BAB 1
GAMBARAN UMUM AKUNTANSI
Karakteristik Bisnis dan Akuntansi
Pada umumnya suatu bisnis, merupakan suatu organisasi yang menggunakan berbagai sumber daya (input) seperti bahan dan tenaga kerja untuk diolah dan dirakit dalam rangka menyediakan barang dan jasa (output) bagi pelanggan.
Keberadaan suatu bisnis umumnya untuk memaksimalkan laba. Laba menggambarkan perbedaan antara jumlah penerimaan dari pelanggan dengan jumlah yang dibayarkan untuk input atas penyediaan barang dan jasa. Beberapa bisnis lainnya beroperasi dalam rangka memberikan manfaat kepada masyarakat, misalnya riset medis dan konservasi alam. Di sisi lain, organisasi/lembaga pemerintah seperti Dinas Kebersihan dan Pertamanan beroperasi atas dasar nonprofit/nirlaba. Fokus pembahasan dalam akuntansi umumnya ke organisasi bisnis yang beroperasi atas dasar laba.
Jenis-Jenis Bisnis
Terdapat 3 (tiga) jenis bisnis yang berbeda yang beroperasi untuk memperoleh keuntungan; yaitu, bisnis jasa, dagang dan manufaktur. Setiap jenis bisnis mempunyai karakteristik yang berbeda.
Usaha jasa (service businesses) menyediakan jasa yang dibutuhkan pelanggan. Contoh usaha jasa yang disediakan, sebagai berikut:
Usaha Jasa Jasa
Hotel Graha Perhotelan
Bank Jatim Jasa keuangan
RS. Dr. Soetomo Jasa kesehatan
Usaha dagang (merchandising businesses) menjual produk dari pemasok kepada pelanggan. Contoh usaha dan produk yang dijual adalah:
Usaha Dagang Produk
Arlisah Peralatan rumah tangga
Toko Buku Berkah Buku-buku agama
Beta Mart Barang konsumsi
Usaha manufaktur (manufacturing businesses) mengubah bahan baku menjadi produk yang dijual kepada pelanggan . Contoh bisnis manufaktur dan produknya adalah:
Usaha Manufaktur Produk
Menur Chicken Ayam goreng
Kedung Thomas Regency Rumah, Ruko dan Rukan Only Sport Man Pakaian olah raga pria
Jenis-Jenis Entitas Bisnis
Di Indonesia berbagai bentuk entitas bisnis yang ada meliputi; perorangan (proprietorship), persekutuan (partnership), perseroan (corporation) dan koperasi (cooperatives). Perusahaan perorangan dimiliki oleh seorang pemilik, biasanya ditemukan untuk usaha kecil dan memiliki sumber daya terbatas. Persekutuan biasanya dimiliki oleh lebih dari seorang pemilik yang sering dikenal dengan firma atau CV. Perseroan dimiliki melalui kepemilikan saham oleh pemegang saham untuk usaha besar dan diatur oleh Pemerintah. Koperasi dimiliki oleh sekelompok masyarakat (sebagai anggota) yang didirikan oleh dan terutama untuk kepentingan para anggota koperasi. Misalnya, koperasi karyawan, koperasi usaha, koperasi pengrajin, dan koperasi unit desa.
Pemangku Kepentingan Bisnis (business stakeholder)
Pemangku kepentingan bisnis adalah seseorang atau entitas yang berkepentingan terhadap kinerja ekonomi dan hasil pengelolaan dari suatu bisnis. Pemangku kepentingan bisnis, dapt dikelompokkan menjadi:
Capital market stakeholders, pemangku kepentingan yang menyediakan fasilitas pendanaan/pembiayaan untuk suatu bisnis agar dapat beroperasi dan mengembangkan bisnisnya di masa depan.
Product or service market stakeholders, termasuk didalamnya pelanggan yang membeli produk/jasa yang dihasilkan suatu bisnis sebagaimana pemasok yang memenuhi bahan baku/barang dagang yang dibutuhkan suatu bisnis.
Internal stakeholders meliputi karyawan yang bekerja pada suatu bisnis. Manajer memperoleh insentif untuk memaksimalkan nilai ekonomi suatu bisnis. Karyawan berkepentingan karena mempunyai ketergantungan/pekerjaan pada suatu bisnis.
Akuntansi
Didefinisikan sebagai suatu sistem informasi yang berfungsi menyediakan informasi bagi para pemangku kepentingan tentang aktivitas ekonomi dan kondisi suatu bisnis.
Akuntansi sebagai suatu sistem informasi meliputi komponen ; input, berupa berbagai bukti transaksi utama dan bukti pendukung dari suatu bisnis; proses, berupa penggunaan media pencatatan: buku jurnal, akun buku besar, dan akun buku pembantu; output, berupa informasi keuangan sustu bisnis: neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan.
Berikut gambar sistem informasi akuntansi:
Sedang proses penyediaan informasi akuntansi kepada pemangku kepentingan, meliputi langkah-langkah sebagai berikut:
Mengidentifikasi pemangku kepentingan yang membutuhkan informasi
Menilai kebutuhan informasi pemangku kepentingan
Menyajikan laporan keuangan bagi pemengku kepentingan.
Profesi Akuntan
Di Indonesia, profesi Akuntan mulai tumbuh, berkembang dan dikenal sejak akhir tahun 1970-an. Ditandai dengan adanya pembukaan jurusan akuntansi di beberapa perguruan tinggi yang memperkenalkan akuntansi ala Amerika (Anglo Saxon) sekaligus mulai meninggalkan pembukuan ala Belanda (Continental). Dominasi sistem Amerika yang berbasisGenerally Accepted Accounting Principles(GAAP) sudah tidak lagi digunakan yang kemudian beralih ke International Financial Reporting Standards(IFRS). Beberapa sebutan/profesi Akuntan yang pernah ada di Indonesia:
1 Akuntan Publik (CPA), akuntan independen yang memberikan jasa-jasanya atas dasar pembayaran tertentu, meliputi: 1) jasa audit, 2) jasa perpajakan, 3) jasa konsultasi manajemen, dan 4) jasa akuntansi.
Mereka bekerja secara bebas, dengan mendirikan (bekerja) di Kantor Akuntan Publik (KAP) yang harus memperoleh izin dari Kementerian Keuangan.
2 Akuntan Manajemen (CPMA), akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan atau organisasi. Jabatan yang dapat diduduki mulai dari staf, kepala bagian akuntansi, sampai direktur keuangan. Tugasnya dapat berupa: i) menyusun sistem akuntansi, ii) menyusun Laporan Keuangan iii) menyusun laporan manajemen, iv) menyusun anggaran,v) menangani masalah perpajakan, dan vi) melakukan internal audit.
3 Akuntan Pemerintah, akuntan yang bekerja pada badan/lembaga pemerintah, Badan Pemeriksa Keuangan, Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, dan lain-lain.
4 Akuntan Pendidik, akuntan terutama yang bertugas dalam pendidikan akuntansi, yaitu; mengajar, menyusun kurikulum pendidikan akuntansi dan melakukan penelitian dibidang akuntansi.
5 Akuntan Profesional (CA), akuntan yang memberikan jasa akuntansi melalui Kantor Jasa Akuntansi (KJA) dan akuntan yang berada di lembaga pendidikan dan Pemerintah.
6 Akuntan Pajak, akuntan profesional yang bekerja di bidang perpajakan, yang diawali dengan terbentuknya Kompartemen Akuntan Pajak - Ikatan Akuntan Indonesia (IAI KAPj) melalui rapat anggota IAI pada 13 Maret 2014 lalu, diyakini akan membuat akuntan profesional sektor perpajakan makin termotivasi untuk berkarya.
7. Akuntan Syariah, akuntan profesional yang kompeten dalam bidang akuntansi yang penerapannya berdasarkan syari’ah Islam.
Sertifikasi Akuntan di Indonesia
Pendidikan Program Profesi Akuntan (PPAk) dan Sertifikasi CA
Pendidikan Program Profesi Akuntan (PPAk) merupakan pendidikan tambahan pada jalur pendidikan sekolah setelah program sarjana Ilmu Ekonomi pada program studi akuntansi. Pendidikan Program Profesi Akuntan bertujuan menghasilkan lulusan yang menguasai keahlian bidang profesi akuntansi dan memberikan kompetensi keprofesian akuntansi. Lulusan Pendidikan Program Profesi Akuntan berhak menyandang sebutan profesiChartered Accountant(CA).
STIESIA sebagai penyelenggara PPAk sejak tahun 2006 s/d wisuda periode I tahun 2014/2015 telah meluluskan sebanyak 170 Akuntan beregister negara dan sejak periode II tahun 2015/2016 telah meluluskan 3 Akuntan profesional Chartered Accountant. Adapun calon mahasiswa P3A meliputi: lulusan S1/D4 Akuntansi, S1 Ekonomi Nonakuntansi dan S1 Nonekonomi sebanyak 28 sks dengan masa studi 2 (dua) semester atau selama-lamanya 4 (empat) semester.
Sertifikasi Akuntan Manajemen (CPMA)
Mulai tanggal 28 – 29 Nopember 2006, Institut Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI) menyelenggarakan Ujian CPMA (Ujian Certified Professional Management Accountant) dengan sebutan gelar Certified Professional Management Accountant (CPMA). Hal ini
- Sarjana ekonomi jurusan akuntansi atau D4 akuntansi yang telah berpengalaman 1 tahun dibidang akuntansi dan atau keuangan.
- Sarjana non akuntansi yang telah berpengalaman 2 tahun dibidang akuntansi dan atau keuangan.
Bagi peserta yang belum berpengalaman kerja diperbolehkan mengikuti ujian, namun sertifikat CPMA akan diserahkan setelah persyaratan pengalaman kerja dipenuhi.
Adapun materi ujian CPMA, ditetapkan 4 materi, yaitu:
1. Analisis Lingkungan Usaha
2. Konsep dan Keahlian Akuntansi Manajemen 3. Manajemen Strategik
4. Good Corporate Governancedan Etika Bisnis
Sertifikasi Akuntan Publik (CPA)
Ujian Profesi Akuntan Publik (CPA of Indonesia Exam) diselenggarakan oleh Institut Akuntan Pubil Indonesia (IAPI) berdasarkan Undang Undang RI Nomor 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publik. Ujian Profesi Akuntan Publik terbagi dalam 3 (tiga) tingkat, yaitu: Ujian Tingkat Dasar yang memberikan sertifikat “Associate Certified Professional Auditor of Indonesia”, Ujian Tingkat Profesional akan memberikan
“Certified Professional Auditor of Indonesia” , dan ujian Tingkat Lanjutan yang akan memberikan “Certified Public Accountant”. Adapun persyaratan peserta dan mata ujian berdarakan tingkatan, adalah:
Persyaratan Peserta Mata Ujian
Ujian Tingkat Dasar
Lulusan D4/S1/S2/S3 Jurusan Akuntansi Pengantar Auditing & Asurans Mahasiswa D4/S1 tingkat akhir Akuntansi & Pelaporan Keuangan
Pengantar Ekonomi Makro & Mikro
Pengantar Manajemen, Perpajakan & Hukum Bisnis Akuntansi Biaya, Manajemen Keuangan& Sistem Informasi
Ujian Tingkat Profesional
Lulusan D4/S1/S2/S3 Jurusan Akuntansi Auditing & Asurans & Etika Profesi Lulus Ujian Tingkat Dasar Akuntansi & Pelaporan Keuangan Lanjutan Memiliki Pengalaman Kerja bidang Akuntansi Akuntansi Manajemen, Manajemen Keuangan & TI
dan Audit Strategi Bisnis & Perpajakan Lanjutan
Manaj. Risiko, Tata Kelola & Pengendalian Internal
Ujian Tingkat Lanjutan
Lulusan D4/S1/S2/S3 Jurusan Akuntansi Auditing & Asurans Lanjutan Lulus Ujian Tingkat Profesional
Memiliki Pengalaman Kerja bidang Akuntansi dan Audit
Sertifikasi bidang akuntansi juga dapat dijumpai pada sertifikasi PSAK, sertifikasi akuntansi syariah, sertifikasi auditor internal (CIA), Certified Control Self Assessment (CCSA) dan Certified Government Audit Professional (CGAP), Certified Information Security Manager (CISM), Certified in the Governance of Enterprise IT (CGEIT), dan Certified in Risk and Information Systems Control (CRISC), Certified Information System Auditor(CISA).