• Tidak ada hasil yang ditemukan

Formulir Status Klinis Pediatri Neuromuskuler (1)

N/A
N/A
Boy Fernando

Academic year: 2025

Membagikan "Formulir Status Klinis Pediatri Neuromuskuler (1)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

STATUS KLINIS PEDIATRI

Pemeriksa Tumbur Boy Fernando;

Iyah Icelse

Tanggal 12/03/2025

IDENTITAS KLIEN

Nama An. K S Tanggal Lahir 17 Januari 2020

Jenis Kelamin Laki – Laki Riwayat Kelahiran Data tidak dapat diakses Diagnosa

dokter

Global Delay Development

Latihan 1 jam / hari; 2 x seminggu Alamat Rumah Sudirman Sujis Sekolah Miracle School

Keluhan Utama :

Anak belum mampu berjalan seimbang

RIWAYAT KANDUNGAN (PRENATAL) Umur waktu hamil Data tidak dapat diakses

Kehamilan yang keberapa Data tidak dapat diakses Kehamilan yang diinginkan/tidak Data tidak dapat diakses Perawatan kehamilan Data tidak dapat diakses Rutin kontrol atau tidak Data tidak dapat diakses Ke dokter, bidan Data tidak dapat diakses Minum obat tertentu Data tidak dapat diakses Adanya kelainan selama kehamilan Data tidak dapat diakses

RIWAYAT KELAHIRAN (NATAL) Lahir cukup bulan/tidak Data tidak dapat diakses

Spontan atau dibantu Data tidak dapat diakses Ada kesulitan pada waktu lahir

(lama/cepat)

Data tidak dapat diakses Dimana melahirkannya Data tidak dapat diakses Berat badan lahir Data tidak dapat diakses Langsung menangis atau tidak Data tidak dapat diakses Ada kelainan atau tidak Data tidak dapat diakses

APGAR SCORE Data tidak dapat diakses

RIWAYAT SETELAH KELAHIRAN (POST NATAL) Adakah trauma Data tidak dapat diakses

Panas Data tidak dapat diakses

Kejang Data tidak dapat diakses

Penyakit lain Data tidak dapat diakses RIWAYAT IMUNISASI

BCG Data tidak dapat diakses

DPT Data tidak dapat diakses

Campak Data tidak dapat diakses

Polio Data tidak dapat diakses

Hepatis B Data tidak dapat diakses

MILESTONE (USIA) Mengangkat kepala Mampu (12 maret 2025)

Berguling Mampu (12 maret 2025)

Tengkurap Mampu (12 maret 2025)

Duduk Mampu (12 maret 2025)

(2)

Berdiri Mampu (12 maret 2025)

Berjalan Mampu namun belum seimbang (12 maret 2025)

Berlari Mampu namun belum seimbang (12 maret 2025)

Melompat Belum mampu (12 maret 2025)

KOMUNIKASI

Ada tidak komunikasi Anak belum mampu berkomunikasi secara verbal

Dapat dengan isyarat Anak menggunakan isyarat “menepis tangan” jika tidak suka Dapat bicara patah-patah dimengerti Anak hanya mengeluarkan suara tidak jelas

Dapat bicara lancar Anak tidak dapat berbicara dengan lancer A.D.L

Toileting Anak menggunakan popok

Makan Masih dibantu

Minum Masih dibantu

Berpakaian (Berdandan) Masih dibantu Memasang Alas Kaki Masih dibantu

Mandi Masih dibantu

Berpindah Tempat Mampu

GAMBARAN TEMPRAMEN ANAK

Mood Positif Anak sulit diajak untuk terapi pada orang yang baru dikenalnya

Mudah Beradaptasi Anak mudah beradaptasi saat dibawa ke lingkungan baru Cenderung Bereaksi Negatif Anak cenderung bereaksi negatif dan mudah emosi apabila di

handle oleh orang yang baru dikenalnya

Cenderung Agresif Anak mudah menangis apabila ada hal yang tidak disukainya Kurang Kontrol Diri Anak marah saat sesi terapi berlangsung, lalu menangis Lamban Dalam Menerima

Pengalaman Baru.

Anak cepat dalam menerima pengalaman baru, anak cepat mengerti ketika menerima program baru

Beraktivitas Lamban Anak beraktivitas dengan normal

Agak Negatif Anak tidak suka dipegang ketika sedang marah Lambat Beradaptasi Anak tidak lambat dalam beradaptasi

Intensitas Mood Yang Rendah. Ketika bermain anak akan senang dan mulai marah dan menangis Ketika terapi dengan orang yang baru dikenalnya GAMBARAN TONUS POSTURAL (Ashworth-scale)

0 = Tidak ada peningkatan tonus 1 = Sedikit peningkatan tonus

2 = Peningkatan tonus, ada perubahan LGS, tetapi masih

mudah digerakan

Ada peningkatan tonus saat fleksi elbow dan fleksi knee, ada perubahan LGS dan masih bisa digerakkan hingga full ROM 3 = Peningkatan tonus yang sangat,

gerak pasif sulit dilakukan

4 = Rigid pada gerakan fleksi/ ekstensi

GAMBARAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS

Fungsi bermain Anak memiliki fungsi bermain seperti bermain dengan bola dan stik es krim

Melihat objek Anak mampu melihat objek yang ditunjuk oleh terapis Mendengar suara Anak tidak merespon ketika dipanggil namanya Meraih Anak dapat meraih bola yang diberikan terapis Memegang Anak mampu memegang bola yang diberikan terapis

Menulis Anak belum mampu menulis

Menjepit Anak mampu menjepit

Melempar Anak mampu melempar bola yang diberikan terapis

Menangkap Anak belum mampu menangkap bola yang dilempar terapis

Menggunting Anak belum mampu menggunting

(3)

Memukul Anak belum mampu memukul PEMERIKSAAN UMUM Vital Sign :

Tekanan Darah Tidak dilakukan

Denyut Nadi 64 x / menit

Pernapasan 25 x / menit

Temperatur Tidak dilakukan

Tinggi Badan 110 cm

Berat Badan Tidak dilakukan

Tingkat Kesadaran Compos mentis Inspeksi :

Inspeksi statis Anak memliki perilaku stretotype mengences (drooling) dan pada saat berdiri terlihat kaki kiri anak cenderung valgus (Kaki x)

Inspeksi Dinamis Saat berjalan tidak ada fase heel strike dan tumpuan kaki berada di sisi medial

Palpasi Tidak ada oedem dan nyeri tekan. Terdapat tightness pada ekstremitas anak

Perkusi Tidak dilakukan

Auskultasi Tidak dilakukan

PEMERIKSAAN FISIK Kepala :

Bentuk Bulat

Lingkar Kepala(cm) 48 cm Mata: strabismus /tidak Tidak ada Telinga : deafness /tidak Tidak ada

Mulut: drooling Drooling

Lesi saraf kepala yang lain Tidak ada Leher :

Kontrol leher : Bagus/Tidak kontrol leher cenderung sedikit condong ke arah fleksi

Torticolis Tidak ada

Deformitas yang lain Tidak ada Punggung :

Kontrol trunk : Bagus/Tidak Kontrtol trunk cenderung sedikit kearah fleksi

Dada Normal

Scoliosis, kyphosis, lordodis Skoliosis

Spina bifida Tidak ada

Deformitas yang lain Tidak ada Panggul:

Bentuk Asimetris, sisi kiri lebih tinggi 2 jari dibandingkan kanan dan pelvic condong ke depan (anterior tilt)

Kontraktur Tungkai kanan = 57 cm, tungkai kiri = 54 cm Tes khusus :

Thomas test Tidak dilakukan karena anak menolak dan menangis saat akan dilakukan tes

Trendelenburg test Tidak dilakukan karena anak menolak dan menangis saat akan dilakukan tes

Stahell test, Tidak dilakukan karena anak menolak dan menangis saat akan dilakukan tes

Galleazi test Tidak dilakukan karena anak menolak dan menangis saat akan dilakukan tes

dll. Tidak ada

ROM Extremitas bawah: Kanan Kiri Fleksi Hip 0°-120° 0°-120°

Ekstensi Hip 0°-10° 0°-10°

Abduksi Hip 0°-30° 0°-30°

Adduksi Hip 0°-30° 0°-30°

(4)

Endorotasi hip 0°-30° 0° -30°

Eksorotasi hip 0°-30 ° 0° -30°

Fleksi knee 0°-120° 0°-120°

Ekstensi knee 120°-0° 120°-0°

Dorsi fleksi ankle 0° -30° 0°-30°

Plantar fleksi ankle 0°-10° 0°-10°

Inversi ankle 0°-10° 0°-10°

Eversi ankle 0°-20° 0°-20°

Ekstremitas atas: Asimetris bahu, kiri lebih naik dibandingkan kanan

Deformitas Tidak ada

Tonus Hipertonus

Laxity Tidak ada joint laxity

Kontraktur Tidak ada

Menggenggam ibu jari Mampu dilakukan

Tes menggenggam Anak dapat menggenggam tangan terapis

ROM Tidak dilakukan

Reflek fisiologi :

Biceps Positif

Triceps, Positif

Reflek Patologi:

Tidak dilakukan Ekstremitas Bawah (Perbandingan kanan dan kiri):

Tonus Hipertonus

Laxity Tidak ada joint laxity

Reflek Fisiologi:

Patella Positif

Achilles Postif

Reflek Patologi:

Babinski Negatif

Clonus Negatif

Panjang Tungkai Kanan : 57 cm - kiri: 54 cm Deformitas Flat foot bilateral

PEMERIKSAAN KHUSUS

Keseimbangan Keseimbangan anak saat duduk bagus, namun ssat duduk ke berdiri sedikit kurang seimbang, dan saat berdiri ke berjalan mudah terjatuh

Jalan Anak hanya mampu 2 – 4 langkah paksaan dan bantuan terapis Duduk Anak duduk dengan posisi sedikit membungkuk dengan kaki

bersila

Berdiri Anak kurang seimbang saat posisi duduk ke berdiri, namun cukup seimbang saat berdiri statis membelakangi tembok PEMERIKSAAN REFLEK

ATNR Negatif

STNR Negatif

Neck righting reflex Negatif

Moro reflex Negatif

Parachute reaction Negatif

Foot placement reaction Negatif

Extensor thrust Negatif

PSIKOSOSIAL Berkomunikasi Anak belum mampu

berkomunikasi secara verbal

Ekspresi Diri Anak berekspresi sesuai keadaan

Bermain Anak senang dan mau bermain

Pemecahan masalah Anak mampu mengikuti instruksi dari terapis. Namun ketika

(5)

terdapat kesalahan anak dan tidak diberi perintah oleh terapis untuk memecahkan masalah, si anak menjadi bingung dan tidak dapat mencari solusi

Belajar Anak cenderung lamban

dalam menerima

pelajaran di sekolah

Proteksi diri Anak akan menepis tangan dan mulai menangis apabila ada orang yang mengganggunya

Pergaulan Anak kurang bersosial

dengan teman

sebanyanya dan

cenderung bermain sendiri

GAMBARAN KETIDAKMAMPUAN ANAK

Anak belum bisa berkomunikasi secara verbal Anak memiliki vertebrae cenderung skoliosis Terdapat spastisitas pada ekstremitas atas dan bawah Kurang atensi saat dipanggil

Tightness pada ekstremitas bawah Kaki anak berbentuk valgus (kaki X) Tidak ada fase heel strike saat berjalan Tumpuan kaki saat berjalan pada sisi medial Kontrol leher dan trunk cenderung ke arah fleksi Asimetris pelvic kiri dan pelvic anterior tilt Kontraktur pada ekstremitas bawah sisi kiri Keterbatasan LGS pada gerak fleksi hip, dorsi

fleksi, dan plantar fleksi Anak memiliki asimetris shoulder, sisi kiri lebih naik

dibandingkan kanan

Terdapat flat foot pada kedua tungkai Anak belum bisa menjaga keseimbangan dari duduk ke

berdiri

Anak belum bisa menjaga keseimbangan saat berjalan dan berlari

URUTAN MASALAH BERDASARKAN PRIORITAS 1. Kontraktur otot pada ekstremitas bawah sisi kiri

2. Tightness otot ekstremitas bawah

3. Gangguan keseimbangan duduk ke berdiri 4. Gangguan keseimbangan berjalan

5. Gangguan keseimbangan berlari 6. Flat foot pada kedua tungkai

DIAGNOSA FISIOTERAPI

Adanya gangguan fungsional berjalan secara seimbang akibat kontraktur otot tungkai kiri dan flat foot sehubungan dengan global delay development

RENCANA PROGRAM FISIOTERAPI Tujuan Jangka Pendek:

1. Mengurangi kontraktur tungkai

2. Mengurangi tightness otot ekstremitas bawah 3. Meningkatkan arcus kaki yang flat foot 4. Meningkatkan kontrol postural

5. Mengarahkan pola jalan yang benar

Tujuan Jangka Panjang:

(6)

Meningkatkan keseimbangan berjalan dan pola jalan yang benar

RENCANA INTERVENSI FISIOTERAPI 1. Muscle Stretching

Tujuan : Mengurangi kontraktur ekstremitas bawah

Dosis latihan : F: 2 x seminggu I: 10 detik hold T: Eccentric exercise T: 10 menit

2. Latihan Vestibular berjalan

Berjalan di perosotan (high sliding) sambil membawa puzzle

Tujuan: untuk meningkatkan keseimbangan saat

berjalan dan menapak pada seluruh sisi telapak kaki Dosis latihan:

F: 2 x seminggu

I: Panjang lintasan 1 meter T: Dynamic exercise T: 10 menit

R: 10 kali pengulangan, 1 set 3. Massage

Tujuan: untuk mengurangi tightness otot ekstremitas bawah

Dosis Latihan:

F: 2x seminggu

I: 5 x pengulangan tiap teknik

T: Effleurage, kneading, picking up,effleurage T: 10 menit

4. Latihan propioceptif

Menggiring balok dengan membawa jepitan

Tujuan: Untuk meningkatkan koordinasi gerak ekstremitas bawah dan atas

Dosis Latihan:

F: 2 x seminggu

I: Panjang lintasan 1 meter T: Dynamic exercise T: 10 menit

R: 10 x repetisi, 1 set 5. Latihan Vestibular berjalan

Berjalan di papan tapak sambil membawa bola berwarna

Tujuan: untuk meningkatkan keseimbangan saat berjalan dan menapak pada seluruh sisi telapak kaki

Dosis latihan:

F: 2 x seminggu

I: Panjang lintasan 1 meter T: Dynamic exercise T: 10 menit

R: 10 kali pengulangan, 1 set

6. Latihan koordinasi

Memindahkan bola dengan kaki dalam posisi duduk ke keranjang bola

Tujuan: Untuk meningkatkan koordinasi ekstremitas bawah dan penguatan otot-otot postural Dosis latihan:

F: 2 x seminggu

I: Jarak bola ke keranjang 30 cm T: Active exercise

T: 10 menit

R: 10 kali pengulangan, 1 set

PELAKSANAAN 1. Muscle Stretching

Dimulai dengan posisi tidur terlentang secara pasif terapis mengulur otot gastrocnemius dan tibialis anterior, lalu dilanjutkan ke otot hamstring dan gluteus maximus. Lalu anak diarahkan tidur

tengkurap, setelah itu secara pasif dilanjutkan dengan mengulur otot quadriceps dan otot illiopsoas.

Setiap penguluran otot di tahan selama 10 detik kemudian release 2. Latihan berjalan di perosotan

Anak diinstruksikan untuk berjalan memanjat perosotan dari bawah sambil membawa keping puzzle. Lalu, setelah sampai di atas, puzzle disusun dan turun kembali dengan meluncur dari perosotan. Ulangi kegiatan ini sampai seluruh puzzle tersusun rapi

3. Massage

Dengan posisi terlentang dimulai dengan memijat daerah telapak kaki, lalu dilanjutkan dengan

(7)

release otot gastrocnemius dan tibialis anterior. Kemudian naik ke atas untuk release otot quadriceps dan hamstring. Masing-masing regio dilakukan 5 teknik massage dengan 5 kali pengulangan tiap teknik

4. Latihan Menggiring Balok Dengan Membawa Jepitan

Anak berdiri di belakang dua buah balok sambil membawa jepitan yang dijepit di bajunya.

Selanjutnya balok didorong menggunakan tangan hingga menuju ujung lintasan. Setelah mencapai ujung lintasan, jepitan di jepit ke toples dan kembali ke titik start dengan menggiring kedua balok kembali dan menjepit jepitan ke baju anak. Ulangi kegiatan ini sebanyak 10 kali pengulangan 5. Latihan Berjalan di Papan Tapak Sambil Membawa Bola Berwarna

Anak diinstruksikan untuk berjalan di papan tapak sepanjang 1 meter sambil membawa bola berwarna hingga ke ujung lintasan. Setelah bola diletakkan di keranjang bola, anak kembali lagi ke titik start dan mengambil bola yang lain. Ulangi latihan ini sebanyak 10 kali pengulangan

6. Latihan Memindahkan Bola Dengan Kaki Dalam Posisi Duduk Ke Keranjang Bola Anak dalam posisi duduk, kemudian lutut ditekuk. Selanjutnya, anak diinstruksikan untuk

mengambil bola di lantai menggunakan kaki dengan cara di jepit diantara pergelangan kaki. Setelah itu bola dimasukkan ke dalam keranjang bola. Ulangi lagi latihan ini sebanyak 10 kali pengulangan

EVALUASI

No Objek Ukur Alat Ukur Sebelum

(12 maret 2024)

Sesudah (18 maret 2024)

1. Panjang tungkai Midline Kanan : 57 cm

Kiri: 54 cm

Kanan: 57 cm Kiri: 55 cm

2. Spastisitas otot Asworth Scale 2 1

3. Tightness otot Palpasi Terdapat tightness otot gastrocnemius, tibialis anterior, dan hamstring

Tidak terdapat tightness otot gastrocnemius, tibialis anterior, dan

hamstring

4. LGS ankle Goniometer Gerakan = kanan/kiri

Dorsi fleksi = 0°-30°/0°- 30°

Plantar fleksi = 0-10°/0- 10°

Inversi = 0°-10°/0°-10°

Eversi = 0°-20°/0°-20°

Gerakan = kanan/kiri Dorsi fleksi = 0°-30°/0°-

30°

Plantar fleksi = 0-15°/0- 15°

Inversi = 0°-15°/0°-15°

Eversi = 0°-20°/0°-20

5. Flat foot Goniometer Tungkai kanan = 5°

Tungkai kiri = 10°

Tungkai kanan = 5°

Tungkai kiri = 10°

6. Keseimbangan berjalan

Pediatric Balance Scale 30 35

HOME PROGRAM

Latihan meremas handuk menggunakan jari kaki Latihan berjalan dengan patokan 1 garis linear lurus Latihan peregangan tendon achiles menggunakan

handuk Latiahan berjalan dengan menggiring bola kasti

menggunakan pergelangan kaki Latihan menapak dengan menekan roller

Latihan berjinjit

Latihan mengambil bola kasti dengan pergelangan kaki

(8)

Catatan :

Jakarta, 26 Maret 2024

(Indah Septiana, Ftr.)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan anti MPS ecto-CIK dengan konsentrasi 0, 5, 10, dan15 µl dan lama inkubasi 5, 30, 60, dan 120 menghambat viabilitas

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan anti MPS ecto-CIK dengan konsentrasi 0, 5, 10, dan15 µl dan lama inkubasi 5, 30, 60, dan 120 menghambat viabilitas

41 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 0 20 40 60 80 100 120 Timedays Quantity Response with optimal controller inventory finished prod demand Figure 5-7: Dynamic response of

二次 科目 英語 (87) 10% 10% 10% 40% 30% 15% 20% 国語 (41) 5% 10% 25% 40% 40% 0% 5% 数学 (91) 40% 30% 20% 10% 10% 25% 35% 物理 (45) 20% 25% 20% 5% 10% 30% 20% 化学 (43) 25% 25% 25% 5%

36 Aktual Usulan 8 6 7 7 2 2 0 0 Aktual Usulan 3 3 1284 1251 33 1138 1034 104 Jarak meter Waktu detik 0 11 4 20 20 30 15 10 8 70 210 80 12 60 210 40 120 20 12 125 8

یراس رهش شرابو امد فارگرتیاه رادومن jun may sep .jan mar feb apr nov oct jul des 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 0 5 10 15 20 25 30 امد شراب mm aug یراس رهش فارگوتیاه

19 BBR198 Sanjay Kumar Nirala 10-05-1976 SC N/A 10 23 30 5 0 0 0 68 Committee examined the representation and found no change in score since the articles submitted with representation

0 10 20 30 40 0 5 10 15 20 25 Kuat Tekan MPa Persentase Serbuk Batu Tabas Dalam Perekat 28 hari 56 hari Gambar 1 Kuat Tekan Beton Dengan Variasi Kandungan Serbuk Batu Tabas Dan Umur