• Tidak ada hasil yang ditemukan

faktor penyebab menurunnya moral remaja

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "faktor penyebab menurunnya moral remaja"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

FAKTOR PENYEBAB MENURUNNYA MORAL REMAJA DAN UPAYA ORANG TUA DALAM MENGATASINYA

(Studi di Nagari Lansek Kadok Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman)

JURNAL

Dina Febriani 10060122

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT PADANG

2014

(2)

Faktor Penyebab Menurunnya Moral Remaja dan Upaya Orang Tua dalam Mengatasinya (Studi di Nagari Lansek Kadok Kecamatan Rao Selatan

Kabupaten Pasaman) Oleh,

Dina Febriani

Mahasiswa Bimbingan dan Konseling, STKIP PGRI Sumatera Barat

ABSTRACK

This research is motivated by the presence of teenagers who commit deviant behavior those contras with norms and rules in communities’ area. Based on the researcher observations on December, 7th 2013 is obtained information that they still have low morale, it looks from the teenagers who often sit and hold hand with their couple, impoliteness words, motor racing on the high way, and also they who ruin themselves such as suck the glue, consume the drugs, drinking alcohol, play dominoes, smoking, laying and theft. The purpose of this research was to determine: 1) The cause of decreased of the teenager’s moral, 2) Parent attempts to avoid decreased of the teenager’s moral. This research was descriptive text. The population in this research was teenagers in Nagari Lansek Kadok, district of Rao Selatan, Kabupaten Pasaman. The sampling is used proportional random sampling.

The sample totaled 95 people. Data collection tool used a questionnaire, while the data analysis techniques using percentage analysis. The result of this research generally reveals that; 1) The cause of decreased of the teenager’s moral seen from troubled families is category of much, social media and the attitude of selfishness and materialism are included in the category of too much, 2) Parent attempts to avoid decreased of the teenager’s moral seen from they give confidence to the teenagers and teach religious education also have good communication with teenagers included in both categories.

Key word: Teenagers, teenagers’ moral, parent attempt

Pendahuluan

Moral merupakan nilai dan norma yang ada di dalam suatu masyarakat sebagai penentu tingkah laku seseorang. Menurut Darmadi (2012:50) “Moral merupakan adat istiadat, kelakuan, tabiat, watak, akhlak yang kemudian berkembang menjadi kebiasaan dalam bertingkahlaku yang baik dan susila”.

Jadi, moral merupakan nilai dan norma yang mengatur tingkah laku individu di dalam lingkungan masyarakat, sehingga individu mempunyai sifat-sifat yang positif. Rendahnya moral remaja tidak terlepas dari faktor keluarga terutama orang tua.

Menurut Willis (2010:82) “Orang tua menciptakan komunikasi yang lancar antar sesama anggota keluarga misalnya dengan makan bersama, sholat berjama’ah dan memberikan penghargaan”. Tapi pada kenyataannya banyak orang tua kurang

memperhatikan kehidupan anaknya. Mereka cenderung memenuhi kebutuhan fisik saja, sedangkan rohani mereka terabaikan. Para orang tua sering disibukkan dengan profesi mereka masing-masing, sehingga anak dipercayakan kepada orang lain. Selain orang tua, sekolah juga memegang peranan penting dalam menjadikan remaja yang bermoral.

Sekolah harus memberikan pendidikan moral kepada anak sehingga dapat menjadi pegangan bagi hidupnya. Sesuai dengan pendapat Thomas dan Rian (Sjarkawi, 2006:45) mengemukakan bahwa segala yang diprogramkan sekolah bertujuan untuk membantu anak berpikir tentang baik dan buruk, serta membantu siswa agar mampu berperilaku berdasarkan nilai-nilai moral. Tapi pada kenyataannya di sekolah nilai-nilai tersebut sekedar diterapkan dalam pelajaran tertentu saja seperti PPKN dan Agama.

(3)

Pendidikan moral merupakan faktor yang sangat penting dalam proses sosialisasi, karena pendidikan moral menjadi landasan perilaku seseorang. Kurangnya pendidikan moral yang diterima remaja di sekolah mengakibatkan proses sosialisasi kurang seimbang, kurangnya rasa solidaritas dan banyaknya remaja yang membantah perkataan guru.

Faktor lingkungan masyarakat juga menjadi bagian yang sangat berpengaruh terhadap penyebab menurunnya moral remaja.

Menurut Yusuf (2009:133) “Anak belajar untuk mengenal nilai-nilai dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dari lingkungannya”.

Jadi berdasarkan pendapat di atas bahwa lingkungan masyarakat merupakan tempat remaja untuk bersosialisasi dengan orang lain dan bertingkahlaku sesuai dengan nilai dan aturan yang ada di tengah masyarakat.

Hubungan remaja dengan teman sebaya di lingkungan masyarakat juga akan membawa pengaruh bagi remaja. Berdasarkan pendapat Berkoiz (Priatna, 2012:130) mengemukakan bahwa masa remaja pengaruh moral dari teman sebaya lebih menggoda, lebih meyakinkan, dan lebih mendorong bagi anak untuk melakukan sesuatu. Oleh karena itu, teman sebaya merupakan tempat dimana remaja saling berbagi dalam segala hal, misalnya tempat cerita selain orang tua dan juga teman bermain. Tapi kenyataannya teman sebaya cenderung menjadi hal yang membuat remaja melakukan penyimpangan moral seperti: ketika teman sebaya mengkomsumsi narkotika, maka karena ingin menunjukkan rasa persahabatan dan dianggap anak gaul kemudian remaja yang lain akan ikut untuk mencobanya.

Selain itu, tidak adanya sanksi dan hukum yang tegas terhadap anak muda dan remaja yang melakukan penyimpangan moral, membuat remaja selalu melanggar nilai dan aturan yang ada di dalam masyarakat.

Melemahnya hukum yang ada, membuat tindakan yang tidak terpuji sering dilakukan oleh remaja. seharusnya hukum itu harus ditegakkan dengan baik serta bisa membuat remaja menjadi lebih baik dan memberikan dampak yang positif bagi remaja. Hal ini sesuai dengan pendapat Sadulloh (2011:124)

“Hukuman merupakan suatu yang wajar dan

memberikan hal yang positif bagi perkembangan moral anak, keinshafan terhadap moralitas dan melakukan sesuatu sesuai dengan nilai moral”. Dengan demikian hukuman akan memberikan sesuatu yang lebih baik terhadap remaja, sehingga remaja akan melakukan tingkahlaku sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.

Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan pada tanggal 7 Desember 2013 menunjukkan bahwa masih rendahnya moral remaja ini terlihat dari remaja yang cenderung duduk dan bergandengan tangan dengan lawan jenisnya, remaja mengatakan perkataan yang tidak baik, remaja yang melakukan balap motor di jalan raya, remaja yang merusak dirinya seperti: remaja yang mengisap lem, memakai narkotika, mengkomsumsi alkohol, main domino, merokok, bunuh diri, berbohong dan pencurian.

Begitu juga dengan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan ketua pemuda yang sekaligus merangkap sebagai Kepala Sekolah pada tanggal 20 Desember 2013 di Nagari Lansek Kadok Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman, beliau mengatakan bahwa penyebab menurunnya moral remaja disebabkan oleh beberapa hal diantaranya: (1) Rendahnya tingkat pendidikan moral yang diberikan kepada remaja di sekolah seperti guru yang tidak memberikan contoh teladan kepada siswanya dalam hal menegur siswa cenderung dengan kata-kata yang kasar dan tidak mendidik, sehingga remaja merasa malas untuk masuk sekolah, remaja cenderung membenci gurunya serta remaja yang tidak mempunyai sopan santun ketika berbicara dengan guru-gurunya di sekolah. (2) Interaksi dengan teman sebaya seperti: Remaja hanya ikut-ikutan teman nya misalnya temannya mengkomsumsi narkoba karena ingin dianggap anak gaul remaja juga mencoba mengkomsumsi narkoba. (3) Tidak adanya sanksi yang tegas pada remaja yang melakukan penyimpangan moral. (4) Rendahnya pengawasan yang di berikan oleh orang tua pada remaja baik di rumah maupun diluar rumah seperti: orang tua selalu memberikan fasilitas yang lengkap kepada anak, misalnya: HP, Motor, Catur, tanpa

(4)

mereka memikirkan dampak yang akan timbul pada remaja. Orang tua cenderung sibuk mencari uang tanpa mempedulikan keadaan anak mereka.

Dari uraian sebelumnya, maka sudah cukup dijadikan pertimbangan bagi peneliti untuk melakukan penelitian mengenai “Faktor Penyebab Menurunnya Moral Remaja dan Upaya Orang Tua Mengatasinya (Studi di Nagari Lansek Kadok Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman)”. Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah: a) Faktor penyebab menurunnya moral remaja di Nagari Lansek Kadok Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman, b) Upaya orang tua dalam mengatasi menurunnya moral remaja di Nagari Lansek Kadok Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: a) Faktor penyebab menurunnya moral remaja di Nagari Lansek Kadok Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman, b) Upaya orang tua mengatasi menurunnya moral remaja di Nagari Lansek Kadok Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apa saja faktor penyebab menurunnya moral remaja dan bagaimana upaya orang tua mengatasinya?

Menurut Yusuf (2009:26) “Masa remaja adalah masa yang banyak menarik perhatian karena sifat-sifat khasnya dan peranannya dalam menentukan kehidupan individu dalam masyarakat orang dewasa”.

Jadi pada masa remaja ini ditandai oleh sifat- sifat negatif pada remaja sehingga seringkali masa ini disebut masa negatif dengan gejalanya seperti tidak tenang, kurang suka bekerja dan pesimis. Menurut Rogers (Ali dan Asrori 2005:136) “Moral merupakan kaidah norma dan pranata yang mengatur perilaku individu dalam hubungannya dengan kelompok sosial dan masyarakat”. Jadi, moral merupakan standar baik dan buruk yang ditentukan bagi individu oleh nilai-nilai sosial budaya di mana individu sebagai anggota sosial.

Menurut Lickona (2012:5-9) faktor penyebab menurunnya moral remaja disebabkan oleh kekuatan-kekuatan yang terbentuk di sekitarnya (Eksternal) antara lain:

a. Keluarga bermasalah 1. Kurang Perhatian 2. Broken Home b. Media massa

1. Tayangan-tayangan yang muncul dari media elektronik (efek negatif dari tayangan televisi)

2. Media cetak (majalah dewasa) c. Sikap egoisme dan materialisme

Menurut Willis (2010:56) penyebab menurunnya moral remaja sebagai berikut;

a. Orang tua otoriter

b. Orang tua yang over affection (terlalu sayang atau lunak)

c. Kurang kasih sayang

Menurut Willis (2010:81-82) upaya yang dilakukan orang tua untuk mengatasi menurunnya moral pada remaja antara lain:

a. Orang tua harus memberikan kepercayaan terhadap remaja

1. Kepercayaan dalam berteman

2. Memikul tanggungjawab dan mengambil keputusan.

b. Hendaklah ada pendidikan agama sejak dini.

1. Mengajarkan sholat berjama’ah.

2. Melaksanakan ibadah puasa.

3. Membaca Al-Qur’an.

4. Suka menolong orang miskin.

c. Komunikasi yang lancar antara remaja dengan orang tua dan anggota keluarga lainnya.

1. Mengadakan diskusi tentang masalah- masalah yang dihadapi anak setelah sholat berjama’ah, setelah makan, atau di ruang duduk keluarga.

2. Dalam komunikasi ini hendaknya remaja mampu memberikan informasi mengenai dirinnya secara bebas dan terbuka.

Metode Penelitian

Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Lehman (Yusuf, 2005:83) mengemukakan bahwa penelitian deskriptif adalah salah satu jenis penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta- fakta dan sifat populasi tertentu dan mencoba menggambarkan fenomena secara detail.

Populasi sebanyak 1722 orang dan teknik pengambilan sampel adalah Proporsional

(5)

random sampling, jumlah sampel sebanyak 95 orang. Jenis data dalam penelitian ini adalah data interval, sumber data yang digunakan data primer yaitu dari peserta didik dan data sekunder dari lapangan. Teknik pengumpulan data adalah angket. Teknik analisis data dengan menggunakan rumus persentase yang dikemukakan oleh Sudijono (2010:43) sebagai berikut:

P = x 100 Keterangan:

P = Tingkat persentase jawaban F = Frekuensi jawaban

n = Jumlah angka mutlak

Hasil dan Pembahasan Penelitian

a. Faktor Penyebab Menurunnya Moral Remaja

1. Keluarga Bermasalah

Berdasarkan hasil pengolahan data yang peneliti lakukan, dapat diungkapkan bahwa faktor penyebab menurunnya moral remaja dilihat dari keluarga bermasalah dengan subindikator kurang perhatian, kurang kasih sayang, broken home, orang tua otoriter dan orang tua over affection. Kelima subindikator pada indikator keluarga bermasalah ditemukan bahwasannya keluarga bermasalah yang menjadi penyebab menurunnya moral remaja dilihat dari kurang perhatian orang tua yang dirasakan oleh remaja dengan persentase 40.00% termasuk ke dalam kategori banyak, remaja yang merasakan kurang kasih sayang dari orang tua dengan persentase 41.05% termasuk pada kategori sangat banyak, sedangkan remaja yang merasakan keluarga broken home yang menjadi penyebab menurunnya moral remaja dengan persentase 41.05%

banyak dirasakan oleh remaja dan orang tua otoriter yang menjadi penyebab menurunnya moral remaja dengan persentase 47.37% cukup banyak dirasakan oleh remaja serta orang tua yang terlalu sayang dengan persentase 36.84% juga banyak dirasakan oleh remaja.

Menurut Lickona (2012:5-9)

“Remaja yang hidup di dalam keluarga

bermasalah seperti kurang perhatian dapat menimbulkan tingkah laku yang menyimpang terhadap remaja’.

Selanjutnya menurut Yusuf (2009:41)

“Faktor penyebab menurunnya moral remaja (perilaku menyimpang) yaitu keluarga bermasalah (broken home)”.

Willis (2010:56) mengemukakan bahwa penyebab menurunnya moral remaja orang tua otoriter yaitu orang tua yang merasa berkuasa di rumah tangga, sehingga segala tindakannya terlihat keras, kata-katanya kepada anak-anak tajam dan menyakitkan hati, banyak memerintah, kurang mendengarkan keluhan dan terlalu disiplin. Sikap orang tua yang seperti itu akan menimbulkan rasa takut dan rasa dendam. Orang tua yang over affection (terlalu sayang atau lunak) orang tua yang terlalu lunak, tidak berdaya, memberi kebebasan terhadap norma-norma yang harus diikuti oleh mereka.

2. Media massa

Berdasarkan hasil pengolahan data yang peneliti lakukan, dapat diungkapkan bahwa faktor penyebab menurunnya moral remaja dilihat dari media massa dengan subindikator media elektronik dan media cetak. Kedua subindikator pada indikator media massa yang menjadi penyebab menurunnya moral remaja dilihat dari media elektronik dan media cetak dengan persentase 41.05% cukup banyak dirasakan oleh remaja yang menjadi faktor penyebab menurunnya moral remaja. Menurut Lickona (2012:5-9) “Tayangan-tayangan yang muncul dari media elektronik (efek negatif dari tayangan televisi) dan media cetak (majalah dewasa) akan menjadi penyebab hancurnya moral remaja”.

Menurut Yusuf (2009:41) “Media massa merupakan faktor penyebab menurunnya moral remaja (perilaku menyimpang)”.

Sedangkan menurut Willis (2011:164)

“Peran media massa seperti televisi yang semakin bebas menayangkan film-film porno dan kekerasan mengakibatkan menurunnya moral remaja”.

3. Sikap egoisme dan materialisme

(6)

Berdasarkan hasil pengolahan data yang peneliti lakukan, dapat diungkapkan bahwa faktor penyebab menurunnya moral remaja dilihat dari sikap egoisme dan materialisme dengan subindikator ingin menang sendiri dan melakukan semuanya demi uang. Kedua subindikator pada indikator sikap egoisme dan materialisme yang menjadi penyebab menurunnya moral remaja dilihat dari ingin menang sendiri dan melakukan semuanya demi uang dengan persentase 41.30% dan 38.95% cukup banyak dirasakan oleh remaja.

Menurut Lickona (2012:6-9)

“Egoisme adalah suatu sifat buruk manusia yang mementingkan dirinya sendiri. Apabila remaja memiliki sikap egois yang tinggi, maka remaja akan cenderung menghalalkan segala cara untuk memiliki apa yang dia inginkan”.

Menurut Lickona (2012:6-9) “Sikap materialisme juga menjadi ancaman yang melanda kehidupan kita. Uang secara cepat mengontrol kehidupan bermasyarakat dan menjadi acuan pembentukan moral bagi remaja”.

b. Upaya orang tua dalam mengatasi menurunnya moral remaja.

1. Memberikan Kepercayaan Kepada Remaja

Berdasarkan hasil pengolahan data yang peneliti lakukan, dapat diungkapkan bahwa upaya orang tua dalam mengatasi menurunnya moral remaja dilihat dari memberikan kepercayaan kepada remaja dengan subindikator kepercayaan dalam berteman dan kepercayaan dalam mengambil keputusan. Kedua subindikator pada indikator memberikan kepercayaan kepada remaja dilihat dari memberikan kepercayaan dalam berteman dan kepercayaan dalam mengambil keputusan yang diberikan orang tua dengan persentase 36.84% dan 42.11% sudah baik dirasakan oleh remaja. Menurut Willis (2010:81-82)

“Upaya yang dilakukan orang tua dalam mengatasi menurunnya moral pada remaja dengan memberikan kepercayaan

kepada remaja dalam hal kepercayaan dalam berteman dan memikul tanggungjawab dalam mengambil keputusan”.

2. Mengajarkan pendidikan agama

Berdasarkan hasil pengolahan data yang peneliti lakukan, dapat diungkapkan bahwa upaya orang tua mengatasi menurunnya moral remaja dilihat dari mengajarkan pendidikan agama dengan subindikator sholat berjama’ah, melaksanakan ibadah puasa, membaca al-qur’an, suka menolong orang miskin. Keempat subindikator pada indikator mengajarkan pendidikan agama dilihat dari sholat berjama’ah dan membaca Al-Qur’an yang diberikan orang tua dalam mengatasi menurunnya moral remaja dengan persentase 43.16%

dan 37.89% sudah baik dirasakan oleh remaja, sedangkan orang tua yang menganjurkan remaja dalam melaksanakan ibadah puasa dengan persentase 53.68% sudah sangat baik dirasakan oleh remaja dan orang tua yang mengajarkan remaja agar suka menolong orang miskin dengan persentase 32.63% sudah cukup baik dirasakan oleh remaja.

Menurut Willis (2010:81-82)

“Orang tua harus menanamkan nilai-nilai agama sejak kecil kepada anaknya, agar anak tidak melakukan tindak amoral”.

Orang tua harus mengajarkan kepada anak ajaran agama antara lain mengajarkan sholat berjama’ah, melaksanakan ibadah puasa, membaca Al-Qur’an, suka menolong orang miskin.

3. Menciptakan komunikasi yang lancar Berdasarkan hasil pengolahan data yang peneliti lakukan, dapat diungkapkan bahwa upaya orang tua mengatasi menurunnya moral remaja dilihat dari menciptakan komunikasi yang lancar kepada remaja dengan subindikator menanyakan informasi tentang diri remaja dan menciptakan diskusi. Kedua subindikator pada indikator menciptakan komunikasi yang lancar dilihat dari menanyakan informasi tentang diri remaja dan menciptakan

(7)

diskusi yang diberikan oleh orang tua dalam mengatasi menurunnya moral dengan persentase 43.16% dan 47.37%

sudah cukup baik dirasakan oleh remaja.

Menurut Willis (2010:81-82)

“Komunikasi adalah suatu yang sangat penting bagi seorang anak untuk menceritakan kejadian yang telah dialaminya agar anak merasa nyaman dan tidak melakukan tindak penyimpangan moral”. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengadakan diskusi tentang masalah-masalah yang dihadapi anak setelah sholat berjama’ah, setelah makan atau di ruang duduk keluarga. Dalam komunikasi ini hendaknya remaja mampu memberikan informasi mengenai dirinya secara bebas dan terbuka.

Kesimpulan dan Saran

Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat diambil kesimpulan mengenai: Faktor Penyebab Menurunnya Moral Remaja dan Upaya Orang Tua Mengatasinya (Studi di Nagari Lansek Kadok Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman) sebagai berikut;

a. Faktor penyebab menurunnya moral remaja 1. Faktor penyebab menurunnya moral remaja dilihat dari keluarga bermasalah berada pada kategori banyak, secara umum terlihat dari kategori kurang perhatian, kurang kasih sayang, keluarga broken home, orang tua otoriter, dan orang tua terlalu sayang.

2. Faktor penyebab menurunnya moral remaja dilihat dari media massa berada pada kategori cukup banyak, secara umum terlihat dari media elektronik dan media cetak.

3. Faktor penyebab menurunnya moral remaja dilihat dari sikap egoisme dan materialisme cukup banyak, secara umum terlihat dari sikap ingin menang sendiri dan melakukan semuanya dengan uang.

b. Upaya orang tua mengatasi menurunnya moral remaja

1. Upaya orang tua mengatasi menurunnya moral remaja dilihat dari memberikan

kepercayaan kepada remaja secara umum berada pada kategori baik, terlihat dari memberikan kepercayaan dalam berteman dan kepercayaan dalam mengambil keputusan.

2. Upaya orang tua mengatasi menurunnya moral remaja dilihat dari mengajarkan pendidikan agama secara umum berada pada kategori baik terlihat dari segi mengajarkan sholat berjama’ah, melaksanakan ibadah puasa, membaca Al-Qur’an dan suka menolong orang miskin. Namun sangat baik pada kategori melaksanakan ibadah puasa dan cukup baik pada kategori suka menolong orang miskin. Jadi, disini berarti orang tua sudah mengajarkan pendidikan agama kepada remaja.

3. Upaya orang tua mengatasi menurunnya moral remaja dilihat dari menciptakan komunikasi yang lancar secara umum berada pada kategori baik terlihat dari menanyakan informasi tentang diri remaja dan mengadakan diskusi.

Secara keseluruhan dalam penemuan penelitian ini didapatkan faktor penyebab menurunnya moral remaja secara garis besar berada pada kategori cukup banyak, berarti dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penyebab menurunnya moral remaja cukup banyak dan upaya orang tua mengatasi menurunnya moral remaja secara garis besar termasuk ke dalam kategori baik.

Berdasarkan kesimpulan sebelumnya maka peneliti ingin mengajukan saran kepada:

a. Kepada remaja diharapkan agar mampu menghindari hal-hal yang menyebabkan menurunnya moral remaja baik yang berasal dari keluarga bermasalah, media massa maupun sikap egoisme dan materialisme dengan cara mendekatkan diri kepada sang pencipta.

b. Kepada orang tua diharapkan dapat membantu mengatasi menurunnya moral pada remaja dengan memberikan kepercayaan kepada remaja baik dalam hal berteman dalam mengambil keputusan dan mengajarkan pendidikan agama seperti sholat, puasa, membaca Al-Qur’an, serta menolong orang yang membutuhkan. Orang tua juga harus menciptakan komunikasi

(8)

yang lancar dalam hal menanyakan semua informasi tentang remaja dan juga mengadakan diskusi yang dapat membantu remaja agar dapat menciptakan suasana yang nyaman dan membentuk jiwa remaja yang berbudi luhur dan menjunjung tinggi moralitas dalam kehidupannya sehari-hari.

c. Kepada pemuka masyarakat Nagari Lansek Kadok Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman agar dapat membantu remaja dalam menumbuhkan sikap yang baik sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku di

dalam masyarakat dengan mengadakan karang taruna bagi remaja.

d. Kepada Pemerintahan Nagari Lansek Kadok Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman agar memberikan pelatihan- pelatihan yang bermanfaat dan berguna bagi remaja untuk menanggulangi kemerosotan moral.

e. Kepada peneliti selanjutnya, agar dijadikan pedoman bagi penelitian yang berkaitan dengan masalah tersebut.

Daftar Pustaka

Ali Mohammad dan Asrori Mohammad. 2004.

Psikologi Remaja. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Darmadi, Hamid. 2012. Dasar Konsep Pendidikan Moral (Landasan Konsep Dasar dan Implementasi).

Bandung: Alfabeta.

Lickona, Thomas. 2012. Mendidik untuk Membentuk Karakter. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Sjarkawi. 2006. Pembentukan Kepribadian Anak. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Sudijono, Anas. 2010. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Willis, Sofyan S. 2010. Remaja dan Masalahnya: Mengupas Berbagai Bentuk Kenakalan Remaja.

Bandung: Alfabeta.

Yusuf, A. Muri. 2005. Metodologi Penelitian.

Padang: UNP Press.

Yusuf, Syamsu. 2009. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja.

Bandung: Rosdakarya.

Referensi

Dokumen terkait

Dari wawancara peneliti dengan kepala sekolah tentang usaha kepala sekolah terhadap guru dalam mengembangkan media pembelajaran Nursyamsiah mengatakan bahwa: ” Usaha yang saya lakukan