• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN KONSEP DIRI PASIEN KANKER PAYUDARA DI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "GAMBARAN KONSEP DIRI PASIEN KANKER PAYUDARA DI"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

GAMBARAN KONSEP DIRI PASIEN KANKER PAYUDARA DI LOVELY PINK

SURAKARTA

NASKAH PUBLIKASI

Untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Sarjana Keperawatan

Oleh :

Anggit Tri Atmojo NIM ST162009

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN UNIVERSITAS KUSUMA HUSADA

SURAKARTA

2020

(2)

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN UNIVERSITAS KUSUMA HUSADA SURAKARTA 2020

GAMBARAN KONSEP DIRI PASIEN KANKER PAYUDARA DI LOVELY PINK SURAKARTA

Anggit Tri Atmojo 1), Isnaini Rahmawati 2), Agnes Sri Harti 3)

1)Mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Kusuma Husada Surakarta

2)Dosen Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Kusuma Husada Surakarta

Abstrak

Kanker payudara dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, baik aspek fisiologis, psikologis, dan sosial penderita. Kondisi ini dapat memicu penurunan konsep diri yang disebabkan oleh penyakit atau oleh prosedur pengobatan. Saat ini banyak komunitas penyitas kanker di Indonesia sebagai wadah serta sarana edukasi bagi penderita maupun orang tidak menderita kanker.

Salah satu komunitas kanker Lovely Pink di Surakarta beranggotakan 200 penderita kanker payudara..

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsep diri pasien kanker payudara di Lovely Pink Surakarta.

Penelitian kualitatif dengan desain peneliatian deskriftif menggunakan metode pendekatan cros sectional, dengan analisa univariat. Alat ukur menggunakan kuisoner konsep diri , dan lembar observasi.

Karateritik responden Usia terbanyak yang diteliti adalah usia lansia awal (45-65 tahun).yaitu 42 responden (62,7%). Pekerjaan terbanyak yang diteliti adalah pekerjaan ibu rumah tangga yaitu 29 responden (43,3%). Tingkat pendidikan terbanyak yang diteliti adalah mempunyai tingkat pendidikan lulus perguruan tinggi.yaitu 32 responden (47,8%). Konsep diri pasien kanker payudara di Lovely Pink Surakarta paling banyak memiliki konsep diri sedang.yaitu 50 responden (74,6%), Usia lansia terbanyak .yaitu 42 responden (62,7%) pekerjaan terbanyak ibu rumah tangga yaitu 29 responden (43,3%), pendidikan paling banyak mempunyai pendidikan lulus perguruan tinggi yaitu 32 responden.

Konsep diri pasien kanker payudara di Lovely Pink Surakarta memiliki konsep diri sedang yaitu memiliki skor 101- 161 pada kuesioner konsep diri. Penelitian ini bisa digunakan untuk sumber rujukan dalam melakukan intervensi untuk penderita kanker payudara terutama yang berkaitan dengan konsep diri

Kata Kunci : Konsep Diri, Kanker Payudara Daftar pustaka : 51 (2009-2020)

(3)

UNDERGRADUATE STUDIES NURSING PROGRAM KUSUMA HUSADA UNIVERSITY OF SURAKARTA 2020

A SELF-CONCEPT OVERVIEW OF BREAST CANCER PATIENTS IN LOVELY PINK SURAKARTA

Anggit Tri Atmojo 1), Isnaini Rahmawati 2), Agnes Sri Harti 3)

1) Undergraduate Nursing Study Program Student Kusuma Husada University of Surakarta

2) Undergraduate Nursing Study Program Lecture Kusuma Husada University of Surakarta

Abstract

Breast cancer can affect various aspects of human life, both physiological, psychological, and social aspects of sufferers. This condition can lead to a decline in self-concept caused by disease or by medical procedures. Currently, there are many communities with cancer in Indonesia as a forum and means of education for people with and without cancer. One of the cancer communities of Lovely Pink in Surakarta has 200 members of breast cancer patients. This study aims to describe the self- concept of breast cancer patients at Lovely Pink Surakarta..

This research is a qualitative research with descriptive research design using a cross sectional approach, with univariate analysis. The measuring tool uses a self-concept questionnaire and observation sheets.

Characteristics of respondents The most age studied was the early elderly (45-65 years). That is 42 respondents (62.7%). The most occupations studied were housewives, 29 respondents (43.3%).

The highest level of education studied was that of having graduated from tertiary education, 32 respondents (47.8%). The self-concept of breast cancer patients at Lovely Pink Surakarta has the most moderate self-concepts, 50 respondents (74.6%).

The self-concept of breast cancer patients at Lovely Pink Surakarta has a moderate self- concept, namely having a score of 101-161 on the self-concept questionnaire. This research can be used as a reference source in interventions for breast cancer patients, especially those related to self- concept

Key Word : Self-Concept, Breast Cancer Reference : 51 (2009-2020)

(4)

I. PENDAHULUAN

Kanker payudara dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, baik aspek fisiologis, psikologis, dan sosial penderita. Kondisi ini dapat memicu penurunan konsep diri yang disebabkan oleh penyakit atau oleh prosedur pengobatan. Saat ini banyak komunitas penyitas kanker di Indonesia sebagai wadah serta sarana edukasi bagi penderita maupun orang tidak menderita kanker. Salah satu komunitas kanker Lovely Pink di Surakarta beranggotakan 200 penderita kanker payudara.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsep diri pasien kanker payudara di Lovely Pink Surakarta

Berdasarkan data WHO tahun 2013, insiden kanker di dunia meningkat dari 12,7 juta kasus tahun 2008 menjadi 14,1 juta kasus tahun 2012, dengan jumlah kematian 7,6 juta orang tahun 2008 meningkat menjadi 8,2 juta pada tahun 2012 (Kemenkes RI, 2013). Prevalensi kanker di Indonesia sebesar 1,4 per 1000 penduduk, Provinsi Jawa Tengah merupakan provinsi dengan prevalensi kanker tertinggi kedua setelah Yogyakarta sebesar 2,1 per 1000 penduduk, sedangkan prevalensi kanker di kota Surakarta sebesar 0,5 per 1000 penduduk (Kemenkes, 2013)

Kanker payudara perlu mendapat perhatian karena dapat menurunkan produktivitas bagi penderita. Apabila tidak dicegah dan ditangani dengan baik, maka akan terjadi peningkatan kasus kanker payudara dimasa akan datang (Prastiwi, 2012). Konsep diri penderita kanker payudara setelah tindakan operasi cenderung tidak puas dengan penampilan fisiknya. Hal ini menyebabkan penderita kanker payudara menunjukkan sisi negatif yaitu rasa rendah diri dan malu kepada orang lain karena perubahan keadaan fisik seperti tidak sempurna dan tidak sesuai dengan yang diinginkan sehingga memerlukan perawatan paliatif yang berkesinambungan (Rahayu, 2017)

Perawatan paliatif dilakukan secara terpadu untuk meningkatkan kualitas hidup dengan meringankan keluhan penderita kanker, memberikan dukungan spiritual dan psikososial mulai dari diagnosa ditegakkan

sampai akhir hayat (Kemenkes, 2013).

Untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker telah banyak komunitas –komunitas kanker yang berskala daerah maupun yang berskala Nasional. Lovely Pink Surakarta merupakan kemunitas penyintas kanker payudara di kota Surakarta tepatnya di Jl.

Parang Liris No. 51 Sondakan, Laweyan, Surakarta. Komunitas yang terbentuk sejak tahun 2016 ini memiliki sekitar 200 anggota. Komunitas ini memiliki program untuk deteksi dini kanker dan memberikan pendampingan bagi pasien kanker

II. METODOLOGI

Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cros sectional. Yaitu peneliti melakukan observasi untuk mengetahui konsep diri pada pasien kanker payudara di Lovely Pink Surakarta.. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien kanker payudara di Lovely Pink Surakarta yang sampel tahun 2019 mempunyai anggota sebanyak 200 orang.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat penelitian berupa daftar lembar kuesioner untuk variabel konsep diri sebanyak 50 pernyataan pada klien kanker payudara di Lovely Pink Surakarta yang dilaksanakan melalui google form.

Analisis yang digunakan pada penelitian ini menggunakan analisis univariat yang merupakan nalisis yang dilakukan terhadap tiap-tiap variabel terikat maupun variabel bebas dari hasil penelitian untuk melihat distribusi frekuensi dari tiap variabel (Dahlan, 2010)

III. HASIL PENELITIAN 1. Usia

Tabel 1 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Usia

Usia Frekuensi Presentase (%) Remaja (12-25 tahun) 1 1,5 Dewasa (26-45

tahun)

22 32,8

Lansia (46-65 tahun) 42 62,7 Manula (> 65 tahun) 2 3

Total 67 100%

Usia Lansia (45-65 tahun) merupakan usia terbanyak yaitu 42

(5)

responden (62,7%) dari 67 responden.

Hal ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Valiant (2017) yang melakukan penelitian terhadap pasien kanker payudara di RS Baladhika Husada Jember. Hasil yang didapatkan pasien kanker payudara terbanyak adalah di rentang usia 40-50 tahun yaitu 30 responden (50,8%) dari total 59 responden

Menurut teori umur merupakan salah satu faktor resiko terjadinya kanker payudara. Seperti karsinoma yang lain, resiko kanker mamae meningkat seiring bertambahnya usia, Resiko akan terus meningkat tajam sampai usia 40-45 tahun, lalu akan cenderung menetap setelah menoupause (Fujin et al. 2013).

2. Pekerjaan

Tabel 2 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pekerjaan

Usia Frekuensi Presentase (%)

Buruh/Tani 3 4,5

Ibu Rumah Tangga

29 43,3

PNS 17 25,4

Swasta 18 26,9

Total 67 100%

Pekerjaan ibu rumah tangga merupakan yang terbanyak yaitu 29 responden (43,3%). Hal ini didukung dengan hasil penelitian Nurmaya (2017), diperoleh data dan kesimpulan bahwa pada umumnya kasus penderita kanker payudara berdasarkan pekerjaan adalah ibu rumah tangga (IRT) sebanyak 103 orang (55,3%).

Menurut teori yang di kemukakan Asthon et al (2009) pekerja memiliki kualitas hidup yang baik karena mereka memiliki kemudahan mendapatkan informasi tentang penyakitnya, bagaimana cara pengobatannya sakit dan memiliki asuransi kesehatan yang memudahkan untuk pemeriksaan diri klien dan semakin tinggi levelnya pendidikan seseorang akan lebih antisipatif sehingga penanganan penyakit dapat dilakukan

3. Pendidikan

Tabel 3 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pendidikan

Usia Frekuensi Presentase (%) Perguruan Tinggi 32 47,8

SD/Sederajat 2 3,0

SMP/Sederajat 3 4,5

SMA/Sederajat 30 44,8

Total 67 100%

Responden yang diteliti yang terbanyak adalah mempunyai pendidikan lulus perguruan tinggi.yaitu 32 responden (47,8%), sedangkan dibawahnya tidak jauh berbeda yaitu tingkat pendidikan SMA sederajat yaitu sebesar 30 responden (44,8 %). Hal ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Damiani et al (2015) yang menyatakan semakin tingginya pendidikan semakin sadar akan pentingnya skreening pada pasien kanker payudara. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan punya pengaruh besar akan kesadaran seseorang terhadap penyakitnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Sathwara et al (2017) yang didapatkan pasien terbanyak kanker payudara adalah pasien lulusan perguruan tinggi ke atas yaitu 320 responden (28,1%). Tingkat pendidikan merupakan faktor penting dalam terjadinya kanker payudara.

Tingkat pendidikan seseorang akan menentukan gaya hidup, pola perilaku, pola reproduksi serta sosial ekonomi seseorang. Orang dengan tingkat pendidikan rendah kurang perhatian dengan kualitas kesehatan dirinya maupun kesehatan orang disekitarnya (Leong et al,2012).

4. Citra Diri

Tabel 4 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Citra Diri

Citra Diri Frekuensi Presentase (%)

Positif 63 94

Negatif 4 6

Total 67 100%

Citra diri terbanyak adalah mempunyai citra diri positif, yaitu 63 responden (94%). Hal ini sesuai dengan penelitian Retnowati (2019) yang menyatakan bahwa citra diri pasien Kanker payudara sebesar 67,7% (42

(6)

responden) dari total 62 responden. Citra diri merupakan sikap seseorang terhadap tubuhnya secara sadar dan tidak sadar.

Sikap ini mencakup persepsi dan perasaan tentang ukuran, bentuk, fungsi penampilan, dan potensi tubuh saat ini dan masa lalu yang secara berkesinambungan dimodifikasi dengan pengalaman baru setiap individu. Sejak lahir individu mengeksplorasi bagian tubuhnya, menerima stimulus dari orang lain, kemudian mulai memanipulasi lingkungan dan mulai sadar dirinya terpisah dari lingkungan).

5. Ideal Diri

Tabel 5 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Ideal Diri

Ideal Diri Frekuensi Presentase (%)

Positif 62 92,5

Negatif 5 7,5

Total 67 100%

Ideal diri positif merupakan yang terbanyak yaitu 62 responden (92,5%).

Berdeba dengan penelitian Yuliastri (2013) menyatakan bahwa ideal diri pasien kanker payudara di RSUP Dr. M.

Djamil Padang lebih banyak memiliki ideal diri negatif yaitu 28 responden dari 49 responden (57,1%).

Menurut Stuart dan Sundeen (2008) Pada masa remaja ideal diri mulai terbentuk melalui proses identifikasi dari orang tua, guru dan teman. Pada usia lanjut, dibutuhkan beberapa penyesuaian, tergantung pada kekuatan fisik dan perubahan peran serta tanggunga jawab.

Banyak faktor yang mempengaruhi ideal diri seseorang, yaitu Seseorang cenderung menetapkan ideal diri sesuai dalam batas kemampuannya

6. Harga Diri

Tabel 6 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Harga Diri Harga Diri Frekuensi Presentase (%)

Positif 59 88,1

Negatif 8 11,9

Total 67 100%

Harga diri positif merupakan yang terbanyak yaitu 59 responden (88,1%) Hasil ini didukung dengan penelitian Sudana (2014) yang menyatakan harga

diri pasien kanker payudara di RSUD Ulin Banjarmasin memiliki harga diri tinggi yaitu 16 responden dari total30 responden (53,3%).

Penelitian yang dilakukan Makisake (2018) yang menyatakan bahwa semakin tinggi dukungan keluarga maka semakin tinggi harga diri pasien kanker payudara. Penelitian yang dilakukan terhadap 52 pasien kanker payudara di RSUP. Prof.Dr.R.D. Kandou Manado didapatkan hasil penelitian menunjukan nilai (p=0,000).

7. Peran Diri

Tabel 7 Distribusi Frekuensi Peran Diri

Peran Diri Frekuensi Presentase (%)

Positif 62 92,5

Negatif 5 7,5

Total 67 100%

Peran diri positif merupakan yang terbanyak yaitu 62 responden (92,5%) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pasien kanker payudara di Lovely Pink Surakarta memiliki peran diri positif. Hal ini di dukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Retnowati (2019), penelitian yang dilakukan di RSUD Raa Soewondo Pati didapatkan hasil dari 62 responden yang diteliti 33 responden (53,2%) memiliki peran diri positif.

Peran adalah seperangkat perilaku yang diharapkan secara sosial yang berhubungan dengan fungsi individu pada berbagai kelompok sosial yang berhubungan dengan fungsi individu pada berbagai kelompok sosial. Tiap individu mempunyai berbagai fungsi peran yang terintegrasi dalam pola fungsi individu (Yusuf, 2015). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa responden merasa mampu dan percaya diri untuk melakukan berbagai aktivitas, menerima kondisi dengan tulus, tidak menyalahkan diri sendiri atau orang lain, merasa dihargai, dan mendapat dukungan sosial yang optimal meskipun mengalami penderitaan akibat kanker payudara. Peran diri pasien kanker payudara juga sangat dipengaruhi oleh dukungan keluarga dan lingkungan sekitar, tanpa dukungan pasien kanker

(7)

payudara tidak akan meiliki peran diri positif

8. Identitas Diri

Tabel 8 Distribusi Frekuensi Peran Diri

Identitas Diri Frekuensi Presentase (%)

Positif 60 89,6

Negatif 7 10,4

Total 67 100%

Responden terbanyak mempunyai ideal diri positif yaitu 60 responden (89,6%). Hal ini di dukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Retnowati (2019), penelitian yang dilakukan di RSUD Raa Soewondo Pati didapatkan hasil dari 62 responden yang diteliti 52 responden (83,9%) memiliki peran diri positif. Hal berbeda didapatkan pada penelitian yang dilakukan oleh Yuliastri (2016) yang melakukan penelitian pada 49 responden pasien kanker payudara di RSUP Dr.M Djamil Padang. Hasil penelitian didapatkan 26 responden (53,1%) memiliki identitas diri negatif.

Identitas diri adalah kesadaran akan diri sendiri yang bersumber dari observasi dan penilaian yang merupakan sintesa dari semua aspek konsep diri sendiri sebagai satu kesatuan yang utuh.

Seseorang yang mempunyai perasaan identitas diri yang kuat akan memandang dirinya berbeda dengan orang lain.

Kemandirian timbul dari perasaan berharga (aspek diri sendiri), kemampuan, dan penyesuaian diri.

Seseorang yang mandiri dapat mengatur dan menerima dirinya. Identitas diri terus berkembang sejak masa kanak-kanak bersamaan dengan perkembangan konsep diri (Yusuf, 2015)

9. Konsep Diri

Tabel 9 Distribusi Frekuensi Konsep Diri

Konsep Diri Frekuensi Presentase (%)

Baik 17 25,4

Sedang 50 74,6

Total 67 100%

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 67 responden yang diteliti yang terbanyak adalah mempunyai konsep diri sedang.yaitu 50 responden

(74,6%). Hasil serupa juga didapatkan dalam penelitian yang dilakukan oleh Rahman (2020) yang mendapatkan hasil dari 24 responden 17 responden (70,8%) memiliki konsep diri positif. Menurut Prayitno (2014) seseorang yang memiliki konsep diri sedang merupakan orang yang sudah mulai mampu menerima perubahan- perubahan dalam dirinya tetapi masih ada beberapa aspek konsep diri yang masih perlu ditingkatkan agar memiliki konsep diri tinggi.

Berbeda dengan penelitian Retnowati, penelitian yang dilakukan oleh Sastra (2016) yang melakukan penelitian di RSUP Dr. Djamil Padang. Dari 73 responden yang diteliti 39 responde (53,4%) memiliki konsep diri negatif.

Perbedaan hasil penelitian tersebut dikarenakan banyak faktor yang bisa mempengaruhi konsep seseorang yang menderita kanker payudara. Menurut Tarwoto & Wartonah (2015) konsep diri bisa dipengaruhi oleh 3 hal yaitu perkembangan seseorang, orang terdekan, dan juga persepsi diri sendiri. Sedangkan menurut Retandiyono dan Retnaningsing (2006) yang bisa mempengaruhi konsep diri adalah peran orang tua, peran faktor sosial, serta belajar

Nofitri (2010) menyatakan bahwa individu yang menikah memiliki kualitas hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan individu yang tidak menikah, bercerai atau menjanda sebagai akibat dari kematian pasangan. bisa menjadi salah satu alasan mereka bertahan menjalani pengobatan secara rutin, karena kehadiran pasangan selama pengobatan juga akan membantu mereka merasa bisa mendapatkan dukungan penuh dan semangat hingga peran suami saat ini juga sangat mempengaruhi mereka.

IV. KESIMPULAN

Usia terbanyak yang diteliti adalah usia lansia awal (45-65 tahun).yaitu 42 responden (62,7%). Pekerjaan terbanyak yang diteliti adalah pekerjaan ibu rumah tangga yaitu 29 responden (43,3%).

Tingkat pendidikan terbanyak yang diteliti adalah mempunyai tingkat

(8)

pendidikan lulus perguruan tinggi.yaitu 32 responden (47,8%).

Citra diri terbanyak responden yang diteliti memiliki citra diri positif sebanyak 63 responden (94%). Ideal diri terbanyak yang diteliti memiliki ideal diri positif.yaitu 62 responden (92,5%). Harga diri terbanyak yang diteliti memiliki harga diri positif.yaitu 59 responden (88,1%). Peran diri terbanyak yang diteliti memiliki peran diri positif.yaitu 62 responden (92,5%). Identitas diri terbanyak yang diteliti memiliki identitas diri positif.yaitu 60 responden (89,6%).

Konsep diri terbanyak yang diteliti memiliki konsep diri sedang.yaitu 50 responden (74,6%)

V. SARAN

Untuk masyarakat diharapkan hasil ini bisa digunakan untuk sumber rujukan dalam melakukan intervensi untuk penderita kanker payudara terutama yang berkaitan dengan konsep diri.

Untuk institusi pendidikan diharapkan hasil penelitian ini bisa digunakan untuk belajar maupun menambah wawasan mahasiswa tentang kanker payudara maupun konsep diri pasienkanker payudara.

Untuk peneliti selanjutnya diharapkan untuk peneliti selanjutnya agar menambah jumlah sample agar hasil lebih valid, diharapkan untuk meneliti konsep diri pasien yang tidak atau belum ikut komunitas..

Untuk instansi diharapkan untuk sering melakukan pertemuan rutin untuk meningkatkan konsep diri pasien kanker payudara. Mengingat kebanyakan konsep diri pasien masih dalam level sedang

VI. PUSTAKA

Andriyanti. (2017) “Yuk Dukung Pendampingan Pasien Kanker Oleh Lovely Pink Solo” dalam https://benihbaik.com/campaign/yukd ukungpendampinganpasienkankerole hlovelypinksolo (diakses 17 September,2020)

Ashton-Prolla, P,.J. Giocomazzi.,A. V.

Schmidt., F. L. Roth., E. I. Palmero., Luciane, K., Suzi A. V (2009).

Development and validation of a simpel questionnaire for the identification of hereditary breast cancer in primary care. BMC Cancer, 9. 275-283

Dahlan, S., (2010). Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan Edisi 5.

Jakarta, Salemba Medika.

Damiani, G., Federico, B., Basso, D., Ronconi, A., Bianchi C.B.N.A., Anzelloti, G.M., Nasi, G., Sassi, F., Ricciardi, W. (2015). Sicioeconomic disparities in the uptake of breast and cervical cancer screening in Italy.

BMC Public Health. 12.(99).

Fujin, Chen, Zhongli Chen, Minshan Chen, et al. (2013). Buku ajar onkologi klinis edisi 2. Jakarta: Badan Penerbit FKUI

Kemenkes, RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Leong SP, Shen ZZ, Liu TJ, Agarwal G, Tajima T, Paik NS, et al.. (2012) Is breast cancer the same disease in Asian and western countries? World J Surg. 2010;34:2308–24

Makisake J. (2018). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Harga Diri Pasien Kanker Payudara Yang Menjalani Kemoterapi Di Ruang Delima Rsup Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. E- Journal keperawatan. 6.(1)

Nofitri. (2010). Kualitas Hidup Penduduk Dewasa di Jakarta . Jakarta.

(http://www.lontar.ui.ac.id, 10 Agustu 2020)

Nurmaya. (2017). Karakteritik Penderita Kanker Payudara di Rumah Sakit St.

Elizabet Medan tahun 2013-2016.

Indian Journal of Public Health Research & Development.11. (03) Prastiwi, E.F. (2012). Kualitas Hidup

Penderita Kanker. Developmental and Clinical Psychology. Vol. 1. No.

1. (2012).

Rahayu D.A, Armiyati, Y., (2010). Faktor yang berkorelasi terhadap mekanisme koping pasien CKD yang menjalani hemodialisis di RSUD kota Semarang (Correlating factors of coping mechanism on CKD patients

(9)

undergoing Hemodialysis in RSUD Kota Semarang). Jurnal Kesehatan, 2(4) Desember 2015. ISSN 5694 1254. Surabaya: Rumah Sakit Muhmmadiyah Surakarta.

Rahman. (2020). Breast Cancer: Self- Concept and Quality of Life for Patients in Wahidin Sudiro Husodo Hospital Makassar City, Indonesia. . 11.(3)

Retnowati, I. (2019). “Gambaran Konsep Diri Pasien Kanker Payudara Di Rsud Raa Soewondo Pati”. Skripsi.

Universitas Ngudi Waluyo. Ungaran Ritandiyono dan Retnaningsih. (2006). Seri

Diktat Kuliah, Aktualisasi Diri.

Jakarta:Universitas Gunadarma Press Sathwara, J.A., Balasubramaniam, G.,

Bobdey, S.C., , Jain, A., Saoba, S.

(2017). Sociodemographic Factors and Late-stage Diagnosis of Breast Cancer in India: A Hospital-based Study. Indian J Med Paediatr Oncol.

2017 Jul-Sep; 38(3): 277–281

Stuart and Sundeen, (2008). Principles And Practise Of Psychiatric Nursing Edisi 4, St Louis: the Cv Mosby Year Book.

Sudana, IK. (2016). Gambaran Harga Diri Pada Pasien Kanker Payudara Yang Menjalani Kemotrapi Di Rsud Ulin Banjarmasin Tahun 2014. Jurnal Keperawatan. 1.(1)

Tarwoto dan Wartonah. (2015). Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses keperawatan (Edisi ke-5). Jakarta:

Salemba Medika.

Valiant, Indah R (2017) Hubungan Dukungan Keluarga dengan Konsep Diri pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di RS Baladhika Husada Jember. Thesis.

Jember: Universitas Muhammadiyah Jember

Yuliastri, A. (2013). Gambaran Konsep Diri Pasien Kanker Payudara Di Poliklinik Bedah Rsup Dr. M. Djamil Padang Tahun 2013. Ners Jurnal Keperawatan. 12. (2)

Yusuf. (2015). Buku Ajar Kesehatan Keperawatan Jiwa. Jakarta : Salemba Medika

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang berhubungan dengan harga diri pasien post operasi mastektomi akibat kanker payudara di

Walaupun pada faktor identifikasi dengan orang yang memiliki penyesuaian diri yang baik tidak ia dapatkan, hal tersebut tidak menjadikan SD untuk tidak mencapai

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Lontara II Bedah Tumor di RSUP DR Wahidin Sudirohusodo Makassar menunjukkan distribusi frekuensi responden

ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan harga diri pada pasien kanker payudara di RSUD Panembahan Senopati Bantul, bahwa diantara responden

Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa distribusi frekuensi kanker payudara usia muda terbanyak pada usia 35- 40 tahun dengan nodul KGB aksila positif dan

di atas dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi penderita kanker payudara rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 berdasarkan riwayat paritas tertinggi ialah yang

ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan harga diri pada pasien kanker payudara di RSUD Panembahan Senopati Bantul, bahwa diantara responden

Gambaran kualitas hidup responden kanker payudara pasca kemoterapi berdasarkan empat domain kualitas hidup Tabel 2 Distribusi frekuensi kualitas hidup responden kanker payudara