• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fasisme dan Komunisme: Perang Ideologi di Era Perang Dunia II

N/A
N/A
MAULANA RAFLY ALBANI RIADI /18

Academic year: 2025

Membagikan "Fasisme dan Komunisme: Perang Ideologi di Era Perang Dunia II"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

FASISME VS KOMUNISME

Perang Ideologi Pada Era Perang Dunia II

www.reallygreatsite.com

Kelompok 8

(2)

KELOMPOK8

1.Putri Maulidiyah Wardani (124231011) 2.Rohmatul Fardani Maulidia (124231028) 3.Maulana Rafly Albani Riadi (124231046)

(3)

pendahuluan

Pada masa abad ke 20 yang menjadi momen besar dalam perkembangan dunia pada abad 20 yaitu dengan terjadinya perang Dunia ke 1 yang merupakan sejarah kelam yang ada di Kawasan eropa, terjadi pada tahun 1914 hingga 1918. Perang dunia 1 ini melibatkan kekuatan besar antara Blok sekutu yaitu Prancis, Inggris, Rusia dan lainya, dengan berperang dengan blok Sentral yaitu Jerman, Australia, Hongaria, Kekaisaran Ottoman, dan Bulgaria. Setelah berperang selama kurang lebih 4 tahun Blok sentral mengalami kekalahan yang cukup besar mengakibatkan banyak negara-negara berpindah ke Blok sekutu yang menjadikan pasukan blok Sekutu lebih banyak anggota dan perpecahan blok Sentral ini juga melibatkan italia masuk ke dalam blok sekutu dan memiliki tujuan untuk mengambil alih daerah kekuasaan Austria. ertentangan yang dilakukan oleh masyarakat dan dalam perkembang termasuk perkembangan ideologi di wilayah eropa seperti Komunisme dan Fasisme yang menjadi salah satu faktor dari terjadinya perang dunia kedua. Perkembangan kedua ideologi tersebut dengan adanya perjanjian Versailles yang juga berdampak pada besarnya kekuatan jerman atas ideologi Fasisme dan berkembangan ideologi Komunisme yang dibawa masuk ke wilayah Uni Soviet oleh Vladimir lenin. adolf Hitler yang membesarkan bagaimana ideologi Fasisme yang ada eropa dan juga Vladimir Lenin yang membawa masuk dan membesarkan dan menyebarkan ideologi komunisme di kawasan Uni Soviet.

(4)

FASISME (Beneto Mussolini)

Fasisme adalah salah satu paham yang mengedepankan bangsa sendiri dan paham ini memandang rendah bangsa lain yang berarti memperkuat bangsa sendiri memandang bangsa lain yang tidak memiliki kekuatan yang lebih besar dari bangsanya sendiri. Fasisme ini sendiri adalah paham yang bersifat Ultra Nasionalis, Rasis ,Militeris dan Imperialis.

Ideologi ini berasal dari salah satu filsafat Radikal yang muncul dari masa Revolusi Industri yaitu Sindikalisme. George Sorel yang menjadi Sindikatisme yang bertujuan untuk Reorganisasi yang menyangkup Asosiasi masyarakat, kebijakan Industri dan serikat pekerja.

Paham fasisme ini berkembang Ketika setelah perang dunia ke I yang muncul saat bangsa- bangsa blok Sentral terpuruk dengan juga meluasnya ideologi fasis di italia, jepang dan terbesar yaitu jerman. Munculnya Fasisme dengan besarnya perorganisasian pemerintahan dan masyarakat secara Totaliter, yang juga berkembang cara diktator yaitu adalah partai tunggal yang bersifat ultra nasionalis, militeris dan imperialis, fasisme juga muncul pada masyarakat pasca demokrasi dan pasca revolusi industri.

(5)

Dalam perkembangan fasisme terjadinya setelah adanya perang dunia Ke I yang dimana menghasilkan kakalahan dari pihak Jerman yaitu blok Sentral. kekuatan yang dimiliki oleh blok sekutu lebih kuat dan menyebabkan jerman meminta untuk adanya konferensi damai yang diadakan di pari dan dibuka di istana Versailles. dalam konferensi ini membahas tentang bagaimana penyelesaian dan melakukan negosiasi di Hall of Mirror yang didalamnya adanya perjanjian untuk bisa melakukan perdamaian. perjanjian versailles ini dibuat sebagai hukuman kepada pihak Jerman dan pihak sekutu membuat di kereta api di wilayah Prancis yaitu di Compiegne dan secara sepihak, sekutu mengesahkan dan menipu pihak Jerman dengan perjanjian Versailles yang dimana awalnya atas dasar negosiasi perdamaian antara kedua belah blok. tokoh yang ada dalam perjanjian ini ada David Lloyd George dan perdana Menteri dari Inggris raya. Banyak dari warga Jerman yang tidak setuju dengan isi perjanjian itu yang dianggap tidak adil untuk masyarakat Jerman dan dengan bertambahnya rasa semangat dan tumbuhnya ideologi baru Fasisme yang di kembangkan oleh Adolf Hitler membuat masyarakat Jerman tergerak untuk bisa Kembali menguasai daratan eropa dan membalaskan dendamnya kepada sekutu yang telah menghancurkan Jerman dan Blok sentral

PERKEMBANGAN FASISME

(6)

Fasisme (Adolf Hitler)

Adolf hitler adalah seorang tokoh politik yang menguasai jerman dengan fasismenya. adolf hitler menjadi simbol dari kebrutalan dan ekstremisme yang belum pernah terjadi sebelumnya. kesusksesannya dalam membangun serta menerapkan ideologi fasis yang dinilai kejam menyebabkan terjadinya peraang dunia ke II dan Holokus. Adolf hitler mengadopsi ideologi fasisme yang perkembangannya bermula di italia yang digagas oleh Beneto Musssolini.

pemikiran adolf hitler mengenai fasisme ini berakar pada sistem pemerintahan yang menerapkan kekuasaan otoriter, nasionalisme ekstrem, dan penolakan terhadap demokrasi serta pluralisme politik.

dalam literaturenya yang berjudul “ Mein Kampf” adolf hitler menyebut bahwa kehidupan di vienna sebagai tahun belajar dan kesengsaraan vienna, buku ini juga menjelaskan bagaimana proses adolf menjadi semakin bersifat antisemitisme dan militerisme.

adolf hitler juga melakukan doktrin yang menjadi ideologi nazi, salah satunya hitler menjadikan propaganda untuk menyebarluaskan ideologi Nazi, memperkuat rasa nasionalisme, hingga menciptakan musuh bersama terutama kepada orang yahudi dan komunisme.

(7)

Fasisme (Adolf Hitler)

pemikiran adolf hitler memberikan dampak besar, seperti:

Holokaus ialah genosida yang terjadi pada yahudi eropa selama perang dunia II, dua pertiga yahudi dari sembilan juta tewas dalam genosida ini atau lebih dari satu juta anak yahudi, sekitar dua juta wanita yahudi, dan tiga juta pria yahudi tewas dalam holokaus. holokaus merupakan sistem pembunuhan sistematis yang mendapat dukungan dari negara jerman nazi dibawah kepemimpinan adolf hitler.

perang dunia II: tahun 1939 hitler memulai peraang dunia ke II dengan melakukan invasi terhadap polandia, hal ini merupakan tindakan besar yang memicu kehancuran besar.

warisan ideologi adolf hitler: pemikiran fasisme hitler

menginspirasi gerakan ekstrem dan otoriter di berbagai

negara, serta menjadi peringatan kuat tentang bahaya

totalitarianisme dan ekstremisme.

(8)

Komunisme (Karl Marx)

Karl Marx lahir di Trier bagian Jerman Barat pada 5 Mei 1818, ia merupakan putra seorang pengacara Yahudi. Karl Marx belajar hukum di Bonn dan Berlin, ia juga mulai mengenal ide-ide Hegel dan Feuerbach.

Tahun 1841 Karl Marx mendapatkan gelar doktor pada bidang filsafat di Universitas Jena, ia sempat bekerja sebagai editor surat kabar liberal di Cologne, lalu pada tahun 1843 Karl Marx bersama istrinya pindah ke Paris dan menjadi komunis revolusioner, ia juga berteman dengan kolaboratornya, Friedrich Engels. Keluar dari Prancis dan pindah ke Brussels, ia bersama Engels menuliskan “The Communist Manifesto” yang terbit pada tahun 1848. Pada tahun 1849, ia pindah ke London.

(9)

Komunisme (Karl Marx)

Komunisme adalah ideologi politik untuk mengkritik sistem ekonomi dan kelas kelas sosial yang berada di masyarakat.

Karl Marx bersama rekannya Friedrich Engels mengemukakan ideologi komunis dalam karya yang berjudul “manifesto komunis”, menurutnya sistem kelas masyarakat yang kapitalisme yang hanya menguntungkan kelas atas (borjuis) saja dan tidak memihak kelas buruh (proletar).

Alat produksi yang merupakan kepemilikan pribadi para kaum borjuis hanya digunakan untuk keuntungan mereka sendiri, sedangkan kaum proletar yang dipekerjakan karena “tenaga” mendapatkan upah sedikit. Komunisme menginginkan alat produksi menjadi milik bersama dan semua individu menggunakannya sesuai kebutuhan dengan begitu kelas sosial-ekonomi di masyarakat dapat dihapuskan.

(10)

Revolusi Bolshevik Vledimir lenin

Vladimir Ilyich Ulyanov atau yang dikenal lenin merupakan tokoh sejarah modern yang berpengarung pada abad ke-20 dalam politik dan sosial, juga merupakan tokoh revolusioner yang memimpin revolusi bolshevik pada tahun 1917 di rusia.

Selain menciptakan negara sosialis, lenin juga merumuskan pemikiran mendalam mengenai teori politik, revolusi, ekonomi, dan organisasi.

pemikiran lenin bermula sejak ia menjadi seorang akademis yang aktif dalam gerakan mahasiswa radikal, disitu ia mulai terbuka pada ide marxisme hingga menjadi pandangannya tentang politik dan sosial. ia tidak hanya menerima teori marxisme secara pasif, akan tetapi lenin juga mendalami serta mengembangkan teori tersebut.

ia menggabungkan konsep peruangan kelas dan revolusi

proletar dengan strategi politik yang sudah ia pelajari di eropa

barat.

(11)

Revolusi Bolshevik Vledimir lenin

Teori revolusioner lenin ialah konsep tentang partai

revolusioner yang disiplin dan terorgaisir dengan baik. lenin

mengemukakan bahwa revolusi tidak terjadi secara spontan,

tetapi harus dipimpin oleh partai revolusioner yang terdiri dari

intelektual terlatih. namun hal ini menjadi kontroversial

dikalangan marxisme karena lenin dianggap menjadikan kelas

pekerja sebagai objek. Disamping itu, menurut lenin

kepemimpinan partai yang terorganisir dan disiplin

merupakan kunci keberhasilan revolusi sosialis, seperti yang

diterapkan oleh lenin pada revolusi bolshevik yang

dipimpinnya. puncak revolusi ini pada 1917, dimana lenin dan

bolshevik tidak hanya mengambil alih kekuasaan tetapi

mereka juga mengubah landasan politik sosial yang ada di

rusia.

(12)

Revolusi Bolshevik Vledimir lenin

Revitalisasi yang dilakukan tidak hanya terbatas pada revolusi politik tetapi juga perubahan besar dalam politik dan sosial.

Pada awal pemerintahannya lenin serta para pendukungnya menghadapi tantangan berat seperti perang saudara melawan pasukan anti bolshevik serta campur tangan dari kekuatan asing.

Dibawah kepemimpinan lenin, bolshevik berhasil

menggulingkan pemerintahan sementara dibawah pimpinan

alexander kerensky pada tahun 1917, dan mempertahankan

kekuasaan meski dengan pengorbanan besar. hingga

terbentuknya pemerintahan komunis pertama dan pada tahun

1922 lahirnya uni soviet

(13)

Setelah Perang Dunia II, Eropa mengalami pertarungan ideologis tajam antara komunisme dan fasisme. Fasisme tumbang bersama kekalahan Nazi Jerman dan Italia, tetapi komunisme justru menguat di Eropa Timur di bawah pengaruh Uni Soviet. Komunisme yang diterapkan di blok Timur berakar pada gagasan Karl Marx tentang perjuangan kelas dan masyarakat tanpa kepemilikan pribadi, namun dikembangkan lebih jauh oleh Vladimir Lenin menjadi bentuk negara satu partai yang terpusat. Dalam praktiknya, komunisme dan fasisme sama-sama menampilkan sistem otoriter yang membatasi kebebasan individu dan menekan oposisi. Meski berasal dari akar ideologi yang berbeda, keduanya menunjukkan bahwa ekstremisme politik—baik kiri maupun kanan—dapat menghasilkan kekuasaan represif. Persaingan antara komunisme dan demokrasi liberal pasca- 1945 pun menjadi dasar dari Perang Dingin yang membelah Eropa selama beberapa dekade.

Kesimpulan

(14)

Putra, A. R. (2014). Ideologi fasisme (pemikiran adolf hitler atas konsep fasisme di Jerman).

Dewi, C. U. K., & Yuliati, Y. (2022). Revolusi Oktober dan Pengaruhnya bagi Perang Dunia I. Bihari:

Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Ilmu Sejarah, 5(1).

Teori, D. S. T. M. K., Klasik, S., Munandar, A., & Pratama, M. Pengantar Terhadap Pemikiran Karl Marx.

KURNIAWAN, A. (2006). PERAN PEMIKIRAN VLADIMIR I LENIN DALAM REVOLUSI BOLSHEVIK 1917 (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta).

Bayu Ananto Wibowo, ‘Ideologi Komunisme Dan Sejarah Perkembangannya Di Indonesia’, Karmawibangga: Historical Studies Journal, 3.2 (2021), pp. 123–31.

Indriaty Ismail and Yusri Mohamad Ramli, ‘Karl Marx Dan Konsep Perjuangan Kelas Sosial (Karl Marx and the Concept of Social Class Struggle)’, International Journal of Islamic Thought, 1 (2012), pp. 27–

33.

Miya, A. (2018). Perjanjian Versailles Terhadap Perkembangan Hukum Internasional.

Arifian, A. (2020). Sejarah Lengkap Perang Dunia I : 1914-1918.

Maruta, H. (2015). FaYahya, H. (2004). Menyingkap Tabir Fasisme. Bandung: Bandung Dzikra.sisme.

IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita, 4(1), 15-24.

Zidah, A. A. (2020). Pengaruh perjanjian versailles yang disusun sepihak oleh sekutu terhadap jerman tahun 1919. Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, 4(2), 80-90.

Daftar Pustaka

(15)

THANK

YOU!

Referensi

Dokumen terkait

Perang Dunia I melahirkan beberapa perjanjian, seperti perjanjian Versailles, dimana dalam perjanjian tersebut Jerman mendapatkan sanksi untk memberikan sebagaian

Sebelum meletus Perang Dunia I, beberapa negara di kawasan Eropa (Inggris, Jerman, Italia, Prancis, dan Belgia) mengalami kemajuan industri yang pesat. Perluasan wilayah

Namun, ketika nuklir berubah menjadi senjata, seperti yang dilakukan sekutu pada perang dunia kedua yang kemudian menghancurkan, inilah dampak

Perang Dunia II diakhiri dengan berbagai perjanjian antara pihak yang kalah perang (Jerman, Jepang, dan Italia) dan yang menang perang (pihak Sekutu: AS, Uni Soviet,

Perang Dunia II berakhir dengan beberapa perjanjian antara pihak yang kalah yaitu Jerman, Jepang dan Italia dan menang perang pihak sekutu AS, Uni Soviet,

Perang Dunia II mulai berkecamuk di Eropa dengan dimulainya serangan ke Polandia pada 1 September 1939 yang dilakukan oleh Hitler dengan gerak cepat yang dikenal

Pada awal perang dunia II Amerika Serikat bersikap netral. Sikap netral Amerika berubah setelah Jepang mengebom pangkalan militer Amerika serikat di Pearl Harbour.

Terorisme Sayap-Kanan adalah terorisme yang dimotivasi oleh berbagai ideologi kanan, termasuk anti-komunisme, neo-fasisme, neo-Nazisme, rasisme, xenophobia,