GANGGUAN SARAF DAN PENYAKIT
NEUROLOGIS
Gangguan Saraf dan Penyakit Neurologis
Gangguan saraf dan penyakit neurologis mencakup berbagai kondisi yang
memengaruhi sistem saraf, baik sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) maupun sistem saraf perifer (saraf yang menghubungkan otak dan sumsum tulang belakang ke seluruh tubuh). Penyakit neurologis dapat
mempengaruhi fungsi motorik, kognitif, emosi, dan sensorik, dan sering kali
memiliki dampak jangka panjang pada
kualitas hidup seseorang.
Gangguan saraf perifer
Gangguan saraf perifer terjadi ketika saraf yang berada di luar otak dan sumsum tulang belakang (sistem saraf perifer) mengalami kerusakan atau gangguan. Saraf ini bertanggung jawab untuk mengirimkan sinyal ke dan dari otak serta
mengendalikan gerakan tubuh dan sensasi.
Neuropati perifer
Neuropati perifer merujuk pada kerusakan saraf yang mengakibatkan gangguan sensasi, gerakan, atau
fungsi organ. Penyebab umum neuropati perifer termasuk diabetes, infeksi, alkoholisme, dan
kekurangan vitamin tertentu. Gejala termasuk kesemutan, mati rasa, nyeri, dan kelemahan otot.
B. Sindrom carpal tunnel
Sindrom carpal tunnel terjadi ketika saraf median yang melewati pergelangan tangan terkompresi,
sering kali akibat gerakan repetitif atau posisi tangan yang buruk. Gejala termasuk kesemutan, rasa
terbakar, atau kelemahan di tangan dan jari.
• Gangguan Otak dan Sumsum Tulang Belakang (Sistem Saraf Pusat)
• Gangguan sistem saraf pusat mempengaruhi otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini sering kali memengaruhi fungsi kognitif, motorik, serta kemampuan emosional dan perilaku.
• A. Penyakit Alzheimer
• Penyakit Alzheimer adalah penyakit neurodegeneratif yang paling umum menyebabkan demensia. Penyakit ini ditandai dengan
penurunan memori, kebingunguan, kesulitan berbicara, serta
perubahan dalam kepribadian dan perilaku. Penyakit ini terjadi akibat penurunan jumlah sel saraf dan gangguan komunikasi antar sel otak, yang biasanya disebabkan oleh akumulasi plak protein beta-amiloid.
• B. Penyakit Parkinson
• Penyakit Parkinson adalah gangguan progresif yang mempengaruhi gerakan. Ini terjadi ketika sel-sel saraf di bagian otak yang disebut substansia nigra rusak dan kehilangan dopamin, neurotransmitter yang penting untuk koordinasi gerakan. Gejala termasuk tremor (gemetar), kekakuan otot, bradikinesia (pergerakan lambat), dan
gangguan keseimbangan.
4
5
• .
Sklerosis Berbilang (Multiple Sclerosis)
• Sklerosis berbilang adalah penyakit autoimun di
mana sistem kekebalan tubuh menyerang lapisan pelindung (myelin) saraf di otak dan sumsum
tulang belakang. Ini
menyebabkan gangguan komunikasi antara otak dan tubuh, yang berujung pada gejala seperti
kelemahan otot, masalah koordinasi, penglihatan kabur, dan kesulitan
berjalan.
D. Epilepsi
Epilepsi adalah gangguan yang ditandai dengan kejang-kejang berulang yang disebabkan oleh aktivitas listrik
abnormal di otak. Kejang dapat bervariasi dari ringan (misalnya,
hilangnya kesadaran sementara) hingga berat (seperti kejang tonik-klonik).
Epilepsi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk cedera otak, kelainan genetik, atau infeksi.
. Stroke
Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, menyebabkan kerusakan pada jaringan otak. Penyebab stroke bisa berupa penyumbatan pembuluh darah (stroke
iskemik) atau pendarahan di otak (stroke hemoragik). Gejalanya meliputi kelumpuhan pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, kehilangan keseimbangan, dan gangguan penglihatan.