• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKULTAS TARBIYAH DAN TADRIS

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "FAKULTAS TARBIYAH DAN TADRIS "

Copied!
95
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Identifikasi Masalah

Sekolah perlu mendapatkan siswa sebanyak-banyaknya, agar anak-anak yang belum cukup umur juga diterima. Siswa yang belum cukup umur mengalami kesulitan belajar selama proses pembelajaran dan nilai yang rendah.

Batasan Masalah

Ada tujuh siswa yang usianya di bawah usia minimum untuk masuk kelas satu sekolah dasar, yakni minimal enam tahun. Alasan orang tua menyekolahkan anaknya yang belum cukup umur di sekolah dasar ini karena tidak ingin anaknya terlihat tua ketika terlambat masuk sekolah.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Di SDN 52 Seluma, pihak sekolah memberikan syarat bagi siswa yang belum cukup umur untuk duduk di kelas 1 SD. Langkah-Langkah Mengatasi Ketidakmampuan Belajar Siswa Kelas 1 SD Negeri 52 Pada Tahun Ajaran.

LANDASAN TEORI

Belajar dan Problematika Pembelajaran

Alur perilaku belajar tidak lain adalah perubahan perilaku sebagai hasil interaksi stimulus dan respon. Jelasnya, perubahan perilaku dapat berupa sesuatu yang konkret (dapat diamati) atau tidak konkret (tidak dapat diamati).

Anak Usia Dini dan Kesiapan Belajarnya

Menurut Hasan, pola perkembangan pada usia prasekolah yaitu usia 3-6 tahun merupakan hal yang harus diperhatikan pada anak usia ini yaitu melatih keterampilan fisik, keterampilan berpikir, mendorong anak bergaul dan mengembangkan cita-cita. Pada usia 4-5 tahun, anak harus masuk taman kanak-kanak atau taman kanak-kanak, sedangkan sekolah dasar atau sekolah dasar tidak dapat dihadiri sampai usia 6 tahun. Mereka dianggap siap secara intelektual, emosional, sosial dan spiritual untuk jauh dari orang tua dan berusaha mandiri dalam belajar.

Jika anak di bawah usia 6 tahun dipaksa masuk sekolah dasar, dikhawatirkan akan mengalami gangguan perkembangan di usia selanjutnya”. Kemampuan dasar yang harus dimiliki anak sebelum memasuki usia sekolah antara lain adalah kemampuan koordinasi visual-motorik. Menurut Hasan, rata-rata anak yang sudah tamat Taman Kanak-kanak sudah mencapai usia tersebut dan lebih siap untuk bersekolah, apalagi jika anak tersebut lulus Taman Kanak-kanak terlebih dahulu.

Anak yang memasuki usia ini dianggap sudah siap secara intelektual, emosional, sosial dan spiritual untuk jauh dari orang tua dan berusaha mandiri dalam belajar. Anak-anak yang masuk sekolah dasar terlalu dini umumnya masih bermasalah, terutama di kelas satu, karena mereka belum siap untuk belajar berkonsentrasi.

Kesulitan Belajar dan Cara Mengatasinya

Dalam hal tertentu, karena siswa belum mampu mengatasi kesulitan belajarnya, maka bantuan guru dan orang lain sangat diperlukan. Ketidakmampuan belajar adalah suatu kondisi dimana siswa tidak dapat belajar secara normal karena adanya ancaman, hambatan, atau gangguan dalam belajar. 31Ivan Taniputera, Kiat Mengatasi Disabilitas Belajar (Yogyakarta: Katahati, 2017), hlm. 2) Spiritual: meliputi tekanan batin yang dalam, gejolak emosi, frustasi, konflik psikologis.

Sebelum seorang guru dapat menentukan bahwa seorang anak mengalami kesulitan belajar dan memerlukan perhatian khusus, terlebih dahulu perlu diketahui tanda-tanda siswa mengalami kesulitan belajar. Guru tidak hanya dituntut menguasai berbagai teknik pengumpulan data, tetapi juga harus mampu mengaitkan berbagai aspek yang berkaitan dengan masalah anak. Data dan informasi yang diperoleh guru melalui diagnosis kesulitan belajar harus dianalisis sedemikian rupa sehingga dapat diketahui secara pasti jenis masalah yang dihadapi siswa berprestasi buruk.

Kajian Hasil Penelitian Terdahulu

Hasil penelitian di atas menyimpulkan bahwa siswa yang kesulitan belajar matematika pada materi sistem koordinat di kelas V SDIT Widya Cendekia Kota Serang rata-rata mencapai 54,8%. 39Rosdianah, dkk, “Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Matematika Pada Materi Garis dan Sudut Kelas VII SMP”, Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika, Vol. 1, tidak. 5 September 2019 h yaitu soal penentuan titik koordinat, penjabaran bentuk bidang pada bidang koordinat dan penentuan absis dan ordinat.40. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesulitan belajar, bidang studi, faktor penyebab dan sifat kesulitan belajar siswa kelas V SD N Sosrowijayan Kota Yogyakarta.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) tingkat kesulitan belajar siswa kelas V SD N Sosrowijayan Kota Yogyakarta berada pada kategori sedang, 2) bidang studi yang sulit dipelajari siswa adalah matematika, 3) faktor yang menyebabkan penyebab kesulitan belajar meliputi faktor internal seperti motivasi belajar, kebiasaan belajar, sikap belajar, minat belajar dan bakat, serta faktor eksternal meliputi keluarga, masyarakat dan lingkungan sekolah, 4) sedangkan sifat kesulitan belajar bersifat sementara. 40Khaeroni dan Eva Nopriyani, “Analisis Kesulitan Belajar Siswa Kelas V SD/MI Pada Pokok Bahasan Sistem Koordinat”, Jurnal Pendidikan Dasar Islam, Vol. 41Angraini Dian, “Identifikasi Kesulitan Belajar Siswa Kelas V SD Negeri Sosrowijayan Kota Yogyakarta”, Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Edisi 3 Tahun 5 Tahun 2016, h.

Faktor penyebab kesulitan belajar matematika pada materi garis dan sudut siswa kelas VII SMP. 2 Khaeroni & Eva Nopriyani / Analisis Kesulitan Belajar Siswa Kelas V SD/MI Pada Mata Pelajaran Sistem Koordinat.

Kerangka Berfikir

Jenis Penelitian

Tempat dan Waktu Penelitian

Data dan Sumber Data

Pihak yang terlibat langsung dalam penelitian ini sebagai sumber data primer adalah beberapa informan yang terdiri dari kepala sekolah, wali kelas, dan orang tua siswa di bawah umur di kelas 1 SD Negeri 52 Seluma. Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan dan diolah menjadi dokumen.3 Dengan kata lain, data sekunder berupa dokumen yang diambil dari tempat penelitian. Sumber data sekunder disini adalah buku, arsip, dokumen, catatan, dan laporan terkait di SD Negeri 52 Seluma.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila penelitian menyangkut perilaku manusia, proses kerja, fenomena alam dan bila jumlah responden yang diamati tidak terlalu besar. . Metode yang digunakan adalah dengan melakukan observasi langsung di SD Negeri 52 Seluma dengan cara mengamati siswa minor di kelas 1 SD Negeri 52 Seluma. Indikator yang diamati meliputi: nama siswa, umur siswa saat masuk kelas 1, kesulitan belajar yang dihadapi siswa, dan cara guru mengatasi kesulitan belajar siswa yang belum cukup umur.

Menurut Arikunt, teknik dokumentasi adalah pencarian informasi tentang hal-hal atau variabel dalam bentuk catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti agenda, dll. 6 Dalam arti lain, dokumentasi adalah kumpulan foto-foto selama penelitian. Dokumentasi dalam penelitian ini diperlukan untuk mengumpulkan data untuk mendeskripsikan wilayah, kondisi guru, kondisi siswa, kondisi.

Teknik Keabsahan Data

Teknik Triangulasi Metode Dalam penelitian kualitatif, teknik ini dilakukan dengan cara menggali data yang sama dengan menggunakan metode yang berbeda.11 Oleh karena itu, dalam penelitian ini penggunaan triangulasi metode adalah penggunaan metode yang berbeda (wawancara, observasi, dan dokumentasi) untuk mengekstraksi data yang sama yaitu data tentang kesulitan belajar siswa yang belum cukup umur di kelas 1 SD Negeri 52 Seluma.

Teknik Analisis Data

Berikut hasil pendokumentasian dan hasil karya orang tua masing-masing siswa kelas 1 SDN 52 Seluma. Berikut hasil observasi mengenai data siswa belum cukup umur di kelas I SDN 52 Seluma tahun ajaran 2019-2020. Langkah selanjutnya untuk mengatasi kesulitan belajar siswa belum cukup umur tidak hanya itu saja, melainkan melalui motivasi untuk memberi.

Dari kemauan belajar siswa yang belum cukup umur di kelas 1 SDN 52 Seluma terdapat beberapa anak yang belum siap belajar. Masalah belajar siswa di bawah umur di SDN 52 Seluma adalah perilaku tidak mau menerima pelajaran. Dapat disimpulkan bahwa permasalahan belajar siswa yang belum cukup umur di kelas 1 SDN 52 Seluma semakin meningkat.

Masalah pengajaran lainnya adalah perilaku kesiapan belajar siswa yang belum cukup umur di kelas 1 SDN 52 Seluma yaitu adanya perilaku ketidaksiapan mereka dalam belajar. Masalah belajar siswa yang belum cukup umur di kelas 1 SD Negeri 52 tahun ajaran 2019/2020 belum siap menerima pelajaran.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Kemauan belajar anak juga mempengaruhi kematangan membaca dan menulis, di MI ini siswa belum cukup umur. Dari hasil wawancara di atas terlihat bahwa anak yang belum cukup dewasa tidak mau menerima pelajaran. Dari hasil wawancara, perilaku kesiapan belajar yang bermasalah pada anak yang belum cukup umur adalah kurangnya kesiapan belajar.

Ketidaksiapan siswa yang belum cukup umur disini terlihat dari hasil wawancara dengan wali kelas 1, termasuk siswa ini yang masih sulit diatur. Dari hasil wawancara di atas dapat diketahui bahwa permasalahan anak yang belum cukup umur adalah perilaku kesiapan belajar siswa yang masih sulit dikendalikan. Dengan cara demikian, masih sulit bagi guru untuk membimbing dan memberikan pelayanan khusus kepada siswa, terutama siswa yang belum cukup umur.

Dari hasil wawancara dengan kepala sekolah diketahui bahwa siswa yang belum cukup umur untuk diterima adalah 4 orang yang rata-rata usianya bervariasi kurang dari 6 tahun. Dari hasil wawancara tersebut terlihat bahwa kepala sekolah sudah siap dan memberikan motivasi kepada siswa jika nanti siswa belum cukup umur untuk tidak naik kelas.

Pembahasan

Dari hasil observasi, siswa yang belum cukup umur di kelas 1 SDN 52 Seluma sudah dapat mengikuti pembelajaran dan terpantau perilakunya yang belum siap belajar. Masalah bicara dan bahasa yaitu: keterlambatan dalam memahami bahasa, hal ini sesuai dengan masalah siswa yang belum cukup umur untuk memahami pekerjaan rumah. Masalah ini sama dengan siswa yang belum cukup umur di kelas 1 SD ini, mereka masih kesulitan dalam membaca dan menulis dengan lancar, bahkan menulis membutuhkan banyak waktu.

Dari hasil observasi, siswa yang belum cukup umur juga membutuhkan waktu yang lama untuk menulis mata pelajaran selama di sekolah. Dari langkah-langkah tersebut, masalah perilaku kesiapan belajar siswa yang belum cukup umur atau bahkan belum mampu dipecahkan dengan baik. Peran sekolah sangat penting untuk mendukung dan mendorong peserta didik muda dalam kesiapannya untuk belajar.

Langkah kedua, guru memberikan pelayanan dan bimbingan secara terus menerus, memberikan pengayaan dan remedial, serta motivasi kepada siswa di bawah umur kelas 1 SD. Langkah ketiga, orang tua siswa bekerja sama dengan guru untuk menemukan kesulitan belajar dan mencari solusi yang baik untuk mendukung pengembangan kesiapan belajar siswa di bawah umur di kelas 1 SD.

PENUTUP

Saran

Karena sekolah ini menerima siswa kelas 1 SD, maka dalam proses pembelajaran sekolah ini harus memaksimalkan proses pembelajaran yang membutuhkan fasilitas yang lengkap untuk menunjang proses pembelajaran. Diharapkan memberikan pelayanan dan bimbingan yang mendukung fasilitas sumber belajar yang juga mendukung, jika sekolah menerima siswa yang belum cukup umur dalam proses pembelajaran, karena menyangkut mental siswa dan kesiapan belajar anak. Identifikasi Masalah Belajar Siswa Kelas V SD Negeri Sosrowijayan Kota Yogyakarta, Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Edisi 3.

Analisis Kesulitan Belajar Siswa Kelas V SD/MI Pada Mata Pelajaran Sistem Koordinat”, Jurnal Pendidikan Dasar Islam, Vol. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2019 tentang Tata Cara PPDB Tahun 2020 di Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan. Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Matematika Pada Materi Garis dan Sudut Kelas VII SMP, Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika, Vol.

Gambar

Gambar 2.1  Kerangka Berfikir

Referensi

Dokumen terkait

Informasi yang telah terkumpul kemudian dipecah dengan langkah-langkah kerja yang menyertainya: menguraikan alamat dalam rekaman web video JK-W dan ND-M di youtube

Result and Discussion There are seven aspects of the learning application the researchers want to discover in this study, those are: Visual Appearance Aspect, Material Organization