• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS"

Copied!
92
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

  • Pengertian Sumber Daya Manusia
  • Pengertian Motivasi Kerja
  • Indikator Motivasi Kerja
  • Tujuan Motivasi Kerja
  • Jenis-jenis Motivasi Kerja
  • Teori-teori tentang motivasi Kerja
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi Motivasi Kerja Pegwai
  • Tinjauan Emperis
  • Kerangka Fikir
  • Hipotesis

Produktivitas tenaga kerja merupakan ukuran yang menunjukkan rasio input terhadap output yang dikeluarkan oleh suatu organisasi atau bisnis, serta peran yang dimiliki tenaga kerja per unitnya. satuan waktu (Danang, 2012: 41. Sedangkan produktivitas tenaga kerja (tenaga kerja) adalah perbandingan antara hasil yang dicapai dengan peranan tenaga kerja per satuan waktu. Kemampuan mental dan fisik pegawai. Kondisi mental dan fisik pegawai merupakan hal yang sangat penting. hal yang penting untuk diperhatikan oleh organisasi, karena kondisi fisik pegawai mempunyai hubungan yang sangat erat dengan produktivitas kerja pegawai.

Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi dalam lingkungan kerja maka akan semakin besar dampaknya terhadap produktivitas karyawan. Variabel yang paling dominan mempengaruhi produktivitas kerja pegawai adalah motivasi, hal ini dikarenakan motivasi mempunyai nilai yang paling besar jika dibandingkan dengan nilai produktivitas kerja pegawai. Diketahui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja karyawan terutama berasal dari faktor dalam perusahaan itu sendiri, sedangkan selebihnya merupakan faktor luar perusahaan yang mempengaruhinya.

METODE PENELITIAN

JenisPenelitian

Lokasi dan Waktu Penelitian

Populasi dan Sampel

Untuk melihat pengaruh motivasi terhadap produktivitas kerja pegawai digunakan model analisis regresi sederhana sebagai berikut: 1. Hasil penelitian pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Enrekang, pengaruh motivasi terhadap produktivitas kerja 100 pegawai dan sampel penelitian adalah 85% dari jumlah karyawan. Karakteristik gender pegawai Kantor Pelayanan Pemerintahan Umum (PU) Kabupaten Enrekang disajikan pada Tabel 5.1 berikut ini.

Karakteristik pegawai berdasarkan tingkat usia pada penelitian pada Kantor Pelayanan Umum (PU) ini dapat dilihat pada tabel 5.2 di bawah ini. Berdasarkan tabel 5.2 dapat diketahui karakteristik tingkat usia pegawai Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Enrekang yang menjadi responden dalam penelitian ini. Karakteristik pegawai berdasarkan tingkat waktu pelayanan pada penelitian ini pada Dinas Pekerjaan Umum dapat dilihat pada tabel 5.3 dibawah ini.

Karakteristik pegawai berdasarkan jenjang pendidikan terakhir pada survei di JZP ini dapat dilihat pada tabel 5.4 di bawah ini. Responden dalam survei ini adalah seluruh pegawai yang bekerja pada dinas pekerjaan umum daerah. Berdasarkan standar kategori penelitian di atas maka gambaran variabel motivasi dan variabel peningkatan produktivitas kerja pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Enrekang dapat diuraikan sebagai berikut.

Gambaran data respon pegawai terkait motivasi pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Enrekang disajikan pada Tabel 5.5 berikut ini. Artinya motivasi mempunyai pengaruh yang signifikan dengan tingkat nilai signifikan sebesar 0,001 yang berarti variabel motivasi dapat memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai. Hasil analisis variabel deskriptif (Independen) Motivasi dan variabel deskriptif (dependen) yang meningkatkan produktivitas kerja pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Enrekang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif variabel independen terhadap variabel dependen.

Berdasarkan analisis regresi linier sederhana mengenai motivasi variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) yang meningkatkan produktivitas kerja di kantor. Sedangkan perbandingan penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel-variabel yang berhubungan dengan produktivitas kerja karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa asumsi awal penulis ternyata benar, dengan asumsi bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja.

Berdasarkan hasil pembahasan penelitian yang diperoleh dari Kantor Pemerintahan Umum (PU) Kabupaten Enrekang yang menggunakan variabel hubungan motivasi dengan peningkatan produktivitas kerja, maka disimpulkan bahwa pengaruh motivasi terhadap produktivitas kerja pegawai adalah menyimpulkan. Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan produktivitas kerja pegawai Pelayanan Publik (JUS), artinya motivasi pegawai baik dalam bentuk ucapan maupun motivasi lainnya akan mempunyai pengaruh yang kuat terhadap produktivitas kerja pegawai. .

Table 5.7 Uji Validitas
Table 5.7 Uji Validitas

Defenisi Operasional Variabel dan Pengukuran

Teknik Pengumpulan Data

Studi lapangan adalah kegiatan mengungkap fakta melalui observasi dan wawancara dalam proses memperoleh informasi atau data dengan terjun langsung ke lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung untuk melihat interaksi antara manajer dan karyawan. Menyajikan data dengan cara membagikan daftar pertanyaan kepada responden untuk memperoleh informasi tentang pendapat, harapan, persepsi, keinginan, dan lain sebagainya dari individu atau responden.

Dokumentasi adalah suatu metode pengumpulan data yang diperoleh dan dokumen yang ada atau dokumen yang disimpan, baik berupa transkrip, buku, surat kabar dan lain sebagainya. Memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana pengumpulan data, dengan cara mempelajari buku-buku yang berkaitan dengan judulnya.

Jenis Dan Sumber Data

Bertugas memberikan pembinaan dan bimbingan dalam bidang pembangunan, pengawasan dan pengendalian mutu dalam bidang pengembangan masyarakat. Guna meningkatkan kinerja pegawai hingga mencapai kepuasan yang tinggi, maka pengelola Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Enrekang selalu memberikan motivasi baik kepada pegawai baru maupun pegawai lama. Untuk meningkatkan pengetahuan dan semangat kerja pegawai agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, meningkatkan produktivitas kerja dan mempunyai inisiatif dalam melakukan pekerjaan.

Karakteristik produktivitas kerja pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Enerekang menggunakan sampel survey sebanyak 85 pegawai yang aktif pada kantor yang diberikan. Uji hipotesis dilakukan dengan melakukan uji t apabila hipotesis awal yang diajukan penulis adalah hipotesis variabel bebas motivasi berpengaruh terhadap variabel terikat produktivitas kerja. Mengenai variabel dependen deskriptif peningkatan produktivitas tenaga kerja diperoleh angka mean sebesar 3,85 dari 12 item pertanyaan.

Temuan penelitian ini didukung oleh hasil penelitian Putri (2010) yang menyatakan bahwa tingkat gaji, suasana kerja, perhatian manajemen dan kesejahteraan sosial berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan bagian produksi di PT. Yang berbeda dengan penelitian sebelumnya adalah pada penelitian ini motivasi kerja sebagai variabel bebas dan produktivitas kerja sebagai variabel terikat, sedangkan pada beberapa penelitian sebelumnya motivasi kerja digunakan sebagai variabel terikat yang dipasangkan dengan beberapa variabel bebas lainnya. Berdasarkan hasil penelitian penulis pada Kantor Pelayanan Pemerintahan Umum (PU) Kabupaten Enrekang, berikut ini akan diberikan beberapa saran bagi Kantor Pelayanan Pemerintahan Umum (PU) dalam menjalankan aktivitasnya dalam pelaksanaan tugas yang diberikan kepadanya. . , sebagai berikut.

Teknik Analisis

Gambaran Umum Penelitian

Frofil Dinas PU

Visi dan Misi Perusahaan kantor Dinas PU Kab. Enrekang

mempunyai tugas membina dan mengkoordinasikan para kepala departemen di bidang peralatan dan melaksanakan pengelolaan dan pengembangan teknis, konservasi dan peralatan.

Struktur Organisasidan job Deskripton

Hasil Penelitian dan pembahasan

Hasil Penelitian

Pemberian motivasi kepada karyawan pada hakekatnya adalah motivasi positif, dan disesuaikan dengan kondisi yang ada pada perusahaan, pada dasarnya tidak banyak kesulitan dalam memberikan bimbingan, karena para karyawan tersebut sudah mempunyai tanggung jawab masing-masing terhadap pekerjaannya dan perusahaan. Hasil analisis deskripsi karakteristik identitas tanggapan responden dideskripsikan berdasarkan jenis kelamin, usia, jabatan, kelas, masa kerja dan pendidikan terakhir. Berdasarkan karakteristik gender pada tabel 5.1 di atas, jumlah pegawai dalam penelitian ini sebagian besar berjenis kelamin laki-laki, berjenis kelamin laki-laki dengan frekuensi 56 orang, masing-masing persentasenya 65,9.

Tingkat usia 29 tahun dengan frekuensi 5 yaitu dengan persentase 5,9, kemudian untuk tingkat usia antara 34 tahun dengan frekuensi 3 yaitu dengan frekuensi 3,5, kemudian untuk tingkat usia antara 35 tahun dengan frekuensi dari 16 yaitu dengan persentase 18,8%, tingkat usia 38 tahun dengan frekuensi 12 dengan persentase 14,1%, tingkat usia 40 tahun dengan frekuensi 19 dengan persentase 22,4%, tingkat usia 41 tahun dengan persentase frekuensi 5 yaitu dengan persentase 5,9%, tingkat usia 42 tahun dengan frekuensi 6 yaitu dengan frekuensi 7,1%, tingkat usia 43 tahun dengan frekuensi 1 yaitu dengan persentase 1,2%, usia tingkat 44 tahun dengan frekuensi 3 yaitu dengan persentase 3,5%, tingkat usia 45 tahun dengan frekuensi 9 yaitu persentase 10,6%, tingkat usia 47 tahun dengan frekuensi 3 yaitu persentase 3,5%, angka umur 57 tahun dengan frekuensi 3 yaitu persentase 3,5%. Berdasarkan tabel 5.4 karakteristik tingkat pendidikan, dimana pekerja dengan tingkat pendidikan S.1 dengan frekuensi 6 yaitu dengan persentase 7,1%, diikuti oleh pendidikan vokasi dengan frekuensi 3 yaitu dengan persentase 100% dan untuk jenjang pendidikan akhir Magister dengan frekuensi 2 yaitu dengan persentase 100,0. Pengumpulan data diawali dengan penyebaran kuesioner pada tanggal 15 Mei 2018. Selain penyebaran kuesioner, penulis juga mengumpulkan data sekunder seperti struktur organisasi, jumlah pegawai, uraian tugas dan tanggung jawab, serta hal-hal lain yang diperlukan dalam penelitian ini.

Analisis Deskriptif Variabel Penelitian

Berdasarkan Tabel 5.5, data yang diolah pada Tabel 5.5 dapat disimpulkan bahwa jawaban responden terhadap variabel Motivasi (X) adalah positif, jika dilihat rata-rata total skor pertanyaan variabel tersebut adalah 4,312. Berdasarkan tabel 5.6 di atas, data yang diolah dan disajikan pada tabel 5.6 di atas, dapat kita simpulkan bahwa jawaban responden melihat rata-rata skor total pertanyaan ini adalah 4.2. Indikator yang mempunyai pengaruh paling dominan adalah Y.1.1 dan Y.2.2, dimana masing-masing indikator mempunyai nilai rata-rata sebesar 4,2.

Pengukuran Instrumen / Kuesioner Penelitian

Berdasarkan Tabel 5.7 diatas, hasil uji validitas diatas diketahui bahwa seluruh item pertanyaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid, hal ini ditandai dengan nilai setiap item pertanyaan mempunyai nilai korelasi Pearson yang positif dan lebih besar dari nilai korelasi Pearson. nilai Rtabel. Berdasarkan Tabel 5.8 hasil uji reliabilitas variabel X (Motivasi), 5 variabel (pertanyaan) mempunyai koefisien alpha lebih besar dari 0,787. Berdasarkan Tabel 5.9 hasil uji reliabilitas variabel Y (Produktivitas), 3 variabel (pertanyaan) mempunyai koefisien alpha lebih besar dari 0,658.

Skor ini diambil dari jawaban responden mengenai motivasi dan produktivitas yang masing-masing terdiri dari 10,12 pertanyaan. Koefisien b disebut koefisien arah regresi dan menunjukkan rata-rata penurunan variabel Y untuk setiap perubahan X sebesar satu satuan. Perubahan tersebut merupakan kenaikan jika b bertanda positif dan penurunan b bertanda negatif.

Table  dibawah  ini  menunjukkan  hasil  pengujian  reliabilitas  dengan menggunakan alat bantu SPSS 16,0.
Table dibawah ini menunjukkan hasil pengujian reliabilitas dengan menggunakan alat bantu SPSS 16,0.

Pembahasan

Selain itu, hasil data regresi linier sederhana menunjukkan nilai R korelasi sebesar 0,343 dan dijelaskan bahwa persentase pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yang disebut dengan koefisien determinasi merupakan hasil kuadrat. dari R. Selain penelitian tersebut di atas, penelitian ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Kulsum (2008) yang menyatakan bahwa motivasi berpengaruh positif signifikan terhadap peningkatan prestasi kerja. Penambahan variabel independen ini dimaksudkan karena produktivitas kerja tidak hanya dipengaruhi oleh motivasi kerja saja, namun masih ada variabel lain yang dapat mempengaruhinya.

Pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja pada PT Hadji Kalla Alauddin Kota Makassar. Penulis tesis yang tidak dipublikasikan. Motivasi Karyawan PT Pbarik Gula Candi Baru Sidoardjo. Tesis diterbitkan. Surabaya: Universitas Pembangunan Nasional “veteran”. Saya harap Anda menjawab dengan bebas, sesuai dengan apa yang Anda rasakan, lakukan dan alami, bukan apa yang seharusnya atau ideal.

Berdasarkan pengetahuan anda, berikanlah penilaian Intelegensi Tentor secara jujur ​​dan tulus berdasarkan pernyataan di bawah ini dengan memberi tanda centang (√) pada salah satu dari lima kolom, dengan keterangan sebagai berikut.

Gambar

Table 5.7 Uji Validitas
Table  dibawah  ini  menunjukkan  hasil  pengujian  reliabilitas  dengan menggunakan alat bantu SPSS 16,0.
Table 5.9 Hasil Uji ReliabilitasY
Table 5.10 Regresi Linier Sederhana

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh 1 secara parsial motivasi kerja, pelatihan dan kepuasan terhadap peningkatan prestasi kerja pegawai pada Dinas Pendidikan dan