• Tidak ada hasil yang ditemukan

FISIKA SUPERKONDUKTOR - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "FISIKA SUPERKONDUKTOR - Spada UNS"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

FISIKA

SUPERKONDUKTOR

oleh :

Fuad Anwar

(2)

SIFAT-SIFAT

S U P E R K O N D U K T O R

(3)

1. SIFAT LISTRIK SUPERKONDUKTOR

Superkonduktor mempunyai sifat superkonduktivitas listrik sempurna (  = 0 atau 𝜎 = ∞ )

(4)

2. SIFAT MAGNET SUPERKONDUKTOR

Superkonduktor tergolong bahan diamagnetik sempurna ( Bint = 0 ) ➔ karena menunjukkan peristiwa Efek Meissner

(5)

Peristiwa Efek Meissner sempurna dimaksudkan sebagai keadaan di mana superkonduktor akan menolak seluruh medan magnet luar yang mengenainya sehingga induksi magnet B di dalam superkonduktor menjadi B = 0.

Mengingat hubungan antara induksi magnet B, magnetisasi M, intensitas magnet H serta permeabilitas 0 dan suseptibilitas  dirumuskan sebagai :

B = 0( H + M ) = 0( 1+ ) H

maka ketika terjadi efek Meissner sempurna, di dalam superkonduktor berlaku :

M = - H atau = -1

Hal ini menunjukkan bahwa superkonduktor bisa berlaku sebagai bahan diamagnetik sempurna

(6)

SUPERKONDUKTOR BONGKAHAN ( BULK )

Ada 2 tipe superkonduktor :

• superkonduktor tipe I

• superkonduktor tipe II

Yang dimaksud superkonduktor berbentuk bongkahan ( bulk ) adalah superkonduktor yang volumenya dianggap tak berhingga.

(7)

B=0 -M

Hekt Hc

keadaan Efek

Meissner

Superkonduktor tipe I : mempunyai satu medan kritis Hc Jika medan magnet luar Hext berharga :

Hext < Hc➔ terjadi peristiwa Efek Meissner

Hext > Hc➔ fluks magnet masuk ke superkonduktor

➔ superkonduktor menjadi bahan normal

Superkonduktor tipe I

(8)

superkonduktor tipe II

-M

B0

keadaan campuran B=0

keadaan Efek Meissner

Hekt Hc2

Hc1 Hc

Superkonduktor tipe II

mempunyai 2 medan kritis : 1. medan kritis rendah Hc1 2. medan kritis tinggi Hc2

Jika medan magnet luar Hext berharga :

Hext < Hc1 ➔ terjadi peristiwa Efek Meissner

Hc1 > Hext >Hc2 ➔ fluks magnet menerobos superkonduktor secara parsial fluks magnet terkuantisasi dalam bentuk vorteks

superkonduktor berada pada keadaan campuran (mixed state)

1 vorteks :

Hext >Hc2 ➔ superkonduktor menjadi bahan normal

weber 10

067 , 2 2

15 0

=

= e e h

(9)

fluks magnet dapat menerobos superkonduktor secara parsial fluks magnet terkuantisasi dalam bentuk vorteks

1 vorteks :

2 , 067 10 weber

2

15 0

=

= e e h

(10)

Medan kritis bergantung suhu

Secara umum, harga medan magnet kritis superkonduktor Hc bergantung pada suhu T yang dirumuskan sebagai :

Gambar Hc(T) ➔

(11)

Pada peristiwa Efek Meissner sempurna dikatakan : di dalam superkonduktor ➔ B = 0

Bagaimana sebenarnya keadaan B di dalam superkonduktor ? .

Kita lihat Teori London ...

(12)

TEORI LONDON

Diusulkan oleh F. London dan H. London

Asumsi dasar teori ini mengacu pada model dua fluida yang diperkenalkan oleh Gorter dan Casimir

Model dua fluida menganggap ada elektron super dan elektron normal di dalam bahan superkonduktor.

Elektron super dianggap bertanggung-jawab terhadap fenomena

superkonduktivitas.

(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian yang dapat disimpulkan adalah harga medan kritis rendah H c1 dan medan kritis permukaan H c3 (dalam satuan H c2) mengecil ketika ukuran superkonduktor

Memperoleh hasil kajian pengaruh Parameter GL pada beberapa ukuran superkonduktor terhadap modulus parameter benahan kuadrat rata-rata sebagai fungsi medan magnet luar atau

Karakterisasi bahan untuk menentukan apakah bahan yang dibuat sudah menjadi bahan superkonduktor, digunakan metode efek Meissner dan menentukan resistivitas bahan menggunakan metode

Skripsi yang penulis susun sebagai bagian dari syarat untuk mendaptakan ajian Numerik Pengaruh Ukuran Luas pada Sifat Magnet Superkonduktor Tipe II Berbentuk Persegi

HasH pengujian dengan efek Meissner menunjukkan bahwa euplikan fasa 123 hasil sinter yang akan digunakan sebagai bahan matriks komposit merupakan bahan superkonduktor

Suatu material dikatakan superkonduktor apabila material tersebut sangat sulit dipengaruhi oleh medan magnet luar, resultan medan atomiknya membentuk arah yang

Nilai suhu kritis superkonduktor tipe I tergolong rendah (Poole, 2014). Meskipun material superkonduktor tipe-I memiliki konduktivitas yang baik, namun medan magnet

Ketika medan magnet luar yang dikenakan pada bahan mula-mula berharga besar, kemudian secara berangsur-angsur diturunkan, maka keadaan superkonduktif bahan akan