Pemeriksa Tumbur Boy Fernando dan Iyah Icelse
Tanggal 12 Maret 2025
IDENTITAS KLIEN
Nama An. J C Tanggal Lahir 17 Juli 2012
Jenis Kelamin Laki-Laki Riwayat Kelahiran Diagnosa
dokter
Belum ditentukan Latihan 1 Jam/hari; 2x seminggu Alamat Rumah Jl. Teluk Indah Blok O
Teluk Gong, Jakarta Utara
Sekolah SD Miracle School
Keluhan Utama :
Anak belum mampu berlari dengan seimbang
RIWAYAT KANDUNGAN (PRENATAL)
Umur waktu hamil 30 tahun
Kehamilan yang keberapa Ke 2 Kehamilan yang diinginkan/tidak Diinginkan
Perawatan kehamilan USG
Rutin kontrol atau tidak Rutin
Ke dokter, bidan Dokter
Minum obat tertentu Tidak
Adanya kelainan selama kehamilan Tidak ada
RIWAYAT KELAHIRAN (NATAL) Lahir cukup bulan/tidak Cukup Bulan
Spontan atau dibantu Dibantu Ada kesulitan pada waktu lahir
(lama/cepat) Cepat
Dimana melahirkannya Rumah Sakit
Berat badan lahir 4,1
Langsung menangis atau tidak Langsung Mnenangis Ada kelainan atau tidak Tidak ada Kelainan
APGAR SCORE 10
RIWAYAT SETELAH KELAHIRAN (POST NATAL)
Adakah trauma Tidak ada
Panas Umur 2 tahun pernah panas ringan
Kejang Tidak
Penyakit lain Tidak
RIWAYAT IMUNISASI
BCG Usia 3 hari
DPT Usia 2 bulan
Campak Usia 9 bulan
Polio Usia 2 bulan
Hepatis B Usia 7 hari
MILESTONE (USIA) Mengangkat kepala Mampu (12 maret 2024)
Berguling Mampu (12 maret 2024)
Tengkurap Mampu (12 maret 2024)
Duduk Mampu (12 maret 2024)
Merangkak Mampu (12 maret 2024)
Berdiri di lutut Mampu (12 maret 2024)
Berdiri Mampu (12 maret 2024)
Berjalan Mampu (12 maret 2024)
Berlari Mampu (12 maret 2024)
Melompat Mampu (12 maret 2024)
KOMUNIKASI
Ada tidak komunikasi Anak belum mampu berkomunikasi secara non verbal Dapat dengan isyarat Anak menggunakan isyarat “menepis tangan” ketika tidak
suka atau tidak senang
Dapat bicara patah-patah dimengerti Anak menegeluarkan suara secara tidak jelas Dapat bicara lancar Anak belum mampu berbicara dengan lancar
A.D.L
Toileting Mampu
Makan Mampu
Minum Mampu
Berpakaian (Berdandan) Mampu
Memasang Alas Kaki Mampu
Mandi Mampu
Berpindah Tempat Mampu
GAMBARAN TEMPRAMEN ANAK
Mood Positif
Mood anak menjadi positif dan tertawa ketika latihan menggunakan bola
Mudah Beradaptasi
Mudah beradaptasi, anak dapat beradaptasi dengan lingkungan terapi dan orang-orang tanpa menangis
Cenderung Bereaksi NegatifAnak menepis orang yang tidak disukainya
Cenderung Agresif
Anak tidak bersifat agresif saat melakukan terapi
Kurang Kontrol DiriAnak marah saat sesi terapi berlangsung terutama
saat diperiksa
Lamban Dalam MenerimaPengalaman Baru.
Anak cepat menerma pengalamaan baru, anak cepat mengerti ketika mendapatkan program baru
Beraktivitas Lamban
Anak beraktivitas dengan normal
Agak Negatif
Anak tidak suka dipegang ketika sedang marah
Lambat BeradaptasiAnak tidak lambat dalam beradaptasi
Intensitas Mood Yang Rendah.
Anak senang ketika terapi bermain dan tidak memiliki intensitas mood yang rendah
GAMBARAN TONUS POSTURAL (Ashworth-scale) 0 = Tidak ada peningkatan tonus Anak tidak memiliki spastisitas 1 = Sedikit peningkatan tonus
2 = Peningkatan tonus, ada perubahan LGS, tetapi masih mudah digerakan
3 = Peningkatan tonus yang sangat, gerak pasif sulit dilakukan 4 = Rigid pada gerakan fleksi/
ekstensi
GAMBARAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS
Fungsi bermain Anak memiliki fungsi bermain yang baik
Melihat objek
Anak mampu melihat objek yang ditunjuk oleh terapis
Mendengar suaraAnak merespon ketika dipanggil namanya
Meraih
Anak dapat meraih botol minum yang diberikan terapis
Memegang
Anak dapat memegang objek-objek yang diberikan terapis dengan baik dan kuat
Menulis
Anak belum mampu menulis
Menjepit
Anak mampu menjepit benda dengan baik
Melempar
Anak mampu melempar bola dengan baik
Menangkap
Aanak mampu menangkap bola dengan baik
Menggunting
Anak belum mampu menggunting
Memukul Anak dapat memukul namun masih sering salah sasaran
PEMERIKSAAN UMUM Vital Sign :
Tekanan Darah 120/80 mm Hg
Denyut Nadi 62 x/menit
Pernapasan
22x/menit
Temperatur 36,5 °
Tinggi Badan 145 cm
Berat Badan Tidak dilakukan
Tingkat Kesadaran Compos mentis Inspeksi :
Inspeksi statis Kaki anak berbentuk X (valgus) dan flat foot dan berdiri dengan posisi ankle eversi dan dorso fleksi
Inspeksi Dinamis Anak berjalan dan berlari dengan menapak pada sisi medial dan pola jalan trendelenberg gait, serta tidak ada fase heel strike
Palpasi Tulang navicular tungkai kiri lebih naik daripada tungkai kanan, tidak terdapat nyeri tekan dan tightness pada otot
Perkusi Tidak dilakukan
Auskultasi Tidak dilakukan
PEMERIKSAAN FISIK Kepala :
Bentuk Bulat
Lingkar Kepala(cm) 46 cm Mata: strabismus /tidak Tidak ada Telinga : deafness /tidak Tidak ada Mulut: drooling Tidak ada Lesi saraf kepala yang lain Tidak ada Leher :
Kontrol leher : Bagus/Tidak Leher cenderung condong ke kanan
Torticolis Tidak ada
Deformitas yang lain Tidak ada Punggung :
Kontrol trunk : Bagus/Tidak Bagus
Dada Normal
Scoliosis, kyphosis, lordodis Skoliosis
Spina bifida Tidak ada
Deformitas yang lain Tidak ada Panggul:
Bentuk Asimetris
Kontraktur Hamstring
Tes khusus :
Thomas test Tidak dilakukan
Trendelenburg test Tidak dilakukan Stahell test, Tidak dilakukan Galleazi test Tidak dilakukan
ROM Extremitas bawah: Kanan Kiri Fleksi Hip 0°-120° 0°-120°
Ekstensi Hip 0°-10° 0°-10°
Abduksi Hip 0°-30° 0°-30°
Adduksi Hip 0°-30° 0°-30°
Endorotasi hip 0°-30° 0° -30°
Eksorotasi hip 0°-30 ° 0° -30°
Fleksi knee 0°-120° 0°-120°
Ekstensi knee 0° 0°
Dorsi fleksi ankle 0° -25° 0°-25°
Plantar fleksi ankle 0°-10° 0°-10°
Inversi ankle 0°-10° 0°-10°
Eversi ankle 0°-20° 0°-20°
Ekstremitas atas (Perbandingan kanan dan kiri) :
Deformitas Tidak ada
Tonus Normal
Laxity Terdapat joint laxity
Kontraktur Tidak ada
Menggenggam ibu jari Mampu menggenggam ibu jari
Tes menggenggam Anak dapat menggenggam tangan terapis
ROM Tidak ada keterbatasan ROM
Reflek fisiologi :
Biceps Ada
Triceps, Ada
dll.
Reflek Patologi:
Tidak dilakukan Ekstremitas Bawah (Perbandingan kanan dan kiri):
Tonus Kiri lebih hipertonus dibandingkan kanan
Laxity Tidak ada
Reflek Fisiologi:
patella Ada
Achilles Ada
Reflek Patologi:
Babinski Tidak ada
Clonus Tidak ada
Panjang Tungkai Kanan = 69 cm Kiri = 67 cm
Deformitas Tidak ada
PEMERIKSAAN KHUSUS
Keseimbangan Keseimbangan anak saat duduk bagus, tidak goyang ketika diberi dorongan dari segala arah. Namun mudah goyah saat diberi dorongan di posisi berdiri dan berjalan Jalan Anak berjalan dengan pola jalan trendelenberg gait Duduk Anak duduk dengan posisi membungkuk dengan kaki
bersila
Berdiri Anak berdiri dengan menapak pada sisi medial dan cenderung eversi
PEMERIKSAAN REFLEK
ATNR Negatif
STNR Negatif
Neck righting reflex Negatif
Moro reflex Negatif
Parachute reaction Negatif
Foot placement reaction Negatif
Extensor thrust Negatif
PSIKOSOSIAL Berkomunikasi
Anak dapat
berkomunikasi secara non verbal
Ekspresi Diri
Anak berekspresi sesuai
keadaan (senang ketika
diajak bermain, marah-
marah ketika diganggu, menangis ketika sesi terapi yang sulit)
Bermain
Anak mampu bermain
Pemecahan masalah Anak belum mampu
memecahkan masalah yang dihadapinya
Belajar Anak cepat belajar, mampu mendengar instruksi dan melakukan perintah degan baik
Proteksi diri Anak tidak takut bahaya dan kurang terhadap proteksi diri
Pergaulan
Anak senang saat bermain dengan terapis, aktif dan tidak murung
GAMBARAN KETIDAKMAMPUAN ANAK Anak belum mampu berjalan dengan pola
jalan yang benar
Gangguan koordinasi motorik kaki dan tangan yang buruk
Anak belum mampu berdiri dengan menapak pada seluruh sisi telapak kaki cenderung ke sisi eversi
Terdapat kontraktur pada tungkai kiri anak
Gangguan koordinasi tangan dan kaki Terdapat flat foot pada tungkai kiri anak Postur kaki berbentuk X
Gangguan fungsional berlari dengan seimbangGangguan fungsional berjalan dengan
seimbang
Keterbatasan gerak plantar fleksi dan inversi bilateral URUTAN MASALAH BERDASARKAN PRIORITAS
1. Gangguan postur kaki berbentuk X (valgus) 2. Tidak ada fase heel strike saat berjalan 3. Kontraktur pada tungkai bawah kiri 4. Flat foot kaki bilateral
5. Posisi menapak cenderung dorso fleksi-eversi dan dominan menapak pada sisi medial pergelangan kaki
6. Keterbatasan gerak plantar fleksi dan inversi bilateral
7. Kontrol terhadap koordinasi motorik tangan dan kaki yang buruk 8. Gangguan keseimbangan berjalan
9. Gangguan keseimbangan berlari
10. Gangguan fungsional pola jalan yang benar
DIAGNOSA FISIOTERAPI
Adanya gangguan fungsional berjalan dan berlari dengan seimbang akibat flat foot dan pola jalan yang salah sehubungan dengan pes plannus
RENCANA PROGRAM FISIOTERAPI Tujuan Jangka Pendek:
1. Mengurangi kontraktur tungkai kiri 2. Meningkatkan lingkup gerak sendi ankle 3. Meningkatkan celah arcus kaki
4. Menapak dengan seluruh bagian telapak kaki dan berdiri dengan posisi normal 5. Meningkatkan kontrol postural
6. Melakukan pola jalan dengan benar
Tujuan Jangka Panjang:
Anak dapat berjalan dengan seimbang
RENCANA INTERVENSI FISIOTERAPI 1. Stretching
Tujuan: Mengurangi kontrakur pada esktremitas bawah Dosis Latihan:
F: 2 x seminggu I: Hold 10 detik T: Static Exercise T: 5 Menit
2. Latihan Manual Mobilization
Tujuan: Meningkatkan LGS ankle bilateral Dosis Latihan:
F: 2 x seminggu I: 5x osilasi tiap grade T: Static Exercise T: 10 Menit 3. Latihan Proprioceptif
Berjalan menggunakan dua spons balok dengan membawa jepitan baju
Tujuan : untuk meningkatkan kekuatan otot tungkai kaki
Dosis Latihan:
F: 2x seminggu
I: Panjang lintasan 1 meter T: Dynamic Exercise T: 15 Menit
R: 10 x repetisi
4. Latihan Vestibular
Berjalan melewati celah-celah papan dengan papan tidak boleh terjatuh sambil membawa puzzle Tujuan : Untuk meningkatkan keseimbangan berjalan
Dosis Latihan:
F: 2 x seminggu
I: Panjang papan (1 meter) T: Dynamic exercise T: 15 menit
R: 10 x repetisi 5. Latihan Koordinasi
Menggiring bola tennis melewati balok dengan membawa gelang Tujuan : Untuk meningkatkatkan koordinasi dan fokus saat menggring bola
Dosis Latihan:
F: 2 x seminggu
I: Panjang lintasan 1 meter dengan rintangan 4 balok
T: Dynamic exercise T: 15 menit
R: 10 x repetisi
PELAKSANAAN 1. Latihan Stretching
Dimulai dengan posisi tidur terlentang secara pasif terapis mengulur otot gastrocnemius dan tibialis anterior, lalu dilanjutkan ke otot hamstring dan gluteus maximus. Lalu anak diarahkan tidur
tengkurap, setelah itu secara pasif dilanjutkan dengan mengulur otot quadriceps dan otot illiopsoas.
Setiap penguluran otot di tahan selama 10 detik kemudian release 2. Latihan manual mobilization ankle
Anak dalam posisi tidur terkentang. Terapi melakukan manual mobilisasi pada sendi ankle untuk meningkatkan LGS ankle pada anak. Mobilisasi yang diberikan dimulai dari grade I- grade IV. Tiap grade dilakukan osilasi sebanyak 5 x osilasi
3. Latihan Vestibular
Anak diinstruksikan untuk berjalan melewati 4 pasang papan yang dibuat menjadi 2 jalur.
Anak harus melewati celah papan dengan membawa keping puzzle yang diberikan terapis untuk dipasang di papan puzzle dan kembali lagi untuk mengambil keping puzzle yang lain melewati papan yang sama. Papan tidak boleh terjatuh, apabila terjatuh anak harus
mengulang lagi dari jalur start. Ulangi sebanyak 10 x repetisi. Setelah aktivitas selesai dilakukan, istirahatkan anak selama 2 menit.
4. Latihan Koordinasi
Anak diinstruksikan menggiring bola melewati 4 buah balok dengan membawa gelang ke ujung lintasan lalu kembali lagi melewati balok untuk mengambil gelang yang baru. Ulangi sebanyak 10 x repetisi. Setelah aktivitas selesai dilakukan, istirahatkan anak selama 2 menit.
5. Latihan Propioceptif
Anak diinstruksikan berjalan menggunakan dua spons balok membawa jepitan baju dengan cara menyeret balok spons menggunakan kaki ke ujung lintasan dan kembali lagi untuk mengambil jepitan baju yang baru. Apabila anak terjatuh dari balok spons anak harus mengulang lagi dari jalur start. Ulangi sebanyak 10 x repetisi. Setelah aktivitas selesai dilakukan, istirahatkan anak selama 2 menit.
No Objek Ukur Alat Ukur Sebelum
(12 maret 2024)
Sesudah (18 maret 2024)
1. Panjang tungkai Midline Kanan : 69 cm
Kiri: 67 cm
Kanan: 69 cm Kiri: 67 cm
4. LGS ankle Goniometer Gerakan = kanan/kiri
Dorsi fleksi = 0°-25°/0°- 25°
Plantar fleksi = 0-10°/0- 10°
Inversi = 0°-10°/0°-10°
Eversi = 0°-20°/0°-20°
Gerakan = kanan/kiri Dorsi fleksi = 0°-25°/0°-
25°
Plantar fleksi = 0-15°/0- 15°
Inversi = 0°-10°/0°-10°
Eversi = 0°-20°/0°-20
5. Flat foot Goniometer Tungkai kanan = 15°
Tungkai kiri = 10°
Tungkai kanan = 15°
Tungkai kiri = 10°
6. Keseimbangan
berjalan
Pediatric Balance Scale 45 47
HOME PROGRAM
Latihan meremas handuk menggunakan jari kaki Latihan berjalan dengan patokan 1 garis linear lurus Latihan peregangan tendon achiles menggunakan
handuk
Latiahan berjalan dengan menggiring bola kasti menggunakan pergelangan kaki
Latihan menapak dengan menekan roller Latihan berjinjit
Latihan mengambil bola kasti dengan pergelangan kaki
Catatan :
1. ………
………
………
………
2. ………
………
………
………
Jakarta 26 Maret 2025
(Indah Septiana, Ftr)