ANALISIS KINERJA KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH AKUISISI DAN MERGER PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEI
(BURSA EFEK INDONESIA) PERIODE 2010 – 2020
SKRIPSI
Oleh:
NURUL ANISSA NPM : 188320116
PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MEDAN AREA MEDAN
2023
ANALISIS KINERJA KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH AKUISISI DAN MERGER PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEI
(BURSA EFEK INDONESIA) PERIODE 2010 – 2020
SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana di Fakultas Ekonomi Dan Bisnis
Universtias Medan Area
OLEH : NURUL ANISSA
188320116
PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MEDAN AREA MEDAN
2023
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Medan, Sumatera Utara pada tanggal 05 Agustus 2000 yang merupakan anak dari Bapak Abdul Qahar dan Ibu Indriarti. Penulis merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Pada tahun 2012 penulis lulus dari SD Kemala Bhayangkari 1 Medan, tahun 2015 lulus dari SMP Kartika Jaya I-1 Medan, dan pada tahun 2018 lulus dari SMK Panca Budi Medan. Dan pada tahun 2018 penulis melanjutkan pendidikan tinggi swasta, yaitu di Universitas Medan Area pada program studi Manajemen. Selama perkuliahan penulis mengikuti kelas regular di pagi hari.
i
ABSTRACT
An Acquisition is a take over part or all of the shares of another company so that the acquiring company has control rights over the target company. Meanwhile, a merger is a merger of two or more companies into one force to strengthen the company's position.
This study was conducted to examine the effect of mergers and acquisitions on the financial performance of companies listed on the Indonesia Stock Exchange.
Assessment of financial performance is measured using financial ratios, namely:
Current Ratio (CR), Return On Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Debt Equity (DR), Debt to Equity Ratio (DER). This study uses a population of all companies that carry out mergers and acquisitions in the 2010-2020 period. The sample in this study consisted of 97 companies that carried out mergers and acquisitions listed on the IDX. Ratio data obtained from IDN Financials. The analysis used to test the research hypothesis is quantitative analysis with statistical methods using the data normality test, Paired Sample T Test and Wilcoxon Signed Rank Test.
The results of the Paired Sample T Test and the Wilcoxon Signed Rank Test show that there is no significant difference for all financial ratios after mergers and acquisitions in the observation and testing period. These results indicate that mergers and acquisitions do not provide a significant difference or improvement in the financial performance of the company.
Key Word : Mergers and acquisitions, Financial Performance, Financial Ratios, Paired Sample T Test
ii
ABSTRACK
Akuisisi merupakan pengambil-alihan (take over) sebagian atau seluruh saham perusahaan lain sehingga perusahaan pengakuisisi memiliki hak kendali atas perusahaan target. Sedangkan, Merger merupakan penggabungan dua atau lebih perusahaan menjadi satu kekuatan untuk memperkuat posisi perusahaan.
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh dari merger dan akuisisi terhadap kinerja keuangan perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia.
Penilaian kinerja keuangan diukur dengan menggunakan rasio-rasio keuangan, yaitu: Current Ratio (CR), Return On Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Debt Equity (DR), Debt to Equity Ratio (DER). Penelitian ini menggunakan populasi dari semua perusahaan yang melakukan merger dan akuisisi pada periode 2010-2020. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 97 perusahaan yang melakukan merger dan akuisisi yang terdaftar di BEI. Data rasio diperoleh dari IDN Financials. Analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan metode statistik dengan menggunakan uji normalitas data, Paired Sample T Test dan Wilcoxon Signed Rank Test.
Hasil dari pengujian Paired Sample T Test dan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan untuk semua rasio keuangan setelah merger dan akuisisi pada periode pengamatan dan pengujian.
Hasil ini mengindikasikan bahwa merger dan akuisisi tidak memberikan perbedaan atau perbaikan yang signifikan pada kinerja keuangan dari perusahaan.
Kata Kunci: Merger dan akuisisi, Kinerja Keuangan, Rasio Keuangan, Paired Sample T Test
iii
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan segala puja dan puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Analisis Kinerja Keuangan Sebelum dan Setelah Melakukan Akuisisi dan Merger pada Perusahaan yang Terdaftar pada Bursa Efek Indonesia Periode 2010 – 2020”.
Skripsi merupakan salah satu syarat yang wajib di tempuh pada Program Studi S1 Manajemen Universitas Medan Area. Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak mungkin terselesaikan tanpa adanya bantuan, dukungan, bimbingan, dan arahan dari berbagai pihak selama penyusunan skripsi ini berlangsung. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih banyak dengan setulus hati kepada:
1. Bapak Ahmad Rafiki, BBA (Hons), MMgt, Ph.D, CIMA, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Medan Area.
2. Ibu Sari Nuzullina R, SE, Ak, M. Acc, selaku Wakil Dekan Bidang Pendidikan Universitas Medan Area.
3. Ibu Nindya Yunita, S.Pd, M, Si, selaku Ketua Program Studi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Medan Area.
4. Ibu Dr. Lailan Tawila Berampu, selaku dosen pembimbing yang telah senantiasa membimbing dan memberi arahan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan baik.
5. Bapak Teddi Pribadi, SE, MM, selaku dosen pembanding yang telah membantu dalam proses pengerjaan skripsi.
iv 6. Ibu Khairunnisak, SM, MM, selaku sekretaris Tim Pembimbing.
7. Bapak dan Ibu dosen Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Medan Area yang telah memberikan ilmu pengetahuan selama duduk dibangku kuliah.
8. Kepada kedua orang tua saya Abdul Qahar dan Indriarti yang telah memperjuangkan penulis untuk sampai pada saat ini.
9. Kepada kakak saya Juniatika Indah Utami yang turut memberi dukungan dan telah membantu saya dalam menyelesaikan skripsi saya ini.
10. Kepada teman-teman saya Sasty, Raihan Manthey, Asyifa Luthfi, Yanda yang telah memberi dukungan dalam menyelesaikan skripsi saya ini.
Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan semua pihak yang telah membantu dan penulis berharap skripsi ini bermanfaat bagi pihak-pihak yang membaca dan yang membutuhkannya.
Medan, 13 September 2023 Peneliti
Nurul Anissa
v
DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRACT ... i
ABSTRACK ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL ... vii
DAFTAR GAMBAR ... viii
BAB I. PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang... 1
1.2. Rumusan Masalah ... 4
1.3. Tujuan Penelitian ... 5
1.4. Hipotesis ... 5
1.5. Manfaat Penelitian ... 6
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ... 7
2.1. Landasan Teori ... 7
2.1.1. Pengertian Akuisisi dan Merger ... 7
2.1.2. Motif Akuisisi dan Merger ... 9
2.1.3. Manfaat Akuisisi dan Merger... 12
2.1.4. Alasan Perusahaan Melakukan Merger dan Akuisisi... 13
2.1.5. Tahapan Melakukan Meger dan Akuisisi ... 15
2.1.6. Kinerja Keuangan... 17
2.2. Penelitian Terdahulu ... 19
2.3. Kerangka Pemikiran ... 24
BAB III. METODE PENELITIAN ... 25
3.1. Waktu dan Tempat Penelitian ... 25
3.2. Populasi dan Sampel ... 25
3.3. Definisi Operasional Variabel ... 29
vi
3.4. Jenis dan Sumber Data ... 30
3.5. Teknik Analisis Data ... 30
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 32
4.1. Hasil ... 32
4.1.1. Statistik Deskriptif ... 32
4.1.2. Hasil Pengujian ... 37
4.2. Pembahasan ... 43
4.2.1. Kinerja Keuangan Perusahaan Sebelum dan Sesudah ... 43
4.2.2. Ketidaksignifikanan Perusahaan Sebelum dan Sesudah Akuisisi dan Merger……….48
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ... 50
5.1. Kesimpulan ... 50
5.2. Saran ... 51
DAFTAR PUSTAKA ... 52
LAMPIRAN ... 54
vii
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1. Faktor Penyebab Merger dan Akuisisi………..3
Tabel 2.1. Hasil Penelitian Terlebih Dahulu………..15
Tabel 3.1. Waktu Penelitian………...18
Tabel 3.2. Daftar Perusahaan Sampel………19
Tabel 3.3. Definisi Operasional Variabel………...22
Tabel 4.1. Statistik Deskriptif………26
Tabel 4.2. Hasil Uji Normalitas Perusahaan Sebelum Merger dan Akuisisi…….30
Tabel 4.3. Hasil Uji Normalitas Perusahaan Setelah Merger dan Akuisisi……...31
Tabel 4.4. Hasil Wilcoxon Signed Test Perusahaan 11 Tahun Sebelum Merger dan Sesudah Merger……… 33
Tabel 4.5. Hasil Test Statistic Wilcoxon Signed Test Perusahaan 11 Tahun Sebelum Merger dan Sesudah Merger………. 34
viii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.2. Bagan Kerangka
Pemikiran………
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Sebuah perusahaan didirikan bertujuan untuk mengoptimalkan nilai perusahaan serta kemakmuran para pemegang saham. Di era globalisasi dan persaingan bebas menuntut para pendiri perusahaan untuk senantiasa meningkatkan strateginya agar dapat bertahan hidup, berkembang dan berdaya saing. Strategi bersaing ialah usaha untuk meningkatkan perusahaan untuk mencapai tujuan jangka panjang perusahaan atau disebut juga strategi perkembangan.
Salah satu dari strategi bisnis untuk menguasai pasar yang bukan hanya menyurutkan jumlah pesaing tetapi juga dianggap sebagai cara cepat mengembangkan usaha ialah dengan melakukan akuisisi. Akan tetapi, strategi ini penting dilakukan dengan hati-hati supaya tidak menyebabkan monopoli dan dianggap melanggar hukum persaingan (Dewata, 2017)
Karena di Indonesia sudah terdapat Peraturan Pemerintah (PP) No.
57/2010 tentang penggabungan atau peleburan badan usaha dan pengambil alihan saham yang bisa menyebabkan terjadinya praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Peraturan tersebut diawasi oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang mewajibkan setiap pelaku usaha yang ingin melakukan merger dan akuisisi untuk berkonsultasi ataupun melapor terlebih dahulu. KPPU menegaskan bahwa mereka tidak anti terhadap merger
2 dan akuisisi, karena secara ekonomi berdampak positif untuk tujuan efisiensi (Kaylani, 2010)
Merger dan akusisi masih sering dipandang sebagai keputusan kontroversial karena memiliki dampak yang sangat dramatis dan kompleks.
Banyak pihak yang dirugikan, sekaligus diuntungkan, dari peristiwa merger dan akuisisi. Dampak yang merugikan bisa kita lihat dari sisi karyawan karena kebijakan ini sering disertai dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang jumlahnya barangkali sangat fantastik.
Para perusahaan memperkirakan pelaksanaan merger dan akuisisi memberi efek positif pada kinerja keuangan perusahaan. Nilai keseluruhan perusahaan setelah merger dan akuisisi akan lebih berdampak besar dari penjumlahan nilai masing-masing perusahaan sebelum merger dan akuisisi. Selain itu, merger dan akuisisi dapat memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan, antara lain efisiensi berupa penurunan biaya produksi, peningkatan keterampilan manajerial, serta peningkatan kemampuan dalam pemasaran.
Pada kegiatan merger dan akuisisi terdapat dua hal paling utama yang harus dipertimbangkan yaitu, nilai yang dihasilkan dari kegiatan merger dan akuisisi serta manakah pihak-pihak yang paling diuntungkan dari kegiatan tersebut. Dengan dilaksanakannya merger dan akuisisi diharapkan akan menghasilkan sinergi sehingga nilai perusahaan akan meningkat. Sedangkan bila mana menyangkut pihak yang paling diuntungkan dari kegiatan tersebut, banyak peneliti belum sepakat. Ada beberapa yang berpendapat, pemegang saham
3 perusahaan target selalu diuntungkan dan pemegang saham perusahaan yang melakukan.
Penelitian ini dibuat untuk meneliti perusahaan yang melakukan merger dan akuisisi. Karena diharapkan merger dan akuisisi memberi sinergi bagi perusahaan dan meningkatkan kinerja perusahaan. Disamping itu mengenai pengaruh merger dan akuisisi terhadap kinerja keuangan dalam jangka panjang, dengan pertimbangan bahwa sinergi yang diharapkan terjadi dalam jangka panjang. Tentunya merger dan akuisisi dilakukan ada penyebabnya dari masing-masing perusahaan, dibawah ini merupakan tabel faktor penyebab dari perusahaan yang melakukan merger dan akuisisi dari tahun 2010-2020:
Tabel 1. 1.
Faktor Penyebab Merger dan Akuisisi
NO Uraian Jumlah Persentase (%)
1. Profitabilitas perusahaan
13 43%
2. Meningkatkan usaha di bidang tambang, batu bara, minyak dan gas
6 20%
3. Untuk memenuhi kebetuhan proyek dan properti
5 17%
4. Meningkatkan di bidang automotif
2 7%
5. Meningkatkan di bidang agribisnis
2 7%
6. Memperluas ekspansi perusahaan
2 7%
TOTAL 30
Sumber: Hasil Prasurvey (2021)
Dapat dilihat pada Tabel 1.1, bahwasanya faktor penyebab perusahaan melakukan merger dan akuisisi paling banyak disebabkan karena faktor ingin
4 meningkatkan profitabilitas perusahaan, kemudian untuk memenuhi kebutuhan dari berbegai keperluan masing-masing perusahaan.
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah objek dari penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang melakukan akuisisi dan merger yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia pada periode 2010 -2020.
Peneliti tertarik mengangkat judul ini dikarenakan untuk melanjutkan analisis yang sebelumnya yang menganalisis kinerja keuangan sebelum dan sesudah akuisisi dan merger yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian tersebut maka, peneliti tertarik untuk meneliti kembali yaitu mengenai bagaimana pengaruh akuisisi dan merger terhadap kinerja keuangan perusahaan dilihat dari rasio profitabilitas, aktivitas, likuiditas, solvabilitas. Berdasarkan pada penelitian terdahulu terdapat perbedaan untuk menganalisis mengenai pengaruh merger dan akuisisi.
Beberapa peneliti menyebutkan adanya sinergi dan beberapa peneliti menyebutkan tidak adanya sinergi, sinergi tersebut dapat dilihat dari kinerja keuangan perusahaan. Dilihat dari beberapa penelitian terdahulu yang tidak konsisten maka dihasilkan pertanyaan dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah terjadi perubahaan kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah merger dan akuisisi dengan dilihat dari rasio profitabilitas, aktivitas, likuiditas, dan solvabilitas?
2. Apakah terjadi sinergi dari kedua perusahaan setelah melakukan merger dan akuisisi?
5 1.3. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian yang dilakukan di sini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui apakah terjadi perubahaan kinerja keuangan pada perusahaan yang sebelum dan sesudah melakukan merger dan akuisisi pada perusahaan yang terdaftar di BEI pada periode 2010- 2020.
2. Untuk mengetahui apakah terjadi perbedaan kinerja keuangan sebelum dan sesudah dilakukannya merger dan akuisisi dilihat dari rasio profitabilitas, aktivitas, likuiditas, dan solvabilitas.
3. Untuk meneruskan dan memastikan dari penelitian yang terdahulu apakah perusahaan mengalami keuntungan atau kerugiaan dari dilakukannya akuisisi dan merger.
1.4. Hipotesis
Hipotesis dalam penelitian ini ialah jawaban sementara dari rumusan masalah pada suatu penelitian. Untuk menjawab perumusan masalah yang telah dipaparkan sebelumnya, maka hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
H1 : Terdapat perbedaan kinerja keuangan yang di ukur dengan rasio likuiditas sebelum dan sesudah merger dan akuisisi.
H2 : Terdapat perbedaan kinerja keuangan yang di ukur dengan rasio aktvitas sebelum dan sesudah merger dan akuisisi.
6 H3 : Terdapat perbedaan kinerja keuangan yang di ukur dengan rasio solvabilitas sebelum dan sesudah merger dan akuisisi.
H4 : Terdapat perbedaan kinerja keuangan yang di ukur dengan rasio profitabilitas sebelum dan sesudah merger dan akuisisi.
1.5. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kegunaan dan manfaat antara lain sebagai berikut :
1. Bagi perusahaan (Emiten), sebagai suatu informasi, yang digunakan untuk menentukan strategi dalam pelaksanakan merger dan akuisisi atau sebagai salah satu bahan pertimbanagan dalam menentukan kebijakan yang akan digunakan ketika perusahaan perlu melakukan merger ataupun akuisisi.
2. Bagi Investor, sebagai sumber informasi yang dapat digunakan sebagai kajian tentang pengaruh ekonomis atas keputusan merger dan akuisisi.
3. Bagi penelitian selanjutnya memberikan kajian dan pengetahuan kepada para akademisi mengenai permasalahan yang mungkin akan dihadapi saat melakukan merger dan akuisisi.
7
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Landasan Teori
2.1.1. Pengertian Akuisisi dan Merger
Akuisisi berasal dari kata acquisity atau acquisition. Akuisisi ialah pengambilalihan suatu industri oleh industri lain dengan senantiasa mempertahankan identitas industri yang diambil alih (Sitanggang, 2013).
Akuisisi berbeda dengan merger sebab akuisisi tidak menimbulkan pihak lain bubar selaku entitas hukum. Perusahaan-perusahaan yang ikut serta dalam akuisisi yuridis masih senantiasa berdiri serta beroperasi secara independen namun sudah terjadi pengalihan oleh pihak pengakuisisi. (Moin, 2010)
Merger berasal dari bahasa latin “mergerer” yang berarti bergabung, bersama, menyatu, berkombinasi, menyebabkan hilangnya identitas karena terserap atau tertelan sesuatu. Merger biasa digunakan dalam perusahaan sebagai proses penggabungan suatu perusahaan atau usaha. Merger bisa dilakukan baik secara internal ataupun eksternal. Merger internal terjadi ketika sasaran perusahaan berada dalam satu kepimilikan grup yang sama sebaliknya merger eksternal, terjadi ketika perusahaan sasaran berada dalam grup kepemilikan yang berbeda. Menurut (Manurung, 2011) merger terdiri dari beberapa tipe, yaitu:
1. Merger Horizontal
Merger horizontal merupakan penggabungan beberapa perusahaan yang berjenis industri yang sama, sebelum dilakukan merger perusahaan sama-sama bersaing dalam satu bidang industri ataupun
8 pasar yang sama. Keuntungan dari adanya merger horizontal ini dapat mengurangi banyaknya pesaing.
2. Merger Vertikal
Merger vertikal merupakan gabungan dua atau lebih perusahaan yang melibatkan beberapa perusahaan-perusahaan yang berkaitan dalam satu rangkaian proses produksi. Perusahaan-perusahaan yang tergabung tidak memiliki bidang industri yang sama tetapi saling berkaitan. Merger ini dilakukan oleh perusahaan dengan tujuan untuk mengintegrasikan usahanya terhadap suplai bahan dalam rangka stabilitas pasokan atau pengguna.
3. Merger Konglomerat
Merger konglomerat merupakan gabungan dua atau lebih perusahaan yang jenis usahanya tidak sama dan tidak ada sangkut pautnya. Merger konglomerat ini dilaksanakan untuk memperluas bisnisnya dengan memasuki bidang bisnis baru yang berbeda dengan bisnis yang dimiliki sebelumnya dengan tujuan nantinya akan membentuk sebuah konglomerasi.
4. Merger Ekstensi Pasar
Merger ekstensi merupakan penggabungan usaha yang dilakukan beberapa perusahaan untuk memperkuat area pemasaran. Tujuan dari merger ini adalah memperkuat jaringan pemasaran, merger jenis ini
sering digunakan perusahaan lintas negara dengan tujuan untuk ekspansi dan penetrasi pasar.
9 5. Merger Ekstensi Produk
Merger ekstensi produk adalah bergabungannya dua atau lebih perusahaan dalam rangka memperluas produk masing-masing perusahaan, kedua perusahaan yang bergabung mempunyai kemiripan dalam industri yang digeluti perushaan, setelah merger dilakukan maka produk yang ditawarkan semakin beragam sehingga lebih banyak menjangkau konsumen.
2.1.2. Motif Akuisisi dan Merger
Pada umumnya terdapat beberapa motif yang menyebabkan suatu perusahaan melakukan merger dan akuisisi, diantaranya :
1. Motif Ekonomi
Makna dari tujuan perusahaan, bila ditinjau dari perspektif manajemen keuangan ialah seberapa besar perusahaan mampu menciptakan nilai (value creation) untuk perusahaan dan untuk investor. Merger dan akusisi mempunyai motif ekonomi yang tujuan jangka panjangnya ialah mencapai pengembangan nilai tersebut. Oleh sebab itu, seluruh aktivitas dan keputusan yang diputuskan oleh perusahaan harus diarahkan mencapai tujuan ini. Penerapan program yang dilakukan oleh perusahaan harus melewati langkah-langkah yang konkrit misalnya melalui efisiensi produksi, kenaikan penjualan, pemberdayaan dan kenaikan produktivitas sumder daya manusia.
Disamping itu dalam motif ekonomi merger dan akuisisi yang lain meliputi :
10 a. Menyusutkan waktu, biaya dan risiko kegagalan memasuki pasar baru.
b. Mengakses reputasi teknologi, produk dan merek dagang.
c. Mendapat individu-individu sumber daya manusia yang profesional.
d. Membangun kekuatan pasar.
e. Meningkatkan pangsa pasar.
f. Mengurangi persaingan.
g. Melajukan pertumbuhan.
h. Memantapkan cash flow dan keuntungan.
2. Motif Sinergi
Sinergi yakni nilai keseluruhan perusahaan setelah merger dan akuisisi yang lebih besar daripada penjumlahan nilai masing-masing perusahaan sebelum merger dan akuisisi. Sinergi dibuat melalui kombinasi aktivitas secara simultan dari kekuatan atau lebih elemen- elemen perusahaan yang bergabung sedemikian rupa sehingga gabungan aktivitas tersebut menghasilkan efek yang lebih besar dibandingkan dengan penjumlahan aktivitas-aktivitas perusahaan jika mereka bekerja sendiri. Gambaran sinergi disajikan berikut ini:
a. Sinergi operasi, terjadi ketika perusahaan hasil kombinasi mencapai efisiensi biaya. Efisiensi ini diraih dengan cara pemanfaatan dengan optimal sumber daya perusahaan.
Sehingga dengan dilakukannya merger ataupun akuisisi yang dilaksanakan perusahaan maka diharapakan perusahaan dapat memasarkan produknya hingga kapasitas penuh.
11 b. Sinergi finansial, dihasilkan pada saat perusahaan hasil merger dan akuisisi mempunyai struktur modal yang kuat dan mampu meneruskan sumber-sumber dana dari luar dengan lebih mudah sehingga biaya modal perusahaan semakin menurun.
c. Sinergi manajerial, didapat ketika terjadi transfer kapabilitas manajerial dan skill dari perusahaan yang satu ke perusahaan lain.
d. Sinergi teknologi, Sinergi teknologi dapat diraih dengan memadukan keunggulan teknik sehingga saling memetik manfaat.
e. Sinergi pemasaran, perusahaan yang melakukan merger dan akuisisi akan mendapat manfaat dari semakin luas dan terbukanya produk, bertambahnya lini produk yang dipasarkan, dan semakin meningkatnya konsumen yang bisa dijangkau.
3. Motif Diversifikasi
Motif diversifikasi wujud untuk mendukung aktivitas bisnis dan operasi perusahaan untuk mengamankan posisi bersaing. Manfaat lain diversifikasi ialah seperti transfer teknologi dan pengalokasian modal, sedangkan kerugian diversifikasi ialah adanya subsidi silang.
4. Motif Non-ekonomi
Kegiatan merger dan akuisisi ada kalanya dilakukan bukan untuk kepentingan ekonomi saja akan tetapi juga untuk kepentingan yang bersifat non-ekonomi, seperti prestise dan ambisi. Motif non-ekonomi dapat berasal dari manajemen perusahaan atau pemilik perusahaan.
12 Hubris Hypothesis mengungkapkan bahwa merger dan akuisisi sematamata didukung oleh motif “ketamakan” dan kepentingan pribadi para eksekutif perusahaan. Ambisi pemilik untuk menguasai berbagai sektor industri. Perusahaan perusahaan tersebut akan membentuk konglomerasi dibawah kendali perusahaan induk.
2.1.3. Manfaat Akuisisi dan Merger
Menurut dari beberapa pedoman manajemen yang ditemukan bahwa terdapat beberapa manfaat yang didapat ketika melakukan aktivitas merger dan akuisisi, diantara nya:
1. Komplementaris
Penggabungan dua perusahaan sejenis atau lebih secara horisontal dapat menghasilkan sinergi dalam berbagai bentuk, misal: peningkatan produk, transfer teknologi, sumber daya manusia yang tangguh, dan sebagainya.
2. Pooling Kekuatan
Para perusahaan yang terlalu kecil untuk memiliki fungsi penting bagi perusahaannya. Misalnya, fungsi research dan development, akan lebih efektif jika bergabung dengan perusahaan lain yang telah mempunyai fungsi tersebut.
3. Mengurangi persaingan
Penggabungan usaha diantara perusahaan sejenis akan menimbulkan adanya pemusatan pengendalian sehingga dapat mengurangi pesaing.
4. Menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan
13 Untuk perusahaan yang mengalami kesulitan likuiditas dan terdesak oleh kreditur, keputusan merger/akuisisi dengan perusahaan yang kuat akan menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan.
Dengan adanya manfaat yang dihasilkan, tentu perlu diperhatikan kemungkinan resiko yang timbul akibat melakukan merger dan akuisisi (David, 2009), yaitu :
1. Seluruh kewajiban masing-masing perusahaan akan menjadi tanggungan perusahaan hasil merger atau akuisisi, termasuk kewajiban pembayaran dan penyerahan produk kepada vendor yang masih terhutang.
2. Beban operasional, terutama dalam jangka pendek, akan semakin meningkat sebagai akibat dari proses penggabungan usaha.
3. Perbedaan budaya (corporate culture), sistem dan prosedur yang diterapkan di masing-masing perusahaan selama ini akan memerlukan penyesuaian dengan waktu yang relatif lama, dan sebagainya.
2.1.4. Alasan Perusahaan Melakukan Merger dan Akuisisi
Beberapa tahun belakangan maraknya perusahaan melakukan merger dan akuisisi dengan memiliki alasan masing-masing. Dari berbagai teori peneliti dapat disimpulkan bahwa alasan diantara perusahaan melakukan merger sebagai berikut:
1. Skala Ekonomi (Economies of Scale)
Dilakukannya merger dan akuisisi, perusahaan bisa mencapai skala operasi yang ekonomis. Maksud dari skala ekonomis adalah skala operasi dengan
14 biaya rata-rata yang rendah. Skala ekonomis tidak hanya dalam artian hanya proses produksi, melainkan dalam bidang pemasaran, personalia, keuangan, tetapi juga bidang administrasi.
2. Memperbaiki Manajemen
Kurang motivasi untuk mencapai profit yang tinggi, kurangnya keberanian untuk mengambil resiko tidak jarang mengakibatkan perusahaan kalah dalam persaingan yang semakin sengit. Dengan melakukan merger/akuisisi dapat mempertahankan karyawannya pada tingkat yang memang dibutuhkan sehingga kemakmuran pemegang saham dapat ditingkatkan.
Selain itu efisiensi dan produktivitas karyawan dapat ditingkatkan, dan perusahaan bisa memperoleh manajer yang profesional dengan cara menggabungkan (membeli) perusahaan lain.
3. Penghematan Pajak
Dari sisi perusahaan yang sedang berkembang, hal ini memiliki manfaat ganda, disamping adanya penghematan pajak juga untuk memanfaatkan dana yang menganggur karena perusahaan yang sedang mengalami pertumbuhan biasanya memiliki surplus kas sehingga beban pajaknya dapat menjadi besar.
4. Diversifikasi
Diversifikasi merupakan pendorong teruntuk perusahaan yang ingin mempunyai jenis usaha yang lebih besar tanpa harus melakukan dari awal.
Dengan diversifikasi maka resiko yang harus dihadapi atas suatu saham dapat dikompensasi oleh saham yang lain dengan demikian resiko secara keseluruhan menjadi lebih kecil.
15 2.1.5. Tahapan Melakukan Meger dan Akuisisi
Dalam aktivitas merger dan akuisisi umumnya perusahaan melewati berbagai proses. Secara umum tahapan-tahapan merger dan akusisi ialah sebagai berikut, pertama perusahaan besar akan menentukan perusahaan target yang akan mereka beli. Kemudian, dilanjutkan dengan sebuah negosiasi yang mana bila negosiasi berjalan dengan lancar akan diikuti dengan pembelian perusahaan target dengan nilai yang sudah disepakati bersama.
Tidak sering suatu perusahaan menawarkan untuk di ambil alih oleh perusahaan lain, kecuali dalam kasus ketika perusahaan tersebut mempunyai masalah / kesulitan keuangan. Menurut (Sartono, 2001) tahapan pertama dalam merger dan akuisisi ialah perusahaan yang akan melakukan pengambilalihan akan mengindentifikasi perusahaan target. Selanjutnya dengan penentuan harga beli yang bersedia dibayarkan. Dalam tahapan selanjutnya manajemen perusahaan pengambilalih akan menghubungi manajemen perusahaan target untuk dilakukan sebuah negosiasi.
Jika kedua perusahaan sepakat maka manajemen perusahaan target akan melakukan pendekatan kepada para pemegang saham untuk meyakinkan mereka bahwa penggabungan perusahaan ini akan membawa keuntungan kepada kedua perusahaan, setelah para pemegang saham setuju maka penggabungan dapat dilaksanakan baik dalam bentuk pembayaran tunai maupun dalam bentuk pembayaran dengan saham perusahaan.
16 Sedangkan menurut (Estanol, 2004) dalam merger terdapat tiga tahapan yaitu :
1. Pre – Merger
Tahap ini ialah kondisi sebelum merger dimana dalam tahap ini, tugas dari seluruh jajaran direksi maupun manajemen kedua atau lebih perusahaan adalah mengumpulkan informasi yang kompeten dan signifikan untuk kepentingan proses merger perusahaan – perusahaan tersebut sehingga dapat terjadi sinergi dari merger yang akan dilakukan.
2. Merger
Apabila perusahaan memutuskan untuk melakukan merger, hal yang harus dilakukan untuk pertama kalinya dalam tahap ini adalah penyesuaian diri dan saling mengintegrasikan diri dengan partner mereka agar dapat terjadi sinergi.
3. Post – Merger
Pada tahapan ini, terdapat beberapa tahap yang harus dilakukan oleh perusahaan. Tahap pertama, perusahaan melakukan restrukturisasi, dimana dalam merger, sering terjadi adanya dualisme kepemimpinan yang akan membawa pengaruh buruk dalam organisasi. Tahap kedua, dengan membangun suatu tradisi baru dimana tradisi atau budaya baru ini merupakan gabungan dari keunggulan kedua budaya perusahaan atau dapat juga merupakan budaya yang sama sekali baru bagi perusahaan. Tahap ketiga, yang diambil ialah melalui cara melancarkan transisi, dimana yang harus dilakukan dalam hal ini adalah dengan membangun suatu kerjasama, dapat berupa tim gabungan ataupun kerjasama mutual.
17 2.1.6. Kinerja Keuangan
Menurut (Fahmi, 2018) kinerja keuangan ialah suatu analisis yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana suatu perusahaan telah melakukan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar.
Kinerja keuangan sebuah perusahaan memperlihatkan kaitan yang cukup erat dengan penilaian mengenai sehat atau tidak sehatnya suatu perusahaan. Maka jika kinerjanya baik, maka baik pula tingkat kesehatan perusahaan tersebut.
Analisis rasio keuangan adalah salah satu sarana utama yang digunakan untuk menganalisis keuangan suatu perusahaan, dengan analisis ini dapat dipakai untuk menjawab berbagai pertanyaan tentang kondisi kinerja keuangan suatu perusahaan. Dalam penelitian ini rasio keuangan yang digunakan yaitu rasio likuiditas dilihat dari current ratio, rasio aktivitas dilihat dari return on equity rasio profitabilitas dilihat dari return on asset, serta rasio solvabilitas dilihat dari debt ratio dan debt to equity ratio.
1. Current Ratio (CR)
Rasio ini untuk mengetahui seberapa kemampuan perusahaan dalam membayar utang lancar dengan aktiva lancar yang tersedia. Likuiditas perusahaan pada penelitian ini diukur menggunakan Current Ratio (CR), karena sesuai analisis pada penelitian-penelitian sebelumnya ialah rasio yang paling sering digunakan dan hasilnya belum konsisten. Current Ratio diukur melalui rumus berikut (Brigham, 2009):
Current Ratio =
Aktiva lancar Utang lancar
18 2. Return On Equity (ROE)
Rasio ini untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba yang tersedia bagi pemegang saham perusahaan. Ukuran profitabilitas dalam
penelitian ini menggunakan return on assets dan return on equity, diakibatkan kedua rasio tersebut paling sering digunakan pada penelitian sebelumnya dibandingkan NPM dan OPM, dan masih memberikan hasil yang belum konsisten mengenai dampak merger/akuisisi pada ROA dan ROE tersebut.
Return On Equity =
3. Return On Assets (ROA)
Rasio ini untuk mengetahui kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari aktiva yang digunakan.
Return On Assets =
4. Debt Ratio (DR)
Rasio ini untuk mengetahui aktiva perusahaan yang dibiayai dari utang atau modal yang berasal dari pihak luar. Untuk pihak luar rasio ini bisa dikatakan aman apabila jumlah modal lebih besar dari jumlah hutang yang ada.
Namun hal ini berbeda dengan pandangan para pemilik saham dan pihak Laba Setelah Pajak
Modal sendiri
Laba Bersih Total Aktiva
19 manajemen perusahaan, DR dikatakan aman jika nilai rasio ini besar.
(Adipratama, 2012)
Debt to Ratio =
5. Debt to Equity Ratio (DER)
Rasio ini untuk menjelaskan kemampuan perusahaan menutupi seluruh utangnya dengan modal sendiri.
Debt to Equity Ratio =
2.2. Penelitian Terdahulu
Beberapa penelitian terdahulu yang telah menganalisis akuisisi dan merger terhadap kinerja keuangan perusahaan. Seperti Randi (2012) menemukan bahwa hasil kinerja keuangan perusahaaan non-bank setelah merger dan akuisisi bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan untuk semua rasio keuangan setelah merger dan akuisisi pada periode pengamatan dan pengujian. Kecuali untuk Total Assets Turnover yang menunjukkan perbedaan signifikan. Hasil ini mengindikasikan bahwa merger dan akuisisi tidak memberikan perbedaan atau perbaikan yang signifikan pada kinerja keuangan dari perusahaan non bank.
(Mawati, 2017) menemukan bahwa hasil kinerja keuangan perusahaan setelah merger dan akuisisi ialah kinerja keuangan perbankan yang diteliti tidak memperoleh sinergi atau nilai tambah setelah adanya merger dalam jangka waktu lima tahun. Hal tersebut didukung dengan adanya rasio permodalan menurun secara signifikan, menyebabkan investor untuk melakukan aksi jual saham perusahaan yang mereka miliki. (Hapsari S. , 2016) terdapat satu variabel
Total Utang Total Aktiva
Total Utang Total Modal Sendiri
20 Financial Leverage Multiplier (FLM) yang mengalami perbedaan. Sedangkan variabel Return On Total Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Total Assets Turn Over (TATO), Net Profit Margin (NPM) tidak mengalami perbedaan setelah merger.
(Putro, 2019) hasil dari Paired Sample T test menunjukan bahwa pengujian secara serentak terhadap semua rasio keuangan untuk 1 tahun sebelum dengan 1 tahun setelah merger dan akuisisi tidak berbeda secara signifikan. Sedangkan pengujian secara parsial (Wilcoxon Sign Test) menunjukan tidak adanya perbedaan yang signifikan untuk rasio keuangan NPM, ROA, dan TATO untuk pengujian 1 tahun sebelum dan 1 tahun setelah M&A hingga 1 tahun dan 5 tahun setelah merger dan akuisisi
(Suryantini, 2018) berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa kinerja keuangan yang diukur dengan lima rasio keuangan yaitu CR, ROA, DER, TATO, PER tidak berbeda secara signifikan sesudah akuisisi dibandingkan dengan sebelum akuisisi.
Strategi akuisisi belum sepenuhnya tercapai karena kondisi kinerja keuangan sesudah akuisisi yang tidak meningkat. (Hatane, 2017) Hasil analisis menunjukkan tidak ada perbedaan current ration sebelum dengan sesudah merger dilakukan. Begitu juga dengan variabel kinerja keuangan yang diproksikan dengan rasio debt to equity ratio, ROA, dan ROE diperoleh hasil yaitu tidak ada perbedaan kinerja keuangan sebelum dengan sesudah merger dilakukan. Namun untuk variabel assets turnover, price earnings ratio, dan firm size menunjukkan hasil ada perbedaan kinerja keuangan sebelum dengan sesudah merger dilakukan.
(Ira Aprilita, 2013) Kinerja keuangan perusahaan pengakuisisi yang dinilai dengan ROI, ROE, DER, TATO, CR dan EPS secara serentak menunjukkan
21 bahwa tidak ada perbedaan kinerja keuangan perusahaan pengakuisisi antara sebelum dan sesudah akuisisi.
(I Putu Doni Aditya Septiawan, p. 2017) Kinerja keuangan perusahaan diukur dengan lima rasio yakni Current Ratio (CR), Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE), Debt to Equity (DER) dan Total Asset Turnover (TATO). Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah altman z-score, uji statistik deskriptif, uji normalitas dan paired sample t test. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kinerja keuangan pada perusahaan yang mengalami financial distress dan perusahaan yang tidak mengalami financial distress tidak mengalami peningkatan pasca merger dan akuisisi.
Tabel 2. 1.
Hasil Penelitian Terlebih Dahulu
No Judul Tahun Variabel Teknik
Analisis Hasil Penelitian
1 Analisis Perbandingan
Kinerja Keuangan Sebelum Dan Sesudah Merger-Akuisisi Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2015
2019 Return on Assets, Net Profit
Margin, , Total Asset Turnover Ratio.
Deskriptif, Uji statistic, Uji
Normalitas, Uji Paired Sample T Test
Berdasarkan hasil pengujian pada perusahaan yang melakukan merger- akuisisi dalam penelitian ini, setelah dilakukan analisis
perbandingan sebelum melakukan merger-akuisisi telah menunjukkan hasil tidak adanya perbedaan yang signifikan pada kinerja
keuangan
ROA,NPM dan TATO sesudah melakukan merger- akuisisi.
2 Analisis Kinerja
Keuangan Perbankan Sebelum dan Sesudah
2017 loan to deposit ratio, total assets
Deskriptif, Uji asumsi klasik, Uji
Hasil penelitian menunjukkan variabel LDR,
22
No Judul Tahun Variabel Teknik
Analisis Hasil Penelitian
Merger turn over,
capital adequacy ratio, return on assets, price
earnings ratio, abnormal return
beda, uji hipotesis dan uji paired sample t –test (uji t sampel berpasangan)
TATO, ROA dan abnormal return, tidak terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah merger yang signifikan.
Variabel CAR dan PER sebelum dan sesudah merger, terdapat perbedaan secara
signifikan
3 Analisis Perbedaan
Kinerja Keuangan Perusahaan Sebelum Dan Sesudah Merger (Kasus pada Bank CIMB Niaga yang Terdaftar di BEI)
2016 Net Profit Margin, Total Assets Turnover, Financial Leverage Multiplier, Return On Total Assets, Return On Equity
Du pont system, Sample T- test, Pired Sample T- test,
Kolmogorov- Smirnov Z, Uji F
Hasil penelitian menggunakan Independent
Sample T-test terdapat satu variabel Financial Leverage Multiplier
(FLM) yang
mengalami perbedaan.
Sedangkan variabel Return On Total Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Total Assets Turn Over (TATO), Net Profit Margin (NPM) Tidak mengalami perbedaan
4 Analisis Perbandingan
Kinerja Keuangan Perusahaan Sebelum dan Sesudah Merger dan Akuisisi (Pada PerusahaanPengakuisisi, periode 2002-2003)
2010 Net Profit Margin, Return On Assets, Return On Equity, Debt to Equity Ratio, Debt Ratio, Earning per Share, Total Asset Turn Over,
Current Ratio
Deskriptif, Uji
Normalitas, Wilcoxon Signed Ranks Test, Manova
Tidak ada
perbedaan yang signifikan pada variabel
rasio-rasio keuangan yang digunakan pasca merger dan akuisisi. Baik pada perbandingan 1 tahun sebelum dengan 1 tahun hingga 5 tahun sesudah merger dan akuisisi. Hanya pada periode perbandingan 1 tahun sebelum
23
No Judul Tahun Variabel Teknik
Analisis Hasil Penelitian dengan 2, 3 dan 4 tahun sesudah merger dan akusisi.
5 Analisis Perbandingan
Kinerja Keuangan Perusahaan Sebelum Dan Sesudah Akuisisi
2018 current ratio, Return On Asset, Debt to
Equity Ratio, Total Asset Turnover, Price
Earning Ratio
uji one sample Kolmogorov- smirnov, uji
beda t
berpasangan (Pair-sample T-test)
Kinerja keuangan perusahaan
pengakuisisi sektor pertambangan yang diukur dengan lima rasio yaitu CR, ROA, DER, TATO, dan PER tidak berbeda secara signifikan antara sebelum dan sesudah akuisisi pada periode tahun 2011-2013 dalam pengamatan 1 tahun sebelum dan 1 tahun sesudah
akuisisi.
6. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perusahaan Sebelum dan Sesudah Akuisisi (Study Pada Perusahaan Pengakuisisi Yang Terdaftar Di BEI Periode 2000-2011)
2013 Return On Investment, Return On Equty, Debt Equity Ratio, Total Asset Turnover, Current Ratio, Eaning pershare
uji
statistik non parametrik wilcoxon signed rank test dan Manova
dinilai dengan ROI, ROE, DER, TATO, CR dan EPS secara serentak
menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kinerja keuangan perusahaan
pengakuisisi antara sebelum dan sesudah akuisisi.
7. Analisis Kinerja
Keuangan Perusahaan Multinasional
Sebelum dan Sesudah Akuisisi (Studi Perusahaan
Multinasional Pengakuisisi di BEI)
2017 NPM, ROA, ROE, TATO, dan DER
Pair-Sample T-Test
Hasil pengujian menunjukkan bahwa kinerja keuangan pada perusahaan yang mengalami financial distress dan perusahaan
yang tidak
mengalami financial distress tidak mengalami
peningkatan pasca merger dan akuisisi.
Sumber : dari beberapa jurnal yang diringkas
Pada penelitian ini terdapat beberapa perbedaan dengan penelitian terdahulu yang telah dilakukan. Perbedaannya terletak pada rasio yang digunakan dalam
24 penelitian dan tahun sampel periode yang dilakukan adalah antara tahun 2010- 2020.
2.3. Kerangka Pemikiran
Berdasarkan pada tinjauan pustaka dan beberapa penelitian terdahulu maka peneliti ingin mengetahui apakah rasio-rasio keuangan berbeda antara sebelum dan sesudah merger terdiri dari current ratio, return on equity, return on asset, debt ratio dan debt to equity ratio.
Gambar 2. 2. Bagan Kerangka Pemikiran Perusahaan Yang
Terdaftar di BEI
Sebelum 1. Current Ratio 2. Return On Equity 3. Return On Assets 4. Debt Ratio 5. Debt to Equity
UJI BEDA
Sesudah 6. Current Ratio 7. Return On Equity 8. Return On Assets 9. Debt Ratio 10. Debt to Equity
25
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1.Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang terdaftar dalam index saham Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX).
Waktu penelitian direncanakan akan dilaksanakan pada bulan September 2021 sampai dengan November 2021 dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 3. 1.
Waktu Penelitian
No Jenis Kegiatan 2021 2022
Sept Okt Nov Des Jan Feb - Juni Juli Agst Nov 1 Pengajuan Judul
2 Penyusunan Proposal 3 Bimbingan
Proposal
4 Seminar Proposal 6 Analisis Data 8 Bimbingan Skripsi 9 Seminar Hasil 10 Ujian Meja Hijau
3.2.Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan publik yang terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia) yang telah melakukan merger dan akusisi, dan perusahaan tersebut mengumumkan aktivitasnya tersebut pada periode 2010-2020 yaitu sebanyak 1.322 perusahaan.
26 Sampel penelitian diambil setelah memenuhi beberapa kriteria yang berlaku untuk penerapan definisi operasional variabel. Teknik pengambilan sampel diambil dengan teknik purposive sampling yaitu pemilihan pengambilan sampel dengan berdasarkan pada kriteria-kriteria tertentu. Adapun kriteria-kriteria yang digunakan dalam penelitian ini mencakup :
1. Perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan melakukan merger dan akuisisi antara tahun 2010 sampai dengan tahun 2020.
2. Perusahaan memiliki tanggal merger dan akuisisi yang jelas.
3. Menerbitkan laporan keuangan secara lengkap selama 1 tahun sebelum merger dan akuisisi serta 1 tahun setelah merger dan akuisisi dengan periode berakhir per 31 Desember.
Berdasarkan kriteria-kriteria tersebut dapat diperoleh sampel sebanyak 97 perusahaan:
Gambar 3. 2.
Daftar Perusahaan Sampel
No Tanggal Meger/Akuisisi Nama Perusahaan Pengambil alih Nama Perusahaan Diambil Alih
1 27 Desember 2010 Akuisisi PT Astra International Tbk PT General Electriv Service 2 29 Desember 2010 Akuisisi PT Bank Permata Tbk PT General Electriv Finance
Indonesia
3 14 Maret 2011 Akuisisi PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Agroniaga Tbk 4 13 April 2011 Akuisisi PT Agung Podomoro Land PT Buana Surya Makmur
5 18 Mei 2011 Akuisisi PT Aneka Tambang Tbk PT Dwimitra Enggang
Khatulistiwa
6 10 Juni 2011 Akuisisi PT Jasa Marga Persero Tbk PT Margabumi Adhikarya 7 10 Juni 2011 Akuisisi Mitsui Sumitomo Insurance Co., Ltd. PT Asuransi Jiwa Sinarmas 8 28 Juni 2011 Akuisisi PT Elang Mahkota Teknologi Tbk PT Indosiar Karya Media Tbk
9 08 September 2011 Akuisisi PT Tower Bersama PT Mitrayasa Sarana
Informasi
10 12 Oktober 2011 Akuisisi PT Mitra Adi Perkasa PT Premiere Doughnut Indonesia
11 27 November 2011 Akuisisi PT Kawasan Industri Jababeka PT Banten West Java Tourism Development
12 16 Januari 2012 Akuisisi PT Indika Energy Infrastruktur PT Mitrabahtera Segera Sejati Tbk
13 26 Januari 2012 Akuisisi PT Solusi Tunas Pratama Tbk PT Sarana Inti Persada 14 27 April 2012 Akuisisi PT Mitra Pinasthika Musthika PT Austindo Nusantara Jaya
27 No Tanggal Meger/Akuisisi Nama Perusahaan Pengambil alih Nama Perusahaan Diambil
Alih Agri Tbk
15 22 Juni 2012 Akuisisi PT Multipolar Technology PT Technoves International 16 09 July 2012 Akuisisi PT United Tractors Pandu
Engineering
PT Perkasa Melati 17 03 Agustus 2012 Akuisisi PT Kalbe Farma Tbk PT Hale Indonesia 18 06 Agustus 2012 Akuisisi PT Provident Agro Tbk PT Nakau
19 28 Agustus 2012 Akuisisi PT Alam Sutera Realty Tbk PT Garuda Adhimatra Indonesia
20 19 September 2012 Akuisisi PT Tunas Ridean Tbk PT Rahardja Ekalancar 21 17 Oktober 2012 Akuisisi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa
Barat
– PD BPR LPK Jalan cagak – PD BPR LPK Garut Kota 22 09 November 2012 Akuisisi PT Sugih Energy Tbk Eurorich Group
23 11 Desember 2012 Akuisisi PT Cowell Development PT Plaza Adika Lestari 24 16 Mei 2013 Akuisisi PT Astra Otopart Tbk PT Pakoakuina
25 29 Mei 2013 Akuisisi PT Energi Mega Persada PT Kencana Suraya Perkasa 26 10 Juni 2013 Akuisisi PT Salim Ivomas Pratama Tbk PT Mentari Pertiwi Makmur
27 13 Juni 2013 Akuisisi Galant Ventur Ltd PT Indomobil Sukses
International Tbk 28 31 Juli 2013 Akuisisi PT Bayan Resources Tbk PT Apira Utama
29 10 September 2013 Akuisisi PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk PT Oki Pulp dan Paper Mils 30 10 September 2013 Akuisisi PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk PT Mitra Telekomunikasi
Selular
31 30 September 2013 Akuisisi PT Indospring Tbk PT Sinar Indra Nusa Jaya 32 17 September 2013 Akuisisi PT MNC Land PT Bali Nirwana Resort 33 14 November 2013 Akuisisi PT Mitrabara Adi Perdana PT Bara Dinamika Muda
Sukses
34 13 Desember 2013 Akuisisi PT Nusa Raya Cipta Tbk PT Bhaskara Utama Jaya 35 26 Desember 2013 Akuisisi PT Duta Pertiwi Makmur PT Wijaya Pratama Group 36 20 Februari 2014 Akuisisi PT Modernland Realty Tbk PT Mitra Sindo Sukses dan PT
Mitra Sindo Makmur 37 24 Februari 2014 Akuisisi PT Bank Central Asia Tbk PT Central Sentosa Finance 38 04 April 2014 Akuisisi PT XL Axiata Tbk PT Axis Telekom Indonesia 39 22 Mei 2014 Akuisisi PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk PT Golden Plantation
40 03 Juni 2014 Akuisisi PT Bank Mandiri Persero Tbk PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia
41 10 Juni 2014 Akuisisi PT Hanson International Tbk PT Mandiri Mega Jaya 42 20 Juni 2014 Akuisisi PT Greenwod Sejahtera PT Trisakti Makmur Persada 43 07 Juli 2014 Akuisisi PT Astra International Tbk PT Asuransi Viva Indonesia 44 24 Juli 2014 Akuisisi PT Astra Agro Lestari PT Palma Plantasindo 45 08 Agustus 2014 Akuisisi PT Lajuperdana Indah PT Madusari Lampung Indah 46 19 Agustus 2014 Akuisisi PT Siloam International Hospital Tbk PT Rashalsiar Cakra Medika 47 05 September 2014 Akuisisi PT MNC Kapital Indonesia PT Bank ICB Bumiputera Tbk 48 30 September 2014 Akuisisi PT Industri Jamu dan Farmasi Sido
Muncul Tbk
PT Berlico Mulia 49 30 September 2014 Akuisisi PT Saratoga Iinvestama Sedaya Tbk PT Gilang Agung Persada 50 23 Januari 2015 Merger PT Bank Woori Indonesia PT Bank Himpunan Saudara
1906 Tbk
51 03 Februari 2015 Akuisisi PT First Media Tbk PT Mitra Mandiri Mantap 52 05 Februari 2015 Akuisisi PT Karya Supra Perkasa PT Acset Indonusa Tbk 53 03 Maret 2015 Akuisisi PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk PT Simpatindo Multimedia 54 05 Mei 2015 Akuisisi PT Dian Swastika Sentosa Tbk United Fiber System Limited 55 28 Juli 2015 Merger PT Panin Insurance Tbk PT Asuransi Multi Artha