FORMULIR PENETAPAN WARISAN BUDAYA TAK BENDA
1. Kode Penetapan (diisi oleh Kementerian)
Tahun Nomor
2. a. Nama karya budaya (isi nama yang paling umum dipakai)
2. b. Nama karya budaya dalam aksara dan bahasa yang bersangkutan
2. c. Nama lain karya budaya (varian atau alias nama karya budaya)
3. Domain karya budaya (contreng satu atau lebih)
(01) Tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda, termasuk kemahiran kerajinan tradisional.;
(02) Seni pertunjukan, termasuk seni visual, seni teater, seni suara, seni tari, seni musik, film;
(03) Adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan, sistem ekonomi tradisional, sistem organisasi sosial, upacara tradisional;
(04) Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta, termasuk pengetahuan tradisional, kearifan lokal, pengobatan tradisional;
(05) Kemahiran kerajinan tradisional, termasuk seni lukis, seni pahat/ukir, arsitektur tradisional, pakaian tradisional, aksesoris tradisional, makanan/ minuman tradisional, moda transportasi tradisional.
HOLAT
V
4. Kondisi karya budaya saat ini (contreng salah satu) (01) Sedang berkembang
(02) Masih bertahan (03) Sudah berkurang (04) Terancam punah
(05) Sudah Punah atau tidak berfungsi lagi dalam masyarakat 5. Lokasi dan persebaran karya budaya
6. Identifikasi dan definisi mengenai karya budaya (termasuk aspek kesejarahan, aspek sosial, dan fungsinya dalam masyarakat), maksimal 1000 kata.
7. Upaya pelestarian karya budaya
Holat merupakan hidangan komplet khas Padang Bolak. Nama hidangan ini berasal dari kata holat yang berarti kelat, yaitu rasa yang terkandung dalam ‘bumbu’ utama untuk kuah siraman, potongan pakkat atau tunas rotan yang memang kelat. Bumbu utama Holat berasal dari kulit bagian dalam tanaman Balakka (Phyllantus emblica L.) yang diserut tipis lalu direndam air hangat lalu diperas dua-tiga kali penapisan untuk mendapatkan ‘kaldu’ yang dinamai Holat.
Kaldu yang ditambahkan sekerat jahe, irisan bawang, garam dan serutan holat sisa penapisan, dijadikan kuah untuk ikan mas atau jurung (ikan endemik yang rasanya manis dari sungai- sungai di Padang Bolak) yang sudah dipanggang setengah matang agar rasa manis ikan tetap terasa. Hidangan sebagai lauk ini disajikan dengan topping potongan pakkat, taburan tepung beras sangrai dan gilingan halus cabai mentah. Kadang petai atau jengkol mentah turut disajikan tambul atau lauk sebagai pendamping
V
Daerah asal Holat ialah Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara.
Holat tersebar hingga Kota Padangsidempuan, Rantauprapat (Kabupaten Labuhan Batu), Kotapinang (Kabupaten Labuhan Batu Selatan), Aek Kanopan (Kabupaten Labuhan Batu Utara) dan Kota Medan
Holat sebagai hidangan masih dan terus berkembang seiring dengan pembukaan rumah makan khas Padang Bolak di berbagai kota di Sumatera Utara yang menyajikan Holat sebagai menu utama. Di Kotapinang dan Rantauprapat, Holat sudah menjadi hidangan utama yang disajikan kepada pengunjung rumah makan. Namun populasi tanaman Balakka sebagai bahan utama Holat mulai berkurang seriring dengan pembukaan kebun kelapa sawit oleh perusahaan perkebunan maupun perorangan.
8. Nama komunitas/ organisasi/ asosiasi/ badan/ paguyuban/ kelompok sosial/ atau perorangan yang bersangkutan
9. Guru budaya/maestro (diisi nama orang-orang yang memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang karya budaya tersebut beserta usia yang bersangkutan)
Nama : H. Sabullah Siregar (75) Alamat : Kantin, Padangsidimpuan
Kode Pos :
No. Telp./Fax/Mobile : Alamat email :
Nama : G. Siregar Baumi gelar Ch. Sutan Tinggibarani Perkasa Alam Alamat : Kayu Ombun, Padangsidimpuan
Kode Pos :
No. Telp./Fax/Mobile : Alamat email :
Nama : G. Siregar Baumi gelar Ch. Sutan Tinggibarani Perkasa Alam (79) Alamat : Kayu Ombun, Padangsidimpuan
Kode Pos :
No. Telp./Fax/Mobile : Alamat email :
Usia :
Nama : Maryam Harahap (69) Alamat : Kantin, Padangsidimpuan
Kode Pos :
No. Telp./Fax/Mobile : Alamat email :
Usia :
10. Foto terbaru karya budaya dengan penjelasan ( 5 lembar)
11. Film dokumenter mengenai karya budaya (sertakan judul dari film dan dilampirkan bersama formulir)
12. Kajian akademis oleh lembaga penelitian yang terkait (sertakan judul dari kajian akademis dan dilampirkan bersama formulir)
Terlampir.
-
Terlampir.
13. Referensi (ditulis sumber secara lengkap nama penulis, tahun, judul buku, tempat terbit, penerbit, naskah kuno, prasasti, sumber lisan/nama pelaku (saksi sejarah) yang masih hidup, usia, dan lainnya
14. Persetujuan dari provinsi terkait sebagai pengusul
15. Nama petugas penerima formulir (diisi oleh Kementerian)
16. Tempat dan tanggal penerimaan formulir karya budaya (diisi oleh Kementerian) -
Nama :
Tempat : Tanggal :