Latihan 9
1).gerakan tanah
adalah proses alamiah yang menjadi bagian dari perubahan dinamik suatu bentang alam. Gerakan massa tanah atau longsoran dikategorikan sebagai bencana apabila longsoran tersebut terjadi di daerah yang dihuni oleh manusia.
2).gempa bumi
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari bawah permukaan secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi atau lempeng bumi.
Selain itu gempa bumi juga bisa disebabkan oleh letusan gunung api.Gempa bumi juga bisa diartikan sebagai suatu peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Frekuensi gempa bumi di suatu wilayah mengacu pada jenis dan ukuran gempa bumi yang di alami selama periode waktu. Gempa bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer.
Moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa bumi terjadi untuk seluruh dunia. Skala Rickter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitudo. Kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. Gempa 3 magnitudo atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besarnya 7 kali lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada kedalaman gempa.
3).tsunami
Apakah pengertian dari tsunami?
Tsunami merupakan gelombang air laut besar yang dipicu oleh pusaran air bawah laut karena pergeseran lempeng, tanah longsor, erupsi gunungapi, dan jatuhnya meteor. Tsunami dapat bergerak dengan kecepatan sangat tinggi dan dapat mencapai daratan dengan ketinggian gelombang hingga 30 meter.
4).letusan gunung api
Gunungapi adalah lubang kepundan atau rekahan dalam kerak bumi tempat keluarnya cairan magma atau gas atau cairan lainnya ke permukaan bumi. Matrial yang dierupsikan ke permukaan bumi umumnya membentuk kerucut terpancung.
5).banjir
Banjir merupakan bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia. Definisi banjir adalah keadaan dimana suatu daerah tergenang oleh air dalam jumlah yang besar.
Kedatangan banjir dapat diprediksi dengan memperhatikan curah hujan dan aliran air. Namun
kadangkala banjir dapat datang tiba-tiba akibat dari angin badai atau kebocoran tanggul yang
biasa disebut banjir bandang. Penyebab banjir mencakup curah hujan yang tinggi; permukaan
tanah lebih rendah dibandingkan muka air laut; wilayah terletak pada suatu cekungan yang
dikelilingi perbukitan dengan sedikit resapan air; pendirian bangunan disepanjang bantaran
sungai; aliran sungai tidak lancar akibat terhambat oleh sampah; serta kurangnya tutupan
lahan di daerah hulu sungai. Meskipun berada diwilayah "bukan langganan banjir'. Setiap orang harus tetap waspada dengan kemungkinan bencana alam ini.
7).reklamasi pantai
Kota-kota besar di pinggir pantai dengan tingkat urbanisasi yang tinggi, cenderung untuk memanfaatkan lahan pesisir untuk aktifitas manusia.
Salah satunya adalah dengan melakukan reklamasi pantai untuk
keperluan pembangunan pelabuhan, pemukiman, kawasan industri dan pariwisata. Reklamasi pantai adalah menambahkan luas areal daratan ke arah laut dengan cara menimbun laut dengan material tertentu (batu, pasir dan tanah) sehingga terbentuk dataran di atas permukaan laut.
Dampak nyata yang terlihat adalah hilangnya habitat seperti mangrove, organisme bentik, terumbu karang, padang lamun dan habitat lainnya.
Dampak lainnya adalah berubahnya kondisi perairan sekitar meliputi pola sirkulasi arus, tinggi muka laut dan gelombang. Perubahan kondisi
perairan akan mengakibatkan terjadi perubahan sedimentasi, kedalaman, kekeruhan, salinitas, kejadian anoxic dan hypoxic, biodiversitas,
komposisi spesies, alga blooms dan eutropikasi, stok makanan laut dan luasan habitat. Perubahan sirkulasi arus menyebabkan efek yang berantai terhadap suatu ekosistem.
8).rekayasa dalam bahaya geologi
adalah salah satu cabang geologi yang berkaitan dengan geologi terapan.[1] Pekerjaan yang berkaitan dengan pemetaan geologi teknik dilakukan dengan mekanisme pengindraan jauh.
[2] Penerapan geologi teknik ialah pada pekerjaan konstruksi teknik yang berkaitan dengan pengembangan wilayah, permukiman, sarana dan prasarana umum, serta
penanggulangan bencana.[3] Pelaporan hasil penyelidikan pada geologi teknik terbagi menjadi dua yaitu pelaporan geoteknikal dan pelaporan geoteknikal faktual.[4