PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Batasan Masalah
Sistematika Penulisan
TINJAUAN PUSTAKA
Daerah Aliran Sungai
- Pengertian DAS
- Pengelolaan DAS
Perubahan tata guna lahan
- pengertian perubahan tata guna lahan
- klasifikasi tata guna lahan dan penggunaan lahan
- sistem klasifikasi penutupan lahan dan penggunaan lahan
Erosi
- pengertian erosi
- faktor yang mempengaruhi erosi
- akibat yang ditimbulkan erosi
Sedimentasi
- Pengertian sedimentasi
- Penyebab Sedimentasi
- Proses Sedimentasi
- Jenis Sedimentasi
Analisis atau Prakiraan erosi dengan metode USLE
- Faktor erosivitas hujan (R)
- Faktor erodibilitas hujan (K)
- Faktor Panjang dan kemiring lereng (LS)
- Faktor tutupan lahan dan konservasi tanah (CP)
Analisis jumlah angkutan sedimen dengan metode SDR
METODE PENELITIAN
Lokasi dan Waktu Penelitian
Jenis penelitian dan sumber data
Dalam penelitian ini data literatur diperoleh dari buku teks, Peraturan Pemerintah dan SNI, bahan ajar (ceramah) dari dosen serta literatur yang diperoleh dari sumber internet dan juga majalah terkait.
Bahan dan alat penelitian
Nilai CP diperoleh dari jenis pemanfaatan dan pengelolaan DAS Jenelata yaitu data penggunaan lahan tahun 2018-2018. Peta Pertanian DAS Jenelata menunjukkan nilai faktor CP berbagai aspek pengelolaan lahan di DAS Jenelata Kabupaten Gowa. Hasil perubahan penggunaan lahan di DAS Jenelata tahun 2008 dan 2018 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Hasil perubahan penggunaan lahan pada tahun 2008 dan 2018 dapat dilihat pada grafik di bawah ini. Untuk memperkirakan besarnya erosi pada Sub DAS Jenelata dengan menggunakan persamaan USLE, terlebih dahulu ditentukan variabel-variabel pembentuk erosi yang diperoleh dari beberapa sumber. Data yang digunakan untuk menentukan nilai CP adalah peta penggunaan lahan DAS Jenelata tahun 2008-2018.
Gambar peta tata guna lahan DAS Jenelata yang menunjukkan nilai faktor CP untuk berbagai aspek pengelolaan lahan di Sub DAS Jenelata Kabupaten Gowa, mengacu pada nilai faktor CP yang terdapat pada buku hidrologi dan pengelolaan air DAS (Asdak, 2010) . Berikut besaran angkutan sedimen untuk masing-masing jenis penggunaan lahan di Sub DAS Jenelata yang diperoleh berdasarkan hasil analisis yang dijelaskan pada tabel di bawah ini. Hal inilah yang kemudian menjadi inti penelitian ini, berdasarkan hasil yang diperoleh beserta dampak perubahan penggunaan lahan terhadap erosi dan transpor sedimen di Sub DAS Jenelata, seperti terlihat pada grafik di bawah ini.
Berdasarkan tabel diatas terlihat perubahan penggunaan lahan untuk setiap jenis lahan di Cekungan Jenelate mengalami peningkatan dari tahun 2008 ke tahun 2018, kecuali sungai. Akibat perubahan penggunaan lahan, jumlah erosi di DAS Jenelate juga berubah. Perubahan penggunaan lahan juga mempengaruhi transpor sedimen yang dihitung berdasarkan besarnya erosi dan luas daerah aliran sungai berdasarkan metode SDR, sehingga diperoleh besaran transpor sedimen pada cekungan Jenelata seperti diuraikan pada tabel berikut. .
Berdasarkan tabel 22, besaran erosi juga dapat dilihat dari hasil transpor sedimen yang terjadi akibat perubahan penggunaan lahan. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dengan menggunakan persamaan USLE dan SDR, diperoleh laju erosi pada Sub DAS Jenelata Kabupaten Jenelata. Hasil analisis menunjukkan bahwa laju erosi dan angkutan sedimen mengalami peningkatan dari tahun 2008 hingga tahun 2018, hal ini disebabkan adanya perubahan penggunaan lahan yang disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Variable yang diteliti
Metode analisis data
- klasifikasi penggunaan lahan
- Menghitung laju erosi menggunakan rumus USLE
- Analisis sedimentasi dengan metode SDR
Bagan alur penelitian
Pada grafik di atas terlihat perubahan penggunaan lahan dengan peningkatan penggunaan lahan pemukiman sebesar 177 ha selama 10 tahun terakhir dan penggunaan lahan untuk kebutuhan pangan pokok masyarakat meningkat sebesar 396,25 ha. kemudian terjadi penyusutan lahan kosong/terbuka sebesar 21,94 ha, alih fungsi seperti menanam sayur-sayuran, buah-buahan dan sebagainya, kemudian terjadi penambahan lahan tegalan/ladang sebesar 37,27 ha, dan berkurangnya semak belukar seluas 1. 24 ha, peningkatan penggunaan lahan perkebunan sebesar 451,44 ha, dan menyusutnya luas hutan sebesar 1.037,98 ha yang berkurang akibat alih fungsi hutan menjadi lahan perkebunan dan pemukiman. Berdasarkan peta kemiringan lereng Kabupaten Gowa pada Gambar 6, wilayah penelitian mempunyai derajat kemiringan yang berbeda-beda; di bagian utara DAS Jenelata memiliki kemiringan 0-8%. Berdasarkan Gambar 6 dan Tabel 16 diperoleh nilai LS untuk masing-masing tipe penggunaan lahan, seperti terlihat pada tabel berikut.
Setelah diperoleh nilai faktor persamaan USLE yaitu nilai faktor R, K, LS dan CP maka diperoleh nilai erosi pada masing-masing jenis penggunaan lahan. Berdasarkan tabel di atas, jumlah total erosi pada tahun 2008 dan 2018 untuk setiap jenis penggunaan lahan menunjukkan angka yang berbeda-beda. Untuk menghitung besarnya transpor sedimen yang terjadi pada sub DAS Jenelata digunakan persamaan 8 (Boyce 1975), perhitungan nilai SDR sebagai berikut.
Sama halnya dengan nilai erosi, jumlah angkutan sedimen dari tahun 2008 hingga tahun 2018 juga mengalami peningkatan untuk setiap jenis penggunaan lahan, dengan jumlah sedimen tertinggi berasal dari lahan perkebunan yaitu sebesar 136,47 t/ha/tahun dan pada tahun 2018 sebesar 161,27 t/ha/tahun, maka hasil angkutan sedimen terkecil berasal dari hutan rimba sebesar 34,22 t/ha/tahun pada tahun 2008 dan sebesar 40,44 t/ha/tahun pada tahun 2018. Perubahan penggunaan lahan berpengaruh terhadap erosi dan angkutan sedimen Berdasarkan hasil atau besarnya erosi dan sedimentasi yang telah dicapai. Berdasarkan hasil atau jumlah erosi dan sedimentasi yang diperoleh pada masa lalu, terdapat angka atau angka erosi dan sedimentasi akibat perubahan penggunaan lahan pada tahun 2008 dan 2018. Berdasarkan hasil analisis tersebut, perubahan negara yang terjadi dari tahun 2008 hingga tahun 2018, selain mempengaruhi besarnya erosi juga mempengaruhi laju angkutan sedimen yang terjadi, sehingga grafik yang dihasilkan sesuai dengan grafik hasil erosi.
Sedangkan hasil angkutan sedimen tahun 2008 menunjukkan hasil sebesar 285,89 ton/ha/tahun dan total sebesar 337,83 ton/ha/tahun. Berdasarkan laju erosi dan angkutan sedimen yang terjadi di lokasi penelitian, maka perlu dilakukan upaya lebih untuk mengatasi permasalahan tersebut, karena tanpa pengelolaan yang serius bukan tidak mungkin angka tersebut akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan penduduk. . Oleh karena itu perlunya peran pemerintah dan literatur bagi masyarakat terhadap beberapa tindakan, misalnya: tindakan konservasi tanah, tidak merusak ekosistem hutan, melakukan penanaman kembali, membuat terasering bagi masyarakat yang ingin melakukan kegiatan pertanian. Penulis menempuh pendidikan di SDN 61 Mario, SMP 2 Bua Ponrang pada tahun dan melanjutkan SMA di SMA 2 Bua Ponrang Kabupaten Luwu pada tahun 2014 dan melanjutkan pendidikan tinggi pada tahun 2014 dengan gelar sarjana jurusan Teknik Sipil Maskapai Penerbangan Fakultas Teknik Makassar. Kampus Universitas Muhammadiyah. .
HASIL DAN PEMBAHASAN
Data hasil
- Perubahan tata guna lahan sub DAS Jenelata 2008-2018
- Menentukan nilai faktor – faktor Erosi pada persamaan USLE
Analisis data
- Hasil perhitungan erosi (Ea)
- Analisis angkutan sedimen
Pembahasan
- Pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap erosi
- Pengaruh perubahan tata gna lahan terhadap angkutan sedimen
Aprillya Nugraheni, Sobriyah, Susilowati 2013. Perbandingan hasil prediksi laju erosi dengan metode Usle, Musle, Rusle pada Uangang Uangang (jurnal). Afri Triwanda, Silfa Yulan Nifen. 2018. Kajian laju erosi yang dipengaruhi oleh tutupan vegetasi menggunakan citra Landsat-8 di bagian hilir DAS Batang Kuranji (jurnal).