• Tidak ada hasil yang ditemukan

fenomena ghashab di lingkungan pesantren

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "fenomena ghashab di lingkungan pesantren"

Copied!
126
0
0

Teks penuh

Khuzaimah selaku Pengurus Pondok Pesantren Ainul Yaqin Leces Probolinggo yang telah memberikan kesempatan untuk melakukan penelitian disertasi ini. Kendala yang muncul adalah kurangnya pengawasan secara terus menerus terhadap Pondok Pesantren Ainul Yaqin Leces Probolinggo.

PENDAHULUAN

Fokus Penelitian

Solusi apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyebab gashab di Pondok Pesantren Ainul Yaqin Leces Probolinggo. Kendala apa saja yang menghambat dalam mengatasi penyebab gashab di Pondok Pesantren Ainul Yaqin Leces Probolinggo.

Tujuan Penelitian

Untuk mendeskripsikan solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyebab gashab di Pondok Pesantren Ainul Yaqin Leces Probolinggo. Untuk mendeskripsikan kendala apa saja yang menghambat dalam mengatasi penyebab gashab di Pondok Pesantren Ainul Yaqin Leces Probolinggo.

Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan keislaman tentang nilai karakter religius di pesantren yang memiliki sejuta keunikan dalam kehidupan santri dalam pelaksanaan pembelajaran di pesantren. Penelitian ini tentunya akan menjadi bahan refleksi bagi lembaga pesantren dengan maksud untuk meningkatkan kualitas hidup santri.

Definisi Istilah

Menurut Abdul Madjid, secara linguistik (etimologis) istilah karakter berasal dari bahasa Latin kharakter, kharassaein dan kharax, dalam bahasa Yunani Charakter dari kata charassein yang berarti mempertajam dan memperdalam. Sedangkan Religius berasal dari kata religiozen yang berarti sifat keagamaan yang melekat pada diri seseorang.

Sistematika Pembahasan

Fungsi bab ini adalah sebagai landasan teori bagi bab selanjutnya untuk menganalisis data yang diperoleh dari penelitian. Fungsi bab ini adalah sebagai pembahasan kajian untuk menjelaskan data yang diperoleh dan mencari kesimpulan.

Penelitian Terdahulu

  • Ghashab
  • Nilai Karakter Religius

Selanjutnya peneliti dalam penelitian ini lebih memfokuskan pada permasalahan perilaku menyimpang di lingkungan Pondok Pesantren Ainul Yaqin yaitu kebiasaan ghashab dan hubungannya dengan nilai-nilai karakter keagamaan. Menurut pendapat para ilmuwan, istilah pesantren merupakan dua istilah yang mengandung satu makna. Zamakhsyari Dhofier lebih lanjut mendefinisikan asrama Islam sebagai berikut: “Asrama Islam pada dasarnya adalah asrama pendidikan Islam tradisional dimana para santri tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan seorang guru yang lebih dikenal dengan sebutan “Kyai”.

Sedangkan menurut Mu'ti Ali, pesantren adalah lembaga pendidikan yang sistem dan pengajarannya mempunyai ciri-ciri tertentu (Suismoto, 2004: 49). Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian pesantren adalah lembaga pendidikan dan keagamaan yang bertujuan untuk melestarikan, mengajarkan dan menyebarkan ajaran Islam serta memupuk santrinya agar mau dan mampu mandiri. Namun jika dikaitkan dengan upaya pembinaan dan pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah (dalam hal ini Kementerian Agama), pengertian pesantren yang umum digunakan adalah: Pesantren adalah lembaga pendidikan dan pengajaran agama Islam, yang pada umumnya bersifat pendidikan dan pendidikan. pengajaran.

Setiap lembaga hendaknya mempunyai tujuan yang ingin dicapai oleh seluruh elemennya, termasuk lembaga pendidikan tradisional, dalam hal ini pesantren. Istilah pesantren mengacu pada salah satu bentuk lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Ghashabi memang sangat sulit untuk diatasi, apalagi mengingat hal seperti itu sudah menjadi budaya di pesantren.

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Sedangkan menurut Moleong, penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena yang dialami subjek penelitian. Berorientasi holistik, dan menggunakan deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, dalam konteks alam tertentu dan dengan memanfaatkan metode alam yang berbeda (Moleong, 2011: 6). Lebih deskriptif adalah data yang dikumpulkan berupa kata-kata atau gambar, sehingga tidak ada penekanan pada angka-angka.

Lokasi Penelitian

Subyek Penelitian

  • Observasi
  • Interview/Wawancara
  • Dokumentasi

Observasi adalah suatu alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematis gejala-gejala yang diselidiki (Achmadi, 2010: 72). Metode ini digunakan untuk mengetahui secara langsung kondisi-kondisi yang ada pada objek penelitian, guna menjamin objektivitas hasil penelitian. Data penelitian yang digali dengan metode ini adalah: Kondisi geografis dan demografi; Kondisi sarana dan prasarana; Bagaimana implementasi pendidikan akhlak dan keimanan serta model kehidupan santri sehari-hari, Bagaimana fenomena ghashab yang terjadi di Pondok Pesantren Ainul Yaqin, Metode ini dipadukan dengan metode wawancara.

Wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan secara tatap muka dengan orang yang diwawancarai, namun boleh juga diberikan terlebih dahulu daftar pertanyaan yang akan dijawab pada kesempatan lain. Metode ini digunakan untuk menggali data penelitian tentang sejarah dan perkembangan Pondok Pesantren Ainul Yaqin, sistem pendidikannya, bentuk-bentuk pengembangan karakter, latar belakang santri, alasan santri melakukan ghashab dan upaya pencegahan ghashab. Metode dokumentasi merupakan upaya sadar untuk mengumpulkan data secara sistematis, dengan menggunakan prosedur yang baku (Arikunto.

Dengan menggunakan metode tersebut peneliti memperoleh data pendukung mengenai data santri dan ustadz, struktur organisasi, bentuk kurikulum pendidikan di Pondok Pesantren Ainul Yaqin, bentuk kegiatan di Pondok Pesantren Ainul Yaqin, dan barang/benda yang digunakan sasarannya. ghasab.

Analisis Data

Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman yang menggunakan tiga data yaitu (Sugiyono. Reduksi data artinya merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memusatkan perhatian pada hal-hal yang penting, mencari tema dan pola. Dengan demikian data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan peneliti dalam mengumpulkan data lebih lanjut dan mencarinya bila diperlukan.

Dengan menampilkan data, akan lebih mudah untuk memahami apa yang terjadi, dan merencanakan pekerjaan selanjutnya berdasarkan apa yang dipahami. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat tentatif dan akan berubah kecuali ditemukan bukti pendukung yang kuat pada tahap pengumpulan data berikutnya. Namun jika kesimpulan yang disampaikan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten ketika peneliti kembali ke lapangan.

Berdasarkan metode ini, peneliti akan merangkum, memilih hal yang pokok, memusatkan perhatian pada hal-hal yang penting, memperlihatkan data, peneliti akan menarik kesimpulan berdasarkan penelitian yang akan dilakukannya.

Keabsahan Data

Tahap-Tahap Penelitian

Setelah menyelesaikan tahapan pra lapangan, peneliti dapat memulai dan memulai penelitian sesuai dengan desain penelitian yang telah disiapkan sebelumnya. Pada tahap akhir ini, peneliti menganalisis data sesuai dengan teknik analisis yang digunakan dan kemudian melanjutkan dengan penyusunan laporan penelitian.

Gambaran Objek Penelitian

Berdirinya Pondok Pesantren Ainul Yaqin bermula dari keberadaan seorang putra dari pasangan Kyai Mojo dan Nyai Thoyyibah yang bernama Kyai Hasyim. Selang beberapa tahun Kyai Hasyim mengasuh Pondok Pesantren Ainul Yaqin, pada tahun 2010 beliau meninggal dunia dan meninggalkan 5 orang anak, diantara 5 anak tersebut masih ada satu orang lagi yang sedang menuntut ilmu yaitu Kyai Ma’sum. Karena ingin restu dari nenek dan bapaknya, maka ia memindahkan asrama putri di sebelah sekolah Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah.

Setelah beberapa tahun Kyai Ma’sum mengasuh Pondok Pesantren dan Madrasah Ainul Yaqin, pada tahun 2012, Selasa bertepatan dengan hari ulang tahunnya, Pengasuh Pondok Pesantren Ainul Yaqin kembali ke Rahmatullah, dan saat ini Pondok Pesantren Ainul Yaqin diasuh. oleh anak pertamanya, Kyai Ahmad Taufik Hidayatullah (Sumber data: Dokumen Pesantren Ainul Yaqin). Santri yang mendominasi Pondok Pesantren Ainul Yaqin atau sering disebut santri mukim saat ini berjumlah 148 santri yang kesemuanya berasal dari berbagai daerah baik dalam maupun luar daerah. Para santri di Pondok Pesantren Ainul Yaqin berasal dari berbagai kalangan santri antara lain santri di pesantren Diniyah, santri di pesantren Madrasah Tsanawiyah, santri di pesantren Madrasah Aliyah dan santri yang mengabdi hanya untuk mencari keberkahan di pesantren. sekolah (Sumber data : Dokumen Pesantren Ainul Yaqin).

Pondok Pesantren Ainul Yaqin mempunyai fasilitas bangunan berupa asrama dan bangunan lain yang berfungsi sebagai ruang kelas dan tempat fungsi lainnya.

Penyajian Data dan Analisis

  • Penyebab Ghashab di Lingkungan Pesantren di Pondok Pesantren Ainul Yaqin
  • Solusi yang Dapat Ditempuh untuk Menanggulangi Penyebab Terjadinya Ghashab di Pondok Pesantren Ainul Yaqin Leces
  • Kendala yang menghambat dalam menanggulangi penyebab terjadinya ghashab di Pondok Pesantren Ainul Yaqin Leces

Kalau ini penyakit, pasti ada obatnya!” ujar Qomariyah selaku pengurus Pondok Pesantren Ainul Yaqin. Dengan tinggal bersama lebih lama di pondok pesantren maka solidaritas antar santri semakin erat, sehingga mereka berani menggunakan barang milik santri lain tanpa perlu meminta ijin, karena mereka beranggapan bahwa pemilik barang tersebut pasti memilikinya. izin untuk melakukannya.akan memberikannya. menggunakan barang tersebut tanpa merasa tidak nyaman. Sebab, peraturan tersebut tidak masuk dalam peraturan hukum Pondok Pesantren Ainul Yaqin Leces Probolinggo.

Solusi yang dapat diambil untuk mengatasi Penyebab Ghashab di Pondok Pesantren Ainul Yaqin Leces Mencegah Ghashab di Pondok Pesantren Ainul Yaqin Leces Probolinggo. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran di Pondok Pesantren Ainul Yaqin berlangsung setiap hari kecuali hari libur yaitu hari raya. Hambatan yang menghambat penanggulangan penyebab terjadinya ghashab di Pondok Pesantren Ainul Yaqin Leces Pencegahan ghashab di Pondok Pesantren Ainul Yaqin Leces Probolinggo.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan SK yang merupakan salah satu santri di Pondok Pesantren Ainul Yaqin Leces Probolinggo.

Pembahasan Temuan

  • Solusi dalam Menanggulangi Fenomena Ghashab di Lingkungan Pondok Pesantren Ainul Yaqin

Yakni tentang “Fenomena Ghashab di Lingkungan Pondok Pesantren Ditinjau dari Nilai-Nilai Karakter Keagamaan di Pondok Pesantren Ainul Yaqin Leces Probolinggo”. Pondok Pesantren Putri Ainul Yaqin Leces Probolinggo merupakan Pondok Pesantren Salafi yang mempunyai santri ± 100 orang yang terdiri dari santri dan santri. Peneliti juga secara khusus memaparkan “fenomena gashab di lingkungan pesantren ditinjau dari nilai-nilai karakter keagamaan di pesantren Ainul Yaqin Leces Probolinggo”.

Solusi Mengatasi Fenomena Ghashab di Lingkungan Pondok Pesantren Ainul Yaqin Lingkungan Pondok Pesantren Ainul Yaqin. Pembelajaran nilai-nilai karakter keagamaan pada santri Pondok Pesantren Ainul Yaqin diberikan pada saat pembelajaran yaitu pada saat pembelajaran kitab. Pondok pesantren merupakan tempat dimana para santri belajar agama, diharapkan mampu membentuk kepribadian santri yang lebih baik ketika santri harus terjun dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan beberapa hal yang menjadi kendalanya, tidak dapat dipungkiri bahwa dalam mengatasi perilaku ghashab di pesantren sulit untuk menghilangkannya dari kehidupan santri di pesantren.

Kesimpulan

Solusi untuk mengatasi fenomena gashab di lingkungan Pondok Pesantren Ainul Yaqin yang dilakukan oleh pengurus Pondok Pesantren antara lain, seperti apabila seorang pelajar ketahuan melakukan ghashab maka harus membayar denda, pelajar yang ghashab harus dikembalikan barang yang ghashabnya, jika ghashhabnya adalah barang yang diukur. diganti dengan barang yang disamakan dengan yang di ghashab, siswa yang melakukan gashab wajib meminta maaf kepada pelaku gashab dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, memberikan pengetahuan tentang gashab, bahaya gashab, dan akibat melakukan gashab gashab Dalam mengenalkan nilai-nilai agama mengenai perbuatan ghashab dan akibat yang ditimbulkannya kepada peserta didik menggunakan metode-metode yang memungkinkan untuk digunakan. Fenomena gashab di lingkungan pesantren bukan tidak mungkin bisa dihilangkan dari kehidupan santri, namun harus ada kesepakatan dari semua pihak di lingkungan pesantren untuk memastikan bahwa tindakan gashab tersebut hilang dari lingkungan pesantren.

Menanamkan lebih dalam nilai-nilai karakter keagamaan pada diri siswa khususnya mengenai perilaku ghashab dalam perspektif Islam sangat diperlukan. Kendala yang menjadi kendala dalam mengatasi penyebab terjadinya ghashab di Pondok Pesantren Ainul Yaqin Leces Probolinggo adalah kurangnya kontrol manajemen dan kurangnya kedisiplinan para santri. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mengatasi perilaku ghashab yang banyak terjadi di pesantren tidaklah mudah karena perilaku ghashab dianggap wajar dan kurangnya kontrol dari pengelola dalam memantau kedisiplinan santri mengenai kepatuhan terhadap peraturan.

Dalam upaya mewujudkan lingkungan pesantren yang bebas dari rasa cemas dan nyaman santri dalam menuntut ilmu tanpa perlu mengkhawatirkan keselamatan barang bawaannya, maka perlu adanya kerjasama yang baik antara santri dan pengurus pesantren.

Saran

  • Bagi Pondok Pesantren Ainul Yaqin
  • Bagi Ustadzah Pondok Pesantren Ainul Yaqin
  • Bagi Santri Pondok Pesantren Ainul Yaqin

Budaya Ghashab di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Muhsin Condong Catur Depok Sleman (Review Pendidikan Akhlak). Nilai-nilai pendidikan karakter di pesantren (Resensi buku pendidikan karakter di pesantren : diterjemahkan oleh Dr.

Gambar kantor Pondok Pesantren Ainul Yaqin Leces Probolinggo
Gambar kantor Pondok Pesantren Ainul Yaqin Leces Probolinggo

Referensi

Dokumen terkait