• Tidak ada hasil yang ditemukan

faktor pendorong interaksi sosial peserta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "faktor pendorong interaksi sosial peserta"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

FAKTOR PENDORONG INTERAKSI SOSIAL PESERTA DIDIK DENGAN GURU MATA PELAJARAN

DI SMA NEGERI 2 SOLOK SELATAN

JURNAL PENELITIAN

Oleh:

GENDRI ZATION NPM: 11060079

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT PADANG

2016

(2)

FAKTOR PENDORONG INTERAKSI SOSIAL PESERTA DIDIK DENGAN GURU MATA PELAJARAN

DI SMA NEGERI 2 SOLOK SELATAN

Oleh:

Gendri Zation*

Drs. Indra Ibrahim, M.Si., Kons**

Gusneli, S,S, M.Pd**

* Student

* Lecturers

Student Guidance and Counseling STKIP PGRI Sumatera Barat ABSTRACT

Background of this research is because there are students that still did not have good interaction yet with their teacher. Pirposes of this research are to find out : 1) the impeller factor of students’ social intearction in their intearction with their teacher from imitation factor view, 2) the impeller factor of students’ social intearction in their intearction with their teacher fromsuggestion factor view, 3) the impeller factor of students’ social intearction in their intearction with their teacher from identification factor view, 4) the impeller factor of students’

social intearction in their intearction with their teacher from sympathy factor view. This research is descriptive qualitative research that try to describe real fact about something. Population of this research are 80 students of SMA 2 Solok Selatan academic year 2015/2016. Technique sampling was proporsional random sampling, it is a technique of collecting instument data that will used in this researchis enquette meanwhile data cpllection used presentation technique. Finding of this research are: 1) the impeller factor of students’ social intearction in their intearction with their teacher from imitation factor view can including to high categorized with 67,5%, 2) the impeller factor of students’ social intearction in their intearction with their teacher from suggestion factor view can including to high categorized with 43,75%, 3) the impeller factor of students’ social intearction in their intearction with their teacher from identification factor view can including to high categorized with 76,25%, 4) the impeller factor of students’ social intearction in their intearction with their teacher from sympathy factor view can including to high categorized with 88,75%. The conclussion of this research was recomanded the teachers at SMA N 2 Solok Selatan to motivate students to have good intearction with their teacher, their parents , and their friends.

Keyword: Social intearction, Student, Teacher.

PENDAHULUAN

Sekolah adalah tempat dimana peserta didik dapat mengenal dan memperoleh teman baru, di samping itu sekolah adalah sebagai lembaga pendidikan formal mempunyai misi yang mulia untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif guna mengembangkan potensi- potensi peserta didik dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Menurut Pendapat Fitriyah (2014:231) menyampaikan bahwa interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan sosial yang dinamis menyangkut hubungan antara individu yang satu dengan individu yang lainnya, antara

kelompok satu dengan yang lainnya, maupun antara kelompok dengan individu”.

Lebih rinci disampaikan oleh Syarbaini (2009:26) bahwa interaksi sosial diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, dengan kelompok manusia. Tanpa interaksi sosial itu sendiri tidak akan mungkin bisa terjadi kehidupan di masyarakat dan peserta didik.

Selain itu Soekanto (Bungin, 2009:55- 65) secara teoritis, mengatakan bahwa ada dua syarat terjadinya interaksi sosial yakni:

(3)

1) Kontak Sosial 2) Komunikasi

Syarbaini (2009:27) menyatakan bahwa faktor-faktor pendorong interaksi sosial adalah sebagai berikut: 1) Imitasi, 2) Sugesti, 3) Identifikasi, 4) Simpati.

Sedangkan Menurut ahmadi (2002:57) mengatakan bahwa ada beberapa faktor-faktor yang mendasari berlangsungnya interaksi sosial yaitu: 1) Faktor Imitasi, 2) Faktor Sugesti, 3) Faktor Identifikasi, 4) Faktor Simpati.

Selain faktor-faktor pendorong interaksi sosial, Syarbaini (2009:27-28) juga mengemukakan bahwa bentuk-bentuk interaksi sosial yang dapat mengarah kepada proses asimilasi, hal ini dapat berupa:

1. Interaksi sosial yang bersifat saling ada pendekatan.

2. Interaksi sosial yang bersifat langsung atau primer.

3. Interaksi sosial yang lancar dan tidak ada hambatan atau batasnya.

Bentuk interaksi sosial dapat berupa kerja sama (Cooperation), akomodasi, persaingan, dan pertikaian, konflik selalu menuju suatu penyelesaian, namun dalam prosesnya dapat berkondisi sementara, yang disebut akomodasi, ada yang menganggap akomodasi sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial.

Berdasarkan hasil observasi yang telah peneliti lakukan di SMA Negeri 2 Solok Selatan pada tanggal 20 Oktober 2014, jumlah peserta didik yang di observasi sekitar 15-25 orang peserta didik, terlihat ada peserta didik yang masih belum bisa berinteraksi, juga peserta didik ingin sama gaya bicara yang ditetapkan guru dikelas pada saat belajar dalam berinteraksi sosial, ada sebagian peserta didik yang suka berbicara kasar ketika berinteraksi sosial, peserta didik mengalami kesalahan- kesalahan dalam proses interaksi sehingga tidak adanya suatu komunikasi yang baik antar sesama peserta didik tersebut.

Ada peserta didik berambisi kuat untuk belajar namun dengan memonopoli teman- teman dalam belajar berdiskusi, ada peserta didik yang tidak pandai bertata krama sopan dan santun kepada guru mata pelajaran ketika proses belajar berlangsung, ada peserta didik kurang menghargai guru mata pelajaran pada saat jam pelajaran berlangsung di dalam kelas, guru mata pelajaran sangat susah untuk mengajak tenang dalam belajar dan mereka terkadang ribut dalam belajar

Kenyataanya tidak selamanya individu akan berhasil dalam melakukan penyesuaian diri. Hal itu disebabkan adanya rintangan atau hambatan tertentu yang menyebabkan ia tidak mampu melakukan penyesuaian diri secara optimal. Rintangan-rintangan itu dapat bersumber dari dalam dirinya (keterbatasan) atau mungkin dari luar dirinya. Hubungan dan rintangan-rintangan tersebut, ada individu yang melakukan penyesuaian diri secara positif tetapi adanya penyesuaian diri salah secara tidak tepat (salah suai).

Berdasarkan fakta dan kenyataan yang terjadi di SMA Negeri 2 Solok Selatan tersebut maka peneliti sangat tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul ‘’Faktor pendorong interaksi sosial peserta didik dengan guru mata pelajaran di SMA Negeri 2 Solok Selatan’’

METODE PENELITIAN

Bentuk penelitian yang dilakukan adalah termasuk jenis penelitian deskriptif.

Maksudnya penelitian ini menggambarkan suatu keadaan atau situasi tertentu sebagaimana adanya secara sistematis, aktual, dan akurat.

Menurut Darmawan (2013:37) penelitian kuantitatif adalah “Suatu proses menentukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menemukan keterangan mengenai apa yang ingin kita ketahui.” Yusuf (2007:83) mengemukakan bahwa penelitian deskriptif adalah “Salah satu jenis penelitian yang bertujuan mendeskripsikan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta- fakta dan sifat populasi tertentu.”

Penelitian ini Alhamdulillah telah dilakukan pada tanggal 3 sampai 7 November 2015, tepatnya di SMA Negeri 2 Solok Selatan, di Kecamatan Sangir Jujuan, Nagari Bidar Alam, Kabupaten Solok Selatan, penelitian ini berjalan lancar atas izin dari pihak sekolah dan juga kesediaan waktu yang diberikan kepada peneliti, serta berkat kesediaan dari peserta didik untuk dijadikan sampel dalam penelitian ini.

Populasi dalam penelitian ini sebanyak 80 orang peserta didik di SMA Negeri 2 Solok Selatan. Menurut Sugiyono (Riduwan, 2010:10) populasi adalah wilayah generalisasi yang tediri dari objek yang menjadi kuantitas yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Adapun teknik pengambilan sampel adalah simple

(4)

random sampling. Selanjutnya pengolahan data dilakukan dengan menggunakan rumus persentase.

HASIL PENELITIAN

1. Faktor Pendorong Interaksi Sosial Peserta Didik dengan Guru Mata Pelajaran di SMA Negeri 2 Solok Selatan Dilihat dari Faktor Imitasi.

Berdasarkan hasil penelitian terhadap faktor pendorong interaksi sosial peserta didik di SMA Negeri 2 Solok Selatan dilihat dari faktor imitasi, maka diperoleh hasil sebagai berikut, dari 80 orang peserta didik yang dijadikan sampel, teridentifikasi pada kategori sangat banyak frekuensi 14 persentase 17,5% peserta didik yang berada pada kategori sangat banyak berinteraksi dengan guru mata pelajaran dilihat dari faktor imitasi, pada kategori banyak frekuensi 54 persentase 67,5%, pada kategori cukup banyak frekuensi 10 dengan persentase 12,5%, serta pada kategori sedikit sebanyak 2 orang peserta didik dengan persentase 2,5%, pada kategori sangat sedikit tidak ada.

Dari data di atas dapat diketahui faktor pendorong interaksi sosial peserta didik dengan guru mata pelajaran di SMA Negeri 2 Solok Selatan dilihat dari faktor imitasi termasuk kategori banyak peserta didik berinteraksi dengan guru mata pelajaran.

Menurut Ahmadi (2002:57) imitasi merupakan salah satu faktor yang mendasari atau yang melandasi interaksi sosial dalam masyarakat, karena imitasi dapat diartikan sebagai peniruan, di mana individu-individu yang satu mengimitasi individu yang lain dan kelompok satu mengimitasi kelompok lainnya.

Dapat disimpulkan bahwa imitasi merupakan peniruan yang dilakukan oleh individu dari individu lainnya dalam berinteraksi sosial. Imitasi memiliki peranan penting dalam sosial yang mampu membawa seseorang ke arah yang positif untuk mematuhi kaidah-kaidah atau aturan

yang berlaku dilingkungan sosial yang ada disekitar individu tersebut.

2. Faktor Pendorong Interaksi Sosial Peserta Didik dengan Guru Mata Pelajaran di SMA Negeri 2 Solok Selatan, Dilihat dari Faktor Sugesti.

Berdasarkan hasil penelitian terhadap interaksi sosial peserta didik di SMA Negeri 2 Solok Selatan, maka diperoleh hasil sebagai berikut, dari 80 orang peserta didik yang dijadikan sampel, teridentifikasi tidak terdapat sama sekali pada peserta didik yang terkategori sangat banyak, pada kategori banyak sebanyak 35 orang peserta didik berinteraksi dengan guru mata pelajaran dengan persentase 43,75%, hanya teridentifikasi 33 orang peserta didik yang terkategori cukup banyak berinteraksi sosial dengan guru mata pelajaran dengan persentase 41,25%. Serta pada kategori sedikit terdapat sebanyak 11 orang peserta didik dengan persentase 13,75%, dan pada kategori sangat sedikit terdapat 1 orang peserta didik dalam sugesti dengan persentase 1,25%.

Faktor sugesti peserta didik berada pada kategori banyak yaitu 35 orang peserta didik. Artinya banyak peserta didik yang terdorong berinteraksi sosial dengan guru mata pelajaran dari faktor sugesti yang terbangun baik itu dari dalam diri individu maupun dari luar diri individu tersebut.

Ahmadi, (2007:53) menjelaskan sugesti ialah pengaruh psikis, baik yang datang dari dirinya sendiri maupun dari orang lain, yang pada umumnya diterima tanpa adanya daya kritik.

Dapat disimpulkan bahwa Sugesti tersebut muncul karena memperhatikan atau melihat pada lingkungan yang ada seperti lingkungan sosial yang membangunnya. Meskipun begitu masih terdapat beberapa orang peserta didik yang memang sedikit bahkan sangat sedikit dalam melakukan interaksi terhadap guru mata pelajaran.

3. Faktor Pendorong Interaksi Sosial Peserta Didik dengan Guru Mata Pelajaran di SMA Negeri 2 Solok Selatan, Dilihat Dari Faktor Identifikasi.

Berdasarkan hasil penelitian terhadap interaksi sosial peserta didik di SMA Negeri 2 Solok Selatan, maka diperoleh

(5)

hasil sebagai berikut, dari 80 orang peserta didik yang dijadikan sampel, teridentifikasi tidak terdapat sama sekali peserta didik yang tekategori sangat banyak, pada kategori banyak terdapat 61 orang peserta didik berinteraksi dengan guru mata pelajaran dengan persentase 76,25%, hanya teridentifikasi 16 orang peserta didik yang terkategori cukup melakukan interaksi sosial dengan guru mata pelajaran dengan persentase 20%. Serta pada kategori sedikit sebanyak 3 orang peserta didik dengan persentase 3,75%, dan pada kategori sangat sedikit tidak terdapat sama sekali dengan persentase tidak ada.

Menurut Syarbaini (2009:27) bahwa identifikasi merupakan kecendrungan seseorang untuk menjadi identik (sama) dengan orang lain, sifatnya lebih mendalam dari imitasi karena membentuk kepribadian seseorang.

Dapat diambil kesimpulan bahwa Indentifikasi yang di maksud dalam penelitian ini yaitu dimana peserta didik mencoba untuk sama dan identik dengan guru, teman, senior yang mereka idolakan.

Misalnya peserta didik ingin sama dalam cara bersikap dan berbicara seperti cara seorang guru yang mereka idolakan.

4. Faktor Pendorong Interaksi Sosial Peserta Didik dengan Guru Mata Pelajaran di SMA Negeri 2 Solok Selatan, Dilihat Dari Faktor Simpati.

Berdasarkan hasil penelitian terhadap interaksi sosial peserta didik di SMA Negeri 2 Solok Selatan, maka diperoleh hasil sebagai berikut, dari 80 orang peserta didik yang dijadikan sampel, tidak teridentifikasi sama sekali pada sangat banyak, dan pada kategori banyak tidak terdapat sama sekali peserta didik dengan guru mata pelajaran dengan jumlah persentase 0%, hanya teridentifikasi 71 orang peserta didik yang terkategori cukup banyak melakukan interaksi sosial dengan guru mata pelajaran dengan persentase 88,75%. Serta pada kategori sedikit ada 9 orang peserta didik dengan jumlah presentase 11,25%, pada kategori sangat sedikit tidak terdapat sama sekali peserta didik berinteraksi sosial dengan guru mata pelajaran

dapat diartikan bahwa sebagian besar peserta didik di SMA Negeri 2 Solok

Selatan dilihat dari faktor simpati berada pada kategori cukup banyak. Faktor simpati peserta didik berada pada kategori cukup banyak dengan frekuensi 71 orang peserta didik. Artinya ada sekitar 71 orang peserta didik yang cukup pandai berinteraksi dengan guru mata pelajaran kalau dilihat dari faktor simpati. Simpati yang di maksud dalam penelitian ini yaitu bahwa interaksi yang dilakukan peserta didik diawali dari rasa prihatin peserta didik terhadap orang lain dan ingin mengerti bagaimana keadaan orang lain tersebut.

Menurut Maryati (2007:61) simpati merupakan suatu proses di mana seseorang merasa tertarik kepada pihak lain, melalui proses simpati orang merasa dirinya seolah- olah berada dalam keadaan orang lain dan merasakan apa yang dialami, dipikirkan, atau dirasakan orang lain tersebut.

Simpati disini maksudnya peserta didik memiliki keinginan untuk merasakan manfaat dari sikap yang ditampilkan oleh orang lain terhadap diri orang lain.

Kegiatan ini bukan hanya sekedar meniru tapi lebih mendalami atau menjiwai apa yang diamatinya dari lingkungan.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian tentang faktor pendorong interaksi sosial peserta didik dengan guru mata pelajaran di SMA Negeri 2 Solok Selatan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Faktor pendorong interaksi sosial peserta didik dengan guru mata pelajaran di SMA Negeri 2 Solok Selatan dilihat dari faktor imitasi berada pada kategori banyak.

2. Faktor pendorong interaksi sosial peserta didik dengan guru mata pelajaran di SMA Negeri 2 Solok Selatan dilihat dari faktor sugesti berada pada kategori banyak.

3. Faktor pendorong interaksi sosial peserta didik dengan guru mata pelajaran di SMA Negeri 2 Solok Selatan dilihat dari faktor identifikasi berada pada kategori banyak.

4. Faktor pendorong interaksi sosial peserta didik dengan guru mata pelajaran di SMA Negeri 2 Solok Selatan dilihat dari faktor simpati berada pada kategori cukup banyak SARAN

Dari hasil penelitian yang telah ditemukan, maka peneliti mengemukakan saran sebagai berikut:

(6)

1. Peserta Didik

Semoga dengan selesainya penelitian ini diharapkan peserta didik mampu menyadari akan betapa pentingnya faktor pendorong interaksi sosial peserta didik dengan guru mata pelajaran, agar peserta didik menyadari bahwa peserta didik harus bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan baik terhadap semua guru yang ada di SMA Negeri 2 Solok Selatan.

2. Guru BK

Guru BK diharapkan dapat membantu peserta didik dengan menerapkan bimbingan dan konseling guna memberi solusi agar peserta didik nantinya tidak kehilangan arah berinteraksi sosial dengan baik terhadap guru mata pelajaran di SMA Negeri 2 Solok Selatan.

3. Guru Mata Pelajaran

Guru mata pelajaran diharapkan agar mampu memberikan perhatian yang lebih terhadap peserta didik, agar nantinya mereka mudah berinteraksi sosial dengan baik terhadap sesama teman sebaya maupun terhadap guru mata pelajaran nantinya.

4. Kepala Sekolah

Kepala sekolah diharapkan agar mampu bekerjasama dengan guru mata pelajaran dan guru BK agar lebih memperhatikan peserta didik secara penuh serta dorongan motivasi berinteraksi dengan baik disekolah nantinya.

5. Orang Tua

Orang tua diharapkan agar senantisa selalu memberikan perhatian dan motivasi yang lebih terhadap anak-anaknya mulai dari dini, dan biasakan mereka untuk selalu berkomunikasi dan berinteraksi di dalam kehidupannya sehari-hari.

6. Peneliti Selanjutnya

Semoga penelitian ini dapat menjadikan langkah awal, pedoman maupun acuan serta dapat melanjutkan penelitian ini dengan melihat variabel yang berbeda untuk masa yang akan datang.

KEPUSTAKAAN

Ahmadi, Abu. 2002. Psikologi Sosial. Jakarta:

Cipta.

Bungin, Burhan. 2009. Sosiologi Komunikasi.

Jakarta: Kencana.

Darmawan, Deni. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: PT. Remaja Roskadaya.

Fitriyah, Lailatul. 2014. Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Prestasi Pustaka Raya.

Maryati Kun. Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Gelora Aksara Pratama.

Syarbaini Shahrial, Rusdiyanta. 2009. Dasar- dasar Sosiologi. Jakarta: Graha Ilmu.

Sugiyono. 2010. Metodologi Penelitian Kuantitatif dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Yusuf A. Muri. 2007. Dasar-dasar Metodologi Penelitian. Padang: UNP Press.

Referensi

Dokumen terkait

Faktor-faktor tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2.Force Field Analysis No Faktor pendorong Faktor penghambat 1 Mendukungnya akses dan infrastruktur tempat

Improving Learning Outcomes of Students in Class IIA SDK Ende 3 Multiplication Concepts Using the Traditional Game of Gomo Toma The results of the research that have been carried out