berbagai jurnal nasional dan internasional, beliau juga aktif sebagai narasumber di berbagai seminar dan memberikan berbagai materi dalam kegiatan pelatihan khususnya di bidang kurikulum dan penilaian pembelajaran bahasa Arab.