• Tidak ada hasil yang ditemukan

Diplomasi Pada Era Perang Dunia II

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Diplomasi Pada Era Perang Dunia II"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Reza Pusparani Pertiwi – 071411231017 – Kelas B

Diplomasi Pada Era Perang Dunia II

Setelah Perang Tiga Puluh Tahun, Perang Dunia I adalah perang terbesar pertama yag hampir melibatkan seluruh negara di dunia. Berawal dari koflik kecil karena perebutan wilayah, higga pada Peristiwa Sarajevo yang merupakan peristiwa penembakan pangeran Franz Ferdinan sebagai putra mahkota dari Austria-Hungaria, yang menjadi cikal bakal trigger penyebab Perang Dunia I. Pada akhirnya kedua kubu terbesar yang sedang bersengketa mlai terbentuk triple alliance yang merupakan aliansi dari blok Sentral dengan blok Sekutu. Perang Dunia I melahirkan beberapa perjanjian, seperti perjanjian Versailles, dimana dalam perjanjian tersebut Jerman mendapatkan sanksi untk memberikan sebagaian wilayahnya kepada negara lain, angkatan bersenjata juga dikurangi hingga dalam jumlah yang telah ditentukan, hilangnya industri yang menjadi titik tumpu perekonomian jerman, bahkan juga Jerman harus membayar denda atas kerugian perang yang ditimbulkannya (Martet 1930). Perjanian Versailles kemudian diterapkan oleh pihak sekutu. Seperti yang tlah disepakati bersama oleh pihak sekutu, maka pada tahun 1920 terbentuklah Aliansi Komisi Kontrol Militer atau disingkat dengan IAMCC, yang fungsinya adalah untuk memastikan bahwa jumlah tentara Jerman direduksi menadi 100.000 orang dan ratusan perusahaan senjata diubah menjadi perusahaan sipul (Corum 2007). Tujuannya sudah jelas, untuk mencegah aktivitas militer Jerman yang dampaknya akan tebrganggunya stabilitas Eropa. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mencegah aktivitas militer Jerman yang dapat berdampak pada terganggunya stabilitas Eropa. Namun, tidak adanya peraturan mendetail membuat Jerman memiliki jalan lain dalam mengembangkan potensi militernya hingga menjadikan Jerman hegemon Eropa pada Perang Dunia II dibawah pimpinan Hitler (Corum 2007). Perang juga telah mendatangkan perubahan yang baik untuk masyaraat Eropa baik dalam aspek politik, ekonomi, ataupu teknologi karena masa perang tuntutan akan modernisasi semakin besar seiring dengan keinginan negara untuk memenangkan erang (Sontag 1960). Jika Perjanjian adalah yang mengakhiri Perang Tiga Puluh Tahun dan mengawali Perang Dunia I, maka Perjanjian Versailles adalah penanda berakhirnya Perang Dunia I, yang secara tidak sengaja juga berkontribusi dalam mengubah politik masyarakat sehingga terjadinya revolusi industri (Sontag 1960).

Referensi

Dokumen terkait

- Blok As/Fasis (sentral/poros) : Jerman, Jepang, & Italia (Negara totaliterisme) - Blok sekutu/komunis : Prancis, Inggris,AS,Australia,RRC,Uni Soviet,dll. c) Semangat untk

Perang Dunia II adalah konflik militer global yang terjadi pada 1 September 1939 sampai 2 September 1945 yang melibatkan sebagian besar negara

Perang Dunia II yang berlangsung antara tahun 1939-1945 menimbulkan akibat yang besar di bidang politik, ekonomi, sosial, dan kerohanian bagi negara-negara di dunia..

Senarai berikut merujuk kawasan yang ditakluki oleh Jerman semasa Perang Dunia Kedua.. Bagaimanakah Jerman berjaya mengusai

Situasi Eropa menjelang Perang Dunia II tidak jauh berbeda dengan situasi menjelang Perang Dunia I. Suasana diliputi ketegangan dan keinginan balas dendam, terutama negara- negara

Pada awal perang dunia II Amerika Serikat bersikap netral. Sikap netral Amerika berubah setelah Jepang mengebom pangkalan militer Amerika serikat di Pearl Harbour.

Kekalahan Jerman dalam perang ini dan kegagalan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang masih menggantung yang telah menjadi sebab terjadinya Perang Dunia I akan menjadi dasar