• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS"

Copied!
98
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

LatarBelakang

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sistem informasi manajemen terhadap kinerja karyawan PT. Penelitian Sistem Informasi Manajemen (SIM) terhadap kinerja pegawai telah dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya diantaranya. Hasil Penelitian: Diketahui sistem informasi manajemen (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) yang ditunjukkan dengan koefisien regresi sebesar 0,330.

Sistem informasi manajemen (X1) dan lingkungan kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) yang ditunjukkan dengan koefisien regresi sebesar 0,220 dan 0,218. Persamaan linier sederhana di atas menjelaskan dampak sistem informasi manajemen terhadap kinerja karyawan PT. Berdasarkan uji t hipotesis yang menyatakan bahwa sistem informasi manajemen berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT.

Dari hasil analisis regresi untuk mengetahui pengaruh sistem informasi manajemen terhadap kinerja pegawai, diperoleh persamaan linear sederhana Y

Rumusan Masalah

TujuanPenelitian

ManfaatPenelitian

Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi tambahan dalam bidang manajemen sumber daya manusia khususnya sistem informasi manajemen. Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan, wawasan dan pemahaman mengenai dampak sistem informasi manajemen. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh manajemen perusahaan khususnya manajemen sumber daya manusia untuk memahami dan mengetahui langkah-langkah apa saja yang dapat dilakukan PT.

TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan Teori

  • Pengertian Pengembangan
  • Sistem Informasi Manajemen

Kerangka Pikir

Hipotesis

METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian

Lokasi dan Waktu Penelitian

Populasi dan Sampel

Apabila populasinya besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi tersebut, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut. Karena populasi dalam penelitian ini sedikit, maka akan digunakan teknik Sampling Jenuh dimana penulis akan menggunakan seluruh karyawan yang berjumlah 30 orang sebagai sampel dalam penelitiannya.

Teknik Pengumpulan Data

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan kepada responden seperangkat pernyataan tertulis. Pertanyaan pada kuesioner bersifat tertutup, artinya setiap pertanyaan sudah ditentukan sebelumnya dan responden tidak diberikan kesempatan untuk memberikan jawaban di luar pilihan jawaban yang diberikan. Dari informasi yang terkumpul kemudian disusun dan dievaluasi untuk diambil suatu kesimpulan dari hasil jawaban yang diberikan oleh pegawai.

Kriteria yang digunakan valid atau tidak valid apabila koefisien r hitung lebih kecil dari nilai r tabel dengan tingkat signifikansi 5% berarti pertanyaan tersebut tidak valid. Suatu alat ukur dikatakan stabil atau konsisten, jika sesuatu diukur secara berulang-ulang maka alat ukur tersebut menunjukkan hasil yang sama, dalam kondisi yang sama.

Sumber Data

Metode Analisis

Sistem informasi manajemen merupakan suatu sistem yang penting dalam mengumpulkan, menyimpan, menganalisis data dan menyebarkan data tersebut. Dalam bab ini, kami akan membahas data yang kami kumpulkan dari responden survei untuk menentukan bagaimana sistem informasi manajemen mempengaruhi kinerja karyawan. Astra Motor Honda yaitu setiap adanya perubahan sistem informasi manajemen 1 unit diharapkan kinerja karyawannya meningkat sebesar.

Nilai intersap atau konstanta tersebut sebesar artinya kinerja karyawan PT tanpa variabel sistem informasi manajemen (X=0). Analisis data menggunakan pengujian regresi sederhana untuk mengetahui pengaruh sistem informasi manajemen terhadap kinerja karyawan PT. Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua variabel yaitu sistem informasi manajemen ketenagakerjaan sebagai variabel independen (X) dan kinerja karyawan (Y).

Artinya sistem informasi manajemen yang disediakan perusahaan ini mendapat respon yang sangat positif dari para karyawan. Hasil kuesioner bagian kedua mengenai kinerja karyawan yang dipengaruhi oleh sistem informasi manajemen yang disediakan perusahaan menunjukkan hasil yang positif. Astra Motor Honda yaitu setiap pergantian 1 unit sistem informasi manajemen diharapkan kinerja karyawan meningkat sebesar 0,749.

Hal ini juga dijelaskan oleh berbagai teori, antara lain Danang Sunyoto yang menyatakan bahwa: “Sistem informasi manajemen menjaga kinerja pegawai dalam upaya meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja.” Oleh karena itu hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima yang menyatakan bahwa Sistem Informasi Manajemen berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Variabel setelah ada sistem informasi manajemen (X1) sebaiknya dijaga dan dikembangkan agar lebih baik diterapkan pada karyawan sesuai kinerjanya karena mempunyai pengaruh yang besar terhadap kinerja karyawan PT.

Diperlukan proses peninjauan berkala terhadap sistem informasi manajemen yang diterapkan perusahaan sebagai tolak ukur peningkatan kinerja karyawan. Dan tidak menutup kemungkinan bahwa perusahaan bisa membuka diri terhadap kajian penelitian sistem informasi manajemen yang mungkin mempengaruhi kinerja karyawan dari pihak luar. Analisis Kualitas Sistem Informasi Manajemen dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Perusahaan Asuransi Jiwa Bumiputera 1912 Cabang Pandanaran Semarang.

Analisis pengaruh sistem informasi manajemen terhadap efisiensi kerja pegawai bidang sumber daya kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Daftar pernyataan ini dibuat dengan tujuan untuk mengumpulkan data sehubungan dengan penyusunan skripsi yang berjudul : Pengaruh Sistem Informasi Manajemen Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Lampiran 2 : Tabel tanggapan responden setelah adanya sistem informasi manajemen, sebelum adanya sistem informasi manajemen dan kinerja pegawai.

Lampiran 4: SPSS 22 mengolah hasil berdasarkan jawaban responden dan perhitungan skor variabel independen, sistem informasi manajemen (x), dan variabel dependen, kinerja pegawai (y).

Gambar 4.1 Struktur Organisasi PT. Astra Motor Honda
Gambar 4.1 Struktur Organisasi PT. Astra Motor Honda

Devenisi Operasional Variabel

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Sejarah Singkat PT. Astra Motor Honda

Struktur Organisasi PT. Astra Motor Honda

Dalam menjalankan kegiatan usaha, salah satu syarat yang perlu diperhatikan adalah struktur organisasi yang baik dan tertata dengan baik untuk memperlancar tugas operasional perusahaan. Dengan demikian, kejelasan struktur organisasi berarti memperjelas spesifikasi pekerjaan setiap bagian atau setiap pegawai, yang dapat membantu mereka dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Maka untuk mewujudkan tujuan tersebut dalam suatu organisasi, terlebih dahulu harus dipersiapkan struktur organisasinya.

Astra International – HSO cabang Makassar menganut prinsip organisasi lini dan personalia, dimana setiap departemen dalam struktur organisasi yang ada bertanggung jawab kepada kepala daerah. Dari diagram struktur organisasi terlampir, dapat diuraikan secara singkat peran dan tugas masing-masing departemen dalam organisasi. Astra International – HSO, pembagian tugas (job description) masing-masing departemen adalah sebagai berikut.

Bertugas menerima saran & keluhan dari konsumen untuk kemudian meneruskannya ke departemen yang sesuai dan dengan departemen yang sesuai untuk mencari solusi terbaik demi kepuasan konsumen Honda. Penjualan suku cadang, yang tugasnya menjual suku cadang kepada dealer sepeda motor Honda yang diberi lambang H3. Invertory Control bertugas mengatur dan memantau pengadaan stok spare part yang diminta mekanik dengan menampilkan work order (WO).

Astra International – HSO cabang Makassar merupakan dealer utama sepeda motor Honda wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Ambon, membawahi 21 (dua puluh satu) kantor penjualan dan 54 (lima puluh empat) diler. Kantor penjualan berlokasi di wilayah Makassar, Gowa, Takalar, Bulukumba 1, Bulukumba 2, Sentral, Daya, Maros 2, Bone, Sinjai, Sidrap, Palopo, Polmas, Mamuju, Kendari, Kolaka, Konsel, Unaaha dan Ambon.

Hasil Penelitian

Hal ini menunjukkan bahwa responden merasakan adanya perubahan pengetahuan dan wawasan cara berpikir setelah mengikuti pelatihan. Hal ini menunjukkan bahwa responden diberikan kesempatan untuk langsung mempraktekkan apa yang dicontohkan oleh instruktur. Hal ini menunjukkan bahwa dengan mengikuti aturan, responden selalu berkembang untuk kepentingan perusahaan.

Hal ini menunjukkan bahwa materi yang diberikan dalam melaksanakan kegiatan sesuai dengan bidang pekerjaan responden. Hal ini menunjukkan bahwa responden mempunyai kesempatan untuk berpartisipasi langsung dalam praktik yang diilustrasikan oleh instruktur. Hal ini menunjukkan bahwa instruktur/pelatih telah menguasai materi pendidikan dan pelatihan yang diberikan responden dengan baik.

Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan selama ini erat kaitannya dengan tujuan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa penyampaian materi yang diberikan selama kegiatan perusahaan memberikan kesempatan kepada responden untuk menguasai pekerjaan di bidang lain. Hal ini menunjukkan bahwa responden mampu bekerja dengan baik dengan karyawannya setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan.

Hal ini menunjukkan bahwa responden mengalami perubahan kemampuannya dalam mempengaruhi orang lain dalam bekerja/berkolaborasi setelah lulus. Hal ini menunjukkan bahwa responden setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan sudah efektif dalam melaksanakan pekerjaan di perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan dan pelatihan berdampak pada ketepatan waktu penyelesaian masalah lebih cepat.

Hal ini menunjukkan bahwa responden selalu mengikuti prosedur yang ada setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan di tempat kerja. Hal ini menunjukkan bahwa responden setuju untuk selalu berusaha bekerja keras demi kemajuan perusahaan.

Pembahasan

Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel sistem informasi manajemen terhadap variabel kinerja pegawai maka akan dihitung koefisien determinasinya dengan hasil sebagai berikut. Hasil uji t menunjukkan variabel sistem informasi manajemen mempunyai nilai t hitung sedangkan t tabel berada pada taraf 30 responden. Nilai intersap atau konstanta sebesar 6,148 yang artinya tanpa variabel sistem informasi manajemen (X=0), maka kinerja karyawan PT.

Di antara variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja karyawan, variabel yang dominan adalah sistem informasi manajemen (x) yang dibuktikan dengan uji T, dimana hasil uji T variabel setelah sistem informasi manajemen ada adalah nilai yang dihitung. dari variabel terikat. Khusus untuk variabel setelah adanya sistem informasi manajemen, yang mana dalam penelitian ini X1 memerlukan langkah lebih lanjut untuk lebih menyempurnakan sistem informasi manajemen tersebut. Astra Motor Honda dalam hal meninjau peningkatan atau mempertahankan tingkat kinerja karyawan pada tingkat yang sesuai dengan harapan perusahaan untuk mendukung upaya perusahaan mencapai tujuannya.

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah disajikan pada bab sebelumnya, penulis dapat menyimpulkan bahwa dalam penelitian ini terdapat variabel independen (x) yang mana variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen yaitu kinerja karyawan. (Y).

Saran

Gambar

Gambar 4.1 Struktur Organisasi PT. Astra Motor Honda

Referensi

Dokumen terkait

Sumber: Hasil Penelitian Data Diolah, 2021 Berdasarkan pada Tabel 7, dapat dilihat bahwa nilai F-hitung = 21.19574 sementara nilai F-tabel sebesar 2.740 sehingga dapat diketahui

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa nilai F hitung lebih besar dari F tabel 79,505 > 3,18 dan signifikansi uji F sebesar 0,00 menunjukkan bahwa variabel lingkungan kerja dan