FAKTOR SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG LOGISTIC CENTER
Tugas Case Method
Dosen Pengampu :
Prof. Nathanael Sitanggang, S.T.,M.Pd.,IPM.,ASEAN Eng.
Disusun Oleh :
Hery Ramadhan 5203550006
METODE PENELITIAN
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN PRODI S1 TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2022/2023
BAB I PENDAHLUAN 1.1 Latar Belakang
Pembangunan kontruksi adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia ,sedangkan keberhasilan proyek kontruksi tidak terlepas dari masalah kontraktor dalam hal pengambilan keputusan berdasarkan analisa dan tindakan koreksi terhadap berbagai factor risiko dari kendala yang dihadapi dalam sebuah proyek ,baik resiko yang diperhitungkan maupun yang belum terduga selama pelaksanaan proyek seperti risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).dalam penelitian ini masalah sebuah proyek dapat diidentifikasi dari metode – metode dari kontraktor tersebut yang dianggap sebagai risiko masalah yang cukup penting.Ruang lingkup penelitian ini adalah kontruksi di provinsi Sumatera Utara tepatnya di JL. William Iskandar Ps, V, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang ,Proyek yang dilaksanakan merupakan sebuah bangunan logistic .kontraktor dalam pembangunan logistic centre merupakan PT yang berasal dari Surabaya.
Secara umum sebuah proyek mempunyai berbagai permasalahan yang terjadi ,salah satunya permasalahan mengenai system Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja memperhatikan masalah SMK3 ini,sehingga akan meminimalisir setiap potensi timbulnya kecelakaan kerja dan kesehatan tenaga kerja proyek kontruksi menjadi prioritas yang harus diperhatikan oleh sebuah kontraktor.Salah satunya mengenai penerapan system Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dimana kurangnya penerapan system ini akan mengakibatkan hal buruk seperti resiko kecelakaan kerja yang berimbas juga terhadap kerugian perusahaan dengan meningkatkan biaya akibat kecelakaan kerja ringan maupun berat.
Kecelakaan kerja sering terjadi akibat kurang dipenuhinya persyaratan dalam pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja.dalam hal ini kontraktor sebagai penyelenggara memberi kewajiban K3 untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kerja dengan menggunakan Metode teknik fishbone. Pengunaan metode tersebut sangat cocok untuk menentukan prioritas masalah dengan data yang bersifat kualitatif dengan tujuan menentukan maupun menganalisis permasalahan SMK3 pada proyek yang dilaksanakan .
BAB II PEMBAHASAN 2.1 Permasalahan
Permasalahan K3 pada proyek kontruksi Logistic Centre ini mendapatkan factor penghambat pelaksanaan secara keseluruhan .pengawasan pelaksanaan yang kurang ketat di lapangan membuat pekerja lalai dalam penggunaan SMK3 ,hal ini menjadi permasalahan kontraktor di lapangan,kurangnya insentif dari klien/owner bila zero accdent juga membuat lalai sebuah SMK3 atau bahkan budaya keselamatan di dalam pekerja yang sangat rendah juga menjadi penghambat pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Gambar 2.1 Pembangunan Proyek
Walaupun K3 sudah dianggap penting dalam aspek kegiatan operasi namun didalam pelaksanaannya masih saja ditemui hambatan serta kendala – kendala. Permasalahan tersebut ada yang bersifat makro (di tingkat nasional) dan ada pula yang bersifat mikro (dalam perusahaan)
a. Permasalahan Makro - Pemerintah - Teknologi - Seni Budaya b. Permasalahan Mikro
- Kesadaran lingkungan
- Kemampuan yang terbatas dari petugas - Standard, code of practice
Pekerjaan kontruksi juga melibatkan banyak peralatan – peralatan,baik yang sederhana sampai yang rumit,dari yang ringan sampai yang berat.pada setiap pekerjaan itu selalu terdapat kemungkinan terjadinya kecelakaan yang dapat berasal dari banyak sebab,secara umum penyebap terjadinya kecelakaan kerja dalam kontruksi dapat dikelompokkan menjadi 4 faktor yaitu factor pekerja itu sendii,factor metode kontruksi,factor peralatan dan factor manajemen.
Keterlambatan proyek kontruksi juga berarti bertambahnya waktu pelaksanaan penyelesaian yang telah direncanakan dan tercantum dalam dokumen kontak.penyelesaian pekerjaan tidak tepat waktu adalah merupakan kekurangan dari tingkat produktivitas dan sudah tentu kesemuanya ini akan mengakibatkan pemborosan dalam pembiayaan, baik berupa pembiayaan langsung yang dibelanjakan untuk proyek – proyek pemerintah,maupun berwujud pembengkakan investasi dan kerugian – kerugian pada proyek swasta,peran aktif kontraktor juga salah satu kunci utama keberhasilan pengelolahan proyek.Pengkajian jadwal proyek diperlukan untuk menentukan langkah perubahan mendasar agar keterlambatan penyelesaian proyek dapat dihindari atau dikurangi.
2.2 Solusi
Berdasarkan permasalahan K3 yang ada pada proyek tersebut membuat kontraktor PT menggunakan solusi analisa teknik fishbone,diperoleh berdasarkan beberapa sub factor atau sub penyebap yang potensial menjadi sumber terjadinya kecelakaan kerja. Pemilihan sub penyebap tersebut didasarkan pada hasil brainstorming dengan struktur penannggung jawab SMK3 di lapangan.Sub penyebap yang terjadi pada proyek tersebut terdiri dari lima kategori yaitu manusia,peralatan ,manajemen,lingkungan dan material.
Hasil yang didapatkan oleh kontraktor menggunakan teknik dan diagram fishbone,dapat diketahui penyebap paling potensial dari terjadi karena factor atau kategori manusia. Pada fakta dilapangan,perusahaan sudah mendapat dukungan dari pekerja dan menerapkan SMK3 dengan baik sesuai peraturan yang berlaku. Namun, penerapan SMK3 tersebut kurang mendapat dukungan dari pekerja, seperti tidak menggunakan APD saat di lapangan atau saat tidak ada pengawasan dan pekerjaan tidak disiplin dalam menerapkan K3 di lapangan,
Oleh karena itu kontraktor yang menangani proyek tersebut melakukan alternative pemecahan maslah yang utama dengan mencegah terjadinya pelanggaran pada pelaksanaan pekerjaan.alternatif pemecahan utama tersebut antara lain sebagai berikut :
a. Penerapan peraturan tentan SMK3 diterapkan dengan lebih konsisten dan intensif;
b. Membuat jadwal pengawasan dan pengecekan secara berkala pada kondisi sebelum sedang dan sesudah pekerjaan dimulai
c. Sering melakukan safety patrol dan safety talk setiap minggunya
d. Memberikan teguran dan sanksi yang mengikat untuk memberikan efek jera
e. Mengadakan rapat evaluasi setiap minggu,bulan dan tahun untuk memperbaiki pelaksanaan SMK3 perusahaan
Setelah alternative pemecahan utama tersebut telah dilaksanakan,maka diharapkan dapat mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan target zero accdent terpenuhi serta dapat menangguangi permasalahan – permasalhan K3 yang lainnya.
BAB III PENUTUP KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan oleh kontraktor PT dapat disimpulkan bahwa risiko terhambatnya K3 Pada pembangunan Logistic Center dapat diatasi menggunakan Teknik Fishbone sebagai berikut :
a. Penerapan peraturan tentan SMK3 diterapkan dengan lebih konsisten dan intensif;
b. Membuat jadwal pengawasan dan pengecekan secara berkala pada kondisi sebelum sedang dan sesudah pekerjaan dimulai
c. Sering melakukan safety patrol dan safety talk setiap minggunya
d. Memberikan teguran dan sanksi yang mengikat untuk memberikan efek jera
e. Mengadakan rapat evaluasi setiap minggu,bulan dan tahun untuk memperbaiki pelaksanaan SMK3 perusahaan
Dari hasil yang didapatkan juga penyebap potensial menggunakan teknik atau diagram fishbone, dapat diketahui penyebap paling potensial dari prioritas masalah terjadi karena factor manusia,alternative pemecahan masalah yang paling utama juga menerapkan Sistem Manajemen K3 dengan konsisten dan intensif diserta denan kedisiplinan dan ketegasan sanksi yang diberikan pada pekerja untuk menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
REFRENSI
Maddeppungeng, A. (2022) “: Jurnal Teknik Sipil,” Pengaruh Kontraktor Dan Kondisi Lingkungan Terhadap Bahaya Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Di Proyek The Canary Apartement, 11(1).
ONG, J., Suryadharma, S. and Andi (no date) FAKTOR – FAKTOR PENGHAMBAT KONTRAKTOR UNTUK MELAKSANAKAN K3 PADA PROYEK KONSTRUKSI [Preprint].
Dharmayanti, G.A.P.C., Permana, G.A.P.S. and Diputra, G.A. (2018) “JURNAL TEKNIK SIPIL,” KENDALA PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA KONTRAKTOR DI BALI, 15(1).
“JURNAL ILMIAH ENGINERING” (2014) MANAJEMEN RISIKO KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) (Study Kasus Pada Pembangunan Gedung SMA Eben Haezar), 4(4).
WARDHANA, H.E.N.R.Y., USRAMAULANA, A.U.L.I.A. and SAFITRI,
R.A.M.A.D.H.A.Y.A.N.T.I. (2022) “Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah,” EVALUASI PELAKSANAAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG
BERTINGKAT DI TANAH LUNAK, 6(1).